Jumat, 13 November 2015

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, Attauhidiyyah Giren. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

Attauhidiyyah Giren

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tegal Attauhidiyyah Giren

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Hafshawaty Zainul Hasan (Zaha) Genggong Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mewisuda 304 mahasiswanya di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Rabu (6/13).

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Stikes Hafshawaty Zaha Genggong Mewisuda 304 Mahasiswa

Prosesi wisuda tersebut dilaksanakan dalam Rapat Terbuka Senat Stikes Hafshawaty Zaha Genggong dalam rangka wisuda S1 Keperawatan, Diploma III Keperawatan, Diploma III Kebidanan dan Diploma IV Bidan Pendidik yang dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Stikes Hafshawaty Zaha Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

 

Wisuda kali ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo yang juga Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Alfi Sahri Lubis, Ketua PPNI Kabupaten Probolinggo H. Mujoko dan Ketua IBI Kabupaten Probolinggo Hj. Mari’ah.

 

Attauhidiyyah Giren

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang hari itu secara resmi telah dinyatakan lulus dan berhasil menyelesaikan pendidikannya di Stikes Hafshawaty Zaha Genggong. “Semoga ilmunya manfaat dan segera bisa mengabdikan diri untuk mengimplementasikan ilmunya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

 

Menurut Tantri, wisuda yang digelar Stikes Hafshawaty Zaha Genggong untuk akademi keperawatan (akper) dan akademi kebidanan (akbid) ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Daerah dalam membangun Kabupaten Probolinggo lima tahun ke depan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

 

“Keberadaan Stikes Hafshawaty Zaha Genggong memberikan kontribusi dan membantu Pemerintah Daerah dalam sektor pendidikan dan kesehatan untuk ikut menciptakan generasi muda yang ahli dalam bidang kesehatan,” jelasnya.

 

Dikatakan Tantri, saat ini masyarakat Kabupaten Probolinggo kesadaran tentang pendidikan dan kesehatan terus meningkat. “Tetapi disisi lain, kita tidak boleh berpuas diri dengan keberhasilan yang kita capai. Terima kasih kepada orang tua yang telah berhasil dan sukses mengantarkan putra dan putri dalam meraih ilmu sesuai dengan keahliannya,” terangnya.

 

Sementara Ketua Yayasan Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan keberhasilan ini harus selalu mengingatkan kita agar senantiasa berdzikir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

 

“Syukur itu hakekatnya mudah, tetapi kadang-kadang kita tidak melakukannya. Hal ini dilakukan supaya ilmunya bermanfaat. Sebab keberhasilan ini tidak lepas dari ijin dan pertolongan dari Allah SWT,” ungkapnya.

 

Menurut Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, setelah bersyukur kepada Allah SWT, maka kita harus bersyukur kepada orang tua. “Ucapkan terima kasih dan jaga akhlak kepada orang tua. Karena keridho’annya, ilmu yang kita dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Zaha Genggong ini meminta agar wisudawan dan wisudawati terus meningkatkan tali silaturahim. ”Saya mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tetap dan terus berhubungan dengan lembaga Stikes Hafshawati Zaha Genggong. Semoga ilmu yang dimiliki bisa memberikan barokah dan manfaat baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain,” harapnya.

 

Berdasarkan pantauan Attauhidiyyah Giren, sejak pagi suasana Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan itu sudah ramai dengan kehadiran ratusan mahasiswa yang akan diwisuda beserta orang tua dan pengantar mereka. Sekitar pukul 08.00 WIB, rangkaian acara prosesi wisudapun dimulai. Bagi pengantar yang tidak dapat masuk ke ruangan GIC Kraksaan, panitia menyediakan layar LCD yang di tempatkan di beberapa sudut luar GIC Kraksaan.

 

Lulusan terbaik dari Prodi S-1 Keperawatan diraih oleh Hendra Kustiantoro dengan IPK 3,64 dan lulusan terbaik Prodi D-III Keperawatan diraih oleh Renni Indrawati dengan IPK 3,57. Untuk lulusan terbaik Prodi D-III Kebidanan diraih oleh Robiatul Adawiyah I dengan IPK 3,81dan lulusan terbaik Prodi D-IV Kebidanan diraih oleh Rieke Novitri dengan IPK 3,80. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, Olahraga Attauhidiyyah Giren

Selasa, 10 November 2015

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

Attauhidiyyah Giren

Pengobatan Gratis

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Attauhidiyyah Giren

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, News Attauhidiyyah Giren

LTMNU Luncurkan "Gismas" dan "Masnu Payment"

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jumat (26/7) petang, meresmikan program Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang baru bernama “Gismas” dan “Masnu Payment” di gedung PBNU lantai 8, Jakarta.

Gismas adalah singkatan dari Gerakan Infaq Shadaqah Memakmurkan Masjid. Program ini bergerak di bidang penyadaran berderma dan pengumpulan donasi dari jamaah. Sementara Masnu (Masjid NU) Payment membuka pelayanan untuk pembayaran secara online untuk berbagai kebutuhan, seperti listrik, telepon rumah, internet, TV berbayar, tiket kreta api, pulsa, dan lain-lain.

LTMNU Luncurkan Gismas dan Masnu Payment (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Luncurkan Gismas dan Masnu Payment (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Luncurkan "Gismas" dan "Masnu Payment"

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, program ini adalah bentuk komitmen LTMNU menindaklanjuti rapat pimpinan nasional yang digelar di 17 wilayah dan rapat pimpinan daerah di 52 kabupaten/kota. “Jadi biar ada wujud konkretnya, tidak sekadar datang ke daerah-daerah,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’sum.

Menurut Wakil Ketua PP LTMNU Mansur Syaerozi, melalui gerakan ini pihaknya menargetkan mampu memberdayakan sekaligus menyejahterakan puluhan ribu guru ngaji, serta ribuan dai dan khatib untuk memakmurkan masjid di setiap kelurahan Indonesia.

Attauhidiyyah Giren

“Termasuk merehab 100.000 masjid dan mushala di daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia, dan menyediakan 1000 ambulan dan 6994 pemakaman muslim,” imbuhnya.

Selama ini, sambungnya, masjid-masjid di Indonesia mayoritas mengandalkan dana dari pemerintah. Padahal, pemerintah sendiri mendapatkan kekayaan justru dari rakyat.

“Dan hanya sedikit masjid yang di bangun pemerintah. Mayoritas dibangun masyarakat. Sehingga usaha memakmurkan masjid juga harus dikembalikan kepada masyarakat,” katanya.

Gismas dan Masnu Payment akan dikordinir para penggerak masjid di masing-masing daerah yang disebut “muharrik”. Dalam acara peluncuran perdana ini, LTMNU mengundang sekitar 81 muharrik dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, IMNU Attauhidiyyah Giren

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanjung Brebes dilantik. Kepengurusan untuk periode 2014-2019 itu mengangkat janji d ihadapan Nahdliyin (warga NU) se- Kecamatan Tanjung. Mereka merupakan hasil konferensi MWCNU pada Akhir Juli 2013 lalu.

“Kepengurusan kami memang terlambat dilantik akibat banyaknya agenda politik dari pilkades, pileg, hingga pilpres, tapi program sebagai amanat konferensi telah berjalan dengan lancar,” tutur Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Kiai Sodikin HS usai dilantik di halaman Majelis Taklim Assidiqiyah Desa Sengon, Tanjung Brebesm, Kamis (26/6/14) malam.

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, MWCNU Tanjung Janji Giatkan Lailatul Ijtima’

Kiai Sodikin dalam programnya akan menggiatkan terus lailatul ijtima. Pasalnya, di dalam lailatul ijtima bisa menjadi benteng perkuatan paham Ahlussunah wal Jamaah. “Sesuatu yang baik, harus terus dipertahankan dengan menggelar berbagai tradisi seperti dalam NU itu ada lailatul ijtima,” katanya.

Attauhidiyyah Giren

Dia juga menceritakan, betapa begitu mudahnya budaya memakai iket (tutup kepala dengan kain batik) bagi orang tua Brebes dan sekitarnya hilang karena tidak ada anjuran atau fatwa yang mewajibkan orang tua untuk memakai iket.

Attauhidiyyah Giren

“Begitupun dengan tradisi NU, kalau tidak ada keputusan dari para ulama untuk hukum-hukum tertentu maka akan hilang, seperti tahlil, manaqib, barzanji, istighosah dan lain-lain tradisi NU,” terangnya.

Menurut Sodikin, keberadaan pengurus di desa-desa untuk menggiatkan tradisi lailatul ijtima akan lebih memperkokoh keberadaan NU dari ancaman paham lainnya.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Brebes Drs KH Sodikin Rachman dengan cara membaiat para pengurus. Mereka yang dilantik antara lain Rais Suriyah KH Mudris Toyib SPdI, Katib Wahidin, Tanfidziyah K Sodikin HS, Sekretaris Solikhin SPdI dan Bendahara Mafroni. Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 18 Pengurus Ranting (PR) Se Kecamatan Tanjung.

KH Sodikin Rachman dalam kata pelantikannya menghimbau agar bersabar dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, menjadi pengurus NU tidak mendapatkan gaji apapun hanya berharap mendapatkan berkah dari Allah SWT. “Jangan berharap untuk mendapatkan gaji karena memang tidak digaji, tetapi keberkahan pastilah akan datang tanpa disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menjadikan organisasi yang sehat perlu dipatuhi tiga tanda-tanda. Pertama, siklus kepemimpinan harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi. Bila masa khidmah pengurus lima tahun sekali harus konferensi tentunya harus dipatuhi. Meskipun pada masanya pengurus tersebut dipilih kembali.

Kedua, ada pembagian tugas yang jelas. Jangan sampai suatu organisasi hanya dipegang oleh ketuanya saja dari urusan penulisan, pegang uang sampai mencari dan membelanjakan uang untuk organisasi. “Masing pengurus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya sendiri-sendiri walaupun harus diwujudkan bersama-sama,” paparnya.

Organisasi yang sehat, lanjut Sodikin, harus ada Time Schedule atau program kerja dan rentang waktu pelaksanaan yang rapi. Jangan sampai menjalankan program kagetan, contohnya lagi musim pilpres terus rame-rame bikin istighosah mendukung pilihan tertentu.

“Itu keliru, program yang benar ya yang dihasilkan saat konferensi dan direalisasikan pada waktu yang tepat,” tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 01 November 2015

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Brebes, Attauhidiyyah Giren. Penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam, akan terlihat keberhasilannya manakala mampu meresap dan tertanam pemahaman agama sejak dini. Sehingga pada saat dewasa, memiliki kemampuan beribadah dengan benar dan tidak menyimpang dari syariat.

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Brebes Diuji Pelajaran Islam dengan Lomba

Untuk menguji kemampuan siswa dalam penerapan kurikulum, para siswa se-Kabupaten Brebes diuji kemampuan pendalaman agamanya lewat lomba mata pelajaran pendidikan agama Islam dan seni Islami (Mapsi). 

“Dengan intensitas lomba, maka akan terlihat sampai sejauh mana penyerapan dan penerapan siswa dalam menjalankan agamanya. Karena ada penanaman jiwa sportifitas dan pendalaman keimanan,” ujar Ketua Panitia lomba Mapsi ke-16 tingkat Kabupaten Brebes Amin Tolib MAg di Lapangan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes, Jawa tengah, Rabu (16/10).

Attauhidiyyah Giren

Diupayakan, lanjut Amin Tolib, lewat lomba Mapsi siswa mampu meningkatkan ibadah shalat, menggairahkan belajar Al-Quran dan berlatih dakwah. Dan yang lebih utama, tercipta akhlakul karimah, budi pekerti luhur dan ukhuwah islamiyah. “Kalau sudah berakhlakul karimah, siswa siswi akan memiliki pondasi yang kuat sehingga tidak terpengaruh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Amin Tolib.

Attauhidiyyah Giren

MAPSI dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan memukul kenthongan dan penyematan tanda peserta. Dalam sambutannya dia berharap ajang ini bisa dijadikan barometer keberhasilan penyerapan ilmu agama pada peserta didik. 

Lebih dari itu, kata Idza, lomba MAPSI agar dilakukan secara serius meskipun sudah menjadi agenda kegiatan tahunan. Sehingga pada akhirnya mampu membawa misi Kabupaten Brebes menjadi yang terbaik ditingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba diikuti 442 siswa SD/MI dari 17 Kecamatan se-Kab Brebes. Masing-masing kecamatan mengirimkan 26 siswa. Mereka mengikuti 9 mata lomba yakni Pengetahuan Agama dan BTQ, Ketrampilan Adzan, LCC PAI dan Umum, Seni Khot dan Kaligrafi, Cipta Khitobah dan Seni Berkhitobah, Cipta Cerita Islami dan Bercerita Islami, Seni Tilawah Al Quran, Seni Macapat Islami dan Seni Musik Rebana.  

Para pemenang lomba, akan menjadi duta Kab Brebes untuk tingkat Provinsi Jateng dalam lomba yang sama pada 21 November 2013 di Kabupaten Banjarnegara. (Wasdiun/Abdullah Alawi)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul Ulama, Aswaja Attauhidiyyah Giren