Jumat, 07 Desember 2012

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat

Kendal, Attauhidiyyah Giren. Hanya ukhuwah Islamiyah saja tak akan cukup untuk mempersatukan umat Islam, tetapi harus dilengkapi pula dengan wawasan kebangsaan.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj saat memberikan  tausiyah pada acara peringatan ke-92 harlah NU di GOR Bahurekso Sakti Kendal, Ahad (10/5).

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat

Dicontohkan oleh Kiai Said, negara seperti Afganistan, Somalia, dan negara-negara Timur Tengah lainnya mereka adalah negara dengan penduduk Muslim. Mazhabnya juga sama-sama sunni tetapi yang terjadi mereka justru bertikai terus tidak pernah ada kedamaian diantara umat Islam di sana.

Attauhidiyyah Giren

Kondisi ini menurut Kiai Said sangat berbeda dengan di Indonesia. Indonesia dengan berbagai macam agama dan bermacam mazhab dalam Islam semuanya bisa hidup rukun dan berdampingan serta tidak ada pertumpahan darah antar pemeluk agama apalagi sesama umat Islam.

Attauhidiyyah Giren

Hal ini terjadi karena KH Hasyim Asyari dan ulama Nusantara lainnya tidak hanya berpegang pada ukhuwah islamiyah tetapi juga berpedoman kepada ukhuwah wathoniyah sehingga umat Islam memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Oleh karenanya tidak heran jika Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

"Sekarang sudah saatnya Islam di Indonesia menjadi kiblat Islam di dunia bukan Irak atau Suriah," tegas Kiai Said. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 05 Desember 2012

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

Attauhidiyyah Giren

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

Attauhidiyyah Giren

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Meme Islam Attauhidiyyah Giren

Selasa, 20 November 2012

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Attauhidiyyah Giren. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Dari  pantauan Attauhidiyyah Giren, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Attauhidiyyah Giren

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Minggu, 04 November 2012

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, Attauhidiyyah Giren. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada Attauhidiyyah Giren pada Ahad (28/7).

Attauhidiyyah Giren

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

Attauhidiyyah Giren

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita Attauhidiyyah Giren

Senin, 08 Oktober 2012

Ketua Muslimat NU Nias Meninggal Dunia

Nias, Attauhidiyyah Giren

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
, kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Pasalnya Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nias Hj. Rupiati meninggal dunia di Desa Mudik, Gunungsitoli, pada Senin sore, (21/3) sekitar pukul 17.00.

Menurut keluarga almarhumah, jenazah disemayamkan di rumah duka, Desa Mudik, Gunungsitoli. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di Mudik selepas dhuhur Selasa (22/3).

Ketua Muslimat NU Nias Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Muslimat NU Nias Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Muslimat NU Nias Meninggal Dunia

Almarhumah yang menjabat di Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Nias telah lama sakit-sakitan. Upaya berobat telah dilakukannya sampai ke Penang, Malaysia.

Attauhidiyyah Giren

Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kealfaannya. Al-Fatihah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Habib Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 08 September 2012

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Ketika kaum Nabi Nuh alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Penjelasan di atas disampaikan oleh para ulama mufassir dalam berbagai kitab tafsir ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

Attauhidiyyah Giren

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attauhidiyyah Giren

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas. (Yazid Muttaqin)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tokoh, Tegal, Nahdlatul Ulama Attauhidiyyah Giren

Minggu, 02 September 2012

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Mojokerto, Attauhidiyyah Giren. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Asep Kadarusman menilai pola pendidikan yang dikembangkan di pondok pesantren dan madrasah NU sangat sesuai dengan pola pendidikan yang dianjurkan.

Ia menyampaikan hal tersebut pada ajang Forum Silaturahim Kongres Pergunu II di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto, Kamis (27/10) pagi.

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Menurut Asep, ketepatan pada pola pendidikan pesantren adalah dengan dibiasakannya para santri untuk membaca. Ia mengatakan kemampuan membaca menunjukkan kemampuan aktual peserta didik yang bersangkutan.

Selanjutnya untuk menguji hasil dari kegiatan membaca, siswa dapat diajak berdiskusi. Hal ini bermanfaat untuk menguatkan konsep yang belum pahami.

Asep memandang positif pola pendidikan pesantren lainnya yang juga sangat sesuai adalah para santri diajarkan untuk berkomunikasi yang baik dan efektif. Ia mengatakan di era globalisasi saat ini di mana kerja manusia dimudahkan oleh adanya teknologi, potensi besar yang harus dikembangkan (dan bisa dijual) selain berpikir kritis, adalah kemampuan berkomunikasi.

Attauhidiyyah Giren

“Saya mengamati sepanjang acara ini pembawa acara (yang merupakan santri atau orang NU) dapat berkomunikasi secara lancar dan sistematis. Ini komunikasi yang baik yang perlu diteruskan,” kata Asep.

Oleh karena itu, bila berpegangan pada ICT (Information and Communication Technology), kemampuan akan bahasa asing tidak bisa ditawar-tawar dalam menghadapi era ini. Apalagi bila dihadapkan pada tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sebelum menutup paparan, Asep memuji bahwa tradisi tahlilan yang dikembangkan NU, walau banyak yang tak sependapat, membuktikan bahwa tahlilan menarik hati kecil dan merupakan kebutuhan yang tak bisa dibohongi. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Tokoh, Tegal Attauhidiyyah Giren

Kamis, 23 Agustus 2012

NU Bukan Lembaga Politik, Tapi Warganya Berpolitik

Jember,Attauhidiyyah Giren. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur, KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, NU bukan lembaga politik, tapi butuh politik karena mau tidak mau, NU tidak bisa tersapih sama sekali dari kegiatan politik.

Ia mengatakan hal itu ketika memberi pengarahan kepada para pengurus MWCNU dan para kiai dalam acara lailatul ijtima’ di aula kantor PCNU Jember, Ahad malam (2/3).

NU Bukan Lembaga Politik, Tapi Warganya Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bukan Lembaga Politik, Tapi Warganya Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bukan Lembaga Politik, Tapi Warganya Berpolitik

Menurutnya, secara kelembagaan NU tidak boleh berpolitik, tapi warganya, termasuk pengurus NU, tidak dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. “Kita semua dan NU secara kelembagaan butuh perlindungan politik,” ujarnya.  

Attauhidiyyah Giren

Gus A’ab –sapaan akrabnya—menambahkan, khittah NU terkait dengan peran politik NU, kerap kali disalahartikan kelompok yang tidak bertanggung jawab. Mereka seoah-olah cinta NU dengan melarang pengurus NU berpolitik.

Attauhidiyyah Giren

“Padahal, ketika mereka melarang kita berpolitik, itu sudah tindakan politik. Dan bisa ditebak ujung-ujungnya, dia minimal simpatisan partai politik tertentu,” jelasnya.

Khittah NU, katanya, memberi kebebasan kepada warga Nahdliyin untuk mengekspresikan peran politiknya. Namun ketika pengurus NU mengambil langkah politik dan cenderung kepada partai politik tertentu, maka orang yang merasa dirugikan pun menggunakan khittah NU untuk menyerangnya.

“Jadi seolah-olah khittah NU itu melarang kita berpolitik. Khittah mereka tafsirkan sendiri sesuai dengan kemauan mereka. Mereka menyerang NU dengan membabi buta. Itu salah besar. Kalau kita berpolitik untuk NU, itu malah terhormat, dan tidak melanggar khittah,” urainya di hadapan 100-an hadirin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 11 Agustus 2012

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Demak, Attauhidiyyah Giren. Sejumlah Madrasah di Kabupaten Demak mengembangkan konsep madrasah berbasis tahfidz Al-Qur’an. Otak kanan bisa dimaksimalkan dengan memberi nilai tambah pada jam luar kelas. Hafalan bisa diberikan dengan senang layaknya bermain-main tanpa menambah beban studi akademik.

Matahari belum naik sepenggalah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Demak, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masih setengah jam lagi sebelum bel masuk kelas berbunyi pada pukul 07.00 WIB.

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Membawa Al-Qur’an, siswa-siswi madrasah itu berkumpul di pelataran masjid yang terletak di bagian depan kompleks madrasah, sebelah lapangan olahraga. Secara serentak dan padu, mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an secara bersamaan, dipandu seorang guru pembimbing. Ayat-ayat yang sama terdengar dibaca berulang-ulang.

Saat kami mengunjungi madrasah itu, Ramadhan lalu, tak kurang 200 siswa bersama-sama dibimbing menghafalkan surat an-Nazi’at ayat 22, 23, dan 24. Metodenya cukup unik. Guru pembimbing, yaitu Ustadzah Maulida Khasanah yang juga hafal Al-Qur’an, berdiri di depan menghadap siswa. Dia terlebih dahulu melafalkan surah an-Nazi’at ayat 22: “Tsumma adbara yas’aa”. Lalu semua siswa menirukan bacaanya secara serentak.

Attauhidiyyah Giren

Setelah itu, melalui mikrofon, pembimbing meminta para siswa menghadap ke kanan dan mengulang ayatnya. Lalu mengulangi lagi ayat itu dengan cara menghadap ke kiri, menghadap ke atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dengan mata terpejam. Setelah lima kali repetisi, satu ayat bisa dihafal dengan baik oleh para siswa.

Setelah itu dilanjutkan dengan ayat berikutnya dengan metode yang sama hingga tiga ayat. Tiga ayat yang telah dihafal kemudian dibaca berkelanjutan dengan metode yang sama, yaitu dengan menghadap kanan, kiri, atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dan mengucapkan kembali rangkaian ketiga ayat itu dengan mata terpejam. “Tsumma adbara yas’aa (QS. an-Nazi’at ayat 22), fahasyara fanaadaa (23), faqaala ana rabukum al-a’laa (24). Cara ini terbukti efektif, selama 30 menit sebelum masuk kelas, para siswa berhasil menghafal 3 ayat baru.?

Hal ini rutin dilakukan setiap hari dan para siswa akan ditagih untuk menyetorkan kumpulan hafalan itu secara periodik. Metodenya ternyata sangat sederhana dan tidak mengganggu jam pelajaran di kelas. Siswa diminta menjaga hafalannya di rumah atau di waktu-waktu senggang saat di madrasah.

Kepala MTs Negeri 2 Demak, Karsono, mengatakan, program tahfidz merupakan pilihan wajib di madrasahnya. Semua anak didik, tanpa kecuali, dibebani target menghafal 1 juz, yaitu juz 30, dengan deadline setoran akhir sampai lulus madrasah karena di MTsN ini tahfidz al-Qur’an dijadikan program dasar yang menjadi nilai plus, di samping prestasi akademik. “Kami ingin prestasi akademik anak didik kami dilandasi dengan jiwa Qur’ani,” kata Karsono.

Untuk itu semua siswa diminta menyiapkan waktu 30 menit sebelum jam belajar untuk meningkatkan hafalan setiap hari. Untuk menjaganya, dipersilahkan mengatur sendiri waktunya. Khusus bagi yang mengikuti peminatan tahfidz lengkap, disediakan program kedua yang khusus bagi para pelajar tahfidz yang kini berjumlah 25 siswa. Mereka dibimbing khusus dengan target hafal 30 juz hingga lulus.

Attauhidiyyah Giren

Di Kabupaten Demak, sejumlah madrasah tengah mengembangkan pendidikan berbasis tahfidz. Seperti halnya di MTsN 2 tersebut, materi hafalan Al-Qur’an diberikan di luar kelas agar tidak mengganggu jam pembelajaran dan tidak mengurangi prestasi akademik siswa. Sejak Januari lalu, sebanyak 12 madrasah di Demak telah menjalankan program ini dengan master metodologi yang sama.

Tahfidzisasi madrasah di Demak diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama setempat sejak Januari 2017 lalu. Dalam waktu yang relatif singkat hasilnya sudah kelihatan. Sebanyak 12 madrasah pada jenjang MI, Mts, dan MA yang menjadi pilot project, tahun ini berhasil meluluskan siswa-siswinya dengan membekali mereka dengan hafalan Al-Quran juz 30. ? Sebuah hadiah menarik bagi orang tua siswa tentunya.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Muhammad Thobiq, hafalan juz 30 dianggap penting karena jus 30 merupakan bekal penting untuk berbagai peribadatan sehari-hari, terutama shalat. Selain itu, program ini akan membuat teknik mengaji para siswa menjadi bagus sehingga menunjang ibadahnya.

Tiga sekolahan yang leading menerapkan program ini adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak, MTsN 2 Demak, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak. Di MAN Demak, siswa-siswi telah fasih menghafal juz 30 menjelang ujian akhir lalu. Yang lebih menakjubkan adalah di MIN Mlaten, anak-anak kecil fasih membacakan satu surat lengkap apabila disebutkan nama suratnya.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar, hafalan Al-Quran rupanya lebih mudah diberikan dan lebih awet daripada anak usia di atasnya. Menurut Kepala MIN Mlaten, Badrid Duja, anak-anak terlihat happy saat diminta menirukan sebuat ayat dengan cara menghadap kiri, kanan, atas, bawah dan dengan terpejam. Hal itu dilakukan setiap pagi selama setengah jam sebelum pelajaran dimulai.

Dalam waktu enam bulan terakhir, siswa kelas 2 telah mengoleksi hafalan 6 surat panjang di juz 30 dari surat an-Naba’ hingga al-Infithar. “Mereka menghafal dengan santai tanpa membebani pelajaran.” katanya. Di MIN Mlaten, program tahfidz belum diterapkan di kelas 1. Pada kelas 1 siswa masih difokuskan pada cara membaca dan tahsin (memperbaiki) tajwidnya. Baru pada kelas 2 hingga kelas 4 beban hafalan diberikan.?

Badrid Duja menyebut, ia ingin tahun 2020 mendatang, sebanyak seperempat dari 480 siswanya telah mencapai hafalan 5 juz. Hal ini telah dikonsultasikan kepada orangtua siswa dan mendapat dukungan penuh. Di desa agraris ini, para orang tua siswa kebanyakan adalah para petani yang agamis. Untuk itu mereka tidak dipungut biaya ekstra.?

Siswa hanya perlu menabung Rp1000 per hari untuk membeli al-Quran tahfidz versi empat warna. Dukungan orang tua siswa di MIN Mlaten direpresentasikan oleh Komite Madrasah yang menyumbang bangunan dua lantai di bagian depan madrasah dan mobil minibus untuk sarana antar-jemput siswa.?

Kepala Kantor Kementerian Agama Demak, M. Thobiq, mengaku gembira dengan perkembangan ini. Ia merupakan pemilik ide dan penggerak pertama mobilisasi madrasah berbasis tahfidz. Pada awalnya ia ingin agar madrasah memiliki diferensiasi dengan sekolah umum karena di daerah “hijau” seperti Demak, anak-anak sekolah umum pun berbaju panjang, berhijab, dan pandai membaca Al-Qur’an.?

Dengan fakta itu, ia ingin ada nilai lebih bagi siswa-siswi madrasah dan kemudian dicanangkanlah program tahfidz sebagai basis madrasah-madrasah di Demak. Namun dalam perkembangannya, ia mendapat laporan, program tahfidz ini ternyata memberikan pengaruh positif pada perilaku dan sopan santun siswa. (Muhtadin AR/Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Daerah, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 20 Juli 2012

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Solo, Attauhidiyyah Giren - Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan Attauhidiyyah Giren, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

Attauhidiyyah Giren

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Attauhidiyyah Giren

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Sunnah, Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah Attauhidiyyah Giren

Senin, 25 Juni 2012

Berkelanalah, Lalu Kembali ke Kampung Halaman

Beliau lahir pada tahun 1907 di Loloan Barat dengan nama Muhammad Qasim dalam keluarga Ulama Bugis-Melayu Loloan. Ketika kecil Abdurrahman belajar agama dari kedua orang tuanya, namun menginjak usia 10 tahun beliau dikirim ke daerah Pengastulan untuk mengaji Al-Quran kepada Tuan Guru Abdul Hamid hingga berusia 18 tahun. Pada tahun 1925 Datuk Haji Mahmud mengirimkan Muhammad Qasim remaja ke Jazirah Arabia, tepatnya ke kota Suci Mekkah yang waktu itu memang menjadi tempat tujuan belajar bagi masyarakat Islam Nusantara.

Di kota Mekkah beliau bermukim di kediaman Syeikh Isa Palembang yang sudah menjadi penduduk tetap kota Mekkah dan belajar berbagai disiplin ilmu agama dari sejumlah ulama besar yang mengajar di sana. Diantara guru-guru beliau adalah Syeikh Alwi Al-Maliki, Syeikh Umar, Syeikh Hamdan al-Maghrabi serta seorang ulama besar ilmu hadits asal Palestina.

Di kota suci ini pula beliau bertemu dengan para santri Indonesia yang lain seperti Zainuddin Pancor, Wahid Hasyim Jombang dan Ambo Dalle’ Sulawesi. Di antara teman beliau yang paling akrab adalah Wahid Hasyim. Menurut penuturan beliau ketika masih hidup, setiap hari beliau dan Wahid Hasyim pergi ke pedalaman dan bermain bola bersama orang-orang Baduwi. Dan malam harinya sepulang dari bermain bola, Wahid Hasyim yang saat itu sedang suka menulis, acapkali mengirimkan essai tentang watak dan kebiasaan orang Baduwi ke majalah Jumhuriyah. Beliau belajar di kota suci selama kurang lebih sembilan tahun.

Sepulang dari Kota Mekkah, Muhammad Qasim kemudian pulang ke kampung halaman dengan menyandang nama baru, Datuk Haji Abdurrahman. Belum lama beliau menetap di Bali, Datuk Haji Abdurrahman merasa tidak nyaman karena ketika itu terjadi perpecahan di tengah masyarakat muslim Loloan yang di picu oleh perbedaan pandangan fiqh antara Ustadz Ali Bafaqih dan Ustadz Semarang, dua orang ulama yang lebih dahulu pulang dari kota Mekkah daripada beliau.

Berkelanalah, Lalu Kembali ke Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkelanalah, Lalu Kembali ke Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkelanalah, Lalu Kembali ke Kampung Halaman

Oleh karena itu beliau pun pergi ke Rembang dan mengaji kitab kepada Kyai Musthofa. Selain belajar kepada Kyai Musthofa, beliau juga belajar sejarah kepada Bisri Mushtofa yang tidak lain adalah teman sekamar beliau selama di Rembang. Namun tak selang beberapa lama beliau pindah ke Jombang untuk berjumpa dengan teman lamanya Wahid Hasyim.

Karena pertemanannya dengan Kyai Wahid Hasyim, keberadaan beliau di pesantren Jombang lebih diposisikan sebagai tamu daripada sebagai santri. Beliau sering disuruh memijat Kyai Hasyim Asy’ari dan acapkali mendapat bagian menjadi imam sholat karena keunggulan di bidang ilmu Tajwid Tajwid dan kefasihan bacaan al-Qur’an yang beliau miliki.

Tak selang beberapa lama, Datuk Haji Abdurrahman mengutarakan masalah yang membuatnya pergi meninggalkan kampung halamannya dan berniat untuk menetap di pesantren Kyai Hasyim. Namun keinginan tersebut tidak mendapat restu dari Kyai Hasyim Asy’ari. Menurut pendapat Kyai Hasyim umat Islam di Bali akan lebih membutuhkan kehadiran beliau ketimbang umat Islam di tanah Jawa. Setelah mendengar pendapat Kyai Hasyim Asy`ari tersebut, beliau pun kemudian pulang ke Bali dan mulai mengajarkan ilmu agama di Loloan Barat.

Attauhidiyyah Giren

Ketika awal-awal beliau menetap di pulau Bali, beliau aktif mengajar ilmu agama hingga ke daerah-daerah pelosok sebagai guru GAH (guru agama honorium). Namun setelah menderita sakit, beliau kemudian hanya mengajar di rumah hingga akhirnya pada tahun 1940 rumah kediaman beliau berubah menjadi pesantren diberi nama Darut Ta`lim.

Attauhidiyyah Giren

Di masa penjajahan Jepang, ketika terjadi perbedaan pendapat di antara ulama lokal dalam masalah fiqhiyah (yakni masalah didirikannya dua masjid dengn jarak yang berdekatan), Datuk Guru Ilyas mengirim surat kepada para pelajar Indonesia yang berada di Kota Mekkah untuk mendapatkan putusan hukum dari para Ulama yang ada di sana. Tak selang beberapa lama datanglah Kyai Wahab Hasbullah dari tanah Jawa sebagai jawabannya dengan membawa keputusan hukum.

Disamping membawa fatwa hukum, Kyai Wahab Hasbullah juga tampil menjajakan NU di tengah-tengah ulama lokal. Menurut Datuk Haji Abdurrahman Kyai berkata: “Saya ingin menjajakan saya punya obat kepada tuan-tuan, jika cocok alhamdulillah jika tidak cocok tidak apa-apa” dan obat yang dimaksud adalah Nahdhatul Ulama.

Dari pertemuan inilah Datuk Haji Abdurrahman kemudian terlibat aktif ke dalam pembidanan NU dan bersama-sama Datuk Guru Nuh dan Ustadz Ali Bafaqih mensosialisasikan NU kepada masyarakat muslim Bali. Ketika NU sudah menjadi Partai politik, mau tidak mau Datuk Abdurrahman yang sebenarnya merupakan ulama yang tidak suka dengan politik praktis akhirnya terlibat.

Setelah terjadi Gestapu, tepatnya pada tanggal 30 November 1965 Datuk Haji Abdurrahman menurunkan santri-santrinya bersma Anshor dan TNI untuk mengadakan penangkapan terhadap pentolan PKI yang mengadakan rapat rahasia. Dalam penggerebekan rapat rahasia PKI di Tegal Badeng (Ladang Hitam) dua orang sipil dan seorang tentara gugur tertembak oknum PKI. Salah seorang yang gugur tersebut adalah santri pesantren Darut Ta`lim, kang Paimin. Gugurnya tiga orang ini kemudian menjadi sebab terjadinya aksi balasan GP Anshor dan ABRI mengadakan penyerbuan terbuka keesokan harinya dan mengakibatkan ratusan anggota PKI mati terbunuh.

Setelah penyederhanaan partai menjadi GOLKAR, PPP dan PDI Datuk Haji Abdrurrahman pun meninggalkan arena politik. Beliau kembali tampil sebagai seorang ulama yang sabar, santun dan menjadi tempat bertanya masyarakat, ustadz-ustadz muda dan para ulama.

Sementara dalam mengelola pondok pesantren, beliau tetap mempertahankan pendidikan bandungan dan tidak mengembangkannya kepada model klasikal apalagi model pendidikan modern hingga beliau tutup usia pada 2003 di usianya yang ke 97. Karena beliau ingin hidup tidak dibedakan dengan masyarakat, beliau pun dimakamkan di pemakaman umum komunitas Bugis-Melayu yang terletak di kelurahan Loloan Timur. (Rifkil Halim Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Khutbah, Amalan, Syariah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 21 Juni 2012

Nahdliyin Kalbar Terbitkan Dua Buku

Pontianak, Attauhidiyyah Giren?

Produktivitas Nahdiyin Kalbar dalam penulisan buku tak perlu diragukan. Buktinya, Dr Ir H Gusti Hardiansyah M Sc GAM, Wakil Ketua PWNU Kalbar berhasil menerbitkan dua buku. Kedua buku itu berjudul REDD Peluang HPH Turunkan Emisi dan Turunkan Emisi GRK Kalbar.?

Nahdliyin Kalbar Terbitkan Dua Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Kalbar Terbitkan Dua Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Kalbar Terbitkan Dua Buku

"Terbitnya dua buku ini sebagai bukti kemampuan Nahdiyin dalam penulisan buku. Dua buku ini sangat bagus karena berkaitan dengan upaya pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca," kata Ketua PWNU Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie MTM di kediamannya, belum lama ini.

Dijelaskan M Zeet, selama ini yang namanya NU tak lari dari urusan agama. Namun, kalangan Nahdiyin di Kalbar, tak hanya bicara agama juga konsen bicara masalah lingkungan. Apa yang diperlihatkan Gusti Hardiansyah memperlihatkan nahdiyin memiliki sumber daya manusia andal berbicara lingkungan.

Attauhidiyyah Giren

Buku REDD (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation) Peluang HPH (Hak Penguasaan Hutan) Menurunkan Emisi dan Turunkan Emisi GRK (Gas Rumah Kaca) Kalbar tulisan Gusti Hardiansyah merupakan karya fenomenal. Sebab, jarang penulis ? menerbitkan buku di bidang emisi gas rumah kaca. Kalau buku bicara tentang agama memang banyak.

"Sebagai Ketua NU, saya bangga atas karya buku yang dipersembahkan oleh Gusti Hardiansyah. Karya buku itu diharapkan bisa menjadi referensi bagi perusahaan pemilik HPH maupun seluruh Pemda di Indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca," harap M Zeet yang juga Sekda Kalbar.?

Buku tersebut sejalan dengan Keputusan Presiden yang komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen tahun 2020. Gusti secara detail memberikan gambaran umum tentang cara bagi pemerintah daerah maupun masyarakat luas untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.?

Attauhidiyyah Giren

"Harapan saya, tak hanya Gusti yang berdedikasi tinggin untuk penyelamatan lingkungan hidup, melainkan juga Nahdliyin lainnya. Semakin banyak Nahdliyin memperlihatkan karya nyata, saat itulah kiprah NU semakin dirasakan oleh masyarakat," ujar M Zeet.

Di tempat sama, Gusti merasa senang bukunya disambut baik oleh M Zeet. Dua buku tersebut buah karya nya yang selama ini bergelut dengan kehutanan di Kalbar. Dia berharap, bukunya tersebut bisa memberikan pencerahan bagi pemilik HPH, Pemda, pemerhati lingkungan, dan masyarakat luas.

"Sebagai Nahdliyin, buku tersebut saya persembahkan untuk Indonesia. Semoga memberikan manfaat besar bagi Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya," harap Gusti yang juga Dosen Fakultas Kehutanan Untan Pontianak ini.?

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, Habib Attauhidiyyah Giren

Senin, 18 Juni 2012

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren, puasa Asyura (10 Muharram) dianjurkan oleh agama. Tetapi kita juga dianjurkan untuk berpuasa pada 9 Muharram (Tasu‘a) agar berbeda dengan umat Yahudi di masa lalu. Yang saya tanyakan, bolehkah kalau kita hanya mengamalkan puasa Asyuranya saja? Apakah ada keterangan agama perihal ini. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Nasir/Bali).

Jawaban

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Agama Islam menganjurkan dengan kuat agar kita berpuasa pada 10 Muharram atau yang dikenal dengan sebutan puasa Asyura. Keutamaan puasa Asyura begitu besar.

Attauhidiyyah Giren

Allah SWT akan mengampuni dosa setahun lalu orang yang berpuasa 10 Muharram. Masalah ini disinggung dalam Fathul Mu‘in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari.

Attauhidiyyah Giren

?) ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Disunahkan) puasa hari Asyura, yaitu hari 10 Muharram karena dapat menutup dosa setahun lalu sebagai hadits riwayat Imam Muslim. (Disunahkan) juga puasa Tasu‘a, yaitu hari 9 Muharram sebagai hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tasu‘a.’ Tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun depan setelah itu. hikmah puasa Tasu‘a adalah menyalahi amaliyah Yahudi. Dari sini kemudian muncul anjuran puasa hari 11 Muharram bagi mereka yang tidak berpuasa Tasu‘a. Tetapi juga puasa 11 Muharam tetap dianjurkan meski mereka sudah berpuasa Tasu‘a sesuai hadits Rasulullah SAW,” (Lihat Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz II, halaman 301).

Agar berbeda dari kaum Yahudi di masa Rasulullah, kita juga dianjurkan untuk berpuasa pada 9 dan 11 Muharram. Pasalnya, kaum Yahudi saat itu hanya berpuasa pada 10 Muharram. Lalu bagaimana kalau kita entah karena sebab tertentu atau tanpa sebab sekalipun mengamalkan hanya puasa Asyura? Bagi Madzhab Syafi’i, puasa Asyura saja tanpa diiringi puasa sehari sebelum dan sesudahnya tidak masalah.

? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Di dalam kitab Al-Umm, tak masalah hanya mengamalkan puasa Asyura saja) maksudnya, agama tidak mempermasalahkan orang yang hanya berpuasa 10 Muharram saja (tanpa diiringi dengan puasa sehari sebelum dan sesudahnya),” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Kota Baharu-Penang-Singapura, Sulaiman Mar‘i, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 266).

Keterangan ini bukan berarti menyamakan Muslim yang mengamalkan hanya puasa Asyura dan kaum Yahudi. Anjuran untuk berpuasa sehari sebelum dan sesudah Asyura bersifat penyempurnaan saja terhadap Asyura. Sedangkan Muslim yang mengamalkan hanya puasa Asyura saja itu sudah bagus. Kita tidak perlu menuduh mereka dengan sebutan “Muslim rasa Yahudi”. Sudah bagus ia mau mengamalkan puasa Asyura, sunah Rasulullah SAW.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Nahdlatul, Makam Attauhidiyyah Giren

Rabu, 25 April 2012

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Sumedang, Attauhidiyyah Giren?

Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin (Yapisma) pada Rabu (16/11) menyelenggarakan pelatihan motivasi tenaga pengajar di Aula MTs Plus Al-Hikam. Kegiatan yang bertema "Nyalakan api motivasi dalam diri, gurunya hebat muridnya dahsyat" ini dihadiri seratus peserta. Mereka merupakan tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di Yapisma.

Ketua Yapisma H Sadulloh menyampaikan bahwa saat ini Yapisma sudah mempunyai empat belas lembaga pendidikan. Setiap tahunnya tenaga pendidik yang berada di lembaga pendidikan tersebut selalu diberikan pelatihan untuk menambah wawasan keilmuannya.?

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Untuk tahun ini, kata Ketua PCNU Kabupaten Sumedang ini, sengaja mengambil tema tentang motivasi dengan tujuan supaya semangat guru-guru dalam mengajar dan mendidik siswanya lebih tinggi lagi.

Meluruskan dan memompa motivasi guru dalam mengajar dan mendidik sangatlah perlu. Contoh saja, jangan sampai ada tenaga pendidik di Yapisma mempunyai motivasi asal orang tua siswa senang dengan cara memberikan nilai di raport dengan nilai tinggi, sementara kualitas siswanya sangat rendah.?

Attauhidiyyah Giren

“Yapisma menginginkan lulusan yang sekolah di Yapisma mempunyai kualitas yang bagus. Makanya tema kegiatan training motivasi hari ini yaitu gurunya hebat muridnya dahsyat,” tutur H Sadulloh.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yapisma KH Muhammad Aliyuddin memberikan arahan kepada semua peserta training motivasi bahwa syarat mencari ilmu ada lima, yaitu harus diam ketika duduk di majelis ilmu, mendengarkan, menyimak, mengamalkan, dan menyebarkan. Jangan sampai ilmu yang didapat hari ini hanya di dengarkan saja, tapi harus ada aplikasinya dalam kehidupan kedepannya.

Attauhidiyyah Giren

Kiai Aliyuddin juga memberikan nasihat kepada semua guru, bahwa paling besar dosa seorang guru yaitu ketika guru tersebut tidak mampu menyelesaikan materinya sesuai batasan materi. Artinya kalau dalam satu semester ada empat bab materi, maka keempat bab tersebut harus betul-betul tersampaikan pada semester tersebut, supaya terhindar dari dosa guru. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren, Kiai Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 April 2012

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan konsep charter school? atau sekolah swasta yang didanai pemerintah dapat menjadi solusi pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah yang luas.

"Dengan konsep ini, pemerintah mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya," ujar Indra di Jakarta, Senin (19/9).

Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Dia menjelaskan pemerintah mendanai sekolah-sekolah swasta yang kekurangan dana dalam pengoperasiannya. Selama ini, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup karena kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas yang lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.

"Sekolah dengan konsep seperti itu dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar," kata Direktur Utama PT Eduspec Indonesia itu.

Attauhidiyyah Giren

Selama ini, sekolah negeri juga belum mampu menampung keberadaan jumlah murid. Dibandingkan harus membuat sekolah baru, lanjut dia, lebih baik mengembangkan konsep seperti itu.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan swasta sudah ada sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Namun kini terjadi kesenjangan antara sekolah swasta yang selama ini memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi sekolah swasta akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

Attauhidiyyah Giren

Meskipun permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik.

"Pendidikan memegang bidang strategis dalam membangun dan mencerdaskan suatu bangsa, maka dari itu kelalaian dalam mengembangkan dan membangun suatu pendididkan yang berkualitas akan berakibat fatal dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang diharapkan bagi kemajuan bangsa" kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Suparwanto. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, Humor Islam Attauhidiyyah Giren

Jumat, 13 April 2012

Takbir Keliling Pengungsi di Seminari

Sleman, Attauhidiyyah Giren

Posko Merapi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) bagian pendampingan anak mengadakan takbir keliling. Takbir Keliling yang digelar pada malam Idul Adha (16/11) diadakan di dua tempat, posko Seminari Kentungan, jalan Kaliurang kilometer 7,3 dan di posko di Desa Tlogogdadi, Turi, Sleman.



Takbir Keliling Pengungsi di Seminari (Sumber Gambar : Nu Online)
Takbir Keliling Pengungsi di Seminari (Sumber Gambar : Nu Online)

Takbir Keliling Pengungsi di Seminari

Koordinator devisi pendampingan anak Posko PWNU, Ghozi Nurul Islam, mengatakan anak-anak yang turut serta mengikuti takbir keliling dari posko Seminari berjumlah 75, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sedangkan yang di Tlogodadi tidak kurang dari 90 anak.

“Takbir keliling ini salah satu bentuk aktivitas untuk mengurangi kejenuhan anak-anak. Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan tradisi takbir keliling. Ini tradisi bagus. Ya, olah raga juga. Mengenal lingkungan tempat tinggal semenentara. Pokoknya ini banyak manfaatnya, meskipun tanggal yang tertera di spanduk salah, mestinya 10 Dzulhijjah, tapi ditulis 9,” ujar Ghozi sambin tersenyum.

Attauhidiyyah Giren

“Anak-anak tampak senang diajak jalan-jalan, putar-putar kampung, bawa obor, menabung alat musik seadanya, sambil bertakbir,” tambanya. 

Attauhidiyyah Giren

Dalam kesempatan itu, Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Yogyakarta, Mohammad Zaimul Umam, menyatakan acara takbir keliling di Seminari Kentungan ini membuktikan bahwa pengungsi muslim yang ditampung di Seminari yang Katolik tidak ada masalah.

“Kami yang muslim dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan leluasa. Dan mereka yang Katolik, yang jadi tuan rumah, juga merasa nyaman, tidak ada yang merasa terganggu. Takbir keliling ini kreasi kita semua. Kami punya ide, mereka mendukung,” kelas Zaimul Umam yang turut takbir keliling di Seminari. (mz/hh)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Kiai, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Kamis, 12 April 2012

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Laksamana Cheng Ho, tokoh legendaris dari bangsa Tionghoa turut menyebarkan Islam melalui ekspedisi maritimnya. Di Nusantara, Cheng Ho bahkan hingga 7 kali melakukan pelayaran selain ke penjuru dunia lainnya, mulai dari Laut China Selatan, Samudera Hindia, Teluk Persia, hingga Afrika.

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim

“Bahkan Cheng Ho dan pasukannya menurut penelitian, Gavin Menzies tahun 2012 lebih dulu menemukan Benua Amerika dibanding Christoper Columbus,” ungkap Guru Besar Universitas Nanking, Tiongkok, Profesor Chi Min Tan dalam Seminar Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara, Selasa, (28/7) di Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta.

Dalam acara yang dirangkai dengan Halalbihalal PBNU ini, Profesor Tan memberi penekanan pada persoalan, mengapa Cheng Ho melakukan ekspedisi maritim, selain analisis penting lainnya tentang sosok Cheng Ho.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa Cheng Ho melakukan ekspedisi maritim hingga ke penjuru dunia terutama ke Nusantara.

Attauhidiyyah Giren

“Cheng Ho hidup pada zaman Dinasti Ming, saat itu kekaisaran sedang mencari salah satu pejabat bernama Ching Wen. Bisa saja Cheng Ho ditugaskan oleh negara untuk mencarinya,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, kekaisaran berusaha memamerkan kekuatan militer laut Dinasti Ming melalui pelayaran maritim Cheng Ho. Kemudian, imbuhnya, ekspedisinya juga bisa saja karena alasan perdagangan, membangun persekutuan Islam, untuk menghadapi negeri-negeri lain, memabasmi perompak di lautan, memperkuat hubungan persaudaraan antar-bangsa, alasan ekonomi perdagangan, serta penguatan militer di laut.?

“Namun argumentasi tersebut bisa dikritisi. Misal, pencarian pejabat Ching Wen yang tidak mungkin dilakukan berkali-kali dengan mengelilingi laut hingga ke penjuru dunia,” ucapnya.

Begitupun alasan kemiliteran, karena Cheng Ho melakukan ekspedisi tidak untuk berperang dan menjajah negara lain sebab kapalnya tidak banyak. Selain itu, kekaisaran juga bertanya-tanya, mengapa banga lain tidak masuk ke Tiongkok. Kekaisaran menduga karena banyak perompak yang bertebaran di laut. Oleh karena itu, Cheng Ho ditugaskan oleh negara untuk membasmi perompak-perompak tersebut.

Kemudian persoalan, apakah Cheng Ho berlabuh ke Amerika, Profesor Tan menerangkan, bahwa jika dalam ekspedisinya yang ke-6 pada tahun 1421 M Cheng Ho berlayar ke Benua Amerika menurut penelitian Gavin Menzies, berarti Cheng Ho 10 tahun lebih awal dari Christhoper Columbus.

“Namun, selama ini belum ada catatan yang menerangkan hal itu sehingga tidak ada dasar dan pemikiran seperti itu. Lepas daripada itu, Cheng Ho mempunyai posisi yang sangat penting di dunia maritim Tiongkok,” ujarnya menandaskan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Cerita, Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

Minggu, 18 Maret 2012

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Jakarta, Attauhidiyyah Giren
Gerakan NU yang dimulai pada tahun 1926 telah berhasil mengembangkan dakwah dalam bidang keagamaan, mendirikan berbagai pesantren yang telah menyebar ke seluruh Indonesia. NU juga pernah menjadi partai politik dan mendirikan partai politik, namun NU masih harus berjuang dalam mengembangkan ekonomi ummat.

“Nahdlatut Tujjar yang merupakan bagian cari cikal bakal berdirinya NU merupakan gerakan ekonomi. Karena itu, NU harus kembali ke semangat awalnya ini,” tandas sekretaris Lakepesdam Yahya Maksum (6/6).

Basis NU sebagian besar terdiri dari petani dan nelayan yang hidup di pedesaan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan daerah pantai pesisir utara, Cirebon dan lainnya. Jika mereka tidak berdayakan NU akan tetap terpinggirkan.

Yahya berpendapat dalam hal ini, lembaga-lembaga NU yang membidaninya seperti Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LP2NU), Lembaga Perekonomian NU dan lembaga terkait lainnya yang harus proaktif. “Mereka dapat membangun jaringan dan melakukan advokasi kepada masyarakat, membangun koperasi dan lainnya,” tandasnya.

Untuk saat ini yang melakukan hal tersebut LSM-LSM yang banyak dikelola oleh anak muda NU sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sipil.

Saat ini wacana pengembangan ekonomi selalu mengemuka dalam berbagai acara NU. Namun implementasinya masih belum banyak berhasil. Yahya mengungkapkan bahwa memang hal tersebut tak cukup sekedar wacana, tetapi juga harus menjadi ideologi dan dioperasionalkan sehingga dapat menjadi gerakan besar di NU.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Jadwal Kajian Attauhidiyyah Giren

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Rabu, 07 Maret 2012

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Bahasa adalah jembatan kompetisi. Demikian salah satu entri poin bagi SMK Ma’arif 5 Gombong, Kebumen, Jawa Tengah ketika menyiapkan peserta didiknya dalam memenangkan kompetisi global.?

Alasan itulah yang mendasari SMK Ma’arif 5 Gombong mengadakan Mastering Sistem, yakni pengajaran secara intensif materi pelajaran Bahasa Inggris untuk seluruh siswa SMK Ma’arif 5 Gombong.

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif 5 Gombong Terapkan Pengajaran Intensif Bahasa Inggris

Hal tesebut diungkapkan Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahmad Sobirin, Selasa (1/11) siang di Kantor Redaksi Attauhidiyyah Giren, Jakarta.

“Kegiatan Mastering Sistem bekerjasama dengan tutor Bahasa Inggris dari Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan selama sebulan yaitu dari 27 Oktober sampai 23 November mendatang,” terang Sobirin.

Attauhidiyyah Giren

Ia menambahkan ada empat orang tutor dari Kampung Inggris Pare yang diterjunkan melatih para siswa di sekolah yang terletak di pinggiran Kota Gombong, berjarak 22 kilometer dari pusat Kota Kebumen itu. Ada pun jumlah siswa adalah sebanyak 487 dari empat jurusan..

“SMK Maarif 5 Gombong memiliki 4 program studi atau jurusan yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran/Sekretaris, Teknik Kendaraan Ringan, dan Multimedia. Semua siswa jurusan itu kami libatkan. Kami ingin menambah skill mereka dalam berbahasa Inggris dengan metodologi yang berbeda, tidak sekadar teori, namun lebih ditekankan ke conversation,” kata aktivis NU yang juga menjabat Wakil Ketua MWCNU Gombong Bidang Pengkaderan.

Menurut Sobirin, dengan metode conversation, siswa diajak langsung berbicara dalam bahasa Inggris. Pemberian pengetahuan grammar dan kosa kata, dilakukan di sela-sela atau mengiringi saat metode conversation.

“Jadi metode tersebut akan menumbuhkan keberanian dan kepercaayaan diri para siswa dalam berahasa Inggris,” tutur Sobirin.

Attauhidiyyah Giren

Kegiatan Mastering Sistem terbagi dalam beberapa waktu. Untuk siang hari, pelatihan diberikan dari pukul 13.00 hingga 17.00, terbagi dalam dua termin atau sesi. Sesi pertama pukul 13.00-15.00. Dan sesi kedua pukul 15.00-17.00.?

“Kami juga memiliki siswa yang mukim karena SMK Ma’arif 5 termasuk SMK berbasis komunitas pesantren. Jadi kami ada Pondok Pesantren Annahdiyah 5 Gombong. Untuk siswa yang mukim, pelatihan dan praktik Bahasa Inggris ditambahkan pada jam delapan sampai sepuluh malam. Juga ada sesi pagi yaitu dari jam empat sampai enam pagi,” kata Sobirin.

SMK Ma’arif 5 Gombong berdiri pada 17 Mei 1999. Terletak di Jalan Lingkar Selatan 32 Desa Patemon, SMK Ma’arif 5 Gombong memiliki akreditasi ISO 9001 2008. Sejak April 2016, sekolah ini menempati lokasi yang merupakan aset PBNU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

Rabu, 29 Februari 2012

Belajar dari Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikhah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?

Belajar dari Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikhah (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikhah (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikhah

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Attauhidiyyah Giren

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah radliyallahu anh bahwa kelak pada hari Kiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada tujuh (golongan) orang. Salah satunya adalah golongan laki-laki? yang ketika? diajak berbuat maksiat oleh seorang perempuan terhormat dan? cantik, dia menolaknya sebagaimana disebutkan dalam cuplikan hadits berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attauhidiyyah Giren

Artinya: “Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh wanita yang cantik dan terpandang lalu menolaknya dengan mengatakan: ”Aku takut kepada Allah”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Apabila ada seorang laki-laki seperti digambarkan dalam hadits tersebut, pastilah ia adalah seorang laki-laki yang luar biasa. Disebut luar biasa sebab pasti ia memiliki kelebihan-kelebihan tertentu. Secara fisik, pastilah ia sangat menarik sehingga seorang perempuan yang memiliki kedudukan dan berwajah cantik pun merasa tergiur dengan ketampanan dan kegagahannya. Tetapi dengan kuatnya iman di dada laki-laki itu, ia menolak ajakan tersebut karena merasa takut kepada Allah SWT.

Apa yang digambarkan dalam hadits itu, mengingatkan kita kepada kisah Yusuf? yang kelak menjadi seorang nabi dan rasul. Waktu itu Yusuf? masih muda belia? dimana beliau digoda oleh Zulaikhah, istri Kepala Kepolisian Negara Mesir pada jaman itu. Sebagai istri pejabat, Zulaikhah tidak saja terhormat dan berharta tetapi juga sangat cantik. Ia sanggup memberikan apa saja kepada Nabi Yusuf dengan segala kelebihan, kewenangan dan fasilitas yang dimilikinya. Namun demikian, meskipun posisi Yusuf cukup lemah karena statusnya sebagai pembantu rumah tangga bagi keluarga Zulaikhah,? beliau sanggup dan mampu menolak godaan-godaan dari sang? majikan itu hingga akhirnya? selamat dari jebakan kemaksiatan karena senantiasa ingat kepada Allah SWT.

Penolakan Nabi Yusuf atas ajakan Zulaikhah untuk melakukan perzinaan di atas diungkapkan oleh Zulaikhah sebagaimana dapat kita temukan dalam Al Qur’an Surah Yusuf, ayat 32:

? ? ? ? ?

Artinya: “Dan sesungguhnya aku (Zulaikhah)? telah menggoda dia (Yusuf)untuk aku tundukkan dirinya, akan tetapi dia menolakku.”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Kisah penolakan Nabi Yusuf atas ajakan Zulaikhah untuk berselingkuh dapat dijadikan pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat kita sekarang dimana nilai-nilai moral dan ketaatan kepada Allah SWT terus mengalami penurunan, perselingkuhan semakin sering terjadi di mana-mana seiring dengan meningkatnya kemajuan dalam segala bidang. Terlebih sekarang dimana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan-kemudahan yang luar biasa kepada semua orang. Maka kesadaran kita untuk selalu waspada terhadap godaan-godaan perselingkuhan harus terus ditingkatkan.? ?

Namun dalam kasus Nabi Yusuf dan Zulaikhah tersebut, ajakan perselingkuhan barangkali tidak ada kaitannya dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Ajakan itu lebih disebabkan karena mereka hidup dalam satu rumah dimana kedudukan Zulaikah di rumah itu lebih tinggi, yakni sebagai istri majikan yang bernama Tuan Futhifar. Sebagai majikan, Zulaikhah tentu sering berinteraksi dengan Nabi Yusuf dalam kehidupan sehari-hari di rumah itu. Kepribadian Nabi Yusuf yang sangat santun dengan wajah yang sangat tampan inilah? yang membuat hati Zulaikhah secara diam-diam jatuh hati padanya.

Ketika ada kesempatan untuk menggoda Nabi Yusuf, yakni ketika sang suami tak ada di rumah, Zulaikhah benar-benar tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya, lalu secara terbuka menggoda Nabi Yusuf. Beruntunglah dan selamatlah mereka berdua karena Nabi Yusuf menolak untuk berzina. Untuk menghindar dari godaan-godaan perzinaan, Nabi Yusuf kemudian berdoa kepada Allah SWT agar beliau dimasukkan? ke dalam penjara sebagaimana termaktub dalam Surah Yusuf, ayat 33:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."

Setelah? berdoa seperti itu, Nabi Yusuf dipenjarakan atas perintah suami Zulaikhah meski beliau tidak bersalah. Tapi memang begitulah doa Nabi Yusuf kepada Allah agar dijauhkan dari Zulaikhah. Dengan dimasukkannya Nabi Yusuf? ke dalam penjara, maka terbentuklah opini publik bahwa dalam kasus percobaan perzinaan antara Zulaikhah dan Nabi Yusuf, Nabi Yusuflah yang bersalah.? Beliau tidak keberatan dengan opini publik seperti itu meski beliau jelas-jelas tidak bersalah. Bagi Nabi Yusuf menghindari perzinaan itu lebih penting dari pada sekedar mempertahankan nama baik beliau. Kesediaan beliau untuk dipenjara juga beliau maksudkan untuk menjaga nama baik dan kehormatan keluarga majikannya.? Beliau meyakini bagaimanapun Allah lebih tahu tentang hal yang sebenarnya terjadi.

Allah benar-benar mengabulkan doa Nabi Yusuf dengan memasukkannya ke dalam penjara sebagaimana dikisahkan dalam? Surah Yusuf, ayat 34:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka Tuhannya memperkenankan do`a Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Banyak hal bisa kita ambil pelajaran dari kasus Nabi Yusuf dan Zulaikhah ini.? Pertama,? setan akan selalu menggoda kepada laki-laki maupun perempuan untuk melakukan perzinaan. Maka sepatutnya kita berhati-hati dalam mempekerjakan seorang pembantu dalam keluarga kita. Sebaiknya kita pilih seorang pembantu, atau apalah namanya,? yang secara fisik tidak cukup menarik; bisa karena faktor usia yang sudah agak lanjut; atau faktor penampilan fisik yang tidak mempesona karena tidak cukup tampan ataupun cantik.? Seorang suami tidak sebaiknya mencarikan pembantu laki-laki yang cukup tampan bagi istrinya. Demikian pula tidak sebaiknya seorang istri mencarikan pembantu yang cukup cantik untuk suaminya. Semuanya itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan karena setan selalu menggoda manusia setiap saat.

Kedua, pihak yang mengawali dalam menggoda lawan jenis untuk melakukan perzinaan tidak selalu laki-laki. Bisa saja yang memulai menggoda adalah pihak perempuan sebagaimana Zulaikhah. Hal ini bisa terjadi karena pihak perempuan berada dalam posisi yang lebih kuat baik secara sosial maupun ekonomi. Dengan kata lain, seorang perempuan yang memiliki kedudukan? lebih tinggi? ? dari pada seorang laki-laki yang tampan dan muda serta berada dibawah kekuasaannya, akan? menghadapi kemungkinan lebih besar untuk tergoda. Maka kewaspadaan diri dengan selalu mengingat Allah SWT menjadi sangat penting sebagai benteng iman.

Kemaksiatan sesungguhnya tidak akan terjadi begitu saja tanpa adanya niat dan kesempatan untuk melakukannya. Jika niat ada, tetapi tidak ada kesempatan, maka suatu kemaksiatan sulit terlaksana. Sebaliknya,? jika kesempatan ada, tetapi tidak ada niat, maka suatu kemaksiatan juga sulit terjadi. Oleh karena itu, usaha kita untuk tidak menciptakan kesempatan demi menghindari terjadinya perzinaan dalam rumah tangga kita menjadi hal penting yang secara terus menerus harus selalu kita lakukan.

Dalam kaitan itu, para orang tua hendaknya juga memperhatikan kamar-kamar bagi anak-anaknya. Kamar bagi anak laki-laki dan anak perempuan harus terpisah dengan dilengkapi pintu yang cukup menjamin kenyamanan dan keamanan. Ini semua untuk menghidari terciptanya kesempatan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan sebab setan selalu menggoda manusia kapan saja dan di mana saja.

Ketiga, terkait dengan hadits tersebut bahwa Allah SWT akan memberikan perlindungan di hari Kiamat kepada siapa saja? yang menolak berzina, maka? siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki, yang menolak berzina sebagaimana Nabi Yusuf dengan alasan takut kepada Allah SWT, akan? mendapat perlindungan dari Allah SWT. Mereka dijamin keselamatan dan kenyamanannya oleh Allah SWT sebagaimana seorang pemimpin yang adil; seorang pemuda yang menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah SWT; seseorang yang hatinya selalu bergantung atau terikat? pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT lalu berkumpul dan berpisah kerana Allah; orang-orang yang selalu ikhlas dalam bersedekah; dan seseorang yang ketika berdzikir kepada Allah dalam kesendiriannya selalu meneteskan air matanya.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Semoga apa yang telah saya uraikan di atas dapat mengingatkan kita semua untuk selalu waspada terhadap kemungkinan adanya godaan-godaan perzinaan dalam lingkungan kita masing-masing.? Banyak kasus perzinaan terjadi di tengah-tengah masyarakat? karena kurangnya kewaspadaan dan lemahnya iman kepada Allah SWT. Maka iman dan kewaspadaan harus selalu kita jaga dan kita tingkatkan terus menerus agar kita mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akherat. Amin... amin... ya rabbal alamain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 15 Februari 2012

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Sampang, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memberikan bantuan awal kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada Ahad (28/2). Bantuan diserahkan melalui Pengurus Cabang LPBINU Kabupaten Sampang.

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Bantuan tersebut berupa paket makanan, air minum dan pembalut wanita untuk 750 orang. Rencananya akan didistribusikan ke empat lokasi yaitu Desa Tanggumong, Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar. Empat lokasi tersebut dipilih berdasarkan jumlah dan besarnya dampak yang ditimbulkan.

Seperti diketahui, sejak Jumat, 26 Februari? siang, sedikitnya 13 desa dan kelurahan di Kabupaten Sampang dilanda banjir disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga sungai Kemuning meluap ke pemukiman penduduk. Kondisi tersebut diperparah kondisi laut yang pasang, sementara posisi Kota Sampang lebih rendah dari permukaan laut.

Attauhidiyyah Giren

Menurut data dari BPBD Sampang hingga Sabtu malam (27/2) tak kurang dari 11.468 KK atau kurang lebih 34.225 jiwa terdampak langsung oleh banjir tersebut. Rata-rata rumah mereka terendam setinggi 1 hingga 2 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, masyarakat dan berbagai pihak termasuk PC LPBI NU Sampang beserta Keluarga Besar NU Sampang telah mendirikan sejumlah posko dan membagikan sejumlah bantuan. Bupati Sampang juga telah menetapkan status tanggap darurat banjir yang berlaku hingga 12 Maret 2016.

Attauhidiyyah Giren

Menyambut bantuan dari PP LPBI NU, Ketua PC LPBI NU Sampang, Mohamad Jailani, mewakili penerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan PP LPBI NU ini sangat diperlukan dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.

PC LPBI NU Sampang sendiri telah membuka posko dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Mengingat besar dan luasnya dampak bencana banjir, PC LPBI NU Sampang juga berharap bantuan dari semua pihak untuk dapat didistribusikan di daerah terdampak banjir di Sampang.

Begitu juga Pengurus PCNU Kabupaten Sampang KH Sholahurrabbani mengucapkan terima kasih kepada PP LPBI NU, dan akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak banjir di Sampang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri, Cerita, Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Kamis, 05 Januari 2012

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 bertepatan 21 Januari 1973, penulis mendampingi Subchan ZE keliling balad Jeddah. Di dalam mobil, penulis dengan lugu bertanya: "Di koran pak Subchan diberitakan akan kawin. Dengan siapa, Pak?". "Betul, tapi yang mau kawin itu pikiran Subchan dengan pikiran Soeharto", jawabnya.

Lalu tanya penulis: "Bagaimana dengan isu miring bahwa Pak Subchan punya hobi ke dumang, dunia remang-remang, klub malam. Kan bapak seorang tokoh NU?"

Jawabnya: "Subchan ZE Wakil Ketua MPRS-RI itu selalu berada di tempat tidak jauh dari mobil B 4 parkir. Termasuk di night club itu betul tetapi ingat, sebagai Wakil Ketua MPRS, petinggi NU, dan seorang Muslim pada dasarnya adalah Muballigh, yang harus menyampaikan pesan Rasul walau hanya seayat. Coba siapa dari para kiai dan atau dai yang berani tanpa sembunyi-sembunyi nyambang tempat remang-remang untuk antarkan nasihat, nanting kembali ke jalan yang benar. Bukankah dakwah justru lebih dibutuhkan di tempat seperti itu daripada di mesjid dan surau?”

“Harus diingat,” sambungnya, “bahwa apapun yang kita lakukan, niat adalah hal pokok. Maka bulatkan tekad bahwa segalanya diniatkan untuk ibadah pada Allah dalam berkhidmah melayani kepentingan umat. Serahkan diri artinya niatkan semuanya hanya untuk memperoleh ridlo Allah sehingga kelak bisa menemuiNya dengan hati yang damai.”

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Tokoh NU Subchan ZE

Ia lantas mengutip ayat ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? laa yanfau maalun wa laa banuuna illaa man ata-Llaaha bi-qalbin saliim, yakni: tidak akan berguna harta dan anak keturunan kecuali siapa yang datang menemui Allah dengan hati yang damai. Dan menyampaikan petikan hadits ? ? Ad-Diinu nashiihah. Agama adalah nasihat.

“Maka nasihatku, jika nanti kamu berniat terjun kiprah di politik, tebalkan terlebih dahulu bantalanmu. Jangan heran dan jangan gamang, jika datang menerpamu isu masuk partai untuk memperkaya diri. Lihatlah nanti setelah saya istirahat panjang, apakah saya masuk NU untuk memperkaya diri ataukah benar untuk berkhidmat bagi kepentingan umat? Kini saatnya, kuingin bangun hotel di Mekkah. Kumau istirahat panjang."

Subhanallah, Pak Subchan ZE ternyata bukan hanya politikus ulung, tetapi juga kiai yang mumpuni. Ketika ditanya, "Kenapa Pak Subchan tidak membalas balik serangan pihak yang mendiskreditkan?" Jawabnya: "Man satara musliman satarahulLaahu fid-dunyaa wal-aakhiroh. Siapa menutupi (cela/aib/keburukan) seseorang Muslim maka Allah menutupi (cela/aib/keburukan)-nya di dunia dan akhirat.”

Attauhidiyyah Giren

Dari sejak pagi perjumpaan hari itu, penulis sudah menyampaikan keinginan teman-teman agar Pak Subchan berkenan singgah di gubuk kami di Baghdadiyah Jeddah, dekat Hotel AlAttas. Maka adalah sebuah "barokah", kebetulan ketika itu tak satu pun kamar hotel di Jeddah yang kosong, maka Pak Subchan tidak memiliki alasan untuk tidak singgah ke gubuk tempat kami para kerabat mahasiswa/alumni Timur Tengah kumpul-kumpul.

Selanjutnya, setelah qailuulah atau tidur siang sejenak, kemudian mandi sore dan shalat, seraya mengikat tali sepatu beliau bersenandung, "Yang hilang tak kan kembali..." Serta merta penulis bilang: "Wah, Pak Subchan, bisa-bisa ngalahin Bob Tutupoli!"Sambil tersenyum lebar beliau merespon: "Oh ya? Tapi janganlah.. Kasihan nanti para penyanyi bisa kehilangan job."

Kemudian beliau berpamitan untuk ke Mekkah dan Medinah menggunakan mobil Mercides warna putih milik Pak Abdullah Sumbawa, didampingi Pak Faisal Rochlan (adik beliau) dan Pak Nur (pemilik Percetakan Menara Kudus). Penulis ingat persis, hari Ahad 16 DzulHijjah 1392 atau tanggal 21 Januari 1973, sudah berselang empat dasawarsa lebih, tapi rasanya seakan baru saja kemarin beliau tiga kali menoleh ke penulis dan teman-teman seraya berucap: "Selamat tinggal... Fii AmaanilLaah!"

Attauhidiyyah Giren

Usai maghrib, ketika itu bersama keluarga Cak Bakrin Kafi, penulis sedang menjamu Kepala Inkopad, Pak Brigjen Djoko Basoeki sekeluarga, datanglah sahabat penulis bernama Yazid Ramli dari Mekkah membawa berita dukacita. Di luar pintu Yazid Ramli memeluk lunglai penulis yang dengan suara lirih bertanya: "Kenapa? Pak Subchan?!" Berbareng kami mengucap lirih: "Innaa lilLaahi wa innaa ilaiHi roojiuun".

Malam itu Cak Bakrin Kafi dan penulis tidak sampai hati untuk menginformasikan berita duka cita itu ke Pak Brigjen Djoko Basoeki, yang pamitan mau terbang ke Amerika untuk suatu tugas, dan keluarga terbang pulang ke Jakarta.

Musim haji tahun 1392/1973 itu Amiirul-Haj Indonesia adalah Pak Jenderal Amir Machmud, Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Umum Golkar. Maka tentunya dapat dibayangkan, isu politik seperti apa yang sangat mungkin serta merta dapat mencuat menjelma menjadi malapetaka amat dahsyat di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur, belahan Nusantara basis kaum santri dan Nahdliyiin. Karena itu, penulis segera mencoba-yakinkan Cak Bakrin Kafi, putra Kiai Cholil Bangkalan Madura, untuk melakukan tindakan darurat demi keamanan situasi negeri tercinta dengan menangkal kemungkinan hembusan fitnah. 

Alhamdulillah Cak Bakrin tanggap, maka malam itu juga bersama penulis ke Telkom Jeddah (musim haji buka 24 jam) mengirim dua telegram (isi berita sama, yaitu: "kilat":

"Innaa lilLaahi wa innaa ilaihi raajiuun, telah berpulang ke rahmatulah SWT almarhum haji Subchan ZE karena kecelakaan murni, ulangi karena kecelakaan murni, di Wadi Fatmah dalam perjalanan darat dari Mekkah ke Medinah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta mengampuni segala dosanya dan membangunkan tempat mulia di taman surgaNya, sementara ahli keluarga dan kita yang ditinggalkan tetap tabah, tawakkal dan tulus ikhlash mendoakannya disertai membaca al-faatihah. Demikian, Bakrin Kafi dan Muzammil Basyuni) masing-masing dialamatkan ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya - Jakarta Pusat; dan

Keluarga Bapak Subchan ZE. AlMarhum, Jl. Banyumas No.4, Menteng, Jakarta Pusat.

Sopir Pak Subchan ZE, yaitu Syauqi Thohir Rochili, putra Pengasuh Ponpes AtTahiriyah  Kampung Melayu, Jatinegara, sempat ditahan di penjara, lalu dibebaskan atas permohonan keluarga AlMarhum. 

Subhanallah, Maha Suci Allah. Waktu itu dua sesepuh: Al-Mukarram KH. Bisri Syamsuri, Rais Aam NU (yang mengskors Pak Subchan ZE dalam kepengurusan struktural PBNU); dan Al-Mukarram KH Ali Maksum, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogya, guru besar penulis, juga menunaikan haji bersama keluarga.

Sungguh amat mengharukan ketika di acara Tahlil di Bait Indonesia Jiyad Mekkah, Al-Mukarram Rais Aam NU meminta kesaksian para hadirin atas pernyataan beliau merehabilitasi nama harum Pak Subchan ZE rahimahullaah, dan secara eksplisit juga menyatakan mencabut keputusan skorsnya tersebut di atas. 

Dan penulis bersyukur bahwa pada malam itu Al-Mukarram KH Ali Maksum telah berkenan untuk melakukan Talqiin keesokan harinya bakda dluhur, pada acara pemakaman Almarhum di Mala Mekkah.

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar, Pak Subchan ZE telah memperoleh restuNya membangun "hotel"-nya di Mala Mekkah dan istirahat panjang.

 

                          ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Yaa ayyatuhan-nafsul-muthmainnah. Irjiii ilaa Rabbiki râdliyatan mardliyyah.. fadkhul fî ibâdî wadkhulî jannatî."

 

 

Muzammil Basyuni. Dubes RI untuk Rep. Arab Suriah 2006-2010.

Arinda, 21 Januari 2011.

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Habib Attauhidiyyah Giren