Jumat, 08 Oktober 2004

Sejuta Kader Ansor Akan Ada di Sumsel

Palembang, Attauhidiyyah Giren

Sebagai upaya meneguhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Selatan (Sumsel) bertekad mencetak satu juta kader.?

Sejuta Kader Ansor Akan Ada di Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejuta Kader Ansor Akan Ada di Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejuta Kader Ansor Akan Ada di Sumsel

"Program Ansor Sumsel satu diantaranya ialah mencetak satu juta kader,” ujar Sekretaris PW GP Ansor Sumsel Nurul Mubarok, di Palembang, Rabu (1/2).

Satu juta kader Ansor di Sumsel diperlukan untuk menjaga NKRI dari daerah dipimpin Gubernur Alex Noerdin tersebut.

“Satu juta kader ini bukan sekadar massa. Tapi massa yang berideologi NKRI harga mati,” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Hal melatarbelakangi program tersebut, kata dia lagi, banyak negara telah memberikan pelajaran berharga mengenai cinta tanah air dan bangsa.

“Kita telah banyak belajar dari banyak negara. Masyarakat yang tidak cinta dengan negaranya justru menghancurkan negaranya sendiri. Fakta itu tentu berbeda dengan Indonesia yang memiliki Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang memiliki konsep Islam Nusantara,” paparnya.

Islam Nusantara mengajarkan kader NU mencintai negara. “Mencintai negara itu wajib. Kenapa kami optimistis dengan program satu juta kader? Karena hari ini kader Ansor berasal dari berbagai kalangan, dari petani, buruh, dokter, dosen, pengusaha, hingga akademisi. Kami mengajak pemuda Sumsel bergabung dengan Ansor dan Banser untuk bersama-sama menjaga NKRI,” pungkas dosen UIN Raden Fatah Palembang itu. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Aswaja, Sunnah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 08 Juli 2004

Zidane Akui Shalat Sumber Kekuatannya

Madrid, Attauhidiyyah Giren. Tidak ada yang meragukan bila Zinedine Yazid Zidane adalah pesepakbola Muslim tersukses di Eropa, bahkan dunia.

Meski capaiannya di lapangan luar biasa, namun Zidane tidak lupa untuk memposisikan dirinya sebagai seorang Muslim. Ia disebut-sebut sebagai atlet dunia yang taat menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Dengan menunaikan perintah yang menjadi tiang agama tersebut maka Zidane mengaku penampilannya di lapangan bisa semakin baik.

Zidane Akui Shalat Sumber Kekuatannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Zidane Akui Shalat Sumber Kekuatannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Zidane Akui Shalat Sumber Kekuatannya

“Shalat adalah sumber kekuatanku. Karena setelah shalat, hati serasa tenang,” tandas pria berkepala plontos tersebut.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Direktur Teknik UEFA, Andy Roxburgh menyanjung pria keturunan Aljazair tersebut sebagai produksi dari surga.

"Saya percaya di kepalanya (Zidane) ada tulisan made in heaven. Dia benar-benar anugerah dari Tuhan," ujar Andy di satu kesempatan.

Attauhidiyyah Giren

Eks pengatur serangan Les Bleus ini dikenal sebagai pemilik gaya menggiring bola sembari meliukkan badan. Tidak seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang ketika mendapat peluang langsung menggiring si kulit bundar menusuk ke jantung pertahanan lawan kemudian menceploskan bola. Zidane tampil laiknya maestro seniman lapangan dengan memperagakan penampilan elegan dan indah. Namun, lawan dibuat tidak berkutik lantaran sulit merebut bola dari kakinya.

Pria yang kini menjabat Direktur olahraga Real Madrid ini merupakan sosok playmaker yang sempurna bagi klub maupun timnas. Pada masanya, hanya Ronaldo Luiz Nazario de Lima yang dapat dikatakan sejajar dengannya. Pria berkebangsaan Prancis itu mampu mengolah bola dengan baik dan memberikan operan maut yang bisa menembus pertahanan lawan.

Kemampuannya mengocek bola membuat lawan terpana, sebab seolah-seolah bola lengket di kakinya. Alhasil hampir semua kejuaraan, baik di klub maupun timnas berhasil direbut mantan pemain Juventus ini. Tak heran bila Zidane mampu meraih gelar tiga kali Pemain Terbaik Dunia FIFA (1998, 2000, dan 2003).

Penulis : Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa, Quote Attauhidiyyah Giren

Minggu, 16 Mei 2004

Buku Ajar Aswaja Harus Dapat Rekomendasi LP Ma’arif

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Para guru Aswaja dari tingkat dasar hingga menengah? atas di Jombang, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jombang, dan pengurus Aswaja NU Center Jombang, bersepakat, buku Aswaja pegangan para siswa harus mendapatkan rekomendasi LP Ma’arif dan Aswaja NU Center.

Buku Ajar Aswaja Harus Dapat Rekomendasi LP Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Ajar Aswaja Harus Dapat Rekomendasi LP Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Ajar Aswaja Harus Dapat Rekomendasi LP Ma’arif

Hal tersebut agar materi yang terkandung di dalamya selaras dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dan menghindari penyusupan paham lain yang tidak dikehendaki. Kesepakatan tersebut muncul dalam Bedah Buku “Aswaja dan Ke-NU-an” terbitan Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jatim di kantor LP Ma’arif Jombang, Jumat (23/5) sore.

“Buku yang sudah ada harus direkomendasikan LP Ma’arif agar sesuai dengan kondisi di Jombang. Tentunya sebelumnya sudah ada kajian yang mendalam,” ujar Khusnul Muhib, pengurus LP Ma’arif NU Jombang.

Attauhidiyyah Giren

Dikemukakan bahwa ada contoh siswi yang disusupi aliran yang bukan Ahlussunah. Seorang siswi salah satu sekolah favorit di Jombang yang dicuci otaknya sehingga siap mati walaupun membawa bom.

Attauhidiyyah Giren

Ketua LP Ma’arif Jombang, KH Salmanuddin, mengimbau agar beberapa lembaga dan badan otonom NU mesti melakukan kerja sama dan sinergi dalam menanggulangi masalah pendidikan ini.

“LP Ma’arif, Pergunu (Persatuan Guru NU), IPNU (Ikatan Pelajar NU), IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU), dan Aswaja NU Center harus bergandengan tangan, jangan sampai jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Babus Salam Kalibening Mojoagung ini? mengatakan, Aswaja NU Center adalah pintu terakhir dari proses revisi dan pembuatan buku Aswaja dan ke-NU-an untuk para siswa dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Ending-nya (tahap akhirnya, red) di Aswaja NU Center. Kita revisi sambil jalan. Tahun ini kita memakai Buku Pendidikan Aswaja dan Ke-NU-an yang diterbitkan Al-Maktabah PW LP Ma’arif NU Jatim. Tahun ajaran baru depan yakni tahun pembelajaran 2014-2015 setelah mengkaji hasil revisi dan telaah tim, di samping buku itu, kita terbitkan buku Aswaja dan ke-NU-an untuk SD/MI, MTs/SMP, SMA/MA/SMK kerja sama LP Ma’arif dan Aswaja NU Center," kata Salmaddin.

Ia memberi alasan, mengapa Jombang, dan mungkin daerah lain, perlu membuat buku Aswaja sendiri. Jombang punya kebutuhan khusus untuk mengenalkan tokoh NU khas Jombang, dan pengenalan pondok pesantren di Jombang.

“Kita tambahkan para kiai Jombang, dan pesantren agar para siswa mengenalnya,” imbuh Khusnul Muhib, pengurus LP Ma’arif Jombang.

“Buku yang sudah beredar adalah bagus, namun beberapa perlu revisi, ada kekeliruan harakat, ada? hadits yang tidak disebutkan perawinya, dan tidak disebutkan status haditsnya, ada bahasa yang rancu, sehingga ke depan Jombang juga perlu membuat buku Aswaja sendiri, mendampingi buku Aswaja yang sudah beredar,” tambah Yusuf Suharto, Ketua Aswaja NU Center Jombang, diamini Rahmat Hidayat, dan Syamsul Ma’arif, pengurus Aswaja NU Center Jombang.

“Alhamdulillah, sebagai pegangan para guru, Aswaja NU Center Jatim sudah menerbitkan buku Aswaja, juga Pergunu, dan ada pula file-file ke-Aswajaan sebagai referensi,” imbuh pria asal Banyuwangi ini.

Upaya penerbitan buku Aswaja ini jika dirunut ke belakang adalah lanjutan keberhasilan membuat Buku Kegiatan Siswa Aswaja-NU untuk tingkat dasar, ditulis oleh tim yang beranggotakan KH. Wazir Ali, Muhammad Ma’shum Zein, Sholihuddin Shofwan, Khusnul Muhib, Yusuf Suharto, M. Zainut Tamam, dan Abdul Manan Hamid. (Fajar Ardana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa, AlaNu, Tegal Attauhidiyyah Giren