Selasa, 27 Februari 2018

Rektor UIM Harapkan Pegawai dan Dosen Lebih Istiqomah

Makassar, Attauhidiyyah Giren?

Universitas Islam Makassar salah satu perguruan ? tinggi milik Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatanmengadakan Halal bi Halal bersama civitas akademika UIM, Rabu (22/7) pagi yang bertempat di Auditorium Muhyiddin Zain UIM.

Rektor UIM Harapkan Pegawai dan Dosen Lebih Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIM Harapkan Pegawai dan Dosen Lebih Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UIM Harapkan Pegawai dan Dosen Lebih Istiqomah

Rektor UIM Dr Majdah M Zain menuturkan dalam sambutannya berharap kepada seluruh civitas akademika UIM untuk mempertahankan amalan-amalan Ramadhan, karena sesungguhnya Ramadhan adalah bulan latihan yang kemudian membuat kita semua tetap istiqomah mempertahankan ibadah, baik yang sifat ibadah mahdah dan ibadah sosial.

Kemudian dalam sambutan Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang diwakili oleh Wakil Ketua Yayasan Prof A Rahman Idrus mengungkapkan dihadapan civitas akademika UIM "Apa yang kita sudah lakukan pada bulan suci Ramadhan kemarin, semoga kita mampu pertahankan di hari-hari yang akan datang, baik dari aspek ibadah dan peningkatan etos kerja.

Attauhidiyyah Giren

Disisi lain kami selaku Yayasan sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Ibu Rektor dalam mengembangkan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama ini, semoga ke depan UIM bisa lebih baik dan menjadi perguruan tinggi Islam yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah.

Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Dr KH Muh Sanusi Baco membawakan tausiah Halal bi Halal dihadapan Civitas Akademika Universitas Islam Makassar, dalam tausiahnya Gurutta banyak menjelaskan tentang bagaimana hidup sederhana dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Attauhidiyyah Giren

Dalam tradisi Indonesia kita mengenal perayaan Halal bi Halal sebagai rasa syukur dan saling menghalalkan kesalahan satu sama lain, Halal bi halal mengandung makna keseimbangan artinya dengan Halal bi Halal ini, berarti UIM memberi maaf dan mau menerima maaf atas apa yang telah terjadi, kemudian secara luas makna Halal bi Halal ini berarti adanya keseimbangan antara kewajiban dan hak, saling menghargai satu sama lain, murid menghormati gurunya, dan guru menyayangi muridnya, begitulah seterusnya.

"Harapannya setelah menghadapi ibadah puasa sebulan penuh, perilaku kita mampu tercermin dan menghasilkan manusia yang memiliki akhlakul karimah," tambahnya.

Di sisi lain dalam perayaan Idul Fitri, selalu diucapkan kalimat Minal Aidin wal Faidzin, kalimat ini merupakan doa yang artinya mudah-mudahan semua akan kembali dan mendapatkan kemenangan, namun kalimat Minal Aidin Wal Faidzin ini secara luas bermakna perjuangan manusia menahan hawa nafsu melalui ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Dan kemudian di hari yang Fitri ini, kita mendapatkan kemenangan yang berati kembali seperti bayi yang suci dari dosa dan meraih kemenangan yakni Surga, ketika semua masyarakat bangsa Indonesia mampu menahan hawa nafsunya, Indonesia akan meraih kemenangan, namun ketika Bangsa Indonesia tidak mampu menahan hawa nafsunya, maka mengkhawatirkan Indonesia akan meraih kehancuran,” kata Kiai Sanusi Baco.

Tampak hadir Wakil Rektor I Dr Musdalifah Mahmud, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, MT, Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Ketua PWNU Sulsel Dr Arfah Shiddiq yang juga Dekan FKIP UIM, Ketua Muslimat NU Sulsel Dr Nurul Fuadi yang juga Direktur Pascasarjana UIM, para Dekan se Universitas Islam Makassar, dan seluruh civitas akademika UIM. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Attauhidiyyah Giren

PMII Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Sumenep, Attauhidiyyah Giren. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep menggalang dana untuk korban gempah aceh. Penggalangan dana dilakukan untuk membantu korban bencana gempa aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.

Penggalangan dana oleh puluhan mahasiswa tersebut dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Sedangkan Ahad (7/7) kemarin, merupakan hari pertama dalam pengumpulan koin untuk korban gempa tersebut.

PMII Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

Koodinator lapangan (Korlap) penggalangan dana untuk Aceh, Zainal Arief mengatakan, penggalangan dana gempa Aceh selain untuk membantu meringankan beban mereka, penggalangan dana juga sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di Aceh yang beberapa waktu lalu diguncang bencana gempa bumi.

Attauhidiyyah Giren

“Iya, penggalanangan dana yang kami lakukan dikhususkan untuk membantu saudara-saudara kita yang lagi tertimpa musibah bencana di Acek,” katanya, Ahad (7/7) kepada wartawan.

Oleh karena itu, lanjut dia kita mempunyai inisiatif untuk mengurangi beban hidup yang saat ini sedang dihadapi oleh para korban dengan cara menggalang dana dari satu tempat ke tempat yang lain.

Attauhidiyyah Giren

"Inisiatif ini kami lakukan untuk membantu beban saudara kami yang ada di sana, karena bagaimana pun juga mereka pasti membutuhkan uluran tangan saudara-saudara mereka. Maka dari itu, kami merasa punya tanggung jawab untuk membantu meskipun tidak seberapa, yang penting usaha ini sudah kami lakukan," tambahnya.

Penggalangan dana sendiri dilakukan diberbagai titik, diantaranya dibeberapa perempatan lingkungan kota Sumenep, yaitu dibeberapa lampu merah dan disejumlah pasar, baik pasar tradisional atau pun pasar modern yang ada sekitar kota Sumenep dan sekitarnya.

"Sedangkan dari hasil penggalangan dana yang berhasil kami kumpulkan, akan kami salurkan melalui penyaluran nomor rekening yang memang dikhususkan untuk bantuan korban bencana gempa Banda Aceh,” jelasnya.

Dengan penggalangan koin yang dilakukan itu, lanjut Zainal Arief, pihaknya tetap membutuhkan partisipasi masyarakat agar mengulurkan tangannya demi saudara-saudara yang menjadi korban gempa tersebut. Selain itu, dalam partisipasi tersebut, pihaknya akan merasa terbantu karena usaha mereka tidak akan sia-sia.

"Kami juga melakukan orasi, agar masyarakat mengetahui bahwa bantuan tersebut akan kami salurkan kepada para korban gempa yang ada di Serambi Mekah,” lanjutnya. 

Setelah dana terkumpul, maka dana tersebut akan dikirim melalui rekening TV Nasional yang disediakan untuk korban gempa.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, Lomba, Fragmen Attauhidiyyah Giren

Dua Kenikmatan Paling Agung bagi Tiap Muslim

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Kiai muda Sih Karyadi memaparkan dua kenikmatan paling utama pada setiap muslim. Menurut dia, nikmat yang pertama pertama adalah keberadaan manusia yang tanpa meminta kemudian diwujudkan Allah di dunia. Kenikmatan pertama ini tiada lain karena nur Muhammad SAW.

“Melalui Hadits Qudsi, Allah berfirman bahwa kalau bukan karena Kanjeng nabi, maka cakrawala semesta tidak akan pernah diciptakan, termasuk kita manusia,” terangnya pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan di kediaman Ketua Cabang Ikatan Pelajar Putri NU Kabupaten Kudus di Desa Jurang Kecamatan Gebog, Kudus, pada Jum’at (16/01) bersama Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Jurang.

Dua Kenikmatan Paling Agung bagi Tiap Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kenikmatan Paling Agung bagi Tiap Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kenikmatan Paling Agung bagi Tiap Muslim

Menurut dia, itu rahmatan lil ‘alamin. Kanjeng Nabi menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak peduli muslim maupun kafir, semua mendapat percikan rahmatnya. Allah menciptakan dunia bukan sebatas untuk orang muslim saja, melainkan orang kafir. Muslim dan kafir sama-sama diciptakan, sama-sama mendapatkan tempat.

Attauhidiyyah Giren

Nikmat kedua, kata alumni Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (PAC IPNU) Kecamatan Gebog, Kudus dia, yakni nikmatul iman wal islam. Nikmat ini tak kalah agung dari nikmat yang pertama. Allah menjadikan hati kita memperoleh hidayah bahkan sejak kita terlahir ke dunia. Memiliki keluarga yang muslim adalah anugerah, sehingga mendapatkan pendidikan keimanan dan keislaman.

Rasulullah datang membawa rahmat, dan kedua nikmat di atas adalah nikmat yang paling agung yang harus disyukuri. Tentu dengan menjalani hidup yang penuh ketakwaan dan kebahagiaan.

Attauhidiyyah Giren

“Kita harus berbahagia, karena nikmat tersebut. Menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, di antaranya adalah dengan cara ikut serta merayakan peringatan Maulid Nabi seperti sekarang ini,” terangnya.

Hadir juga peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Salah satu peserta KKN, Irwan yang berasal dari Banjarmasin, memperkenalkan maulid Habsyi yang di daerah Jawa biasa disebut maulid Al Banjari. “Maulid Habsyi sering juga dinamai dengan maulid Al Banjari di daerah Jawa,” kata Irwan.

Berbicara mengenai selawat maulid, di Kudus sendiri terdapat bermacam jenisnya yang sering dilantunkan. Di antaranya, selawat Muludan Jawan Mbah Syarif Padurenan, Muludan Jawan Mbah Ma’ruf Irsyad, Maulid Dziba’, Barzanji, Maulid Simtud Durar, dan Dalail Khairat. Jika Dalail Khairat di Kudus disebarluaskan oleh KH. Ahmad Basyir, maka Maulid Habsyi disebarluaskan oleh KH. Abdul Ghani.

“Maulid Habsyi disebarluaskan oleh KH. Abdul Ghoni atau Guru Sekumpul. Beliau berguru kepada KH. Syarwani Abdan Bangil,” lanjut Irwan.

Acara yang diiringi dengan tabuhan rebana itu ditutup dengan pelantunan selawat khas Kudus, yakni selawat Asnawiyyah, karangan KH. Raden Asnawi. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 25 Februari 2018

Habis Dirikan Madrasah, NU Doplang Bangun Kantor 350 juta

Blora, Attauhidiyyah Giren - Pelan, tapi pasti. Itulah gambaran pergerakan warga NU dan pengurus MWCNU Doplang, Blora, Jawa Tengah. Setelah mendirikan Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif, kini mereka tengah membangun kantor yang direncanakan berdiri tiga lantai. Nantinya, bangunan tersebut akan digunakan untuk kegiatan organisasi MWCNU beserta banom-banomnya.

Ketua panitia pembangunan kantor MWCNU? Doplang Karjo Thoyib mengatakan, saat ini pembangunan kantor tengah dalam pengerjaan pondasi. Jika dipprosentase pengerjaan baru tahap sekitar 10 persen. Bangunan tersebut memliki luas 119 meter pesergi, dengan lebar tujuh meterdan panjang 17 meter.

Habis Dirikan Madrasah, NU Doplang Bangun Kantor 350 juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Dirikan Madrasah, NU Doplang Bangun Kantor 350 juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Dirikan Madrasah, NU Doplang Bangun Kantor 350 juta

”Bangunan tersebut ditaksir akan menelan anggaran Rp 350 juta,” ungkapnya Sabtu (28/1).

Karjo mengatakan, lokasi bangunan sangat strategis. Karena terletak di pusat kota Doplang. Yakni, sekitar 500 meter arah selatan pasar umum Doplang. Lokasi ini berdekatan dengan MA Ma’arif Doplang.

Attauhidiyyah Giren

Pihaknya berharap, pembangunan kantor tersebut dapat segera terealisasi. Karena itu, partisipasi dari semua pihak amat sangat diperlukan. Bagi yang ingin berinfaq bisa dikirimkan ke nomor rekerning 10.12.01618 (10.1.10269) BKK Doplang atas nama MWC NU Doplang. Atau kalau bantuan dalam bentuk barang bisa menghubungi panitia atau diantar langsung ke lokasi.

Karjo menambahkan, dibanding 16 MWCNU di Kabupaten Blora, MWCNU Doplang kondisinya bisa dikatakan paling memprihatinkan. Sebab, di MWC yang lain, rata-rata sudah punya banyak sekolah atau madsarah dan kantor. Seperti MWCNU Menden yang memiliki SMANU, SMKNU, MI NU, MTs Hasyim Asy’ari dan puluhan Madin dan TPQ. Demikian juga MWCNU Randublatung juga sudah punya MA Ma’arif terlebih dahulu. Bahkan MWCNU Kunduran yang lokasinya di sebelah utara Doplang, punya SMKNU yang siswanya sudah mencapai 800 lebih.

Attauhidiyyah Giren

“Untuk MWCNU Doplang, saat ini baru dalam tahap berkembang. Karena itu, suport dari semua pihak sangat kami harapkan,” ujar Karjo, yang juga dosen STAI Almuhammad Cepu.

Secara geografis, MWC NU Doplang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Ngawi Jawa Timur dan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Banyak ranting NU yang ada di MWC NU Doplang lakasinya berada di tengah hutan jati. Jalan yang naik turun dan belum beraspal menjadi kendala tersendiri bagi pengurus dalam menggerakkan roda organisasi hingga ke tingkat bawah. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pertandingan, Hikmah, Makam Attauhidiyyah Giren

Jumat, 23 Februari 2018

Pergunu Jombang Buka Lomba Menulis untuk Semua Guru

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Memperingati hari guru tahun 2014, Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Jombang mengadakan lomba menulis untuk guru. Dalam kegiatan ini Pergunu bekerja sama dengan media, Jawa Pos Radar Mojokerto.

Menurut sekretaris Pergunu, Yusuf Suharto, kegiatan ini? sengaja dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pedagogik dan skill menulis para guru. “Selain itu, berusaha meningkatkan kompetensi pedagogik? para guru tentang kurikulum 2013, serta berharap terjalinnya kerja sama konstruktif di antara para guru, khususnya Pergunu di Kabupaten Jombang dan dunia usaha,” jelas Yusuf dalam rilisnya kepada Attauhidiyyah Giren, Jumat (28/11).

Pergunu Jombang Buka Lomba Menulis untuk Semua Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Buka Lomba Menulis untuk Semua Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Buka Lomba Menulis untuk Semua Guru

Lomba menulis ini dibagi menjadi dua kategori, pertama lomba menulis artikel dengan tema “Menjadi Guru yang Kreatif, Inovatif dan Professional”. Sedangkan kategori kedua adalah lomba menulis desain Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kurikulum 2013 dengan tema “Mewujudkan Kegiatan Belajar Mengajar Yang Kreatif, Efektif dan Menyenangkan”.

Attauhidiyyah Giren

Adapun peserta lomba ini dibuka untuk guru di seluruh Indonesia. Dengan ketentuan batas pengiriman naskah dan kelengkapan persyaratannya dalam bentuk softcopy ke email panitia (pergunujombang1@gmail.com atau yusufpergunu2@gmail.com) selambatnya tanggal 24 Desember 2014.

Attauhidiyyah Giren

Setelah semua naskah dari peserta terkumpul, akan dilakukan penilaian oleh dewan juri yang ditunjuk panitia hingga ditetapkan pemenang lomba. “Untuk para pemenang akan diumumkan pada tanggal 10 Januari 2015, sekaligus pemberian hadiah atau penghargaannya,” tambah Yusuf yang juga seorang pengajar di salah satu instansi pendidikan di Jombang ini.

Informasi lebih lanjut calon peserta dapat dapat menghubungi Panitia Peringatan Hari Guru 2015 Pergunu Jombang via telepon atau SMS di nomor 085230563577 (Faqih) atau 08151583899 (Yusuf). (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Sejarah Attauhidiyyah Giren

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu

Pringsewu, Attauhidiyyah Giren. Mengambil tempat di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Pringsewu melaksanakan shalat Idul Adha 1436 H, Kamis (24/09/15). 

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu

Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan jamaah yang ada di Kabupaten Pringsewu. Nampak hadir pula pada kegiatan tersebut Camat Pringsewu Nang Abidin yang dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Bupati.

Dalam sambutannya Bupati menyatakan pentingnya berkurban sebagai wujud untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

Attauhidiyyah Giren

"Kurban juga adalah manifestasi cinta kepada sang pencipta," jelasnya. "Jadikan kurban juga sebagai momentum kepedulian sosial, rela berkorban untuk membangun pringsewu bersenyum manis," tambah Bupati.

Sementara itu dalam khutbah Idul Adha 1436 H nya, KH Mahfudz Ali mengajak kepada para jamaah untuk sejenak menghentikan ingatan kepada hal hal yang serba materi. Ia mengajak kepada jamaah untuk merenungi diri untuk memperoleh pengalaman ruhaniyah.

Attauhidiyyah Giren

"Marilah kita renungkan demonstrasi ketulusan berkorban Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan yang berharga. Ibrahim mengekspresikan kebijakan kembali ketaatannya Kepada Allah dengan mengorbankan putra kesayangannya Nabi Ismail," terangnya.

Menurut KH Mahfud Ali yang merupakan Ketua PCNU periode 2009-2014, kesadaran, keikhlasan yang lahir dari keimanan yang mendalam adalah merupakan dasar dari kesediaan untuk berkurban yang dituntut dari diri sendiri.

Kiai Mahfudz menambahkan seringan apapun perintah agama jika kadar iman dan taqwa telah memudar dalam diri maka yang ringan akan berat. 

"Justru terasa ringan mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, demi Alat alat hiburan dan kendaraan," katanya. (M Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Islam, Lomba Attauhidiyyah Giren

Kamis, 22 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi: Perlu Bangun Kembali Mental NU

Bangkalan, Attauhidiyyah Giren. Munculnya berbagai aliran keagamaan yang dinilai sesat tampaknya memperoleh perhatian serius dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi pada acara Halal bihalal yang digelar oleh PCNU Bangkalan, Kamis (1/10) lalu di Pondok pesantren Syaikhona Cholil Bangkalan, mengajak agar semua kader NU terus waspada terhadap kehadiran-aliran-aliran baru tersebut.

KH Hasyim Muzadi: Perlu Bangun Kembali Mental NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Perlu Bangun Kembali Mental NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Perlu Bangun Kembali Mental NU

Aliran itu disinyalir sebagai salah satu ekses keterbukaan informasi di tengah ketidaksiapan ummat Islam pada umumnya. Pengasuh Pondok Peasntren Al Hikam itu menyatakan, aliran itu bisa berkembang dan hidup karena dua hal. Ia terjadi melalui aliran dan gerakan politik.

“Dalam perspektif aliran mereka telah menerjamahkan Al-Qur’an dan hadist dari sudut pandang mereka tanpa memandang pendapat pihak lain,” kata Kiai Hasyim seperti dikutip kontributor Attauhidiyyah Giren Phandy Azzaury.

“Dari segi politik kita dapat melihat model-model kegiatan yang dilakukan oleh beberapa ormas dengan lebel agama yang banyak dikenal warga NU dan masyarakat umum lainnya,” tambahnya.

Selain penataan kembali keimanan umat, Ketua Umum PBNU juga mengajak agar jama’ah dan Jam’ iyah NU mampu membangun dan menanamkan kembali prilaku dan budaya NU di lingkungan NU sendiri. “Selama ini kita telah melihat dengan jelas tentang menurunnya kualitas ke-NU-an kita,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Ditambahkan, pembangunan kembali mental NU ini perlu dilakukan pada usia NU yang telah tua, yakni 83 tahun. “Kita juga telah mengalami pergantian generasi dengan tingkat pengetahuan yang kurang memadai. Kalau pada zamannya Pak Idham dan Buya Hamka elite NU dan Muhammadiyah bersatu itu karena sama-sama ngerti, kalau sekarang faktornya adalah karena mereka sama-sama tidak mengerti,” kata Kiai Hasyim bergurau.

Kedua, Kyai Hasyim juga melihat dalam usia 83 tahun ini NU hanya maju secara fisik, namun tidak demikian dengan mental.

Attauhidiyyah Giren

“Betapa kita melihat kemunduran kita dalam keikhlasan, ukhuwah serta toleransi, maka tidaklah mengherankan jika sampai saat ini NU masih bernasab baik, akan tetapi tidak bernasib baik. Kalau kita bersatu satu hari saja mungkin NU ini akan menguasai republik ini," katanya.

Dalam acara yang bertemakan “Aktualisasi Peran dan Fungsi Nahdlatul Ulama dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Demi Kemaslahan Umat" Ketua Umum PBNU menekankan pentingnya pembenahan aqidah dan syari’ah sebagai jawaban strategis dari serangan ajaran sesat dimaksud.

Sementara itu ketua PCNU Bangkalan KH R Fachrillah Aschall (Ra Fachri) menyatakan, dirinya merasa tertantang untuk mengembalikan ruh NU ke Bangkalan. Dikatakan, secara hakekat NU lahir dari Bangkalan. Namun kenyataannya justru NU di wilayah Bangkalan tertinggal dari cabang lain seperti Sidoarjo, Malang, Mojokerto, maupun Pasuruan.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Bangkalan KH Fuad Amin, Ketua ISNU Bangkalan Dr Hamed Nawawi, dan Wakil Ketua PWNU Jatim yang juga anggota DPD KH Nuruddin A Rachman. (pan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Ubudiyah, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak

Lampung Tengah, Attauhidiyyah Giren. Bagi orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke pesantren diminta lebih selektif dalam memilih tempat pendidikan untuk masa depan anak-anaknya, lebih-lebih menuju pondok pesantren. 

“Orang tua harus tahu terlebih dahulu latar belakang pondok yang akan dituju, jangan asal-asalan memondokkan anak,” kata KH Lukman Harits Dimyati selaku Koordinator Nasional (Koornas) Gerakan Ayo Mondok dalam rangka Haflah Akhirussanah Pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Ahad (14/5). 

“Jika akan memondokkan anak panjenengan pilihlah pondok pesantren yang tidak melawan negara, dan senantiasa setia dengan Pancasila, jangan memilihkan pesantren yang mengajarkan makar, radikal, dan merakit bom,” ujarnya. 

Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Koornas Ayo Mondok: Jangan Asal-asalan Memondokkan Anak

Menurut pimpinan Ma’had Aly Pesantren Tremas Kabupaten Pacitan Jawa Timur ini,  di Indonesia pesantren-pesantren yang senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila adalah pesantren milik Nahdlatul Ulama Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyyah. 

“Lahirnya Gerakan Nasional Ayo Mondok  Pesantrenku Keren ini beberapa tahun lalu adalah untuk menciptakan suasana Indonesia sebagai negeri Santri. Bukan hanya santri bermakna harfiah yang mukim/menetap di pondok pesantren saja. Tetapi santri adalah orang-orang yang mempunyai akhlaq baik, menjaga kerukunan, kedamaian, mengamalkan ajaran-ajaran NU, yang menciptakan tatanan masyarakat yang sejuk baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur”, tandas Katib Suriyah PBNU ini. 

Hadir dalam agenda tersebut KH Nur Daim (Rois Suriyah PCNU Lampung Tengah), KH Nur Salim (Sekretaris Idaroh Syu’biyyah Jatman), KH Slamet Anwar (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah), Lukman Djoyosumarto (Wakil Bupati Lampung Tengah), Midi Iswanto (Anggota DPRD Propinsi Lampung), Camat Punggur, para Kepala Kampung, TNI dan POLRI serta ratusan santri. (A Syarief Kurniawan/Zunus) 

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Ulama Attauhidiyyah Giren

Rabu, 21 Februari 2018

Memasuki Ujung Ramadhan Harusnya Ingat Diri

Surabaya, Attauhidiyyah Giren

Sebelum memulai kajian rutin yang dilangsungkan di Mushala PWNU Jatim, Ustadz Maruf Khozin mengingatkan bahwa kini umat Islam tengah berada di penghujung Ramadhan. Ada banyak hal yang harus dilakukan agar kaum Muslimin tidak merugi karena akan berpisah dari bulan penuh kebajikan tersebut.

"Di penghujung Ramadhan kita harusnya mengingat diri," katanya, Kamis (15/6). Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana kemampuan untuk menahan nafsu. Menurut anggota dewan pakar PW Aswaja NU Center Jatim tersebut, justru di akhir Ramadhan kemampuan melawan hawa nafsu ini dipertaruhkan, lanjutnya.

Memasuki Ujung Ramadhan Harusnya Ingat Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Memasuki Ujung Ramadhan Harusnya Ingat Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Memasuki Ujung Ramadhan Harusnya Ingat Diri

Sebagai perumpamaan yang terus berulang, pada setiap akhir Ramadhan ada kecenderungan dalam berbelanja dan godaan jelang hari raya malah kian tinggi. "Kita hanya memindah nafsu ke malam hari," kata alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut. Menurutnya, saat siang memang tidak banyak yang dilakukan kaum Muslimin. Akan tetapi kala memasuki malam, justru diperbudak dengan nafsu. "Dari mulai nafsu makan hingga berbelanja," sergahnya.

Attauhidiyyah Giren

Ustadz Maruf kemudian membeberkan kegemaran makan dengan porsi yang lebih kala berbuka. "Karena alasan puasa, kala berbuka kita justru makan dan minum yang lebih enak," ungkapnya. Hal tersebut tentu akan berpengaruh kepada kegemaran berbelanja yang justru berlebihan.

"Demikian kala persiapan menuju hari raya," katanya. Yang ramai justru mall dan tempat belanja. Kalau pada sepuluh awal Ramadhan jamaah masjid dan mushala demikian semarak hingga menutup jalan dan gang, tidak saat ini, lanjutnya.

Attauhidiyyah Giren

Dalam pandangan Ustadz Maruf, sapaan akrabnya, ini menjadi bukti bahwa kaum Muslimin masih belum mampu menghayati esensi puasa. "Berbeda dengan para ulama dan kiai yang menjalankan puasa tidak hanya saat Ramadhan, juga di bulan yang lain," tandasnya.

Di ujung penjelasannya, Ustadz Maruf mengajak kaum Muslimin untuk benar-benar menghayati hakikat puasa. "Apalagi kini telah memasuki 10 hari terakhir dari Ramadhan, mari tingkatkan ibadah, kendalikan nafsu kita," pungkasnya. (Ibnu Nawawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Pemkab Minta GP Ansor Bantu Pembangunan di Bojonegoro

Bojonegoro, Attauhidiyyah Giren - Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik Dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Kusbianto mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyambut gembira dengan adanya Gerakan Pemuda Ansor dan berharap dapat membantu program pembangunan di Bojonegoro, Jawa Timur.

"Berharap dapat berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan di Bojonegoro," katanya mewakili Bupati Bojonegoro saat menghadiri pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kota Bojonegoro di halaman stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Ahad (14/8) malam.

Pemkab Minta GP Ansor Bantu Pembangunan di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Minta GP Ansor Bantu Pembangunan di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Minta GP Ansor Bantu Pembangunan di Bojonegoro

Mantan Kepala Satpol PP itu juga menambahkan, dengan adanya era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) saat ini, persaingan dalam dunia kerja sangat ketat. "Untuk itu pemuda Ansor harus meningkatkan kemampuannya agar dapat bersaing dengan negara Asia yang lain," pesan Kusbianto.

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu, ketua PAC GP Ansor Kota Bojonegoro yang baru dilantik, Ashari berkomitmen akan memperkuat soliditas kepengurusan agar dapat melaksanakan program yang telah disusun.

Attauhidiyyah Giren

"Ansor akan semaksimal mungkin untuk berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI," terang Ashari.

Ditambahkan, GP Ansor akan ada pada garda terdepan jika ada kelompok-kelompok yang akan merongrong keutuhan Republik Indonesia dengan radikalisme ataupun komunisme yang akhir-akhir ini mulai terjadi di berbagai daerah.

Turut hadir daam pelantikan badan otonom (banom) NU ini pengurus dari banom lain di Majelis Wakil Cabang NU Kota Bojonegoro, Ketua PCNU Bojonegoro dr. Cholid Ubed, Ketua KNPI Bojonegoro Anam Warsito, Ketua PC PMII Ahmad Syahid, dan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bojonegoro Abdullah Faizin. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pahlawan, Halaqoh, Doa Attauhidiyyah Giren

Selasa, 20 Februari 2018

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Tasikmalaya, Attauhidiyyah Giren

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Kota Tasikmalaya KH Cecep Ridwan Bustomi berpesan kepada para alumni dan santri untuk tidak terbujuk atas maraknya terorisme yang mengatasnamakan Islam. Pasalnya, sudah jelas segala bentuk perusakan di bumi ini tidak disukai Allah SWT.

KH Cecep Bustomi menyampaikan hal itu dalam peringatan haul ke-48 pendiri NU di Tasikmalaya, Almarhum KH Bustomi, sekaligus peringatan hari lahir ke-96 Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (14/7) malam.

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Cecep berharap tidak ada alumni dan santri yang bertentangan dengan haluan Negara. Bagi pesantren, ujarnya, yang terpenting damai dan seandainya ada yang mengajak masuk organisasi yang sudah jelas menjurus hal di luar ketentuan Negara, maka segera lapor ke pesantren atau kepolisian. "Terpenting mengamalkan ilmu. Meski sedikit tapi bermanfaat," ucapnya.

Attauhidiyyah Giren

Haul dan Milad dihadiri ribuan santri dan alumni dari berbagai kota di Jawa Barat dan luar Jawa. Termasuk para pejabat setempat seperti Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya, ketua alumni Pesantren Bahrul Ulum yang juga Ketua Forum Sikaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tasikmalaya KH Nono Nurul Hidayat, mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Adang Ismail, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Fajarudin beserta Wakapolres, serta Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Haris Sanjaya.

Cecep juga menyinggung soal kasus penghinaan melalui media sosial Facebook kepada Pesantren Bahrul Ulum oleh oknum ormas Islam radikal yang menyatakan bahwa pesantren yang berdiri tahun 1920 itu membiarkan peredaran miras di Tasikmalaya. Hal ini, kata Cecep, pihaknya maklumi dan maafkan. Namun proses hukum harus terus berlanjut.

Attauhidiyyah Giren

"Maka mumpung ada Kapolres di sini, jangan sampai santri dan alumni yang bergerak menangkap oknum ormas itu. Silakan tegakkan hukum karena menghina apalagi fitnah meski di media sosial ada undang-undangnya," tutur Cecep.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Faharudin yang saat itu hadir menjamin proses hukum terus berlanjut dan saat ini sedang menunggu keterangan ahli dari ahli bahasa terkait pendiskreditan oknum ormas yang suka melakukan swiping diberbagai kota. (Nurjani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita Attauhidiyyah Giren

IPNU-IPPNU Gelar Makesta Demi Kebangkitan NU Bambanglipuro

Bantul, Attauhidiyyah Giren

Bambanglipuro merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah selatan ibu kota Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kecamatan itu terdiri dari tiga desa yakni Sumbermulyo, Sidodadi dan Mulyodadi. Di daerah tersebut, bisa dibilang, warga Nahdliyin minoritas.

Keadaan itu membuat para sesepuh NU gelisah karena anak-anak mereka kurang intens terhadap kajian-kajian keagamaan, utamanya keaswajaan. Karena itulah para sesepuh NU memiliki ide mengadakan Masa Kesetiaan Aggota (Makesta) untuk generasi muda Bambanglipuro. Tujuannya, setelah diadakan Makesta diharapkan akan segera terbentuk PAC IPNU-IPPNU Bambanglipuro.

IPNU-IPPNU Gelar Makesta Demi Kebangkitan NU Bambanglipuro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Makesta Demi Kebangkitan NU Bambanglipuro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Makesta Demi Kebangkitan NU Bambanglipuro

Demi terlaksananya ide tersebut, para sesepuh NU membentuk Tim Pembentukan PAC IPNU-IPPNU. Setelah terbentuk, tim ini bekerja sama dengan PC IPNU-IPPNU Bantul untuk mengadakan Makesta.

Attauhidiyyah Giren

Berkat bantuan dari Muslimat Ranting Mulyodadi, Takmir Masjid Miftahussalam, Remaja Masjid MMS, dan KAPPSA, akhirnya Makesta pertama untuk pelajar NU di Bambanglipuro dapat dilaksanakan di Masjid Miftahussalam, pada Ahad (20/02). Acara Makesta ini diikuti oleh 64 peserta yang terdiri atas 26 putra dan 38 putri

Attauhidiyyah Giren

Ketua LWP (Lembaga Wakaf dan Pertanahan) NU Bantul Asrori dalam acara tersebut mengungkapkan, dengan diadakannya Makesta ini akan membuat NU di Bambanglipuro bangkit. “Dua puluh tahun ke depan, NU akan kembali jaya di sini,” tegas Asrori yang juga menjabat sebagai Kepala KUA .

Sementara itu, Ketua IPNU Bantul, Ahmad Sidik menegaskan bahwa acara makesta tersebut merupakan cara untuk Upgrading kader NU di Bambanglipuro. “Harapan saya dengan acara Makesta ini, bisa membangkitkan kembali kader NU di Bambanglipuro semakin luar biasa dan semangat bersama,” tegas Ahmad Sidik.

Ahmad Sidik juga menegaskan bahwa bulan Maret akan segera dibentuk PAC IPNU-IPPNU Bambanglipuro dan Kasihan. Menurut penuturannya, saat ini, di Bantul baru terbentuk PAC IPNU-IPPNU sebanyak sembilan. Masih banyak yang harus dikerjakan untuk meluaskan dakwah NU kepada para pelajar. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sejarah, Internasional, Aswaja Attauhidiyyah Giren

Senin, 19 Februari 2018

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

Wonosobo, Attauhidiyyah Giren

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (19/6), menggelar acara buka puasa dan tarawih bersama jamaah Ahmadiyah di Masjid Al-Mubarok Dusun Sumber, Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang yang merupakan basis terbesar jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Wonosobo.

Ketua Pengurus Takmir Masjid Al-Mubarok Satoto, yang mewakili jamaah Ahmadiyah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kader IPNU-IPPNU Watumalang tersebut. Ia mengaku bangga bahwa kader IPNU-IPPNU mau menjaga silaturahim dengan umat Islam lain meskipun mempunyai perbedaan secara ideologis. Selain itu, ia juga memuji Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang memegang erat nilai-nilai toleransi.

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

"Dalam keadaan bangsa Indonesia yang sedang dilanda krisis moral ini, kami merasa bangga memiliki Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas Islam yang sangat toleran terhadap kelompok lain, bukan hanya dalam internal Islam saja. Akan tetapi kepada umat agama lain," tambahnya.

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu, M. Sairin, senior IPNU Watumalang, mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahim dan kesatuan serta persatuan umat Islam yang akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan perpecahan.

"Dengan acara ini kami berharap kerukunan antarumat Islam selalu terjaga, perbedaan bukanlah alasan untuk saling berpecah-belah. Saling menghargai perbedaan adalah hal yang sangat penting untuk selalu dilakukan," tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Bukan hanya itu, dalam acara tersebut IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalang memberikan sejumlah Al-Quran kepada Masjid Al-Mubarok sebagai kenang-kenangan yang diharapkan dapat dipergunakan untuk kemanfaatan jamaah Ahmadiyah di sana. Acara tersebut ditutup dengan taushiyah yang disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Watumalang Kiai Mansyur. Ia menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah dan hikmah di balik bulan Ramadhan.

Acara buka dan tarawih bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan yang secara rutin dilakukan oleh IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalamg yang selanjutnya akan disusul dengan kegiatan serupa serta santunan anak yatim di daerah Watumalang pada Sabtu (25/6), sebagai acara puncak dari rangkaian kegiatan tersebut. (Bujang Fajar Al-fatih/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Jadwal Kajian, Syariah, Berita Attauhidiyyah Giren

Lembaga Pangan Dunia Sinergi dengan PBNU Lakukan Ketahanan Pangan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Lembaga Pangan Dunia bentukan PBB, World Food Programme (WPF) melakukan sinergi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, khususnya di Indonesia. Diskusi yang sekaligus penekenan nota kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di Gedung PBNU Jakarta, Senin (21/18).?

Lembaga Pangan Dunia Sinergi dengan PBNU Lakukan Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pangan Dunia Sinergi dengan PBNU Lakukan Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pangan Dunia Sinergi dengan PBNU Lakukan Ketahanan Pangan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Kepala Perwakilan dan Direktur WPF Anthea Webb menjelaskan bahwa NU bukan hanya organisasi Islam terbesar di dunia, tetapi juga organisasi yang bergerak di segala bidang.

Kang Said juga menjelaskan, di Indonesia masih masyarakat yang berada dalam garis ketidakmampuan secara ekonomi, baik dalam persoalan pangan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan lain-lain.

“Sinergi ini penting, karena masih banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh NU sebagai organisasi sosial kegamaan,” ujar Kang Said.

Attauhidiyyah Giren

Tak persoalan sosial, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, NU juga terus berupaya menebarkan Islam moderat, ramah, dan damai ke seluruh dunia. Sehingga menurutnya, bencana kemanusiaan yang ditimbulkan, baik oleh persoalan sosial dan terorisme global dapat teratasi.

Sementara itu, Anthea Webb menerangkan bahwa pihaknya membutuhkan NU yang jelas perannya dan nyata mempunyai warga di akar rumput sehingga program ketahanan pangan bisa berjalan maksimal.

“WPF telah berdiri sejak 1963 dan pertama kali bekerja untuk Indonesia tahun 1964 dalam bencana Gunung Agung di Bali telah melakukan gerakan pencegahan kelaparan di banyak negara seperti Suriah, Irak, yaman, Palestina, dan Nigeria,” ujar Anthea Webb.

Lembaga yang berbasis di Kota Roma, Italia itu juga bergerak dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di seluruh dunia. Dia pun meminta kepada NU untuk bekerja sama dalam pencegahan bencana alam yang selama ini nyata-nyata berdampak pada munculnya bencana kemanusiaan. (Fathoni)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul, Tokoh Attauhidiyyah Giren

Minggu, 18 Februari 2018

Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda

Bolmong Utara, Attauhidiyyah Giren. Konferensi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolmong Utara akhir 2014 lalu menjadi saksi bahwa anak muda juga bisa tampil di depan memimpin NU. Supriadi Goma, anak nelayan yang saat itu berusi 31 tahun, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidhiyah NU di ujung Sulawesi Utara tersebut.

Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Supriadi Goma, Putra Nelayan Sederhana, Ketua PCNU Termuda

Putra pertama dari pasangan Ali Goma dan Hatija Batalipu ini semasa kecil sudah merasakan getirnya hidup sebagai anak nelayan karena harus membantu sang ayah mencari nafkah, bertarung melawan ganasnya gelombang laut lepas yang berbatasan dengan Negara Filipina. Sejak enam tahun terakhir orang-orang sering memanggilnya Gus Upik.

Pada usia 6 tahun, Gus Upik disekolahkan orang tuanya di Madrasah Ibtidaiyyah Al-Khairaat Ayong, lembaga pendidikan yang kini sudah tidak beroperasi lagi. Pada tahun 1995, pria yang lahir di Desa Ayong (daerah pesisir pantai Sulawesi Utara) pada 15 Februari 1983 ini menimba ilmu di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna.

Attauhidiyyah Giren

Selama mondok, ia sempat diasuh oleh beberapa ulama seperti KH Harsono Misaalah (Mustasyar PCNU Bolmong Utara), Ust. Hamdan Pohontu (Katib PCNU Bolmong Utara),? Syekh Abdul Ati Abdul Wahab Abdussalam (alumni Kairo). Semasa nyantri, ia dipercayakan sebagai Ketua Persatuan Pelajar Islam Al-Khairaat.

Pada tahun 2001, ia menamatkan pendidikannya di Pondok Pesantren Alkhairaat Bintauna dan pada tahun yang sama ia melanjutkan studinya di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Semasa? kuliah di IAIN Sultan Amai Gorontalo ia aktif di organisasi ekstrakampus,? Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Selama aktif di PMII, Gus Upik pernah menjabat sebagai Ketua Rayon Tarbiyah tahun 2003, Ketua Komisariat 2004, dan Ketua Cabang PMII Kota Gorontalo 2005. Selain itu ia aktif di intrakampus dan sempat menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarbiayah dan wakil presiden BEM IAIN Sultan Amai Gorontalo periode 2005-2006.

Attauhidiyyah Giren

Selama menjalani masa kemahasiswaan, ia aktif dalam memimpin gerakan PMII Gorontalo, mulai dari proses kaderisasi? formal sampai informal. Karena terlalu sibuk mengurus PMII, kuliahnya molor sampai 3 tahun. Ia sempat mengikuti Kongres PMII di Bogor dan berhasil berpartisipasi mengantarkan sahabat Hery Hariyanto Azumi sebagai Ketua Umum PB PMII.

Setelah selesai kuliah tahun 2007, pada usia yang relatif muda ia diajak KH. Gofir Nawawi (pemimpin Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan) untuk menjadi Sekretaris Umum Wilayah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Provinsi Gorontalo dan berhasil mengantarkan PKNU memperoleh suara signifikan di Gorontalo pada pemilu legislatif tahun 2009.

Pada tahun 2009 ia memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi? Arianti Palima. Wanita yang telah di kenalnya semasa kuliah, wanita yang selalu mendampingi dan menjadi spirit perjuangan menapaki perjalanan setapak demi setapak dalam membesarkan PMII gorontalo ,

Pada akhir 2009,? lelaki yang hobi menulis ini, kemudian meninggalkan panggung politik yang telah dirintisnya bersama sang kiai. Ia kemudian meninggalkan Gorontalo dan kembali ke tanah kelahiran Bolaang Mongondow Utara dan mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil pada sebuah SMK N Kaidipang mengajar Pendidikan Agama Islam. Di tengah aktivitasnya sebagi PNS bukan berarti mengurangi kecintaanya terhadap aktivitas ke-NU-an. Dalam kurun waktu 2009-2015, ia menjadi lokomotif penggerak semangat? generasi Muda NU yang ada di tanah Bolmong Utara.

Bersama dengan beberapa sahabat yang lain Ayah dari Latifa dan Wahab Hasbullah ini mendirikan cabang IKAPMII (Ikatan Alumni PMII) sebagai wadah berkumpulnya? para alumni PMII dari berbagai generasi dan almamater kampus untuk berbagi gagasan dalam membesarkan NU di tanah Bolmong Utara. Pada tahun 2010, ia mengikuti Muktamar NU di Makassar, tahun 2012 ia diundang tim kaderisasi nasional PBNU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak NU angkatan ke-2 di Kerawang Rengasdengklok, dan pada tahun 2013 ia menjadi peserta Konferensi Wilayah NU Provinsi Sulawesi Utara dan dipercayakan oleh tim formatur menjadi Wakil sekretaris PWNU Sulut.

PCNU Kabupaten Bolmong Utara termasuk cabang NU yang memberikan ruang yang luas baagi generasi muda untuk menjalankan roda organisasi NU. Dalam suasana inilah Supriadi Goma mendapat kepercayaan memimpin PCNU Kabupaten Bolmong Utara periode 2014-2019. Ia diangkat secara? aklamatif oleh enam Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) pada Konferensi Cabang (Konfercab) II. (Don AL Lamunte/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Sejarah, Pendidikan Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 17 Februari 2018

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor

Bolsel, Attauhidiyyah Giren

Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Bolaang Mondow? Iskandar Kamaru menyatakan diri masuk? Gerakan Pemuda Ansor. Pernyaataan resmi? Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ini disampaikan ketika membuka acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor dan Banser Kabupaten Bolaang Mondow di SMK LPMD Adow, Kecamatan Pinolosian Tengah, Bolsel.

“Saya sudah lama tertarik dengan GP Ansor. Untuk itu malam ini saya menyatakan gabung dengan GP Ansor,” ungkap Iskandar saat berpidato di hadapan sekitar 500 warga yang menghadiri acara pembukaan DTD Ansor dan Banser, Jumat (13/5) malam itu.

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor

Keinginan Iskandar Kamaru mendapat sambutan hangat dari para pengurus GP Ansor. Sebagai tanda bergabung dengan organisasi pemuda NU ini, ia dipakaikan baju kebesaran GP Ansor. Pemakian baju dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Benny Ramdhani.

Attauhidiyyah Giren

“Saya ini memang? dari keluarga besar NU. Sebelumnya saya aktif di HMI. Adik saya aktif di PMII dan sekarang masuk di kepengurusan PC Ansor. Untuk itu saya punya kewajiban moral untuk ikut membesarkan Ansor di kabupaten ini,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Waketum PP GP Ansor Benny Ramdhani mengatakan bahwa Ansor dan Banser selain merupakan kader ulama dan kiai, keduanya juga merupakan kader bangsa. Untuk itu wajar bila kader Ansor dan Banser bisa berkhidmah melalui berbagai lini, baik di pemerintahan, partai politik, pendidikan, dan lainnya.

“Sebagai organisasi kader,.Ansor dan Banser bisa berkhidmah di mana-mana,” ungkap Benny.

Contoh di Kebupaten Bolaang Mondow, lanjut Benny. Di kabupaten baru ini, Ketua PC GP Ansor dijabat oleh politisi, begitu juga? komandan Bansernya. “Ketua Ansornya dijabat ketua Komisi (DPRD). Dan Satkorcabnya dijabat oleh ketua DPRD.”

“Jadi? yang memperkuat? kepengurusan PC Ansor di sini datang dari berbagai unsur. Ada anggota dewan, KPU, PNS, dan guru baik negeri maupun swasta,” ungkap Benny. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaNu, Amalan, Nasional Attauhidiyyah Giren

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

Attauhidiyyah Giren

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

Attauhidiyyah Giren

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Ulama, Santri Attauhidiyyah Giren

Jumat, 16 Februari 2018

Sikap Intoleransi Menguat, LD PBNU Gelar Pelatihan Media untuk Para Dai

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar workshop dai siber media dengan tema “Melawan Radikalisme dan Intoleransi di Dunia Maya” di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8). Acara yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ini rencananya akan berlangsung sampai malam hari.?

Ketua panitia M Imadudin mengatakan, setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 menyebutkan, sebanyak 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Dari jumlah tersebut, tidak sedikit para pengguna yang turut menyebarkan paham radikalisme dan intoleransi.

Sikap Intoleransi Menguat, LD PBNU Gelar Pelatihan Media untuk Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Intoleransi Menguat, LD PBNU Gelar Pelatihan Media untuk Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Intoleransi Menguat, LD PBNU Gelar Pelatihan Media untuk Para Dai

Ia mencontohkan sosok Ketua Umum PBNU sering diserang di dunia maya. Menurutnya, kalau hal-hal seperti ini tidak diantisipasi, maka akan tersebar fitnah dan mengacam keutuhan bangsa.?

“Keutuhan NKRI akan terancam kalau semua dipenuhi dengan fitnah dengan hoax. Dan kita harus melawan,” tegasnya.

Sebagai organisasi dakwah, ia pun berharap agar para dai LDNU supaya berdakwah di dunia maya.?

“Kalau dulu dai kerjanya ceramah di panggung, sekarang harus merambah ke dunia maya,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, hal tersebut karena berbagai amaliyah NU diserang di dunia maya dan internet.?

“Sekarang kita bangkit, mari kita dakwah lewat dunia maya, kita dakwah lewat internet,” katanya. (Husni Sahal/Zunus)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren, AlaSantri, Berita Attauhidiyyah Giren

PMII Kota Pontianak Laksanakan Konfercab ke-2O

Pontianak, Attauhidiyyah Giren. PC PMII Kota Pontianak akan melaksanakan Sarasehan Alumni & Konfercab XX, menurut informasi ketua panitia pelaksana Rahmatul Fitra, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 Mei 2012 di aula KNPI Kalimantan Barat.

Acara konferensi ini menjadi keharusan untuk dilaksanakan oleh setiap kepengurusan cabang ketika masa jabatanya berakhir. Kegiatan Konfercab tahun ini akan dirangkai dengan berbagai kegiatan, yaitu Lomba baca kitab kuning tingkat pesantren se kota Pontianak, aksi sosial donor darah yang sudah dilaksankan hari ini ( 10 Mei 2012 ), bakti sosial,  dialog publik dan sarasehan alumni.

Sementara munurut suryadi, ketua yang akan dimisioner rangkaian kegiatan konfrensi tahun ini ingin menunjukan bahwa PMII juga peduli dengan kondisi sosial dan juga lingkungan sekitar, bukan cuma bisa aksi jalanan saja yang akhir-akhir ini melekat di kalangan warga pergerakan serta mencoba membiasakan kembali sahabat - sahabat PMII dengan pondok pesantren. Ia berharap kegiatan konfrensi cabang tahun ini berjalan lancar dan tertib.  

PMII Kota Pontianak Laksanakan Konfercab ke-2O (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Pontianak Laksanakan Konfercab ke-2O (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Pontianak Laksanakan Konfercab ke-2O

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Yadi

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Aktivis Muslim Malaysia Ini Harap Isomil Berikutnya Digelar di Negaranya

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Ratna Osman dari ASEAN Progresif Muslim Movement, berharap International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) ? bisa dilangsungkan di Malaysia. Apabila Isomil ada tahap lanjutan, strategi yang perlu diutamakan adalah ke negara-negara ASEAN. Walaupun mungkin Indonesia ? yang dipelopori NU melakukan kerjasama dan penyebaran juga ke negara Timur Tengah.

Demikian disampaikan Ratna saat perbincangan dengan Attauhidiyyah Giren seusai penutupan Isomil, Rabu (11/5) di Hotel Sultan Jakarta.

Aktivis Muslim Malaysia Ini Harap Isomil Berikutnya Digelar di Negaranya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Muslim Malaysia Ini Harap Isomil Berikutnya Digelar di Negaranya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Muslim Malaysia Ini Harap Isomil Berikutnya Digelar di Negaranya

Ia mengatakan senang dapat berdiskusi dengan banyak ulama progresif ? di ajang Isomil dan berharap dapat membawa ulama-ulama yang progresif tersebut untuk mengadakan konferensi berikutnya di Malaysia.

“Itu akan lebih mendapat perhatian terutama di Malaysia yang memang memerlukan banyak ulama progresif bukan yang regresif,” tutur Ratna yang berangkat mengikuti Isomil atas keinginan sendiri.

Attauhidiyyah Giren

Menurtu Ratna, Islam di Malaysia ada beberapa kelompok. Yaitu kelompok pemerintahan yang agak konservatif dan diskriminasitif terhadap kaum wanita dan anak-anak. Kelompok kedua, dan ini lebih minoritas, adalah kaum progresif dan moderat.?

Sayangnya, kelompok kedua ini agak susah bagi kelompok ini untuk mengeluarkan pendapat atau menjalankan aktivitas, karena dikekang dan selalu dalam kontrol pihak pemeritntah.

Hal itu membuat Islam di Malaysia teramat berbeda dengan di Indonesia yang mayoritas tergabung dalam ormas NU.?

“Saya dengar terutama Gus Dur dengan kata-kata dan pemikirannya. Jadi ? kepemimpinan dalam NU itu teramat progresif. Ini contoh pemimpin (Gus Dur) yang saya rasa diperlukan di Malaysia,” ungkap Ratna.

Ratna melanjurkan terkait dengan kesepakatan Deklarasi NU dari hasil ISOMIL, itu sebagai satu usaha yang amat baik, tetapi memang rumit, karena ? ajaran Islam ada beberapa versi. Versi yang cocok diterapkan di mana pun adalah ? yang sepatutnya memberi rahmat untuk semua.?

Attauhidiyyah Giren

Namun, ada orang Islam yang menganggap versi atau interpretasi mereka saja yang akan diterima oleh Allah. Ratna menilai hal ini sangat berbahaya, apalagi melihat unsur-unsur terorisme yang dilakukan kelompok ISIS misalnya, dimana mereka mengatakan bahwa vesi mereka saja yang diterima Allah dan Allah menginginkan mereka mendirikan negara khilifah di muka bumi ini.

Ratna menambahkan masyarakat Malasysia termasuk majemuk dan penganut agama Islam termasuk mayoritas, tapi itu tidak seperti di Indonesia.

“Kita memerlukan satu resolusi bagi masyarakat Islam di Malaysia agar bisa membaur dengan Non-Islam, bukan membeda-bedakan. Pembeda-bedaan itu tidak baik untuk masa depan Malaysia juga,” kata Ratna yang di kantornya terpasang salah satu quote Gus Dur, “Islam yang indah bukanlah yang menghukum orang”. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren PonPes Attauhidiyyah Giren

Rakornas LPTNU, Upaya Tingkatkan Kualitas Perguruan Tinggi NU

Jakarta, Attauhidiyyah Giren?

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pertama berlangsung di hotel Acacia, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung dari Rabu (16/11) sampai Kamis (17/11) dibuka Sekretaris PBNU H Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU, Jakarta Rabu (16/11).?

Rakornas LPTNU, Upaya Tingkatkan Kualitas Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakornas LPTNU, Upaya Tingkatkan Kualitas Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakornas LPTNU, Upaya Tingkatkan Kualitas Perguruan Tinggi NU

Menurut salah seorang pengurus LPTNU, Mansur Ramli, kegiatan tersebut merupakan upaya menjalankan tugas lembaga untuk medorong perguruan tinggi NU, lebih bermutu dan berdaya saing.

Kedua, kata dia, Rakornas merupakan silaturahim dan mendorong berjejaring untuk membangun kebersamaan. “Kekuatan kita, PTNU ke depan adalah merapatkan jamaah. Mungkin di LPTNU ada yang bisa dijadikan kiblat percontohan, jadi penarik gerbong anggota LPTNU yang lain,” katanya pada Rakornas bertema Memeperkuat kualitas dan daya saing perguruan tinggi NU”.?

Rakornas tersebut, LPTNU juga mengharapkan bisa melahirkan gagasan membangun kurikulum yang terintegrasi yang berisi muatan Aswaja atau Islam Nusantara dan ke-NU-an. “Draftnya sudah ada, tinggal kita matangkan di Rakornas ini,” lanjutnya.?

Attauhidiyyah Giren

Dari kegiatan tersebut juga diharapkan melahirkan tata-kelola organisasi yang bisa diacu setiap anggota LPTNU. “Hal ini mengatur siapa mengerjakan apa, dan bagaimana mengerjakannya,” katanya.?

Terakhir, kata dia, adanya sistem penjamin mutu internal. “Ada satu prinsip dalam penjaminan mutu, yaitu perbaikan mutu berkesinambungan. Setiap saat memikirkan. Semua terkait dalam memikirkan itu. Jangan hanya ketua, tapi rektor sampai cleaning servise turut memikirkannya. Akhirnya LPTNU menjadi bermutu dan bisa bersaing dengan perguruan tinggi mana pun.?

Kegiatan tersebut diikuti 198 orang. Mereka terdiri dari rektor, ketua, direktur, dan yayaasan yang memiliki perguruan tinggi yang terhubung dengan NU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Fragmen, Santri Attauhidiyyah Giren

Pemimpin Nasional yang Berangkat dari Bawah

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Menurut buku Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid yang disunting oleh Arief Mudatsir Mandan, kiprah dan peran Idham Chalid tergolong istimewa. Ia bukanlah sosok yang berasal dari warga kota besar.

Ia hanyalah putra kampung yang merintis karier dari tingkat yang paling bawah, sebagai guru agama di kampungnya. Tapi kegigihannya dalam berjuang, dan kesungguhannya untuk belajar dan menempa pribadi, telah mengantar dirinya ke puncak kepemimpinan nasional yang disegani.

Pemimpin Nasional yang Berangkat dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin Nasional yang Berangkat dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin Nasional yang Berangkat dari Bawah

Kalangan pengamat politik Indonesia, banyak mencatat bahwa Idham Chalid merupakan salah seorang dari sedikit politisi Indonesia yang mampu bertahan pada segala cuaca.

Attauhidiyyah Giren

Ia pernah menjadi Ketua Partai Masyumi Amuntai, Kalimantan Selatan, dan dalam Pemilu 1955 berkampanye untuk Partai NU. Ia pernah pula menjadi Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Ali-Roem-Idham, dalam usia yang masih sangat belia, 34 tahun. Sejak itu Idham Chalid terus menerus berada dalam lingkaran kekuasaan.

Di organisasinya, ia dipercaya warga nahdliyyin untuk memimpin NU di tengah cuaca politik yang sulit, dengan memberinya kepercayaan menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziah PBNU selama 28 tahun (1956 - 1984).

Attauhidiyyah Giren

Di samping berada di puncak kekuasaan pimpinan NU, ia juga dipercaya menjadi Wakil Perdana Menteri II dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo (PNI), 1956 - 1957. Saat kekuasaan Bung Karno jatuh pada 1966, Idham Chalid yang dinilai dekat dengan Bung Karno ini tetap mampu bertahan.

Bahkan, Presiden Soeharto memberinya kepercayaan selaku Menteri Kesejahteraan Rakyat (1967 - 1970), Menteri Sosial Ad Interim (1970 - 1971) dan setelah itu Ketua MPR/DPR RI (1971 - 1977) dan Ketua DPA (1977 -1983).

Ketika partai-partai Islam berfusi dalam Partai Persatuan Pembangunan, pada tanggal 5 Januari 1973, mantan guru agama Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo ini menjadi ketua, sekaligus Presiden PPP.

Dari sisi wawasan keilmuwan dan kemahiran, sosok Idham Chalid dikenal sebagai ulama yang mahir berbahasa Arab, Inggris, Belanda, dan Jepang. Ia juga menyandang gelar doctor honoris causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Idham Chalid merupakan khazanah yang tak ternilai bagi bangsa ini, khususnya PPP, tulis buku yang diterbitkan Pustaka Indonesia Satu itu.

Menurut Arief Mudatsir Mandan, langkah-langkah cerdik dan cermat yang dilakukan oleh pemimpin seperti KH Idham Chalid semacam itu perlu dipelajari oleh generasi sekarang ini. Kerendahan hati merupakan sifat Kiai Idham Chalid, tidak hanya pada para kiai, pada orang biasapun bisa bergaul dengan supel. Ia selalu menjalin hubungan dengan berbagai kalangan dan akrab dengan siapa saja. Sikap ramah dan simpatik itulah salah satu modal kesuksesan kepemimpinannya sehingga bertahan dalam waktu yang cukup lama.

"Idham Chalid adalah pemimpin yang layak diteladani," kata Arief yang mantan anggota DPR Komisi I itu. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Makam, Internasional Attauhidiyyah Giren

Kamis, 15 Februari 2018

NU Sulut, Penjaga Harmoni di Antara Berbagai Kelompok

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Keberadaan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi bagian penting dalam upaya menjaga harmoni di kawasan yang memiliki keragaman sangat tinggi ini. Beberapa waktu lalu, ketika beberapa daerah di sekitarnya seperti Ambon di timurnya, Poso di baratnya, dan Mindonao di utaranya mengalami konflik, provinsi yang beribukota di Manado ini tetap menjadi tempat yang aman dan damai.

NU Sulut, Penjaga Harmoni di Antara Berbagai Kelompok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulut, Penjaga Harmoni di Antara Berbagai Kelompok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulut, Penjaga Harmoni di Antara Berbagai Kelompok

Ketua PWNU Sulut Syaban Mauludin menjelaskan, perkembangan NU sangat signifikan karena mampu membangun sinergitas dengan beberapa pihak, terutama dalam menjadi keharmonisan dan kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama. Komposisi umat Islam di Sulut sendiri merupakan mayoritas kedua setelah agama Kristen.

 

“Di samping menjaga hubungan baik internal umat Islam, dengan agama lain, NU menjadi organisasi terdepan dalam membangun kebersamaan ini,” katanya di Manado (10/11).

Kunci keberhasilan dalam menjaga harmoni adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana semestinya hidup dalam kebinekaan di Sulawesi Utara. Salah satunya, jika ada umat lain yang sedang menyelenggarakan kegiatan perayaan agama, maka banom NU ikut menjaga. Demikian pula, jika ada kegiatan perayaan hari besar Islam, maka umat non-Muslim bergantian menjaga kegiatan tersebut. 

Attauhidiyyah Giren

NU mengambil jalan di tengah-tengah, menjalin kebersamaan dengan siapa saja. Secara umum dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, tidak ada masalah. “Kita berpikir moderat. Kita kan berprinsip, lakum dinukum waliyadin. Sepanjang urusan nonritual, silakan saja. Kalau ritual, kan ada batasnya,” tandasnya. 

Selain itu, NU Sulut juga menjalin sinergi dengan pemerintah. Hubungan NU sangat baik dengan gubernur, bupati, atau walikota. Beberapa pemimpin daerah seperti di Bolongmongondow, sejumlah bupati menjadi anggota pengurus syuriyah atau mustasyar NU setempat.

Attauhidiyyah Giren

Dengan keragaman yang sangat tinggi, tetapi terkelola dengan baik ini, PBNU memutuskan penyelenggarakan kegiatan pra-Munas dan Konbes di Manado sebagai sarana untuk belajar hal-hal yang sudah berjalan baik di wilayah tersebut. “Untuk kegiatan NU dan kebinekaan, kita sudah seringkali menyelengarakannya,” ujar Syaban. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Tanggapan Kiai Said Terkait Usul Penghapusan Sidang Itsbat

Jakarta, Attauhidiyyah Giren - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menyatakan keberatan atas usul penghapusan tradisi sidang istbat 1 Ramadhan dan 1 Syawwal yang digelar Kementerian Agama. Menurut Kiai Said, sidang seperti ini justru menunjukan keterbukaan pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan pelbagai ormas Islam.

“Jangan dong. Pokoknya hal-hal yang bermanfaat itu jangan dibubarkan,” kata Kiai Said kepada Attauhidiyyah Giren sesaat setelah melakukan teleconference dengan tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di pelbagai daerah, Jumat (26/5) sore.

Ini Tanggapan Kiai Said Terkait Usul Penghapusan Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tanggapan Kiai Said Terkait Usul Penghapusan Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tanggapan Kiai Said Terkait Usul Penghapusan Sidang Itsbat

Kiai Said dengan tegas menolak usul penghapusan sidang istbat. Pasalnya, kemaslahatan dari usul penghapusan itu sendiri tidak tampak jelas. Sementara tradisi sidang itsbat itu sendiri mengandung kemaslahatan yang jelas.

“Hal-hal yang dibubarkan itu yang tidak bermanfaat,” kata Kiai Said.

Attauhidiyyah Giren

Sebelumnya, usul penghapusan sidang istbat 1 Ramadhan dan 1 Syawwal datang dari Komisi VIII DPR RI. Menurut anggota DPR ini, penetapan awal bulan perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi mutakhir yang dapat memprediksi awal bulan hijriyah secara stabil lebih dini. (Alhafiz K)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU Attauhidiyyah Giren

Hukum Haji dengan Uang Haram

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren yang kami hormati. Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik dan perbekalan yang memadai. Banyak ongkos diperlukan bagi mereka yang mengikuti rangkaian ibadah haji. Terlebih lagi mereka yang berasal jauh dari masjidil haram, tentu biaya yang diperlukan semakin tinggi karena ongkos perjalanannya sudah mahal.

Yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau seseorang membiayai perbekalan dan ongkos hajinya dari pendapatan yang tidak halal? Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Mawardi/Gorontalo)

Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Haji dengan Uang Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Haji dengan Uang Haram

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Attauhidiyyah Giren

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Haji merupakan ibadah maliyah dan badaniyah. Dalam jamaah haji harus berjalan saat thawaf, sai, melontar, dan berpindah-pindah lokasi manasik. Karenanya kesegaran tubuh kondisi yang fit, kekuatan fisik sangat diperlukan.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu kekuatan finansial juga sangat diperlukan. Karena dalam ibadah haji, jamaah memerlukan biaya transportasi, konsumsi, penginapan, dan biaya lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan jamaah yang membiayai ongkos dan perbekalan hajinya dengan harta yang diperolehnya dari jalan yang haram? Sampai di sini ulama berbeda pendapat. Bagi madzhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i, haji yang dibiayai dengan harta yang haram tetap sah meskipun ia berdosa atas kesalahannya memperoleh harta haram itu sebagaimana kutipan berikut ini.

? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Gugurlah kewajiban orang yang berhaji dengan harta haram) seperti harta rampasan sekalipun ia bermaksiat. Sama halnya dengan shalat di tempat hasil rampasan atau mengenakan pakaian terbuat dari sutra,” (Lihat Abu Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib, juz 6, halaman 51).

Syekh Abu Zakariya Al-Anshari secara tegas mengatakan bahwa jamaah yang membiayai hajinya dengan harta haram itu sama seperti orang yang bersembahyang dengan mengenakan pakaian hasil merampas atau sutra, pakaian yang diharamkan bagi pria. Artinya ibadah haji dan shalat orang yang bersangkutan tetap sah. Dengan demikian gugurlah tuntutan wajib ibadah dari orang tersebut.

Sementara madzhab Hanbali menyatakan bahwa ibadah haji yang dibiayai dengan harta yang haram tidak sah. Karenanya jamaah yang menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram masih tetap berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji di tahun-tahun? selanjutnya mengingat hajinya dengan harta haram itu tidak sah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seseorang dianjurkan untuk betul-betul mencari harta halal, agar ia dapat menggunakannya di masa perjalanannya. Karena sungguh Allah itu suci, tidak menerima kecuali yang suci. Di dalam hadits dikatakan, ‘Siapa berhaji dengan harta haram, kalau ia berkata ‘labbaik’, maka dijawab malaikat, ‘La labbaik, wala sa’daik, hajimu tertolak’.’ Karenanya siapa yang berhaji dengan harta haram, maka hajinya memadai sekalipun ia bermaksiat karena merampas. Sementara Imam Ahmad berkata, hajinya tidak cukup,” (Lihat Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1996 M/1417 H, juz 3, halaman 181).

Kalangan Hanafi, maliki, dan syafi’i mengeluarkan argumentasi bahwa haji itu sendiri adalah kunjungan ke tempat-tempat istimewa dalam agama. Dan itu tidak dilarang. Yang dilarang agama itu adalah menggunakan harta yang haram itu seperti untuk keperluan haji.. jadi keduanya tidak berkaitan sama sekali. Sama halnya dengan orang sembahyang di tanah rampasan (hasil kezaliman). Sembahyangnya sendiri itu tetap sah. Tetapi menempati tanah yang diharamkan itu yang dilarang oleh agama. Karenanya ibadah haji atau shalat tidak bisa disifatkan haram. Meskipun gugur kewajiban ibadah itu, namun manasik haji tidak diterima dan tidak mendapatkan pahala dari Allah. Nasib manasik hajinya sama seperti orang sembahyang tetapi riya, atau berpuasa tetapi mengghibah. Semuanya tidak diganjar pahala. Demikian argumentasi yang diajukan Ibnu Abidin dalam Haysiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 2000 M/1421 H, Juz 2 halaman 456).

Sementara madzhab Hanbali sepakat dengan jumhur ulama perihal penerimaan dan pahala. Mereka yang menunaikan ibadah haji dengan harta haram tidak menerima pahala. Sedangkan terkait keabsahan, madzhab Hanbali menyatakan bahwa haji yang dibiayai dengan harta haram tidak sah. Karenanya mereka harus mengulang hajinya pada tahun depan karena hajinya tahun ini tidak sah. Karena tidak bisa mencampurkan antara ibadah dengan hal-hal batil.

Berangkat dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa haji maupun ibadah lainnya adalah perintah Allah yang harus dihormati. Artinya, pelaksanaannya pun harus dipersiapkan dan dijalankan dengan penuh takzim. Jangan sampai tercampur harta haram dalam pembiayaan haji. Karena Allah itu suci, tidak akan menerima apapun selain yang suci.

Menurut kami, pendapat madzhab Hanbali perlu dipelajari lebih lanjut dari sisi moralitas ibadah. Semangat Madzhab Hanbali bisa jadi mengantisipasi kemungkinan orang melakukan pencucian uang dengan menunaikan ibadah haji. Dengan demikian haji bukan hanya dipandang secara rangkaian upacara formal. Tetapi kebersihan harta sebagai penggerak manasik haji itu sendiri mesti dipastikan. Bukan asal berangkat haji.

Pandangan madzhab Hanbali bisa secara moral menghentikan kezaliman, suap, kecurangan, korupsi atau kejahatan umat Islam dalam menjalankan praktik bisnis, mengemban jabatan publik, atau menjalani kesehariannya sebagai pegawai negeri sipil, dan profesi lainnya.

Saran kami, berusahalah mencari rezeki sesuai pandangan fikih dan legal menurut hukum positif yang berlaku. Kumpulkanlah keuntungan Anda untuk keperluan biaya haji. Telitilah dalam menerima uang. Apakah uang itu “suci” atau tidak. Dan jaga kesehatan tubuh Anda karena ibadah haji juga membutuhkan kekuatan fisik.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah Attauhidiyyah Giren

Pascasarjana UGM: NU Agen Pembangunan Nasional

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren



Forum Silaturahmi Mahasiswa Pascasarjana NU Universitas Gadjah Mada mengadakan diskusi bulanan bekerja sama dengan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM, Yogyakarta. Forum kedua ini digelar sekaligus sebagai arena silaturahim mahasiswa baru Pascasarjana yang tergabung di PASCANU UGM.

Pascasarjana UGM: NU Agen Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana UGM: NU Agen Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana UGM: NU Agen Pembangunan Nasional

Diskusi yang berlangsung Kamis (05/10) ini mengangkat tema “Religion and Development in Southeast Asia” yang disampaikan Najmu Saqib Akhda, mahasiswa Doktoral Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM. Ia merupakan aktivis IPNU yang sekarang aktif sebagai dosen di UNSIQ Wonosobo dan STAI Sunan Pandanaran.

Akhda menyampaikan pentingnya pembahasan agama dan pembangunan yang jarang diangkat pada tema-tema diskusi. Menurutnya agama sebagai salah satu unsur pembangunan masih menjadi hal yang disanksikan beberapa kalangan. 

Selama ini ia hanya disandingkan pada proses deradikalisasi dan pedagogie seperti pembangunan pesantren dan sekolah-sekolah Islam. Padahal lebih dari itu, ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia.

“Terdapat empat modal yang telah dimiliki oleh NU sebagai salah satu agen pembangunan, pertama komunikasi partisipasi yaitu percaya pada satu komando dalam hal ini kiai. Kedua reciprositas yakni adanya take dan give yang diberikan oleh kiai kepada masyarakat. Ketiga adalah social capital yang mana dibutuhkan trust, norm dan network untuk mengakomodir pembangunan masyarakat. Dan yang terakhir change agent, yaitu kiai dan tokoh ulama yang memiliki power dan dapat memberikan pengaruh serta dorongan bagi pergerakan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

Dalam pandangannya, pergerakan NU yang sebagian besar berfokus pada diskursus masyarakat pedesaan dapat memberikan sebuah stimulus dan cara yang lebih independen bagi masyarakat yang tidak bergantung dan menunggu persetujuan pemerintah pusat. 

Seperti contoh, ketika jalanan desa perlu untuk diperbaiki, sedangkan dana yang disediakan oleh pemerintah memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat didistribusikan. Di sinilah peran kiai dalam menghimpun masyarakat agar bergotong-royong membangun secara kolektif independen.

Attauhidiyyah Giren

Namun terdapat beberapa kritik yang diberikan kepada NU dalam pembangunan, yaitu persoalan modernitas cara dan media yang dipakai. NU juga harus memerhatikan pembangunan keberagamaan masyarakat urban yang menuntut pembelajaran agama secara instan. Media sosial, televisi, dan perangkat modern harus mulai diterapkan sebagai respon terhadap generasi milenial. Salah satu hal konkrit yang dapat dilakukan saat ini adalah penertiban KARTANU sebagai salah satu kunci modernisasi.

Pada pembukaan acara, Winardi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk sialturahim antarmahasiswa Pascasarjana UGM yang memiliki latar belakang NU yang juga merupakan wadah keilmuan dan pengembangan antar bidang ilmu. Diskusi bulanan ini diagendakan setiap dua kali dalam satu bulan dengan mengintegrasikan berbagai bidang ilmu. (Alfia Rochmah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaNu, Olahraga Attauhidiyyah Giren

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Para santri Husada bersama Ketua Unit Kebersihan Lingkungan Pesantren (UKLP) Imam Bukhari, berupaya membasmi jentik nyamuk, Jumat (19/12). Mereka mencampurkan obat ABATE (larvasida pembasmi larva/ jentik nyamuk) pada air tergenang di penampungan air, bak-bak mandi, dan selokan air di sekitar pondok putra, pondok putri dan di lima unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asyari.

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Penghujan, Santri Husada Tebuireng Berantas Jentik Nyamuk

Upaya ini sengaja dilakukan mengingat masuknya musim hujan yang dapat memicu peningkatan kembang biak jentik nyamuk penular demam berdarah. Dengan menekan naiknya populasi nyamuk, maka risiko terjadinya penularan juga semakin kecil.

Pembina santri Husada Sumantri mengatakan, "Musim hujan tiba menyebabkan nyamuk berkembang biak di mana-mana. Ini pula yang mengakibatkan beberapa santri terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga harus dirawat di puskestren Tebuireng.”

Attauhidiyyah Giren

Karena itu perlu adanya upaya pemberantasan jentik-jentik nyamuk khususnya yang berada di sekitar pondok pesantren, terang Sumantri.

“Selain memberantas jentik-jentik nyamuk kegiatan ini juga bertujuan memberi contoh kepada seluruh santri agar terbiasa peduli pada lingkungan dan sesama,” kata Sumantri.

Attauhidiyyah Giren

Beberapa waktu lalu tim UKLP bekerja sama dengan Puskesmas Cukir dalam melakukan fogging (pengasapan), untuk memberantas nyamuk-nyamuk yang ada di lingkungan Tebuireng dan pondok madrasatul Qur’an, Bukhori menambahkan. (M Ali Ridho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Makam Attauhidiyyah Giren

Selasa, 13 Februari 2018

GP Ansor Demak Target Tambah 5000 Anggota

Demak, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Demak masa khidmat 2013-2017 bertekad menambah jumlah anggota baik Ansor maupun Banser. Target ini disampaikan Ketua Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi dalam rapat kerja cabang di Gedung PCNU jalan Sultan Fattah nomor 611 Demak, Jum’at (27/2).

GP Ansor Demak Target Tambah 5000 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Demak Target Tambah 5000 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Demak Target Tambah 5000 Anggota

Menurut Abdurrahman, konsolidasi organisasi dianggap berhasil dapat ditandai semakin banyaknya anggota baru. “Sebab itu yang kami anggap sangat penting untuk organisasi ke depan,” tambah H Abdurrahman Kasdi.

Sebagai tindak lanjut, peserta raker perlu kerja ekstra untuk mengadakan sejumlah pelatihan seperti Pelatihan Kader Dasar (PKD), Diklat Dasar Banser (Diklatsar), seminar pengelolaan Lembaga Kursus, di samping memperbanyak kegiatan yang melibatkan pengurus serta anggota sebagai bentuk konsolidasi tersebut.

Attauhidiyyah Giren

“Ansor akan memperbanyak anggota melalui PKD, Diklatsar Banser dan pelatihan lain ditambah aneka kegiatan,” tegas Abdurrahman.

Attauhidiyyah Giren

Forum bertema “Rakercab Sebagai Tonggak Penguatan Organisasi Ansor” ini juga dihadiri Ketua PCNU Demak KH Musaddat Syarif, Sekretaris PW GP Ansor Jateng Hadi Maskur, Pengurus PAC, Satkoryon, dan sejumlah tamu undangan. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen, Pahlawan Attauhidiyyah Giren