Senin, 22 Desember 2014

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (13/8) siang, kembali menggelar diskusi tentang amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dengan menghadirkan beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen dan para pakar hukum tata negara. Diskusi ketiga kali ini diadakan di ruang rapat lantai 5 Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, dengan fokus ”Mempertaruhkan Eksistensi Kedaulatan Bangsa.”

Diskusi menghadirkan pengacara kawakan yang juga aktif dalam memelopori amandemen UUD 1954 Adnan Buyung Nasution, tokoh militer Agus Wijojo, pakar hukum tata negara Mahfudz MD dan Setya Arinanto, peneliti senior Daniel Dhakidae, Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon, anggota DPD Laode Ida, dan pakar hukum UGM yang juga ketua PBNU Fajrul Falakh. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nj mewakili tim pelaksana Lakpesdam NU dan Lajnah Talif wan Nasyr (LTN).

Ketua Umum PBNU KH Muzadi saat memberikan pengantar diskusi mengatakan, Nahdlatul Ulama ingin mendapatkan masukan-masukan yang lengkap dari para ”aktor” amandemen dan para pakar hukum tata negara untuk kemudian mengajukan sikap atau semacam rekomendasi penting bagi proses penyempurnaan konstitusi Indonesia.

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

”Kita memang harus jelas betul secara komprehensif dan hati-hati karena amandemen ini pasti sangat mempengaruhi perjalanan bangsa. Bukan berarti PBNU mengambil alih peran partai politik, tapi sebagai warga negara kita tidak bisa lepas dari perubahan itu. PBNU ingin terlibat aktif dalam proses perubahan itu,” katanya.

Pada diskusi pertama, PBNU mengundang beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen UUD 1945 antara lain Ryaas Rasyid, Ali Masykur Moesa dan Lukman Hakim Syaifuddin. Diskusi kedua menghadirkan beberapa tokoh yang agak keberatan dengan amandemen antara lain Tri Sutrisno, Tyasno Sudarto, Kwik Kian Gie dan Mudji Sutrisno.

Attauhidiyyah Giren

”Semua sudah terekam dengan baik dari para tokoh yang menurut kami kompeten pada bidangnya. Semoga kita bisa mendapatkan kesimpulan yang baik, agar kita bisa memunculkan alternatif-alternatif pemikiran. PBNU tidak dalam kapasitas berbicara tapi mendengarkan,” kata Kiai Hasyim.

Hasil dari tiga kali diskusi itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu, akan dilanjutkan dengan kunjungan PBNU ke beberapa negara yang pernah mengalami eforia reformasi seperti Uni Soviet dan Cina. Beberapa narasumber pada diskusi itu bahkan menawarkan beberapa alternatif negara lain yang perlu juga diamati karena sistem demokrasinya hampir mirip Indonesia.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Jumat, 05 Desember 2014

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Trenggalek, Attauhidiyyah Giren. Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Trenggalek, Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule menetapkan duet kepemimpinan KH Mashum sebagai Rais Syuriah dan KH Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfifziyah masa khidmah periode 2016-2021.

Rais Syuriyah terpilih yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule terpilih menjadi Rais Syuriah melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Adapun tim AHWA terdiri dari KH Syafii sebagai Ketua, KH Sahar Banuri, KH Mashum, KH Nur Khotib, dan KH Masruri.

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Pada sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dihadiri 173 peserta dari tingkat MWC dan Ranting, mengerucut 2 kandidat terkuat yakni KH Fatchulloh Sholeh dan H. Mahsun Ismail. Setelah dilakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis, KH Fatchulloh Sholeh memperoleh suara terbanyak dengan mengumpulkan 114 suara. Sementara 56 untuk H. Mahsun Ismail. Adapun 1 suara dinyatakan rusak dan 2 abstain.

Attauhidiyyah Giren

Ditemui setelah acara, Gus Loh, sapaan akrab KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan program-program prioritasnya untuk 1 peridoe ke depan. "Amanah ini berat, karena akan dimintai pertanggungjawaban tak hanya secara organisasi tapi juga di akhirat, semoga saya bisa menjalankan ini dengan baik," ungkapnya selepas Konfeercab (27/3).

Bagi dia, amanah itu adalah meneruskan dhawuh para ulama dengan? orientasi ke depan tentunya memperkuat pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran dan aqidah Aswaja Annahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI.

Attauhidiyyah Giren

Karena, kata dia, kita paham bersama bahwa pesantrenlah yang menjadi basis kekuatan NU dan NKRI-Nusantara.

"Sedangkan secara organisatoris, program-program yang saya prioritaskan dalam periode saya (2016-2021, red) adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, dan kaderisasi" tutup Gus Loh. (Abid/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Kajian Attauhidiyyah Giren

Rabu, 03 Desember 2014

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo

Oleh : Fahmi Achmad



Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo bulan ini merayakan dies natalis ke-3. Perayaannya dimulai pada 4 Juli 2017 lalu, karena di tanggal itu Izin Operasinal kampus ditandatangani. Namun, suasana dies natalis berasa selama satu bulan penuh, yakni sampai akhir bulan Juli 2017.

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo

Ada perbedaan perayaan dies natalis tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini moment itu disemarakkan dengan berlangsungnya proses visitasi akreditasi program studi. Terhitung ada lima program studi yang menerima visit dari Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.?

? ?

Seperti halnya Rumah Sakit Islam NU Siti Hajar yang sudah membuktikan diri menjadi wujud peradaban NU Sidoarjo di bidang kesehatan. Tiga tahun ini UNU Sidoarjo mencoba mengikuti jejaknya untuk menjadi wujud peradaban Pendidikan Tinggi NU di Sidoarjo.

Attauhidiyyah Giren

Karena Perguruan Tinggi NU merupakan tujuan melanjutkan pendidikan tinggi bagi anak-anak yang bersekolah di Maarif dan pondok-pondok pesantren, serta bagi mereka yang fanatic dengan NU. Dengan harapan, mereka (anak-anak NU) dapat bersaing di berbagai bidang dengan berbekal idiologi Islam ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

Para penggagas UNU Sidoarjo menaruh harapan besar, karena keberadaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sudah lebih dulu berdiri dan berkembang pesat saat ini. UNU Sidoarjo mulai mengejar ketertinggalan itu. Meski kampus tersebut jelas-jelas milik NU yang punya massa terbesar di Sidoarjo, bukan berarti diam diri atas keunggulan itu.



Attauhidiyyah Giren



Berharap pada Akreditasi dan Prestasi ?

Dalam proses persiapan akreditasi, UNU Sidoarjo mendapat kesempatan langka. Karena mendapat bimbingan intensif dari Prof. Mujahidin, salah satu asesor BAN PT yang sekaligus Ketua Desk Akreditasi Pengurus Besar Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PB.LPTNU).?

Selain mendapat support dari PB.LPTNU, UNU Sidoarjo memiliki tolok ukur prestasi yang sudah diraih kampus dalam tiga tahun terakhir.

Prestasi itu di antaranya: predikat Kampus Madya oleh Kopertis VII, penghargaan sebagai PTS berprestasi di 4 bidang: Tata Kelola Kelembagaan dan Kerjasama; ? Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta prestasi yang diraih beberapa mahasiswa di beberapa kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

Bersamaan dengan berlangsungnya proses akreditasi, kabar gembira datang dari Proposal Hibah Bina Desa (PHBD) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Sidoarjo yang berhasil lolos sampai tahap akhir seleksi. Perguruan Tinggi di Sidoarjo hanya UNU Sidoarjo yang berhasil menerima bantuan dari Kemristekdikti itu.

Setelah melewati seleksi tahap awal dari 2891 proposal dari perguruan tinggi se-Indonesia yang masuk, kemudian disaring menjadi 492, dan diambil 192 proposal untuk dipilih 75 proposal terbaik untuk mendapatkan hibah. Sebelumnya, lomba menulis esai Bahasa Inggris tingkat mahasiswa di UNIPA Surabaya juga berhasil meraih juara II, selain itu, kejuaraan Pencak Silat dan MTQ tingkat Jawa Timur masing-masing mendapatkan juara II.

Selain mahasiswa, para dosennya pun tidak mau kalah dalam berkompetisi memajukan kampus. Tercatat ada 16 dosen telah menerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tahun 2017 dari Kemristekdikti.

Di antara Optimis dan Pesimis ?

Sama seperti saat awal pendirian universitas, banyak yang tidak mempercayai Sidoarjo bakal memiliki kampus NU baru dengan 10 program studi. Tolok ukurnya sekolah tinggi ilmu kesehatan yang pernah didirikan NU Sidoarjo, yang membutuhkan tidak sedikit sumber daya manusia berkompetensi khusus dan sumber pendanaan yang memadai.

Meski akhirnya para perintis merasakan betapa tidak mudahnya mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Selain tuntutan dan aturan yang ketat, mereka harus mampu menciptakan pembeda di antara Perguruan Tinggi yang sudah ada di Sidoarjo.

Mereka sadar bahwa pendidikan tinggi tak hanya menciptakan para perkerja yang handal, tetapi juga menciptakan penguasa dan pengusaha masa depan yang unggul.

Dari situlah Perguruan Tinggi NU harus sanggup menciptakan sesuatu yang out of the box (tidak biasa), bukan berarti menghilangkan atau merubah tradisi, melainkan menciptakan kemasan baru dari berbagai hal lama yang melekat pada NU. Selain itu, harus dapat mengilmiahkan banyak hal yang selama ini tidak rasional di beberapa amaliyah NU.

Berkaca dari hal itu pula UNU Sidoarjo memberanikan diri menawarkan program studi umum tanpa program studi ilmu agama yang sebenarnya menjadi basic dan penguat NU selama ini. Intinya, bagaimana caranya kampus NU bisa menghasilkan generasi muda NU yang multi disiplin ilmu.

Usia yang ke-3 tahun ini menjadi penentu sebuah proses dan progress yang dijalani sejak tiga tahun lalu. Di tahun ini pula kualitas lulusan pertama nanti ditentukan, yakni dengan re-akreditasi seluruh program studi yang ada.

Selamat atas Dies Natalis ke-3 Universitas NU Sidoarjo.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Amalan, Cerita Attauhidiyyah Giren

Senin, 01 Desember 2014

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT

Kupang, NUO

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dijadwalkan melantik Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) masa khidmah 2016-2021 pada Selasa, 8 November 2016 di Swissbelin Kupang.

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT

Demikian disampaikan Sekertaris PWNU NTT Abdullah P. Ulumando pada jumpa pers di Sekretariat PWNU NTT Ahad (6/11) di W. C. H Oematan di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“Pengukuhan Struktur pengurus Baru PWNU NTT berdasarkan hasil Konferensi Wilayah Nadhlatul Ulama NTT Ke-VIII pada 15 April 2015 lalu dan sudah di-SK-kan oleh PBNU,” kata Abdullah.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Ketua Panitia Boli Tonda Baso mengatakan pengukuhan pengurus oleh ketua PBNU dan dihadiri Korwil NTT H. Saleh Bajuri.

Dikatakan Boli Ketua PBNU untuk kedua kalinnya melantik langsung PWNU NTT. Sebelumnya ia telah melantik pada periode lalu.

Attauhidiyyah Giren

Ia menambahkan, sebelum agenda pelantikan Ketum PBNU akan hadir dalam dialog kebangsaan yang berlangsung pada selasa.

“Dalam kunjungan ke NTT, Pak Kiai akan dialog kebangsaan, bertatap muka dengan FKUB, Pelantikan Pengurus NU dan agenda khusus penguatan keuamatan kepada seluruh jajaran Banom NU dan seluruh Nahdliyin yang ada di Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara Pengurus PWNU NTT Jalaludin Bethan mengatakan, Dialog kebangsaan ini untuk mengenang Hari Pahlawan 10 November dengan tema, Memantapkan Komitmen Kebangsaan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemuda masing-masing OKP di Kota Kupang. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Berita Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 22 November 2014

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Banyumas, Attauhidiyyah Giren

Pengurus Cabang? Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas memberangkatkan 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) ke pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen untuk mengikuti Istighotsah Akbar dan Apel Penggerak Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Tengah Sabtu Sore (15/4) dan Ahad (16/4).

Pemberangkatan dipimpin langsung Ketua PCNU Banyumas KH Maulana Ahmad Hasan (Gus Hasan) di halaman masjid Nur Sulaiman Jl. Alun-alun Barat Banyumas.

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Kader NU Banyumas Berangkat ke Pantai Petahanan Kebumen

Gus Hasan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa warga NU akan bergerak ke Kebumen untuk mengibarkan bendera NU di pantai Petanahan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, siapa yang mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan NU.

Attauhidiyyah Giren

"Segala sesuatu yang akan menggangu NKRI maka akan berhadapan dengan NU," katanya.

Selain 600 Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, PCNU Banyumas juga menerjunkan 500 anggota banser untuk ikut mengamankan lokasi kegiatan.

Attauhidiyyah Giren

"Ada sekitar 500-an anggota Banser yang kami turunkan," kata Kasatkorcab Banser Banyumas Slamet Ibnu Ansori.

Para kader penggerak Nahdlatul Ulama terlihat sangat semangat mengikuti acara pemberangkatan tersebut.

"Kita sengaja berkumpul dulu di sini. Dari sini kita akan berangkat bersama-sama ke Kebumen," kata Sarwono dari Ajibarang. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Jadwal Kajian, PonPes, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Senin, 20 Oktober 2014

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Padang, Attauhidiyyah Giren. Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim minta kader Gerakan Pemuda Ansor bisa menjadi pelopor dalam restorasi kembali ke surau dan nagari. Hal ini sesuai dengan prinsip Gerakan Pemuda Ansor dalam perjuangan kemasyarakatan yang selalu mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

?

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim menyatakan hal itu dihadapan 80 peserta? Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Minggu (3/5/2015) dinihari di BLTP Padang. Muslim Kasim menyampaikan menjelang pembaitan peserta PKD yang berlangsung sejak Jumat? (1/5).

?

Menurut Muslim Kasim, dari berbagai kondisi yang tengah terjadi di masyarakat saat ini, memang diperlukan restorasi surau. Melalui restorasi surau tersebut, sehingga dapat ditingkatkan fungsi surau sebagai tempat pembinaan umat Islam. Yang penting dilakukan adalah memberikan pemahaman agama Islam sejak dini kepada generasi muda.

?

Attauhidiyyah Giren

"Kondisi masyarakat kini seperti adanya 33 orang setiap hari mati karena narkoba, terjadi anak tawuran antar sekolah, antar nagari, antar kampung, pergaulan bebas dikalangan remaja, banyaknya remaja putri yang tidak lagi perawan. Semuanya amat menyedihkan dan tidak sesuai dengna nilai-nilai agama," kata Muslim Kasim.

?

Attauhidiyyah Giren

Untuk itu, kata Muslim Kasim, kita harus melahirkan generasi yang kuat agamanya, tahan terhadap godaan. Generasi yang tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama, akan membawa kehancuran.

?

Menurut Muslim Kasim, PKD Ansor ini dapat melahirkan kader pemimpin yang militan.? Ada tiga kriteria pemimpin, yakni memiliki intelektual, artinya pemimpin harus berpendidikan. Sehat, berarti sehat pikiran, sehat jasmani. Kader yang tidak sehat, mana mungkin bisa jadi pemimpin. Yang lebih penting pula, pemimpin yang memiliki cita-cita, ideologi yang akan diperjuangkannya.

?

"Kader Ansor sudah berada di jalur yang benar dalam prinsip-prinsip pemimpin.? Derasnya serangan dari gerakan radikal melalui situs-situs yang banyak maupun langsung di tengah masyarakat, harus menjadi perhatian serius Ansor sebagai pelindung masyarakat yang ramah. Mereka menyebarkan Islam dengan kekerasan. Padahal Islam itu tidak pernah mengajarkan untuk membunuh orang lain," kata Muslim Kasim.

?

Acara yang dipandu Wakil Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, kehadiran Muslim Kasim selain sebagai Wakil Gubernur Sumbar, juga sebagai Ketua LKAAM Kabupaten Padangpariaman. "Kader Ansor Sumatera Barat ingin mendapatkan gambaran bagaimana adat Minangkabau yang dapat menerima tradisi-tradisi bernuansa Islam. Ansor sebagai organisasi yang menghargai dan mengawal tetap hidupnya tradisi lokal tersebut,? perlu mendapat pemahaman dengan adat dan agama Islam, " kata Rahmat mantan anggota KPU Padangpariaman. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan Foto:

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim foto bersama dengan peserta PKD Ansor Sumbar, Minggu (3/5/2015) dinihari menjelang pembaitan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Cerita, Habib Attauhidiyyah Giren

Senin, 13 Oktober 2014

Hormat kepada Kiai Lewat Wasilah Ayam

Pada suatu malam, Rahmat, si santri yang rajin dan patuh sedang membaca kitab Ta’lim Mutaallim. Ia mendapati penjelasan bahwa seorang murid harus menghormati dan ta’dzim pada kiai, keluarga bahkan binatang dan properti kiainya.

Rahmat berpikir, mungkin sikap hormat ini juga akan mendatangkan apa yang disebut berkah. Dia juga teringat beberapa cerita seorang santri yang mempunyai ilmu laduni karena saking hormat kepada kiainya termasuk binatang miliknya.

Hormat kepada Kiai Lewat Wasilah Ayam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hormat kepada Kiai Lewat Wasilah Ayam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hormat kepada Kiai Lewat Wasilah Ayam

Pada pagi harinya, saat menyapu halaman masjid, tiba-tiba Rahmat melihat seekor ayam jantan milik kiainya lewat di hadapannya.

Karena ingat penjelasan kitab yang semalam ia baca, Rahmat pun minggir teratur, menunduk serta memberi hormat pada binatang itu.

Beberapa teman santri hanya mlongo saja melihat kelakukan Rahmat yang begitu ta’dzim kepada ayam lewat, persis seperti ketika sang kiai melintas di hadapan para santri.

Attauhidiyyah Giren

“Mat, ente sedang ngapain,” tanya salah satu santri bernama Ucup.?

“Ini ayam milik kiai,” jawab Rahmat.

Seketika itu juga mereka serentak mengikuti gaya si Rahmat dengan hormat pada ayam kesayangan kiainya itu. (Fathoni)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Tegal Attauhidiyyah Giren

Rabu, 01 Oktober 2014

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kulit, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI Muhdori mengungkapkan tradisi bersarung yang dilakukan warga NU dan pondok pesantren, memiliki potensi dan peluang positif dilihat dari pemberdayaan ekonomi pesantren. ?

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional “Sarung Nusantara” yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdltaul Ulama (LTMNU) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

“Industri tekstil, di dalamnya termasuk industri sarung, menempati urutan ketiga penghasil devisa negara. Nilai ekspor tahun 2016 sebesar US$ 11,78 miliar (8,22 persen ekspor nasional), dengan surplus USD 4,73 miliar; berkontribusi 1,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2016. Industri tekstil juga merupakan satu dari sepuluh industri prioritas dan industri andalan Indonesia 2015-2035,” urai Muhdori.

Muhdori menyebut, pada tahun 2015, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 2,69 juta orang. Angka ini setara dengan 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur yang bersifat padat karya.

Oleh karena itu ia mendorong pesantren memanfaatkan peluang tersebut. “Contohnya bila di Cirebon saja ada 27 pesantren dengan rata-rata 200 santri per pesantren. Lalu koperasi pesantren membeli sarung dengan harga dasar 45 ribu dijual 50 ribu, itu akan ada keuntungan untuk pesantren. Jelas ini upaya pemberdayaan umat lewat sarung,” terangnya.

Attauhidiyyah Giren

Belum lagi, kata Mudhori bila pesantren bisa memproduksi sarung sendiri, tentu optimalisasi pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan.

Attauhidiyyah Giren

Ia juga mengatakan pengembangan tekstil tidak terbatas hanya sarung. “Ketika musim haji, kiai dan satri pondok pesantren minimal kalau tidak berangkat haji bisa bertindak sebagai pemandu manasik. Sekaligus ini bisa dipersiapkan dengan mengenalkan produk pendukung ibadah haji dan umrah,” lanjut Muhdori.

Bicara tentang bisnis, kata Muhdori, tidak akan ada habisnya ketika dikaitkan dengan pondok pesantren. “Karena itu pondok pesantren dan NU harus memanfaatkan betul peluang ini, selagi masih terbuka,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 28 September 2014

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Jakarta, NU.Online
Setelah melalui upaya perundingan yang alot antara pihak GAM-RI di Tokyo, akhirnya mengalami dead lock karena juru runding dari pihak GAM tidak mau mengalah. Tidak dicapainya kesepakatan itu karena Karena GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menolak tiga syarat yang telah diajukan pemerintah RI yaitu : GAM mengakui keberadaan Republik Indonesia. Artinya, Aceh tetap merupakan bagian dari? Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, menerima Undang-Undang NAD. Ketiga, meletakkan senjata.

Ketua juru runding Indonesia, Wiryono Sastrohandoyo, menyatakan "Kita telah melakukan upaya yang maksimal untuk menghindari Operasi Militer? tapi GAM memang keras kepala dan tak mau mengalah sedikitpun," ungkapnya beberapa saat setelah mengakhiri perundingan.?

Hal senada juga diungkapkan Steve Dally? Juru runding (HDC) Henry Dunant Centre, " Perundingan Damai RI dan GAM memang tidak bisa dicapai" ungkapnya.

Menurut Steve Daly, pihak Komite Keamanan Bersama telah berusaha untuk membawa kedua delegasi untuk menghasilkan keputusan penghentian konflik. "Usaha yang kami lakukan tersebut, sayangnya, telah gagal," kata? Dally

Sementara itu dilaporkan kantor berita AP? bahwa " Para petinggi? GAM yang terlibat dalam perundingan menyatakan siap perang, tak ada pilihan lain selain mengangkat senjata dan mereka menyatakan telah terbiasa mengangkat senjata selama 27 tahun".

Sebelumnya, baik Presiden maupun Wakil Presiden menegaskan bahwa untuk ketiga syarat itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Artinya apabila pihak GAM menolak untuk memenuhi ketiga syarat, maka pemerintah akan melaksanakan operasi terpadu untuk memberantas GAM yang melakukan tindakan makar.

Proses damai di Aceh selalu gagal sekalipun Indonesia telah empat kali mengganti presidennya, dan telah melakukan berbagai upaya untuk mecegah pemberontakan di Aceh. Kini GAM yang sudah semakin kuat semakin keras pula tuntutan mereka untuk merdeka, dan tetap menolak tawaran tertinggi dari pihak Indonesia dengan otonomi khusus.

Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil mengatakan, perundingan bisa terjadi jika pihak GAM mau menerima syarat yang diajukan. Dengan demikian pilihan bagi GAM memang hanya ada dua, menolak atau menerima.

Apabila GAM menolak, berarti proses perundingan mengalami jalan buntu. Itu berarti pemerintah pusat sudah tidak punya pilihan, yakni melaksanakan operasi terpadu yang telah mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, yang formalnya berupa dukungan dari DPR RI itu terpaksa dilaksanakan.

Setelah perundingan di Tokyo mengalami kemacetan, maka tidak ada harapan lagi bagi pihak pemerintah pusat dengan pihak GAM untuk melanjutkan upaya damai. Bagi pemerintah yang ingin melaksanakan operasi terpadu, harus berpikir agar meminimalisasi korban yang jatuh dari rakyat sipil yang tidak berdosa.

Rakyat Aceh yang baru sebentar menikmati suasana damai selama diterapkannya Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) di Aceh, kiniharus bersiap-siap untuk mengungsi atau menyelamatkan diri kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh bentrokan senjata

Keppres Diumumkan Malam Ini

Atas hasil perundingan di Tokyo ini, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono sudah melaporkan kepada Presiden Megawati. “Tadi bapak menteri sudah melaporkan kepada presiden melalui telepon,” jelas Sekretaris Menko Polkam Letjen Sudi Silalahi? seusai rapat interen jajaran Menko Polkam di kantor Menko Polkam.

Atas gagalnya perundingan ini, lanjut Sudi, Menko Polkam juga sudah menghubungi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Pol Da’I Bachtiar untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait operasi terpadu di Aceh

Setelah sempat simpang siur tentang tempat pengumuman Keppres Operasi Terpadu di Aceh, akhirnya diketahui? pengumuman tersebut dilakukan di kantor Menko Polkam.? Keputusan Presiden No. 28 tahun 2003? yang dibacakan oleh Sesmilpres, Mayjend TB Hasanudin, Senin (19/5/2003) pukul (00.05 WIB) itu menandakan dimulainya Operasi Terpadu di Aceh untuk menumpas GAM.? Artinya di Aceh dalam status keadaan bahaya dengan Status Darurat Militer. Diundangkannya Keppres tersebut dengan sendirinya menjadi payung hukum bagi militer untuk menumpas GAM setidaknya untuk jangka waktu enam bulan kedepan.

Atas pertimbangan ini, lebih lanjut pemerintah memerintahkan kepada jajaran terkait untuk melakukan operasi terpadu, sebagaimana yang pemerintah jelaskan sebelumnya. “Operasi Terpadu dan Status Darurat Militer mulai berlaku pukul 00.00 19 Mei tahun 2003,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers? (Iin/Dtk/Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, News, Nasional Attauhidiyyah Giren

Kesepakatan Tokyo  Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Kamis, 25 September 2014

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, Attauhidiyyah Giren. Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU Kecamatan Kejajar, ? Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin ? melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

“Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan,” terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Ma’arif NU Kejajar kepada Attauhidiyyah Giren, Kamis (13/11).

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. “Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat,” jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). “Secara rutin MTs Ma’arif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar,” tambah Supriyadi.

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya, Kajian Islam, Nasional Attauhidiyyah Giren

Rabu, 03 September 2014

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Jember, Attauhidiyyah Giren - Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KH Afifuddin Muhajir menghadiri silaturahmi yang diselenggarakan Pesantren Darul Hikam Mangli, Kaliwates Jember, Jumat (2/12) pagi. Pada kesempatan ini Kiai Afif mengijazahkan karyanya Fathul Mujibil Qarib kepada sedikitnya 90 mahasantri Darul Hikam.

Sebelumnya Kiai Afif menghadiri undangan bedah Kitab Fathul Mujibil Qarib di Gedung Teater IAIN Jember.

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Kiai MN Harisudin dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah beserta beberapa staf pengajar di pesantren setempat menyambut kedatangan Kiai Afif.

Attauhidiyyah Giren

Kiai Harisudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kia Afif. “Alhamdulillah, kami sangat senang atas rawuh-nya Romo KH Afifudin Muhajir. Beliau adalah guru kami di Ma’had Aly Situbondo, selain juga penulis Kitab Fathul Mujibil Qarib yang tadi dibedah di IAIN Jember. Karena itu, nanti kami mohon beliau memberi motivasi kepada mahasantri Pesantren Darul Hikam yang rata-rata mahasiswa IAIN Jember tersebut.”

Kiai Haris memohon Kiai Afif berkenan memberikan ijazah kitabnya. “Sudah satu tahun lebih kitab Kiai Afif dijadikan bacaan wajib di pondok ini,” kata Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Kiai Afifudin mendoakan ilmu santri-santri nanti bermanfaat. “Saya berdoa semoga mahasantri Pesantren Darul Hikam menjadi anak-anak yang salehah berguna bagi agama nusa dan bangsa. Terus belajar untuk mencapai cita-cita. Jadi apapun, semoga ilmunya berkah,” kata Kiai Afif.

Setelah mengijazahkan kitabnya, Kiai Afif membaca doa di hadapan sedikitnya seratus hadirin. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ahlussunnah, Kajian Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 16 Agustus 2014

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi memfasilitasi kadernya di tingkat anak cabang, komisariat dan ranting untuk mempelajari dasar-dasar administrasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang ini, bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen organisasi IPPNU di Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Peserta pelatihan merupakan utusan anak cabang, ranting, dan komisariat IPPNU sekabupaten Banyuwangi. Mereka belajar administrasi di kantor Ma’arif NU Banyuwangi, Kamis (19/2).

Pengurus IPPNU Banyuwangi menyadari bahwa manajemen administrasi merupakan salah satu jantung pergerakan organisasi. Karenanya, mereka mengadakan kelas administrasi untuk menguatkan IPPNU di Banyuwangi.

Attauhidiyyah Giren

Ketua IPPNU Banyuwangi Silvia Ulfa Hidayati berharap, “Kelas administrasi ini membuat kita mandiri sehingga semakin menguatkan organisasi, karena administrasi merupakan roh organisasi.”

Kelas administrasi menghadirkan Ana Aniyati dan Aviq Magfiroh yang mengupas peraturan organisasi dan administrasi, juga PD PRT IPPNU.

Attauhidiyyah Giren

"Dengan memahami semua ini, kita akan berada di rel organisasi yang benar," terang Ana yang juga Ketua IPPNU Banyuwangi periode 2006-2008 itu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Kajian Attauhidiyyah Giren

Jumat, 11 Juli 2014

Allah Bersama Orang Sakit

Ketika sakit, mereka tidak hanya menderita secara jasmani. Tetapi secara rohani, orang yang menderita sakit juga cenderung rapuh. Dengan kemampuan dan kondisi kesehatan yang menurun, mereka biasanya merasa ditinggalkan. Terlebih lagi mereka yang dalam perawatan di RS atau sudah terbaring di rumah, biasanya tertekan oleh rasa sepi. Namun siapa sangka di balik tekanan itu, Allah hadir bersama mereka.

Allah ta’ala memang terbiasa hadir bersama orang-orang yang sepi baik karena dizalimi atau sepi karena sakit. Pada mereka Allah hadir. Demikian Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad mengutip hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim sebegai berikut.

Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Allah Bersama Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Allah Bersama Orang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pada hari Kiamat Allah menegur seseorang, “Wahai anak Adam. Saat Aku sakit, kenapa kau tidak menjenguk-Ku?” Orang itu menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si fulan itu sakit. Namun kau tidak menjenguk-Ku. Tahukah kau, kalau kau menjenguknya, kau akan mendapati Aku di sisinya.”

Attauhidiyyah Giren

Maksudnya, “Kau akan mendapatkan ganjaran-Ku yang tak bertepi saking banyaknya.” HR Muslim.

Attauhidiyyah Giren

Hadis qudsi ini menganjurkan kepada siapa saja untuk meluangkan waktu demi menjenguk kerabat atau sahabat yang sedang sakit. Di dalam hadis qudsi di atas, Allah menjanjikan pahala besar untuk mereka yang memberikan waktunya demi menghibur orang sakit. Karena, hati orang yang sakit akan merasa lapang ketika dijenguk.

Kalau tidak sempat menjenguk secara langsung karena keterbatasan jarak, kemampuan fisik lainnya, atau udzur lain, sekurangnya mereka menyampaikan doa via telpon atau pesan singkat dan titip salam kepada mereka yang akan menjenguk. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Internasional Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 Juni 2014

Soal Terompet Sampul Al-Qur’an, PBNU: Jangan Mudah Terprovokasi!

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Menjelang pergantian tahun, masyarakat, khususnya umat Islam dibuat gempar sekaligus geram dengan berita beredarnya terompet yang berbahan baku sampul Al-Qur’an.

Sebagaimana diberitakan banyak media, Polda Jateng telah berhasil mengamankan setidaknya 2,3 ton kertas bahan pembuat terompet kontroversial itu. Di pihak lain, Kementerian Agama telah mengantongi nama perusahaan di balik pembuatan terompet tersebut.

Soal Terompet Sampul Al-Qur’an, PBNU: Jangan Mudah Terprovokasi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Terompet Sampul Al-Qur’an, PBNU: Jangan Mudah Terprovokasi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Terompet Sampul Al-Qur’an, PBNU: Jangan Mudah Terprovokasi!

Menurut Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, terlepas dari motif apapun, membuat terompet dengan menggunakan bahan baku sampul mushaf Al-Qur’an adalah sebuah tindakan keliru sekaligus sangat patut disayangkan.

Attauhidiyyah Giren

“Bagaimanapun juga Al-Qur’an adalah kitab suci, kalam ilahi. Menjadikannya sebagai ‘alat mainan’ semisal terompet dan lain semakna betul dengan mengejek dan menghinanya,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/12).

Attauhidiyyah Giren

Namun, tambahnya, dalam konteks berbangsa dan bernegara, ada tiga hal yang harus kita tempuh dalam menyikapi fenomena itu. Pertama, mendukung penuh langkah kepolisian untuk bertindak tegas serta mengusut tuntas akar persoalan serta motif pembuatan terompet barbahan baku sampul mushaf tersebut.

Kedua, mendukung Kementerian Agama serta instansi terkait untuk terus melakukan pengusutan secara lebih mendalam soal fenomena terompet berbahan baku sampul mushaf Al-Qur’an ini.

Ketiga, mengimbau kepada umat Islam agar tidak terprovokasi sekaligus terpancing dan terseret untuk kemudian gegabah bertindak dalam menyikapi fenomena ini.

“Keempat, Mengimbau kepada segenap bangsa Indonesia untuk selalu menjaga kesatuan dan persatuan demi tercapainya kerukunan dalam kemajemukan. (Mahbib)

?

Sumber foto: jateng.tribunnews.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Attauhidiyyah Giren

Jumat, 13 Juni 2014

Alumni PMII NTB Usulkan KMNU jadi Banom Mahasiswa NU

Mataram, Attauhidiyyah Giren. Terkait rencana kembalinya PMII menjadi badan otonom NU, Lalu Aksar Anshori, SP salah satu mantan Ketua Umum PC PMII kota Mataram (1993-1994) yang kini duduk menjadi ketua KPU NTB angkat bicara.

Alumni PMII NTB Usulkan KMNU jadi Banom Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII NTB Usulkan KMNU jadi Banom Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII NTB Usulkan KMNU jadi Banom Mahasiswa NU

"Sebaiknya PMII tidak menjadi banom NU, sebaiknya tetap independen, Nahdlatul Ulama sendiri belum tentu memahami karakteristik dan tipelogi gerakan mahasiswa pada setiap perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia," kata Bang Aksar sapan akrabnya kepada Attauhidiyyah Giren, Jumat pagi (03/07)

Apabila NU mau membuat banom baru di tingkat kemahasiswaan, menurutnya, maka lebih tepat NU itu mengesahkan KMNU sebagai banom NU, dan KMNU itu sendiri dinilai efektif bergerak di seluruh kampus guna menyebarkan faham ke-NU-an, yakinnya.

Attauhidiyyah Giren

"NU sebenarnya tinggal memberikan legitimasi (mengesahkan) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) untuk dijadikan banom yang bergerak di setiap kampus yang ada," sarannya

Dia pun mencontohkan kembali, KMNU yang saat ini ada di Perguruan Tinggi Luar Negeri, seperti yang ada di Mesir, London, Amerika, Maroko dst. Sementara PMII sendiri yang selama ini sudah berkembang dan tidak punya masalah dengan NU sebaiknya dibiarkan saja tidak menjadi banom, sebutnya.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, antara mahasiswa yang berada di perguruan tinggi ? agama dan umum, yang ada di wilayah Jawa dan luar pulau Jawa, masing-masing mereka tentu memiliki tipologi dan karakteristik yang berbeda, dan NU sendiri belum tentu memahami kondisi tersebut, kata Mantan Ketua PW Ansor ini memperkuat alasannya agar PMII tidak menjadi banom lagi

Aksar sendiri menilai sikap demikian bisa berakibat mengerdilkan kader-kader PMII yang ada di setiap perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi kampus umum, katanya.

Dia pun mencontohkan bahwa ormas besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah selama ini belum mampu membangun gerakan banom kemahasiswaan pada setiap kampus yang ada.?

"Belum ada ormas besar di Indonesia yang mampu membangun gerakan banom kemahasiswaannya di sejumlah kampus yang ada, IMM sebagai banom kemahasiswaan milik Muhammadiyah tidak berkembang di kampus-kampus. Bahkan sekalipun di kampus milik Muhammadiyah itu sendiri," paparnya.?

"Saya cinta terhadap PMII, saya pernah dibesarkan PMII, saya pernah menjadi Ketua Umum PC PMII Mataram pada Tahun 1993-1994 lalu. Bahkan bukan saja pernah Menjadi Ketua Umum di PMII, saya juga pernah menjadi Ketua IPNU NTB dan Ketua PW GP Ansor NTB," jelasnya. ?

Kendati demikian, Aksar menyerahkan kepada kader PMII "Keputusan terakhir ada di sahabat pengurus dan PB PMII," tandasnya.

Tapi ia pun menegaskan kembali bahwa PB PMII pun tidak bisa mewakili aspirasi di bawah kecuali keputusannya (masuk atau tidak jadi banom) diambil melalu Kongres.?

Begitupun IKA PMII yang wacananya lebih cendrung PMII menjadi banom. Ia menegaskan IKA PMII juga tidak bisa menjadi acuan final karena IKA sendiri belum memiliki aturan tentang penetapan mekanisme ke mana arah PMII pada muktmar mendatang. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pahlawan Attauhidiyyah Giren

Minggu, 08 Juni 2014

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Attauhidiyyah Giren

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

Attauhidiyyah Giren

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tegal, Berita, Hadits Attauhidiyyah Giren

Rabu, 28 Mei 2014

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks

Kraksaan, Attauhidiyyah Giren. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan mengadakan seminar kesehatan tentang Bahayanya Kanker Serviks dan HIV/AIDS pada hari Ahad (19/5) di Aula Kantor PCNU Kota Kraksaan.

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks

Acara ini dalam rangka menyemarakkan Harlah ke-90 NU yang dihadiri lebih dari 300 peserta.

dr Taufiqi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kaum Hawa dan masyarakat umum harus sejak dini memahami dua penyakit yang berbahaya ini, yaitu kanker serviks dan HIV/AIDS mengingat penyakit berbahaya ini telah banyak memakan korban dari kaum Hawa. 

Attauhidiyyah Giren

Walaupun permasalahan ini sedikit tabu untuk dibicarakan dalam skala besar, seperti seminar kali ini, mau tidak mau harus disampaikan, mengingat informasi ini tidak terlalu mendapat perhatian di masyarakat. 

Attauhidiyyah Giren

“Hal ini dijadikan sebagai langkah preventif dalam mengatasi problematika wanita. Kalau para wanita tidak memperdulikan kesehatan kewanitaannya, maka dia berarti tidak sehat,” ungkapnya.

Kemudian, dr Hj Yessy R, SpOG sebagai penyaji menyampaikan tentang bahayanya kanker serviks, sehingga para siswi, Muslimat dan Fatayat serta para suami yang hadir di sini, bisa mendeteksi awal dan mencegah perkembangannya. Karena hal tersebut akan berdampak pada usia reproduktif wanita, gangguan kualitas hidup seperti gangguan psikis, fisik dan kesehatan sosial, dampak sosial dan ekonomi serta pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana hidup keluarga. 

“Upaya pencegahan harus segera dilakukan, dengan cara melakukan skrining/deteksi dini (pap smear) atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Dengan ini, kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan. Makanya para wanita tidak usah khawatir dan malu untuk mengkonsultasikan hal ini kepada para ahlinya,” ungkap dokter spesialis kandungan ini.

Hadir dalam kegiatan ini para siswi, santri, Muslimat dan Fatayat yang antusias dalam mendengarkan materi dari para dokter penyaji. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, PonPes, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 10 Mei 2014

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan keresahannya perihal alih fungsi lahan yang terjadi di Indonesia. Di hadapan peserta rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Gus Ipul mengusulkan agar kasus pertanahan dimasukkan dalam pembahasan sidang komisi rekomendasi.?

“Akan bagaimana nanti kepemilikan tanah pada 20 tahun mendatang?” kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (9/3) sore.

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar

Menurutnya, NU perlu menjadikan muktamar ke-33 ini sebagai momentum untuk berbicara soal agraria. Banyak sekali persoalan di dalamnya. “Kalau lahan pertanian menyusut, mau tidak mau kita mesti mengimpor kebutuhan,” ujar Gus Ipul.

Attauhidiyyah Giren

Ia mengemukakan data pendukung yang menyebutkan semakin menyusutnya tanah garapan. Keadaan ini, menurutnya, tidak boleh dibiarkan terus terjadi.

Attauhidiyyah Giren

“NU perlu bicara keras soal tanah. Kalau tidak, akan jadi apa nanti sawah kita?” tutup Gus Ipul yang diamini peserta rapat kesiapan Muktamar.

Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menyetujui usulan Gus Ipul. Panitia mengakomodasi masukan ini ke dalam sidang rekomendasi Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang di Jombang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Cerita, AlaSantri, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 04 Mei 2014

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.

“Ternyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,” kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada Attauhidiyyah Giren di Jakarta, Jum’at (26/10).

Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.

“Tanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,” katanya.

Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.

Attauhidiyyah Giren

“Mudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syi’ar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,” kata Hadrawi.(dam)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 03 Mei 2014

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V

Banyuwangi, Attauhidiyyah Giren. Sukses menjadi peringkat satu Liga Santri Nasional (LSN) 2016 Regional V Jawa Timur, tim tuan rumah Darussalam FC, siap merebut juara tingkat nasional. Pada laga final Senin (5/9/2016) kemarin, Darussalam FC berhasil membekuk Al Mubarok FC, Jember, dengan skor tiga gol tanpa balas.

Mental juara kesebelasan santri pondok pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi itu, terbentuk secara alami berkat lima hari laga, mulai 1 hingga 5 September 2016, yang berjalan lancar dan aman.

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)
Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V

"Untuk bertanding ke tingkat nasional di Jogjakarta, kita tetap akan menggunakan pemain yang ada. Karena kita sangat menghargai jerih payah para santri hingga bisa menjadi juara," aku pengasuh pondok Darussalam, KH Ahmad Munib Syafaat, Rabu (7/9/2016).

Dalam pematangan skill pemain, pondok terbesar di Bumi Blambangan itu, juga akan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Misal, dalam pemilihan pelatih, yang digunakan adalah hasil seleksi dari kalangan guru olahraga setempat.

Kenapa tidak memilih mencari dari luar? Karena jawab Gus Mujib, begitu dia dipanggil, ingin tetap menjaga kemurnian dari Liga Santri. Selain fokus pada pemain, Gus Munib, selaku Koordinator LSN 2016 Regional V Jawa Timur, juga tengah melakukan evaluasi terhadap kepanitiaan laga sebelumnya.

Attauhidiyyah Giren

Gus Mujib mengakui, bahwa memang terdapat permasalahan dalam perjalanan laga LSN 2016 Regional V Jawa Timur. Yang paling mencuat adalah dugaan kesalahan pemberian sanksi oleh wasit Junaidi, dalam pertandingan seperempat final antara Nuris FC, Jember melawan Al Badry, Jember.

Sedang untuk aksi anarkis katanya, yang sampai melibatkan santri atau pemain, tak satu pun terjadi perilaku anarkis. Yang ada, hanya sejumlah suporter non santri yang marah akibat tim idolanya harus mengalami kekalahan. Itupun tak sampai mengakibatkan bentrok fisik. "Demi kesuksesan Liga Santri tahun selanjutnya, semuanya kita evaluasi," cetusnya.

Selama laga LSN 2016 Regional V Jawa Timur, di lapangan Ponpes Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, memang nampak berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya. Saat diganjar kartu atau mendapat teguran keras wasit, pemain bukannya marah, tapi malah cium tangan si wasit.

Attauhidiyyah Giren

Dan yang paling patut diacungi jempol, untuk persiapan pertandingan, pemain tidak hanya melakukan latihan fisik. Tapi juga dengan doa dan amalan serta didorong untuk mengambil wudhu dan melaksanakn shalat malam sebelum bertanding. "Harapan kita, Liga Santri akan mampu mencetak pemain handal dalam persepak bolaan Indonesia," pungkas Gus Munib. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Makam Attauhidiyyah Giren

Kamis, 01 Mei 2014

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

Pamekasan, Attauhidiyyah Giren. Tujuh grup Albanjari tampil atraktif di pelantikan Pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (19/11). Gema musik rancak diiringi shalawat membuat masyarakat menyemut.

Ragam lagu shalawat betul-betul mewarnai pelantikan. Mereka berasal dari pengurus pimpinan ranting GP Ansor se-Larangan Badung.

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

"Kehadiran Albanjari yang mencapai tujuh grup membuat suasana pelantikan berlangsung semarak nan menyejukkan," ujar Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono.

Pengurus Pimpinan Anak Cabang Palengaan Hany, bertindak sebagai pelantik. Tampak hadir Ketua MWCNU Palengaan KH Afifurrohman dan Ketua PC GP Ansor Pamekasan Dr Fathorrahman.

Ketua Pimpinan Ranting Larangan Badung Moh Rofie menyatakan, pihaknya akan konsentrasi dalam memajukan GP Ansor yang dipimpinnya pada penguatan tradisi dan nilai ke-NU-an di kalangan pemuda. Sebut saja zikir dan shalawat bulanan, bakti sosial, pelatihan-pelatihan, dan ragam kegiatan positif lainnya.

Attauhidiyyah Giren

Salah satu pimpinan DPRD Pamekasan H Imam Qusyairi, tampak hadir bersama Satkorcab Bangser dan Satkorwil Banser. Selain pelantikan, juga dilangsungkan orasi kebangsaan oleh KH Hamid Mannan dari PCNU Pamekasan.

"Alhamdulillah sudah 11 pimpinan ranting yang kami bentuk. Sisanya 1 desa lagi ialah di Potoan Dejeh sudah proses perekrutan," terang Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax Attauhidiyyah Giren

Senin, 14 April 2014

Ulama dan Umara

- Anda kok suka dengan ulama?

+ Amin. Alhamdulillah. Semoga.

- Lho, saya tanya, kok Anda mengamini?

Ulama dan Umara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Umara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Umara

+ Iya, saya suka ulama. Saya minta doanya agar istiqomah menyintai ulama.

- Kenapa Anda menyintai ulama?

Attauhidiyyah Giren

+ Karena saya belum menemukan ubaru sehingga saya masih menyintai ulama. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Pondok Pesantren, Internasional, Tokoh Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 29 Maret 2014

Pedagang Sayur Ajak IPNU Way Kanan Ramaikan Hari Santri

Way Kanan, Attauhidiyyah Giren - Memperingati Hari Santri 22 Oktober, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan, Lampung menggelar sejumlah kegiatan di Kampung Bumi Merapi, Kecamatan Baradatu dan mendapat respon positif kepala kampung setempat, Marsana dengan cepat.

Ketua IPNU Nufi Muhammad Yusuf, di Baradatu, Sabtu (14/10) menjelaskan, kegiatan akan dilakukan cukup beragam menanggapi ajakan warga Bhakti Negara, Baradatu, Slamet Edy Santoso yang berprofesi sebagai pedagang sayur keliling.

Pedagang Sayur Ajak IPNU Way Kanan Ramaikan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedagang Sayur Ajak IPNU Way Kanan Ramaikan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedagang Sayur Ajak IPNU Way Kanan Ramaikan Hari Santri

"Setelah berbincang menghabiskan segelas kopi di rumah mas Slamet, pengurus IPNU segera silaturahmi dengan kepala kampung dan rencana kegiatan langsung disambut baik," kata Nufi.

Kegiatan bekerja sama dengan Banser Husada Satkorwil Lampung, Gusdurian Lampung, Pemerintah Kampung Bumi Merapi dan Tim Swarna Raya Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia tersebut akan dilakukan pada Ahad, 22 Oktober mulai pukul 09.00-15.30 WIB di Masjid Al Muhajirin, Dusun 3, RT 3 di Kampung Bumi Merapi. Informasi 0857-0916-1016.

Attauhidiyyah Giren

Meliputi bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis AJi Tapak Sesontengan (ATS), sedekah oksigen, pembacaan shalawat nariyah, hingga kampanye keberagaman.

Attauhidiyyah Giren

Nufi yang sudah mengikuti Diklatsar Banser PC GP Ansor Way Kanan itu semula tidak paham bagaimana aplikasi ATS di lapangan. Namun saat di rumah mas Slamet menyaksikan warga dari Kampung Sungsang, Negeri Agung yang sudah tidak mau makan selama dua hari akibat gangguan non medis.

"Menjelang magrib mereka tiba, dan saat azan berkumandang, warga yang sakit itu menjerit-njerit histeris. Tapi setelah ditangani mas Slamet akhirnya sudah membaik dan mau makan juga," papar Nufi.

Masyarakat yang ingin menyembuhkan penyakitnya tanpa melihat latar belakang agama silakan menghadiri kegiatan tersebut. Tidak dipungut biaya.

Tapi panitia menyediakan kotak donasi seridhonya bagi yang mampu untuk sedekah oksigen. Bagi yang tidak mampu tidak perlu memaksakan diri, tetap bisa menyembuhkan penyakitnya.

"Kami berpikir bahwa itu solusi baik. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Ini yang menguggah hati untuk menyambut ajakan ajakan mas Slamet yang merupakan praktisi ATS dari Swarna Raya, bahwa sehat ternyata itu tidak mahal dan mudah," kata Nufi lagi.

Perihal sedekah oksigen, IPNU mengajak warga untuk bekerjasama, mengulurkan tangan untuk urunan menanam pohon dengan tujuan terciptanya lingkungan asri, udara sejuk, serta manfaat beragam lain.

"Sedekah itu bukan untuk kami karena dikembalikan untuk kampung guna membeli satu jenis pohon mempunyai nilai produktif seperti mangga, sawo, rambutan atau nangka. Ini yang membuat kepala kampung menyambut baik kegiatan satu kali yang mempunyai dampak positif beragam," kata dia lagi.

Sambil menunggu terapi penyembuhan, warga muslim akan diajak melantunkan shalawat nariyah. NU kontinu menggelar shalawat nariyah 1 miliar dengan harapan Indonesia selalu dinaungi oleh kemakmuran, keadilan, kesejahteraan, kedamaian.

"IPNU Way Kanan yakin, harapan tersebut juga diinginkan dan dilakukan seluruh anak bangsa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Saudara kita dari umat Hindu, Budha, Kristen tentu menginginkan hal sama. Ini yang harus kita jaga bersama dengan cara-cara bermartabat," kata Nufi.

Slamet kemudian menambahkan, Yayasan ATS Global Indonesia terus berkomitmen mendarmabaktikan diri bagi kemanusiaan dengan warisan jenius leluhur nusantara di bidang husada, tanpa biaya untuk terapi, hanya saja untuk bisa menguasai ATS dikenakan biaya Rp1 juta.

"Kita boleh terinspirasi dengan pernyataan Steve Jobs. In your life you only get to do so many things and right now weve chosen to do this, so lets make it great (dalam hidupmu, kamu bisa melakukan banyak hal dan sekarang kita telah memilih untuk melakukan ini, jadi mari kita membuatnya jadi besar). Tapi jangan lupa inspirasi Sunan Kalijaga, urip kuwi urup (hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)," ujar Slamet. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren IMNU Attauhidiyyah Giren

Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa

Jamaah shalat Jumat hadâkumullah,

Attauhidiyyah Giren

Tak terasa kita kembali memasuki bulan Rajab. Entah karena kesibukan atau waktu kita yang kurang berkah, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita bertambah tua. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya’ban lalu bulan suci Ramadlan. Sejatinya, tidak ada istilah “tiba-tiba”, karena waktu berjalan linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap abai alias tidak peduli.

Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (?) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Attauhidiyyah Giren

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (?) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (?) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.? Disebut “bulan haram” (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Memang beberapa hadits dla’if, bahkan palsu, yang menjelaskan secara eksplisit tentang gambaran pahala amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab. Namun demikian, bukan berarti tidak ada keutamaan menjalankan ibadah, misalnya puasa, dalam bulan Rajab. Justru puasa menjadi istimewa karena dilakukan pada bulan istimewa. Hanya saja, seberapa besar pahala yang akan didapat, Allahu a’lam. Hanya Allah yang tahu. Tugas hamba adalah menghamba kepada Allah dan seyogianya tak terikat dengan pamrih apa saja.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dikatakan:

? ? ?

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram.”

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum? di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

Jamaah shalat Jumat hadâkumullah,

Keitimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa ajaib isra’ dan mi’raj Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Itulah momen perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke sidratul muntaha yang ditempuh hanya semalam. Dari peristiwa isra’ dan mi’raj ini, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu. Begitu agungnya peristiwa ini hingga ia diperingati tiap tahun oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah memberi contoh kita untuk membaca:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”

Khatib mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian agar tidak menyianyiakan bulan yang agung ini. Dari berbagai keterangan yang disebutkan tadi, sangat jelas bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan lebih di atas bulan-bulan pada umumnya. Ia adalah momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik tentang kedekatan kita kepada Allah (taqarrub ilallâh) maupun perbuatan baik (amal shâlih) kita kepada sesama. Belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa dengan kesempatan merasakan kembali bulan Rajab. Saatnya menyisihkan fokus kita kepada bulan mulia ini di tengah kesibukan duniawi kita yang melengahkan. Wallahu a’lam.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, Meme Islam, PonPes Attauhidiyyah Giren

Senin, 17 Maret 2014

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Cianjur, Attauhidiyyah Giren. Nadir Muharam (25) memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia terpilih setelah digelar Konferensi Cabang (Konfercab) XVII di Pondok Pesantren Al-Ittihad, pada Sabtu-Ahad, (16-17/2).

Nadir adalah santri Pesantren Al-Ittihad, juga lulusan STKIP Siliwangi Bandung. Ia aktif di IPNU di dua periode. Sebelumnya, ia adalah Wakil Ketua IPNU.

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadir Muharam Pimpin IPNU Cianjur

Mantan Ketua IPNU Cianjur 2001-2012, Ujang Syahid Damanhury, berharap Nadir meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta mendirikan PAC-PAC di wilayah Selatan. “Itu PR Nadir. Ada sekitar 10 PAC yang belum terbentuk,” ujarnya kepada Attauhidiyyah Giren, Selasa, (19/2).

Attauhidiyyah Giren

Dari 30 kecamatan di Cianjur, kecamatan-kecamatan wilayah selatan yang jauhnya 60 km dari pusat kota, merupakan daerah yang susah diakses.

Attauhidiyyah Giren

Syahid menambahkan, Nadir cukup mampu untuk memimpin IPNU Cianjur karena ia sudah berkecimpung di dalamnya.

Konfercab yang dihadiri 300 pelajar dan santri tersebut dibuka Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, MM. Ia mengatakan, kader-kader IPNU agar lebih kuat dan konsisten dalam perjuangan Ahlu Sunnah wal-Jamaah,

Ia juga mengajak untuk menanamkan semangat perjuangan pelajar karena ke depan tantangan pelajar, remaja, pemuda yang cukup berat. Serta bekerjasama dengan pemerintah daerah demi tercapainya Cianjur yang cerdas dan berakhlaqul karimah.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PCNU dari tanfidziyah, syuriyah, lembaga, lajnah, banom, BKPRMI, KNPI, dan OKP.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen, Quote, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Senin, 03 Maret 2014

Menpora RI Bakal Buka Konferwil Pelajar NU Jateng

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi direncanakan membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama IPNU XV dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama IPPNU XIV Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Brebes didapuk menjadi tuan rumah yang bakal berlangsung 11-13 Desember 2016 di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes asuhan KH Subhan Makmun.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kab Brebes Ferial Farkhan menjelaskan, ditunjuknya Brebes sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai salah satu cabang yang secara kaderisasi mapan. Disamping itu, Kiai Subhan sebagai Rais PBNU menyambut gembira pelaksanaan Konferwil Jateng di gelar di pondoknya. ?

Menpora RI Bakal Buka Konferwil Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora RI Bakal Buka Konferwil Pelajar NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora RI Bakal Buka Konferwil Pelajar NU Jateng

"Ini sebuah penghargaan besar bagi Brebes yang ditunjuk menjadi tuan rumah,” ucap Feri ketika ditemui di Gedung PCNU, selasa (6/12)

Dia bertekad dan berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada kader kader IPNU IPPNU Se Jawa Tengah yang akan mengikuti kegiatan tiga tahunan di Jawa Tengah ini.

Feri memaparkan, ada beberapa rangkaian acara yang dalam konferwil pelajar NU se-Jateng ini. Diantaranya, talkshow bersama Menpora RI, Seminar Anti Radikalisme oleh Wakapolda Jateng, ? lomba pembuatan film pendek, festival musik hadroh, pemilihan duta pelajar NU Jawa Tengah, ? pemutaran film "Jalan Dakwah Pesantren" dan pementasan seni musik dari Kemensos RI.?

Acara inti, lanjutnya, berupa sidang-sidang Konferwil yang terdiri dari sidang komisi, ? Sidang laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2013-2016, dan sidang pemilihan ketua PW IPNU IPPNU Jateng masa khidmat 2016-2019.

Attauhidiyyah Giren

Konferwil yang bertajuk "Menjaga keberagamaan di tengah keberagaman untuk persatuan dan kesatuan bangsa" merupakan permusyawaratan tertinggi dari IPNU IPPNU tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di dalamnya juga akan membahas arah pergerakan organisasi IPNU IPPNU tiga tahun ke depan.?

Utusan resmi tiap kabupaten sejumlah tiap cabang 10 orang 36 cabang se-Jateng, tapi diperkirakan peserta yang akan hadir mencapai 1000 lebih kader IPNU IPPNU di provinsi tersebut. “Dalam perhelatan NU, sudah biasa antara utusan resmi dengan penggembira lebih banyak penggembiranya,” pungkas Feri.

Dalam konferwil tersiar kabar, kandidat yang bakal merebut tapuk kepemimpinan untuk periode 2016-2019 antara lain dari IPNU Ferial Farkhan (Brebes) dan Irmawan (Semarang) dan Ircham Maulana (Grobogan). Sedangkan untuk IPPNU Sri Nur Aeningsih (Blora) dan Nur Azizah (Kudus). (wasdiun/abdullah alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Tokoh, Pahlawan, Amalan Attauhidiyyah Giren

Rabu, 19 Februari 2014

LPNU Siap Gelar Kongres Garam

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Untuk memperjuangkan nasib para petani garam dan mendorong swasembada garam, PBNU melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) siap menggelar Kongres Garam Nasional.

LPNU Siap Gelar Kongres Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Siap Gelar Kongres Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Siap Gelar Kongres Garam

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Pra Kongres Garam Nasional dengan tema Menuju Swasembada Garam dan Kesejahteraan Petani Garam Indonesia, Jumat (27/4), di Hotel Sofyan, Jl. Cut Meutia No. 9 Jakarta Pusat.

Menurut Sekretaris LPNU Mustholihin Majid, hasil FGD akan dibawa ke kongres tersebut, “Akan berlangsung pada bulan Mei, atau bulan Juli. Pokonya sebelum puasa,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

Mustholihn menambahkan, setidaknya ada empat hal yang akan dibawa ke kongres yaitu persoalan harga garam, tataniaga, infrastruktur dan kebijakan pemerintah. 

Pihak-pihak yang akan jadi peserta kongres adalah para petani garam, PBNU Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, PT Garam Indonesia dan BUMN.

Attauhidiyyah Giren

Seperti diketahui, menurut data yang dirilis Sekretariat Kabinet Republik Indonesia tanggal 20 April 2012, setidaknya terdapat 6 bahan pokok nasional yang mengalami defisit dan karenanya harus ditutupi dengan Impor. Salah satunya adalah garam.



Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tokoh, Habib Attauhidiyyah Giren

Kamis, 06 Februari 2014

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Kementerian Agama (Kemenag) melalui lembaga pusat penelitian dan pengembangan yang dimiliki perlu lebih serius memperhatikan karya tulis ulama pesantren. Selain menerbitkannya, juga menelusuri keaslian tulisan itu.

Rekomendasi ini dimunculkan Rais Syuriyah PBNU yang juga imam besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Ali Musthofa Yaqub dalam acara halaqah ulama yang digelar Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/12) kemarin.

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim

Dia menceritakan betapa seorang ulama klasik, Imam Suyuthi, yang memiliki 647 kitab, tak ada seperempat dari keseluruhan karyanya itu yang dicetak. Hal ini dikarenakan karyanya yang tersebar di masyarakat banyak yang terbukti dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Attauhidiyyah Giren

“Makanya, saya meragukan kumpulan kitab karya Mbah Hasyim (Irsyadus Sari karya KH Hasyim Asy’ari, red) yang dikumpulkan oleh Gus Ishom (KH Muhammad Ishomuddin Hadziq) itu. Apa betul itu semua karya beliau? Karena bahasa Arabnya rendah,” ujar Kiai Ali Musthofa.

Kitab Irsyadus Sari yang juga berjudul “Kumpulan Kitab Karya Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asyari” memuat 15 judul kitab dalam terbitan tahun 2013 oleh Pustaka Tebuireng Jombang. Menurut Kiai Ali Musthofa, penelitian terhadap karya Hadratus Syaikh patut dilakukan secara mendalam.

Attauhidiyyah Giren

“Kalau perlu cari murid-murid Mbah Hasyim. Wawancarai mereka. Lalu lakukan uji perbandingan dengan kitab lainnya yang membahas tentang hal itu,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 02 Februari 2014

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram, amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan. Pada bulan inilah Nabi Muhammad saw. memutuskan berpindah dari Makkah menuju Madinah demi kesuksesan dakwah Islam. Bulan ini merupakan waktu yang berharga yang di dalamnya Rasulullah saw menemukan kunci keberhasilan dakwah Islam yaitu hijrah. Hijrah yang berarti pindah tidak semata-mata mencari ruang yang sesuai untuk berdakwah, ruang yang lebih minim bahaya, ruang yang lebih kondusif. Tidak. Karena Rasulullah saw sendiri tidak pernah takut dengan berbagai ancaman kafir Makkah. Namun hijrah memiliki makna lain yaitu berpindah, merubah dan me-upgrade- semangat pada tataran yang lebih tinggi. Secara psikologis, suasana yang baru, kawan baru, tantangan baru akan menjadikan semangat diri dan jiwa seseorang lebih dinamis. Mengenai semangat hijrah ini Rasulullah saw sendiri dalam sebuah haditsnya pernah bersabda.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .



Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Artinya: Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ? bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) tergantun niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Dalam asbabul wurud diceritakan ada seorang sahabat yang melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan niatan mengawini seorang perempuan bernama Ummu Qais. Karena niatnya itulah maka ia tidak mendapatkan keutamaan hijrah. Bahkan proses hijrah sahabat tersebut dijuluki dengan Hijratu Ummu Qais. Ini menunjukkan bahwa niat seseorang sangatlah penting. Niat bukanlah sekedar motifasi belaka, karena di dalam niat itu Allah titipkan sebuah pahala yang secara otomatis akan me-cover segala yang kita lakukan dalam sisi-Nya. Inilah yang membedakan bulan Muharram dengan lainnya. Muharram menjadi berbeda karena di dalamnya ada kejadian yang sangat berharga bagi Agama Islam yaitu Hijrah Rasulullah saw.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu Muharram menjadi berbeda karena hari ke-sepuluh dalam bulan ini dipadati dengan nilai yang sarat dengan sejarah, yang lebih dikenal dengan hari asyura atau hari kesepuluh pada bulan Muharram. Karena pada hari asyura itulah (seperti yang termaktub dalam Ianatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari asyura pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari asyura itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari asyura itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya "masihkah ada bekal pelayaran yang tersisa untuk dimakan?" kemudian mereka menjawab "masih ya Nabi" Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro. Yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari asyuro yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.

Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Firaun yang terjadi pada hari asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari asyura seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari asyura seperti puasanya para Nabi. Intinya hari syura adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Attauhidiyyah Giren

Bagi kelompok syiah hari kesepuluh bulan Muharram sangatlah penting. Karena pada hari inilah tepatnya tahun 61 H Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib sang Cucu Rasulullah saw terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Pembunuhan ini lebih tepat bila disebut dengan pembantaian karena tidak seimbangnya dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan menuju Irak.

Tentunya berbagai kejadian sejarah tersebut mulai dari sejarah transcendental yang berhubungan langsung proses penciptaan hujan oleh Allah swt hingga hijrah Rasulullah saw dan terbunuhnya Husain cucu Rasulullah saw. tidak boleh terhapus dari memori kolektif maupun individu generasi Muslim. Kejadian-kejadian dalam sejarah ini harus selalu dipupuk dengan subur sebagai salah satu media pendidikan kepahlawanan dalam Islam.

Berbagai metode peawatan sejarah ini terejawantahkan dalam berbagai tradisi kolaitas. Di Jawa misalnya kita mengenal bubur abang dan bubur putih yang dibagikan dan disajikan pada hari asyura tidak lain untuk merawat ingatan sejarah tersebut secara perlambang. Bubur putih bermakna rasa syukur akan panjngnya umur hingga mendapatkan tahun baru kembali, semoga kehidupan tambah makmur. Seperti rasa syukunya Nabi Nuh setelah berlayar dari banjir bandang, seperti syukurnya Nabi Musa setelah mengalahkan Firaun. Disamping itu Bubur Putih merupakan lambing kebenaran dan kesucian hati yang selalu menang dalam catatan sejarah yang panjang. Meskipun kemenangan itu tidak selamanya identik dengan kekuasaan, seperti Sayyidina Husain sebagai kelompok putihan yang ditumpas oleh Yazid bin Muaswiyyah sang penguasa laknat.

Sedangkan Bubur Abang (bubur merah) adalah pembanding yang selalu hadir dalam kehidupan di dunia berpasang-pasangan. Ada indah ada buruk, ada kebaikan ada kejahatan. Semoga semua hal-hal buruk itu senantiasa dijauhkan oleh Allah dari kita amien. Jadi bubur suro ini yang berwarna merah dan putih merupakan representasi dari rasa syukur yang mendalam. Atas segala karunia Allah swt. Dan yang lebih penting dari itu semua, Bubur Suro merupakan wahana untuk merawat ingatan akan adanya sejarah besar dalam Islam.

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Amalan Attauhidiyyah Giren