Selasa, 30 Juni 2015

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menilai, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering mendapatkan gangguan. Padahal, korupsi adalah masalah utama yang harus diperjuangkan untuk memujudkan negara hukum.

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Kita Tak Ingin Pelemahan KPK Kembali Terjadi

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Masa Depan Pemberantasan Korupsi” di Aula Yusuf Hasyim Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/3). Hadir dalam kesempatan ini anggota Tim 9, di antaranya Prof Jimly Assidiqie (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Johan Budi (Plt Pimpinan KPK), dan Dr. Bambang Widjayanto dan (pimpinan KPK nonaktif).

"KKN, dalam hal ini korupsi, saat reformasi adalah masalah utama yang diperjuangkan untuk diperangi. Dan kita paham waktu itu lembaga hukum tumpul, maka dibentuk KPK," ujar Cucu Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari ini.

Attauhidiyyah Giren

Namun, lanjut Gus Sholah, KPK sering mendapatkan gangguan. Hal ini seperti yang terjadi pada mantan ketua KPK, Antasari Azhar, kemudian Bibit dan Candra. Dan sekarang kasus Abraham Samad dan Bambang W.

Attauhidiyyah Giren

"Kita tidak ingin kasus gangguan terhadap KPK terulang kembali," tandasnya menyikapi ditersangkakannya dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjajanto atas kasus yang dinilai hanya dicari-cari. "Kalau hanya mencari-cari persoalan atau kasus seseorang, semua orang pasti memiliki masalah, termasuk AS dan BW," ujarnya.

Gus Sholah juga mempertanyakan sikap Presiden terkait penangan korupsi ini. Karena hukum saat ini dinlai tajam ke bawah dan tumpul ke atas. "Saya tidak paham apakah Presiden ngerti apa tidak soal ini," imbuhnya.  

Rencananya, rekomendasi para kiai pesantren dalam halaqoh yang salah satunya menghasilkan dukungan pengutaan kelembagaan hukum untuk memberantas korupsi itu akan disampaikan ke Presiden, DPR, serta pihak-pihak yang terkait dengan lembaga antikorupsi di Indonesia. "Yang paling urgen adalah pengutan kelembagaan hukum, untuk memberantas korupsi, ini yang penting disampaikan," tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Prof Jimli Asshidiqi dalam pemaparannya mengatakan bahwa kasus yang menimpa pimpinan KPK, yakni Abraham Samd dan Bambang Widjayanto, merupakan upaya pelemahan. Selain itu KPK juga diserang dengan kriminalisasi para penyidiknya, juga para pegiat antikorupsinya. "Dulu pernah terjadi pada Antasari Azhar kemudian Bibit-Candra, saya khawatir peradilan sesat atas kasus Antasari Azhar terjadi lagi," tutur anggota Tim 9 ini.  (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sunnah, Budaya, Quote Attauhidiyyah Giren

Rabu, 24 Juni 2015

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo terus melakukan penataan organisasi di semua tingkatan. Salah satunya dengan mewujudkan tertib administrasi untuk membentuk organisasi yang solid dan berkualitas.

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Demi mewujudkan hal tersebut, PC GP Ansor Kota Kraksaan memberikan sosialisasi akreditasi kepada para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kota Kraksaan, Kamis (8/9).

Kegiatan yang diikuti oleh 39 orang peserta perwakilan dari 23 PAC se-Kota Kraksaan ini dihadiri narasumber dari PC GP Ansor Kota Kraksaan. Mereka diberi materi meliputi bidang administrasi, LKP, LKMS, Satkorcab serta Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.

Attauhidiyyah Giren

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengungkapkan sosialisasi akreditasi ini dilakukan supaya para pengurus Ansor di semua tingkatan, khususnya PAC dan Ranting bisa tertib administrasi.

Attauhidiyyah Giren

“Tertib administrasi ini sangat penting untuk dipahami oleh semua pengurus GP Ansor. Sebab maju dan tidaknya suatu organisasi itu dilihat dari tertib administrasinya,” katanya.

Menurut Masrur, tertib administrasi ini merupakan kunci sukses sebuah organisasi. Meskipun pengurusnya handal tetapi administrasinya jelek maka semuanya akan terlihat jelek.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar para pengurus Ansor baik di tingkat PAC maupun Ranting bisa sadar akan pentingnya tertib administrasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Budaya Attauhidiyyah Giren

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Sebagai rangkaian peringatan hari lahir atau harlah ke-28, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengkaji dua buku sekaligus, Selasa (21/1) besok di aula utama kantor PBNU Jakarta. Buku pertama tentang Pangeran Diponegoro bertajuk “Kuasa Ramalan” dan buku kedua bertajuk “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad”.

Buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855) ditulis oleh peneliti kebudayaan Jawa dari Amerika Serikat, Dr Peter Carey. Ia adalah seorang yang paling serius dan banyak sekali karyanya tentang Pangeran Diponegoro.

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Buku Kuasa Ramalan itu cukup tebal, lebih dari seribu halaman yang dibegi ke dalam tiga jilid. Menurut Ketua Panitia Harlah, M. Roghib, Peter Carey berkenan hadir dan mempresentasikan di acara bedah buku besok.

Attauhidiyyah Giren

Buku kedua “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” karya Zainul Milal Bizawie sebenarnya baru akan diluncurkan awal Februari besok. “Penulinya sudah berkenan buku itu dibedah besok,” kata Roghib.

Sebagai pembahas, sejarawan NU Agus Sunyoto dihadirkan dari Malang, Jawa Timur. Kajian dan bedah buku akan dipandu langsung oleh penulis muda NU paling popular, Ahmad Baso. Bedah buku dimulai pukul 13.00 WIB.

Attauhidiyyah Giren

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa H Aizuddin Abdurrahman mengatakan, dua buku yang akan dibedah itu memiliki kesamaan momentum dan pelaku. Ada semangat yang ingin digali dari dua buku itu.

“Perlawanan Pangeran Diponegoro itu merupakan awal kebangkitan Nusantara. Lalu Resolusi Jihad menunjukkan posisi ulama dan santri di garda depan menegakkan Indonesia,” katanya.

Peringatan harlah ke-28 Pagar Nusa telah dimulai pada 3 Januari 2014 lalu, tepat di hari lahir Pagar Nusa, di kantor pusat Pagar Nusa, lantai 7 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164. Sejumlah pengurus menggelar tumpengan dan syukuran kecil-kecilan sambil menyiapkan serangkaian kegiatan.

Kegiatan harlah akan dilanjutkan dengan halaqah tentang Pagar Nusa sebagai pengawal ulama dan partisipasinya di bidang pertahanan keamanan pada 29 Januari 2014 di gedung PBNU, lalu disusul acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa sampai 30 Januari siang di tempat yang sama.

Acara puncak peringatan Harlah ke-28 Pagar Nusa akan diadakan di Pondok pesantren Walisongo Cibinong, Bogor pada 30 Januari malam.

Sebagai bagiaan dari acara harlah ke-28, pada 7-16 Februari diselenggarakan pelatihan pelatih pencak silat di Pusdiklat Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memelihara kontinuitas sekaligus regenerasi bagi para pelatih pencak silat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Jumat, 12 Juni 2015

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI

Rembang, Attauhidiyyah Giren. Front Pembela Islam (FPI) mengklaim diri melakukan pengamanan dalam acara Haul KH Zubair Dahlan ayah dari KH Maimoen Zubari yang digelar Jumat (9/6). Sempat terjadi insiden kesalahpahaman antara Polres Rembang dengan FPI.

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rembang: Tak Ada Pengamanan Bersama antara Banser dan FPI

 

Terkait pengamanan tersebut, GP Ansor Rembang juga turut memberikan keterangannya. Ketua PC GP Ansor Rembang H Hanies Cholil Baroq menerangkan bahwa tidak ada pengamanan bersama antara Banser dan FPI.

“Bahwa pengamanan acara Haul Mbah Zubair, ayahanda KH Maimoen Zubair Sarang adalah tugas rutin Banser, sebagai khidmah atau pengabdian kepada ulama,” jelas Hanies.

Attauhidiyyah Giren

Ia menjelaskan, pengamanan acara haul Mbah Zubair tersebut dari waktu ke waktu oleh Banser juga merupakan permintaan dari pihak keluarga KH Maimoen Zubair.

“Tidak ada pengamanan bersama antara Banser dengan FPI pada acara haul yang dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2017, tetapi pengamanan bersama haul Mbah Zubair yang melibatkan Banser, Polri, dan TNI di Kabupaten Rembang,” tegas Hanies.

“Jika FPI memanfaatkan situasi dengan mengaku melakukan pengamanan bersamaan pada acara haul tersebut, maka itu tidak benar alias hoax,” imbuhnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia menandaskan, PC GP Ansor Rembang mendukung upaya-upaya pihak kepolisian dan TNI setempat dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah di Kabupaten Rembang dari tumbuh kembang ormas radikal. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Tokoh, Meme Islam Attauhidiyyah Giren