Minggu, 28 September 2014

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Jakarta, NU.Online
Setelah melalui upaya perundingan yang alot antara pihak GAM-RI di Tokyo, akhirnya mengalami dead lock karena juru runding dari pihak GAM tidak mau mengalah. Tidak dicapainya kesepakatan itu karena Karena GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menolak tiga syarat yang telah diajukan pemerintah RI yaitu : GAM mengakui keberadaan Republik Indonesia. Artinya, Aceh tetap merupakan bagian dari? Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, menerima Undang-Undang NAD. Ketiga, meletakkan senjata.

Ketua juru runding Indonesia, Wiryono Sastrohandoyo, menyatakan "Kita telah melakukan upaya yang maksimal untuk menghindari Operasi Militer? tapi GAM memang keras kepala dan tak mau mengalah sedikitpun," ungkapnya beberapa saat setelah mengakhiri perundingan.?

Hal senada juga diungkapkan Steve Dally? Juru runding (HDC) Henry Dunant Centre, " Perundingan Damai RI dan GAM memang tidak bisa dicapai" ungkapnya.

Menurut Steve Daly, pihak Komite Keamanan Bersama telah berusaha untuk membawa kedua delegasi untuk menghasilkan keputusan penghentian konflik. "Usaha yang kami lakukan tersebut, sayangnya, telah gagal," kata? Dally

Sementara itu dilaporkan kantor berita AP? bahwa " Para petinggi? GAM yang terlibat dalam perundingan menyatakan siap perang, tak ada pilihan lain selain mengangkat senjata dan mereka menyatakan telah terbiasa mengangkat senjata selama 27 tahun".

Sebelumnya, baik Presiden maupun Wakil Presiden menegaskan bahwa untuk ketiga syarat itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Artinya apabila pihak GAM menolak untuk memenuhi ketiga syarat, maka pemerintah akan melaksanakan operasi terpadu untuk memberantas GAM yang melakukan tindakan makar.

Proses damai di Aceh selalu gagal sekalipun Indonesia telah empat kali mengganti presidennya, dan telah melakukan berbagai upaya untuk mecegah pemberontakan di Aceh. Kini GAM yang sudah semakin kuat semakin keras pula tuntutan mereka untuk merdeka, dan tetap menolak tawaran tertinggi dari pihak Indonesia dengan otonomi khusus.

Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil mengatakan, perundingan bisa terjadi jika pihak GAM mau menerima syarat yang diajukan. Dengan demikian pilihan bagi GAM memang hanya ada dua, menolak atau menerima.

Apabila GAM menolak, berarti proses perundingan mengalami jalan buntu. Itu berarti pemerintah pusat sudah tidak punya pilihan, yakni melaksanakan operasi terpadu yang telah mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, yang formalnya berupa dukungan dari DPR RI itu terpaksa dilaksanakan.

Setelah perundingan di Tokyo mengalami kemacetan, maka tidak ada harapan lagi bagi pihak pemerintah pusat dengan pihak GAM untuk melanjutkan upaya damai. Bagi pemerintah yang ingin melaksanakan operasi terpadu, harus berpikir agar meminimalisasi korban yang jatuh dari rakyat sipil yang tidak berdosa.

Rakyat Aceh yang baru sebentar menikmati suasana damai selama diterapkannya Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) di Aceh, kiniharus bersiap-siap untuk mengungsi atau menyelamatkan diri kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh bentrokan senjata

Keppres Diumumkan Malam Ini

Atas hasil perundingan di Tokyo ini, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono sudah melaporkan kepada Presiden Megawati. “Tadi bapak menteri sudah melaporkan kepada presiden melalui telepon,” jelas Sekretaris Menko Polkam Letjen Sudi Silalahi? seusai rapat interen jajaran Menko Polkam di kantor Menko Polkam.

Atas gagalnya perundingan ini, lanjut Sudi, Menko Polkam juga sudah menghubungi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Pol Da’I Bachtiar untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait operasi terpadu di Aceh

Setelah sempat simpang siur tentang tempat pengumuman Keppres Operasi Terpadu di Aceh, akhirnya diketahui? pengumuman tersebut dilakukan di kantor Menko Polkam.? Keputusan Presiden No. 28 tahun 2003? yang dibacakan oleh Sesmilpres, Mayjend TB Hasanudin, Senin (19/5/2003) pukul (00.05 WIB) itu menandakan dimulainya Operasi Terpadu di Aceh untuk menumpas GAM.? Artinya di Aceh dalam status keadaan bahaya dengan Status Darurat Militer. Diundangkannya Keppres tersebut dengan sendirinya menjadi payung hukum bagi militer untuk menumpas GAM setidaknya untuk jangka waktu enam bulan kedepan.

Atas pertimbangan ini, lebih lanjut pemerintah memerintahkan kepada jajaran terkait untuk melakukan operasi terpadu, sebagaimana yang pemerintah jelaskan sebelumnya. “Operasi Terpadu dan Status Darurat Militer mulai berlaku pukul 00.00 19 Mei tahun 2003,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers? (Iin/Dtk/Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, News, Nasional Attauhidiyyah Giren

Kesepakatan Tokyo  Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Kamis, 25 September 2014

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

Wonosobo, Attauhidiyyah Giren. Cara sekolah mengajarkan sesuatu pada muridnya tak mesti dilaksanakan di kelas. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU Kecamatan Kejajar, ? Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melatih siswa-siswinya secara rutin ? melakukan aksi tanam 1000 pohon di Desa Kreo, Kecamatan Kejajar.

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Lingkungan, Madrasah NU Wonosobo Tanam 1000 Pohon

“Kegiatan ini guna menanamkan jiwa cinta terhadap lingkungan dan juga merawat lingkungan. Harapan kami agar para siswa cinta terhadap lingkungan,” terang Supriyadi, pembina Pramuka MTs Ma’arif NU Kejajar kepada Attauhidiyyah Giren, Kamis (13/11).

Disebutkan pula, 1000 pohon yang ditanam itu merupakan hasil dari pembibitan di sekolah. Setelah tumbuh agak besar, ditanamlah di beberapa lokasi di Desa Kreo. “Semoga saja setelah ditanam, nantinya bisa dirawat hingga tumbuh dan hidup menjadi lebih besar serta bermanfaat,” jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Aksi tanam pohon ini terangkai dalam agenda rutin Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). “Secara rutin MTs Ma’arif Kejajar melakukan Persami. Namun, Persami kali ini berbeda dengan persami sebelumnya. Persami kali ini para melakukan aksi tanam 1000 pohon di desa Kreo Kecamatan Kejajar,” tambah Supriyadi.

Pihak sekolah berharap, aksi yang diikuti sekitar 250 siswa dari kelas VII sampai IX ini berlanjut hingga ke tingkat perawatan dan penjagaan sehingga jerih payah peserta dalam gerakan cinta lingkungan tidak sia-sia. (Fathul Jamil/Mahbib)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya, Kajian Islam, Nasional Attauhidiyyah Giren

Rabu, 03 September 2014

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Jember, Attauhidiyyah Giren - Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KH Afifuddin Muhajir menghadiri silaturahmi yang diselenggarakan Pesantren Darul Hikam Mangli, Kaliwates Jember, Jumat (2/12) pagi. Pada kesempatan ini Kiai Afif mengijazahkan karyanya Fathul Mujibil Qarib kepada sedikitnya 90 mahasantri Darul Hikam.

Sebelumnya Kiai Afif menghadiri undangan bedah Kitab Fathul Mujibil Qarib di Gedung Teater IAIN Jember.

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Kiai MN Harisudin dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah beserta beberapa staf pengajar di pesantren setempat menyambut kedatangan Kiai Afif.

Attauhidiyyah Giren

Kiai Harisudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kia Afif. “Alhamdulillah, kami sangat senang atas rawuh-nya Romo KH Afifudin Muhajir. Beliau adalah guru kami di Ma’had Aly Situbondo, selain juga penulis Kitab Fathul Mujibil Qarib yang tadi dibedah di IAIN Jember. Karena itu, nanti kami mohon beliau memberi motivasi kepada mahasantri Pesantren Darul Hikam yang rata-rata mahasiswa IAIN Jember tersebut.”

Kiai Haris memohon Kiai Afif berkenan memberikan ijazah kitabnya. “Sudah satu tahun lebih kitab Kiai Afif dijadikan bacaan wajib di pondok ini,” kata Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Kiai Afifudin mendoakan ilmu santri-santri nanti bermanfaat. “Saya berdoa semoga mahasantri Pesantren Darul Hikam menjadi anak-anak yang salehah berguna bagi agama nusa dan bangsa. Terus belajar untuk mencapai cita-cita. Jadi apapun, semoga ilmunya berkah,” kata Kiai Afif.

Setelah mengijazahkan kitabnya, Kiai Afif membaca doa di hadapan sedikitnya seratus hadirin. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ahlussunnah, Kajian Attauhidiyyah Giren