Jumat, 29 Maret 2013

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jakarta, Attauhidiyyah Giren
Pemerintah diminta melakukan pemboikotan produk-produk Shell dan turunannya, karena perusahaan minyak milik Inggris dan Belanda ini di duga sebagai "biang kerok" terjadinya krisis antara Indonesia dengan Malaysia, melalui konsesi eksploitasi minyak di kawasan blok Ambalat oleh Petronas kepada Shell.

"Mereka jelas jelas hendak mengganggu kedaulatan negara kita dan berusaha mengadu domba kita dengan negara tetangga," ungkap anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), Idham Chalid yang dihubungi Attauhidiyyah Giren melalui telpon selularnya, Senin (21/3).

Hal ini tentunya, kata Idham sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia, karena selain penetapan batas perairan Malaysia itu diklaim secara sepihak, juga yang diberi konsesi untuk mengeksploitasi minyak di Ambalat oleh Indonesia pada awal sebenarnya adalah Shell, tetapi ketika tahap eksplorasi mereka gagal dan tidak mendapatkan apa-apa, sehingga kemudian mereka mengalihkan hak-hanya pada ENI Italy dimana mereka kemudian beruntung karena menemukan cadangan minyak sebesar 1 Miliar barel dan cadangan gas sebsar 40 Trilyun kubik kaki. Karena alasan itulah Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia.

Menurut mantan ketua DPRD Wonosobo ini, Penemuan ini membuat Shell ingin masuk kembali tapi terbentur akibat Indonesia memberikan blok lainnya di East Ambalat  pada Unocal. Sehingga akhirnya Shell pun memamfaatkan Malaysia yang kebetulan sedang merasa percaya diri baik dalam hal ekonomi , politik maupun militer.Selain itu juga mereka memerlukan sumber energy baru untuk negaranya mengingat terbatasnya sumber minyak dan gas di Malaysia dan ini juga yang mendasari Malaysia ikut mengklaim  kepulauan spartly dan paracel termasuk sebagian Natuna yang dimiliki Indonesia.

Karena itu, lanjut Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta kepada pemerintah supaya tegas dengan secepatnya melayangkan teguran kepada perwakilan Shell di Indonesia, dan jika tidak digubris juga, mari kita boikot produk Shell bersama-sama. "Ini untuk menjaga kedaulatan dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia dan dalam posisi ini kita harus tegas," katanya bersemangat.

Sekadar di ketahui Petronas memberikan konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 di Laut Sulawesi kepada PT Shell, 16 Februari 2005. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau, Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Makam, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jumat, 15 Maret 2013

Makan Silakan, Merusak Jangan!

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Makan Silakan, Merusak Jangan!

“Makan dan minumlah rezeki dari Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (Al-Baqarah [2]: 60)

Attauhidiyyah Giren

Al-Qur’an mempersilakan manusia untuk menikmati karunia Allah. Namun, hal itu mesti dilakukan dalam batas kewajaran. Memanfaatkan kekayaan alam, misalnya, diperbolehkan sepanjang tindakan tersebut tak menimbulkan mudarat, baik bagi orang lain maupun alam itu sendiri. Manusia adalah makhluk, dan alam pun makhluk dari rabbul ‘alamin (Dzat Pemilik Seluruh Ciptaan). Yang satu tidak diciptakan untuk menumpas yang lainnya, melainkan berhubungan saling menunjang dalam keseimbangan. Wallahu a‘lam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Lomba, Olahraga, Doa Attauhidiyyah Giren

Selasa, 05 Maret 2013

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia

Sidoarjo, Attauhidiyyah Giren - Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengatakan, berdirinnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak bisa lepas dari perjuangan para kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama. Dasar negara yang dipakai oleh pemerintah saat itu sudah dinyatakan final dengan membuat rancangan Undang-Undang 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Dari tiga dasar negara Indonesia itu, para kiai NU serta pemerintah sah untuk menjaga keutuhan NKRI dari radikalisme yang ingin merusak keutuhan Indonesia. GP Ansor sebagai garis terdepan siap melindungi para kiai NU dan pemerintah siap melawan berdirinya khilafah yang ingin merusak keutuhan NKRI," tegas Gus Tutut pada acara apel kebangsaan di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jumat (3/1).

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia

Seiring maraknya aksi yang ingin menggulingkan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui sejumlah demonstrasi mengatasnamakan khilafah, GP Ansor siap melawan paham radikal dan melawan berdirinya khilafah. Pasalnya, isu-isu yang berkembang saat ini pemerintah dituding sebagai pemerintah kafir, padahal berdirinya pemerintah juga dilegitimasi oleh para kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Attauhidiyyah Giren

"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk melawan berdirinya khilafah. Mereka para pengusung ide-ide khilafah mengatakan, Indonesia ini adalah pemerintah thaghut dan pemerintahan kafir dan tidak sesuai syariat. Itu adalah omongan orang-orang tidak mengerti. Di awal sudah saya katakan, yang mendirikan Indonesia ini adalah kiai-kiai kita. Tidak mungkin KH Hasyim Asyari mendirikan negara ini tidak sesuai syariat. Ketika KH Hasyim Asyari dan kia-kiai pendahulu kita mendirikan negara ini sudah dipastikan bahwa Indonesia sudah sesuai dengan syariat. Karena itu, kita wajib menaati konstitusi negara ini. Karena negara ini sudah sesuai syariat, maka konstitusi negara ini sudah sesuai dengan syariat, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika itu semua sudah sesuai dengan syariat," katanya.

Lebih lanjut Gus Tutut menegaskan, hari ini masih ada pihak yang coba-coba melawan dan menggantikan Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Mereka akan berhadapan dengan Ansor.

Attauhidiyyah Giren

"Jika masih ada yang coba-coba menggantikan apa yang sudah? kita yakini, apa yang akan kita lakukan?” pungkas Gus Tutut. (Moh Kholidun/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 02 Maret 2013

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Bandung, Attauhidiyyah Giren. Bertempat di Komplek PWNU Jawa Barat, Lazisnu Jawa Barat membagikan 2000 kantung daging kurban ke warga NU Kota Bandung (24/09/2015). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PWNU, Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, M.Pd, Wakil Ketua IPNU Jawa Barat Iman Iyanfauni, Sekretaris ? Lesbumi Jabar Muhamad Sulaeman, dan Sekretaris Lapeksdam Jabar H. Dasuki.

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib, hewan kurban yang terkumpul sebantak 4 ekor sapi dan 8 ekor domba.

"Pada kesempatan ini, 1 ekor titipan dari Extrajoss, 1 ekor dari Pemprov Jabar, sisanya dari jamaah NU Jawa Barat," tutur Ganjar.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Attauhidiyyah Giren

Turut memeriahkan dalam kegiatan tersebut, sebelum prosesi penyembelihan Sekretaris PW Lesbumi Jawa Barat Muhammad Sulaeman membacakan puisi tentang kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Menurut Sekretaris Lesbumi Jawa Barat Muhamad Sulaeman, kegiatan kurban tahun ini sangat mengesankan dan ini harus terus dijaga dan dilestarikan

"Kegiatan kurban tahun ini sungguh luar biasa, dan tahun depan lebih khidmat dan meriah," tutur Kang Sule. (Awis SaepulohMukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai Attauhidiyyah Giren