Minggu, 19 Februari 2017

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, Attauhidiyyah Giren. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

Attauhidiyyah Giren

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Lomba, Makam Attauhidiyyah Giren

Rabu, 15 Februari 2017

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

Sumenep, Attauhidiyyah Giren. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi melakukan dialog dengan anak-anak muda NU yang aktif di IPNU, IPPNU, PMII dan GP Ansor Kabupaten Sumenep, di beranda hotel Dream Land Sumenep, Madura, Sabtu malam, (26/01).

Kiai Masdar menyambut gembira atas keinginan mereka yang meminta taushiyah khusus terkait cita-cita ke-NU-an.

Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Punya Komitmen pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Punya Komitmen pada NU

“Saya bersyukur memiliki anak muda yang memiliki komitmen untuk berbuat yang terbaik untuk NU.”?

Anak-anak muda NU seharusnya tidak hanya bercita-cita sebatas idealisme pribadi, tapi cita-cita dalam pengembangan oganisasi, berbangsa, dan bernegara. “Cita-cita harus dikobarkan untuk keumatan kebangsaan. Islam Rahamtan lil-‘Alamin adalah cita-cita keumatan,” tambahnya.

Attauhidiyyah Giren

Api cita-cita itu bisa diasah dengan bergaul secar fisik, maupun virtual. Misalnya dengan membaca koran, buku, menonton televisi. Dengan pergaulan semacama itu, jiwa akan melebur dengan semesta ini.

Lalu, Masdar menekankan, tidak ? ada cita-cita Islam yang bisa dicapai tanpa berjamaah. Berjamaah bukan karena faktor kebetulan seperti bertemunya orang-orang di pasar, tapi terstruktur, terorganisir.

Redaktur : Hamzah Sahal

Attauhidiyyah Giren

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, IMNU, Doa Attauhidiyyah Giren

Kamis, 09 Februari 2017

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Tidak kurang dari sepuluh Banser  Barisan Ansor Serbaguna (Banser ) se-Jawa Timur, ikut berpartisipasi dalam membantu pengamanan natal bagi kaum kristiani, Rabu (25/12) hari ini.

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal

Data yang masuk ke Satkorwil (Satuan Koordinasi Wilayah) Banser Jawa Timur, hingga pukul 24.00 WIB tadi malam, jumlah personil yang terlibat pengamanan sekitar 10 ribu  personil. Mereka menyebar mulai dari Banyuwangi sampai Pacitan. Hampir semua Satkorcab Banser disemua daerah menurunkan anggotanya. Sebagian anggota berpakaian biasa.

“Siap ndan. Kita terjunkan 300 personil untuk ikut membantu pengamanan natal. Kondisi aman terkendali ndan,’’ ujar Makmun salah seorang Kepala satkorcab Banser Kabupaten Kediri, saat memberikan laporan.

Attauhidiyyah Giren

Hal yang sama dilaporkan oleh Syaiful Anam, Kepala Satkorcab Banser Kota Kediri. Menurutnya, 200 anggota Banser diterjunkan untuk membantu pengamanan natal dan tahun baru. Menurutnya, sehari sebelum hari H. Anggota Banser sudah berbaur dengan petugas kemanan yang lain. “ Lapor ndan. Kita sudah siaga dibeberapa tempat diwilayah Kota Kediri,’’ lapor Syaiful Anam.

Dari wilayah Timur, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, melaporkan setidaknya ada 500 personil Banser. Begitu juga Kabupaten Sidoarjao dan Jombang. 

Attauhidiyyah Giren

“Kita sifatnya hanya membantu pengamanan. Tidak lebih dari itu,’’ ungkap Mohammad Sukron, Ketua PC Ansor Banyuwangi.

“Komandan. Bojonegoro siagakan 200 Banser dalam pengamanan natal dan tahun baru. Sejak sore kami sudah ada dilapangan,’’ungkap Kepala Satkorcab Bojonegoro.

Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H Imam Kusnin Ahmad SH, memaparkan,bantuan Banser  dalam pengamanan natal dan tahun baru merupakan kegiatan rutin tahunan. Diminta atau tidak, Banser terus melakukan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Satkorwil Banser Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sejarah, Pesantren Attauhidiyyah Giren

Minggu, 05 Februari 2017

Kekerasan Seksual, Perlu Pendekatan Keadilan Restoratif

Jakarta, Attauhidiyyah Giren



Kekerasan seksual yang belakangan ini “menggila” membuat masyarakat resah. Presiden Joko Widodo dalam hal ini telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Kekerasan Seksual Terhadap Anak yang salah satunya adanya tambahan hukuman kebiri dan hukuman mati. Publik bertanya-tanya, apakah Perppu tersebut efektif apa tidak untuk mengatasi masalah kejahatan seksual tersebut.?

Kekerasan Seksual, Perlu Pendekatan Keadilan Restoratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Seksual, Perlu Pendekatan Keadilan Restoratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Seksual, Perlu Pendekatan Keadilan Restoratif

Ketua DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) DKI Jakarta, Ahmad Ramzy menjelaskan untuk menangani berbagai masalah kejahatan saat ini, termasuk kekerasan seksual, pendekatan yang digunakan harusnya adalah keadilan restoratif yang menitikberatkan pada kebutuhan pelibatan masyarakat dan korban yang dirasa tersisihkan dengan mekanisme yang bekerja pada sistem peradilan pidana yang ada pada saat ini. Hal ini disampaikan dalam diskusi Perkembangan Hukuman Mati di Indonesia yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas NU Indonesia (Unusia) Jakarta, Kamis (26/5).

Menurut Ahmad Ramzy, pendekatan keadilan restoratif ini dapat dijadikan solusi dalam masalah Perppu. Tidak perlu memberlakukan pidana maksimum hukuman mati, kecuali kalau korban meninggal. Sedangkan alasan hukum lain selain meninggal dapat menggunakan pidana maksimum seumur hidup.?

Dalam kerangka ini semua, korban atau keluarga korban harus turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan hukum. Selama ini belum banyak dilakukan di dalam proses persidangan di peradilan Indonesia.?

Attauhidiyyah Giren

“Ancaman hukuman mati di sini dalam prakteknya nanti belum tentu memenuhi rasa keadilan korban, misal korbannya luka berat atau gangguan jiwa, seharusnya pelaku menanggung semuanya menjadi pulih normal,” katanya.?

Ia menjelaskan, dalam Islam, dikenal istilah al-islah (perdamaian) dan al-‘afwu (pemaafan/pengampunan), selain itu masalah batasan umur anak di Indonesia masih diperdebatkan.?

Djoko Edhi S. Abdurrahman, mantan anggota DPR RI dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa penjatuhan hukuman mati ini harus ditolak karena melanggar UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara menjadi “hak hidup” warganya. Selain itu, belum ada penelitian atau korelasi yang menyakinkan dengan ditambahkannya ancaman hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksual pada anak dapat membuat pelaku menjadi jera.?

Sementara itu Fathudin, Sekretaris C3Huria, menjelaskan sampai saat ini belum ada korelasi yang positif pemberlakuan atau peningkatan ancaman hukuman dengan berkurangnya tindak kejahatan, meski pada saat ini kecenderungan pemberlakuan hukuman mati secara global menurun. Data terakhir menunjukkan peringkat 5 teratas dalam penerapan hukuman mati, yaitu China, Iran, Saudi Arabia, Iraq dan Amerika. Menurut Anggota PP Lakspesdam NU ini, saat ini harus dikedepankan hukum yang lebih moderat, hukum yang tidak hanya berpinsip pada pembalasan semata dalam menghadapi permasalahan bangsa ini.?

Menurut Fathudin, pemicu atau penyebab dari tindakan kekerasan seksual pada anak sangat beragam, seperti kemiskinan, pendidikan termasuk pendidikan seksual yang kurang. “Kita harus melihat permasalahan ini, bukan hanya pada ancaman hukuman matinya saja, tapi harus dilihat secara lebih komprehensif,” jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Ketua Prodi Ilmu Hukum UNU Indonesia Muhammad Afifi dalam hal ini mengkritisi frasa “luka berat, menderita gangguan jiwa, terganggu atau hilang fungsi reproduksinya”, apakah dapat dijadikan alasan hukum dapat menjatuhkan hukuman mati bagi pelakunya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hadits, Internasional Attauhidiyyah Giren

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menilai, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering mendapatkan gangguan. Padahal, korupsi adalah masalah utama yang harus diperjuangkan untuk memujudkan negara hukum.

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Masa Depan Pemberantasan Korupsi” di Aula Yusuf Hasyim Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/3). Hadir dalam kesempatan ini anggota Tim 9, di antaranya Prof Jimly Assidiqie (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Johan Budi (Plt Pimpinan KPK), dan Dr. Bambang Widjayanto dan (pimpinan KPK nonaktif).

"KKN, dalam hal ini korupsi, saat reformasi adalah masalah utama yang diperjuangkan untuk diperangi. Dan kita paham waktu itu lembaga hukum tumpul, maka dibentuk KPK," ujar Cucu Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari ini.

Attauhidiyyah Giren

Namun, lanjut Gus Sholah, KPK sering mendapatkan gangguan. Hal ini seperti yang terjadi pada mantan ketua KPK, Antasari Azhar, kemudian Bibit dan Candra. Dan sekarang kasus Abraham Samad dan Bambang W.

Attauhidiyyah Giren

"Kita tidak ingin kasus gangguan terhadap KPK terulang kembali," tandasnya menyikapi ditersangkakannya dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjajanto atas kasus yang dinilai hanya dicari-cari. "Kalau hanya mencari-cari persoalan atau kasus seseorang, semua orang pasti memiliki masalah, termasuk AS dan BW," ujarnya.

Gus Sholah juga mempertanyakan sikap Presiden terkait penangan korupsi ini. Karena hukum saat ini dinlai tajam ke bawah dan tumpul ke atas. "Saya tidak paham apakah Presiden ngerti apa tidak soal ini," imbuhnya.  

Rencananya, rekomendasi para kiai pesantren dalam halaqoh yang salah satunya menghasilkan dukungan pengutaan kelembagaan hukum untuk memberantas korupsi itu akan disampaikan ke Presiden, DPR, serta pihak-pihak yang terkait dengan lembaga antikorupsi di Indonesia. "Yang paling urgen adalah pengutan kelembagaan hukum, untuk memberantas korupsi, ini yang penting disampaikan," tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Prof Jimli Asshidiqi dalam pemaparannya mengatakan bahwa kasus yang menimpa pimpinan KPK, yakni Abraham Samd dan Bambang Widjayanto, merupakan upaya pelemahan. Selain itu KPK juga diserang dengan kriminalisasi para penyidiknya, juga para pegiat antikorupsinya. "Dulu pernah terjadi pada Antasari Azhar kemudian Bibit-Candra, saya khawatir peradilan sesat atas kasus Antasari Azhar terjadi lagi," tutur anggota Tim 9 ini.  (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Lomba, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 04 Februari 2017

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu

Menyapu dua telinga termasuk dalam sunah wudhu. Meratakan air di semua bagian luar telinga sangat dianjurkan dalam berwudhu. Berikut ini doa yang perlu dibaca saat menyapu dua telinga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Sapu Dua Telinga saat Wudhu

Allahummaj‘alnî minalladzîna yastami‘ûnal qaula fayattabi‘ûna ’ahsanah. Allahumma ’asmi‘nî munâdiyal jannati fil jannati ma‘al abrâr.

Attauhidiyyah Giren

Artinya, “Hai Tuhanku, jadikanlah aku termasuk orang yang mendengar perkataan, lalu mengikuti yang lebih baik. Hai Tuhanku, perdengarkanlah aku bunyi-bunyian surga di dalam surga bersama orang-orang yang membuat bakti,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, Quote, AlaNu Attauhidiyyah Giren