Rabu, 09 November 2011

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Surabaya, Attauhidiyyah Giren

Sidang pleno pemilihan ketua umum GP Ansor putaran kedua menetapkan Nusron Wahid sebagai ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggantikan Saifullah Yusuf yang telah menjabat selama dua periode.

Nusron memeroleh 345 suara, unggul atas Warwan Ja’far yang hanya memeroleh 161 suara dari total 512 suara. Sementara 6 suara lainnya dinyatakan blangko.

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Nusron yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan memimpin Ansor selama lima tahun mendatang, periode 2011-2016.

Attauhidiyyah Giren

Usai terpilih, Nusron menyatakan akan membawa Ansor tidak hanya berkutat pada persoalan nasional, tetapi juga internasional,“Ke depan, Ansor tidak hanya akan ikut memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia, melainkan juga bangsa dunia,” katanya bersemangat.

Attauhidiyyah Giren

Dikatakannya, Islam Indonesia adalah potret Islam dunia yang direpresentasikan oleh NU. Maka Ansor harus siap mengawal ajaran-ajaran Islam yang telah dikembangkan oleh NU.

Kepada para peserta kongres ia berharap dapat terus mengawal hasil-hasil kongres agar bisa direalisasikan dalam kepengurusan Ansor yang ia pimpin. “Ke depan saya tidak perlu dipuji tapi kritik saya, tagih janji-janji saya,” katanya.

Sebelumnya pada pemilihan putaran pertama memunculkan lima nama Yakni Nusron Wahud, Marwan Ja’far, Khotibul Umam Wiranu, Syaifullah Tamliha, Munawar Fuad Noeh, Malik Haramain dan Chairul Shaleh Rasyid.

Sesuai ketentuan bahwa calon yang bisa maju putaran kedua adalah memeroleh minimal 99 suara maka dipastikan calon ketua umum mengkrucut pada nama Nusron dan Marwan. Pada putaran kedua Nusron yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menang atas Marwan yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB. (hdy/nam/was/arm/ful)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Meme Islam, Humor Islam, Doa Attauhidiyyah Giren

GP Ansor Boyolali Songsong Tahun Baru dengan Kaderisasi

Boyolali,? Attauhidiyyah Giren

Malam Tahun Baru identik dengan perayaan, mulai dari tiup terompet, menyalakan kembang api hingga turun ke jalan untuk merayakannya dengan penuh euforia. Namun, tidak yang dilakukan para kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Solo dan Boyolali.? Mereka lebih memilih momentum malam pergantian tahun, dengan menyelenggarakan kegiatan organisasi. Di Boyolali misalnya, ratusan pemuda mengikuti kegiatan Pendidikan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar).?

Kegiatan ini, bahkan dihelat selama 3 hari, Jumat-Ahad (30/12-1/1), bertempat di Andong Boyolali. Ketua PC GP Ansor Boyolali, Choiruddin Ahmad, menerangkan momentum tahun baru sengaja dimanfaatkan untuk memperkuat kaderisasi. "Kita songsong Tahun Baru dengan semangat memperkuat kaderisasi yang punya militansi, demi keutuhan NKRI," tukas Gus Din.

GP Ansor Boyolali Songsong Tahun Baru dengan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Songsong Tahun Baru dengan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Songsong Tahun Baru dengan Kaderisasi

Sementara itu, tak jauh dari Boyolali, tepatnya di Kota Solo, diselenggarakan acara serah terima amanah kepengurusan PC GP Ansor Kota Surakarta, dari pengurus lama ke yang baru. Acara tersebut diselenggarakan di Kantor PCNU Surakarta, Sabtu (31/1) malam.

Sebelumnya, mereka telah mengadakan acara Konfercab, yang kemudian memberikan mandat kepada Arif sebagai Ketua (Plt) PC GP Ansor Surakarta dan Abdu sebagai Kasatkorcab Banser Surakarta.

“Mohon doa restu dan dukungan dari semua. Semoga ke depan Ansor Surakarta menjadi lebih berjaya,” kata Arif.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Sejarah, Pesantren, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Senin, 07 November 2011

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Polemik terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) masuk kampus terus bergulir. Hal ini berawal dari larangan Menristekdikti, M Nasir ketika menanggapi perihal gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia (UI) yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

Mengenai polemik tersebut, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) mendukung sikap M Nasir yang menolak keberadaan dan aktivitas LGBT di kampus. 

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus

“Hal ini dikarenakan Indonesia bukan negara liberal. Indonesia memang menjunjung tinggi kemerdekaan individu, tetapi jika kebebasan tersebut tidak sesuai moralitas bangsa, kita harus menolak,” tegas Sekretaris LD PBNU, H Nurul Yakin Ishaq, Selasa (26/1/2016) di Jakarta.

Yakin kembali menegaskan, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi moralitas. Sebab itu, jika ada budaya yang dapat merusak moral generasi bangsa, harus disterilisasi. 

“LGBT tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Ini juga bisa menjadi ancaman bagi generasi muda, tidak hanya persoalan radikalisme dan terorisme saja. Kalau dibiarkan, negara ini mau jadi apa,” jelas Yakin.

Attauhidiyyah Giren

Sebelumnya, Nasir menegaskan bahwa kampus merupakan salah satu pilar penjaga moral generasi bangsa. Ada standar nilai dan susila yang dijaga. Dia tidak menolak kebebasan individu apabila tidak menggangu kondisivitas akademik. Tetapi jika budaya LGBT dilakukan di kampus, maka layak dilarang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Habib, Santri, Lomba Attauhidiyyah Giren