Rabu, 22 Desember 2010

Penting, Dakwah dengan Tulisan

Bantul, Attauhidiyyah Giren. Dakwah, selain dilakukan dengan lisan, penting juga dengan tulisan. Dengan menulis, da’i mampu memberikan pengalaman dakwahnya kepada publik, sehingga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Demikian disampaikan KH Munawir AF, saat menerima silaturahim aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa), di ndalemnya Krapyak Bantul, Yogyakarta, Rabu (8/5).

Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting, Dakwah dengan Tulisan

“Menjadi da’i harus juga menjadi penulis, biar aktivitas dakwahnya bisa menjadi pelajaran buat generasi masa depan,” kata kiai yang Mustasyar PWNU DIY ini.

Attauhidiyyah Giren

Bagi Kiai Munawir, semangat menulis jangan sampai padam. Dengan menulis, maka spirit dakwah akan menjadi abadi. Kisah dakwah para kiai akan “selesai” kalau tidak ditulis. Dengan ditulis, maka bisa melahirkan semangat berkobar bagi lahirnya generasi da’i masa depan yang lebih progresif.

Attauhidiyyah Giren

Ia juga menuturkan, contoh dakwah dengan tulisan yang paling sederhana menceritakan kealiman guru. Ia mengaku setiap membuka akun Facebook, selalu menulis kisah-kisah gurunya, di antaranya KH Ali Maksum, yang sangat menginspirasi jalan hidupnya.

“Dengan menulis kisah-kisah Mbah Ali Maksum dan Krapyak, semoga menjadi inspirasi dan ibroh buat sesama,” pungkasnya.

Redaktur         : Abdullah Alawi

Kontributor     : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul, Daerah, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Kamis, 16 Desember 2010

PBNU Akan Bikin Aplikasi Amaliah-Amaliah NU

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan warga NU mengakses amaliah NU yang telah menjadi tradisi seperti bacaan Ratibul Attash, Simtut Dhuroor, Maulid Dibaa, dan lainnya, PBNU akan membuat versi aplikasinya yang nanti bisa diunduh secara gratis di sistem operasi android (google play) maupun di sistem operasi iphone (appstore). 

PBNU Akan Bikin Aplikasi Amaliah-Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Bikin Aplikasi Amaliah-Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Akan Bikin Aplikasi Amaliah-Amaliah NU

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menjelaskan, langkah ini merupakan upaya untuk mempermudah akses mengingat kebutuhan masyarakat tentang permasalahan agama semakin besar, apalagi seiring dengan klaim-klaim kebenaran satu pihak sehingga masyarakat menjadi bertanya dan berusaha mencari informasi lebih lanjut. 

Masalah keagamaan juga bagian dari layanan yang akan diberikan, seperti pembahasan bid’ah. “Dari berbagai masalah, yang paling mengerucut kan apakah bid’ah itu. Itu kan hal-hal yang menambahkan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh rasul, dianggap berlebihan atau menimbulkan kesesatan,” tandasnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia menjelaskan, kalau shalat subuh 2 rakaat ditambah satu rakaat yang ngak boleh. Ini melebih-lebihkan sesuatu yang dianggap qot’i. Tapi kalau silaturrahmi kemudian doa bersama. Sepanjang melahirkan maslahah ya tidak ada masalah. 

“Tidak berarti semua yang tidak dikerjakan nabi adalah sesuatu yang kita singkirkan. Ini harus diedukasi masyarakat ini. Kita harus hadir. Jangan mempersulit diri untuk hadir.” 

Attauhidiyyah Giren

Ditambahkannya, NU akan menyebarkan informasi tentang NU dan amaliahnya melalui banyak kanal di dunia maya karena tidak selalu satu kanal, meskipun sudah diakses banyak orang, bisa menjangkau semuanya. 

“Misalnya twitter kan mempermudah akses informasi kepada publik. Ini sepertinya kecil, tapi maknanya besar. Kita memulai dari sesuatu yang kecil, yang akan menjadi besar. Langkah orang besar kan dimulai dari sesuatu yang kecil. Jadi jangan penah merasa kecil atas tindakan yang kita lakukan, siapa tahu ini menjadi langkah besar bagi orang lain.” (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Fragmen Attauhidiyyah Giren

Jumat, 08 Oktober 2010

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Caracas, Attauhidiyyah Giren. Pemerintah Venezuela kini sedang bersiap menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapi peperangan dengan Amerika Serika (AS). Strategi apakah itu?

Presiden Venezuela Hugo Chaves, Minggu (24/6), mendesak tentaranya untuk menyiapkan perang gaya gerilya melawan AS, dan mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menggunakan peperangan psikologi dan ekonomi sebagai bagian dari kampanye yang tak lazim guna merongrong pemerintahannya.

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Dengan mengenakan pakaian warna hijau pudar dan baret merah, Chaves menyampaikan pidatonya di Tiuna Fort, pusat militer Venezuela, sebelum ratusan pasukan berseragam berbaris di samping kendaraan bersenjata dan tank yang dihiasi dengan sejumlah baner bertuliskan: "Tanah Air, Sosialisme, atau Mati! Kita Akan Menang!"

Attauhidiyyah Giren

"Kita harus terus mengembangkan perang resistensi, yaitu senjata anti-imperialis. Kita harus berpikir dan menyiapkan perang resistensi setiap hari," terang Chaves, yang berulang kali mengingatkan bahwa pasukan AS bisa menginvasi Venezuela guna mengontrol cadangan minyak yang luar biasa di negara Amerika Selatan itu.

Attauhidiyyah Giren

Para pejabat AS menolak klaim bahwa Washington sedang merencanakan sebuah serangan militer. Namun, pemerintah AS mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang ia persepsi sebagai sebuah kekuatan militer yang signifikan.

Chaves, sahabat karib Pemimpin Kuba Fidel Castro, mengingatkan kepada "TNI"nya bahwa Washington sedang mencoba memperlemah dan memecahbelah rakyat Venezuela, termasuk angkatan bersenjatanya, tanpa melalui pertempuran.

"Ini bukanlah peperangan senjata," kata Chaves, mantan pejabat militer yang memimpin sebuah gerakan yang dikenal dengan "Rovolusi Bolivarian," sebauh gerakan sosialis setelah pahlawan kemerdekaan Simon Bolivar. "Saya juga sedang menunjuk peperangan psikologi, peperangan media, peperangan politik, dan peperangan ekonomi."

Di bawah pemerintahan Chaves, Venezuela belakangan ini telah membeli perlengkapan senjata dari Rusia senilai 3 milyar dolar, termasuk 53 helikopter militer, 100.000 senapan Kalashnikov, dan 24 pesawat tempur jenis SU-30 Sukhoi.

Pekan lalu, Chaves mengungkapkan, pihaknya juga berencana membeli sejumlah peralatan perang lainnya seperti kapal selam dan sebuah sistem pertahanan udara yang dilengkapi misil, saat ia bersiap melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Rusia, Belarusia, dan Iran.

"Kami sedang memperkuat kekuatan militer Venezuela secara tepat untuk menghindari agresi-agresi imperial dan menjamin keamanan, bukan untuk menyerang setiap orang," kata Chaves, seperti dilansir sumber AP. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Olahraga, Nasional Attauhidiyyah Giren

Selasa, 10 Agustus 2010

Kiriman yang Baik untuk Mayyit

Orang mati tidak mungkin bisa kembali lagi. Sebagaimana tidak mungkinnya orang mati menambah amal sebagai revisi atas amal yang telah diperbuatnya selama hidup. Karena sedari masa hidupnya telah diingatkan bahwa ‘ad-dunya mazra’atul akhirat’. itu artinya, masa hidup merupakan momentum penanaman dan masa mati adalah waktu untuk memanen. Maka janganlah mengharap untuk menambah amal ketika telah mati, nikmati saja hasil dari amal ketika hidup.

Diantara bentuk tanaman yang bisa diunduh saat mati adalah apa yang pernah dikatakan Rasulullah saw dalam hadits yang terkenal:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya". [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

Kiriman yang Baik untuk Mayyit (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiriman yang Baik untuk Mayyit (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiriman yang Baik untuk Mayyit

Sesungguhnya tiga hal ini tidaklah bersifat paten apa adanya, tetapi dapat dimaknai sebagai sebuah inti yang dapat dikembangkan. Misalkan dalam konteks ilmu yang manfaat, sesungguhnya seseorang yang berilmu kemudian meninggal dan ilmunya itu telah disebarkan ke pada murid-muridnya maka ketika sang murid beramal, sang gurupun mendapat bagiannya. Demikian pula dengan amal jariyah dan anak shaleh.

?

Attauhidiyyah Giren

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Dari Sufyan, ia dari seseorang yang pernah mendengar Anas bin Malik R.A. ia berkata. Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya amal-amal mereka yang masih hidup itu bisa disodorkan kepada keluarga dan ayah-ayahnya yang sudah meninggal. Jika amal tersebut baik maka mereka merasa gembira dan memuji Allah swt. tapi jika amal tersebut buruk, maka mereka (para mayit) berdoa “ Ya Allah janganlah kau tutup usianya sebelum mereka Kau beri petunjuk”. Kemudian Rasulullah saw bersabda “ mayyit yang ada di dalam kubur itu juga merasa sakit, apabila ia disakiti. Seperti halnya ia masih hidup”.? “bagaimana caranya menyakitkan mayyit” demikian beliau ditanya. “apabila engkau bersengketa dengan seseorang, kemudian seseorang tersbut mencacimu dan mencaci kedua orang tuamu(yang sudah meninggal). Nah, sekarang mayyit yang sama sekali tidak merasa berdosa dan bersengketa , bersitegang urat saraf kepada seseorang serta tidak merasa menyakitkan hati tetangga, turut juga terkena cacian dari seseorang. Jadi dia merasa di sakitkan hatinya jika diperbuat jelek. Juga begitu sebaliknya, dia merasa bergembira ria andaikata diperbuat bagus”

Demikianlah sesungguhnya amal seseorang di dunia ini sangat erat hubungannya dengan nasib orang tua yang telah meninggal. Karena mereka turut merasakan akibat yang ditimbulkan dari kelakuan anak-anaknya yang hidup. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Sunnah, Sholawat, Kajian Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 17 Juli 2010

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal

Lombok, Attauhidiyyah Giren - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pelaku usaha pertambangan memberdayakan masyarakat lokal sebagi pekerja. Langkah ini? diharapkan bisa mengurangi resiko munculnya sengketa antara masyarakat dan pengusaha yang sering terjadi.

Ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj saat melakukan kunjungan ke lokasi tambang biji besi miliki PT. Padak Mas Mentari Mineral di Desa/Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/1). Ikut dalam kunjungan jajaran pengurus lainnya, di antaranya Ketua PBNU Ir. Iqbal Sullam, Imam Azis, serta Sekretaris Jendral H. Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum H. Bina Suendra.? ? ?

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal

"Yang banyak terjadi di sekitar lokasi tambang masyarakatnya justru hidup miskin, jangan, itu jangan sampai terjadi disini. Apalagi ini tambangnya orang NU, tambang milik Nahdliyin," kata Kiai Said.

Attauhidiyyah Giren

Permintaan itu juga disampaikan Kiai Said agar masyarakat di sekitar lokasi pertambangan ikut merasa memiliki, sehingga dengan senang hati akan ikut bersama-sama menjaganya. "Yang paling penting kita harus bersama-sama ikut menjaga pertambangan ini. Jangan sampai kejaidan seperti di Bima terulang di Lombok dan tempat lainnya," tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

PT. Padak Mas Mentari Mineral menyambut baik saran yang disampaikan Kiai Said. Diakui jika 90 persen pekerja berasal dari masyarakat lokal di sekitar pertambangan.

"Hanya sepuluh persen dari total pekerja yang orang luar Lombok. Itu pada posisi staf ahli yang ikut mengajari masyarakat lokal bagaimana menjalankan pekerjaan pertambangan. Itupun nantinya akan terus kami regenerasi agar masyarakat lokal bisa lebih diberdayakan,"? jelas salah seorang staf perusahaan.

Sementara Arif Budiman, pemilik PT. Padak Mas Mentari Mineral juga mengungkapkan kesediaannya mempekerjakan masyarakat lokal, dan hal tersebut sudah dijalankan. Arif juga mengaku telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membengun Lombok Barat.

"Termasuk ke NU akan kami berikan sebagian keuntungan kami secara berkala. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai Nahdliyin ikut membesarkan NU," ujar Arif.

PT. Padak Mas Mentari Mineral mulai melakukan penambangan biji besi di Lombok Barat sekitar tujuh bulan yang lalu, dengan hasil tambang dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya China. Dengan luas lahan pertambangan mencapai 5000 Ha, dalam setiap bulan ditargetkan bisa dihasilkan 20 ribu ton biji besi.

Kehadiran jajaran pengurus PBNU ke Lombok adalah untuk memenuhi undangan PWNU Nusa Tenggara Barat, tepatnya untuk mengikuti istighotsah dan tabligh akbar, Kamis (19/1) besok. Kiai Said diagendakan menjadi penceramah utama dalam kegiatan tersebut.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Internasional Attauhidiyyah Giren

Senin, 12 Juli 2010

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Santri Pondok Pesantren Al-Ahsan Bareng menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di tengah sungai Karangan, Dusun Karangan Krajan, Desa Karangan, Bareng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/10) pagi.

Sungai Karang dipilih karena kondisinya cukup memprihatinkan. Selain maraknya penambangan batu di bantaran sungai. Keadaan sungai di perparah dengan masih banyaknya warga daerah aliran sungai yang membuang sampah sembarangan.

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

"Melalui upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pelajar Pondok Al-ahsan Karangan ingin mengajak dan menyadarkan para pelajar dan pemuda tentang menjaga lingkungan alam, terutama sungai sebagai sumber air," jelas Pengurus Yayasan Al-Ahsan, Khoirum Muslimin.

Menurutnya, upacara di Sungai memang terdengar tidak biasa dan jauh dari kebiasaan yang selama ini. Namun, ia berpendapat kegiatan itu tentu akan memberi pengalaman tak terlupakan bagi anak didiknya.

Attauhidiyyah Giren

Ia berharap upacara di tengah sungai akan lebih memiliki makna mendalam serta dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pelajar. Selain itu juga mengajarkan peserta didik pentingnya menjaga kelestarian alam.

Meski harus bersusah payah untuk menuju sungai Karangan, namun semua itu tak mengurangi antusias para pelajar untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda," tambahnya

Selanjutnya, ia menyebutkan tema besar yang mereka usung pada sumpah pemuda kali ini yaitu "melalui sumpah pemuda kita cintai lingkungan alam". Tema ini diambi sebagai upaya mengkampanyekan sekaligus menggerakkan para pelajar untuk lebih mencintai dan peduli terhadap alam dan sungai.

"Kedispilinan dan kesadaran untuk tidak membuang sampah di sekitar Sungai dimulai dari usia produktif seperti ini. Kita jelaskan juga dampak perbuatan mereka membuang sampah di sungai bisa mencemari sungai serta dapat merugikan warga lainnya," bebernya.

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Sungai Karangan berlangsung khidmat. Semua perangkat upacara berasal dari santri semua. Mulai dari pemimpin upacara, penyampaian pesan moral, pembawa bendera dan kelengkapan upacara lainnya.

Attauhidiyyah Giren

"Dewan guru dan pengurus yayasan hanya mengarahkan dan mengawasi kegiatan ini. Karena ini temanya sumpah pemuda maka semua petugas upacara ya diambil dari santri sendiri," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Ulama, Daerah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 27 Juni 2010

Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri!

Jakarta, Attauhidiyyah Giren 



Anggota Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta Kemenkes RI serius dalam memperhatikan kualitas kesehatan para santri. Menurut dia, sudah seharusnya santri mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri! (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri! (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri!

“Sejak awal duduk di Komisi IX, saya sudah mengingatkan Kemenkes akan kewajibannya memperhatikan kesehatan para santri. Tetapi Kemenkes abai terhadap hal ini. Sampai sekarang belum ada alokasi anggaran untuk pusat kesehatan santri,” tegasnya, di Jakarta, Kamis (12/10) melalui siaran pers. 

Perlu diketahui, Kemenag mencatat kurang lebih ada 23.000 pesantren di Indonesia, belum lagi yang tidak terdata. Pesantren-pesantren itu tersebar di seluruh pelosok penjuru Indonesia.

Namun, biasanya, pesantren terletak jauh dari fasilitas kesehatan pemerintah. Oleh karenanya pesantren sangat butuh pusat kesehatan santri dan alat-alat penunjangnya seperti ambulans. 

“Bayangkan, ada pesantren yang memiliki santri 6000. Jumlah itu sudah seperti penduduk satu desa. Dan tidak ada dana dari pemerintah untuk kesehatan santri. Kalau disuruh pengasuhnya menanggung, lalu apa fungsi pemerintah?” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo sering datang ke pesantren, tetapi abai terhadap persoalan-persoalan pesantren. 

“Pesantren jangan jadi bemper saja,” terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Realitasnya, santri dalam satu pesantren adalah imaji satu bangsa, bangsa Indonesia, beraneka suku , kelas, ada dalam satu pesantren. Pemerintah sudah sebaiknya tidak terus menerus beretorika memihak santri. Sudah saatnya mewujudkan janji dengan program nyata. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren News Attauhidiyyah Giren

Senin, 14 Juni 2010

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Probolinggo,Attauhidiyyah Giren. Sedikitnya 660 orang jamaah haji Kloter 47 dan Kloter 48 Kabupaten Probolinggo tahun 2015 dan ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2016 mengikuti tasyakuran kedatangan jamaah haji yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kota Kraksaan, Ahad (15/11).

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Rahmatal Lil ‘Alamin di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dan sejumlah pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU se- Kabupaten Probolinggo.

Tasyakuran kedatangan jamaah haji ini diawali dengan tahlil bersama yang ditujukan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Probolinggo yang wafat karena menjadi korban tragedi Mina. Disamping juga jamaah haji yang wafat karena sakit. Dimana tahlil sendiri dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili.

Attauhidiyyah Giren

Mustayar PCNU Kabupaten Probolinggo yang juga A’wan PWNU Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini memang banyak cobaan yang dihadapi oleh jamaah haji Indonesia, mulai dari jatuhnya crane dan insiden Mina.

Attauhidiyyah Giren

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan haji atas meninggalnya salah satu keluarga yang melaksanakan ibadah haji. Sebab ini merupakan ujian dari Allah SWT dan diluar batas kemampuan manusia,” ujarnya.

Menurut Hasan, pelaksanaan ibadah haji khususnya di Kabupaten Probolinggo mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air selalu dipantau baik oleh pemerintah daerah maupun PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan. “Hal ini merupakan sebuah pelayanan yang diberikan kepada tamu Allah supaya menjadi terhormat,” jelasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, predikat haji mabrur diperoleh sesudah datang dari tanah suci. Indikasinya, amal ibadah yang dilakukan selalu ada peningkatan serta mempertahankan amalan ibadah  yang telah dilaksanakan selama di tanah suci.

“Perilaku atau perbuatan harus ada perbedaan dari sebelum melaksanakan ibadah haji hingga setelah melaksanakan ibadah haji. Amalan ibadah juga semakin ditingkatkan. Selain itu, perilaku atau perbuatan terhadap masyarakat juga semakin meningkat untuk mewujudkan hablum minallah dan hablum minannas,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan bahwa musibah kejadian Mina yang mewafatkan belasan jamaah asal Kabupaten Probolinggo adalah cobaan. Sehingga diharapkan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. “Karena semua ini sudah takdir, beliau-beliau yang wafat dalam keadaan syahid. Dan keluarga pun semoga menerima dengan lapang dada,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya, Hadits, Tokoh Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 12 Juni 2010

Resolusi Jihad Menjadi Bagian Peringatan Hari Pahlawan

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan peringatan Resolusi Jihad NU akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan di Surabaya pada tahun-tahun selanjutnya. Hal ini sekaligus merupakan bentuk pengakuan pemerintah bahwa Resolusi Jihad adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia.

Resolusi Jihad Menjadi Bagian Peringatan Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad Menjadi Bagian Peringatan Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad Menjadi Bagian Peringatan Hari Pahlawan

“Resolusi jihad menjadi hal yang tak terpisahkan dari perjuangan 10 November di Surabaya dan sudah ditulis dalam sejarah. Ini akan kita peringati pada tahun-tahun selanjutnya sebagai rangkaian dari peringatan Hari Pahlawan,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam acara puncak Napak Tilas Resolusi Jihad di Jalan Bubutan Surabaya, Ahad (24/11).

Menurutnya, kegiatan Napak Tilas Resolusi Jihad sangat penting dilakukan dalam rangka mengutuhkan sejarah. Kegiatan juga diselenggarakan di depan kantor PCNU Surabaya yang 68 tahun silam menjadi markas para kiai membahas kehadiran tentara Sekutu dan puncaknya dikeluarkan resolusi jihad yang menggerakkan para santri dari berbagai daerah dan arek-arek Suroboyo bangkit melawan tentara Sekutu.

Attauhidiyyah Giren

Penggagas kegiatan Napak Tilas Resolusi Jihad Choirul Anam mengatakan, fatwa resolusi jihad itulah yang membakar semangat para pejuang melawan tentara Inggris, sang pemenang Perang Dunia II, hanya dengan bermodal bambu runcing dan senjata rampasan.

“Para orang tua tidak lagi menangis, bahkan bangga anak-anak mereka menjadi syahid dalam rangka mempertahankan negara, bukan negara Islam tapi negara yang berdasarkan Pancasila,” kata Cak Anam.

Attauhidiyyah Giren

Hadir dalam acara puncak ini antara lain Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ, mantan wakil presiden RI yang juga “bapak” arek-arek Suroboyo Jenderal (purn) Tri Sutrisno, Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, sesepuh NU KH Sholeh Qosim, dan putra Bung Tomo Bambang Sulistomo.

Napak Tilas Resolusi Jihad dimulai dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan berakhir di Jalan Bubutan Surabaya, tidak jauh dari Tug Pahlawan. Sebagian peserta napak tilas menempuh perjalanan dengan sepeda ontel dari Jombang sejak pagi.

Mengapa napak tilas dimulai dari Jombang? Kata Cak Anam, bukan saja karena Jombang adalah tempat kediaman KH Hasyim Asy’ari. Sejarah mencatat, pasca pengeboman Hirosima dan Nagasaki, dan setelah tentara Jepang tidak bersemangat lagi, pelatihan militer untuk para pemuda Indonesia dipindahkan dari Cibarusa ke Jombang. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri Attauhidiyyah Giren

Selasa, 08 Juni 2010

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa

Surabaya, Attauhidiyyah Giren

Sekitar lima ribu jamaah Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari Jawa Timur mengadakan doa demi keselamatan bangsa. Kegiatan ini juga sebagai ungkapan syukur karena Muktamar ke-33 NU di Jombang telah mengakui Ishari sebagai badan otonom (banom) NU.

"Syukur atas kepercayaam yang diberikan kepada Ishari sehingga kembali dipercaya sebagai bagian dari NU, bahkan diputuskan sebagai banom," kata H Yusuf Arif selaku Ketua PW Ishari Jawa Timur, Sabtu (16/1) malam.

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa

Penegasan tersebut disampaikan Yusuf Arif pada kegiatan "Doa untuk Indonesia, dari Ishari NU untuk Bangsa" yang dilaksanakan di parkir utara Kantor PWNU Jawa Timur.  Dengan kepercayaan ini, maka para pengurus dan simpatisan seni hadrah ini untuk selalu mendukung program NU.

Attauhidiyyah Giren

"Kegiatan ini juga sebagai ungkapan bela sungkawa Ishari atas tragedi yang terjadi di Jakarta beberapa hari yang lalu," jelasnya. Karena para korban baik itu masyarakat sipil maupun aparat adalah pihak yang tidak berdosa dan dihargai haknya untuk hidup di bumi Allah, lanjutnya.

Baginya, tindakan teror dengan melukai diri sendiri dan juga masyarakat sipil serta aparat sebagai tindakan yang tidak dibenarkan. "Karena itu kami mengutuk tindakan tidak bertanggungjawab tersebut," lanjutnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia bersama Ishari telah berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah NU yang terus menebarkan Islam ramah di seantero bumi. Demikian pula dengan shalawat yang merupakan ciri khas banom baru NU ini akan terus menebarkan kesejukan dan kedamaian khususnya di Indonesia.

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 hingga 22.40 WIB tersebut berbarengan dengan memperingati hari lahir NU yang dalam hitungan masehi berusia 90 tahun, juga 57 tahun Ishari, serta TV9 yang telah memasuki usia 6 tahun.

Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain KH Hasib Wahab Chasbullah, H Imam Aziz (PBNU),  H Misbahul Munir (PWNU Jatim), serta H Hakim Jayli selaku Presiden Direktur TV9. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren PonPes, Syariah, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Rabu, 12 Mei 2010

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Magelang, Attauhidiyyah Giren. Kegiatan Perkemahan Wirakarya Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) II di Magelang pada 18-23 September 2017 diisi oleh berbagai bakti dan giat di tengah masyarakat.

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Pramuka Ma’arif NU Aktif Laksanakan Bakti Lingkungan dan Masyarakat

Di hari kedua misalnya, lebih dari enam puluh peserta melaksanakan kegiatan giat bakti lingkungan pertama di lingkungan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten (PCNU) Magelang. Para peserta berasal dari kontingen Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Yuliyanto, salah satu panitia pendamping dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Magelang mengungkapkan bahwa kegiatan bakti lingkungan dan masyarakat ini dilaksanakan hingga empat hari dalam kegiatan perkemahan yang diikuti oleh siswa Maarif NU se-Indonesia itu. 

“Di sini, para peserta kerja bakti di lapangan, bersih-bersih MCK dan sekitar gedung di sini. Kegiatannya sampai empat hari ke depan,” ungkapnya. 

Attauhidiyyah Giren

Ia berharap para peserta bisa bekerja sama dan mempunyai jiwa bakti sosial yang tinggi. “Harapannya, mereka di samping belajar juga bisa bekerja. Enggak cuma belajar di sekolah, tapi juga bisa bakti sosial khususnya bagi masyarakat,” imbuhnya.

Harapan yang sama  juga diungkapkan oleh Doni Tarmidzi, salah satu peserta asal Nusa Tenggara Barat. “Kegiatan ini supaya kita sendiri juga bisa disiplin dan selalu bersih,” tambahnya.

Attauhidiyyah Giren

Diketahui, sejak hari ini hingga Jumat ke depan para peserta Perwimanas II melaksanakan sederetan kegiatan, salah satunya adalah giat bakti  yang terdiri dari bakti dan bakti lingkungan. 

Bakti fisik berupa kegiatan renovasi rumah, paving, perbaikan jalan, reboisasi dan sebagainya, sedangkan bakti lingkungan berupa kegiatan peduli sosial dan peduli sampah.

 

“Kegiatan giat bakti peserta diadakan  sejak pagi hingga sore selama Perwimanas II berlangsung. Semua kegiatan sama tapi peserta yang terlibat berbeda tiap harinya,” ungkap Alfi, salah satu panitia daerah Perwimanas II. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ahlussunnah, Anti Hoax Attauhidiyyah Giren

Kamis, 15 April 2010

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

Lampung Tengah, Attauhidiyyah Giren. Bertempat di komplek halaman pesantren Darussaadah Kelurahan Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, ribuan warga Muslim wabil khusus warga nahdiyyin Lampung Tengah akan mengikuti pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Jumat (21/10) malam.

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

?

"Pesantren Darussaadah adalah salah satu 9 lokasi yang ditunjuk PBNU untuk lokasi konsentrasi 1 Milyar Sholawat secara serentak," ujar Sekretaris PWNU Lampung Aryanto Munawar. ? ?

?

Attauhidiyyah Giren

"Ditengah-tengah persiapan pembacaan 1 Milyar Sholawat Naryah, Bank Mandiri cabang Bandar Lampung bekerjasama dengan PWNU Lampung sejak tadi pagi hingga malam ini membuka pendaftaran Kartanu," imbuhnya.

?

Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah Saryono mengaku senang bisa mengakses dan mendaftar langsung untuk Kartanu. Program ini sudah lama disosialisasikan ? PBNU namun baru kali ini bisa mendaftar langsung. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mukafi Niam)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Rabu, 14 April 2010

Ratusan Orang di Lampung Mendapat Penyembuhan ATS Banser

Bandar Lampung, Attauhidiyyah Giren. Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Lampung ? mulai Februari hingga Juli 2017 terus melakukan bakti sosial (Baksos) penyembuhan alternatif Aji Tapak Sesontengan (ATS) bagi masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di daerah itu.

“Yang tercatat 559. Namun pada awal-awal kegiatan, berapa jumlah pasien belum kita bukukan. Karena dalam setiap Baksos rata-rata masyarakat sakit ditangani 50-150, jumlah masyarakat menerima manfaat kegiatan tersebut tentu lebih dari 600," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Rabu (12/7).

Ratusan Orang di Lampung Mendapat Penyembuhan ATS Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Orang di Lampung Mendapat Penyembuhan ATS Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Orang di Lampung Mendapat Penyembuhan ATS Banser

Dengan jumlah itu, kata Tatang menambahkan, rata-rata masyarakat menerima manfaat Baksos tersebut setiap bulan 100 orang.

Ia menambahkan, pihaknya mulai mencatat masyarakat penerima manfaat kegiatan kader inti Gerakan Pemuda Ansor di Provinsi Lampung yang telah dilakukan di Tanggamus, Bandar Lampung, Mesuji, Tulang Bawang, Metro, Way Kanan, Lampung Selatang dan Lampung Timur.

"Ini bukan untuk pamer. Tapi untuk mengetahui sejauhmana gerakan kami bermanfaat bagi publik selain kegiatan keagamaan," kata dia lagi.

Berdasarkan catatan, asam urat merupakan penyakit cukup tinggi diderita masyarakat, lalu maag, diabetes, migrain, vertigo.

Attauhidiyyah Giren

"Untuk di Mekarsari, Jabung, Lampung Timur, anak-anak menderita amandel jumlahnya hampir sama dengan orang tua yang menderita asam urat," kata Tatang lagi.

Tingkat keberhasilan penyembuhan ATS yang merupakan ilmu pengetahuan asli Nusantara itu cukup tinggi. Misalnya, orang yang sakit asam urat semula kaki tidak bisa ditekuk setelah disentuh beberapa menit oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus (Kasatsus) Banser Husada (Basada) Satkorwil Banser Lampung Gatot Arifianto akhirnya bisa ditekuk dan tidak sakit lagi.

"Ibu-ibu rata-rata penyakitnya asam urat, mengeluh sakit dan kesusahan jika saat sujud. Respon masyarakat bagus walau tidak semuanya sehubungan untuk penyakit berat sudah tahunan atau berbulan-bulan idealnya ditangani beberapa kali. Intinya, dengan segala kekurangan, kami bahagia karena bisa membantu masyarakat," ujar dia lagi.

Attauhidiyyah Giren

Pada Juni 2017 ini, Baksos ATS telah dilakukan dua kali di Lampung Selatan dengan penerima manfaat 134 orang. Baksos ATS selanjutnya akan digelar Jumat, 14 Juli 2017, di Pesantren Darul Hidayah, Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Pelaksana Tugas Kasatsus Banser Husada Lampung Gatot Arifianto yang merupakan Kamituo (Master) ATS akan membantu menyembuhkan penyakit medis dan non medis diderita masyarakat di daerah dipimpin Bupati Chusnunia Chalim itu bersama sejumlah kader Banser yang telah diinisiasi menjadi praktisi ATS.

"Kita diminta lagi menggelar Baksos di Lampung Timur. Itu berarti apa yang kita lakukan mendapat respon positif di masyarakat," kata Tatang. (Ansarafi/Zunus)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Warta Attauhidiyyah Giren

Minggu, 04 April 2010

Depag Janji Prioritaskan Madrasah Swasta

Malang, Attauhidiyyah Giren. Departemen Agama (Depag) berjanji tahun ini akan memberikan prioritas pada pembangunan madrasah-madrasah swasta. Tahun-tahun sebelumnya Depag dihujani kritik karena lebih berkosentrasi pada pembangunan madrasah-madrasah yang berstatus negeri

Menteri Agama Maftuh Basyuni usai menghadiri pengukuhan Prof Dr KH Tholhah Hasan di Unisma Malang, Sabtu (17/3) mengatakan, perhatian lebih kepada madrasah swasta diagendakan sebagai "penebus dosa". Bantuan dana untuk pengembangan pendidikan madrasah dari luar negeri sebagian besar atau 91,8 persen diberikan ke madrasah swasta.

Depag Janji Prioritaskan Madrasah Swasta (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Janji Prioritaskan Madrasah Swasta (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Janji Prioritaskan Madrasah Swasta

Ia mencontohkan, belum lama ini bantuan pembangunan gedung sekolah  sebanyak 500 unit dari Australia, seluruhnya diberikan kepada swasta.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis Islam itu, katanya, Depag juga telah menyekolahkan sekitar 700 orang guru aliyah (setingkat SMA) di beberapa perguruan tinggi terkemuka yakni ITS dan Unair Surabaya, ITB dan IPB di Bogor, UGM Yogyakarta serta UIN Jakarta. Ke-700 orang guru aliyah tersebut, katanya, mulai disekolahkan pada tahun 2006 sebanyak 300 orang dan tahun 2007 sebanyak 400 orang.

Menag mengatakan, jumlah PT Agama Islam (PTAI) di Indonesia sebanyak 523 dan 50 diantaranya berstatus negeri, selebihnya atau 473 swasta.

Attauhidiyyah Giren

Dengan banyaknya jumlah PTAI itu, katanya, diharapkan institusi ini menjalankan tugas-tugasnya secara seimbang dan proporsional, termasuk melakukan penelitian-penelitian untuk jangka panjang, bukan hanya merebut jangka pendek berupa kredit poin semata.

Selain itu, lanjutnya, kajian-kajian agama juga harus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk melibatkan para kiai guna memenuhi tuntutan sebagai sarjana muslim yang harus memiliki kualitas unggul, bahkan paripurna.

"Dengan keunggulan yang paripurna inilah, sarjana-sarjana muslim memiliki landasan yang kokoh untuk bersaing di dunia global seperti sekarang ini," tegasnya. (ant/han)



Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sunnah Attauhidiyyah Giren

Selasa, 30 Maret 2010

PBNU Teken Kerja Sama dengan 3 Kementerian

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 3 kementerian, Kamis (23/2) di Gedung PBNU Jakarta. Kementerian tersebut adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Kementerian Komunikasi dan Informasi.

PBNU Teken Kerja Sama dengan 3 Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Teken Kerja Sama dengan 3 Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Teken Kerja Sama dengan 3 Kementerian

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, ketiga kementerian tersebut sangat strategis jika menggandeng NU dan warganya untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta bersinergi membangun dinamika informasi yang baik di era digital seperti sekarang.

Menurut Kiai Said, membangun revolusi mental dan integritas selalu mudah jika menggandeng warga NU karena kalangan Nahdliyin (warga NU) sudah terbiasa dengan sikap kejujuran dan menghargai sesama untuk membangun integritas bangsa secara keseluruhan.

“Membangun integritas bangsa ini telah lama dilakukan oleh para kiai NU di berbagai pelosok daerah. Mereka juga selama ini ikut andil dalam memabngun perekonomian nasional dengan menghidupkan pasar, mendirikan koperasi, dan terus berupaya manangkal radikalisme serta berita palsu atau hoax di dunia maya,” ujar Kiai asal Kempek Cirebon ini.

Attauhidiyyah Giren

Sambutan yang diberikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut terkait langsung dengan sejumlah poin kerja sama yang diteken oleh ketiga kementerian tersebut.

Dia berharap, kerja sama ini juga nantinya bisa menyelesaikan sejumlah problem di bidang pertanian dengan penyediaan berbagai fasilitas pembiayaan yang murah bagi para petani di seluruh Indonesia.

Attauhidiyyah Giren

Dalam kegiatan penandatanganan kerja sama ini, hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Menteri Kominfo Rudiantara melalui video telekonferens karena dirinya sedang ada kunjungan kerja di Kota Jayapura, Papua.

Hadir juga Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas dan Eman Suryaman, serta para pengurus Lembaga dan Banom NU yang memenuhi Aula Lantai 8 Gedung PBNU. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul, Tegal, Sunnah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 26 Maret 2010

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

Pamekasan, Attauhidiyyah Giren - Halaman Kantor PCNU di Jalan R Abd Aziz Pamekasan dipadati warga nahdliyin, Ahad (22/1) siang. Mereka sedang mengikuti acara Dauroh Aswaja yang diisi oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Kiai Marzuki Mustamar.

Ketua PCNU Pamekasan RKH Taufik Hasyim menegaskan, acara tersebut dimaksudkan guna memperkuat amaliyah an-nahdliyah. Sebab, melalui Dauroh Aswaja, diketengahkan raham dalil naqli dan aqli guna memperkokoh tradisi ke-NU-an yang sejauh ini sudah mengakar kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Amaliyah An-Nahdliyah, PCNU Pamekasan Gelar Dauroh Aswaja

"Ada kalanya warga nahdliyin belum paham secara mendasar dalil-dalil atas tradisi an-nahdliyah yang sudah turun temurun mereka lakukan. Melalui Dauroh Aswaja ini, diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari," terang Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut.

Pihaknya optimistis itu bisa dicapai mengingat kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat karangan Kiai Marzuqi Mustamar, diberikan secara cuma-cuma kepada peserta Dauroh Aswaja.

Attauhidiyyah Giren

"Jika ada pihak yang membidahkan atau mengafirkan amaliyah an-nahdliyah seperti ziarah kubur, tahlilan, muludan, haul, selamatan kelahiran, dan sejenisnya, kitab tersebut bisa menjadi rujukan autentik," pungkasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 19 Februari 2010

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Bandung,Attauhidiyyah Giren

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan, santri tidak hanya orang yang berada di pondok pesantren dan bisa mengaji kitab atau ahli agama. Namun, santri adalah orang-orang yang ikut kiai dan setuju dengan pemikiran serta turut dalam perjuangan kaum santri.

“Santri adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tapi ikut kegiatan kiai, manut pada kiai, itu dianggap sebagai santri walaupun dia tidak bisa baca kitab, tapi dia mengikuti perjuangan para santri,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Dari sisi keberadaan, menurut Kiai Ma’ruf, santri ada yang tinggal di pondok di pesantren, ada pula yang sesekali ke pesantren atau disebut santri kalong, ada juga santri yang sekali-kali saja datang bertemu kiai dan santri.

Attauhidiyyah Giren

“Pokoknya, santri itu ikut kiailah. Karena itu dia mencakup hampir semua lapisan masyarakat,” lanjut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat itu.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat, santri adalah umat yang menerima ajaran-ajaran Islam dari para kiai. Para kiai itu belajar Islam dari guru-gurunya yang terhubung sampai Rasulullah SAW.

Attauhidiyyah Giren

Para santri, lanjut Kiai Said, menerima Islam dan menyebarkannya dengan pendekatan budaya yang berakhlakul karimah, bergaul dengan sesama dengan baik. Santri juga menghormati budaya, bahkan menjadikannya sebagai infrastruktur agama, kecuali budaya yang bertentangan ajaran Islam seperti seks bebas atau minum-minuman keras.

“Santri itu jelas, adalah orang-orang yang menindaklanjuti dakwah dengan budaya seperti yang dilakukan Wali Songo. Dakwah seperti itu yang jelas ampuh, efektif,” tegas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu.

Dakwah dengan cara seperti itu terbukti di dalam sejarah berhasil mengislamkan Nusantara tanpa kekerasan dan pertumpahan darah. Bahkan raja-raja Nusantara itu menjadi Islam.

“Kita saksikan sekarang, dakwah yang manfaat, dakwah yang lestari, masuk sampai dalam hati, adalah dakwah yang dilakukan secara budaya, bukan dengan teror dan menakut-nakuti. Islam diajarkan dengan menakut-nakuti tidak akan masuk ke dalam hati. Imannya hanya pengakuan bibir belaka sehingga menjadikan potensi munafik, tapi kalau berdakwah dengan budaya, iman masuk ke dalam hati, sehingga akan menjadi mukmin kholis (ikhlas),” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sejarah Attauhidiyyah Giren

Senin, 15 Februari 2010

Warga di Subang Ini Isi Ngabuburit dengan Ngaji Pasaran

Subang, Attauhidiyyah Giren. Salah satu kegiatan tahunan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Huda, Pungangan, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat adalah ngabuburit yang diisi dengan ngaji pasaran untuk para orangtua dan pemuda.

Tahun ini, kitab yang dikaji dalam pengajian yang digelar bada ashar ini adalah Kitab Risalah al-Muawanah wal Mudzoharoh wal Muazaroh karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, adapun yang didaulat sebagai pembaca kitab adalah Kiai Adang Kosasih, Rais MWCNU Patokbeusi yang juga pengasuh pesantren Al-Huda.

Warga di Subang Ini Isi Ngabuburit dengan Ngaji Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga di Subang Ini Isi Ngabuburit dengan Ngaji Pasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga di Subang Ini Isi Ngabuburit dengan Ngaji Pasaran

"Biasanya yang ngawuruk (ngajar-red) ngaji itu ketua MWCNU, cuma beliau belum sembuh total dari sakitnya jadi diputuskan yang ngajinya Rais syuriyah, insya Allah pengajian ditutup pada H-3," kata Dedi Setiawan, salah seorang peserta pengajian yang juga Ketua Irmada (Ikatan Remaja Masjid Al-Huda) ini, Kamis (25/6).

Attauhidiyyah Giren

Dedi menambahkan, kegiatan ini sekaligus untuk mengakomodir kalangan bapak-bapak dan para  pemuda setempat yang masih haus akan ilmu agama Islam.

"Yang ikut ngaji tidak menentu tapi biasanya 30 sampai 50 orang,  Bapak-bapak disini usianya boleh tua, tapi semangat ngajinya tetap muda," tambahnya

Attauhidiyyah Giren

Pantauan Attauhidiyyah Giren, peserta pengajian itu didominasi oleh kalangan orangtua, sebagian peserta ada yang membawa kitab dan meloghatnya, sebagian lagi hanya jiping (ngaji kuping) yaitu peserta pengajian yang tidak membawa kitab dan hanya mendengarkan materi pengajian. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa, Nahdlatul, Syariah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 05 Februari 2010

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

Rembang, Attauhidiyyah Giren - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kecamatan Kragan mendukung pihak aparat gaubungan untuk menindak keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroprasi di Kabupaten Rembang. Banser Kragan mengawal razia keberadaan cafe karaoke yang ada di Kecamatn Kragan, Jumat (9/12) malam.

Salah satu anggota Banser Kragan Mashadi kepada Attauhidiyyah Giren mengatakan, pihaknya siap membantu dan mengawal penindakan cafe karaoke yang beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

"Jadi begini. Kalau mau usaha, silakan. Kami tidak akan melarang siapapun untuk berusaha. Tetapi, kami minta lakukan usaha yang resmi dan tidak mengganggu ketertiban lingkungan," jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini anggota Banser dan GP Ansor di Kecamatan Kragan tengah gencar memantau sejumlah cafe karaoke yang berkedok rumah makan. Ia menambahkan, empat cafe karaoke yang beroperasi dengan izin warung makan itu sering memicu terjadinya tindak kekerasan dan perkelahian di wilayah tersebut.

Attauhidiyyah Giren

Ada empat cafe karaoke yang berkedok rumah makan dan minuman. Keempatnya berada di DesaTanjungan, Kebloran, Sedang Waru, dan Desa Karang Harjo. Keempat tempat usaha ini sering dikeluhkan oleh warga lantaran menjadi pemicu tindak kejahatan. Selain itu, jam beroperasinya tempat itu dikabarkan tidak mengenal waktu, bahkan terkadang 24 jam nonstop.

Attauhidiyyah Giren

"Di sini kami sering menerima keluhan warga, terkait tempat maksiat tersebut. Jam bukanya itu tidak mengenal waktu, terkadang 24 jam tanpa berhenti," terang Mashadi.

Untuk cafe di Desa Kebloran, terlihat petugas mengamankan lima kerat miras yang dijual di tempat tersebut. Selain itu, aparat juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai karyawan yang berasal dari Tegal, Brebes dan Pekalongan.

Mashadi berharap pemerintah lebih proaktif menindak tegas keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroperasi. Selain itu, tempat hiburan yang memicu tindak kekerasan harus segera ditutup izin usahanya.

Menurut pantauan Attauhidiyyah Giren, hampir sebagian cafe karaoke di Kabupaten Rembang tidak mengantongi izin usaha sebagaimana mestinya. Terlihat ada sembilan cafe karaoke yang berfasilitas room. Semuanya menggunakan kedok rumah makan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Warta, Kiai, IMNU Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 16 Januari 2010

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS

Tasikmalaya, Attauhidiyyah Giren. Kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) Kemendikbud mendapatkan berbagai penolakan di berbagai daerah, salah satunya dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya bersama sekitar 15.000 santri yang menyampaikan lima tuntutan di depan Kantor Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/8).

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS

Dibawah tugu lam alif dan disaksikan langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam menyampaikan, dengan tetap diberlakukannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, PCNU Tasikmalaya menyatakan:

1. Menolak memberlakukan lima hari sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena tidak sesuai dengan keragaman dan kondisi geografis dan sosiologis masyarakat Indonesia.

2. Meminta Pemerintah Pusat untuk nencabut Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 yang mendasari kebijakan lima hari sekolah.

3. Meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk membatalkan rencana tambahan jam pelajaran di tingkat sekolah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Attauhidiyyah Giren

4. Meminta komponen bangsa khususnya pemegang kuasa publik untuk senantiasa menjaga stabilitas bangsa dengan menjauhkan diri dari kontroversi yang tidak semestinya.

5. Mendorong seluruh masyarakat khususnya warga Nahdliyin untuk tetap menjaga ketenangan dan ketentraman di tengah kontroversi besar yang ditimbulkan oleh kebijakan Kemendikbud dengan tetap berkarya dan berkinerja baik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Attauhidiyyah Giren

KH Atam Rustam yang juga cucu Pahlawan Nasional KH Zainal Musthafa itu melanjutkan, dengan lima tuntutan tersebut, maka santri dan warga NU Tasikmalaya meminta Bupati Tasikmalaya untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax Attauhidiyyah Giren

Selasa, 12 Januari 2010

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Pamekasan, Attauhidiyyah Giren



Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan menggelar Studium General Jurusan Tarbiyah di auditorium kampus tersebut, Selasa (14/2). Acara tersebut mendatangkan dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) Abdul Hamid Busthami Nur.

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Kepala Jurusan Tarbiyah Edy Susanto menegaskan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal sinergisitas UUM dengan STAIN Pamekasan. Ini sebagai upaya menuju peralihan status STAIN menuju IAIN.

"Kita bisa mengetahui dunia luar lewat media informasi yang mudah diakses lewat internet. Mahasiswa harus lebih progresif dalam menyelami pendidikan," tegas Edi.

Proses pembelajaran pada dunia yang serba informatif ini, tambahnya, mesti dimanfaatkan oleh mahasiswa. Melalui acara studium general, nanti diharapkan bisa terwujud kesepahaman bagaimana belajar yang baik di era yang serba canggih ini.

Attauhidiyyah Giren

"Acara ini juga sebagai ikhtiar meningkatkan mutu pengelolaan, akademik, maupun hal-hal lainnya di kampus tercinta ini," tukas Edi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Muhammad Kosim menegaskan, acara ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat jalinan silaturrahim dengan dosen luar negeri.

"Suatu ketika ada Dosen STAIN datang ke UUM menjadi narasumber, begitu sebaliknya. Harapannya ke depan, juga ada mahasiswa kita ke Malaysia menjadi narasumber," terang Kosim.

Attauhidiyyah Giren

Karena itu, Kosim mengimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar terpilih sebagai narasumber di Malaysia. Ini berkaitan dengan rencana pertukaran mahasiswa yang dicanangkan STAIN Pamekasan.

"Semoga pertemuan ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua," lanjutnya.

Studium general kali ini mengangkat tema pendidikan di abad ke-21. Tepatnya, berkenaan dengan strategi belajar dan mengajar di abad modern. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren