Cerita dimulai ketika Luqman al-Hakim menerima seekor kambing dari tuannya. Sang tuan meminta Luqman menyembelih kambing tersebut dan mengantarkan bagian paling buruk, paling kotor, dari tubuh kambing itu.
| Kisah Luqman al-Hakim: Dua Daging Terbaik sekaligus Terburuk (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kisah Luqman al-Hakim: Dua Daging Terbaik sekaligus Terburuk
Ya. Luqman menggorok leher kambing, mengulitinya, dan mengiris-irisnya sesuai kebutuhan. Ia pun secara khusus mengambil bagian lidah dan hati kambing lalu mengantarkannya kepada sang tuan.Attauhidiyyah Giren
Tuannya memberinya kambing lagi. Tugasnya sama: kambing harus menyembelih. Namun kali ini sang tuan menginginkan Luqman membawakannya bagian yang paling bagus, paling menyehatkan.Luqman menjalankan tugasnya lagi dengan baik. Kambing disembelih, lantas dibawakannya lagi bagian lidah dan hati. Luqman menyodorkan hal yang sama untuk dua permintaan yang saling berlawanan.
Attauhidiyyah Giren
Tuannya pun bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan Luqman. Jawab Luqman, “Wahai tuanku, tak ada yang lebih buruk ketimbang lidah dan hati bila keduanya buruk, dan tidak ada yang lebih bagus dari lidah dan hati bila keduanya bagus.”Kisah ini mengungkap pesan bahwa hal paling krusial dalam hidup ini adalah terjaganya hati dan lidah. Lebih dari sekadar daging fisik, keduanya adalah kiasan dari nurani dan perkataan manusia. Keduanya memberi pengaruh yang amat menentukan bagi orang lain dan lingkungan sekitar, entah dalam wujud yang manfaat atau merugikan. (Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Attauhidiyyah Giren Aswaja, Ubudiyah, Syariah Attauhidiyyah Giren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar