Selasa, 31 Oktober 2017

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Bandung, Attauhidiyyah Giren

Warga NU di Cigadung, Kota Bandung, Jawa Barat, mengisi malam tahun baru hijriah dengan kegiatan positif. Selain pawai obor, mereka juga menggelar majelis shalawat dan pengajian yang dihadiri sejumlah tokoh setempat.

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat



Kota Bandung sejak sore hingga malam diguyur hujan yang cukup deras. Meski demikian, dinginnya udara pada Rabu (20/9) malam itu tidak menyurutkan mereka untuk memenuhi jalan-jalan, masjid, dan lapangan. Nahdliyin Cigadung juga mengadakan "Kecamatan Bershalawat" dengan menghadirkan KH Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung) dan Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat).

Attauhidiyyah Giren



Attauhidiyyah Giren

KH Maftuh Kholil dalam pidato sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya baik Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski tradisi ini kerap mendapat tuduhan bidah oleh sebagian kelompok.



Ia juga bercerita tentang masa kecilnya yang akrab dengan bubur Syura tiap memasuki bulan Muharram. Namun, belakangan tradisi pembuatan bubur itu terasa tak dikenal lagi.



"Kita harus tahu penyebab hilangnya kegiatan Syura dan bubur tersebut. Para, penjual bubur sudah ada dimana-mana, mereka berjualan sepanjang siang dan malam, maka tidak heran bubur Syura tidak laku lagi. Tapi penyebab kedua adalah penyebab yang lebih penting dan patut kita sampaikan pada umat, hilangnya membuat bubur Syura itu diakibatkan karena banyaknya orang yang secara sistematis ingin menghapus budaya islami di Nusantara," tuturnya. (Red: Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Berita Attauhidiyyah Giren

Senin, 30 Oktober 2017

Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil

Penulis : KH Muhammad Danial Royyan

Tebal : viii, 72

Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal

Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tahlil

Cetakan : pertama, 17 Februari 2013

Peresensi : Fahroji

Attauhidiyyah Giren

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Attauhidiyyah Giren

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor Attauhidiyyah Giren Kendal

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Sejarah Attauhidiyyah Giren

Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal

Jombang, Attauhidiyyah Giren

Budaya menulis kini kian marak di kalangan santri, bukan hal yang tabuh lagi santri menjadi penulis. Hal inilah yang menjadi harapan besar dari Pusat Studi Pesantren (Center Of Pesantren Studies) agar muncul penulis-penulis handal dari kalangan santri.

?

Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Budayakan Menulis untuk Tangkal Media Radikal

Jumat (6/5) pagi, alumnus workshop kepenulisan yang diadakan Pusat Studi Pesantren sekitar bulan yang lalu di Hotel Yusro Jombang menggelar pertemuan di Aula Madrasah Aliyah Idadiyah Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah santri dari berbagai pondok peantren yang beragam berdatangan untuk memantapkan skill kepenulisan santri. Mereka di antaranya beberapa pesantren asal Kabupaten Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Malang dan Gresik.

Ahsani, santri asal Al Islahiyah Singosari Malang mengatakan bahwa agenda kali ini adalah pengumpulan naskah dari para santri untuk disetorkan ke pihak Pusat Studi Pesantren dan akan dibukukan menjadi sebuah karya tulis santri.

Attauhidiyyah Giren

"Karya ini meliputi puisi, esai, dan opini santri, yang akan diterbitkan oleh Pusat Studi Pesantren," tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Sebelumnya, kata dia Pusat Studi Pesantren memberikan tempo waktu satu bulan untuk pengumpulan naskah tulisan karya masing-masing santri. Namun tak semuanya santri bisa menyelesaikan naskah tulisan yang berbentuk buku dalam jangka satu bulan. Hanya dua santri yang bisa merampungkan naskah tersebut dengan sempurna. Mereka adalah Faris santri asal Al Amin Mojokerto dan Exma santri asal Al urwatul Wustsqo Jombang.

Ia menambahkan bahwa misi perkumpulan para santri tersebut juga untuk menyuarakan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin baik di media sosial maupun di media online. Pihaknya berkomitmen agar kabar berita media Islam tak dikuasai oleh golongan Islam radikal.

"Kaderisasi menulis harus tetap berlangsung di dunia santri, oleh sebab itu kami juga akan komitmen melakukan pelantihan menulis di pesantren kami masing-masing," tambahnya.

Project kedepan, para santri akan mempersiapkan program "Santri Exchange" yakni pertukaran santri lintas pesantren di Jawa Timur agar tradisi silaturahmi antar santri tetap lestari. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Jadwal Kajian, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Dari Dai NU di Macau: Selamat Idul Fitri!

Tak terasa hampir satu bulan saya melalui Ramadhan di Macau. Betapa saya pun merasakan kerinduan akan tanah air, terutama keluarga. Bagaimana dengan teman-teman BMI di Macau yang harus melalui waktu lebih lama, bisa bertahun-tahun berpisah dari keluarga di tanah air? Pastilah keriunduan itu lebih berat lagi. Akan tetapi hal itu tetap harus disyukuri.

"Ustad, mohon doanya. Besok saya mau mudik," pesan salah satu jamaah kepada saya.?

Dari Dai NU di Macau: Selamat Idul Fitri! (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Dai NU di Macau: Selamat Idul Fitri! (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Dai NU di Macau: Selamat Idul Fitri!

Bisa mudik ke tanah air pada Idul Fitri, hanya bisa dilakukan oleh sedikit dari BMI di Macau. Tentu saja mayoritas dari mereka merayakan Idul Fitri di sini. Mereka ? yang ingin pulang ke tanah air harus menunggu jatah libur, karena ada perjanjian kontrak yang harus dipenuhi.?

Demikianlah salah satu perjuangan untuk memperoleh nafkah bagi keluarga di tanah air. Mbak Romlah asal Jombang, misalnya. Ia sudah sejak 2004 bekerja di Macau, membiayai adik-adiknya hingga menikah; dan sekarang sedang menyicil membangun rumah.?

Idul Fitri serentak pada 1 Syawal. Namun tidak serentak bisa merasakan kehangatan berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Secara hakikat, kembali kepada fitri bukan suatu yang bisa diperoleh oleh semua orang. Namun, semua bisa berlebaran sebagaimana istilah yang akrab di Indonesia.

Attauhidiyyah Giren

?

Syawal berarti meningkat. Dengannya diharapkan ada peningkatan dalam aspek-aspek kehidupan kita. Kehidupan bukan hanya di dunia, karena sebagai orang yang beriman kehidupan itu satu kesatuan antara kehidupan dunia dan akhirat.?

Jumat (23/6) siang, saya mengunjungi landmark kota, Macau Tower atau Tourre De Macau. Walau luas kotanya kecil, namun turis tak pernah berhenti mengunjunginya.?

Attauhidiyyah Giren

Macau Tower empat meter lebih tinggi dari Menara Eiffel di Paris. Dari atas kita bisa melihat secara utuh wajah kota yang dipenuhi oleh apartemen, hotel dan casino. Laut serta daratan Tiongkok seperti Zuhai juga dapat tertangkap mata. Tak ketinggalan gedung beton dan perbukitannya.

Saya termenung, saat kembali ke fitri sebetulnya ? bukan menjadi seseorang yang merasa tinggi karena kembali suci. Orang yang membersihkan dan menyucikan diri justru semakin berhati-hati dalam berucap dan bersikap. Karena kesucian bukan hanya berarti benar, namun juga baik. Tak cukup sampai situ, ia juga perlu bagus atau indah.

?

Orang yang merasa tinggi akan mudah merendahkan dan meremehkan. Sesungguhnya Islam ialah agama yang memiliki nilai-nilai yang tinggi secara kualitas. Tetapi, ketinggian itu sejatinya tergambar dalam akhlak, bukan dalam penampakan lahiriyah saja apalagi perasaannya. Sebab tinggi hati atau sombong akan membuat seseorang justru terperosok dalam tindakan yang bodoh dan mengantar pada keburukan.

Untuk menaiki lift di Macau Tower, kita harus mengantri. Siang itu saya pergi bersama dengan Ustad Muhandis dan Mbak Romlah. Mbak Romlah yang sudah saya ceritakan sekilas di atas, juga sempat mendapat sepeda dari Pak Jokowi, saat Presiden RI itu mengunjungi Hong Kong beberapa waktu lalu.

"Bismillahirrahmanirrahim," bisik saya.?

Lift melaju kencang ke atas meninggalkan permukaan bumi. Saat itu saya memikirkan, semakin suci seseorang, semakin tinggi pula derajatnya. Kesucian diri dijaga dan dipelihara, tanpa kenal batas waktu. Perjuangannya hingga akhir nafas. Itu sebabnya, menurut saya hari kemenangan bukanlan slogan yang tepat untuk mendeskripsikan Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu sifat yang lahir dari kesucian kalbu ialah tawadhu. Dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan, tidaklah yang memaafkan melainkan bertambah kemuliaannya, dan tidaklah yang bertawadhu karena Allah kecuali Allah akan meninggikannya."

?

Dalam kitab Al Minhaj Syarah Shahih Muslim juga disebutkan, ketinggian derajat bisa jadi diperolehnya di dunia serta di dalam pandangan manusia, bisa juga mengantarnya mendapat kedudukan yang tinggi di akhirat. Namun, dengan izin Allah ada juga yang keduanya diperoleh secara bersamaan.?

Malam takbiran nanti saya dijadwalkan berada di Hong Kong. Tak lupa saya ucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri” dari ketinggian 338 meter di atas Macau Tower untuk masyarakat tanah air terutama keluarga di rumah.

?

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan bathin, tabbalallahu minna wa minkum kullu amin wa antum bi khair.

Saepuloh, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerjasama dengan LAZISNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara Attauhidiyyah Giren

Minggu, 29 Oktober 2017

Sidoarjo Bersholawat, Membangun Karakter Bangsa dan Nasionalisme Melalui Sholawat

Sidoarjo, Attauhidiyyah Giren?



Sekitar 5 ribu santri dan masyarakat se-Sidoarjo membanjiri halaman Pondok Pesantren Bumi Sholawat di Desa Lebo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka mengumandangkan shalawat kepada Nabi Muhammad saw dengan maksud agar mendapatkan syafaat-Nya.

Acara Sidoarjo Bersholawat yang bertajuk Membangun Karakter Bangsa dan Nasionalisme Melalui Majelis Sholawat ini diharapkan para santri, Nahdliyin dan masyarakat Indonesia mampu mencintai negara Indonesia secara utuh.

Sidoarjo Bersholawat, Membangun Karakter Bangsa dan Nasionalisme Melalui Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidoarjo Bersholawat, Membangun Karakter Bangsa dan Nasionalisme Melalui Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidoarjo Bersholawat, Membangun Karakter Bangsa dan Nasionalisme Melalui Sholawat

Panitia acara Sidoarjo Bersholawat, Habibullah bin Abdurrouf mengatakan, untuk memeriahkan HUT ke-71 RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, selaku kader NU dan warga negara Indonesia pihaknya memeriahkannya dengan cara keagamaan yakni dengan bershalawat.

"Berbagai kegiatan dilakukan oleh warga di tiap kampungnya masing-masing. Kita sebagai kader NU dan warga negara Indonesia, memeriahkannya dengan mengadakan shalawat. Dengan memperingati Maulid Nabi ini, ghiroh kita sebagai warga negara yang berada di Indonesia bisa tumbuh dan mencintai Indonesia secara utuh. Karena mencintai negara adalah sebagian dari iman," kata pria yang akrap disapa Habib ini, Sabtu (20/8).

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, Kemerdekaan Indonesia tidak luput dari peran santri. Pasalnya, pada masa perjuangan para pendahulu dan masyayich. KH Hasyim Asyari pernah mengeluarkan Resolusi Jihad dan menganjurkan kepada santri untuk memperjuangkan negara Indonesia dari para penjajah.

"Di dalam Islam tidak ada anjuran untuk membubarkan negara, tapi mewajibkan untuk mencintai negara. Melalui shalawat ini kita menumbuhkan rasa nasionalisme dan karakter kebangsaan untuk mencintai bangsa Indonesia," katanya.

Lebih lanjut Habib menegaskan, para santri, Nahdliyin dan warga negara Indonesia pada umumnya yang pernah ngaji harus mencintai negara Indonesia dengan utuh. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya ajaran khilafah yang merusak dan merongrong. Jika hal itu terjadi ia menyatakan harus dibentengi dengan shalawat. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Olahraga Attauhidiyyah Giren

Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa

Purworejo, Attauhidiyyah Giren. Bahaya radikalisme yang dikampanyekan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) disikapi Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan melakukan safari ke sejumlah desa/kelurahan di kecamatan setempat.

Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa

Ketua PAC Ansor Kabupaten Purworejo H Haekal saat berkunjung ke Mushola Maslakhah RT 1 RW 1 Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, mengungkapkan bahwa ISIS merupakan sebuah organisasi atau kelompok masyarakat yang ideologinya sangat berbahaya.

"Belakangan ini berbagai media sangat gencar memberitakan ISIS sebagai sebuah ancaman bagi keutuhan ideologi Pancasila. Hal inilah yang harus menjadi kewaspadaan bersama, jangan sampai paham ini masuk ke wilayah kita," terang Haekal dihadapan Pemuda dan warga Desa Semawung, Ahad (10/8).

Attauhidiyyah Giren

Lebih lanjut dikatakannya, dengan paham mereka yang sangat radikal yang hal tersebut bertentangan dengan Islam rahmatan lil alamin dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia), serta ukhuwah wathaniah (persaudaraan sesama bangsa) yang selama ini telah berjalan dengan baik khususnya di Kabupaten Purworejo ini.

"Untuk itu, kami berharap kerukunan ini senantiasa kita jaga bersama. Jangan sampai hal ini diobok-obok oleh paham seperti ISIS yang bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Itulah salah satu tujuan kita melakukan safari ini, sebagai ikhtiar untuk menjaga keutuhan NKRI," imbuhnya.

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu, H Karyono selaku kepala Desa Semawung menyambut baik atas kunjungan dari jajaran pengurus PAC Ansor Kecamatan Purworejo ini. Menurutnya, apa yang dilakukan PAC Ansor ini merupakan langkah cukup baik untuk menanggulangi masuknya paham yang dapat merongrong keutuhan NKRI masuk ke wilayah desanya.

"Kami warga desa ini masih banyak yang belum tahu paham mana saja yang membahayakan dan mana yang tidak. Dengan adanya kunjungan ini, saya rasa masyarakat kami menjadi lebih waspada lagi terhadap orang-orang asing membawa paham baru yang mungkin saja bisa masuk ke lingkungan kami," terangnya.

Sebagai orang awam, ia mengaku sangat khawatir jika paham tersebut masuk kelingkungannya. Terlebih lingkungannya tersebut berada di pinggiran kota serta ada komplek perumahan yang cukup sering ada warga baru.

"Tentu melalui pemahaman yang diberikan oleh PAC Ansor ini kami menjadi lebih waspada lagi guna menanggulangi masyarakat kami dari paham-paham yang tidak benar tersebut," tandasnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sejarah, Kajian Islam, Doa Attauhidiyyah Giren

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan supaya harta kekayaan jangan berputar hanya diantara segelintir orang kaya saja, tapi harus merata kepada seluruh penduduk. Percuma menggemborkan pertumbuhan ekonomi tanpa ada pemerataan.

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan

“Jangan dikangkangi oleh kapitalis-kapitalis saja. Percuma perkembangan, pertumbuhan ekonomi sekian? persen, 5 persen, 6 persen, 6, 5 persen kalau masih meninggalkan 10 persen atau 13 persen orang miskin,” tegasnya pada peluncuran Induk Koperasi NU Nusa Makmur Syariah Microfinance di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu sore (12/7).

Menurut Kiai Said, perputaran harta hanya diantara orang kaya tidak sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran. “Oleh karena itu mari kita bangun ekonomi ini agar pertumbuhan dibarengi pemerataan. Percuma pertumbuhan, kalau tidak dibarengi pemerataan,” tambahnya lagi.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Kiai Said, Syekh Nawawi Al-Bantani pernah mengatakan, izzud dunya? bil mal wa izzul akhirah bis shalihil amal. “Kalau kita ingin mulia di dunia ya harus kaya, harus menguasai? harta. Kalau tidak, kita jadi penonton terus.”

Sementara, lanjut dia, kalau kita ingin mendapat kemuliaan di akhirat, harus perbanyak? amal saleh. “Nah, dua-duanya kita gabungkan, kita satukan antara izzud dunya dan izzul akhirah, perilaku kita soleh, akhlak kita mulia.“

Attauhidiyyah Giren

Empat syarat

Lebih lanjut Kiai Said mengatakan, ada empat syarat dalam mengelola keuangan yaitu profesional dan proporsional atau al-kafaah wa taakhul. “Walaupun anak kiai besar, kalau tidak profesional, bukan ahlinya, jangan diajak. Kalau kamu tak mengerti jangan ikut campur, diam! Kalau ada program dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, pasti gagal!” tegasnya.

Kedua, lanjut dia, terbuka dan? transparan. Oleh karena itu program ini harus diaudit independen, yang netral, jernih, bersih, jujur. Syarat ketiga, ta’awun maal akhar, membuka jaringan dengan siapa saja, baik dengan luar negeri, non-muslim tanpa membatasi diri. “Kalau kita berpikiran sempit akan kehilangan banyak momentum,” katanya.

Syarat keempat, bertanggung jawab. Menurut dia, pekerjaan yang dijalankan seseorang pada apa pun posisinya bernilai mulia, baik posisi direktur, bawahan, karyawan, asal dijalankan dengan rasa tanggung jawab. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 28 Oktober 2017

Mensos Sesalkan Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Anak-anak di Sidoarjo

Sidoarjo, Attauhidiyyah Giren. Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyayangkan atas terjadinya kasus pemerkosaan yang melibatkan sembilan pelaku anak-anak dan empat remaja di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur beberapa pekan lalu.

Menurut Ketua PP Muslimat ini, kasus pemerkosaan yang melibatkan anak di bawah umur itu tak lepas dari pengaruh minuman keras yang dioplos (miras atau cukrik) dan video porno. Khofifah menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, harus dicari akar permasalahannya.

Mensos Sesalkan Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Anak-anak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Sesalkan Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Anak-anak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Sesalkan Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Anak-anak di Sidoarjo

"Lagi-lagi soal miras oplosan. Berarti ada yang lemah dalam hal pengawasan miras oplosan sampai terjadinya kasus seperti itu. Seringkali saya tanya sama pelaku anak-anak, kenapa kalian melakukan hal itu, dia jawab suka melihat video porno, ada juga yang suka minum-minuman keras. Alasannya apa, diajak yang dewasa," ujar Khofifah di sela-sela acara Halal bI Halal di Gedung Dewan Koperasi wilayah Jawa Timur, Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Sabtu (6/8).

Khofifah mengemukakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, peran orang tua sangat diperlukan dalam melakukan pengawasan kepada anak-anaknya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. Pasalnya, saat ini banyak video porno dan minuman keras yang mempengaruhi anak-anak.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, memang pemerintah melegalisasi minuman keras dengan adanya Perda Miras. Hanya saja, yang diatur adalah kadar alkoholnya. Berbeda dengan miras oplosan sejenis cukrik yang sudah jelas-jelas ilegal. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan yang ketat untuk meminimalisasi adanya miras oplosan atau aksi kejahatan pada anak. (Moh Kholidun/Zunus)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia

Bogor, Attauhidiyyah Giren. Dalam urusan perlindungan terhadap kebebasan beragama warganya, Malaysia memiliki cerita tersendiri. Seperti diungkap oleh Ehsan Shahwahid dari Islamic Renaissance Front (IRF) Malaysia dalam Asia Interfaith Forum 2017 yang digelar Pusat Studi Pesantren (PSP) di Bogor, Selasa (17/10). Negeri Jiran itu tengah bergelut dengan menguatnya semangat Islamisasi yang dirasa mulai masuk dalam berbagai lini.

Islam di Malaysia, seperti dijelaskan oleh Ehsan, masuk sejak masa pra-kolonialisme pada abad ke-9. Sejak masa itu hingga abad ke-15, Islam mulai dimasukkan dalam pembangunan struktural Malaysia, utamanya di kalangan kesultanan. 

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Konservatisme Islam Semakin Menguat di Malaysia

Di masa itu pula hukum syariah Islam diperkenalkan di banyak kerajaan di negeri itu. Saat ini, berabad-abad kemudian, Islam sudah begitu melekat pada warga Malaysia, hingga keberadaannya telah merangsek pada level administrasi pemerintah dan kebijakan publik.

Dalam konstitusi Malaysia tertulis bahwa Islam adalah agama resmi negara, meski mereka juga memberi pengakuan terhadap kebebasan individual, termasuk bebas untuk memilih agama yang dianut. Meski diakui oleh Ehsan, hal ini tidaklah selalu mudah untuk dilakukan, terutama dengan semakin menguatnya konservatisme di kalangan masyarakat Malaysia.

Attauhidiyyah Giren

Hal ini bisa dilihat dari beberapa kebijakan terbaru terkait dengan Islam di negeri yang merdeka sejak 1957 itu, beberapa di antaranya adalah pelarangan menggunakan kata “Allah” untuk warga non-muslim. 

“Tidak hanya kata itu, ada sekitar 25 kata lain yang tidak boleh digunakan oleh non-muslim seperti kitab dan lain-lain,” jelasnya.

Pemerintah Malaysia juga baru-baru ini mengeluarkan larangan terhadap segala bentuk liberalisme, mulai dari pembicara-pembicara publik yang dianggap liberal, hingga buku-buku yang dipandang beraliran serupa.

Attauhidiyyah Giren

“Ada dua pembicara publik dari Indonesia yang sempat dikenai larangan, mulai dari Ulil Abshar Abdalla hingga yang terbaru, Mun’is Sirry,” ungkapnya.

Ehsan juga menyebut larangan ketat terkait buku-buku yang dipandang liberal. “Bahkan untuk buku monumental karya Charles Darwin misalnya, anda tidak akan menemukan cetakannya versi Bahasa Malaysia; semuanya di edisi berbahasa Inggris,” lanjutnya.

Terkait ini, Ehsan menyimpulkan tiga hal utama yang menjadi tantangan, yakni; Islam yang berkelindan dalam kepentingan politik, politisasi ajaran Islam oleh lembaga-lembaga pemerintahan, dan terakhir meningkatnya konservatisme dan otoritarianisme.

Untuk menanggulanginya, Ehsan menyebut keharusan untuk melakukan reformasi di tubuh Islam, yakni dengan bersikap terbuka terhadap diskursus-diskursus tradisional dan modern. Selain itu, ia juga menyebut perlunya perbaikan dalam bidang koordinasi antara kelompok-kelompok Islam, utamanya yang beraliran moderat-progresif.

Khusus untuk kasus Malaysia, ia menyebut kebutuhan untuk belajar dari Indonesia, utamanya dalam hal memperkuat organisasi massa yang berbasis keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah dalam mennghadapi permasalahan sosial dan isu-isu kekinian.

Terakhir, ia menyatakan perlunya membangun jaringan regional lintas negara untuk bersama-sama mengatasi masalah ini, sebab permasalahan ini bisa saja terjadi di mana-mana, tidak hanya terbatas di Malaysia.

 

Sementara upaya untuk melakukan perubahan ini tidak bisa dilakukan sendiri, karenanya jaringan lintas negara ini diharap mempu memberi kontribusi positif dalam upaya membangun pemahaman agama yang baik. (Khoirul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Nasional Attauhidiyyah Giren

Jumat, 27 Oktober 2017

PCNU Makassar Gelar Pelatihan Bela Negara dan Ke-Aswajaan

Makassar, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar mengadakan pelatihan Bela Negara dan Ke-Aswajaan yang melibatkan 120 peserta utusan MWCNU, Ranting NU, dan banom NU yang ada di Makassar pada Sabtu (29/8). Pelatihan padat materi ini digelar di Gedung PWNU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

PCNU Makassar Gelar Pelatihan Bela Negara dan Ke-Aswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Makassar Gelar Pelatihan Bela Negara dan Ke-Aswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Makassar Gelar Pelatihan Bela Negara dan Ke-Aswajaan

Pelatihan ini melibatkan sejumlah narasumber antara lain Kepala Bidang Hubungan Lembaga Badan Kesbangpol Kota Makassar Ahmad Namsum, Kasdim 1408 Kota Makassar Letkol ARM Agung Senoaji, Rais Syuriyah PCNU Makassar AGH Baharuddin HS, dan Ketua PCNU Makassar H Abdul Wahid Tahir.

Ketua panitia penyelenggara Usman Aziz mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman Aswaja para kader NU dan mengokohkan kecintaan kepada NKRI.

Attauhidiyyah Giren

“Di tengah merebaknya paham-paham yang mengarah ke arah radikalisme dan pengaburan paham ahlussunnah waljamaah, maka kegiatan ini sangat penting dan diharapkan mampu kembali mengingatkan warga nahdliyyin peran NU dalam berdirinya NKRI. Karena itu NKRI adalah warisan yang harus dijaga oleh nahdliyyin.” (Shaifullah Rusmin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul Ulama Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk

Jakarta,Attauhidiyyah Giren

Konflik Suriah bermula dari Arab spring yang menginginkan adanya perubahan rezim. Basar Assad sebagai penerus ayahnyayang sangat otoriter dan berasal dari minoritas Alawi terus diguncang. Suriah juga harus dilihat dari geopolitiknya. Hampir semua konflik Timur Tengah tentu tidak terlepas dari sumber daya yang dikandungnya, yakni minyak dan lainnya.

“Hampir semua konflik di sana (Timur Tengah) berkaitan dengan itu (minyak),” kata pengamat Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh.

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat: Konflik Suriah Murni Ekonomi Politk

Suriah tidak saja bergolak karena dua kubu, yakni kubu Assad dan oposisinya. Tetapi setelah 2013, lahir Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang menjadi common enemy (musuh bersama) keduanya.

Attauhidiyyah Giren

“ISIS seolah-olah menjadi common enemy,” ujarnya.

Attauhidiyyah Giren

Meski Suriah terus bergejolak, Indonesia tetap kokoh mempertahankan duta besarnya di sana. Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan. Indonesia ingin memisahkan agama dan negara karena yang berkembang saat ini seolah-olah hanya konflik Sunni dan Syiah.

Padahal menurut Badrus, konflik Suriah adalah murni ekonomi politik. “Ini murni ekonomi politik,” ujarnya.

Indonesia bahkan mempererat hubungan perdagangannya serta potensi wisata yang dimilikinya dengan mengadakan pameran-pameran. Indonesia juga berpandangan kalau apa pun yang ada di balik konflik ini, tentu yang rugi adalah masyarakat muslim secara umum, terutama warga Suriah. Jika semua orang mengisolasi Suriah pun orang Islam juga yang rugi.

Indonesia berupaya untuk mendukung proses demokrasi. Hal ini bukan berarti Indonesia mendukung Assad. Indonesia hanya tidak ingin kembali terjadi penggulingan ataupun pemaksaan dengan peperangan agar pemerintahan itu beralih dengan tanpa melalui proses demokrasi.

“Indonesia ingin proses demokratisasi berjalan dengan normal,” ungkap dosen lulusan Deakin University itu.

Dampak konflik Suriah terhadap Indonesia adalah meningkatnya angka terorisme. Ada sekitar 500-700 orang Indonesia yang berangkat ke Suriah. Ancaman terbesar adalah kembalinya mereka dari sana terhadap keamanan Indonesia. Hal ini persis seperti tahun ‘80-an dengan kembalinya alumni Afghanistan. Hal di atas telah terbukti dengan terjadinya bom pada awal tahun ini.

“Ketika mereka kembali adalah ancaman terbesar bagi keamanan Indonesia,” katanya.

Ormas Islam selalu siap untuk memperkuat posisi Islam moderat di dunia. Nahdlatul Ulama berkali-kali mengundang ulama Timur Tengah untuk bersinergi meningkatkan Islam moderat dan memperkuat politik Islam dunia. NU juga mengajak ulama Timur Tengah bersama-sama mengatasi bahaya radikal jihadis dan ancaman terorisme.

Pada tanggal 27-29 Juli lalu di Pekalongan, Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah mengundang ulama-ulama dunia untuk meningkatkan nasionalisme dengan tema Bela Negara : Konsep dan Urgensinya dalam Islam.

Begitupun Muhammadiyah yang pada awal November lalu menggelar World Peace Forum di Jakarta.

Forum yang bertemakan Ekstrimisme Global itu, menurut Badrus, merekomendasikan perlunya melihat kembali global justice dan ancaman terorisme dan radikalisme agar tercipta masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.

Ormas Islam Indonesia akan bersama-sama ulama Timur Tengah untuk mengatasi konflik berkepanjangan ini. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berkomitmen menjaga keutuhan negara dan Islam moderat serta Islam dan kepentingan negara.

Isu Sunni-Syiah yang berembus hanya menjadi alat strategis bagi kaum radikal, terutama ISIS. Mereka melihat jihad mereka tidak saja melawan koalisi Internasional, tetapi juga melawan Syiah. Meningkatnya gerakan anti-Syiah di Indonesia juga cukup mengkhawatirkan. Hal ini mengingat jika kesamaan tujuan ini, maka tentu sangat berbahaya. Mereka memiliki persepsi yang sama terhadap Syiah. Namun di Indonesia sendiri, menurutnya, masih bisa diredam.

Konflik Suriah menurutnya masih panjang karena belum menemukan win-win solution. Konflik ini tidak bisa hanya memenangkan salah satu pihak. Oleh karena itu, duduk bersama adalah solusi untuk merumuskan win-win solution yang diharapkan. (Syakir Niamillah Fiza/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Syariah, Pendidikan Attauhidiyyah Giren

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

Semarang, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pengurus Besar Persatuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

MoU ditandatangani ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman, Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Ketua Umum PB PGRI Sulistyo yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di lokasi Rapimnas Pagar Nusa di Pesantren Az Zuhri Semarang, Jum’at (27/3).

Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi mengatakan, MoU ini merupakan formalisasi dari apa yang ditelah dijalankan selama ini. Sebelumnya, sudah ada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Attauhidiyyah Giren

“Ada 13 ribu sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif. Berarti Pagar Nusa harus menyiapkan 13 ribu pelatih,” katanya yang disambut “siap...” oleh ratusan para pemimpin Pagar Nusa dan ratusan pendekar yang hadir.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Arifin, selain mengajarkan pencak silat, diharapkan Pagar Nusa dapat menanamkan jiwa kesatria, daya juang dan semangat yang positif.

Ketua PB PGRI Sulistyo mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pagar Nusa untuk mengadakan kegiatan pelatihan Pagar Nusa di sekolah-sekolah. “Semoga penandatanganan MoU ini tidak sekedar formalitas, dan bisa kita tindaklanjuti secara serius,” katanya.

Sebelumya Ketua Umum Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman berpesan kepada pimpinan Pagar Nusa untuk mensosialisasikan kerjasama dengan LP Ma’arai dan PGRI ke daerah-daerah.

“Hasil Rapimnas ini saya harapkan dilaksanakan sampai ke bawah. MoU ini kita sosialisasikan di tingkat wilayah, cabang, sampai ke tingkat ranting,” katanya.

Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa dilaksanakan di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, sejak Kamis (26/3). Rapimnas akan ditutup dengan Apel Kesetiaan pada Pancasila dan NKRI di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3) pagi, yang akan diikuti sekitar lima ribu pendekar Pagar Nusa. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah Attauhidiyyah Giren

Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri

Lombok Timur, Attauhidiyyah Giren

Pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur berorientasi pada pasa kerja di wilayah Lombok Timur. Hal ini bertujuan agar alumni pelatihan BLK bisa langsung bekerja karena kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia industri.



"Banyak kawasan wisata di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram. Jurusan dan Pelatihan di BLK megarah ke sana (sesuai dengan kebutuhan industri-red)," kata Kepala BLK Lombok Timur, Sirman di Lombok Timur, Rabu (27/9).

Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri



Sirman mencontohkan, untuk peserta pelatihan jurusan perhotelan tahun 2017 di bidik akan di tempatkan di novotel yang akan berdiri di wilayah Lombok Tengah. Rencananya Pantai Kute Lombok Tengah akan menjadi kawasan mandalika resort dan banyak hotel yang akan didirikan. 

Attauhidiyyah Giren



"Kami membaca peluang itu, alumni pelatihan akan banyak terserap disana," ujar Sirman.



Selain perhotelan, lanjut Sirman, banyak wisatawan asing yang ingin di pandu untuk mengenal lebih jauh tentang pariwisata dan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menjawab tantangan tersebut, BLK Lombok timur juga sudah menyediakan pelatihan jurusan tour guide dengan jumlah peserta pelatihan  sekitar 30 orang tiap angkatannya.

Attauhidiyyah Giren



"Untuk jurusan baru seperti tour guide ini mengajarkan para siswa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan langsung melakuka praktik lapangan di kawasan wisata NTB," ungkap Sirman.



Terkait durasi pelatihan kerja di BLK Lombok Timur, Sirman mengungkapkan untuk pelatihan jurusan tour guide masa pelatihan selama 1 bulan, house keeping 1 bulan, cook dan waiters 3 bulan, sedangkan front office 1 bulan.



Disamping itu, untuk menjembatani komunikasi Dinas Tenaga Kerja dengan dunia Industri, Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB membentuk Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) wilayah NTB yang telah dikukuhkan 20 September 2017. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, Hadits, Anti Hoax Attauhidiyyah Giren

Kiai Zainuri: Ziarah Kubur untuk Ingat Mati

Pekalongan, Attauhidiyyah Giren. Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PCNU) Kota Pekalongan KH. Zainuri  Zainal Mustofa mengatakan, ziarah kubur hakikatnya untuk mengingatkan yang masih hidup bahwa kelak akan mati. Dengan demikian, jangan sampai waktu hidup waktu terbuang percuma.

Hal tersebut dikatakan di tengah tengah melakukan ziarah para ulama NU Kota Pekalongan yang merupakan salah satu agenda rangkaian Semarak Festival Aswaja 2014 dalam rangka memperingati Harlah ke 91 NU.

Kiai Zainuri: Ziarah Kubur untuk Ingat Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Zainuri: Ziarah Kubur untuk Ingat Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Zainuri: Ziarah Kubur untuk Ingat Mati

"Ziarah itu artinya berkunjung, sehingga meskipun kita berziarah kubur tidak membaca apa apa boleh, karena dengan mengunjungi kubur kita bisa tahu banyak sejarah perjuangannya semasa hidupnya," ujar Zainuri.

Attauhidiyyah Giren

Acara ziarah tokoh tokoh Nahdlatul Ulama yang digelar Jumat (16/5) merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilakukan PCNU Kota Pekalongan pada saat acara peringatan harlah. Kegiatan ziarah yang dilakukan khususnya kepada para ulama NU yang pernah menjadi Rais Syuriyah di NU Kota Pekalongan.

 

Zaenuri meminta kepada warga Nahdliyin untuk selalu mengingat dan meneladani para tokoh NU dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama, sehingga NU tetap jaya di masa mendatang.

Attauhidiyyah Giren

Selain ziarah, PCNU Kota Pekalongan dalam memperingatai Harlah ke 91 juga menggelar festival marching band tingkat madrasah Ibtidaiyah, pengobatan masal, pameran buku, halaqoh budaya, up grading kepala sekolah dan berbagai macam lomba olah raga dan seni dengan puncak acara berupa istighotsah.

Sementara itu, Kasiman Mahmud selaku ketua panitia harlah berharap, kegiatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh warga Nahdliyin sebagai media konsolidasi dan ajang adu kreasi serta yang paling penting ialah sebagai media silaturrahim antar warga Nahdiyin. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, Internasional Attauhidiyyah Giren

Kamis, 26 Oktober 2017

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Attauhidiyyah Giren. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Attauhidiyyah Giren usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Attauhidiyyah Giren

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Attauhidiyyah Giren

Dari pantauan Attauhidiyyah Giren, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen, Tokoh, Kajian Attauhidiyyah Giren

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama

Oleh H Zulfikar Damam Ikhwanto



Sampai sekarang, pembicaraan tentang kerukunan umat beragama masih menjadi isu strategis untuk menunjang ketahanan nasional dan juga menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman tentang wawasan kebangsaan. Kerukunan umat beragama menjadi begitu penting untuk mencapai kesejahteraan hidup di negeri Nusantara ini, yang jamak diketahui beragam adat istiadat dan budaya begitu juga dengan agama. Perbedaan ini sangatlah berisiko pada kecenderungan konflik, terutama bagi pihak yang mencita-citakan terciptanya kekacauan di masyarakat. Untuk meminimalisasi bentrokan kepentingan antarumat beragama, maka kebijakan Pemerintah harus menyentuh pada pokok masalah antara lain pendirian tempat ibadah, penyiaran agama, bantuan keagamaan dari luar negeri dan tenaga asing bidang keagamaan. Meski pada tataran pelaksanaannya masih menyisakan masalah baru, sehingga harus terus ada evaluasi dan koreksi secara berkelanjutan.

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Urgensi Teologi Toleransi untuk Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun Jargon yang dikampayekan oleh Pemerintah dikenal dengan sebutan Tri Kerukunan, meliputi kerukunan intern umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta kerukunan antara umat beragama dan Pemerintah. Konsep ini diharapkan menjadi inspirasi untuk mewujudkan kebersamaan dalam berbagai perbedaan. Jangan sampai terjadi pengekangan atau pengurangan hak manusia dalam menjalankan kewajiban dan ajaran agama yang diyakininya.

Attauhidiyyah Giren

Tragedi Ambon, Halmahera, Poso, Palu, Sampit, Palangkaraya dan beberapa daerah lain merupakan bentuk disharmoni beberapa waktu yang lalu terjadi, tetapi juga sangat mungkin terjadi di masa mendatang. Kerukunan sosial seolah menjadi mimpi belaka ketika sesama anak bangsa sulit menciptakan kerukunan. Disadari atau tidak, konflik paling laten di negeri Nusantara ini selalu bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), utamanya konflik dikarenakan suku dan agama. Problemnya, konflik antarsuku mungkin bisa diatasi dengan kerangka resep nasionalisme, akan tetapi konflik antaragama sulit disembuhkan dengan hanya mengandalkan jargon kebangsaan. Pasalnya, agama selalu dipandang sebagai entitas supranasional.

Kondisi kehidupan keagamaan di Indonesia juga ditandai oleh berbagai faktor sosial dan budaya, seperti perbedaan tingkat pendidikan para pemeluk agama, perbedaan tingkat sosial ekonomi para pemeluk agama, perbedaan latar belakang budaya, serta perbedaan suku dan daerah asal. Kerukunan umat beragama akan terbangun dan terpelihara dengan baik apabila jurang pemisah dalam bidang sosial dan budaya dapat dipersempit. Sebaliknya, kerukunan umat beragama akan rentan dan terganggu apabila jurang pemisah antarkelompok agama dalam aspek-aspek sosial dan budaya ini semakin lebar, termasuk jurang-jurang pemisah sosial baru yang akan muncul akibat krisis moneter global saat ini.

Konflik-konflik yang pernah terjadi bermula dari murni konflik tentang kesenjangan ekonomi atau politik, kemudian bergeser dengan cepat menjadi konflik antara pemeluk agama. Oleh karena itu, pemeliharaan kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi tanggungjawab para pejabat pemerintah dan pemuka agama, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Setiap negara di dunia memiliki keunikan tersendiri dalam membina dan memelihara kerukunan umat beragama, tak terkecuali Indonesia. Keunikan tersebut terjadi karena bermacam-macam faktor seperti sejarah, politik, sosial, budaya/etnis, geografi, demografi, pendidikan, ekonomi, serta faktor keragaman agama itu sendiri. Di Indonesia, sejak zaman pra sejarah sudah berkembang berbagai agama dan kepercayaan, baik agama asli seperti animisme, dinamisme, maupun agama impor yang dibawa oleh pendatang dari Barat maupun Timur. Agama-agama ini dibawa melalui jalur perdagangan, politik imperialisme, dan misi agama. Semenjak itulah agama-agama yang ada di Indonesia terus berkembang dan diikuti oleh semakin bertambahnya jumlah para pemeluk, hingga saat ini tak kurang ada enam agama resmi yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghuchu, ditambah dengan bermacam-macam aliran/sekte lainnya.

Attauhidiyyah Giren

Dalam konsep masyarakat multikultural ialah bahwa di atas pluralisme masyarakat itu hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama tetapi dengan tetap menghargai, mengedepankan, dan membanggakan kemajemukan dalam masyarakat itu. Dengan demikian setidaknya ada tiga syarat bagi adanya suatu masyarakat multikultural, yaitu adanya pluralisme masyarakat; adanya cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama; adanya kebanggaan terhadap pluralisme itu. Karena itu ada empat pilar pokok yang sudah disepakati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai nilai-nilai perekat bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat nilai tersebut merupakan kristalisasi nilai-nilai yang digali dari budaya asli bangsa Indonesia. Kerukunan dan keharmonisan hidup seluruh masyarakat akan senantiasa terpelihara dan terjamin selama nilai-nilai tersebut dipegang teguh secara konsekwen oleh masing-masing warga negara.

Selain dengan eksistensi nasionalisme itu, penerimaan pluralisme ini tidak bisa hanya didasarkan atas kesadaran bahwa kita ini adalah bangsa yang majemuk dari semua sisi ke-SARA-nya saja. Sebab jika ini yang menjadi pijakan, maka sesungguhnya kita berangkat dari fakta sosial yang terpecah-pecah. Oleh karenanya dibutuhkan pemahaman pluralisme sebagai cara untuk menghindari kefanatikan. Yakni, secara teologis, seringkali diajarkan pada kita untuk memperkuat keimanan dengan segala pencapaiannya menuju surga tanpa dibarengi dengan kesadaran berdialog dengan agama-agama lain. Kondisi inilah yang menjadikan pendidikan atau pemahaman agama menjadi sangat eksklusif dan tidak toleran. Padahal di era pluralisme dewasa ini, pendidikan atau pemahaman agama ini mesti melakukan reorientasi filosofis paradigmatik tentang bagaimana membangun pemahaman keberagamaan peserta didik atau pengikut yang lebih inklusif-pluralis,multikultural, humanis, dialogis-persuasif, kontekstual, substantif dan aktif sosial.

Sehingga, bila ini tidak diikhtiarkan secara benar dan optimal, akan sangat berpotensi menimbulkan pemahaman yang eksklusif dan tindakan sewenang-wenang yang dekat dengan kekerasan, sebut saja kekerasan yang dilakukan untuk melawan hegemoni Barat oleh Usamah bin Laden, Imam Samudra, Amrozi, Abu Dujana dan lainnya dengan tegas mengatasnamakan Islam dalam meledakkan simbol-simbol kekafiran. Dalam skala nasional, kekerasan yang dialami oleh jamaah Ahmadiyah, peristiwa bom Bali, Hotel JW Mariot, serta berbagai bentuk kekerasan ormas Islam seperti di setiap tahun, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Penolakan masyarakat atas ibadah Gereja di Jawa Barat hingga penikaman terhadap seorang Pendeta ketika akan melaksanakan ibadah, pembakaran Pesantren Syiah di Madura, pembubaran atas seminar dan bedah buku Irshad Manji di Yogyakarta hingga pengrusakan pada kantor LKiS, adalah contoh segelintir kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu atas nama agama.

Akhirnya dalam spirit kesatuan, kita menghargai keberbedaan. Perbedaan agama-agama ini harus dikenal dan diolah lebih lanjut, karena perbedaan ini secara potensial bernilai dan penting bagi setiap orang beragama dalam pemerkayaan imannya. Pluralisme dan kemanusiaan tetap harus menjadi komitmen dan sikap yang dibangun oleh setiap individu dalam beragama, karena baik pluralisme dan kemanusiaan adalah cita-cita yang dibangun oleh al-Quran melalui asas rahmatan li al-alamin (kasih sayang bagi semesta alam). ?



Penulis adalah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang


Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pertandingan, Internasional Attauhidiyyah Giren

LD PBNU Perkuat Dakwah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Metode dakwah harus bisa bertransformasi seiring pesatnya perkembangan Teknologi dan Informasi. Karena itu, Lembaga Dakwah PBNU akan membangun kemampuan dan keluasan jaringan lewat media informasi dan teknologi, termasuk media sosial dalam memperluas dakwah Islam Rahmatan lil Alamin.?

Hal itu dilakukan untuk menjaga konsistensi LD-PBNU sebagai lembaga dakwah yang konsen terhadap gerakan dakwah yang moderat berhaluan Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah untuk pembangunan kemanusiaan secara berkelanjutan.?

LD PBNU Perkuat Dakwah untuk Pembangunan Berkelanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Perkuat Dakwah untuk Pembangunan Berkelanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Perkuat Dakwah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Hal itu mengemuka dalam Workshop Lembaga Dakwah PBNU pada Sabtu (11/02) di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.?

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanulhaq, menegaskan pentingnya revitalisasi dakwah yang mensinergikan media informasi. Mengingat saat ini perkembangan IT, kecepatan dan variasi konten menjadi media paling strategis untuk mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru, termasuk paham-paham keagamaan.

Untuk itu LDNU mengelola Website www.dakwahpbnu.id untuk memperkuat gerakan dakwahnya di dunia maya. LDNU juga akan terus memproduksi beragam konten dakwah Islam yang ramah.

"Kita ingin mengimbangi kian menggilanya konten dakwah provokatif yang menebar kebencian dan permusuhan yang tersebar luas di internet dan Medsos,” timpal Kiai Maman.

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu Budi Munawar Rachman dari The Asia Foundation (TAF), salah satu Narasumber dalam Workhop menyebut pentingnya memperluas dimensi dakwah.?

Attauhidiyyah Giren

Dimana dakwah kini bukan hanya soal-soal keagamaan saja,? tetapi jugaketerlibatan aktif dalam soal pembangunan yang sekarang mempunyai dimensi sangat luas yaitu SDGs (Sustainable Development Goals). Sebuah program pembangunan berkelanjutan berupa 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggang waktu yang ditentukan.?

"SDGs merupakan agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi,” jelas Budi.?

Budi mengapresiasi Lembaga Dakwah PBNU yang sudah mau membuka diri akan menggembangkan berbagai dimensi isu dakwah seperti demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, hak-hak perempuan, kesetaraan gender, anti korupsi, tata kelola pemerintahan, sampai isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Workshop menghadirkan Narasumber lain yakni dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Kemudian workshop ditutup oleh KH Maruf Amin, Rais Am PBNU.?

Hasil Workshop sendiri nantinya akan diperkuat kembali di dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LD-PBNU yang akan digelar pada 20 Februari 2017 di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan. (Ade Duryawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 25 Oktober 2017

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Jakarta, Attauhidiyyah Giren - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar seminar perdana Otokritik Indonesia di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang. Pihak LKSB pada kesempatan perdana ini melibatkan sejumlah pihak untuk mendiskusikan mandulnya peran pemuda Indonesia dalam menghadapi masalah-masalah kebangsaan masa kini.

“Seminar Otokritik Indonesia ini ke depan akan diadakan berseri. Seri perdana ini diawali dengan para pimpinan muda pergerakan mahasiswa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur kepada Attauhidiyyah Giren, Jumat (16/12) pagi.

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Diskusi kepemudaan dan kepemimpinan ini dilatarbelakangi oleh keresahan sejumlah aktivis gerakan mahasiswa dan kepemudaan untuk mengevaluasi jalannya gerakan reformasi. Diskusi ini mencoba melihat akar masalah macetnya pelaksanaan amanat, semangat, dan cita-cita reformasi.

Pihak LKSB mengundang segenap sahabat muda pergerakan dan anak bangsa secara umum untuk terlibat dalam diskusi Otokritik Indonesia dalam rangka menjahit merah putih dan merajut kembali nasionalisme yang terkoyak.

Attauhidiyyah Giren

Kajian perdana ini menghadirkan Ketum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik, Ketum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Angelo Wake Kako, Ketua Umum Generasi Muda Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (Gema Inti) Hardy Stefanus, dan Direktur LKSB Abdul Ghopur.

Attauhidiyyah Giren

“Pembicara utama diskusi ini Wasekjend PBNU Hery Haryanto Azumy dan Insya Allah Waketum PBNU Prof Maksoem Mahfudhz. Ke depan Otokritik Indonesia akan membahas bidang lain di luar gerakan kepemudaan seperti masalah ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, agama, dan bidang lain,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Quote Attauhidiyyah Giren

"Halal", Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan

Way Kanan, Attauhidiyyah Giren

Langkah PC GP Ansor Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mendorong kemandirian kader keterampilan bekam mendapat sambutan apik dari Klinik Bulan Medical Center. Bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-90 tahun sejak didirikan 31 Januari 1926, kedua institusi tersebut menandatangani Nota Kesepahaman Kewirausahaan Sosial "Halal" atau Hijamah (Bekam) Sambil Beramal.

Halal, Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal, Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

"Halal", Kewirausahaan Sosial Pemuda NU Way Kanan

Direktur Klinik BMC dr Yusuf J Mustofa di Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuan Ratu, Ahad (31/1) menyatakan, "Halal" merupakan program kewirausaahan sosial Gerakan Pemuda Ansor yang bagus. Karena itu pihaknya memfasilitasi, mendukung dan menaungi penuh dibukanya praktik bekam oleh GP Ansor.

"Pertama kali dalam sejarah, saya sebagai dokter kemarin malam (Sabtu, 30/1) mencoba bekam, tidak tanggung-tanggung, langsung lima belas titik, hasilnya badan terasa enteng dan segar setelah seharian beraktivitas dan yang terpenting juga sudah mengikuti sunah rasul dalam hal pengobatan," ujar dr Yusuf.

Attauhidiyyah Giren

Secara teori medis, kata dr Yusuf menambahkan, bekam merupakan rangsangan sistem peredaran darah dan saraf yang mirip dengan akupuntur dan sejenisnya yang bersifat positif bagi tubuh.

"Ini karena efek bekam bisa merangsang peredaran darah menjadi baik," ujar dr Yusuf menegaskan.

Attauhidiyyah Giren

Memperingati Harlah NU, PC GP Ansor Way Kanan dan PAC GP Ansor Pakuan Ratu menggelar bekam gratis bagi 90 orang. Sebagaimana pernyataan puluhan warga yang? mengikuti bakti sosial pengobatan bekam, anggota Polsek Pakuan Ratu Bripka Agus P dan Bripka Anton yang baru pertama kali mencoba pengobatan sesuai sunah Nabi Muhammad SAW itu mengaku badan menjadi enteng setelah dibekam.

"Rasanya rileks, pinggang yang tadinya sakit jadi enteng, lalu mata saya yang agak bermasalah karena sering bekerja menggunakan komputer setelah dibekam pandangannya terasa lebih terang," kata Bripka Agus didampingi Bripka Anton.

Kewirausahaan sosial biasa disebut sebagai kewirausahaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat bukan sekadar memaksimalkan keuntungan pribadi karena hasil yang ingin dicapai bukan keuntungan materi atau kepuasan pelanggan, melainkan bagaimana gagasan yang diajukan dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat. Kewirausahaan sosial biasa juga disebut "pengembangan masyarakat" atau "organisasi bertujuan sosial".

"Kader Ansor harus mandiri, terampil, pintar mencari peluang dan uang dengan cara tidak bertentangan dengan agama tapi harus pula sering beramal. Hijamah sambil beramal atau halal adalah ajakan bagi kader muda NU di Way Kanan untuk berani berkarya, berani peduli, berani beramal dan berani mengajak orang beramal," kata Founder "Halal" yang juga Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Melalui "Halal", imbuh aktivis Gusdurian itu, yang dibekam dan membekam sama-sama beramal karena 25 persen dari jasa bekam akan digunakan untuk kepentingan sosial dan pendidikan, misalnya bantuan kemandirian anak yatim atau menambah jumlah kitab suci Al Quran di musala dan masjid.

Kewirausahaan sosial Halal hari ini resmi diluncurkan dan siap melayani masyarakat Pakuan Ratu ingin bekam, per enam titik Rp25 ribu. Pelayanan bekam di Klinik BMC buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Adapun khusus untuk Jumat, pelayanan dimulai pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.

"Secara bertahap, Halal akan digerakan ke PAC Ansor lainnya di Way Kanan," pungkas alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) Yayasan Satunama Yogyakarta itu. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, AlaSantri Attauhidiyyah Giren

Selasa, 24 Oktober 2017

habib Lutfi Isi Pengajian Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Wonogiri, Attauhidiyyah Giren. Maulid Akbar membuka perayaan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang ke -272 yang digelar semalam (4/5) di Alun-alun Giri Kridha Bhakti Wonogiri.?

Pengajian Akbar tersebut dihadiri Rais A’am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

habib Lutfi Isi Pengajian Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
habib Lutfi Isi Pengajian Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

habib Lutfi Isi Pengajian Maulid Akbar Hari Jadi Wonogiri

Ribuan jamaah yang hadir memadati lapangan lokasi pengajian. Mereka hadir dari berbagai daerah.

Attauhidiyyah Giren

Selain maulid akbar, berbagai rangkaian acara juga diselenggarakan guna menyambut Hari Jadi Kota Gaplek itu, diantaranya Napak Tilas Pangeran Sambernyawa di Monumen Watu Gilang, Tasyarub Gerakan 1 Miliar untuk anak yatim, dan Doa syukur antar umat beragama.

Attauhidiyyah Giren

Hari Jadi Wonogiri sendiri sebetulnya baru akan jatuh pada tanggal 19 Mei nanti. Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, dalam sambutannya mengatakan,ia berharap dengan momentum ini segenap unsur dapat membantu untuk mewujudkan keadaan masyarakat berdasarkan semboyan SUKSES.

“SUKSES sebagai kepanjangan Stabilitas, Undang-undang, Koordinasi, Sasaran, Evaluasi, Semangat. Berarti pula upaya mewujudkan keadaan masyarakat yang penuh semangat dan bekerja bersama segenap elemen berdasarkan rel regulasi agar tujuan kesejahteraan dan kemakmuran dapat tercapai dengan kestabilan,” ujarnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ahlussunnah, PonPes Attauhidiyyah Giren

Minggu, 22 Oktober 2017

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi menggelar Expo Potensi Desa di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, 13-15 Oktober 2016.

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Beragam kekayaan dan potensi unggulan desa ditampilkan dalam Expo ke-2 tahun ini setelah di Sumatera Barat pada 23-25 September 2016. Expo Potensi Desa merupakan agenda tahunan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Tahun lalu kegiatan sejenis dihelat di enam lokasi, yakni Cianjur, Bondowoso, Demak, Banyuasin, Maros, dan Banjarmasin.

Expo Potensi Desa ke-2 tahun 2016 di JCC sendiri dibuka langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Dijelaskan bahwa Expo Potensi Desa merupakan peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta untuk masuk dan terlibat langsung dalam pembangunan desa.

"Melalui Expo Potensi Desa ini, kami berharap mitra-mitra kerja dari BUMN maupun swasta dapat terdorong untuk turut berpartisipasi dalam membangun desa," ujar Mendesa Eko saat membuka Expo Potensi Desa 2016 di JCC, Jakarta, Kamis (13/10).

Dalam Expo Potensi Desa ini, sejumlah mitra usaha yang ikut berpartisipasi. Diantaranya BNI, Bulog, BRI, BTN, Pegadaian dan beberapa mitra lainnya. Keterlibatan mitra strategis ini dapat memacu proses pembangunan desa yang menjadi komitmen pemerintahan Jokowi.

Attauhidiyyah Giren

Mendes Eko menjelaskan, peserta Expo Potensi Desa tentunya menampilkan keunikan yang khas serta memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini menjadi momentum penting bagi semua kalangan, termasuk pemerintah dalam memetakan potensi desa. Juga momentum bagi setiap daerah memamerkan, memasarkan, dan memajukan produk unggulannya.

"Kami berharap kegiatan ini akan menjadi wadah interaksi dan saling bertukar informasi untuk kemajuan daerah, bagi para peserta expo, dan juga masyarakat serta dunia usaha. Mari kita saling menginspirasi. Mari kita bergerak bersama memajukan produk unggulan daerah mewujudkan Gerakan Nasional Satu Desa Satu Produk," tegas Mendes Eko.

Mendes Eko menjelaskan, Expo Potensi Desa merupakan sarana bagi desa-desa untuk menunjukkan kepada publik berbagai potensi yang layak dikembangkan ke level yang lebih tinggi. Expo ini juga menjadi sarana sosialisasi capaian kinerja Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, baik dalam hal regulasi maupun program unggulan Kementerian.

Attauhidiyyah Giren

Pembukaan Pameran Expo Potensi Desa 2016 di JCC berlangsung meriah. Apalagi acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. Dengan demikian, kolaborasi pemerintah dalam mempercepat program Desa Membangun akan semakin lekas tercapai. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Daerah, Pahlawan Attauhidiyyah Giren

Jumat, 20 Oktober 2017

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

Transportasi massal yang disebut juga dengan angkutan umum sangat menunjang urat nadi kehidupan sebuah kota. Bagaimana transportasi itu mengangkut para karyawan dari satu titik pasif (tempat istirahat) menuju titik aktif (tempat bekerja) dan begitu sebaliknya. Menghantarkan kembali mereka dari tempat kerja ke tempat peristirahatan mereka untuk bekerja lagi esok hari.

Di kota-kota besar semisal Jakarta ada banyak macam transportasi massal yang dapat dipilih dengan bebas sesaui kemauan dan kemampuan masyarakat. Ada angkot (mikrolet), ada bus (seperti Kopaja, Metromini, Bus Trans Jakarta dll), ada taksi, ada motor atau ojek dan ada juga Kereta Api. Tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun demikian semuanya harus tanduk pada aturan yang berlaku. Aturan yang mengatur hak dan kewajiban penumpang (selaku pengguna jasa), sopir (selaku pekerja) dan juga perusahaan angkutan (selaku pemilik).

Selaku pengguna jasa penumpang harus menta’ati aturan main yang berlaku. Harus bayar sesuai tarif, ikut menjaga fasilitas, tidak boleh merusak dan lain sebagainya. Sebagaimana keterangan Imam Abu Ishaq Asy-Syairazi dalam kitabnya Al-Muhaddzab menjelaskan,

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

وللمستأجر أÙ? Ù? ستوفÙ‰ مثÙ„ المÙ? فعØ© اÙ„معÙ‚ود عÙ„Ù? ها باÙ„معروف لأÙ? إطÙ„اÙ‚ اÙ„عÙ‚د Ù? Ù‚تضÙ? المتعارف والمتعارف كاÙ„مشروط

Bagi pengguna jasa untuk menggunakan fasilitas sesuai dengan kapasitasnya, karena ketentuan akad pengguna jasa harus mengikuti aturan umum yang berlaku, karena ketentuan umum yang berlaku menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa.

Demikian pula dengan sopir selaku pekerja harus bertindak sesuai dengan aturan pula. Sopir harus faham berapa batas maksimal penumpang yang boleh diangkutnya, jangan sampai terjadi over load. Sopir tidak boleh menaikkan penumpang dari batas yang telah ditentukan. Karena hal itu dapat menyebabkan penumpang kehilangan haknya. Yaitu hak merasa nyaman dalam angkutan (daam ukuran masyarakat kita minimal dapat berdiri santai dengan dua kaki).

Attauhidiyyah Giren

Hal ini perlu diperhatikan mengingat masalah ini berkaitan dengan عÙ‚د اÙ„إجارØ© (akad sewa menyewa) maka harus sesuai dengan adat yang berlaku, dalam pemberian kenyamanan dan fasilitas bagi penumpang. Dalam kitab Al-Bajuri terdapat keterangan berikut,

ÙˆÙ? لزÙ…هÙ… اÙ…تثاÙ„ أÙ…رÙ‡ فÙ? جب عÙ„Ù? هÙ… طاعتÙ‡ فÙ? ما Ù„Ù? س بحراÙ… ولا مكروه Ù…Ù? مسÙ? ÙˆÙ? وكذا مباØ­ إÙ? كاÙ? فÙ? Ù‡ Ù…صلحØ© عامة

Wajib bagi rakyat untuk mentaati aturan pemimpin (pemerintah) selama perintah tersebut tidak menyangkut sesuatu yang haram atau makruh, dan terdapat kemaslahatan umum pada aturan-aturan tersebut.

Akan tetapi jika sopir telah bertindak menyalahi standar operasional dengan menaikkan terlalu banyak penumpang, sehingga memaksa penumpang berdesak-desakkan dengan tidak wajar, maka pemerintah perlu mengkaji ulang aturan yang memungkinan penumpang membayar dengan saparoh harga ketika dalam keadaan yang tidak nyaman. Wallahu a’lam bis shawab. (Pen. Fuad H & Ulil H/Red. Uil H )

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Doa, Sholawat Attauhidiyyah Giren

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa

Palopo,Attauhidiyyah Giren. Universitas Islam Makassar (UIM) bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL) menyelenggarakan try out Ujian Nasional bagi Siswa-Santri SMA/SMK/MA di Gedung Kesenian Lagaligo Kota Palopo, Kamis (19/2).

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa

Pembantu Rektor IV UIM Dr. Nur Taufiq Sanusi membuka kegiatan tersebut. Pada pembukaan ia mengatakan, dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, UIM melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Kerja sama itu, tambah dia, tak hanya dilakukan dengan pihak dalam negeri, tapi juga luar negeri. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan dan akses para alumni salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Makassar tersebut.

Attauhidiyyah Giren

Menurut putra Gurutta KH Sanusi Baco, try out tersebut sebagai bentuk kepeduliaan UIM santri dan siswa agar kelulusan mereka meningkat.

Attauhidiyyah Giren

Hadir ribuan pelajar dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten/Kota Palopo, Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri, IMNU, Tegal Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 Oktober 2017

Banyak Kejutan, 8 Pesantren Lolos ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Ponorogo, Attauhidiyyah Giren

Banyak kejutan yang datang dalam pertandingan di hari ketiga Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I dan Piala Bupati Ponorogo U-18. Beberapa tim yang diprediksi akan bertahan untuk melenggang ke babak 8 besar, ternyata harus angkat koper terlebih dahulu. Mereka tersingkir dalam pertandingan di babak 16 besar yang dihelat Sabtu (27/8).

Banyak Kejutan, 8 Pesantren Lolos ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Kejutan, 8 Pesantren Lolos ke Babak 8 Besar LSN Jatim I (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Kejutan, 8 Pesantren Lolos ke Babak 8 Besar LSN Jatim I

Pada pertandingan yang digelar di lapangan Seblabur Setono, Skuat Darul Huda Mayak Ponorogo berhasil menghajar Skuat Darul Ahkam Madiun dengan skor 5-0. Kesebelasan Darul Ulum Poncol Magetan harus mengakui kekuatan kesebelasan Arridwan dengan Skor tipis 3-2.

Disusul Skuat Tarbiyatun Nasyiin Madiun yang membungkam Skuat Hudatul Muna Ponorogo dengan skor akhir 8-0 tanpa balas. Dan kesebelasan Al Basyariyah Madiun yang menaklukkan kesebelasan Ittihadul Ummah Ponorogo dengan skor akhir 2-1.

Attauhidiyyah Giren

Kejutan kembali datang dari laga yang digelar Stadion Batoro Katong Ponorogo. Skuat Al Hidayah Ngawi membantai Skuat Hidayatul Mubtadiin Ponorogo dengan hujan gol 7-0. Kesebelasan Cokrokertopati Takeran Magetan justru menjadi tim yang paling agresif, mereka melibas kesebelasan Ainul Ulum Ponorogo dengan 9 gol tanpa balas.

Attauhidiyyah Giren

Sementara kesebelasan KH Syamsuddin Ponorogo harus takluk dengan kesebelasan Wisma Wisnu dengan skor pertandingan 0-2. Adu penalti mewarnai pertandingan antara Skuat Al Basmalah Madiun melawan Al Mujadadiyah Madiun, skor 5-4 setelah sama-sama bertahan dengan skor 1-1.

Dengan demikian ada 8 pesantren yang berhasil lolos ke pertandingan babak 8 besar Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur I. Mereka dituntut untuk bermain maksimal, sebab selama dua hari ini mereka terus bermain secara maraton. Babak 8 besar merupakan penentu bagi tim-tim tangguh untuk lolos ke pertandingan selanjutnya.

Berikut jadwal pertandingan babak 8 besar yang digelar Ahad (28/8) di Stadion Batoro Katong, Pukul 07.30-09.00 bertanding antara kesebelasan Darul Huda Mayak Ponorogo melawan kesebelasan Al Basyariyah Madiun. Kesebelasan Arridwan Trenggalek akan dipertemukan dengan kesebelasan Al Hidayah Ngawi pada pukul 16.00-17.30.

Sementara di lapangan Seblabur Setono, Skuat Cokrokertopati Takeran Magetan melawan Tarbiyatun Nasyiin Madiun pada pukul 07.30-09.00. dan kesebelasan Wisma Wisnu akan berhadapan dengan kesebelasan Al Basmalah Madiun pada 16.00-17.30. (Zaenal Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai Attauhidiyyah Giren

Kemendes PDTT Jembatani Kabupaten dengan Investor

Jakarta, Attauhidiyyah Giren



Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mempertemukan empat bupati dengan berbagai investor di Kantor Kalibata Jakarta. Dalam pertemuan ini, Menteri Eko menjembatani kabupaten untuk mendapatkan investasi dari pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).?

Kemendes PDTT Jembatani Kabupaten dengan Investor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes PDTT Jembatani Kabupaten dengan Investor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes PDTT Jembatani Kabupaten dengan Investor

?

Menteri Eko mengatakan, pertemuan yang juga dihadiri oleh beberapa kementerian terkait tersebut bertujuan untuk mempercepat klusterisasi desa-desa. Ia menjembatani pemerintah daerah untuk berkomunikasi langsung dengan investor, perbankan, dan beberapa kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian LHK.

?

Attauhidiyyah Giren

"Salah satu program kementerian yang utama adalah klusterisasi desa-desa. Untuk mempercepat agar desa fokus pada satu produk unggulan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) setiap minggu mengundang 5-10 bupati yang siap dengan produk unggulannya," ujar Menteri Eko.

?

Empat Bupati pada pertemuan Selasa (2/5) itu di antaranya Bupati Minahasa Utara, Bupati Tanah Laut, Bupati Poso, dan Bupati Manokwari Selatan. Uniknya dalam pertemuan ini, setiap kabupaten berkomitmen untuk mempermudah perizinan dan prosedur bagi pengusaha yang akan berinvestasi. Kabupaten Monokwari Selatan misalnya, yang bahkan bersedia memberikan lahan secara gratis kepada investor. "Jadi dengan ini investor juga akan senang masuk ke daerah-daerah terpencil," ujarnya.

Attauhidiyyah Giren

?

Ia melanjutkan, setelah pertemuan tersebut akan langsung dibuat sebuah whatsapp group agar terjadi pembicaraan lanjutan. Kemudian, hasil dari pertemuan tersebut akan terus dievaluasi dengan menggelar pertemuan rutin. Satu bulan ke depan, pertemuan yang sama akan kembali digelar untuk melihat progres di lapangan.?

?

"Jadi langsung kita jembatani dengan dunia usaha. Ada bank juga dan beberapa kementerian terkait. Jadi beberapa daerah yang mau nanam jagung kita fasilitasi, butuh pasca panen cokelat juga kita datangkan pasca panen. Kayak Minahasa Utara kelapanya banyak, kita jembatani dengan Salim Group. Ini Salim Group akan buat pembibitan 50-100 Hektar dan kelapanya akan diserap oleh Salim Group," paparnya.

?

Menteri Eko berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan hal konkret yang dapat langsung direalisasikan di desa. Karena menurutnya saat ini, telah banyak kabupaten yang tertarik dengan program Produk Unggulan desa. "Dulu saya mengajak 42 bupati untuk ikut dalam program ini, dan hanya 24 kabupaten yang tertarik. Sekarang setelah berhasil, justru banyak kabupaten-kabupaten yang datang ke saya," ujarnya. (kemendesa.go.id/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tegal, Santri Attauhidiyyah Giren

Mahfudh MD Sebut Kadang Fatwa Tak Sesuai dengan Kebutuhan di Lapangan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfudh MD menyatakan, fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh sebagian ormas terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini dia sampaikan saat menjadi narasumber bedah buku ‘Fatwa Hubungan Antaragama di Indonesia’ karya H Rumadi Ahmad, Kamis (24/3) di Gedung PBNU Jakarta.

Mahfudh menerangkan, selain dikeluarkan atas nama organisasi, fatwa di lapangan terkadang dilakukan oleh pimpinan dan bawahannya yang menjadikan fatwa menjadi bias dengan kenyataan di lapangan.

Mahfudh MD Sebut Kadang Fatwa Tak Sesuai dengan Kebutuhan di Lapangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfudh MD Sebut Kadang Fatwa Tak Sesuai dengan Kebutuhan di Lapangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfudh MD Sebut Kadang Fatwa Tak Sesuai dengan Kebutuhan di Lapangan

Dia menceritakan pengalamannya ketika berdiskusi dengan salah satu temannya tentang fatwa bunga Bank yang dipahami oleh temannya merupakan sesuatu yang haram. Sebelumnya dalam obrolan tersebut, Mahfudh mengatakan bahwa Bank konvensional menurutnya halal berdasarkan fatwa NU dan Muhammadiyah.

“Lalu dia mengatakan kepada saya, anda salah, dalam Islam itu haram. Muhammadiyah pun haram dalam fatwa bunga bank konvensional. Lalu saya katakan ke dia bahwa banyak fasilitas ATM di Universitas Muhammadiyah untuk membayar biaya kuliah,” paparnya.

Attauhidiyyah Giren

Mahfudh juga mengungkapkan banyak transaksi yang menggunakan fasilitas bank konvensional termasuk di sekitar Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah yang di sekitarnya penuh dengan bank konvensional untuk fasilitas Visa dan Mastercard.

“Hal ini menunjukkan bahwa terkadang fatwa dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tegas Mahfudh.

Di antara para narasumber yang membedah karya Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut yaitu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI H Machasin, Pengurus Pusat Muhammadiyah Imam Addaruquthni, dan anggota komisi Fatwa MUI Pusat yang juga Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghozali.

Selain para narasumber dan penulis buku, hadir pada acara bedah buku setebal 310 halaman ini Wakil Ketua PBNU H M Maksoem Mahfoedz, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid yang didaulat sebagai moderator, aktivis ICRP Ulil Abshar Abdalla, dan ratusan peserta dari berbagai latar belakang yang hadir memadati ruangan tempat acara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Warta Attauhidiyyah Giren