Rabu, 28 Mei 2014

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks

Kraksaan, Attauhidiyyah Giren. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan mengadakan seminar kesehatan tentang Bahayanya Kanker Serviks dan HIV/AIDS pada hari Ahad (19/5) di Aula Kantor PCNU Kota Kraksaan.

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Adakan Seminar Kanker Serviks

Acara ini dalam rangka menyemarakkan Harlah ke-90 NU yang dihadiri lebih dari 300 peserta.

dr Taufiqi selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kaum Hawa dan masyarakat umum harus sejak dini memahami dua penyakit yang berbahaya ini, yaitu kanker serviks dan HIV/AIDS mengingat penyakit berbahaya ini telah banyak memakan korban dari kaum Hawa. 

Attauhidiyyah Giren

Walaupun permasalahan ini sedikit tabu untuk dibicarakan dalam skala besar, seperti seminar kali ini, mau tidak mau harus disampaikan, mengingat informasi ini tidak terlalu mendapat perhatian di masyarakat. 

Attauhidiyyah Giren

“Hal ini dijadikan sebagai langkah preventif dalam mengatasi problematika wanita. Kalau para wanita tidak memperdulikan kesehatan kewanitaannya, maka dia berarti tidak sehat,” ungkapnya.

Kemudian, dr Hj Yessy R, SpOG sebagai penyaji menyampaikan tentang bahayanya kanker serviks, sehingga para siswi, Muslimat dan Fatayat serta para suami yang hadir di sini, bisa mendeteksi awal dan mencegah perkembangannya. Karena hal tersebut akan berdampak pada usia reproduktif wanita, gangguan kualitas hidup seperti gangguan psikis, fisik dan kesehatan sosial, dampak sosial dan ekonomi serta pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana hidup keluarga. 

“Upaya pencegahan harus segera dilakukan, dengan cara melakukan skrining/deteksi dini (pap smear) atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Dengan ini, kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan. Makanya para wanita tidak usah khawatir dan malu untuk mengkonsultasikan hal ini kepada para ahlinya,” ungkap dokter spesialis kandungan ini.

Hadir dalam kegiatan ini para siswi, santri, Muslimat dan Fatayat yang antusias dalam mendengarkan materi dari para dokter penyaji. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, PonPes, Hikmah Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 10 Mei 2014

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan keresahannya perihal alih fungsi lahan yang terjadi di Indonesia. Di hadapan peserta rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Gus Ipul mengusulkan agar kasus pertanahan dimasukkan dalam pembahasan sidang komisi rekomendasi.?

“Akan bagaimana nanti kepemilikan tanah pada 20 tahun mendatang?” kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (9/3) sore.

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Bicara Keras Soal Agraria di Muktamar

Menurutnya, NU perlu menjadikan muktamar ke-33 ini sebagai momentum untuk berbicara soal agraria. Banyak sekali persoalan di dalamnya. “Kalau lahan pertanian menyusut, mau tidak mau kita mesti mengimpor kebutuhan,” ujar Gus Ipul.

Attauhidiyyah Giren

Ia mengemukakan data pendukung yang menyebutkan semakin menyusutnya tanah garapan. Keadaan ini, menurutnya, tidak boleh dibiarkan terus terjadi.

Attauhidiyyah Giren

“NU perlu bicara keras soal tanah. Kalau tidak, akan jadi apa nanti sawah kita?” tutup Gus Ipul yang diamini peserta rapat kesiapan Muktamar.

Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menyetujui usulan Gus Ipul. Panitia mengakomodasi masukan ini ke dalam sidang rekomendasi Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang di Jombang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Cerita, AlaSantri, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 04 Mei 2014

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.

“Ternyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,” kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada Attauhidiyyah Giren di Jakarta, Jum’at (26/10).

Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.

“Tanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,” katanya.

Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.

Attauhidiyyah Giren

“Mudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syi’ar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,” kata Hadrawi.(dam)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 03 Mei 2014

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V

Banyuwangi, Attauhidiyyah Giren. Sukses menjadi peringkat satu Liga Santri Nasional (LSN) 2016 Regional V Jawa Timur, tim tuan rumah Darussalam FC, siap merebut juara tingkat nasional. Pada laga final Senin (5/9/2016) kemarin, Darussalam FC berhasil membekuk Al Mubarok FC, Jember, dengan skor tiga gol tanpa balas.

Mental juara kesebelasan santri pondok pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi itu, terbentuk secara alami berkat lima hari laga, mulai 1 hingga 5 September 2016, yang berjalan lancar dan aman.

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)
Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V (Sumber Gambar : Nu Online)

Laga Final Aman dan Lancar, Darussalam Banyuwangi Juara LSN Jatim V

"Untuk bertanding ke tingkat nasional di Jogjakarta, kita tetap akan menggunakan pemain yang ada. Karena kita sangat menghargai jerih payah para santri hingga bisa menjadi juara," aku pengasuh pondok Darussalam, KH Ahmad Munib Syafaat, Rabu (7/9/2016).

Dalam pematangan skill pemain, pondok terbesar di Bumi Blambangan itu, juga akan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Misal, dalam pemilihan pelatih, yang digunakan adalah hasil seleksi dari kalangan guru olahraga setempat.

Kenapa tidak memilih mencari dari luar? Karena jawab Gus Mujib, begitu dia dipanggil, ingin tetap menjaga kemurnian dari Liga Santri. Selain fokus pada pemain, Gus Munib, selaku Koordinator LSN 2016 Regional V Jawa Timur, juga tengah melakukan evaluasi terhadap kepanitiaan laga sebelumnya.

Attauhidiyyah Giren

Gus Mujib mengakui, bahwa memang terdapat permasalahan dalam perjalanan laga LSN 2016 Regional V Jawa Timur. Yang paling mencuat adalah dugaan kesalahan pemberian sanksi oleh wasit Junaidi, dalam pertandingan seperempat final antara Nuris FC, Jember melawan Al Badry, Jember.

Sedang untuk aksi anarkis katanya, yang sampai melibatkan santri atau pemain, tak satu pun terjadi perilaku anarkis. Yang ada, hanya sejumlah suporter non santri yang marah akibat tim idolanya harus mengalami kekalahan. Itupun tak sampai mengakibatkan bentrok fisik. "Demi kesuksesan Liga Santri tahun selanjutnya, semuanya kita evaluasi," cetusnya.

Selama laga LSN 2016 Regional V Jawa Timur, di lapangan Ponpes Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, memang nampak berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya. Saat diganjar kartu atau mendapat teguran keras wasit, pemain bukannya marah, tapi malah cium tangan si wasit.

Attauhidiyyah Giren

Dan yang paling patut diacungi jempol, untuk persiapan pertandingan, pemain tidak hanya melakukan latihan fisik. Tapi juga dengan doa dan amalan serta didorong untuk mengambil wudhu dan melaksanakn shalat malam sebelum bertanding. "Harapan kita, Liga Santri akan mampu mencetak pemain handal dalam persepak bolaan Indonesia," pungkas Gus Munib. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Makam Attauhidiyyah Giren

Kamis, 01 Mei 2014

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

Pamekasan, Attauhidiyyah Giren. Tujuh grup Albanjari tampil atraktif di pelantikan Pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (19/11). Gema musik rancak diiringi shalawat membuat masyarakat menyemut.

Ragam lagu shalawat betul-betul mewarnai pelantikan. Mereka berasal dari pengurus pimpinan ranting GP Ansor se-Larangan Badung.

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Grup Albanjari Meriahkan Pelantikan GP Ansor Larangan Badung

"Kehadiran Albanjari yang mencapai tujuh grup membuat suasana pelantikan berlangsung semarak nan menyejukkan," ujar Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono.

Pengurus Pimpinan Anak Cabang Palengaan Hany, bertindak sebagai pelantik. Tampak hadir Ketua MWCNU Palengaan KH Afifurrohman dan Ketua PC GP Ansor Pamekasan Dr Fathorrahman.

Ketua Pimpinan Ranting Larangan Badung Moh Rofie menyatakan, pihaknya akan konsentrasi dalam memajukan GP Ansor yang dipimpinnya pada penguatan tradisi dan nilai ke-NU-an di kalangan pemuda. Sebut saja zikir dan shalawat bulanan, bakti sosial, pelatihan-pelatihan, dan ragam kegiatan positif lainnya.

Attauhidiyyah Giren

Salah satu pimpinan DPRD Pamekasan H Imam Qusyairi, tampak hadir bersama Satkorcab Bangser dan Satkorwil Banser. Selain pelantikan, juga dilangsungkan orasi kebangsaan oleh KH Hamid Mannan dari PCNU Pamekasan.

"Alhamdulillah sudah 11 pimpinan ranting yang kami bentuk. Sisanya 1 desa lagi ialah di Potoan Dejeh sudah proses perekrutan," terang Ketua PAC GP Ansor Palengaan Sudarsono. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax Attauhidiyyah Giren