Senin, 30 September 2013

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Sepanjang hayat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanyalah menjadi pelayan masyarakat 24 jam setiap harinya. Ia menampung semua permasalahan agama, sosial, dan budaya yang dihadapi masyarakat.

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

“Sejak bangun tidur, Gus dur sudah dihadapkan masalah mulai pengaduan ibu-ibu yang tidak kuat bayar SPP sampai para koruptor yang banyak uang. Ibaratnya,  Gus Dur ini adalah rak besar yang menampung segala permasalahan,” kata pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf Chudhori dalam peringatan haul ke-4 Gus Dur dan menyambut 40 hari Nelson Mandela di rumah makan Bambu Wulung, Selasa (31/12) malam.

Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Chudhori ini mengatakan, Gus Dur adalah pemimpin yang lebih mementingkan hasil daripada prosesnya. Meskipun langkahnya terkadang zig-zag, membikin gaduh, dan membingungkan orang tetapi ia mengarahkan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat.

Attauhidiyyah Giren

Berbeda dengan Gus Dur, sekarang banyak pemimpin yang mementingkan proses tetapi hasil ujungnya tidak jelas. Politik bagi Gus Dur adalah seni menyejahterakan masyarakat dengan cara yang benar, kata Gus Yusuf di hadapan sedikinya 100 hadirin.

Kendati sering dihujat, Gus Dur selalu bilang “Yang penting orang lain senang”. Bila ada persoalan karena orang tidak paham, Gus Dur minta menunggu sampai orang itu paham, terang Gus Yusuf.

Attauhidiyyah Giren

Perjuangan dan tugas Gus Dur dalam membela HAM maupun menjaga kearifan lokal telah diteruskan para pecinta dan pengagumnya. Sekarang ini, lanjut Gus Yusuf, para kiai kampung menggelorakan Islam yang arif dalam  menjaga harmonisasi dengan kebudayaan.

Selain Gus Yusuf, Agus Maftuh dan pengasuh pesantren Soko Guru KH Nuril Arifin juga menyampaikan ceramah. Haul yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kudus diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang  Ki Heri dan Ki Agus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 September 2013

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU

Jombang, Attauhidiyyah Giren - Sejumlah masyarakat Muslim tengah bersiap mengikuti aksi super damai yang akan berlangsung di Monumen Nasional atau Monas Jakarta, Jumat (2/12) mendatang. Namun, Muslimat NU Jombang tunduk terhadap instruksi yang dikeluarkan induknya, NU.

"Tidak ada pengerahan massa, Muslimat NU Jombang secara otomatis solid akan tetap ikut instruksi NU," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab, Selasa (29/11).

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU

Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut menegaskan bahwa warganya tidak akan terpengaruh untuk terlibat dalam rencana aksi super damai tersebut. Apalagi PCNU setempat telah mendapat surat dari PWNU Jawa Timur yang menginstruksikan kepada seluruh warga NU, termasuk Banom atau badan otonom seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU, dan lainnya tidak diperkenankan ikut aksi damai 212 di Jakarta.

Attauhidiyyah Giren

Dalam pandangan Wakil Bupati Jombang tersebut, hendaknya warga lebih memilih beraktifitas seperti biasanya. Dan untuk turut memperbaiki keadaan, hal yang tidak kalah penting adalah dengan memohonkan doa.? Termasuk berdoa bersama demi kebaikan bangsa dan negara. "Kita akan tetap istigatsah, doa bersama supaya negara tetap aman, damai, dan sejahtera. Itu lebih baik bagi kami," tandasnya.

Attauhidiyyah Giren

Menurut putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut, penanganan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama telah ditangani aparat penegak hukum. Oleh karena itu, masyarakat harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan kejaksaan.

Sedangkan tugas utama masyarakat adalah bekerja. "Lebih baik bekerja dan beraktivitas seperti biasa agar negara aman dan warga tetap sejahtera," pesannya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Nahdlatul, Khutbah Attauhidiyyah Giren