Rabu, 30 Desember 2015

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk

Jakarta,Attauhidiyyah Giren

Konflik Suriah bermula dari Arab spring yang menginginkan adanya perubahan rezim. Basar Assad sebagai penerus ayahnyayang sangat otoriter dan berasal dari minoritas Alawi terus diguncang. Suriah juga harus dilihat dari geopolitiknya. Hampir semua konflik Timur Tengah tentu tidak terlepas dari sumber daya yang dikandungnya, yakni minyak dan lainnya.

“Hampir semua konflik di sana (Timur Tengah) berkaitan dengan itu (minyak),” kata pengamat Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh.

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk

Suriah tidak saja bergolak karena dua kubu, yakni kubu Assad dan oposisinya. Tetapi setelah 2013, lahir Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang menjadi common enemy (musuh bersama) keduanya.

Attauhidiyyah Giren

“ISIS seolah-olah menjadi common enemy,” ujarnya.

Attauhidiyyah Giren

Meski Suriah terus bergejolak, Indonesia tetap kokoh mempertahankan duta besarnya di sana. Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan. Indonesia ingin memisahkan agama dan negara karena yang berkembang saat ini seolah-olah hanya konflik Sunni dan Syiah.

Padahal menurut Badrus, konflik Suriah adalah murni ekonomi politik. “Ini murni ekonomi politik,” ujarnya.

Indonesia bahkan mempererat hubungan perdagangannya serta potensi wisata yang dimilikinya dengan mengadakan pameran-pameran. Indonesia juga berpandangan kalau apa pun yang ada di balik konflik ini, tentu yang rugi adalah masyarakat muslim secara umum, terutama warga Suriah. Jika semua orang mengisolasi Suriah pun orang Islam juga yang rugi.

Indonesia berupaya untuk mendukung proses demokrasi. Hal ini bukan berarti Indonesia mendukung Assad. Indonesia hanya tidak ingin kembali terjadi penggulingan ataupun pemaksaan dengan peperangan agar pemerintahan itu beralih dengan tanpa melalui proses demokrasi.

“Indonesia ingin proses demokratisasi berjalan dengan normal,” ungkap dosen lulusan Deakin University itu.

Dampak konflik Suriah terhadap Indonesia adalah meningkatnya angka terorisme. Ada sekitar 500-700 orang Indonesia yang berangkat ke Suriah. Ancaman terbesar adalah kembalinya mereka dari sana terhadap keamanan Indonesia. Hal ini persis seperti tahun ‘80-an dengan kembalinya alumni Afghanistan. Hal di atas telah terbukti dengan terjadinya bom pada awal tahun ini.

“Ketika mereka kembali adalah ancaman terbesar bagi keamanan Indonesia,” katanya.

Ormas Islam selalu siap untuk memperkuat posisi Islam moderat di dunia. Nahdlatul Ulama berkali-kali mengundang ulama Timur Tengah untuk bersinergi meningkatkan Islam moderat dan memperkuat politik Islam dunia. NU juga mengajak ulama Timur Tengah bersama-sama mengatasi bahaya radikal jihadis dan ancaman terorisme.

Pada tanggal 27-29 Juli lalu di Pekalongan, Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah mengundang ulama-ulama dunia untuk meningkatkan nasionalisme dengan tema Bela Negara : Konsep dan Urgensinya dalam Islam.

Begitupun Muhammadiyah yang pada awal November lalu menggelar World Peace Forum di Jakarta.

Forum yang bertemakan Ekstrimisme Global itu, menurut Badrus, merekomendasikan perlunya melihat kembali global justice dan ancaman terorisme dan radikalisme agar tercipta masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.

Ormas Islam Indonesia akan bersama-sama ulama Timur Tengah untuk mengatasi konflik berkepanjangan ini. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berkomitmen menjaga keutuhan negara dan Islam moderat serta Islam dan kepentingan negara.

Isu Sunni-Syiah yang berembus hanya menjadi alat strategis bagi kaum radikal, terutama ISIS. Mereka melihat jihad mereka tidak saja melawan koalisi Internasional, tetapi juga melawan Syiah. Meningkatnya gerakan anti-Syiah di Indonesia juga cukup mengkhawatirkan. Hal ini mengingat jika kesamaan tujuan ini, maka tentu sangat berbahaya. Mereka memiliki persepsi yang sama terhadap Syiah. Namun di Indonesia sendiri, menurutnya, masih bisa diredam.

Konflik Suriah menurutnya masih panjang karena belum menemukan win-win solution. Konflik ini tidak bisa hanya memenangkan salah satu pihak. Oleh karena itu, duduk bersama adalah solusi untuk merumuskan win-win solution yang diharapkan. (Syakir Niamillah Fiza/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib, Nahdlatul Ulama, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 03 Desember 2015

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri

Bondowoso, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso mengadakan tahlilan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Kantor PCNU setempat, Jalan KH Agus Salim Nomor 85 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Rabu malam ( 21/10)

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri

Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam menjelaskan, kegiatan tahlil ini merupakan acara rutinan warga NU setempat yang dilaksanakan setiap Selasa malam. Agar bersamaan mendekati tanggal 22 Okteber 2015 yang ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional maka pengurus NU setempat mengundur jadwal menjadi Rabu malam atau malam Kamis.

Abdul Qodir Syam menambakan, Kamis (22/10) ini delegasi santri dari Pondok Pesantren Se-Bondowoso akan mengikuti Apel Santri. Kegiatan tersebut di bawah koordinasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) Bondowoso, Lembaga Pendidikan Maarif NU Bondowoso, dan Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso.

Attauhidiyyah Giren

“Nantinya yang menjadi Inspiktur upacara Apel Santri adalah Drs. H. Salwa Arifin (Wakil Bupati Bondowoso) yang akan dilaksanakan di depan Kantor PCNU Bondowoso," imbuhannya.

Salwa Arifin yang hadir dalam acara tahlilan itu mengaku merasa terhormat dapat terlibat dalam peringatan Hari Santri Nasional. Mustasyar PCNU Bondowoso ini menambahkan, tidak berlebihan NU menyambut antusias Hari Santri, termasuk dengan tahlilan.

Attauhidiyyah Giren

Ia mengatakan, NU tak suka dengan perpecahan, NU tawaduk. “Kenapa demikian? Karena NU adalah ‘pesantren besar’ di dalamnya ada pondok pesantren dan NU indentik dengan pesantren. Begitu pula pesantren indentik dengan NU dan itu tidak bisa dipisahkan itu berpaham Ahlusunnah wal Jamaah.” (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai Attauhidiyyah Giren

Jumat, 13 November 2015

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, Attauhidiyyah Giren. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

Attauhidiyyah Giren

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tegal Attauhidiyyah Giren

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zainul Hasan (Zaha) Genggong Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mewisuda 304 mahasiswanya di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Rabu (6/13).

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa

Prosesi wisuda tersebut dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Senat Stikes Hafshawaty Zaha Genggong dalam rangka wisuda S1 Keperawatan, Diploma III Keperawatan, Diploma III Kebidanan dan Diploma IV Bidan Pendidik yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Stikes Hafshawaty Zaha Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

 

Wisuda kali ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo yang juga Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Alfi Sahri Lubis, Ketua PPNI Kabupaten Probolinggo H. Mujoko dan Ketua IBI Kabupaten Probolinggo Hj. Mari’ah.

 

Attauhidiyyah Giren

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang hari itu secara resmi telah dinyatakan lulus dan berhasil menyelesaikan pendidikannya di Stikes Hafshawaty Zaha Genggong. “Semoga ilmunya manfaat dan segera bisa mengabdikan diri untuk mengimplementasikan ilmunya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

 

Menurut Tantri, wisuda yang digelar Stikes Hafshawaty Zaha Genggong untuk akademi keperawatan (akper) dan akademi kebidanan (akbid) ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Daerah dalam membangun Kabupaten Probolinggo lima tahun ke depan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

 

“Keberadaan Stikes Hafshawaty Zaha Genggong memberikan kontribusi dan membantu Pemerintah Daerah dalam sektor pendidikan dan kesehatan untuk ikut menciptakan generasi muda yang ahli dalam bidang kesehatan,” jelasnya.

 

Dikatakan Tantri, saat ini masyarakat Kabupaten Probolinggo kesadaran tentang pendidikan dan kesehatan terus meningkat. “Tetapi disisi lain, kita tidak boleh berpuas diri dengan keberhasilan yang kita capai. Terima kasih kepada orang tua yang telah berhasil dan sukses mengantarkan putra dan putri dalam meraih ilmu sesuai dengan keahliannya,” terangnya.

 

Sementara Ketua Yayasan Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan keberhasilan ini harus selalu mengingatkan kita agar senantiasa berdzikir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

 

“Syukur itu hakekatnya mudah, tetapi kadang-kadang kita tidak melakukannya. Hal ini dilakukan supaya ilmunya bermanfaat. Sebab keberhasilan ini tidak lepas dari ijin dan pertolongan dari Allah SWT,” ungkapnya.

 

Menurut Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, setelah bersyukur kepada Allah SWT, maka kita harus bersyukur kepada orang tua. “Ucapkan terima kasih dan jaga akhlak kepada orang tua. Karena keridho’annya, ilmu yang kita dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Zaha Genggong ini meminta agar wisudawan dan wisudawati terus meningkatkan tali silaturahim. ”Saya mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tetap dan terus berhubungan dengan lembaga Stikes Hafshawati Zaha Genggong. Semoga ilmu yang dimiliki bisa memberikan barokah dan manfaat baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain,” harapnya.

 

Berdasarkan pantauan Attauhidiyyah Giren, sejak pagi suasana Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan itu sudah ramai dengan kehadiran ratusan mahasiswa yang akan diwisuda beserta orang tua dan pengantar mereka. Sekitar pukul 08.00 WIB, rangkaian acara prosesi wisudapun dimulai. Bagi pengantar yang tidak dapat masuk ke ruangan GIC Kraksaan, panitia menyediakan layar LCD yang di tempatkan di beberapa sudut luar GIC Kraksaan.

 

Lulusan terbaik dari Prodi S-1 Keperawatan diraih oleh Hendra Kustiantoro dengan IPK 3,64 dan lulusan terbaik Prodi D-III Keperawatan diraih oleh Renni Indrawati dengan IPK 3,57. Untuk lulusan terbaik Prodi D-III Kebidanan diraih oleh Robiatul Adawiyah I dengan IPK 3,81dan lulusan terbaik Prodi D-IV Kebidanan diraih oleh Rieke Novitri dengan IPK 3,80. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, Olahraga Attauhidiyyah Giren

Selasa, 10 November 2015

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

Attauhidiyyah Giren

Pengobatan Gratis

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Attauhidiyyah Giren

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, News Attauhidiyyah Giren

LTMNU Luncurkan "Gismas" dan "Masnu Payment"

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jumat (26/7) petang, meresmikan program Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang baru bernama “Gismas” dan “Masnu Payment” di gedung PBNU lantai 8, Jakarta.

Gismas adalah singkatan dari Gerakan Infaq Shadaqah Memakmurkan Masjid. Program ini bergerak di bidang penyadaran berderma dan pengumpulan donasi dari jamaah. Sementara Masnu (Masjid NU) Payment membuka pelayanan untuk pembayaran secara online untuk berbagai kebutuhan, seperti listrik, telepon rumah, internet, TV berbayar, tiket kreta api, pulsa, dan lain-lain.

LTMNU Luncurkan Gismas dan Masnu Payment (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Luncurkan Gismas dan Masnu Payment (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Luncurkan "Gismas" dan "Masnu Payment"

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, program ini adalah bentuk komitmen LTMNU menindaklanjuti rapat pimpinan nasional yang digelar di 17 wilayah dan rapat pimpinan daerah di 52 kabupaten/kota. “Jadi biar ada wujud konkretnya, tidak sekadar datang ke daerah-daerah,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’sum.

Menurut Wakil Ketua PP LTMNU Mansur Syaerozi, melalui gerakan ini pihaknya menargetkan mampu memberdayakan sekaligus menyejahterakan puluhan ribu guru ngaji, serta ribuan dai dan khatib untuk memakmurkan masjid di setiap kelurahan Indonesia.

Attauhidiyyah Giren

“Termasuk merehab 100.000 masjid dan mushala di daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia, dan menyediakan 1000 ambulan dan 6994 pemakaman muslim,” imbuhnya.

Selama ini, sambungnya, masjid-masjid di Indonesia mayoritas mengandalkan dana dari pemerintah. Padahal, pemerintah sendiri mendapatkan kekayaan justru dari rakyat.

“Dan hanya sedikit masjid yang di bangun pemerintah. Mayoritas dibangun masyarakat. Sehingga usaha memakmurkan masjid juga harus dikembalikan kepada masyarakat,” katanya.

Gismas dan Masnu Payment akan dikordinir para penggerak masjid di masing-masing daerah yang disebut “muharrik”. Dalam acara peluncuran perdana ini, LTMNU mengundang sekitar 81 muharrik dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, IMNU Attauhidiyyah Giren

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjung Brebes dilantik. Kepengurusan untuk periode 2014-2019 itu mengangkat janji d ihadapan Nahdliyin (warga NU) se- Kecamatan Tanjung. Mereka merupakan hasil konferensi MWCNU pada Akhir Juli 2013 lalu.

“Kepengurusan kami memang terlambat dilantik akibat banyaknya agenda politik dari pilkades, pileg, hingga pilpres, tapi program sebagai amanat konferensi telah berjalan dengan lancar,” tutur Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Kiai Sodikin HS usai dilantik di halaman Majelis Taklim Assidiqiyah Desa Sengon, Tanjung Brebesm, Kamis (26/6/14) malam.

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

Kiai Sodikin dalam programnya akan menggiatkan terus lailatul ijtima. Pasalnya, di dalam lailatul ijtima bisa menjadi benteng perkuatan paham Ahlussunah wal Jamaah. “Sesuatu yang baik, harus terus dipertahankan dengan menggelar berbagai tradisi seperti dalam NU itu ada lailatul ijtima,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Dia juga menceritakan, betapa begitu mudahnya budaya memakai iket (tutup kepala dengan kain batik) bagi orang tua Brebes dan sekitarnya hilang karena tidak ada anjuran atau fatwa yang mewajibkan orang tua untuk memakai iket.

Attauhidiyyah Giren

“Begitupun dengan tradisi NU, kalau tidak ada keputusan dari para ulama untuk hukum-hukum tertentu maka akan hilang, seperti tahlil, manaqib, barzanji, istighosah dan lain-lain tradisi NU,” terangnya.

Menurut Sodikin, keberadaan pengurus di desa-desa untuk menggiatkan tradisi lailatul ijtima akan lebih memperkokoh keberadaan NU dari ancaman paham lainnya.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Brebes Drs KH Sodikin Rachman dengan cara membaiat para pengurus. Mereka yang dilantik antara lain Rais Suriyah KH Mudris Toyib SPdI, Katib Wahidin, Tanfidziyah K Sodikin HS, Sekretaris Solikhin SPdI dan Bendahara Mafroni. Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 18 Pengurus Ranting (PR) Se Kecamatan Tanjung.

KH Sodikin Rachman dalam kata pelantikannya menghimbau agar bersabar dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, menjadi pengurus NU tidak mendapatkan gaji apapun hanya berharap mendapatkan berkah dari Allah SWT. “Jangan berharap untuk mendapatkan gaji karena memang tidak digaji, tetapi keberkahan pastilah akan datang tanpa disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menjadikan organisasi yang sehat perlu dipatuhi tiga tanda-tanda. Pertama, siklus kepemimpinan harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi. Bila masa khidmah pengurus lima tahun sekali harus konferensi tentunya harus dipatuhi. Meskipun pada masanya pengurus tersebut dipilih kembali.

Kedua, ada pembagian tugas yang jelas. Jangan sampai suatu organisasi hanya dipegang oleh ketuanya saja dari urusan penulisan, pegang uang sampai mencari dan membelanjakan uang untuk organisasi. “Masing pengurus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sendiri-sendiri walaupun harus diwujudkan bersama-sama,” paparnya.

Organisasi yang sehat, lanjut Sodikin, harus ada Time Schedule atau program kerja dan rentang waktu pelaksanaan yang rapi. Jangan sampai menjalankan program kagetan, contohnya lagi musim pilpres terus rame-rame bikin istighosah mendukung pilihan tertentu.

“Itu keliru, program yang benar ya yang dihasilkan saat konferensi dan direalisasikan pada waktu yang tepat,” tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 01 November 2015

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam, akan terlihat keberhasilannya manakala mampu meresap dan tertanam pemahaman agama sejak dini. Sehingga pada saat dewasa, memiliki kemampuan beribadah dengan benar dan tidak menyimpang dari syariat.

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Untuk menguji kemampuan siswa dalam penerapan kurikulum, para siswa se-Kabupaten Brebes diuji kemampuan pendalaman agamanya lewat lomba mata pelajaran pendidikan agama Islam dan seni Islami (Mapsi). 

“Dengan intensitas lomba, maka akan terlihat sampai sejauh mana penyerapan dan penerapan siswa dalam menjalankan agamanya. Karena ada penanaman jiwa sportifitas dan pendalaman keimanan,” ujar Ketua Panitia lomba Mapsi ke-16 tingkat Kabupaten Brebes Amin Tolib MAg di Lapangan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes, Jawa tengah, Rabu (16/10).

Attauhidiyyah Giren

Diupayakan, lanjut Amin Tolib, lewat lomba Mapsi siswa mampu meningkatkan ibadah shalat, menggairahkan belajar Al-Quran dan berlatih dakwah. Dan yang lebih utama, tercipta akhlakul karimah, budi pekerti luhur dan ukhuwah islamiyah. “Kalau sudah berakhlakul karimah, siswa siswi akan memiliki pondasi yang kuat sehingga tidak terpengaruh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Amin Tolib.

Attauhidiyyah Giren

MAPSI dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan memukul kenthongan dan penyematan tanda peserta. Dalam sambutannya dia berharap ajang ini bisa dijadikan barometer keberhasilan penyerapan ilmu agama pada peserta didik. 

Lebih dari itu, kata Idza, lomba MAPSI agar dilakukan secara serius meskipun sudah menjadi agenda kegiatan tahunan. Sehingga pada akhirnya mampu membawa misi Kabupaten Brebes menjadi yang terbaik ditingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba diikuti 442 siswa SD/MI dari 17 Kecamatan se-Kab Brebes. Masing-masing kecamatan mengirimkan 26 siswa. Mereka mengikuti 9 mata lomba yakni Pengetahuan Agama dan BTQ, Ketrampilan Adzan, LCC PAI dan Umum, Seni Khot dan Kaligrafi, Cipta Khitobah dan Seni Berkhitobah, Cipta Cerita Islami dan Bercerita Islami, Seni Tilawah Al Quran, Seni Macapat Islami dan Seni Musik Rebana.  

Para pemenang lomba, akan menjadi duta Kab Brebes untuk tingkat Provinsi Jateng dalam lomba yang sama pada 21 November 2013 di Kabupaten Banjarnegara. (Wasdiun/Abdullah Alawi)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul Ulama, Aswaja Attauhidiyyah Giren

Selasa, 20 Oktober 2015

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Malang, Attauhidiyyah Giren

Masjid merupakan sebuah tempat strategis yang tak hanya berfungsi untuk menjalankan ibadah. Terdapat peran-peran strategis yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam yang melibatkan masjid.

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Penting bagi warga NU untuk terus mengembangkan masjid sebagai sumber pengembangan Islam, berikut alasan-alasannya.

Pertama, sebelum dibangun pesantren, pasti dibangun masjidnya dahulu dan setiap desa hampir bisa dipastikan ada masjidnya, tetapi belum tentu ada pesantrennya.

Attauhidiyyah Giren

Kedua, masjid letaknya teratur, tidak menumpuk di satu tempat sehingga sarana ibadah terdistribusi dengan baik.

Attauhidiyyah Giren

Ketiga, Masjid merupakan potret paling otentik kondisi, shoheh tentang kondisi, sikap dan kualias umatnya. 

“Kalau masjidnya kotor tempat wudhunya, ya umatnya kurang lebih ya masih begitu. Kalau bersih, umatnya lebih berbudaya.”

Demikian juga kalau masjidnya bagus, ekonomi umat pendukungnya juga bagus. Kalau masjidnya reot, juga begitu.

Lalu kalau jamaahnya banyak, berarti semangat ibadah yang tinggal di kanan kirinya juga begitu. Kalau masjidnya kosong, berarti semangat ibadah umatnya pun begitu. 

“Kalau shofnya lurus, umatnya juga disiplin. Kalau jamaahnya sedikit, mencari-mencar, shofnya ngak lurus, ya masih morat-marit.”

Kalau takmirnya suka mengundar khotib yang galak, berarti umatnya juga begitu. Khotibnya adem ayem, kesadaran hidupnya juga begitu. 

“Potret warga NU seperti apa, bisa di lihat di masjid-masjidnya,” tandasnya.Ia menegaskan, masjid harus menjadi kaki NU ke depan. Pesantren sebagai sumber ilmu dan hikmahnya, masjid sebagai pusat pengamalan dan pembinaannya.

Sementara itu, Ketua LTMNU KH Abdul Manan al Ghani menegaskan lembaga yang dipimpinnya ini berusaha untuk menggerakkan struktur di lingkungan NU agar mampu memberdayakan masjid.

Ia merasa prihatin dengan sejumlah situasi seperti maraknya permintaan sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan atau pengelola masjid yang kurang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan masjidnya.

“Tidak usah menunggu program dari PBNU. Saya senang, jika masjid atau LTMNU di daerah mampu membikin program sendiri.”

LTMNU memiliki sejumlah program usaha seperti Kelompok Usaha Jamaah Masjid, tower BTS berbasis menara masjid atau sejumlah bisnis lain yang halal dan dapat menunjang kegiatan kemasjidan.

Penulis:: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Santri, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 17 Oktober 2015

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Prof Dr M Maksum Mahfoedz resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Kamis (9/7) di lantai 5 Gedung PBNU.

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Kegiatan pelantikan ini dibarengi dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) yang dihadiri oleh ratusan Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.

Ketua BPPTNU, Dr KH Mujib Qulyubi menuturkan, pelantikan ini merupakan langkah awal diantara langkah-langkah besar yang telah dilakukan oleh tim pendiri UNU Indoensia menuju proses pengembangan.

Attauhidiyyah Giren

“Apalagi dalam pelantikan ini dihadiri 2 kementerian sekaligus, yaitu Menristek Dikti, Prof M Nasir dan pihak Kemenag yang menjadi pertanda bagus dalam pengembangan UNU Indonesia ke depan,” ujar Kiai Mujib.

Mantan Ketua STAINU Jakarta ini menambahkan, bahwa proses bertumbuh UNU Indonesia telah dilakukan oleh tim pendiri dan pengelola sehingga universitas NU di Jakarta ini akhirnya terwujud dengan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Attauhidiyyah Giren

Rektor terpilih, Prof Maksum Mahfoedz menerangkan, bahwa dirinya akan mewujudkan UNU Indonesia menjadi universitas unggul dimana menjadi tempat berbaurnya dunia akademik, keislaman, kebangsaan, dan kejuangan.

“Kalau NU yang membutuhkan dan mengamanahkan, sikap saya sami’na wa atho’na. Saya dan teman-teman akan menahkodai UNU Indonesia berdasarkan prinsip kolektivitas atau kebersamaan dengan tidak menonjolkan ego jabatan,” ujar Guru Besar UGM Yogyakarta ini.

Sementara itu, Menristek Dikti dalam sambutannya usai meneken MoU dari berbagai perguruan tinggi NU yang hadir menuturkan, bahwa kualitas perguruan tinggi salah satunya ditentukan oleh produktivitas ilmiah dari segenap civitas akademiknya. “Jadi karya tulis dan penelitian harus terus-menerus dilakukan kemudian dipublikasikan melalui jurnal atau media lain yang mendukung,” terang mantan Rektor Undip Semarang ini.

Kegiatan pelantikan juga disaksikan oleh Ketua LPTNU, Dr H Noor Achmad, segenap jajaran pengurus UNU Indonesia, pimpinan Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta, serta para pengelola Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.?

UNU Indonesia juga menyediakan beberapa program beasiswa, diantaranya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan beasiswa afirmasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta beasiswa dari berbagai lembaga pemerintah yang telah menjalin kerja sama dengan UNU Indonesia.

Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, pendaftaran gelombang pertama diselenggarakan tanggal 8 Juli-19 Agustus 2015. Sedangkan gelombang kedua dilakukan tanggal 24 Agustus-30 September 2015. Adapun awal perkuliahaan digelar 7 Oktober 2015. Formulir pendaftaran bisa diakses secara online di www.unuindonesia.ac.id maupun datang langsung ke kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib, Berita, Doa Attauhidiyyah Giren

Senin, 12 Oktober 2015

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf

Makassar, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan kembali menyelenggarakan Lailatul Ijtima atau pertemuan rutin malam yang membahas berbagai persoalan. Lailatul Ijtima’ yang memasuki kali keenam ini mengusung tema "Tasawwuf sebagai Pegangan Umat Islam".

Pertemuan yang digelar di kediaman Bendahara PW Lembaga Perekonomian NU (LPNU) H Bahar Ngitung di Jalan Alauddin Makassar, Sulsel, Kamis (3/4), tersebut menghadirkan Katib Syuriyah PWNU Sulsel Dr KH Ruslan sebagai pemberi taushiyah seputar tasawuf.

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak muncul gerakan-gerakan sempalan yang gemar membidahkan tasawuf, bahkan menganggapnya sebagai jalan setan. Terkadang, gerakan itu mengatasnamakan ulama-ulama salaf untuk mengharamkan tasawuf.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Kiai Ruslan, kesalahpahaman itu disebabkan lantaran perbedaan “standar” kebaikan antara penekun jalan tasawuf dan masyarakat secara umum. Kebrukan menurut pandangan kaum sufi kadang sudah mendapat penilaian baik oleh orang awam. Hal ini disebabkan, pandangan kaum sufi begitu mendalam ketika melihat sebuah permasalahan.

Ia mengatakan, di sinilah peran Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan memegang peranan penting untuk menjaga dirinya dari gerakan-gerakan sempalan yang ingin menghabisi amalan-amalan tasawuf akhir-akhir ini.

Attauhidiyyah Giren

Hadir dalam kesempatan ini para sesepuh dan pengurus NU Sulsel, mulai dari jajaran mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, lembaga/lajnah, dan badan otonom. Tuan rumah yang juga Bendahara PW LPNU Sulsel berterima kasih atas kehadiran para sesepuh NU yang menyempatkan membaca surah yasin dan lain-lain dalam Lailatul Ijtima’ kali ini. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Minggu, 11 Oktober 2015

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

Lampung Tengah, Attauhidiyyah Giren. Untuk kali kedua keluarga besar Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah akan mengadakan Pormanu (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama) se-Kabupaten Lampung Tengah.?

H. Muhyidin Thohir selaku panitia pelaksana mengatakan, Pormanu 2017 yang kedua ini akan diikuti sekitar seribu lebih siswa-siswi Ma’arif NU dari 28 kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah yang meliputi semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, MTs hingga MA/SMK/SMA.

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

“Pelaksanaan lomba akan di laksanakan di kompleks gedung LP Ma’arif NU Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah dan beberapa pesantren, pada Senin, tanggal 20 November 2017 atau bertepatan 1 Rabiul Awal 1439,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah ini di sela-sela persiapan dengan seluruh jajaran panitia Pormanu II 2017 di kediaman Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Lampung Tengah, H. Syarif Kusen, Selasa (14/11).

Cabang-cabang perlombaan Pormanu II 2017 antara lain hadrah, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja/LCT Aswaja, marching band, adzan, bola voli, pidato, mewarnai, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat Pagar Nusa, dan Syarhil Quran.?

Seluruh sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif NU Lampung Tengah dapat mendaftarkan diri di sekretariat Pormanu II yakni LP Ma’arif NU Bangunrejo atau menghubungi panitia di nomor telepon 085840290366 (Rahmat Edi Santoso) dan 085768768821 (Afrianto).

Attauhidiyyah Giren

Pormanu II 2017 Lampung Tengah direncanakan akan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah H. Mustafa, PW LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, jajaran PCNU Lampung Tengah, kiai-kiai pesantren, serta utusan sejumlah badan otonom dan lembaga NU.?

Saat ini sekolah/madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma’arif NU Lampung Tengah tersebar di 28 kecamatan terdiri dari TK Ma’arif sebanyak 31, RA Ma’arif sebanyak 29, MTs Ma’arif sebanyak 27, SMP Ma’arif sebanyak 11. SMA Ma’arif sebanyak 5, MA Ma’arif sebanyak 17, dan SMK Ma’arif? sebanyak 5. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Pahlawan, Santri Attauhidiyyah Giren

Senin, 28 September 2015

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional

Judul: Wahid Hasyim Biografi Singkat 1914-1953

Penulis: Muhammad Rifa’i

Editor: Meita Sandra

Penerbit: Garasi Yogyakarta

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bergelar Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bergelar Pahlawan Nasional

Cetakan: 2010

Tebal: 169 hlm.

Attauhidiyyah Giren

Peresensi: Moh. Ridwan Rifa’i

Kiai Wahid Hasyim adalah putra dari Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) dan ayah dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH Hasyim Asy’ari. Silsilahnya dari jalur ayah bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Islam Demak. Sedangkan dari jalur ibunya, bersambung hingga Ki Ageng Tarub. Dan bila dirunut lebih jauh, kedua silsilah itu bertemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja kerajaan Mataram. Maka tidak heran jika pada akhirnya Wahid Hasyim menjadi seorang figur, panutan masyarakat, bahkan gelar pahlawan nasionalpun ia raih. Karena Wahid Hasyim dikenal sebagai sosok yang mempunyai banyak sumbangsih terhadap negara Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Attauhidiyyah Giren

Selain dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, Wahid Hasyim aktif dibeberapa organisasi kemasyarakatan seperti MIAI, Masyumi, Liga Muslimin Indonesia, hingga di organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU). Di beberapa organisasi tersebut ia selalu dipercaya untuk menjadi Rais Akbarnya. Namun yang paling banyak memberikan sumbangsih dan mengabdi terhadap organisasi yaitu di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi yang didirikan oleh ayahnya, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Karirnya di NU dimulai dari pengurus ranting NU Cukir Jombang, ketua NU Cabang Jombang, hingga kemudian pada tahun 1940 dipilih menjadi anggota PBNU bagian Ma’arif (pendidikan). Dari sinilah, perjuangan di NU mulai banyak peningkatan sampai akhirnya pada tahun 1946 Wahid Hasyim diberikan amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU menggantikan Kiai Ahmad Shiddiq.

Pada masa kepemimpinannya di NU, Wahid Hasyim tidak hanya berkiprah memajukan serta meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Beliau juga mampu berkiprah dalam perjuangan politik. Namun perjuangan politiknya bukan perjuangan politik pragmatis untuk memperoleh sebuah kekuasan dan kepentingan pribadi, melainkan ia mampu berkiprah memperjuangkan politik kebangsaan dan kerakyatan. Kiprah Wahid Hasyim di NU benar-benar mengabdi untuk NU, sehingga pada tahun 1939 atas nama wakil NU, ia mampu membawa NU masuk bergabung dalam MIAI sebuah perkumpulan dari berbagai organisasi Islam dalam satu wadah. Jadi, pada usia 25-26 tahun Wahid Hasyim sudah menjadi ketua pergerakan dengan skala nasional dalam dua organisasi.

Selain itu, Wahid Hasyim pernah mendirikan organisasi kepemudaan Islam. Dengan mengajak M Natsir dan Anwar Cokrominoto, mereka menggerakkan pemuda Islam yang militan, berani berjihad untuk agama, bangsa, dan tanah airnya. Gerakan ini ini diberi nama GPPI (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), yang lahir? pada tanggal 2 Oktober 1945. GPPP ini lahir, sebagai organisasi gerakan kepemudaan Islam yang bergerak dalam lapangan politik dan memiliki kecenderungan radikal (hal. 37).

Sejak itulah, kita mengetahuai bahwasanya Wahid Hasyim adalah tokoh pergerakan yang mampu membangkitkan NU di pentas nasional. Ia juga mampu meningkatkan bidang pendidikan dan sosial-politik NU. Dengan semua ini, Wahid Hasyim bisa menunjukkan bahwa NU mempunyai kualitas dan bisa berkiprah walaupun warganya mayoritas berlatar belakang kalangan tradisionalis (pesantren).

Meskipun berlatar belakang dari kalangan tradisionalis, ia tetap konsisten, ikhlas, dan sabar dalam mengabdi pada NU. Dengan kekonsistenan, keikhlasan, dan kesabaran dalam mengabdi di NU, akhirnya NU memberikan sebuah “barokah” (nilai tambah), pada tahun 1949-1952 Wahid Hasyim diangkat menjadi Menteri Agama. Dengan bermodal perjuangan dan mengabdi pada bangsa Indonesia khususnya NU, akhirnya Wahid Hasyim mampu menjadi seorang yang sukses, diterima oleh banyak kalangan, memimpin organisasi terbesar di Indonesia seperti, jam’iyah Nadlatul Ulama (NU) dan organisasi terbesar lainnya yang berskala nasional hingga dipercaya menjadi Menteri Agama.

Buku “Biografi Singkat Kiai Wahid Hasyim” ini, menceritakan sejak ia lahir, pendidikan, kaya-karyanya, perjuangannya di Pesantren Tebuireng Jombang hingga pada saat aktif diberbagai organisasi keagamaan kemasyarakatan yang berskala nasional khususnya di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Juga beberapa pemikirannya tercantum dalam buku ini, mulai tentang agama dan negara, politik, pergerakan, perjuangan umat Islam, pendidikan dan pengajaran, hingga tentang pemikiran Kementerian Agama.

Salah satu pemikiran Wahid Hasyim yang menarik dalam buku ini, adalah tentang pemikiran politiknya. Pemikiran dan gerakan politik Wahid Hasyim adalah kebangsaan, kerakyatan, membela negara mengayomi masyarakat. Politik bagi Wahid Hasyim bukanlah sebagai kendaraan untuk meraih sebuah kekuasaan dan jabatan, melainkan ia untuk mengabdi untuk negara, mengayomi masyarakat dari semua golongan. Namun kenyataannya sampai sekarang justru politik dianggap sebagai kendaraan untuk meraih kekuasaan, jabatan, demi kepentingannya sendiri.

Dari buku ini, setidaknya dapat menjadi langkah awal sejauh mana kita mengenal sosok dan latar belakang Wahid Hasyim. Agar supaya muncul penulis dan peneliti yang mampu menulis biografi para tokoh, Kiai, yang mempunyai banyak sejarah dan sumbangsih terhadap negara. Dengan harapan bisa diteladani oleh masyarakat khususnya para santri pondok pesantren. Semoga pejuangan yang dilakukan oleh Wahid Hasyim untuk Negara, masyarakat, khususnya warga nahdliyin bermamfaat dan barokah. Amin



Peresensi adalah, Mahasiswa semester akhir STITA Sumenep, saat ini aktif sebagai staf TU Madrasah Ibtidaiyah Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep Madura.
Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaNu Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 19 September 2015

Benarkah Mr Bean Masuk Islam?

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Mr Bean, yang dikenal sebagai raja komedi biru dikabarkan mengumumkan dirinya menjadi pemeluk Islam, seperti dilaporkan oleh israellycool.com, yang diambil dari sumber situs jejaring sosial.

Benarkah Mr Bean Masuk Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Mr Bean Masuk Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Mr Bean Masuk Islam?

Hidayah Rowan Atkinson tersebut terjadi setelah ia menonton film Innocence of Muslim, yang sebenarnya menghina Nabi, yang menjadikannya alasan untuk mencari guru yang sebenarnya dari agama ini. Sejauh ini belum ada otoritasi langsung dari Mr Bean.

Menurut beberapa sumber, Sheikh Rashid Ghannouchi memiliki hubungan dekat dengan Atkinson. Ia telah lama dikenal sebagai seorang mentor yang bagus.

Attauhidiyyah Giren

Berita ini menjadikan traffic di Facebook Israellycool sangat populer. Ribuan Muslim diseluruh dunia mengeshare, retweet, dan membuat tautan dengan situs ini. Tidak adanya pernyataan resmi dari Atkinson sehingga klaim tersebut diragukan.  

Attauhidiyyah Giren

Video tentang kabar perpindahan agama Mr. Bean diunggah di Youtube hari Senin (30/9/2013) berjudul Mr Bean announced his conversion to Islam ini telah ditonton oleh sedikitnya 18.000 pengunjung.

Rowan Atkinson hanya menyematkan jari telunjuk dalam video tersebut, yang ditafsirkan sebagai simbul syahadat, padahal bisa saja Atkinson meminta untuk diam atau hal lainnya. Meskipun berita ini ramai di dunia Arab, media di Inggris tidak ada yang melaporkannya.

Modus hoax serupa pernah dilakukan terhadap Paus Benediktus XVI ketika ia bersedekap, yang lalu diklaim ia sedang sholat, padahal ia hanya berdiri dengan tangan seperti bersedekap ketika mengunjungi masjid Biru di Turki. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, News Attauhidiyyah Giren

Minggu, 13 September 2015

Sekjen GP Ansor: Adat Basandi Syarak Wajah Islam Nusantara di Minang

Padang, Attauhidiyyah Giren. Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Muhammad Aqil Irham mengapresiasi filosofi Minangkabau yang berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Menurutnya, semboyan ini sangat sesuai dengan paham yang dikembangkan GP Ansor yang merupakan anak kandung NU. Filosofi ini menegaskan bagaimana adat (budaya) dengan agama tumbuh dan berkembang di tanah Minang.

Sekjen GP Ansor: Adat Basandi Syarak Wajah Islam Nusantara di Minang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen GP Ansor: Adat Basandi Syarak Wajah Islam Nusantara di Minang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen GP Ansor: Adat Basandi Syarak Wajah Islam Nusantara di Minang

Demikian disampaikan Aqil pada pembukaan Konferensi Wilayah ke-XI GP Ansor Sumatera Barat di Balai Latihan Transmigrasi Padang, Sabtu (6/6). Konferwil dihadiri juga Wakil Ketua PWNU Sumbar Suardiwan, Ketua GP Ansor Sumatera Barat Rusli Intan Sati, pengurus GP Ansor Sumbar dan utusan dari cabang GP Ansor di Sumbar.

Pengembangan Islam dengan pendekatan kultur masyarakat sudah dicontohkan oleh para ulama nusantra yang penuh dengan semangat rahmatan lil alamin. Ternyata penyebaran Islam dengan pendekatan ini berhasil seperti di Jawa dikenal dengan Walisongo.

Attauhidiyyah Giren

"Dengan filosofi ABS-SBK tersebut potensi Ansor untuk berkembang besar di Sumbar," kata Aqil.

Attauhidiyyah Giren

Masa khidmat PP GP Ansor saat ini difokuskan pada visi besar Ansor yaitu revitalisasi nilai-nilai Aswaja dan sistem kaderisasi. Kedua visi Ansor ini harus bisa membumi di Nusantara.

"Melalui majelis zikir rijalul Ansor yang tumbuh di berbagai tingkatan kepengurusan Ansor, mampu membentengi umat dari serangan antitahlilan, yasinan, maulud dan lainnya," kata Aqil.

Aqil mengakui, saat ini hampir tidak ada hari bagi anak-anak Ansor tanpa kegiatan Islam Aswaja. Ansor membentengi warga NU di tengah munculnya kelompok yang mengatakan ajaran NU itu sesat.

Berbagai kegiatan yang dilakukan di kalangan warga NU, dituduh sesat. Untuk itu, Ansor melalui Rijalul Ansornya terbukti mampu membentenginya. "Untuk itu, Ansor di Sumbar harus terus berkibar," tutur Aqil.

Terkait dengan kaderisasi, saat ini Ansor terus menertibkannya. Konferwil ini juga merupakan kaderisasi melahirkan pemimpin. Pemimpin yang dilahirkan itu harus siap menghadapi masalah, tantangan dan mampu menyelesaikan masalah.

Pemimpin itu harus menjadi solusi, bukan membuat masalah. Pemimpin itu ada yang lahir melalui sekolah, tapi memang banyak pemimpin yang disiapkan melalui pengkaderan, artinya pemimpin itu memang dikader.

"Melahirkan seorang pemimpin itu memang tidak mudah. Butuh proses kaderisasi dan kemampuan," tambah Aqil. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Quote Attauhidiyyah Giren

Selasa, 25 Agustus 2015

Kemenag-Al Azhar Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Kairo, Attauhidiyyah Giren. Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Universitas Al Azhar Mesir akan menyelenggarakan ujian seleksi mahasiswa baru di Jakarta pada pertengahan bulan depan untuk tahun akademik 2014/2015.

"Satu tim beranggotakan empat dosen Universitas Al Azhar akan dikirim ke Jakarta untuk ujian seleksi mahasiswa baru pada 14 Juni 2014," kata Kepala Seksi Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI, Biltiser Bachtiar, dalam perbincangan dengan Antara di Kairo, Selasa.

Kemenag-Al Azhar Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-Al Azhar Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag-Al Azhar Buka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Biltiser didampingi Atase Pendidikan KBRI Kairo, Fahmy Lukman pada Senin (5/5) bertemu dengan Rektor Universitas Al Azhar, Osama Al Abed, untuk membicarakan proses pengiriman mahasiswa baru ke universitas Islam tertua di dunia itu.

Attauhidiyyah Giren

Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Al Azhar tercatat 3.800 orang, kata Fahmy Lukman.

Tahun lalu Indonesia gagal mengirim mahasiswa baru ke Mesir terkait dengan krisis di negara tersebut, ujar Biltiser.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Biltiser, ujian seleksi bahasiswa baru tersebut diadakan dalam dua tahap, yaitu pertama pada 24 Mei 2014 di delapan kota, yaitu di Medan, Riau, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Makassar, Banjarmasin, dan Samarinda.?

Disebutkan, seleksi tahap pertama di delapan kota ini diadakan oleh Kementerian Agama yang tim pengujinya adalah alumni Al Azhar dari Indonesia.

Adapun ujian seleksi tahap kedua atau terakhir akan digelar di Jakarta pada 24 Juni 2014 dengan tim penguji langsung dari dosen Universitas Al Azhar, kata Biltiser.

"Para mahasiswa baru yang lulus seleksi akan diberikan ijazah khusus yang diterbitkan Kementerian Agama untuk pendaftaran di Al Azhar," katanya.

Sementara itu, Fahmy mengingatkan kepada calon mahasiswa baru ke Mesir yang tidak ikut ujian seleksi agar memastikan bahwa status ijazahnya telah disamakan di Al Azhar.

Fahmy menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 90-an mahasiswa Indonesia kesulitan masuk Al Azhar terkait dengan masalah persamaan ijazah.

"Kesulitan yang dihadapi mahasiswa baru Indonesia di Al Azhar ini karena masalah persamaan ijazah. Oleh karena itu, sebaiknya mereka mengikuti ujian seleksi di Jakarta terlebih dahulu sebelum ke Mesir," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Khutbah, Pendidikan, IMNU Attauhidiyyah Giren

Kamis, 06 Agustus 2015

Sarbumusi Ingatkan Chevron Indonesia Patuhi Perundang-undangan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Dalam Regulasi Ketenagakerjaan di Indonesia, setiap perselisihan ketenagakerjaan wajib dirundingkan terlebih dahulu melalui mekanisme Bipartit agar diperoleh kesepakatan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Undang-undang juga mengamanatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) apalagi secara massal merupakan jalan terakhir dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Sarbumusi Ingatkan Chevron Indonesia Patuhi Perundang-undangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Ingatkan Chevron Indonesia Patuhi Perundang-undangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Ingatkan Chevron Indonesia Patuhi Perundang-undangan

"Dalam konteks ini pengusaha, serikat buruh dan pemerintah dalam dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi PHK. Dan apabila PHK tidak dapat dihindari maka mekanisme perundingan menjadi tempat kesepakatan PHK antara pengusaha dan serikat buruh serta diakhiri dengan penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial," ujar Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)  Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Menanggapi PHK massal dilakukan PT Chevron Pasific Indonesia, Syaiful didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko mengingatkan, perusahaan tersebut merupakan perusahaan multi nasional dalam eksplorasi migas dan pertambangan di Indonesia.

"Sehingga seharusnya menaati dan mengetahui bagaimana proses dan mekanisme hukum yang terjadi di Indonesia. Maksud untuk melakukan PHK Massal terkait dengan anjloknya harga minyak dunia semestinya harus melalui tata cara perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," ujar Syaiful mengingatkan.

Sarbumusi sebagai Badan Otonom Nahldatul Ulama (NU) yang concern terhadap permasalahan buruh mengecam manajemen PT Chevron Pacific Indonesia yang secara sepihak tanpa melakukan perundingan dengan melibatkan serikat buruh yang berada di perusahaan tersebut dan langsung melakukan sosialisasi kepada seluruh buruh dan karyawannya mengenai akan adanya pengurangan karyawan sebanyak 25 persen (sekitar 2.000 orang karyawan) dari jumlah seluruh karyawan yang ada sekitar 6.500 karyawan.

Attauhidiyyah Giren

Tanpa mengindahkan peraturan perundang-undangan yang ada, lamjutnya, perusahaan melakukan seleksi kepada seluruh karyawan yang dipilih untuk menduduki posisi baru dalam struktur organisasi perusahaan yang baru dengan posisi karyawan 4.480 orang.

Syaiful menambahkan, pihak manajemen PT Chevron Pacific Indonesia dalam hal ini, tanpa mengindahkan peraturan perundang-undangan yang ada untuk melakukan perundingan dengan serikat buruh yang ada di perusahaan.

Manajemen melakukan proses penahapan terhadap rencana (perusahaan tersebut hari ini sudah mulai melakukan penahapan tersebut tanpa mendengarkan suara dari serikat buruh), PHK massal dengan menentukan program melalui pemilihan atau seleksi sebanyak tiga tahapan, dimulai dari 30 Januari hingga April 2016.

"Kasus ini jelas menunjukan bahwa betapa perusahaan-perusahaaan besar seperti PT Chevron Pasific Indonesia tanpa memandang sebelah mata dan mengindahkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia akan melakukan PHK massal tanpa peduli saran dan larangan dari berbagai pihak," katanya.

Attauhidiyyah Giren

SKK Migas sebagai regulator dalam konteks tata kelola perusahaan migas telah meminta dengan tegas terhadap manajemen PT Chevron Pasific Indonesia untuk melakukan perundingan terhadap rencana PHK massal tersebut dengan pihak serikat buruh.

"Tapi hal ini pun tidak diindahkan sama sekali oleh pihak manajemen PT Chevron Pasific Indonesia. Selain  melakukan PHK dengan melanggar aturan hukum dan hak asasi manusia (HAM) juga telah melakukan pelanggaran dengan berbagai cara agar maksud dan tujuan dari pihak pemegang saham untuk melakukan PHK tanpa mempedulikan mekanisme dan tata aturan perundang undangan yang ada," tandas Syaiful Bahri. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Kajian Sunnah, Amalan Attauhidiyyah Giren

Rabu, 15 Juli 2015

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Komunitas Omah Aksoro bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Pijar” Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar malam apresiasi seni di Taman Amir Hamzah (depan kampus STAINU Jakarta), Jakarta Pusat, Rabu (23/12) mendatang. Kegiatan ini mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’. Acara akan menampilkan berbagai penampilan kreasi seni.

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Penanggung jawab kegiatan, Bayu Radik mengatakan, bentuk-bentuk penampilan yang akan dipentaskan diantaranya musikalisasi puisi, pembacaan cerita pendek, dan akustik, baik karya sendiri maupun karya orang lain.

“Tidak ketinggalan juga, dibuka penampilan stand up comedy,” tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Bayu menambahkan, dalam kegiatan yang terbuka untuk umum ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga Omah Aksoro maupun mahasiswa STAINU Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, tetapi juga para mahasiswa dari berbagai kampus.

“Bahkan sampai ini sudah ada yang mendaftar dari kampus lain untuk pentas panggung,” tambah mahasiswa semester 7 STAINU Jakarta ini.

Attauhidiyyah Giren

Bagi yang ingin meramaikan, imbuhnya, baik sekadar mengikuti kegiatan ataupun menampilkan bakatnya, dipersilakan datang ke lokasi. “Acara ini gratis untuk siapapun,” pungkasnya.

Omah Aksoro adalah wadah pegiat diskusi yang dibentuk lingkaran anak muda STAINU Jakarta baik mahasiswa, alumni dan civitas akademik. Setiap Kamis, ba’da maghrib, Omah Aksoro rutin melaksanakan kegiatan yang diberi nama Tadarus Buku. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 11 Juli 2015

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Jumat dianggap hari paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at. Kemulian hari Jum’at ini dibuktikan dengan banyaknya ragam ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada hari itu.

Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Nabi SAW melakukan aktivitas tertentu di hari Jum’at. Aktifitas tersebut tidak melulu bersifat ritual, semisal ? wiridan, do’a, sholat, dan sejenisnya.. Akan tetapi, beliau juga suka mengerjakan ibadah yang bersifat sosial.

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Al-Suyuthi dalam kitabnya, ‘Amal Yaum wa Lailah, mengatakan:

? ? ? ? ? ?: ? ? (? ?). ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attauhidiyyah Giren

“Nabi SAW membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas usai sholat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak sholawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah sholat Jum’at di rumahnya, tidak di masjid. Setalah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.”

Nabi SAW mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tujuh kali setelah sholat jum’at, serta memperbanyak sholawat. Usai membaca kalimat suci tersebut dan melantunkan do’a, biasanya beliau melakukan sholat sunah di rumahnya.

Attauhidiyyah Giren

Hari Jum’at juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai momentum untuk silaturahmi kepada sanak-famili. Semisal, mengunjungi orang-orang yang sedang sakit ataupun ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Internasional Attauhidiyyah Giren

Selasa, 30 Juni 2015

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menilai, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering mendapatkan gangguan. Padahal, korupsi adalah masalah utama yang harus diperjuangkan untuk memujudkan negara hukum.

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Masa Depan Pemberantasan Korupsi” di Aula Yusuf Hasyim Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/3). Hadir dalam kesempatan ini anggota Tim 9, di antaranya Prof Jimly Assidiqie (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Johan Budi (Plt Pimpinan KPK), dan Dr. Bambang Widjayanto dan (pimpinan KPK nonaktif).

"KKN, dalam hal ini korupsi, saat reformasi adalah masalah utama yang diperjuangkan untuk diperangi. Dan kita paham waktu itu lembaga hukum tumpul, maka dibentuk KPK," ujar Cucu Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari ini.

Attauhidiyyah Giren

Namun, lanjut Gus Sholah, KPK sering mendapatkan gangguan. Hal ini seperti yang terjadi pada mantan ketua KPK, Antasari Azhar, kemudian Bibit dan Candra. Dan sekarang kasus Abraham Samad dan Bambang W.

Attauhidiyyah Giren

"Kita tidak ingin kasus gangguan terhadap KPK terulang kembali," tandasnya menyikapi ditersangkakannya dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjajanto atas kasus yang dinilai hanya dicari-cari. "Kalau hanya mencari-cari persoalan atau kasus seseorang, semua orang pasti memiliki masalah, termasuk AS dan BW," ujarnya.

Gus Sholah juga mempertanyakan sikap Presiden terkait penangan korupsi ini. Karena hukum saat ini dinlai tajam ke bawah dan tumpul ke atas. "Saya tidak paham apakah Presiden ngerti apa tidak soal ini," imbuhnya.  

Rencananya, rekomendasi para kiai pesantren dalam halaqoh yang salah satunya menghasilkan dukungan pengutaan kelembagaan hukum untuk memberantas korupsi itu akan disampaikan ke Presiden, DPR, serta pihak-pihak yang terkait dengan lembaga antikorupsi di Indonesia. "Yang paling urgen adalah pengutan kelembagaan hukum, untuk memberantas korupsi, ini yang penting disampaikan," tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Prof Jimli Asshidiqi dalam pemaparannya mengatakan bahwa kasus yang menimpa pimpinan KPK, yakni Abraham Samd dan Bambang Widjayanto, merupakan upaya pelemahan. Selain itu KPK juga diserang dengan kriminalisasi para penyidiknya, juga para pegiat antikorupsinya. "Dulu pernah terjadi pada Antasari Azhar kemudian Bibit-Candra, saya khawatir peradilan sesat atas kasus Antasari Azhar terjadi lagi," tutur anggota Tim 9 ini.  (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sunnah, Budaya, Quote Attauhidiyyah Giren

Rabu, 24 Juni 2015

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo terus melakukan penataan organisasi di semua tingkatan. Salah satunya dengan mewujudkan tertib administrasi untuk membentuk organisasi yang solid dan berkualitas.

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Demi mewujudkan hal tersebut, PC GP Ansor Kota Kraksaan memberikan sosialisasi akreditasi kepada para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kota Kraksaan, Kamis (8/9).

Kegiatan yang diikuti oleh 39 orang peserta perwakilan dari 23 PAC se-Kota Kraksaan ini dihadiri narasumber dari PC GP Ansor Kota Kraksaan. Mereka diberi materi meliputi bidang administrasi, LKP, LKMS, Satkorcab serta Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.

Attauhidiyyah Giren

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengungkapkan sosialisasi akreditasi ini dilakukan supaya para pengurus Ansor di semua tingkatan, khususnya PAC dan Ranting bisa tertib administrasi.

Attauhidiyyah Giren

“Tertib administrasi ini sangat penting untuk dipahami oleh semua pengurus GP Ansor. Sebab maju dan tidaknya suatu organisasi itu dilihat dari tertib administrasinya,” katanya.

Menurut Masrur, tertib administrasi ini merupakan kunci sukses sebuah organisasi. Meskipun pengurusnya handal tetapi administrasinya jelek maka semuanya akan terlihat jelek.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar para pengurus Ansor baik di tingkat PAC maupun Ranting bisa sadar akan pentingnya tertib administrasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Budaya Attauhidiyyah Giren

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Sebagai rangkaian peringatan hari lahir atau harlah ke-28, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengkaji dua buku sekaligus, Selasa (21/1) besok di aula utama kantor PBNU Jakarta. Buku pertama tentang Pangeran Diponegoro bertajuk “Kuasa Ramalan” dan buku kedua bertajuk “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad”.

Buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855) ditulis oleh peneliti kebudayaan Jawa dari Amerika Serikat, Dr Peter Carey. Ia adalah seorang yang paling serius dan banyak sekali karyanya tentang Pangeran Diponegoro.

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Buku Kuasa Ramalan itu cukup tebal, lebih dari seribu halaman yang dibegi ke dalam tiga jilid. Menurut Ketua Panitia Harlah, M. Roghib, Peter Carey berkenan hadir dan mempresentasikan di acara bedah buku besok.

Attauhidiyyah Giren

Buku kedua “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” karya Zainul Milal Bizawie sebenarnya baru akan diluncurkan awal Februari besok. “Penulinya sudah berkenan buku itu dibedah besok,” kata Roghib.

Sebagai pembahas, sejarawan NU Agus Sunyoto dihadirkan dari Malang, Jawa Timur. Kajian dan bedah buku akan dipandu langsung oleh penulis muda NU paling popular, Ahmad Baso. Bedah buku dimulai pukul 13.00 WIB.

Attauhidiyyah Giren

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa H Aizuddin Abdurrahman mengatakan, dua buku yang akan dibedah itu memiliki kesamaan momentum dan pelaku. Ada semangat yang ingin digali dari dua buku itu.

“Perlawanan Pangeran Diponegoro itu merupakan awal kebangkitan Nusantara. Lalu Resolusi Jihad menunjukkan posisi ulama dan santri di garda depan menegakkan Indonesia,” katanya.

Peringatan harlah ke-28 Pagar Nusa telah dimulai pada 3 Januari 2014 lalu, tepat di hari lahir Pagar Nusa, di kantor pusat Pagar Nusa, lantai 7 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164. Sejumlah pengurus menggelar tumpengan dan syukuran kecil-kecilan sambil menyiapkan serangkaian kegiatan.

Kegiatan harlah akan dilanjutkan dengan halaqah tentang Pagar Nusa sebagai pengawal ulama dan partisipasinya di bidang pertahanan keamanan pada 29 Januari 2014 di gedung PBNU, lalu disusul acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa sampai 30 Januari siang di tempat yang sama.

Acara puncak peringatan Harlah ke-28 Pagar Nusa akan diadakan di Pondok pesantren Walisongo Cibinong, Bogor pada 30 Januari malam.

Sebagai bagiaan dari acara harlah ke-28, pada 7-16 Februari diselenggarakan pelatihan pelatih pencak silat di Pusdiklat Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memelihara kontinuitas sekaligus regenerasi bagi para pelatih pencak silat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Jumat, 12 Juni 2015

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI

Rembang, Attauhidiyyah Giren. Front Pembela Islam (FPI) mengklaim diri melakukan pengamanan dalam acara Haul KH Zubair Dahlan ayah dari KH Maimoen Zubari yang digelar Jumat (9/6). Sempat terjadi insiden kesalahpahaman antara Polres Rembang dengan FPI.

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI

 

Terkait pengamanan tersebut, GP Ansor Rembang juga turut memberikan keterangannya. Ketua PC GP Ansor Rembang H Hanies Cholil Baroq menerangkan bahwa tidak ada pengamanan bersama antara Banser dan FPI.

“Bahwa pengamanan acara Haul Mbah Zubair, ayahanda KH Maimoen Zubair Sarang adalah tugas rutin Banser, sebagai khidmah atau pengabdian kepada ulama,” jelas Hanies.

Attauhidiyyah Giren

Ia menjelaskan, pengamanan acara haul Mbah Zubair tersebut dari waktu ke waktu oleh Banser juga merupakan permintaan dari pihak keluarga KH Maimoen Zubair.

“Tidak ada pengamanan bersama antara Banser dengan FPI pada acara haul yang dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2017, tetapi pengamanan bersama haul Mbah Zubair yang melibatkan Banser, Polri, dan TNI di Kabupaten Rembang,” tegas Hanies.

“Jika FPI memanfaatkan situasi dengan mengaku melakukan pengamanan bersamaan pada acara haul tersebut, maka itu tidak benar alias hoax,” imbuhnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia menandaskan, PC GP Ansor Rembang mendukung upaya-upaya pihak kepolisian dan TNI setempat dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Rembang dari tumbuh kembang ormas radikal. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Tokoh, Meme Islam Attauhidiyyah Giren

Jumat, 29 Mei 2015

Lesbumi DIY adakan Bedah “In God We Trust”

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) DI Yogyakarta menggelar acara bedah buku “In God We Trust, Merentang Hijab dari Indonesia-AS” di lantai 1 Gedung PWNU DIY, Ahad (27/1) malam.

Lesbumi DIY adakan Bedah “In God We Trust” (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi DIY adakan Bedah “In God We Trust” (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi DIY adakan Bedah “In God We Trust”

Buku tersebut merupakan karya dari Rani Ariyani, muslimah Indonesia yang menjadi warga negara AS mengikuti jejak suaminya asal negeri Paman Sam tersebut.

“Salah satu tujuan diadakannya acara bedah buku “In God We Trust” untuk meneguhkan dan mengenalkan kembali model Islam Nusantara yang sangat kental dengan tarekat. Seperti kisah hidup penulis yang memang penganut tarekat dalam buku ini,” Ujar Ketua PW Lesbumi DIY Hasan Basri Marwah.

Attauhidiyyah Giren

Dr. Katrin Bandel, mualaf asal Jerman dan kritikus sastra profetik, yang menjadi salah satu pembedah buku tersebut mengungkapkan bahwa “In God We Trust” merupakan kisah autobiografi yang fokus pada sisi spiritual.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, Katrin juga menceritakan sedikit isi buku tersebut. Salah satu di antaranya adalah kisah bagaimana penulis mengalami diskriminasi ketika bergabung menjadi perwira Angkatan Udara Amerika Serikat karena memakai jilbab.

“Pada mulanya, sebelum bergabung dengan angkatan udara, Ranti menerima info bahwa jilbabnya tidak dipermasalahkan tapi ketika diterima sebagai perwira, jilbabnya terus menerus dipermasalahkan. Ia diasingkan dan didiskriminasi,” cerita Katrin

Sementara itu, Ranti yang hadir dalam acara tersebut ditemani sang suami, Rich, mengatakan bahwa Allah itu Maha Penolong dan Maha Penyabar.

“Allah itu Maha Penolong dan Maha Penyabar. Ketika saya selalu disudutkan gara-gara memakai jilbab, Allah selalu memberikan jalan untuk saya keluar dari masalah tersebut,” Ujar Ranti yang akhirnya memilih mengundurkan diri dari Angkatan Udara karena statusnya yang tidak jelas.

Acara yang dimulai jam 20.00 WIB tersebut dihadiri sekitar tiga puluhan peserta yang berasal dari berbagi kalangan. Selain Katrin, hadir sebagai pembedah yakni Choirotun Chissan, penulis buku Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan. (Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ulama, Tegal Attauhidiyyah Giren

Kamis, 28 Mei 2015

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menegaskan, sumber dari sikap tidak toleran adalah kemiskinan. Baginya, bukan hanya kemiskinan dalam hal materi, tetapi juga miskin dalam segala hal seperti miskin pemahaman agama, pengetahuan, dan miskin mental.

“Pangkal dari intoleransi adalah poverty (kemiskinan). Bukan hanya poverty material, tetapi semua aspek seperti pemahaman agama, pengetahuan, dan lainnya,” kata Yudi Latif saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dengan tema Challenges to Religious Pluralism and Tolerance di Ruang Teater Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, Rabu (14/6).

Lebih lanjut, penulis buku Negara Paripurna itu menyebutkan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Mulai dari ras, etnik, budaya, dan hirarki sosial.?

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua UKP PPI: Pangkal dari Intoleransi adalah Kemiskinan

“Lalu bagaimana kita me-manage ini?,” tanya Yudi untuk merangsang peserta.

Ia menjelaskan, harus ada kesepakatan bersama untuk mengelola keberagaman yang ada. Dalam hal ini, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu.

Lebih jauh, Yudi menerangkan, ketuhanan dalam sila pertama dalam Pancasila bukan lah berbentuk kata benda, melainkan kata sifat. Bung Karno menekankan, sila pertama ini sebagai ketuhanan yang beradab.?

Attauhidiyyah Giren

“Kedua, Bung Karno mengatakan bahwa nasionality kita adalah humanity, bukan nasionality yang tertutup,” ungkapnya.

Adapun sila ketiga, ungkap Yudi, warga Negara Indonesia sadar bahwa mereka berbeda, tetapi mereka mencari persamaan yang ada. “Katau sodara berasal dari satu udara. Selama kita menghirup udara yang sama, maka kita saudara,” tuturnya.

Sila keempat, imbuh Yudi, bermakna bahwa setiap warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama dalam bermusyawarah. Mereka tidak dipertanyakan siapa, dari mana, apa agama mereka. Tetapi dalam bermusyawarah perwakilan yang dilihat adalah apa arugumen mereka.

Attauhidiyyah Giren

“Dan terakhir adalah keadilan sosial,” lanjutnya.

Yudi mengatakan, inti dari dari kelima sila tersebut adalah semangat gotong royong sebagaimana yang dituturkan Bung Karno.?

“Gotong royong ini kalau dalam masyarakat Sunda silih asih (saling mengasihi), silih asuh (saling membimbing), dan silih asah (saling mengingatkan). Kalau Jawa ada istilah wewayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia). Kalau di Islam, rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kalau di Kristen ada ajaran kasih dan lainnya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hadits, Tokoh, Humor Islam Attauhidiyyah Giren

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Bandung, Attauhidiyyah Giren?



Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016 disambut gegap-gempita masyarakat di berbagai daerah Jawa Barat. Beberapa kepala daerah Kota dan kabupaten juga menyambutnya dengan menghadiri puncak peringatan pada Sabtu (22/10). Namun, justru Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tidak.?

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawa Barat Dipimpin Gubernur Aher “Absen” di Hari Santri

Sepertinya Jabar tidak atau belum menunjukan respon yang cukup berarti. Tidak ada kegiatan yang digelar pemerintah provinsi, ataupun sekadar hadir ditengah-tengah acara peringatan. Gubernur Ahmad Heryawan hanya mengucapkannya melalui media sosial, di akun halaman facebook dan instagram per tanggal 22 Oktober 2016.

“Selamat Hari Santri Nasional. Semangat Santri: "Semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara," tulis gubernur yang disapa Aher tersebut, mengutip pernyataan Presiden Jokowi dalam Deklarasi Hari Santri Nasional Tahun 2015.

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Dudang Ghazali berpendapat, seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak seperti seperti itu. Sebagai provinsi yang dipimpin gubernur berlatar belakang santri dan juga representasi parpol Islam, menurut Dosen Fakultas Syariah ini, dukungan pemerintah Jabar seharusnya berada di depan.

Attauhidiyyah Giren

“Beliau kan berasal dari parpol Islam. Juga sepengetahuan kita, beliau juga latar belakangnya santri. Wajar jika masyarakat punya harapan lebih. Bahkan Presiden Jokowi juga menaruh perhatian yang cukup besar dengan hadir dalam deklarasi di Jakarta tahun 2015 dan peringatan tahun ini di Banten,” kata Dudang.

Menurutnya, dukungan pemerintah itu penting untuk lebih mengaktualkan makna Resolusi Jihad NU Tahun 1945 yang dikumandangkan Hadlratusyekh KH Hasyim Asy’ari dalam konteks kekinian, termasuk dalam tata kelola pemerintahan. “Masyarakat kita membutuhkan spirit resolusi jihad termasuk dalam pengelolaan pemerintahan saat ini,” tandasnya.

Attauhidiyyah Giren

Dudang pun membandingkan dengan dukungan pemerintah daerah lain yang sejak tahun 2015 sudah mengalokasikan anggaran untuk peringatan hari santri.

“Kemarin, waktu pelepasan rombongan Kirab Resolusi Jihad NU di kantor PWNU Jawa Barat menginformasikan beberapa daerah, seperta Jatim dan Banten itu sudah alokasikan. Bahkan di Jatim, seluruh Kota dan Kabupaten diintruksikan oleh pemerintah provinsi. Karena memang legitimasinya jelas sudah ditetapkan sebagai nomeklatur negara melalui Kepres no 22 Tahun 2015,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari ketika diminta tanggapan terkait kemungkinan adanya alokasi anggaran ? khusus untuk peringatan Hari Santri, akan menerimanya sebagai bentuk aspirasi masyarakat sepanjang sesuai dengan peraturan yang ada.

“Sebagai lembaga perwakilan rakyat semua masukan, saran dan aspirasi tentunya menjadi bagian yang akan kami perjuangkan sesuai dengan peraturan, perundang-undangan yang berlaku. Saya akan lihat regulasi dan aturan serta perencanaan terkait hal tersebut,” ucapnya.

Secara pribadi dan kelembagaan, politisi dari Fraksi PDIP ini, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2016. “Semoga semangat perjuangan, pengabdian, kebersamaan, kerendahanhati, ketekunan dan ukhuwah senantiasa mengawal kita semua dalam membangun karakter kehidupan bangsa”, pungkasnya. (edi rusyandi/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Hadits, Kyai Attauhidiyyah Giren