Rabu, 29 Mei 2013

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren. Pesantren kilat (sanlat) dan bimbingan belajar pascaujian nasional (BPUN) Mata Air regional Yogyakarta menggelar halal bihalal dan pertemuan alumni di di Ruang Abdullah Sigit, FIP Universitas Negeri Yogyakarta, Ahad (08/09).

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Pertemuan diawali dengan pembacaan puisi dan penampilan Alumni Sanlat yang berprestasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan motivasi bagi para alumni sanlat yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pertemuan dihadiri sedikitnya seratus alumni Sanlat BPUN. Mereka terdiri dari pelbagai kampus yang ada di Yogyakarta. Sementara sesi motivasi dalam acara itu diisi Ketua Umum PP GP Ansor yang juga salah seorang pendiri Sanlat BPUN Mata Air Nusron Wahid.

Attauhidiyyah Giren

"Yayasan Mata Air dalam bentuk format Sanlat dan BPUN dimaksudkan untuk mengatasi kemiskinan. Sedangkan kemiskinan tidak bisa diatasi sekadar pendekatan legal akses. Akses yang paling utama adalah tanah dan yang kedua adalah pendidikan," kata Nusron Wahid.

Attauhidiyyah Giren

Kepada hadirin, Nusron mengingatkan tujuan pendidikan, pengabdian di tengah masyarakat. Para alumni ke depan harus kembali dan berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing di tengah masyarakat.

Kuliah merupakan bekal pendidikan untuk terjun di tengah masyarakat, tegas Nusron.

Penguatan rohani, lanjut Nusron, tidak boleh diabaikan dengan cara menghidupkan tradisi barzanjian dan tahlilan baik semasa di kampus atau setelah kembali kelak di tengah masyarakat.

(Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Aswaja Attauhidiyyah Giren

Kamis, 23 Mei 2013

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat

Pringsewu, Attauhidiyyah Giren. Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan pentingnya menata niat dalam melakukan setiap amal ibadah. Ia menyampaikan hal itu di depan jamaah Ngaji Ahad Pagi yang rutin dilaksanakan setiap Ahad di Aula Kantor NU Pringsewu, Ahad (26/2).

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat

Kiai yang akrab disapa Gus Nawir itu, mengingatkan pula pentingnya niat bisa menentukan baik buruknya dan sah tidaknya sebuah amal ibadah.

"Sepertiga amal ibadah kita adalah niat. Oleh karenanya, baik buruk, sah tidaknya amal ibadah kita bisa ditentukan oleh niat kita," katanya saat menjelaskan tentang niat pada kajian fiqh dalam kegiatan tersebut.

Attauhidiyyah Giren

Terkait melafalkan niat, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini menyampaikan, dapat membantu hati dalam menegaskan apa yang akan dilakukan.

Attauhidiyyah Giren

"Melafalkan niat merupakan muqodimah niat. Hal ini ditujukan untuk lebih memantapkan hati. Karena niat memang ada didalam hati," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hati manusia memiliki kecenderungan berubah-ubah dan lebih sulit diajak untuk hal-hal yang berhubungan dengan ibadah.

"Harus kita akui bahwa hati memang susah untuk hal yang berkaitan dengan ibadah. Padahal untuk hal lain hati kita bisa khusuk. Inilah manfaat melafalkan niat sebagai bentuk latihan memantapkan hati dalam beribadah," terangnya.

Niat, lanjutnya, merupakan pembeda antara sebuah ibadah dengan kebiasaan. Juga yang membedakan ibadah satu dengan ibadah lainnya.

"Siapa yang tahu apa yang dikerjakan seseorang saat duduk di dalam masjid. Jika ia niat istirahat, maka sisi fisiklah yang akan didapatkannya. Namun, jika diniati dengan itikaf, maka baik fisik maupun nonfisik akan didapatkannya sekaligus," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Kajian Islam, Olahraga Attauhidiyyah Giren

Minggu, 05 Mei 2013

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan

Pariaman, Attauhidiyyah Giren. Warga Pariaman melantunkan zikir bersama dalam mengawali tahun baru Hijriyah. H Darmis Darwis memimpin zikir warga Pariaman di Pantai Gandoriah, Sabtu (25/10). Sebelum berzikir, sebelumnya warga menggelar pawai yang bertolak di Balaikota Pariaman dan berakhir di Pantai Gandoriah.

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutan mengajak warga Pariaman untuk mengintrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Dengan tahun baru Hijriyah ini semoga umat Islam tetap kuat membentengi diri dari pengaruh buruk suatu lingkungan.”

Sementara di Lampung Selatan, peringatan 1 Muharram dimeriahkan dengan sholawatan bersama, pawai, dan lomba qasidah Muslimat dan Fayatat NU sekabupaten Lampung Selatan.

Attauhidiyyah Giren

Pawai Muharram mengambil rute dari Lapangan Raden Intan dan berakhir di Kantor PCNU Lampung Selatan. Sedikitnya 1000 orang yang berasal dari kalangan santri, pelajar, pengurus MWCNU, dan warga mengikuti arak-arakan pawai yang mengelilingi kota Kalianda.

Attauhidiyyah Giren

Sementara festival qasidah yang diikuti puluhan grup dari pengurus Fatayat dan Muslimat NU berlangsung di halaman Gedung PCNU Lampung Selatan. Terdengar sorak sorai penonton saat grup peserta lomba keliru di atas panggung atau mempunyai penampilan unik. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Nasional Attauhidiyyah Giren