Sabtu, 06 Desember 2008

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya menghimpun dana dari warga Nahdliyin demi kelancaran roda organisasi. Momentum hari lahir (Harlah) ke-88 NU dijadikan ajang penggalangan dana abadi.

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah 88, NU Brebes Himpun Jariyah Dana Abadi

Ketua PCNU Brebes H Athoillah Syatori mengatakan, meskipun dana bukan alat mutlak untuk memuluskan berjalannya suatu program organisasi, tapi dana dari Nahdliyin sangat potensial sebagai bukti kecintaan kepada organisasi.

Menurut Kang Atho, demikian panggilan akrabnya, penghimpunan jariyah dilakukan untuk mengusahakan NU mandiri dalam pendanaan. Sehingga tidak selalu ‘ngregoni’ pemerintah maupun pihak lain.

“Ternyata kekuatan Nahdliyin dalam berjariyah sangat dasyat,”tuturnya di sela penyerahan hasil jariyah dari Pengurus Wakil Cabang (MWC) se Kabupaten Brebes, di Gedung NU Brebes, Sabtu (8/2).

Attauhidiyyah Giren

Kedahsyatan tersebut, dibuktikan dari jariyah donasi yang tiap umat hanya Rp 2.000,- ternyata bisa terhimpun sampai ratusan juta rupiah. “Dari hasil jariyah dua ribu perak per Nahdliyin, Alhamdulillah telah mampu mendirikan gedung NU Brebes senilai Rp 1,7 Milyar,” ungkapnya.

Hasil jariyah yang dihimpun, lanjutnya, sebagai momentum keikhlasan dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-88. “Hasil jariyah tersebut akan dijadikan dana abadi PCNU Brebes. Dana sudah ditabung langsung di BMT NU Kramat, di Brebes,” terangnya.  

Penghimpunan jariyah ini, sebagai perwujudan program unggulan  selain pendirian perguruan tinggi NU dalam target lima tahun ke depan. “Mudah-mudahan jariyah ini bisa lebih mengembangkan NU dalam membantu pemerintah dalam program ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Dalam sekali putaran, kata Kang Atho, telah terhimpun jariyah sebanyak Rp 315.085.200 dengan perincian MWC Losari Rp 13.463.000,- Kersana Rp 13.741.500,-, wanasari Rp 47.287.500,-, Tanjung Rp 42.822.500,- Banjarharjo Rp 49.934.600,-, Larangan Rp 49.401.000,- Bulakamba Rp 41.206.600,- Songgom Rp 8.000.000,- Bumiayu Rp 8.122.000,- Jatibarang Rp 2.810.000,-, Paguyangan Rp 10.000.000,- Salem Rp 22.296.500,-Bantarkawung Rp 6.000.000,-

Attauhidiyyah Giren

Sementara MWC Brebes, Tonjong, Ketanggungan dan Bantarkawung hingga berita ini diturunkan belum menyetorkan hasil penghimpunan jariyah. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Berita, Hadits, Meme Islam Attauhidiyyah Giren

Selasa, 26 Agustus 2008

Delegasi Al Azhar: Islam Indonesia Layak Dikenalkan ke Dunia

Warga Muslim di Indonesia yang dimotori oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai karakter yang khas, yakni toleran, saling menghargai pendapat dan menghindari pendekatan kekerasan. Karakter “Islam Nusantara” ini sangat layak diperkenalkan dan ditularkan ke seluruh dunia.

Berikut wawancara dengan Syekh Nabil Abdel Jawwad Elyan delegasi Al Azhar untuk Jakarta sejak tahun 2013, sekarang bertugas di Ma’had Al Azhar Asy Syarif Indonesia di Jakarta Selatan.

Bagaimana komentar Syekh terkait munculnya gerakan Islam radikal (ISIS) dan gerakan radikal lainnya?

Delegasi Al Azhar: Islam Indonesia Layak Dikenalkan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi Al Azhar: Islam Indonesia Layak Dikenalkan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi Al Azhar: Islam Indonesia Layak Dikenalkan ke Dunia

Hakikat aliran-aliran sesat yang ada seperti ISIS dan semisalnya tidak paham ajaran Islam yang benar, sehingga sesat dan menyesatkan. Mereka bersandar pada nash-nash al-Qur’an tapi dengan tafsiran yang sesuai dengan hawa nafsu mereka saja dan tidak menggunakan pemahaman dan tafsir yang semestinya. Sebagaimana sabda Nabi saw terkait perbuatan mereka seperti kelompok Khowarij:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Mereka adalah yang berusia muda dan berakal pendek, mereka membaca al-Qur’an sebatas kerongkongannya saja.”

Maka mereka membaca al-Qur’an tanpa memahami makna yang semestinya. Pada hakikatnya, mereka tidaklah mencelakai melainkan mereka telah mencelakai dirinya sendiri dan mencemarkan gambaran Islam dengan bergabung ke jamaah mereka, dan Islam terlepas diri dari perbuatan mereka dan yang semisalnya. Sesungguhnya islam menyebar dengan toleransi dan kemudahan.

Attauhidiyyah Giren

Bagaimana solusi untuk perdamaian dunia?

Perkara yang mungkin dapat menjadi solusi perdamain dunia di antaranya adalah menampilkan gambaran Islam yang benar kepada umat, mengajarkan akhlak terpuji kepada generasi-generasi di setiap sekolah dan lembaga pendidikan, ? menyebarkan wawasan dialog dengan pihak lain, menerima perbedaan pendapat, karena perbedaan pendapat tidak merusak kasih sayang, mewanti-wanti terjadinya pertikaian karena “pertikaian adalah sesuatu yang buruk”.

?

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas RA kita perlu menampilkan akhlak Nabi SAW dalam segala interaksi, beradaptasi dengan orang lain walau berbeda agama dan suku selama tidak menyinggung masalah prinsip dasar agma Islam. Nabi SAW hidup di Mekkah bersama kaum musyrik dan dijuluki dengan "Al Amin" (orang yang jujur),? juga di Madinah bersama Yahudi dan Nashrani dan Nabi SAW menyampaikan Islam kepada mereka sehingga mereka menerima dan masuk Islam.

Attauhidiyyah Giren

Bagaimana Islam moderat yang dikembangkan ormas NU bisa diterima dunia?

Setiap kelompok dibawah bendera Islam jika berinovasi untuk melayani umat dan memperhatikan maslahat umat dan tidak mencelakakan kehidupan mereka maka itu adalah jamaah atau kelompok yang bermanfaat bagi umat, sebagaimana hadits Nabi SAW :

? ? ? ?. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia."?

Dan agama Islam adalah satu tapi cara dakwah Islam mungkin bisa beragam, sehingga dapat melalui pintu toleransi, ketakwaan, dan lain-lain dengan syarat tidak keluar dan menyimpang dari prinsip pemahaman yang pokok dan itu merupakan toleransi Islam.

Umat muslim di Indonesia beragama dengan fitrahnya dan membenci segala bentuk kekerasan dan kekejaman. Mereka menyukai Islam dengan cara yang damai, toleransi dan kemudahan. Walaupun ada sebagian kecil yang kebanyakan para pemuda yang tertipu dan bergabung bersama ISIS, karena mereka tidak mengambil ajaran Islam dari para ulama yang muktabar yang memiliki pemahaman Islam yang benar dan moderat seperti para ulama di kalangan NU.

NU akan menggelar muktamar pada Agustus mendatang. Bagaimana komentarnya tentang Muktamar NU? Apa harapan dan sarannya?

Muktamar ini dapat menambah ikatan dan media silaturahmi bagi para anggotanya dan agar tersebar dakwah NU ini dan aktivitas-aktivitasnya di penjuru dunia khususnya di Indonesia. Saya berharap NU dapat meletakkan aturan dasar yang dapat mendekatkan dan merapatkan antara kader-kadernya dengan kader-kader ormas lainnya.

NU akan mengenalkan Islam dan budaya Indonesia ke dunia, bagaimana komentar Anda?

Mengenalkan Islam dan budaya Indonesia kepada dunia adalah sesuatu yang baik. Alangkah baik lagi, jika dengan wasilah itu menjadi lebih terjamin sampainya Islam dengan cara yang mudah. Mungkin baik juga jika disampaikan lewat pementasan drama (film) tentang toleransi dan pemberikan bantuan sebagai contoh dari secuil gambaran ajaran Islam.

Harapan Anda ke depan?

Saya berharap Islam di Indonesia meraih masa depan yang lebik baik dan mendapat tawfiq. Kepada ormas-ormas Islam yang besar terutama NU saya berharap terus berusaha menjelaskan ajaran agama yang moderat ke seluruh penjuru Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Senin, 04 Agustus 2008

Lakpesdam NU Tampung Gugatan Empat Pilar

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) menampung gugatan pemikiran dan aplikasi terhadap proyek Empat Pilar yang belakangan disosialisasikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI).

Lakpesdam NU Tampung Gugatan Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Tampung Gugatan Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Tampung Gugatan Empat Pilar

Gugatan berasal dari sejumlah kalangan. Mereka antara lain kelompok akademisi, peneliti, dan elemen masyarakat.

Staf Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM Kailani menilai penyejajaran Pancasila dalam empat pilar merupakan sebuah kekeliruan. Karena, masing-masing unsur yang dianggap sebagai empat pilar memiliki entitas yang sama sekali berbeda.

Attauhidiyyah Giren

“Bagaimana bisa Pancasila sebagai ‘filosofische groundslag’ dasar filsafat hanya menjadi sekadar pilar?” kata Kailani.

Sementara Staf Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menggugat proyek empat pilar tidak berbanding lurus dengan perilaku pejabat publik yang kerap menyalahgunakan wewenang.

Attauhidiyyah Giren

“Pancasila hanya menjadi filsafat karena ia bersifat apliaktif. Karenanya, bagaimanapun pejaba publik harus memberikan contoh teladan yang bersifat Pancasilais,” kata Siti Zuhro.

Sedangkan Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). “’Pilar’ dalam KBBI mengandung sejumlah makna. Selain bermakna tiang penguat, ‘pilar’ juga mengandung makna pokok, dasar, atau induk.”

Forum publik yang diadakan Lakpesdam NU berlangsung di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai delapan, jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat (2/8) sore.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Meme Islam Attauhidiyyah Giren

Selasa, 29 Juli 2008

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar

Bandung, Attauhidiyyah Giren. Ketua PWNU Jawa Barat, Dr H Eman Suryaman mengatakan, saat ini pengurus NU diharapkan lebih fokus untuk mengawal program-program kerja produk Muktamar Ke-33 NU. Menurutnya, Muktamar NU sudah selesai dan semuanya patut bersyukur karena lancar, dinamis dan semakin berkualitas.

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar

"Kita sepatutnya bersyukur muktamar berlangsung meriah dan menyenangkan. Jika ada pihak yang kurang berkenan dan bicara lain di luar, biarkan saja. Kita tidak usah bereaksi. Sudah biasa dalam organisasi seperti ini. Tinggal kita bersabar. Barangkali mereka masih emosi, nanti tunggu beberapa waktu juga reda sendiri," terangnya, Sabtu (8/8).

Di mata Eman, pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan kegiatan Muktamar agar menghargai panitia yang sudah bekerja keras mengawal Muktamar dari awal hingga akhir. Menurutnya, persoalan kecewa, misalnya soal registrasi atau pelayanan dan ketatnya memasuki ruang persidangan itu bukan hanya dialami oleh satu pihak.

Attauhidiyyah Giren

"Saya sendiri juga mengalami perasaan yang kurang mengenakkan. Tetapi kita juga harus bersikap dewasa. Panitia itu punya tanggungjawab penuh meraih target sukses. Jadinya ketat. Di hari pertama saya dan teman-teman juga merasa, kok ini sepertinya panitia sangat menekan peserta, tetapi pada akhirnya harus sama-sama sadar apa yang dilakukan panitia untuk kebaikan bersama," paparnya.

Attauhidiyyah Giren

Ia berharap kepada semua pihak agar tidak membuat panas suasana, termasuk media massa yang sering mengambil judul atau kata-kata yang provokatif berkaitan isu Muktamar tandingan, muktamar ulang, kecurangan, NU pecah dan seterusnya.?

"Harus proporsional melihat Muktamar secara umum. Situasi Muktamar berlangusng baik. Insiden kecil sudah biasa terjadi. Begitulah dinamika," terang penulis buku Jalan Hidup Sunan Gunung Jati yang baru terbit Juli 2015 ini.

Lebih lanjut Eman berpesan agar semua sumberdaya NU saat ini lebih fokus bergerak secara aktif mengawal mandat Muktamar yang meletakkan spirit gerakan dakwah di jalur budaya dengan spirit Islam-Nusantara. Fokus melanjutkan gerakan pembangunan rumah sakit, pendirian sekolah dan kampus. Juga serius menggerakkan ekonomi rakyat karena warga NU mayoritas berada di lapisan ekonomi bawah. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, Makam, Meme Islam Attauhidiyyah Giren

Jumat, 25 Juli 2008

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Bandar Lampung, Attauhidiyyah Giren. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Provinsi Lampung akan menggelar berbagai macam kegiatan yang salah satunya ditujukan untuk menumbuhkan kembali nasionalisme dan patriotisme para santri.

Menurut Ketua Peringatan HSN 2017 RMI Provinsi Lampung, Abdul Aziz kegiatan tersebut berupa Ziarah makam pahlawan yang akan dilaksanakan 1 hari sebelum puncak Hari Santri Nasional.

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Aziz menambahkan bahwa setelah Kegiatan Ziarah pada tanggal 21 Oktober 2017 siang, pada malam harinya akan dilaksanakan  agenda Gebyar Kreasi Santri yang dirangkai dengan Bedah Buku Napak Tilas Jejak Islam Lampung di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung.

"Kita berharap dengan diadakan acara peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Lampung ini dapat mengembalikan semangat juang Santri dan lembaga pesantren di Indonesia, khususnya di provinsi Lampung untuk mensyiarkan islam rahmatal lil alamin dan semangat NKRI," jelasnya, Rabu (11/10).

Selain kegiatan Ziarah dan Napak Tilas, Panitia juga sudah mempersiapkan rangkaian kegiatan lainnya dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Attauhidiyyah Giren

Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan perlombaan santri yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandarlampung selama 5 hari mulai 17 sampai dengan 21 Oktober 2017.

"Bersamaan dengan acara tersebut juga akan dilaksanakan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah yang dilaksanakan di seluruh pondok pesantren se-provinsi Lampung," tambahnya.

Attauhidiyyah Giren

Adapun acara puncak HSN 2017 RMI Provinsi Lampung adalah pada tanggal 22 Oktober dengan menggelar kegiatan Jalan Sehat Santri Sarungan (JSSS), Upacara Hari Santri, dan Panggung Shalawat. 

"Acara tersebut akan dipusatkan di Lapangan Korpri Gubernur, Teluk Bentung, Bandar Lampung," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pahlawan, News, Daerah Attauhidiyyah Giren

Senin, 05 Mei 2008

Pemuda NU Wajib Cinta Sastra

Sumenep, Attauhidiyyah Giren - Salah satu kelebihan Nahdlatul Ulama (NU) ketimbang organisasi lainnya ialah kepeduliannya yang begitu tinggi terhadap sastra. Setidaknya itu terlihat dari karya-karya sastra nahdliyin yang terus bergulir dari masa ke masa. Karenanya, pemuda NU wajib cinta sastra.

Penjabaran tersebut cukup mencuat dalam acara Serasehan Sastra yang diprakarsai Gerakan Pemuda (GP) Ansor Giligenting, Kabupaten Sumenep di Pendopo Kecamatan Giligenting, Ahad (31/7).

Pemuda NU Wajib Cinta Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Wajib Cinta Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Wajib Cinta Sastra

Sarasehan yang menghadirkan Sastrawan Madura Syaf Anton WR tersebut dihadiri Wakil Ketua MWCNU Giligenting Kiai Mahfud, para guru muda se-Giligenting, mahasiswa dari berbagai kampus yang masih ada di Giligenting, pengurus OSIS SMA sederajat, dan pengurus Fatayat NU Giligenting.

Attauhidiyyah Giren

"Islam sangat peduli terhadap sastra. Sebagai generasi muda, kita harus mengenal budaya, seni, dan sastra. Karena semua itu bikin hidup kita indah," terang Syaf Anton WR.

Syaf Anton WR juga mengetengahkan keharusan pemuda senang menulis. Karena dengan menulis, tambahnya, kita akan awet muda, terkenal, dan akan panjang umur.

Attauhidiyyah Giren

"Jika kita ingin menjadi penulis, maka harus senang membaca. Membaca di sini bukan hanya membaca teks buku, tapi juga bisa situasi dan kondisi yang terdapat di sekeliling kita. Karenanya, jangan berhenti berkeasi jika kita tak ingin hidup sia-sia," tukasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Giligenting Rudy Hartono menegaskan, acara tersebut dimaksudkan guna memperdalam dan mengenal budaya, kesenian, dan juga kesastraan. Di samping itu, supaya para pemuda NU lebih tertarik membaca dan berkarya.

Acara tersebut berlangsung lancar dan semua peserta aktif. Selain bertanya, peserta juga aktif menyampaikan ide beserta gagasannya terkait sastra. (Hairul Anam/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Santri, Lomba Attauhidiyyah Giren

Kamis, 20 Maret 2008

Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Harus Melekat dalam Kurikulum Ma’had Aly

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Dalam Halaqoh Nasional Penyusunan Kerangka Kurikulum Ma’had Aly dengan menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Kamis (2/6) di The Media Hotel Jakarta, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Ma’had Aly harus memperkuat diri dengan wawasan keindonesiaan. Karena selama ini pesantren berhasil mengembangkan nasionalisme yang kuat.

Sebab itu menurut Menag, Ma’had Aly sebagai representasi pesantren harus memperkuat wawasan keindonesiaan selain kemampuan membaca dan memahami kitab kuning. Hal ini akan memperkuat wawasan kebangsaan kepada para lulusannya.?

Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Harus Melekat dalam Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Harus Melekat dalam Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Harus Melekat dalam Kurikulum Ma’had Aly

“Saya melihat lembaga pesantren di mana Ma’had Aly berada mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menghadapi era global sekarang ini. Oleh sebab itu, eksistensi Ma’had Aly merupakan upaya menjawab tantangan tersebut,” tutur Menag.

Selain itu, Menag juga mengusulkan agar kerangka kurikulum Ma’had Aly mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial. Sebab kemampuan menganalisis sosial akan menjadikan lulusan Ma’had Aly dapat memetakan kondisi masyarakat sesuai dengan keilmuan agama yang diperoleh.

“Dengan dasar itu, lulusan Ma’had Aly akan selalu relevan dengan perubahan sosial dan perkembangan zaman,” tegas Menag.

Attauhidiyyah Giren

Didampinggi beberapa pejabat di lingkungan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Menag menjelaskan bahwa Ma’had Aly bukan hanya lembaga pendidikan tinggi pesantren yang mengkaji beberapa keilmuan agama, tetapi juga mempunyai tugas menjaga tradisi baik yang dikembangkan oleh para pendahulu.

“Pendahulu kita tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, kerangka kurikulum bisa diarahkan pada penguatan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan selain kitab-kitab klasik,” terang Menag.

Menag juga menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud mengintervensi kewenangan Ma’had Aly, tetapi hanya memberikan masukan sesuai dengan perkembangan zaman yang terus deras mengalami perubahan.

Attauhidiyyah Giren

“Saya melihat lembaga pesantren di mana Ma’had Aly berada mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menghadapi era global sekarang ini. Oleh sebab itu, eksistensi Ma’had Aly merupakan upaya menjawab tantangan tersebut,” tutur Menag.

Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua Umum PBNU KH M Maksoem Mahfoedz, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Nahdlatul, Lomba Attauhidiyyah Giren

Minggu, 17 Februari 2008

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Tegal, Attauhidiyyah Giren 

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan  Ma’arif NU Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan pembelajaran elektronik atau electronic learning (E-Learning) di Ruang Auditiorium STAIBN.

Ratusan Sekolah /Madrasah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal dilatih membuat website aplikasi pembelajaran. Narasumber yang dihadirkan oleh panitia adalah Achmad Chanif, praktisi IT PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Menurut Chanif, begitu biasa Achmad Chanif disapa, pendidikan  sekarang sudah dimulai dengan era yang baru yaitu era digital. Dengan era yang baru ini maka guru dihadapkan pada era baru juga, yaitu bagaimana guru bisa menangkap itu pula. Diantanya E-Learning,

Attauhidiyyah Giren

Dengan model ini, kata Chanif, maka guru harus bisa berbuat lebih cerdas, tangkas dan kreatif dalam proses pembelajaran. “Dengan pelatihan yang seperti inilah para guru dilingkungan ma’arif akan semakin melaju cepat. “ Kata Guru SMP N 1 Slawi ini. 

Attauhidiyyah Giren

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten II Bupati Tegal H. Agus Subagyo, Perwakilan Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Tegal, PGRI Kabupaten Tegal, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal H. Nurotib , Ketua STAIBN Tegal Badrodin dan perwakilan dari badan otonom PC. GP. Ansor, IPNU-IPPNU.

Ketua PC LP. Ma’arif NU Kabupaten Tegal, H. Muslikh  mengatakan, para guru pengajar IT yang tersebar di seluruh Indonesia yang ditraining di 5 tempat tersebut selanjutnya diharapkan bisa memberikan pelatihan yang sama bagi sekolah di sekitarnya seusai mengikuti pelatihan tersebut.

Ke depan, LP Maarif berharap agar seluruh materi pelajaran bisa diakses lewat komputer dan internet yang nantinya bisa semakin mempermudah proses pembelajaran.

“Semuanya berbasis web, khususnya mata pelajaran Aswaja cukup dengan internet, materi sudah ada disana, tak perlu buku, tinggal test dan tutorial. Hadist dan ayat al Qur’an juga dengan gampang bisa ditemukan lewat intenet,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Meme Islam, Warta Attauhidiyyah Giren