Minggu, 30 Juni 2013

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Attauhidiyyah Giren

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Attauhidiyyah Giren

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Doa Attauhidiyyah Giren

Minggu, 23 Juni 2013

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Makassar, Attauhidiyyah Giren - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Berita duka datang dari Makassar. Sesepuh NU Sulawesi Selatan Prof Dr H Abd Rahman Idrus telah berpulang ke rahmatullah, Selasa (31/5). Salah seorang tim perumus Deklarasi Munarjati PMII 1972 ini wafat di Rumah Sakit Wahidin Makassar tepat pukul 12.00 Wita.

Abdur Rahman Idrus saat ini diamanahi sebagai Wakil Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kajian Islam Aswaja An-Nahdliyah Universitas Islam Makassar (UIM), dan Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Almarhum merupakan salah satu Pendiri UIM yang berembrio dari Sekolah Tinggi Islam Al-Gazali Ujung Pandang, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al-Gazali Ujung Pandang, Universitas Nahdlatul Ulama Makassar yang didirikan pada 6 Juni 1962 dan saat ini menyongsong Milad Ke-50.

Attauhidiyyah Giren

Almarhum termasuk salah satu anggota tim perumus Deklarasi Murnajati pada Musyawarah Besar PMII II di Murnajati Malang Jawa Timur Tanggal 14 Juli 1972, dimana saat itu PMII mendeklarasikan sebagai organisasi independen.

Saat ini jenazahnya telah berada di rumah duka Jalan Sunu 138 Makassar. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Batu Lappa Desa Panaikang, Kecamatan Minasa Tene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Rabu (1/6).

Prof Abd Rahman Idrus wafat pada usia kurang lebih 71 tahun. Sampai akhir hayatnya, almarhum senantiasa memikirkan NU dan UIM. Bahkan ia adalah satu sesepuh NU yang sampai akhir hayatnya masih menjadi tempat anak-anak muda NU mencurahkan kegelisahan mereka. Semoga Allah menerima amal baiknya dan mengampuni segala kekurangannya. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah Attauhidiyyah Giren

Senin, 17 Juni 2013

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari

Jakarta, Attauhidiyyah Giren?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu menolak dengan tegas pemberlakuan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Sekolah Lima Hari.?

“Kita menolak keras kebijakan Sekolah 5 Hari. Pendidikan yang sudah ada kan sudah baik. Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki,” katanya pada saat konferensi pers menolak kebijakan Sekolah Lima Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari

Menurtu Kiai Said, kebijakan Mendikbud sangat merugikan banyak pihak, terutama pengelola madrasah di desa-desa. ? Daripada melakukan hal semacam itu, menurut Kiai Said, sebaiknya meningkatkan kualitas sistem yang ada. “Yang sudah ada, ayolah ditingkatkan. Pagi sekolah di SD. Sore sekolah di madrasah agama. Di desa-desa semua begitu. Malamnya mengaji Al-Qur’an,” ungkapnya. ?

Ketika ditanya Kemendikbud dan Kemeneag akan mengadakan koordinasi untuk menjalankan kebijakan tersebut, menurut Kiai Said, NU akan tetap menolaknya. “NU tidak ada urusannya dengan itu. Jika keduanya menjalankan keputusan itu, NU akan memboikotnya,” tegasnya. ?

Upaya-upaya menolak kebijakan tersebut, lanjutnya akan terus dilakukan NU sampai maksimal tidak diberlakukan. “Terus akan kita desak Presiden. Sampai saat ini komunikasi sudah dilakukan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Aswaja Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Minggu, 16 Juni 2013

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI

Kebumen, Attauhidiyyah Giren. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Jawa Tengah, mengadakan "Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis KBK dan KKNI"? di Ruang Pascasarjana, kampus setempat, Sabtu (1/11).

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI (Sumber Gambar : Nu Online)
IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI (Sumber Gambar : Nu Online)

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang telah menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan dalam penyusunan pencapaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.

Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi menyampaikan, lokakarya tersebut merupakan peningkatan wawasan peserta soal penyusunan kurikulum dalam upaya turut mengembangkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan perumusan di setiap prodi. Ia yakin lulusan kampus IAINU mempunyai keahlian yang jelas.

Attauhidiyyah Giren

Lokakarya yang diikuti para dekan, para ketua jurusan, para sekertaris jurusan,? kaprodi, dan penjamin mutu tersebut menghadirkan pembicara utama Arif Junaidi dari Kopertais wilayah X didampingi Wakil Rektor IAINU Slamet Mujiono.

Attauhidiyyah Giren

Slamet menjelaskan, KKNI dilaksanakan melalui 8 tahapan, yaitu menetapkan profil kelulusan, merumuskan hasil pembelajaran (learning outcomes/LO), merumuskan kompetensi bahan kajian, pemetaan LO Bahan Kajian, pengemasan mata kuliah, penyusunan kerangka kurikulum, penyusuan rencana perkuliahan.

Setelah penyampaian bahan lokakarya oleh Slamet Mujiono, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok penyusunan kurikulum berbasis KBK dan KKNI per jurusan? dan per kelompok program studi. (Bahrun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Doa, Cerita Attauhidiyyah Giren