Minggu, 31 Desember 2017

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Solo, Attauhidiyyah Giren. Habib Novel bin Muhammad Alaidrus secara resmi menyatakan masuk anggota Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh majelis Ar-Raudah ini juga mengajak jamaah turut serta masuk jam’iyah yang didirikan para ulama di Surabaya tahun1926 tersebut.

“Malam ini saya resmi menjadi anggota NU. Saya mengajak seluruh jamaah untuk masuk menjadi anggota NU,” kata Habib Novel saat didaulat sebagai pembicara pada acara ‘Ansor Bersolawat’ yang diselenggarakan di depan kantor PCNU Surakarta, Selasa malam (23/4).

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Dalam kesempatan tersebut, Habib Novel juga mewanti-wanti warga Nahdliyyin agar jangan mau bila digiring ke ranah politik, “Acara Rijalul Ansor untuk majelis ta’lim, dzikir dan sholawat, bukan untuk menggiring ke partai politik tertentu,“ tegas Habib, yang juga penasihat GP Ansor Solo ini.

Attauhidiyyah Giren

Pengaruh Habib yang produktif menulis ini, bagi warga Solo dan sekitar, cukup besar. Terbukti di setiap majelis yang diadakan di Markas Ar-Raudah, dipadati ribuan jamaah. Pengaruhnya ini diharapkan nantinya akan bagus bagi perkembangan NU di Solo dan sekitar.

Apa yang diungkapkan Habib Novel terkait menggiring NU ke politik, diamini Ketua GP Ansor Solo, M Anwar, “Khittah harus dijaga betul. Jangan sampai terbawa ke politik,” tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79 di Solo ini mengusung tema Perkuat Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Beberapa hari sebelumnya juga diadakan berbagai rangkaian kegiatan guna menyambut momentum harlah ini.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Budaya Attauhidiyyah Giren

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan

Surabaya, Attauhidiyyah Giren . Pernyataan ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa pada Seminar Nasional: Gerakan Perempuan untuk Indonesia di Deteksi Room Graha Pena Surabaya yang diselenggarakan Kopri PKC PMII Jawa Timur (4/4).

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Harus Rebut Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan

Bagi calon Gubernur jawa Timur ini, kekuasaan tidak akan pernah diberikan. “Karena itu, kesempatan berkuasa itu harus direbut,” katanya dihadapan para aktifis mahasiswa dan ormas se Jawa Timur.

Bagi mantan menteri era KH Abdurrahman Wahid ini, untuk bisa merebut kekuasaan, maka perempuan harus terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan pendidikan politik yang memadai. 

Attauhidiyyah Giren

“Pendidik politik yang dimaksud adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak dan kewajiban dan tanggungjawab setiap warga negara  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi basis pendidikan. Karena seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. 

“Jika dipersiapkan dengan baik, sama halnya dengan mempersiapkan bangsa berakar kebaikan,” lanjut Ketua Umum PP Muslimat NU ini. 

Bila perempuan atau para ibu telah memposisikan diri secara baik dan proporsional, “Maka langkah berikutnya adalah melakukan pemetaan potensi dan profesi atau keilmuan untuk menempati pos-pos penting dan strategis,” pungkasnya.

Sementara itu Anna Mu’awanah, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa mengatakan bahwa dari sisi struktural, sistem politik di tanah air telah memberikan afirmasi terhadap perempuan. 

“Namun regulasi ini dan kebijakan ini belum dilaksanakan secara konsisten di tingkat lapangan, baik oleh penyelenggara Pemilu maupun partai politik,” katanya.

Bagi Ketua Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa ini, realita ini cukup memprihatinkan. Namun pada saat yang sama, kader perempuan dari mulai tingkat pusat hingga desa demikian melimpah. 

“Karena itu mendesak untuk dilakukan peningkatan kualitas kapasitas dan kompetensi sehingga dapat bersaing dengan para politisi berjenis kelamin laki-laki. 

“Ini agar para politisi perempuan mampu berkompetisi dalam medan politik dan pengambilan kebijakan publik,” lanjutnya.

Tugas berat yang diemban para perempuan yang kini sedang berkiprah di dunia politik untuk terus tampil sebagai kebanggaan bagi kaumnya. Ketertinggalan perempuan hendaknya tidak diratapi. 

“Dengan meningkatnya keterwakilan perempuan sebagai pengambil keputusan, dapat berbanding linier dengan tuntutan akan peningkatan kualitas hidup perempuan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Berita, Sejarah Attauhidiyyah Giren

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Banda Aceh, Attauhidiyyah Giren?



Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh merekrut anggota baru melalui "Masa Penerimaan Anggota Baru" (Mapaba) Sabtu 8-9 Oktober di Aula Gedung Dispora Aceh.

Pada pembukaan, kegiatan tersebut dihadiri PWNU Aceh, PCNU Kota Banda Aceh, IPNU Aceh, PKC PMII Aceh dan juga beberapa perwakilan dari Pengurus Cabang PMII se-Aceh.

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Mapaba bertema "Membangun Integritas, Mencetak Kader Pembela Bangsa Penegak Agama” ini diikuti 57 peserta dari mahasiswa dari UIN Ar-Raniry, UNSYIAH, USM dan UNMUHA.

Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmaluddin mengatakan, pengkaderan akan terus dilakukan karena kewajiban organisasi. "Pengurus Cabang sudah membentuk Tim Kaderisasi untuk mengawal berjalannya agenda pengkaderan yang dipusatkan di beberapa kampus," jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Akmal berharap Mapaba tahun ini berjalan sebagimana yang diharapkan bersama. "Dengan ini kami sangat berharap, semoga kader-kader yang ada mampu membawa PMII Kota Banda Aceh lebih baik lagi ke depan," katanya.

Ketua Mabincab PMII Kota Banda Aceh, Tgk. Asnawi M. Amin berharap warga pergerakan menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai Aswaja yang sudah melekat dikalangan kader PMII.

Attauhidiyyah Giren

Tak hanya itu, menurut dia, PMII hrus menggunakan rumus menerima nilai-nilai baru yang lebih baik sehingga menjadi kader militan berbasis intelektual yang siap memberikan kontribusi untuk Aceh khususnya dan Indonesia secara umum.

Setelah acara pembukaan selesai, para peserta disuguhkan dengan beberapa materi tentang Nilai Dasar Pegerakan (NDP), Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, dan materi-mater ke-PMII-an lainnya. (Fauzi Efend/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pertandingan, Pendidikan, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS

Jakarta, Attauhidiyyah Giren



Nihayatul Wafiroh meminta presiden segera mengganti Permendikbud No.23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dengan PP atau Perpres. Anggota DPR RI ini menilai bahwa peraturan tersebut telah menimbulkan masalah baru bagi sistem pendidikan kita dan menimbulkan keresahan di masyarakat.?

Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Minta Presiden Ganti Permendikbud tentang FDS

Seharusnya peraturan dibuat memudahkan dan menyesaikan permasalahan yang dihadapi, bukan menimbulkan kekacauan dan keresahan seperti ini tegas Wasekjend PKB ini.?

Berbagai permasalahan yang ditimbulkan dari kebijakan penerapan sekolah 8 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu atau yang dikenal fullday school diantaranya adalah tercerabutnya anak-anak dari lingkungan sekitarnya. Seakan-akan hidup anak-anak adalah sekolah. Misalnya, dengan sehari penuh di sekolah waktu untuk bermain dengan teman-teman sekampung jadi sangat terbatas. Belum lagi anak-anak yang harus membantu orang tuanya mengembala binatang di sawah. Selain itu, mengancam keberadaan madrasah diniyah yang selama ini telah terbukti membangun karakter mulia bagi generasi kita. Dengan demikian kebijakan FDS bias kota. Condong berpihak pada keseharian rumah tangga di kota yang orang tuanya bekerja seharian di luar rumah dan libur Sabtu minggu.?

Penolakan terhadap Permendikbud ini juga telah disuarakan berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari ikatan santri di Jawa Timur, Ikatan Alumni Santri berbagai pesantren, Forum Diniyah, ? pembaca berbagai media.

Attauhidiyyah Giren

“Apa tidak cukup kritikan-kritikan tersebut membuka hati nurani bapak menteri. Jangan membuat kegaduhan. Kita butuh peraturan yang dapat menyelesaikan masalah bukan sebaliknya,” pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Olahraga, Pahlawan, Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal

Temanggung, Attauhidiyyah Giren - Musibah banjir yang menimpa warga Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal beberapa hari lalu menjadi perhatian aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Temanggung. Mereka menggelar aksi solidaritas dengan penggalangan dana bencana di persimpangan Jalan Suwandi Suwardi Kowangan Temanggung, Kamis (2/3) siang.

Puluhan mahasiswa tampak mengenakan jas biru (almamater PMII) dan menenteng kardus dengan sabar menyambangi satu per satu penggendara sepeda motor maupun mobil yang melintas atau berhenti di perempatan tersebut.

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal

Koordinator lapangan aksi penggalangan dana Muhammad Sirojul Umam? mengatakan, kegiatan penggalangan dana ini digelar sebagai respon keprihatinan terhadap sesama atas terjadinya bencana banjir bandang dahsyat yang melanda Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal beberapa waktu lalu.

"Bencana di Kenjuran kami anggap cukup dahsyat karena mengakibatkan dua warga hilang dan belum diketemukan sampai sekarang. Selain itu terdapat kerugian material setelah 11 rumah hancur, 3 rata dengan tanah, serta 3 bangunan lain turut terseret aliran banjir," jelasnya, Kamis (2/3).

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Umam membeber, aksi galang dana sekitar tiga jam kemarin berhasil menggalang bantuan sebesar Rp.1.040.000. Dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada korban pengungsi yang mencapai 300 jiwa baik berupa uang tunai atau bantuan logistik barang seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian. "Aksi galang dana ini? rencananya akan dilakukan selama tiga hari ke depan," ucapnya.

Ketua PMII Temanggung Arief Safrodin menambahkan, aksi galang dalang sepertinya bukan kali pertama. Ia bersama pengurus dan kader PMII Temanggung rutin menggelar aksi galang dana setiap ada bencana besar.

“Sebelumnya pernah melakukan aksi penggalangan dana untuk? gempa Aceh, longsor Purworejo, longsor Banjarnegara, bahkan peduli Palestina. Saya berharap, dengan bantuan ini, turut meringankan beban saudara kita warga Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal yang saat ini tertimpa musibah," harapnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren Attauhidiyyah Giren

9 Ribu Orang Hadiri Pengajian Akbar

Semarang, Attauhidiyyah Giren. Hari kedua, Senin (27/8) jam 07-00 hingga 15.00 digelar hafalan Al-Qur’an bil ghoib oleh 40 orang khuffadz (penghafal Al-Quran) yang disimak puluhan santri dan warga sekitar. Lalu malamnya, ada pengajian akbar bersama Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya bertema Maulid Nabi dan Haul Wali. 

9 Ribu Orang Hadiri Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Ribu Orang Hadiri Pengajian Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Ribu Orang Hadiri Pengajian Akbar

Tak kurang 9 ribu orang hadir dalam pengajian Haul perdana di masjid Mbah Sholeh Darat ini. Ketua panitia Haul ke-112 Agus Taufiq yang tak lain salah satu buyut Mbah Sholeh Darat sampai menangis karena haru ketika berpidato laporan panitia. 

Dia sangat terharu, betapa besar dukungan umat Islam, khususnya kaum nahdliyin, sehingga masjid Mbah Sholeh Darat yang dulu sepi, malam itu dibanjiri ribuan orang hingga dua sisi jalan depan masjid ditutup semalam. 

Attauhidiyyah Giren

“Terima kasih atas bantuan semua pihak yang membantu secara ikhlas kelancaran Haul ini. Sungguh saya sangat terkesan dengan keikhlasan panjenengan semua. Amanah menggelar kegaitan ini baru bisa saya laksanakan sekarang. Ini haul pertama yang istimewa,” ujarnya sambil terisak di atas pangung utama. 

Attauhidiyyah Giren

Kerahkan Pasukan

Dalam pengajian akbar tersebut, sebanyak 120 pasukan Banser dikerahkan menjaga 10 pos seputar pengamanan di sekitar lokasi pengajian. Para pengurus PC GP Ansor Kota Semarang juga hadir lengkap dengan seragam hijau kebesaran mereka. 

Lalu 32 pesilat Pagar Nusa Kota Semarang plus 5 pendekar dan 3 Pasukan Inti (Pasti) mendukung pengamanan ring I di sekitar panggung utama yang diisi 40-an ulama dan habaib. 

Sementara di barisan perempuan, seragam batik hijau Muslimat NU terlihat meriah diantara hadlirat berpakain putih. Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang Nyai Hajjah Hanifah Syarofuddin mengaku mengerahkan seluruh PAC Muslimat NU untuk menghadiri pengajian tersebut. 

Tak ketinggalan barisan aktivis Fatayat NU, IPNU dan IPPNU dengan seragam identitas masing-masing. Tak hanya tenaga dan pikiran, PCNU Kota Semarang juga menyumbang secara materi. Baik uang, barang maupun apa saja yang bisa diberikan atau dipinjamkan. 

Kala grup rebana menabuh terbang  dan melantunkan sholawat Simtud Duror, para hadirin mengikutinya dengan serempak. Seiring dalam nada, termasuk saat berdiri dalam mahalul qiyam ketika sampai pada bacaan “Selamat Datang Wahai Rasulullah”. 

Tak hanya itu, sebagaimana biasa dilakukan NU yang menjadi penjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, ada defile bendera Merah Putih oleh regu Banser khusus. Satu bendera secara simbolis diserahkan kepada Kepala Biro Bina Mental Pemerintah Provinsi Jawa Tengah H. Muhammad Aris yang mewakili Gubernur Jateng. Dilanjutkan menyanyikan lagi Indonesia Raya oleh seluruh hadirin. 

Banser dan Pagar Nusa juga hadir dengan seragam masing-masing di acara Tahlilan di makam Kiai Sholeh Darat pada Selasa (28/8). Di tengah ribuan peziarah yang diorganisir jamaah Pengajian Ahad Pagi pimpinan KH Abdul Muin, pasukan Banser dan Pagar Nusa ikut berdoa dan membaca tahlil di seputar kompleks makam Kiai Sholeh Darat di Bergota, Semarang. Tak ketinggalan ketua PCNU Kota Semarang H Anasom dan jajarannya hadir diantara peziarah. 

Kepala Satkorcab Banser Kota Semarang Margono memimpin langsung satu regu Banser pagi itu. Pasukannya beserta tim pesilat Pagar Nusa, mengawal kirab perjalanan dzurriyyah (keturunan dan keluarga) Kiai Sholeh Darat dari masjid peninggalan Kiai Sholeh di Kampung Darat di Semarang Utara menuju pemakaman umum Bergota di Semarang Tengah. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Cerita, Meme Islam, Daerah Attauhidiyyah Giren

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Klaten, Attauhidiyyah Giren. Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema Membangun Kapasitas Dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampunga Damai Wahid Foundation.

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif. 

Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, antikekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. 

Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Attauhidiyyah Giren

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. 

Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo Raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Attauhidiyyah Giren

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

"Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha," terangnya, Kamis, (7/9).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik. (Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, Sejarah Attauhidiyyah Giren

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader

Malang, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Malang Raya memulai kembali Pendidikan Kader Pemimpin Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan ke-4 dan Kajian Alumni PKPNU angkatan 1-3.

Kegiatan diadakan di di Aula KH Masykur Masjid Sabilillah Kota Malang, Selasa (5/2) yang dirangkai dengan? diskusi umum bertemakan “Peluang dan Tantangan Pemimpin NU Masa Depan” sebagai kegiatan pembukanya.

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader

Dalam acara pembukaan yang meriah dan khidmat tersebut, hadir Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Malang KH Masud Ali dan KH. Muhammad Nafi. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang H Abdul Mujib Syadzili dan Ketua PCNU Kota Batu KH Sirojudin Hasyim. Sebagai narasumber diskusi, Prof Dr H. Masud Said, Ph.D., asisten Staf Khusus Presiden RI bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.?

Attauhidiyyah Giren

Tampak pula Ketua PC ISNU Kota Malang H. Fauzan Alfas, serta ketua PC Fatayat NU Kota Malang Hj. Dewi Masita.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Ketua Pelaksana PKPNU Suprapto pengkaderan khusus bagi kader-kader NU adalah amanat organisasi yang dipertegas sebagai Hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar.?

"Sebagai perwujudannya, seluruh PCNU di Malang Raya berkomitmen untuk meneruskan penyelenggaraan PKPNU yang tahun ini sudah angkatan keempat. Selain itu, alumni juga kami fasilitasi untuk tetap mengasah pemahaman ke-NU-an."?

Ungkapan Suprapto tersebut diperkuat oleh KH Masud Ali. Dalam sambutannya, KH Masud Ali menegaskan perlunya PKPNU sebagai pengkaderan khusus untuk membentengi NU dari gerakan wahabi yang kini semakin intensif berusaha mepengaruhi jamaah NU.

Apresiasi khusus terhadap PKPNU juga datang dari ketua PCNU Kota Batu KH Sirojudin Hasyim. Gus Siroj, demikian panggilan akrab beliau, merasakan betul manfaat mengikuti PKPNU. Sebab, Gus Siroj adalah salah satu alumni PKPNU. Menurut Gus Siroj, PKPNU harus terus dilaksanakan guna memperkuat barisan kader NU yang paham betul mengenai ideologi, peran, dan kepemimpinan di NU.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili PCNU Kabupaten Malang, H Abdul Mujib Syadzili menggarisbawahi peran penting NU dalam perjalanan bangsa Indonesia.?

"Sejak dulu, kini, serta masa yang akan datang NU itu penting bagi Indonesia. Dulu, dengan Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh NU, bangsa kita bisa mengusir penjajah yang hendak menguasai kembali negeri ini. Semangat yang sama harus kita tunjukkan agar bangsa kita bisa meraih kejayaan, yakni dengan melaksanakan tugas-tugas organisasi NU tanpa pamrih,". Kata pengurus PP GP. Ansor ini.

Lebih lanjut Gus Mujib panggilan akrab Abdul Mujib Syadzili ini menuturkan bahwa ? pendidikan yang dilaksanakan secara khusus ini diharap mampu menciptakan kader yang tangguh, cerdas dan paham terhadap organisasi, karena setiap kader pemimpin NU dituntut memahami manajemen organisasi dan memiliki jiwa rela berkurban.?

“Sebagai pengurus organisasi yang mengusung tegaknya Islam Ahlussunnah wal Jamaah maka salah satu syaratnya harus memiliki "ruuhul jihad" sebagaimana diwariskan oleh para ulama-ulama Nahdlatul Ulama’. tegasnya.?

Sedangkan Masud Said yang menjadi pembicara tunggal dalam pembukaan PKPNU Angkatan ke-IV tersebut mengungkapkan optimismenya terhadap PKPNU. Menurutnya,?

"Ada tiga hal penting mengapa PKPNU harus ada dan berjalan secara kontinyu. Pertama, kita sedang membuat sub-sistem pengkaderan. Kedua, bahwa kita sadar terhadap kesejarahan NU dan tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin NU, baik tantangan ideologis sampai dengan praksis organisasi. Ketiga, harus diakui adanya kompetisi dakwah antar kelompok. Nah, PKPNU yang akan menjadikan NU lebih memiliki daya saing di masyarakat," tegas Masud Said.

Di akhir paparan Masud Said memberikan motivasi kepada peserta dan alumni PKPNU yang hadir.?

"Aura peradaban sekarang sedang menuju ke Islam di Indonesia. Hal ini yang harus ditangkap oleh para kader NU. Nah, agar kita bisa menjadi pusat peradaban, semua badan otonom, lajnah, dan lembaga di NU harus dapat melaksanakan tugas dengan optimal. Karena di NU, semuanya ada dan lengkap," papar Prof Masud Said.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Eko Wahyuhono

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai Attauhidiyyah Giren

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Menghadapi penjajahan Belanda di tanah air tentu hal yang sangat merepotkan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Taruhannya bukan semata penderitaan diri mereka sendiri kala itu, tapi juga nasib? generasi mereka di masa yang akan mendatang. Hak ekonomi dirampas, pendidikan dikekang, dan aspirasi politik dikebiri.

Namun demikian, apakah NU terjebak pada nasionalisme sempit? Ternyata tidak. Empatinya yang besar juga menjalar ke belahan dunia lain yang mengalami nasib yang serupa, salah satunya bangsa Palestina. NU geram dengan usaha Israel yang dengan semena-mena mencaplok tanah Palestina. Ini juga penjajahan.

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejak bangsa Arab berjuang untuk kemerdekaan Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tangal 12 November 1938 telah menyerukan kepada seluruh partai dan organisasi umat Islam di Indonesia serta Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar umat Islam memberikan sokongan moral dan material kepada para pejuang Palestina dalam memerdekakan tanah air mereka.

Di antara bentuk solidaritas tersebut PBNU mengimbau umat Islam untuk membaca qunut nazilah dalam tiap-tiap sembahyang fardhu. Qunut nazilah lebih dari sekadar bacaan doa selepas ruku yang lazim diamalkan ketika kondisi bencana atau situasi genting lainnya. Seruan qunut nazilah mengandung dimensi politik yang luas. Ia sebentuk protes keras berskala internasional atas kezaliman kaum pendatang yang menamakan diri bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.

Attauhidiyyah Giren

Sikap NU ini tentu berpotensi mengundang empati balasan dari bangsa-bangsa Arab atas bangsa Indonesia yang tengah dijajah Belanda. Tak heran, sehubungan dengan qunut nazilah ini pada tanggal 27 Januari 1939, Ketua PBNU KH Machfuzh Shiddiq dipanggil oleh Hoofparket Belanda di Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda melarang NU melakukan gerakan qunut nazilah untuk pejuang Palestina.

Attauhidiyyah Giren

Qunut nazilah juga sempat berlangsung setahun berturut-turut ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sepihak meresmikan negara Israel pada 1948. Deklarasi negara baru ini dimotori oleh Amerika dan Soviet. Rakyat Indonesia saat itu mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kebijakan tersebut. Dewan Keamanan PBB mesti meninjau ulang keputusannya terhadap berdirinya Israel.

NU tentu tahu, Palestina tak hanya dihuni penduduk Muslim. Tapi keberadaan tempat suci Masjid al-Aqsa dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) cukup menjadi alasan untuk melakukan kecaman dan pembelaan tersebut. Berkat penjajahan Israel, rakyat Palestina terlunta-lunta, menderita secara fisik dan psikis, dan sebagian terusir dari tanahnya sendiri.

Di tengah solidaritas untuk Palestina yang tak kunjung henti, pada Desember 1948 Indonesia didera situasi yang sangat mencekam. Belanda melakukan agresi militer II yang dimulai dari Yogyakarta sebagai ibu kota negara waktu itu. Situasi kian gawat ketika para tokoh dan pemimpin republik ini ditangkapi sehingga mendorong dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra.

Demikianlah luasnya spektrum perjuangan NU. Lahir batin ia berkorban menumpas penjajahan di tanah air sendiri, tapi juga tak menutup mata atas fenomena yang sama di penjuru bumi lainnya. Kenapa? Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sunnah Attauhidiyyah Giren

Belum Masuk Bulan Haji, Harga Hewan Kurban Sudah Meroket

Rembang, Attauhidiyyah Giren - Jelang datang hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa pekan lagi, disambut dengan meroketnya harga hewan kurban. Hal ini terjadi pada harga hewan kambing di pasar kambing Kota Rembang. Pada Ahad (7/8), para pedagang menawarkan kambing jantan dengan harga di luar bulan biasanya.

Juki asal Desa Ngadem, salah seorang pedagang kambing menjelaskan, jika beberapa pekan mendekati datangnya bulan Dzulhijjah, dipastikan harga kambing kurban akan naik dengan sendirinya. Selain itu, para pedagang musiman yang akan berjualan di kota-kota besar akan memanfaatkan pasar daerah untuk mencari stok barang yang akan dibawa merantau ke Jakarta dan kota besar lainnya.

Belum Masuk Bulan Haji, Harga Hewan Kurban Sudah Meroket (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Masuk Bulan Haji, Harga Hewan Kurban Sudah Meroket (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Masuk Bulan Haji, Harga Hewan Kurban Sudah Meroket

"Memang biasanya mendekati beberapa minggu Idul Adha seperti kami yang biasa berjualan di kota besar seperti Jakarta akan mencari barang sebanyak mungkin untuk dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Sumarno seorang calon pembeli asal Desa Pamotan menerangkan, selisih harga kambing mendekati Idul Adha bisa mencapai antara satu juta hingga satu koma lima juta rupiah.

"Saya hanya mencarikan orang yang mau kurban. Biasanya kami mencari satu bulan sebelumnya. Kali ini memang harganya cukup mahal, selisihnya antara 1-1,7 juta per kambingnya,” kata Sumarno. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Untuk memberikan bekal keterampilan dalam hal service dinamo, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo akan memberikan pelatihan service dinamo kepada segenap anggota sebagai bekal untuk menambah pendapatan keluarga.

Tidak hanya digelar di tingkat PAC, pelatihan service dinamo ini juga akan digelar di masing-masing ranting se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih dengan mendatangkan instruktur yang sudah ahli dalam hal service dinamo. Selain itu juga ada instruktur yang berasal anggota PAC GP Ansor Sumberasih sendiri.

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Terobosan baru yang akan dilakukan oleh pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih tersebut disambut antusias oleh segenap pengurus Ansor hingga tingkat ranting. Pasalnya melalui pelatihan ini setidaknya pemuda Ansor dapat memiliki keterampilan dalam service dinamo.

Attauhidiyyah Giren

“Setidaknya setelah mengikuti pelatihan ini, pemuda Ansor bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan bukan tidak mungkin juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Edi Hariyanto.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Edi, selain sebagai terobosan baru bagi pemuda Ansor, pelatihan service dinamo yang akan dilakukan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih ini merupakan salah satu upaya bentuk kepedulian terhadap kaum nahdliyin dan sekaligus menjadi Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) yang merupakan salah satu program dari GP Ansor pusat.

“Mudah-mudahan melalui pelatihan service dinamo, pemuda Ansor khususnya se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih memiliki bekal untuk menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” harap Edi singkat.

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Sunnah, Santri, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 29 Desember 2017

PBNU Gelar Dialog Publik Terkait Kisruh DPT

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar dialog publik, Kamis (31/10), terkait kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) menyusul penundaan penetapan daftar pemilih dari tanggal yang ditetapkan sebelumnya 23 Oktober 2013 serta temuan 14 juta daftar pemilih bermasalah.

Dialog yang diadakan di auditorium utama kantor PBNU, Jakarta Pusat dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Malik, Anggota Bawaslu Daniel Zuhron, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo, dan Koordinator JPPR M. Afifuddin.

PBNU Gelar Dialog Publik Terkait Kisruh DPT (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Dialog Publik Terkait Kisruh DPT (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Dialog Publik Terkait Kisruh DPT

Wakil Ketua Umum PBNU Kh As’ad Said Ali dalam sambutan pengantarnya mengatakan, kegiatan diadakan berdasarkan pengaduan dari masyarakat terkait kerawanan penyelenggarakan pemilu 2014 mendatang. Kerawanan ini terutama terkait DPT dan proses penghutungan suara.

Attauhidiyyah Giren

“Forum ini bukan tandingan DPR. NU sebagai rumah besar ingin menampung semua,” kata As’ad.

PBNU mengingatkan bahwa penggunaan hak pilih merupakan bentuk partisipasi paling dasar dalam sistem demokrasi perwakilan yang sedang dikembangkan.

Attauhidiyyah Giren

“Maka benar-benar harus diwaspadai kemungkinan hilangnya hak dan kesempatan warga untuk mengguakan hak pilihnya lantaran terkendala daftar pemilih yang tidak akurat,” kata As’ad.

Ditambahkan, KPU, Bawaslu dan Kemendagri perlu menggandeng pemangku kepentingan dari kalangan masyarakat sipil.

“Keterlibatan berbagai stakeholders ini penting untuk menjamin bahwa pemilu 2014 ini memang merupakan hajatan bersama untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas,” tambahnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Muslimat NU Probolinggo Santuni Masyarakat Minoritas

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Bertepatan dengan memontum peringatan Hari Lahir Pancasila ke-72, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Wonomerto mengadakan silaturahim dan memberikan santunan kepada masyarakat minoritas penganut agama suci di Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Kamis (1/6) sore.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurhayati mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu momentum kepedulian dan mengamalkan nilai nilai butir Pancasila sebagai aplikasi langsung pada masyarakat serta nilai kesetiakawanan sosial kepada sesama umat Islam.

Muslimat NU Probolinggo Santuni Masyarakat Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Santuni Masyarakat Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Santuni Masyarakat Minoritas

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh mereka sesama umat Islam penganut agama suci. Ini merupakan bagian dari syiar dari Muslimat NU. Karena merek? perlu ? pendekatan sec? ra kekeluargaan bukan mengintrogasinya. Sebab mereka masih trauma ketika menerima tamu,” katanya.

Menurut Nurhayati, memang ada beberapa orang yang tinggal di salah satu dusun di Desa Sumberkare beranggapan agama yang dianutnya Agama Suci yang menggunakan bahasa Jawa. Kurang lebih ada 5 KK dengan jumlah sekitar 13 orang dan hanya dianut oleh tokoh yang ada disana anak cucu mantu.

Attauhidiyyah Giren

“Memang menarik perhatian tapi itulah bangsa Indonesia dengan aneka ragam agama dan kepercayaan yang dianutnya. Konsep pemikiran serta ajaran agama Islam yang perlu diluruskan dari kebiasaan yang mereka lakukan dan itu butuh proses,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan tujuan kegiatan ini sebagai bentuk nilai-nilai kesetiakawanan sosial terhadap sesama. Sekaligus sebagai salah satu upaya mengajak perbaikan dan meluruskan kembali ajaran Islam yang benar sesuai syariah Islam dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Serta, hikmah Ramadhan dan aplikasi langsung wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Dengan berbagi Insya Allah paling tidak meringankan beban sesama yang membutukkan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Nurhayati berharap agar nantinya berdampak pada perubahan dari sistem ajaran agama Suci dan perubahan pola pikir dan kebiasaan yang salah. Demi mewujudkan hal tersebut perlu proses dengan melibatkan banyak peran semua pihak agar tidak terjadi konsep pemahaman ajaran Islam yang kurang benar supaya diluruskan.

“Dengan sentuhan semua komponen tokoh masyarakat dan tokoh agama serta semua yang peduli, InsyaAllah semua pasti bisa. Mereka butuh media komunikasi, informasi serta perlu diajak musyawarah serta berkumpul yang sifatnya membangun karakter, menjadikan mereka sahabat karena mereka butuhkan pencerahan kita semua,” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Nurhayati menambahkan bahwa hidup sejatinya adalah perbedaan. Yang menyatukan hatinya perbedaan. Perbedaan yang menumbuhkan kita menjadikan persaudaraan. “Persaudaraan dengan perbedaan suku, agama, budaya dan kepercayaan itulah Indonesia,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Islam, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Sambut Hari Santri, IPNU DKI Bentuk Komisariat di Pesantren Ats-Tsaqafah

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pondok-pondok pesantren di DKI Jakarta menjadi sasaran kaderisasi Pimpinan Wilayah IPNU DKI Jakarta. Sejumlah pesantren di Jakarta. Pada Sabtu, (10/10), IPNU DKI Jakarta mendirikan komisariatnya di pesantren Ats-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sambut Hari Santri, IPNU DKI Bentuk Komisariat di Pesantren Ats-Tsaqafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, IPNU DKI Bentuk Komisariat di Pesantren Ats-Tsaqafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, IPNU DKI Bentuk Komisariat di Pesantren Ats-Tsaqafah

Pendirian komisariat ini menjadi bukti keseriusan IPNU DKI Jakarta dalam menjalankan tugas kaderisasi di lingkungan Jakarta. Kepengurusan IPNU Jakarta perlu mewadahi forum bagi para santri untuk mengaktualisasikan ilmu mereka yang didapat di pesantren.

Ketua IPNU Jakarta Muhammd Said mengatakan, pembentukan komisariat di sejumlah pesantren-pesantren yang ada di Jakarta dilakukan untuk menyambut Hari Santri Nasional.?

Attauhidiyyah Giren

“Kami menegaskan bahwa IPNU Jakarta serius dalam mencetak kader-kader yang berpaham ke-Aswajaan di DKI Jakarta serta pengabdian kami kepada IPNU,” kata Said.

Attauhidiyyah Giren

“Kita tidak perlu malu dengan identitas kita sebagai NU. Kita harus bangga terhadap NU karena kita adalah AshabulHaq,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada kuliah umum yang diadakan pada pembentukan komisariat IPNU-IPPNU di pesantren yang kini diasuhnya. (Kowi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sejarah Attauhidiyyah Giren

Kiai Said Pantau Aksi Demontrasi Lewat Layar Kaca

Cirebon, Attauhidiyyah Giren. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj memantau berlangsungnya aksi demontrasi Bela Islam II melalui layar televisi di Pesantren Kempek Cirebon, Jumat (4/11).

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah Ciganjur ini sedang berada di Pesantren Kempek untuk membuka Musyawarah Besar (Mubes) dan Silaturrahmi Nasional Alumni dalam Haul dan Khotmil Quran ke-27 PP KHAS Kempek yang akan dihelat pada 4-5 November 2016.

Kiai Said Pantau Aksi Demontrasi Lewat Layar Kaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Pantau Aksi Demontrasi Lewat Layar Kaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Pantau Aksi Demontrasi Lewat Layar Kaca

Direktur Attauhidiyyah Giren, Syafi’ Alielha melalui akun twitternya @savicali mengunggah foto Kiai Said dengan memberikan keterangan, “Ketum PBNU, Kiai @saidaqil, masih mengikuti berita demo hari. Beliau bersyukur tak terjadi hal yang tak diinginkan.”

Sebelumnya, PBNU telah melarang warganya untuk ikut aksi tersebut. PBNU jauh-jauh hari telah menyampaikan kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan situasi. Menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara serta tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan.

“Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beberapa waktu yang lalu. (Zunus)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Kamis, 28 Desember 2017

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Senin (20/1/2014) pukul 16.25 WIB, KH Amirullah Ilyas telah pulang ke Rahmatullah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH Zaini Sulaiman, KH Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan masjid Al-Husniyah.

“Semasa hidupnya almarhum dikenal gigih memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Saya menjadi ketua sementara almarhum jadi sekretaris. Lalu beliau menjadi wakil dan bahkan Ketua di banyak organisasi di Tubuh NU. Sejak tingkat Ranting sampai Wilayah Provinsi DKI Jakarta Raya. Almarhum adalah orang baik, orang baik, orang baik,” ucap KH. Hasbullah Amin saat memberikan kesaksian serta melepas kepergian almarhum.

Selain sosok yang gigih dan ulet dalam memperjuangkan Islam Aswaja, KH Amirullah Ilyas juga seorang aktivis organisasi yang ulet. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di bawah naungan NU pernah ia ikuti. Bahkan seringkali ia menjadi penentu dari putaran roda organisasi tersebut. Beliau pernah menjadi ketua IPNU Cabang Pulo Gadung (1962-1965), Ketua Ranting merangkap Ketua Bidang Pendidikan GP.Ansor Cab.Pulogadung (1965-1969), Ketua GP Ansor Cab.Pulogadung sekaligus Sekretaris Partai NU Cab. Pulogadung (1975-1984), Ketua GP Ansor Cab. Cakung (1977-1979), Sekretaris PCNU Cakung (1979-1984), Ketua PCNU Jakarta Timur sekaligus dilantik di Graha Purna Yudha dalam jajaran Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Hingga saat ini, semua SK Organisasi di bawah bendera NU yang pernah beliau masuki sejak tahun 1959 masih tersimpan dengan rapi. Hal itu menjadi salah satu bukti betapa cintanya KH Amirullah pada NU. Saking cintanya pada NU dan organisasi yang dia pimpin, KH Amirullah Ilyas pernah mengundurkan diri dari jabatan PNS di lingkungan Pengadilan Agama Istimewa Jakarta Raya. Hal itu beliau lakukan agar beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi Organisasi dan NU. Nyata sekali bahwa KH Amirullah lebih memprioritaskan perjuangan yang tak jarang menuntut pengorbanan dibanding kenyamanan finansial yang seringkali melenakan.

Di mata keluarga, KH Amirullah Ilyas adalah sosok yang sangat penyayang namun tetap tegas dan disiplin. Terlebih dalam mendidik serta menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada putra-putrinya. Mungkin ini adalah buah dari kedekatan beliau dengan para ulama dan Habaib. Putra-putrinya dimasukkan dimasukkan sekolah umum, namun wajib masuk Madrasah Diniyah.

“Sejak pertama kali ada televisi, kami diperbolehkan menonton. Tapi jika sudah mau masuk waktu maghrib, TV wajib dimatikan. Kami juga diharuskan shalat berjamaah. Setelah solat kami harus mengaji Al-Qur’an. Baru setelah itu mempelajari pelajaran di sekolah atau madrasah. Aturan ini berlaku hingga akhir hayat beliau.” Kata salah satu putra Kiai Amirullah Ilyas.

Attauhidiyyah Giren

Amirul mukminin Umar ibn al-Khattab pernah berkata, bahwa seorang lelaki yang berani meremehkan solatnya maka dalam urusan lainnya ia akan lebih berani meremehkannya. Mafhum mukhalafah atau pemahaman terbaliknya, seorang lelaki yang bisa menjaga solatnya dengan baik maka dalam urusan lain ia akan lebih bisa menjaga dengan baik. Dalam masalah ini kita bisa meneladani sikap KH Amirullah.

Seperti dikatakan istrinya, KH Amirullah Ilyas sangat menjaga urusan sholat. Baik saat berada di rumah maupun saat berada di dalam perjalanan. Beliau juga secara istiqomah menjalankan sunnah Nabi SAW, bangun malam sebelum fajar untuk menjalankan solat malam. Juga berdzikir serta meminta ampunan pada Allah. Salah satu amalan sunnah yang pelakunya akan dikaruniai Allah? Swt. derajat mulia dan posisi terpuji.

Di detik-detik akhir hidupnya, Kiai Amirullah? memanggil istri dan semua putra-putrinya. Ia lalu meminta maaf kepada semuanya atas segala kekhilafan yang pernah dia lakukan. Kiai Amirullah lalu meminta dihadapkan ke arah kiblat. Terdengar lirih lisannya mengucapkan kalimah syahadat. Dan seutas senyum tersungging di bibirnya saat ia berangkat menemui pencipta dan pemiliknya. (Ahmad Rofiq/Anam)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Kajian, Berita Attauhidiyyah Giren

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Jepara, Attauhidiyyah Giren - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melantik pengurus PC GP Ansor Kabupaten Jepara masa khidmat 2017-2021 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (02/12) siang.  

Wakikl Ketua Bidang Keagamaan PP GP Ansor Muhammad Lutfi Thomafi, didaulat melantik pengurus Ansor Cabang Jepara yang dinakhodai Syamsul Anwar. Adapun Sholahuddin Aly, Ketua PW Ansor Jawa Tengah yang juga hadir dalam pelantikan tersebut membacakan surat keputusan (SK).

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf itu dihadiri oleh ribuan Syecher Mania.

Attauhidiyyah Giren

Hadir pula dalam kesempatan itu Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Anggota DPR RI H Noor Ahmad, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, perwakilan Lembaga serta Banom NU se-kabupaten Jepara.

KH Ubaidillah Noor Umar mewakili PCNU Jepara dalam uraiannya menyampaikan kader yang hari ini menjadi pengurus Ansor kelak menjadi pengurus NU.

Attauhidiyyah Giren

“Rais Syuriah PCNU Jepara dulu adalah Ansor,” tutur kiai yang akrab Mbah Ubaid ini sebagai wujud kebanggaan.

Sebab itu, Rais Syuriah PCNU Jepara itu bangga pengurus PP GP Ansor memperhatikan GP Ansor Jepara. Mbah Ubaid berpesan, “Yang menguatkan NU sejatinya ya wong desa,” paparnya.

Luthfi Thomafi dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi menjadi salah satu poin penting. Dalam setiap bulan imbaunya perlu ada kegiatan kaderisasi mulai PKD, Diklatsar dan program yang lain.

Pengasuh pesantren Al-Hamidiyah Lasem Rembang itu menambahkan sosok ketua GP Ansor ialah imam. Sehingga menjadi ketua harus menjadi teladan yang baik.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Dia berharap Ansor bermanfaat untuk masyarakat. Habib Syech yang memimpin jalannya pembacaan shalawat juga memberikan pesan.

Disampaikan Habib Syech, bahwa Ansor adalah pelopor kebaikan. Ansor lanjut Habib Syech ialah pembela ajaran Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Ketua PC GP Ansor Jepara, Syamsul Anwar menegaskan Ansor ke depan punya banyak tantangan dari ancaman terorisme, radikalisme dan soal yang lain. “Mari ubah organisasi kita menjadi gerakan riil untuk umat Islam,” tandasnya.

Penyematan Seragam Banser

Selain Maulid Nabi dan pelantikan, kegiatan juga disisipi dengan penyematan seragam Banser untuk Habib Syech, H Noor Ahmad (anggota DPR RI) serta perwakilan Kapolres Jepara.

PC GP Ansor Jepara juga memberikan penghargaan kepada ranting yang memperoleh akreditasi terbaik. Ketiga Ranting tersebut meliputi Nalumsari kecamatan Nalumsari, Kaliombo kecamatan Pecangaan serta Langon kecamatan Tahunan.

Juga pemberian penghargaan kepada Banser atas pengabdian terlama. Adapun yang memperoleh penghargaan H Suyono (Kecamatan Jepara), Supriyadi (Kecamatan Donorojo) dan Purnomo (Kecamatan Keling). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren IMNU, Nusantara, RMI NU Attauhidiyyah Giren

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Tegal, NU Onlie

Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan 1438 Hijriyah dan upaya membentuk karakter siswa, SMK Nahdlatul Ulama 01 Slawi Tegal mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan berlangsung mulai Senin (29/5) hingga dua minggu kedepan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Kepala SMK NU 01 Slawi, H Ali Saefudin mengatakan, pesantren ramadhan ini merupakan agenda rutin setiap tahun di bulan Ramadhan. Kegiatan pesantren diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI.

"Pesantren Ramadhan ? ini dilaksanakan dengan sistem bergilir, sehingga bagi siswa yang tidak ikut pesantren masih bisa mengikuti pelajaran reguler," katanya.

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Karakter, SMK NU 1 Slawi Adakan Pesantren Ramadhan

Menurut Ali, kegiatan pesantren ini merupakan suatu kegiatan yang sangat positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter islami kepada anak didiknya.?

Selain itu juga untuk meningkatkan akhlakul karimah para siswa. "Pada prinsipnya kegiatan ini sebagai upaya kami untuk membentengi akhlak dan moral anak, agar tidak terpengaruh pada budaya global yang negatif," ujar Ali

Dalam kegiatan pesantren, imbuhnya, setiap harinya diawali dengan tahlil dan istighosah bersama siswa dan guru. Selanjutnya baru diisi dengan sejumlah materi seperti tadarus Al Quran, sejarah islam, khitobah dan fiqih puasa.

Attauhidiyyah Giren

"Selain diisi oleh guru setempat, Pesantren Ramadhan juga menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono dan KH Lutful Hakim," pungkasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadhan SMK NU 01 Slawi akan berlangsung hingga 10 Juni 2017 mendatang. (Hasan / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren PonPes Attauhidiyyah Giren

Rabu, 27 Desember 2017

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Attauhidiyyah Giren (27/10).



Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Waketum PBNU: RUU Sumber Daya Air Terlalu Antiswasta

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Machfuoed menilai draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sumber Daya Air masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan peraturan ini.

Waketum PBNU: RUU Sumber Daya Air Terlalu Antiswasta (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU: RUU Sumber Daya Air Terlalu Antiswasta (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU: RUU Sumber Daya Air Terlalu Antiswasta

“Ada ekstremitas, meski pun tentu ini masih draf awal. Kalau dulu sangat berorientasi swastanisasi, sekarang justru antiswasta,” katanya selepas terlibat dalam forum diskusi terbatas tentang RUU Sumber Daya Air yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian NU di Jakarta, Jumat (6/10).

Menurut Guru Besar Sosial Ekonomi Agroindustri Universitas Gadjah Mada ini, kondisi ini cukup mengganggu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Sebab, investasi di daerah-daerah datang salah satunya bila ketersediaan air terjamin.

Maksum tidak merinci secara detail klausul mana saja yang antiswasta. Menurutnya, keterlibatan para pemangku kepentingan dalam penyusunan draf ini masih sangat kurang. Akibatnya masih banyak “bolong” dalam susunan RUU tersebut.

“Klausul menjadi kurang kaya karena partisipasi publiknya belum menyeluruh,” ujar rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia).

Attauhidiyyah Giren

Ia menjelaskan, entitas konsumen air bersifat polisentrik, baik untuk keperluan sehari-hari seperti minum dan memasak, hingga untuk keperluan usaha atau bisnis. Untuk bisnis pun posisi air juga bermacam-macam, ada yang menjadi bahan pokok, media, atau sekadar pendukung.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, lanjutnya, sangat penting tak hanya untuk menghindari gugatan terhadap RUU tapi juga terakomodasinya semua kepentingan secara berkeadilan. 

Maksum menegaskan, NU akan melakukan advokasi terhadap draf awal tersebut agar RUU benar-benar berpihak untuk kemaslahatan publik. Bagi NU, katanya, prioritas kebutuhan air secara berurutan meliputi rumah tangga, lalu pertanian, produksi non-usaha, dan terakhir produksi usaha. 

“Keragaman, apa pun kondisinya, kepastian untuk memperoleh air,” ujarnya. (Mahbib)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen Attauhidiyyah Giren

Selasa, 26 Desember 2017

LTM PBNU Sebut Lima Strategi Memakmurkan Masjid

Makassar, Attauhidiyyah Giren. Sekretaris Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Ibnu Hazein menyebutkan beberapa startegi dalam memakmurkan masjid di hadapan seratus peserta yang mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Masjid Syuro, Kota Makassar, Senin (4/12).

Pertama, masjid itu harus menjadi tempat penguatan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah ala thariqah Nahdlatul Ulama.

LTM PBNU Sebut Lima Strategi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM PBNU Sebut Lima Strategi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM PBNU Sebut Lima Strategi Memakmurkan Masjid

"Karena sekarang ini banyak yang mengaku Aswaja, jadi untuk membedakan biar jelas," katanya.

Attauhidiyyah Giren

Kedua, masjid harus menjadi pusat kesehatan. Masjid harus ada polikliniknya. "Harus dibuka itu layanan kesehatan. Paling tidak cek kesehatan. Cek darah kalau belum punya poliklinik," katanya.

Attauhidiyyah Giren

Ketiga, masjid harus menjadi pusat keilmuan. Menurutnya, supaya ilmu jamaah selalu menambah. Lebih-lebih, katanya, kalau terdapat sekolah di lingkungan masjid, baik sekolah TPA, TK MI atau tingkat lebih atas.

Keempat, masjid harus menjadi pusat kegiatan ekonomi. Transaksi ekonomi yang dimaksud bukan di dalam masjid melainkan di luar masjid.

Kelima, masjid menjadi lokasi perbaikan spiritual dan tempat tobat. Termasuk mengajak orang-orang yang belum  belum shalat ke masjid agar mau shalat ke masjid. Namun demikian, ia mengingatkan agar mengajak kebaikan dengan cara yang baik juga dan jauhi saling mengafrikan.

"Jadi, masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah tapi juga ghairu mahdhah," pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Makassar Abdul Wahid Tahir. Hadir pada kegiatan ini Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan Rais Syuriyah PCNU Kota Makassar, Bendahara PCNU Kota Makassar (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya Attauhidiyyah Giren

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Sidoarjo, Attauhidiyyah Giren - Ratusan pelajar MTs di Sidoarjo memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Inernasional. Mereka mengampanyekan gerakan antinarkoba di kalangan pelajar, Sabtu (23/4). Pada kesempatan ini juga mereka menggelar aksi baca bersama sebagai bentuk ajakan untuk kalangan pelajar agar gemar membaca buku.

Mereka mengawali aksinya dengan pembacaan dzikir dan istighotsah. Mereka mengirimkan doa kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama, pejuang bangsa, para pendiri NU, pendiri YPM Sidoarjo, dan RA Kartini.

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Ratusan Pelajar MTs di Sidoarjo Kampanye Antinarkoba

Yosi Aprilia, siswi kelas 7 MTs YPM Sidoarjo berorasi mengajak pelajar lain dan lingkungannya untuk menjauhi narkoba.

Attauhidiyyah Giren

"Narkoba itu berbahaya dan bisa merusak cita-cita generasi penerus bangsa. Untuk itu hindari narkoba. Kami juga ingin memotivasi para pelajar lainnya supaya gemar membaca dan belajar. Karena, dalam waktu dekat ini, siswa dan siswi kelas 9 akan melaksanakan ujian nasional," kata Yosi Aprilia.

Kepala Sekolah MTS YPM 1 Wonoayu, Sidoarjo, Suhardi mengatakan bahwa para siswa diberikan ilmu agama, dan dididik mentalnya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan negative untuk mendidik akhlak mereka.

Attauhidiyyah Giren

"Selama ini kami juga melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke kelas-kelas. Jika terdapat salah satu siswa yang menggunakan narkoba, kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut. Semoga dengan kegiatan Hari Kartini dan Hari Buku Internasional ini para siswa bisa mengambil hikmahnya," ujar Suhardi.

Selain aksi, para siswa juga mendapatkan materi dan wawasan seputar bahaya narkoba, miras, dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pihak BNN mengapresiasi dan memberikan respon positif atas aksi ratusan pelajar MTs ini.

"Ini sangat baik dan inovatif. Saya minta kepada para pelajar, tolong jangan mengikuti kegiatan yang kurang baik. Jangan sampai menggunakan narkoba, miras, dan lain sebagainya yang merugikan diri sendiri," pesan Syamsudin, anggota BNN Sidoarjo bagian pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Peringatan Hari Kartini dan Hari Buku internasional ini juga dimeriahkan oleh penampilan para siswi berupa fashion show dengan mengenakan busana kebaya. Dengan semangat dan antusias, mereka berlenggak-lenggok menampilkan kebaya yang dikenakannya. (Ika Auza Riati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat

Assalamualaikum. Ustadz saya mau bartanya. Apabila saya sedang shalat wajib sendiri atau makmum masbuk lalu ada yang menepuk pundak saya yang berarti saya menjadi imam apakah bacaan yang sedang saya baca dilanjutkan saja atau harus diulang dari al-Fatihah? Terima kasih. wassalamualaikum.. (Deri Kurnia, Sukabumi)

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara penanya yang mudah-mudahan selalu diridhai Allah.?

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Imam di Pertengahan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Imam di Pertengahan Shalat

Mengerjakan shalat fardhu dengan berjama’ah keutamaannya melebihi shalat yang dikerjakan sendirian dua puluh tujuh derajat. Begitulah salah satu pesan Rasulullah saw kepada umatnya terkait dengan keutamaan shalat berjama’ah. Hal ini menunjukkan bahwa melaksanakan shalat fardhu dengan berjama’ah sangat bernilai dan berharga dalam kacamata syariat.? ?

Dalam pelaksanaan shalat berjama’ah, keserasian dan keselarasan baik ucapan maupun gerakan? antara imam dan makmum harus terjaga.? Oleh karena itu ada beberapa ketentuan? yang harus dilaksanakan oleh makmum diantaranya adalah posisinya yang harus berada di belakang imam dan ia tidak diperkenankan mendahului imam dalam berbagai gerakan serta pembacaan surat al-Fatihah ketika sang imam membacanya dengan suara keras (jahr).?

Saudara Deri Kurnia? di Sukabumi yang kami hormati.

Attauhidiyyah Giren

Menanggapi permasalahan saudara, tentang apakah seseorang ketika dimakmumi (dijadikan imam) oleh orang lain di tengah-tengah shalatnya, ia mengulangi bacaan al-Fatihah dari awal ataukah ia melanjutkan bacaannya, kami berpendapat bahwa ia tidak perlu mengulanginya lagi dari awal dan tetap melanjutkan bacaan yang dijalankan. Pendapat kami ini mengacu kitab Fath al-Mu’in karya Syekh Zainuddin al-Malibari. Dalam kitab tersebut beliau (penulis) memberi penjelasan sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ?. Artinya; “Apabila seseorang niat bermakmum di tengah-tengah pelaksanaan shalat, ia harus menyesuaikan dengan imam.”

Dari rujukan ini sangat jelas bahwa seharusnya sang makmum yang menyesuaikan shalatnya dengan? shalat sang imam bukan sebaliknya.

Demikian jawaban kami, mudah-mudahan dengan jawaban ini, gairah untuk shalat berjama’ah semakin meningkat dalam diri kita semua. Amin.

Attauhidiyyah Giren

(Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Sunnah, Kajian Attauhidiyyah Giren

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Kairo, Attauhidiyyah Giren?

PCINU Mesir kedatangan tamu spesial, yaitu Hakam Mabruri dan istrinya Rofingatul Islamiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima Kamis, 26 Oktober lalu. Ia tiba dua hari sebelumnya.?

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Hakam dan istrinya tiba di Mesir setelah perjalanan keliling duniaa selama 10 bulan. Mereka berdua memulai perjalanan spektakulernya ini dimulai sejak tanggal 17 Desember 2016, dan dilepaskan secara resmi di Stadion Kanjuruhan kota Malang, Jawa Timur.

Pasutri asli Malang itu dengan gagah berani memiliki visi dan misi yang besar dalam perjalanan ini, yaitu mendemonstrasikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin yang dikemas dalam slogan Muslim for Peace.?

Hakam yang merupakan anggota GP Ansor dan istrinya anggota Fatayat itu beranggapan bahwa sementara ini banyak orang dalam skala internasional menilai Islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan dan tindakan barbar.?

Attauhidiyyah Giren

Oleh karenanya, dalam perjalanannya mereka selalu menginformasikan dan mempromosikan Islam yang damai kepada setiap orang yabg ditemuinya. Terhitung mereka sudah masuk dan melewati 6 negara dalam perjalanannya ini, di antaranya: Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Jordania, dan Mesir.

Dalam acara Lailatul Ijtima PCINU Mesir, yang berisi kegiatan rutinan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan maulid Shimtu adh-Dhurar, Hakam Mabruri dan istri menjelaskan bahwa kegiatan yang oleh banyak orang dianggap sangat berani bahkan nekat ini diniati dan diupayakan dengan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT.?

Karena sudah pasti dalam perjalanannya yang panjang itu, mereka berdua akan menemui banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang berbeda-beda.?

Attauhidiyyah Giren

"Saya dengan istri hanya bismillah saja dan pasrah kepada Allah SWT. untuk perjalanan ini. Selain itu juga, dengan melihat banyak ragam suku dan budaya di berbagai negara, kita merasakan begitu besar kuasanya Allah SWT dalam menciptakan perbedaan dan keanekaragaman hidup, sehingga kita bisa saling mengenal dan bershilaturrahim," jelasnya ketika ditanya oleh satu warga NU di Mesir.

Bak gayung bersambut, warga NU di Mesir menyambut dengan antusias dan menyimak pasutri pemberani ini dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya.?

Bahkan dalam waktu dekat di Kairo, warga NU Mesir akan mengadakan ngetrip bareng bersamanya dengan berkeliling Kairo memakai sepeda ontel, sambil menikmati indahnya Piramida Mesir dan destinasi-destinasi wisata Mesir. (Ilman M. Abdul Haq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Amalan Attauhidiyyah Giren

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa

Tegal, Attauhidiyyah Giren

Tindakan represif yang dilakukan pihak keamanan Isreal kepada jamaah Masjid Al-Aqsha, Palestina? adalah tindakan biadab. Indonesia harus protes keras atas tindakan semena-mena itu.

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah PBNU Kecam Kekerasan Israel kepada Jamaah Al-Aqsa

Demikian seruan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq saat mengisi acara Tabligh Akbar dalam rangka Halal Bihalal warga NU dan Pelantikan PR Fatayat NU di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten, Tegal pada Sabtu (22/7).

Di hadapan ribuan jamaah, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB itu menambahkan bahwa PKB akan mendesak DPR RI mengeluarkan surat resmi kepada PBB untuk mengutuk segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM.

Attauhidiyyah Giren

PKB kata dia, mengutuk pembatasan dan pembunuhan terhadap jemaah yang sedang melakukan ibadah oleh pihak keamanan Israel yang menyebabkan 3 orang jemaah tewas dan lebih dari 100 luka-luka di Masjid Al-Aqsa.

Attauhidiyyah Giren

"Tindakan Israel ini harus dikutuk keras oleh semua bangsa dan negara di dunia," tegas pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka ini. (Ade Duryawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Senin, 25 Desember 2017

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Semarang, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Tengah merilis program Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) ke-2. Peluncuran program tersebut diadakan bersamaan dengan sosialiasi dan seminar empat pilar yang digelar di Semarang, Ahad (21/6).

Program SKB ke-2 yang baru akan dilaksanakan mulai tahun 2015 ini merupakan lanjutan dari program SKB ke-I yang sudah diadakan oleh kepengurusan sebelumnya dalam rentang waktu  tahun 2012-2013.

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Menurut salah satu Wakil Sekretaris PW IPNU Jateng, Ahmad Saifuddin, program SKB ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader NU.

Attauhidiyyah Giren

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, baik kapasitas nahdliyyah, berorganisasi, maupun intelektual kader,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan Saifuddin, dengan program tersebut, pihaknya berharap nantinya semakin banyak kader NU Jawa Tengah yang keluar potensinya dan bermanfaat lebih luas.

Attauhidiyyah Giren

Usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar dan rilis program SKB ke-2, acara dilanjutkan dengan buka bersama, shalat tarawih berjamaah dan sarasehan alumni IPNU-IPPNU Jawa Tengah bersama kader yang hadir. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib, Jadwal Kajian Attauhidiyyah Giren

Kisah Dua Ajengan dari Tanah Pasundan

Subang, Attauhidiyyah Giren?

Diantara ulama nusantara yang lahir di tanah pasundan adalah KH Ahmad Zakariya atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Rende Bandung dan KH Tubagus Ahmad Bakri atau Mama Sempur Purwakarta. Kedua ulama karismatik ini punya kisah menggelitik sebagaimana diungkapkan KH Nawawi, Pabuaran, Subang.

"Waktu mesantren di Mekkah, Mama Rende seniornya Mama Sempur," ungkap Kiai Nawawi beberapa waktu yang lalu.

Kisah Dua Ajengan dari Tanah Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Dua Ajengan dari Tanah Pasundan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Dua Ajengan dari Tanah Pasundan

Suatu hari, kata Kiai Nawawi, Mama Sempur hendak mempelajari sebuah kitab, namun sayangnya ia tidak mempunyai kitab tersebut. Hingga akhirnya Mama Sempur sowan kepada Mama Rende. "Di sana Mama Sempur menemukan kitab yang dicari, akhirnya Kitab tersebut dipinjam oleh Mama Sempur," tambah mantan Rais PCNU Subang itu.?

Suatu hari, kata dia, Mama Rende hendak membaca kitab ini, ia baru ingat bahwa kitabnya masih dipinjam oleh Mama Sempur, hingga akhirnya Mama Rende mengajak santrinya bernama Mansur untuk silaturahim ke Sempur, Purwakarta.

"Sampai Sempur sudah malam, Mama Rende tidur di bawah bedug. Santri Mama Sempur kaget karena saat hendak menabuh bedug subuh, ada seseorang yang tidak dikenal, barulah diketahui bahwa orang tersebut adalah Mama Rende, sahabatnya Mama Sempur," ujarnya.

Attauhidiyyah Giren

Ditambahhkannya, usai shalat subuh keduanya mengobrol, Mama Rende mengeluarkan bako mole, melinting lalu merokok. Sesaat kemudian sambil guyon Mama Sempur menyindir Mama Rende karena merokok.

"Masih merokok, ajengan?" kata Kiai Nawawi meniru pertanyaan Mama Sempur.

Pertanyaan tersebut dianggap cukup menohok, karena diketahui Mama Sempur bukanlah perokok aktif, tanpa pikir panjang, Mama Rende pun akhirnya menjawab. "Lebih baik merokok daripada pinjam kitab tapi tidak dipulangkan," jawab Mama Rende.

Attauhidiyyah Giren

Usai saling melontarkan sindiran, kedua ulama tersebut kemudian melanjutkan obrolan namun tetap dalam susana keakraban. "Saya tahu cerita ini dari ajengan Mansur, dulu dia sering ke sini, dia santri yang ikut mengantar Mama Rende ke Pesantren Sempur,” kata Kiai Nawawi menutup kisahnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Khutbah, Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Minggu, 24 Desember 2017

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren. Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi, Sleman, DI Yogyakarta, kembali menerbitkan jurnal ilmiah dengan mengusung tema “Pesantren, Ushul Fiqh dan Politik Hukum: Maqashid Sebagai Metode Pendekatan”.

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jurnal Mlangi Angkat Ushul Fiqh dan Penataan Ulang NKRI

Kepada Attauhidiyyah Giren, Muhammad Mustafid, selaku Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara mengatakan empat hal yang melatarbelakangi munculnya tema tersebut dalam Jurnal Mlangi Edisi Ketiga ini, Rabu (08/01).

Pertama, gerakan sosial yang pada akhirnya harus diukur dengan perubahan kebijakan. Karenanya, berbicara politik hukum nasional menjadi penting. Kedua, kekuatan asing saat ini, yang berkepentingan terhadap Indonesia memusatkan aktivitasnya pada rekonstruksi perundang-undangan sesuai dengan kepentingan mereka.

Attauhidiyyah Giren

“Hal ini sangat membahayakan kedaulatan nasional. Sistem hukum nasional saat ini mengalami kebuntuan dan kelumpuhan dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan memenuhi hak-hak konstitusional warga Negara,” ujarnya.

Ketiga, kalangan pesantren, karenanya juga harus memberikan kehirauan yang tinggi pada hal tersebut. Bahkan pesantren harus menata ulang NKRI yang telah terongrong sedemikian rupa konstruksi hukumnya oleh kepentingan modal asing.

Attauhidiyyah Giren

“Pesantren, sesuai mandat sejarahnya, harus menatanya melalui kontekstualisasi maqashid syari’ah,” tegas mantan aktivis PMII Universitas Gajah Mada tersebut.

Keempat, untuk kebutuhan tersebut dibutuhkan tajaddud dan tajdid (pembaharuan) dalam pemikiran ushul fiqh, yang saat ini tidak banyak digunakan sebagai kerangka kontekstual pencarian solusi permasalahan kebangsaan, kemasyarakatan, dan keislaman.

“Dengan ini, maka semua pemikiran fiqh akan dikembalikan pada mashalihul anam, atau meminjam istilah Jasser Auda, pada dilalatul maslahat,” tambahnya.

Jurnal setebal 223 halaman ini menyediakan beberapa tulisan yang berkaitan dengan tema yang telah diusung. Riset utama membicarakan tentang menata ulang NKRI berbasis maqashid syari’ah, peta pemikiran ulama ushul fiqh tentang maqashid syari’ah, dan ushul fiqh dalam kaitannya dengan kontekstualisasi atau reformulasi.

Sedangkan artikel utama tentang perkembangan dan pergeseran hukum nasional Indonesia, permasalahan paradigma dalam ilmu hukum, dan syari’at dan hak asasi manusia: hukum internasional dan hubungan internasional.

Kolom menyinggung tentang fungsi ilmu sosial, juga tiga struktur nalar dalam tradisi Islam. Sedangkan artikel lepas mengusung perempuan menggugat (Kajian atas QS al-Mujadilah [58]: 1-6), dan esai budaya dan sastra tentang para aastrawan jahiliah.

Muslim Legal Thought in Modern Indonesia: Sebuah Catatan Kritis; dan Wacana Ushul Fiqh dalam Literatur Pesantren mengisi rubrik review buku-kitab. Panorama global berisi tentang geo-politik huru-hara Arab.

Adapun apresiasi tokoh kali ini berjudul "Membaca Perjuangan Kiai Abdul Wahab Chasbullah", dan "Hunain Ibn Ishaq: Penerjemah Ensiklopedis dan Dokter Klinik". Mlangisiana berbicara mengenai membaca ulang kehidupan kaum santri: refleksi dari Mlangi. Dan Aswaja Bergerak tentang Risalah Aswaja: Sebuah Pendekatan normatif Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Rencananya jurnal tersebut akan dibedah di UIN Sunan Kalijaga pada 18 Januari 2014, dan setelah itu di Universitas Gajah Mada. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian Islam Attauhidiyyah Giren

Baanar Surabaya dan BNN Kampanyekan Gerakan Anti-Narkoba

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Badan Ansor Anti-Narkoba (Baanar) Kota Surabaya terus menerus bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dalam melakukan upaya untuk mempersempit masuknya Narkoba pada setiap lapisan masyarakat. 

Baanar Surabaya dan BNN Kampanyekan Gerakan Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar Surabaya dan BNN Kampanyekan Gerakan Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar Surabaya dan BNN Kampanyekan Gerakan Anti-Narkoba

Bertempat di Kantor BNN Kota Surabaya, Selasa (1/8) lalu dilaksanakan audensi dengan Ketua BNN Kota Surabaya AKBP Suparti dengan Ansor Kota Surabaya diwakili oleh Ketua Baanar Muhammad Koirul Roziqin berserta rombongan. 

Menurut Roziqin, panggilan akrab Ketua Baanar, mengapresiasi langkah BNN Kota Surabaya yang telah mempersempit peredaran Narkotika. "Surabaya menjadi salah satu target perederan narkotika," katanya. 

Apalagi, peredaran narkotika di kalangan pemuda dan pelajar sungguh mengkhawatirkan. "BNN mencatat jumlah pelajar pengguna narkoba di Kota Surabaya pada Januari-November 2016 sebanyak 200 pelajar. Jumlah ini meroket dibandingkan Tahun 2015."

Untuk itu, lanjut aktivis Ansor ini, GP Ansor Kota Surabaya siap melakukan sinergi dengan semua pihak termasuk BNN Kota Surabaya untuk melakukan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba. "Pemuda saat ini akan menjadi pemimpin yang akan datang." 

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, upaya strategis untuk mencegah peredaran narkoba ada di keluarga. "Kepala keluarga harus pro aktif terhadap anggota keluarganya untuk pencegahan peredaran narkotika," tegasnya. 

Attauhidiyyah Giren

Kepala BNN Kota Surabaya mengapresiasi langkah Ansor Kota Surabaya yang turut andil menyebarkan informasi atas bahaya penggunaan narkotika. 

"Kerja sama dan langkah nyata untuk mempersempit peredaran Narkotika di Surabaya harus dilakukan," katanya.

Mantan Kabag Humas Polrestabes Surabaya juga meminta GP Ansor Kota Surabaya untuk terus bersinergi dengan pihaknya. " Baanar Ansor ini sangat pas dan cocok untuk merangkul dan mendampingi anak-anak muda yg ada di Surabaya agar bebas dari narkoba," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan Attauhidiyyah Giren

Lawan Organisasi Ekstrem, Ribuan Banser Gelar Apel Setia Pancasila

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Ribuan kader Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di Indonesia akan mengikuti Apel Kesetiaan Pancasila pada Rabu (1/6) besok. Apel yang digelar tepat pada hari lahir Pancasila tersebut akan berlangsung serentak di berbagai daerah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, apel ini dilakukan sebagai penegasan komitmen kader Ansor dalam rangka turut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI.?

Lawan Organisasi Ekstrem, Ribuan Banser Gelar Apel Setia Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawan Organisasi Ekstrem, Ribuan Banser Gelar Apel Setia Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawan Organisasi Ekstrem, Ribuan Banser Gelar Apel Setia Pancasila

“Kesetiaan terhadap Pancasila ini juga merupakan penegasan untuk menjaga semangat BhinnekaTungal Ika sebagai pilar bangsa ini,” ujar Yaqut di Kantor PP Ansor Jakarta, Selasa (31/5).

Yaqut mengungkapkan, saat ini banyak bermunculan kelompok dan gerakan anti-Pancasila, baik yang akstrem kanan ataupun ekstrem kiri.

Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan ektrem kanan bahkan secara terang-terangan akan mengganti NKRI dengan sistem khilafah. Bagi Ansor, gerakan HTI ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Yaqut, sikap GP Ansor sebagaimana juga sikap NU, sangat tegas. Siapa saja dan organisasi apa saja ? yang terang-terangan bertentangan, apalagi melawan ideologi Pancasila, haruslah ditetapkan sebagai organisasi subversif. Kelompok ini tidak boleh leluasa hidup mengembangkan ajarannya di negara Pancasila. “GP Ansor berada di setiap jengkal NKRI dan akan memberikan yang terbaik untuk tanah air ini, termasuk darah dan nyawa,” tegas Yaqut.

Untuk tingkat pusat, GP Ansor akan menggelar Apel Kesetiaan di Alun-alun Palimanan Cirebon, Jawa Barat. Apel akan melibatkan 3.000 pasukan Banser dari semua kesatuan dan unit. Apel juga ? diikuti juga oleh unsur TNI dan Polri serta delegasi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dijadwalkan akan hadir pada apel tersebut.

Ketua Pelaksana Apel Kesetiaan Pancasila Mujiburrohman mengatakan, kegiatan ini juga rangkaian Konferensi Besar (Konbes) XX Ansor di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Konbes akan membahas dan mengesahkan beberapa peraturan organisasi sebagai langkah untuk memperkuat kelembagaan organisasi.?

“Juga akan ada beberapa rekomendasi sebagai respon terhadap berbagai isu dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Warta, Fragmen, Cerita Attauhidiyyah Giren