Sabtu, 30 September 2017

Menang Adu penalti Antarkan Darul Hikmah ke Grand Final

Bandung, Attauhidiyyah Giren 

Darul Hikmah menjejakkan kaki di babak Grand Liga Santri Nusantara (2017), setelah menundukkan tim debutan Arraisiyah lewat adu penalti yang berakhir 3-4 untuk keunggulan Darul Hikmah. Laga ini digelar di Stadion Siliwangi, Bandung, siang hari ini (28/10).

Menang Adu penalti Antarkan Darul Hikmah ke Grand Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Menang Adu penalti Antarkan Darul Hikmah ke Grand Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Menang Adu penalti Antarkan Darul Hikmah ke Grand Final

Tim yang turun merumput dengan seragam biru tersebut kembali mesti menjalani babak tambahan, setelah di dua babak gugur sebelumnya juga dua kali mesti bertanding sampai babak tambahan. 

Sementara tim putih Walisongo kembali memakai formasi 4-3-3, setelah mesti mengubah formasi saat melawan tim kuat Walisongo di babak sebelumnya. Para pemain tampil lebih agresif dan mendominasi penguasaan bola. Sementara Darul Huda lebih banyak bertahan menghadapi tekanan lawannya sambil sesekali melancarkan serangan balik. 

Attauhidiyyah Giren

Meski mendominasi laga, Arraisiyah kesulitan menghasilkan peluang berkualitas di sekitar kotak penalti Lawan. Terutama karena faktor minimnya variasi serangan. Kerapkali di wilayah sepertiga akhir operan-operan mereka terlalu terburu-buru mengarah ke arah gawang. 

Penempatan playmaker 21 di daerah gelandang tengah juga problematis. Di satu sisi dengan main lebih dalam, ia membuat distribusi bola di lini tengah lebih dinamis. Tapi dengan begitu ia kurang banyak terlibat di depan kotak penalti untuk mengalirkan bola kepada penyerang. 

Peluang terbaik Arraisiyah di babak pertama terjadi pada paruh akhir babak pertama ketika tendangan gelandang Achmad Misbah di depan kotak penalti lawan diblok oleh pemain belakang Darul Hikmah. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai. 

Attauhidiyyah Giren

Babak kedua dimulai dengan kondisi yang cukup berbeda. Darul Hikmah mengawali dengan daya juang tinggi dan mampu mengambil alih dominasi bola. Variasi serangan dari kedua sisi sayap berjalan cukup baik. 

Sebuah tendangan bebas M. Vidiansyah sempat mengancam gawang Arraisiyah, tapi bola tepat ditepis M. Ryansani. 

Arraisiyah ganti memberi perlawan dengan memproduksi peluang emas beberapa menit kemudian. Bahit menerima operan dari Al-Ikwan yang sebelumnya mengiris daerah kanan lawan. Berhasil memancing bek lawan, Bahit memberi umpan wall pas kepada Rifqi Adira yang berdiri bebas di kotak penalti. Tapi sundulan pemain bernomor 14 ini terlalu pelan untuk mengancam gawang lawan. 

Darul Hikmah tak mau kalah. Peluang kembali didapatkan oleh Tri S. dan Vidiansyah. Tapi tendangan keduanya kembali digagalkan M. Ryansani yang bermain baik mengawal gawangnya di laga ini.

Pemain Arraisiyah Al-Ikhwan sempat mengancam gawang Darul Hikmah ketika menerima sundulan Adira di dalam kotak penalti. Tapi tendangan first time-nya melambung di atas mistar gawang. 

Jelang babak kedua berakhir, kerugian diderita Arraisiyah pada menit 70, ketika wasit memperlihatkan kartu kuning kedua kepada Al-Ikhwan yang dianggap melakukan diving. 

Di dua babak tambahan, meski kalah jumlah pemain Arraisiyah tetap berusaha tampil menyerang, meskipun bola lebih banyak dikuasai lawan. Hingga waktu berakhir kedua tim tetap gagal membobol gawang lawan, hasil laga pun mesti ditentukan lewat adu penalti. 

Dalam adu penalti, Arraisiyah mesti mengakui kehebatan Darul Hikmah, setelah tendangan dua pemainnya diblok kiper Agus Nugraha. Sementara dari Darul Huda, penalti satu pemainnya digagalkan M. Ryansani.

Dengan hasil ini, Darul Hikmah akan menghadapi Darul Huda dalam laga Final LSN 2017, hari Minggu (29/10) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. (Ahmad Makki/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Sekitar 13 jam kita menahan lapar dan dahaga, rasanya buka puasa menjadi momen yang tepat untuk menikmati kuliner yang memanjakan perut dan lidah.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan saat ia berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu tuhannya." (HR. Tirmidzi)

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencicipi Lezatnya Ragam Kuliner Ramadhan di Yaman

Selama dua kali menjalani Ramadhan di kota Mukalla Yaman dan dua kali Ramadhan di Tarim, Yaman, banyak kuliner nikmat yang saya temui. Kuliner yang nikmat tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kuliner itu beragam mulai dari minuman, kue, manisan dan beragam jenis masakan.

Biasanya saat adzan berkumandang saya disuguhi beragam jenis es jus untuk menghilangkan dahaga seperti riep, musyakkal, makhluth, zabadi, syammam, dll. Di beberapa masjid, pengelola masjid menyediakan takjil untuk sekadar berbuka, tidak sedikit juga orang yang membawa sendiri takjil dari rumah mereka.

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Ada satu minuman khusus yang hanya ada saat Ramadhan bernama ? "subiyah" yang ramai diburu pembeli. Kalau saya pribadi sangat suka dengan minunan ? ? "halib bilmouz", minuman susu murni dicampur dengan potongan pisang segar yang maknyus. Untuk mendapatkan minuman tersebut anda hanya cukup membawa uang 100 hingga 150 Real Yaman (RY).

Nah, untuk berbuka puasa cocoknya dimulai dengan yang manis-manis. Ada beberapa jenis kue yang pernah saya coba dan rasanya manis, lezat, dan cocok dicoba sebagai hidangan pembuka, di antaranya ? "bagalawah", ? "kanafah", ? "basbusah", ? "bagulaimat", ? "breik" (ada yang rasa coklat, ada juga yang rasa vanilla), ? "baasyamillah", ? ? ? “roll sinabul bil jauz”, ? ? “mamul bittamer", ? ? ? “saroih tausat bil jubni", ? ? "hala biscuit", ? "kaak",dan? ? "halawah".

"Basbusah" misalnya, adalah sebuah kue manis Timur Tengah tradisional dan Mesir. Kue tersebut dibuat dari semolina atau farina yang dicampur sirup sederhana. Kelapa adalah tambahan populer. Sirup juga diganti dengan air bunga jeruk atau air mawar. Kalau "maumul bittamer" , merupakan kue yang isinya merupakan kurma, rasanya manis dan sedap. Harga camilan manis tersebut relatif bersahabat, cukup 20 RY per biji. Biasanya saya dan kawan-kawan membawa uang 150 RY sudah cukup puas untuk sekadar memanjakan lidah.

Biasanya sebagian orang lebih suka berbuka dengan gorengan seperti? ? "sambossa", ? "batotis", ? "bakhomriy", dan aneka gorengan lainnya.

Tradisi di Yaman setelah sejenak menikmati kuliner penunda lapar dan dahaga, lalu semua orang pergi ke masjid untuk shalat maghrib berjamaah bagi kaum laki laki, sementara para ibu dan anak perempuan shalat di rumah untuk kemudian mempersiapkan masakan buka puasa. Adapun untuk makanan berat seperti nasi dan roti biasanya disantap setelah melaksanakan shalat tarawih. ?

Nama-nama kue di atas kebanyakan di mulai dengan kata "ba". Itu menunjukkan biasanya yang membuat pertama kali adalah orang Hadramaut. Sebab orang Hadramautlah yang suka memberikan julukan sesuatu diawali dengan "ba". Misalnya nama marga Basyaiban, Baswedan, Bachin, Bamachromah dan lain sebagainya.

Kuliner-kuliner tersebut sangat mudah ditemukan, baik di pinggir jalan maupun di pasar, khususnya saat Ramadhan.

Kita bisa memilik hidangan makanan berat antara nasi atau roti sesuai selera kita. Roti yang kerap kali diminati penduduk local beragam ada: ? "tamiz", ? "syabati", ? "lubnani", dan ? "broutuh". Dan untuk nasi bisa kita coba nasi putih biasa, atau nasi ? "bukhori", ? "rubyani", dan ? "kebuli".

Orang yaman memiliki kelebihan soal masak memasak daging. Mereka memiliki resep dan cara khusus membuat daging menjadi tidak amis dan lembut. Ada yang dimasak dengan membakar arang dalam kubangan kemudian daging dimasukkan tong, dan dikuburkan dalam arang hingga matang. Ada pula yang dimasak dengan api sedang namun memakan waktu sangat lama.

Di berbagai kedai dan rumah makan bisa kita temui masakan masakan enak khas orang Yaman.

Beberapa jenis masakan yang terbukti maknyus yang perlu Anda coba nikmatnya antara lain ? "mandiy", ? "matbiy", ? "madfun", ? "muhammas", ? "gilabah", ? "kabsyah".

Harga nasi plus daging beraneka ragam. Masakan di atas harganya lumayan mahal, sekitar 1000 hingga 5000 RY per porsi. Meski mahal, tapi bisa terbayar dengan kelezatan yang bisa kita rasakan.

Selamat Mencoba dan selamat menunaikan ibadah puasa.

Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafiie Mukalla Yaman



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 28 September 2017

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek

Jepara, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara mengadakan Festival Tongtek pada Sabtu 11 juli 2015. Festival tersebut terselenggara berkat kerja sama antara dua organisasi, yaitu PAC IPNU-IPPNU dan Forum Komunikasi Karang Taruna Satria Muda Kecamatan Mlonggo.

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek (Sumber Gambar : Nu Online)
Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek (Sumber Gambar : Nu Online)

Lestarikan Budaya, IPNU-IPPNU Mlonggo Gelar Festival Tongtek

"Festival tersebut diikuti oleh sebanyak 48 peserta dan 4 ? bintang tamu yang turut serta memeriahkan festival tersebut," tutur Siti Mahmudah Ketua PAC IPPNU Mlonggo. Festival Tongtek merupakan progam kerja IPNU-IPPNU Mlonggo yang sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadhan bekerja sama dengan Forum Komunikasi Karang Taruna Satria Muda.?

Tujuan dari diselenggarakannya acara tersebut demi melestarikan budaya tongtek ini serta menjadikan ajang ini untuk mempererat tali silaturrahim antar Ranting, Karang Taruna, dan pemuda di kecamatan Mlonggo, ? kata Rendi, ketua IPNU Mlonggo sekaligus ketua panitia.

Attauhidiyyah Giren

"Budaya tongtek yang mempunyai tujuan untuk membangunkan orang sahur di bulan Ramadhan merupakan budaya yang harus dilestarikan bersama, terlebih untuk generasi muda saat ini karena kalau tidak dilestarikan oleh kita nanti bisa-bisa budaya kita hilang, dan terlebih lagi dalam tongtek ada unsur seni musik tradisional yang kreatif serta menjadikan antar pemuda-pemudi juga masyarakat untuk saling guyub rukun," kata Samiaji, camat Mlonggo.

Attauhidiyyah Giren

Adapun pemenang dalam festival tongtek juara 1 Irmafal dari Desa Suwawal Mlonggo Jepara, juara 2 Irmam dari desa Mambak Pakis Aji Jepara, juara 3 Karisma Jambu Timur Mlonggo Jepara, adapun yang juara harapan 1 Punokawan mambak Pakis Aji Jepara, harapan 2 Ikrar 14 Kecapi Tahunan Jepara, harapan 3 Gaperto Jambu Mlonggo Jepara.

Juara 1 Irmafal dari desa Suwawal Mlonggo Jepara sekaligus mendapatkan Piala Bergilir dari Camat Kecamatan Mlonggo yang diserahkan langsung oleh Samiaji selaku Camat.

Lebih semaraknya lagi, dalam rangka festival tongtek juga dibagikan beberapa door prize kepada peserta dan masyarakat kecamatan Mlonggo. (Miqdad Syaroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Selasa, 26 September 2017

Ketua Lesbumi NU Kota Tegal Dinobatkan sebagai Maestro Warisan Budaya

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia Kota Tegal Drs Atmo Tan Sidik (ATS) dinobatkan sebagai Maestro Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Mendiknas) RI Prof Dr Ir H Muhammad Nur DEA.

Ketua Lesbumi NU Kota Tegal Dinobatkan sebagai Maestro Warisan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lesbumi NU Kota Tegal Dinobatkan sebagai Maestro Warisan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lesbumi NU Kota Tegal Dinobatkan sebagai Maestro Warisan Budaya

Penobatan ditandai dengan penyematan Pin Emas oleh Mendiknas di Gedung Pusat Perfilman Nasional Jl Rasuna Said Kav C 22 Jakarta Selatan pada Jumat malam, 3 Oktober 2014.

Tampak senyumnya tersungging ketika seluruh hadirin bertepuk tangan dengan gemuruh di gedung Film yang berkapasitas 1000 orang itu. Dengan langkah pasti dia naik kepanggung dan berdiri berjejer dengan 49 orang lainnya se-Indonesia yang mendapat penghargaan dengan berbagai kategori. “Ini karunia Allah SWT dan bantuan tangan-tangan teman,” tutur Atmo yang didampingi istri tercintanya Rini Anggraeni usai menerima penghargaan.

Attauhidiyyah Giren

Selain pin emas, piagam penghargaan, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes ini juga diganjar dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 50 juta.

Adalah Fakta, bukan ATS kalau tidak kental dengan spiritualisme, seperti namanya yang menggambarkan kerukunan perpaduan antara Jawa Cina dan Arab. Terlihat dalam sikap, tindakan dan perbuatannya.

Attauhidiyyah Giren

Contoh kecil ketika melerai pertikaian keluarga, dengan spiritualismenya Atmo menggunakan keampuhan sebuah kalimat poro sedulur tega patine ora tega larane, tega larane ora tega patine. Ternyata pertikaian itu mampu diselesaikan, ATS yakin dulunya kalimat itu diproses dengan spiritual sehingga kalimat tersebut bergizi.

Dalam skenario kehidupannya, dia menjadi Kepala Desa di kampungnya pada 1989, padahal cita-citanya ingin menjadi dosen atau penulis. Perjalanan hidupnya berubah setelah ayahnya meninggal pada 1987. Sebagai keluarga petani dan petambak mengalami dilematis, antara memenuhi panggilan kerja oleh lektor Hadi Kusumo dimana dulu kuliah atau hidup di desa. “Saya memutuskan menjadi lurah, untuk mengubah imej kalau seorang sarjana sah-sah saja menjadi lurah sekaligus sebagai wujud bakti kepada orang tua,” tuturnya.

Sebagai budayawan Pantura, seorang pelestari dan pengembang warisan budaya melalui kekuatan lokal bahasa Brebesan-Tegalan. Dia menyakini kekuatan bahasa lokal sudah termuat dalam Kitab Suci Al Quran Surat Ibrahim 24 “bahwa tidaklah kamu perhatikan bagaimana Tuhan menciptakan perumpamaan kalimat indah itu, ibarat pohon yang akarnya mengguncang”. Secara umum, berarti berbasis bahasa lokal akan rindang daunnya atas seizin Tuhan dan itu dimanfaatkan.

Atmo aktif menulis diberbagai media masa untuk menunjukan eksistensi dirinya terutama dengan menggunakan bahasa Brebes dan Tegal. Termasuk menulis buku dengan bahasa Brebesan Dikendangi Wong Edan Aja Njoget mendapat apresiasi dari Mendagri, Gubernur Jateng, majalah gatra dan lain-lain. Buku tersebut bertutur agar didalam proses pemerintahan tumbuh budaya cek and ricek.

Atmo menginginkan agar generasi muda sekarang yang tidak paham bahasa local, belajarlah menyukai. Maka dia ingin segera ada kamus bahasa-bahasa lokal, himpunan-himpunan wangsalan dan kalimat-kalimat yang mengandung kearifan lokal. Atmo pun menguatkan kebijakan UNESCO yang menetapkan tanggal 21 Februari sebagai hari Bahasa Ibu Internasional. “Sebagai implementasi ke daerah, agar dibolehkan pada hari-hari tertentu pidatonya dengan menggunakan bahasa daerah,” tegasnya.

Rasa syukur Atmo atas diterimanya penghargaan dari Kemendiknas lagi-lagi menyatakan terima kasih juga kepada Komunitas Brebes Tegal. Sehabis mendapatkan penghargaan dirinya akan menggelar tumpengan di Balai Desa di mana dia dilahirkan, tempat dia mendapatkan ide-ide menulis untuk kembali ke akar sebagai Atmo Tan Sidik.

Atmo kini sejajar dengan Bondan Nusantara (seni ketoprak), Dimas Pramuka Atmaji (Tari Tradisional Jawa Timur), Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong (Sastra dan Komunitas), Merdeka Gedoan (Drama, Tari dan Musik), Murti Bunanta (Sastra Anak), Sorimangaraja Sitanggang (Seni Budaya Batak), Sutanto Mendut (Budaya Komunitas Gunung), Tengku Nasaruddin Said Efendi (Seni Budaya Melayu) dan Tuti Soenardi (Kuliner Tradisional Nusantara) yang kesemuanya mendapatkan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi 2014.  

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku sangat gembira dengan penghargaan yang diterima Atmo. Kemampuan Atmo diharapkan bisa menginspirasi teman-teman sekerja lainnya untuk berbuat yang terbaik untuk daerahnya.

Bupati yakin bahwa apa pun yang kita perbuat, tentu akan mendapatkan penilaian. Penilaian dari pihak-pihak yang kompeten dan juga dari Allah SWT. “Maka bersikap dan bersifat yang baik, pasti akan ada buahnya,” tuturnya Bupati sembari mengucapkan selamat lan matur nuwun. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Tegal Attauhidiyyah Giren

Minggu, 24 September 2017

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Pringsewu,Attauhidiyyah Giren. Banyaknya kegiatan pengajian atau talim di kalangan masyarakat Nahdliyin, khususnya di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lapung, tentu membutuhkan kiai, ustadz, pendakwah atau penceramah yang kompeten dan berkualitas secara keilmuannya guna mengisi kegiatan-kegiatan tersebut.

Namun, jadwal yang begitu padat dengan waktu yang bersamaan seperti di bulan-bulan yang kental dengan banyaknya peringatan hari besar islam menyebabkan masyarakat kesulitan mencari pendakwah.

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Berangkat dari hal tersebut, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Ambarawa di bawah kepemimpinan Ustadz Jumangin mulai mensosialisasikan kepada warga Nahdliyin di Kecamatan Ambarawa untuk bisa menghubungi MWCNU jika membutuhkan ustadz untuk mengisi kegiatan pengajian atau talim.

Attauhidiyyah Giren

"Kami dari MWCNU sudah mendata para ustadz, ustadzah yang siap diterjunkan untuk menjadi pengisi kegiatan pengajian atau talim. Jika membutuhkannya cukup SMS saja maka insya Allah para ustadz, ustadzah, kami siap datang ke lokasi," terang Ustadz Jumangin dalam sambutan di acara Safari Ramadhan MWCNU Ambarawa ke Ranting-Ranting NU yang dimulai di Mushola Darus Saadah Ambarawa Barat, Senin (13/6).

Menurut dia, untuk mengundang ustadz, ustadzah tersebut, tak perlu sowan atau datang ke rumahnya. “Kami rasa ini lebih mudah dan cepat. Ibu-Ibu Muslimat yang rutin mengadakan pengajian atau Bapak-Bapak yang rutin Yasinan juga bisa menghubungi kami kalau butuh pendakwah," lanjutnya. ?

Attauhidiyyah Giren

Berdasarkan informasi yang didapat dari Sekretaris MWCNU Ambarawa, Rahmat Yuniandi, bahwa kegiatan safari ini akan berlanjut ke Mushola Safiinatul Jannah Ambarawa Induk. Namun untuk kepastian waktunya masih menunggu kesiapan Ranting NU tersebut. (Henudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Budaya, Santri Attauhidiyyah Giren

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Bandung, Attauhidiyyah Giren. Saat ini mahasiswa perlu konsentrasi memikirkan kelemahan mendasar dari umat Islam yang kurang memiliki pemahaman tentang hakikat hidup berbangsa dan bernegara melalui pandangan kewargaan.

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Pemikiran Kritis yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Islam

Demikian dikatakan Dr. Asep Salahudin, peneliti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakspesdam) Jawa Barat di hadapan puluhan mahasiswa Jurusan Syariah Universitas Islam Negeri Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dalam diskusi "Apa itu Civic-Islam" di kampus setempat, Jumat (27/2) lalu.

Dalam pandangan studi kewargaan ala civic-Islam, umat Islam selalu gagal dalam urusan kenegaraan karena lebih mengedepankan simbol-simbol keagamaan dan lupa akan substansi perjuangan hakiki Islam, yakni memperjuangkan umat, terutama kelompok masyarakat lapisan bawah.

Attauhidiyyah Giren

"Ketika sudah berbicara ‘Indonesia’ maka segenap ihwal pra politik etnik, agama, dan seterusnya harus ditanggalkan dan lebih berpikir pada substansi perjuangan. Menanggalkan identitas, misalnya identitas Islam itu bukan berarti meninggalkan Islam, tetapi supaya lebih berfokus pada upaya perwujudan Islam yang sejati dalam arena politik yang dijalankan," jelasnya.

Dengan memandang realitas gagalnya Islam-Politik dan kemandulan demokrasi saat ini, Salahudin berharap mahasiswa-mahasiswa bersikap kritis terhadap realitas politik Indonesia saat ini. Menurutnya, kebangsaan Indonesia, meliputi tanah air, bangsa dan bahasa, bukan bertaut dengan sentimentalisme agama, etnik dan sentimen sempit lainnya.

Attauhidiyyah Giren

"Tanpa harus melakukan formalisasi agama, puritanisasi etnisitas, justru kita akan masuk dalam jantung penghayatan keagamaan yang subtil. Sejarah sumpah pemuda misalnya, memakai agama sebagai ‘daya keyakinan’, bukan sebagai identitas untuk melakukan perlawanan terhadap kaum penindas/kolonial,” tuturnya.

Surat Al-Maun, lanjutnya, di tangan KH Ahmad Dahlan menjadi teks yang menyadarkan pentingnya trasformasi ekonomi, tradisi di tangah KH Hasyim Asyari benar-benar bisa dipadupadankan dengan kekuatan kultur lokal dan pada saat yang sama tidak menghilangkan sikap kritis kepada Hindia-Belanda.

Berpihak pada semangat kebangsaan tersebut, Salahudin menilai, saat ini mahasiswa muslim yang berada di pergerakan seperti HMI, PMII, KAMMI, KMNU dan lain sebagainya perlu memiliki paradigma yang konkret dan realistis terkait realitas Indonesia saat ini dengan beberapa hal penting.

"Pertama, mahasiswa harus punya hubungan sinergis dengan warga sebagai basis perjuangan. Kedua, menumbuhkan spirit? intelektualisme dan keberagamaan dengan kesadaran permasalahan territorial tetapi berpijak pada keindonesiaan dan keislaman yang universal,” paparnya.

Sementara ketiga, tambahnya, melihat multikulturalisme kewargaan sebagai realitas harian yang harus disikapi secara lapang, kritis terhadap problem-problem kehidupan dari arus liberalisme, neo-liberalisme, konservatisme, dan radikalisme agama untuk dicarikan jawabannya; dan keempat, kritis menyikapi politik khilafah, Wahabisme dan yang sehaluan dengan itu karena memang tidak mencerminkan sikap politik Islam sejati dan a-historis, bahkan sekadar menampakkan kebuntuan akal sehat.

“Dan kelima, mahasiswa juga harus kritis pada soal ruang publik agar warga Indonesia tetap memiliki semangat hidup yang sehat dengan agena partisipasi dan deliberasi," jelasnya. (Yusuf Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Amalan Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 23 September 2017

Pengguna Narkoba Anak Hingga 14 Ribu, KPAI dan MUI Kerja Bareng

Jakarta, Attauhidiyyah Giren - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus narkoba semakin mengancam anak-anak. Jumlah pengguna narkoba di usia remaja naik menjadi 14 ribu jiwa dengan rentang usia 12-21 tahun. Keprihatinan ini menggugah KPAI untuk semakin terlibat dengan berbagai pihak untuk memerangi narkoba.

Jumlah ini terbilang fantastis karena data terakhir dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Puslitkes Universitas Indonesia (UI) menyebutkan total pengguna narkoba segala usia mencapai 5 juta orang di Indonesia. Angka ini 2,8 persen dari total seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2015.

Pengguna Narkoba Anak Hingga 14 Ribu, KPAI dan MUI Kerja Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengguna Narkoba Anak Hingga 14 Ribu, KPAI dan MUI Kerja Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengguna Narkoba Anak Hingga 14 Ribu, KPAI dan MUI Kerja Bareng

“Kita bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera melakukan berbagai upaya menanggulangi ancaman narkoba,” kata Komisioner KPAI bidang Narkotika dan Kesehatan Titik Haryati, di Jakarta, Senin (2/5).

Menurutnya, anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari bahaya narkoba. Hal penting yang harus dilakukan bagi anak yang terpapar narkoba adalah rehabilitasi baik fisik maupun psikis.

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

“Saat ini belum ada rehabilitasi khusus untuk anak. Sebab itu untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergitas antarlembaga untuk menyadari pentingnya rehabilitasi narkoba anak,” tutur Titik.

MUI dipilih sebagai mitra KPAI karena memiliki jaringan kuat ke seluruh wilayah di tanah air. Rencananya, MUI Pusat akan mengoordinasi seluruh pimpinan MUI di provinsi untuk bisa melaksanakan upaya pencegahan sampai pada tingkat RT dan RW.

Menurut Titik, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin memiliki komitmen kuat untuk memberantas narkoba khususnya yang menimpa anak-anak. Kerja sama KPAI dan MUI meliputi pengawasan, sosialisasi serta edukasi tentang bahaya narkoba pada anak.

“Kita sudah membentuk Gerakan Nasional Antinarkoba. Saya berharap gerakan ini bisa membantu BNN untuk memerangi narkoba yang semakin membahayakan generasi bangsa,” tegasnya.

Gerakan ini dipimpin langsung oleh KH Ma’ruf Amin dengan sejumlah wakilnya di antaranya Titik Haryati, Anwar Abbas, Sodikun, Ahmad Mujib Rohmat, dan Saiful Hadi. Dalam waktu dekat, gerakan ini akan dikukuhkan melalui Rakernas di Jakarta melibatkan seluruh Ketua MUI Provinsi.

Salah satu agenda kerja adalah mewujudkan rehabilitasi terpadu untuk memulihkan anak yang sudah terlanjut terlibat dalam narkoba. Konsep rehabilitasi terpadu ini mencakup sekolah, klinik, tenpat bermain, tempat olahraga, ruang serbaguna, tempat ibadah yang ditujukan untuk mengembangkan potensi fisik dan psikis anak. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri, Doa Attauhidiyyah Giren

Kamis, 21 September 2017

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Beberapa dekade terakhir, dunia mengalami krisis sumber energi. Sumber energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara, yang selama ini menjadi sumber energi utama dunia telah mengalami penurunan cadangan. Di samping itu dampak pemanfaatan sumber energi fosil telah meningkatkan suhu bumi sehingga terjadilah pemanasan global. Pemanasan global memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelelehan salju abadi di kutub utara dan selatan sehingga meningkatkan? tinggi muka air laut dimana hal ini memberikan dampak pada munculnya berbagai bencana banjir di beberapa negara yang mempunyai permukaan dataran rendah.

Disamping itu isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global menjadi kuat ketika berbagai bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim global dimana hal ini berdampak pada industri pertanian yang mengalami gangguan dalam perencanaan/pola tanam komoditas pertanian. Wilayah Filipina beberapa waktu yang lalu diterjang badai Haiyan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari 5.700 jiwa. Hal ini membuktikan bahwa dampak pemanasan global cukup signifikan pada pola iklim dunia.

Terganggunya perencanaan tanam pada dunia pertanian memberikan dampak pada terancamnya pasokan pangan dunia yang dikhawatirkan dapat meningkatkan tingginya tingkat kelaparan pada beberapa negara dengan kemampuan ekonomi lemah.

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelang 2020, Indonesia Dikepung Nuklir

Pada sektor energi, tekanan isu pemanasan global memberikan implikasi pengambilan keputusan dalam menentukan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya pada beberapa negara berkembang.

Beberapa negara ASEAN telah memutuskan untuk mengurangi prosentase sumber energi fosil dalam bauran energi nasional mereka, sebut saja Malaysia, pada tahun 2010 Malaysia telah memutuskan akan menggunakan energi nuklir, saat ini mereka telah mempunyai calon tapak potensial yang akan digunakan sebagai lokasi PLTN, sebagian besar berada pada Semenanjung Malaysia (lihat gambar).

Sementara itu Indonesia merencanakan akan mengoperasikan sebanyak 4 unit PLTN pada tahun 2024, namun hingga tulisan ini dibuat, keputusan tentang calon lokasi tapak masih belum diputuskan. Sementara itu Korea Selatan merencanakan akan menggunakan nuklir sebagai pembangkit listrik utama meraka hingga 60% pada 2035. Sedangkan Philipina yang mempunyai potensi bencana alam (badai) lebih besar dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya telah memutuskan akan menggunakan nuklir untuk memenuhi pasokan energy mereka sebanyak 5% pada tahun 2030.

Sementara itu Vietnam sejak awal 2000-an lebih serius memikirkan penggunaan energy nuklir dibandingkan dengan beberapa Negara ASEAN lainnya, saat ini Vietnam merencanakan akan membangun 13 unit PLTN selama 2 dekade kedepan. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, Vietnam telah menandatangi kontrak pembangunan PLTN dengan ROSATOM, sebuah perusahaan desainer PLTN asal Rusia. Vietnam juga telah menetapkan tapak yang akan digunakan sebagai tapak PLTN (lihat gambar)

Attauhidiyyah Giren

Seolah tak ingin kalah dengan negara-negara tetangga lainnya, secara serius Thailand juga telah mempersiapkan calon lokasi tapak PLTN yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasionalnya. Hingga saat ini Thailand mempunyai 6 calon tapak potensial yang akan digunakan, namun demikian Thailand masih menjajagi teknologi mana yang akan mereka digunakan.

Attauhidiyyah Giren

?

Akhmad Khusyairi, M.Eng?

Kontributor Iptek Attauhidiyyah Giren. ?

?

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional Attauhidiyyah Giren

Memahami Keutamaan dan Esensi Zakat

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Memahami Keutamaan dan Esensi Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Keutamaan dan Esensi Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Keutamaan dan Esensi Zakat

Jamaah shalat Jum’at as’adakumullâh,

Attauhidiyyah Giren

Karunia Allah yang dilimpahkan kepada makhluk luar biasa besar. Meski sering tak disadari, anugerah itu meliputi segala aspek kehidupan, mulai dari yang fisik sampai nonfisik, mulai dari harta benda hingga kenikmatan yang tak kasat mata seperti kewarasan akal sehat, kesehatan, hingga iman seseorang. Tentang karunia berupa kekayaan, Allah melalui ajaran Islam mengajarkan manusia untuk tidak hanya menerima tapi juga memberi, tak hanya memperoleh tapi juga membagikannya. Di sinilah anjuran berzakat, berinfak, dan bersedekah menjadi relevan dalam agama.

Karena begitu pentingnya zakat, Islam sampai menjadikannya sebagai salah satu pilar pokok dalam berislam. Setiap umat Islam yang mampu wajib mengeluarkan zakat sebagai bagian dari pelaksanaan rukun Islam yang ketiga. Artinya, dalam urutan rukun Islam, zakat menempati deret rukun setelah shalat, ibadah yang paling ditekankan dalam Islam karena menjadi cermin dari praktik paling konkret penghambaan kepada Tuhan.

Attauhidiyyah Giren

Al-Qur’an pun sering menggandengkan perintah zakat setelah perintah. Sedikitnya ada 24 tempat ayat Al-Qur’an menyebut shalat dan zakat secara beriringan. Contohnya sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ?

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 110)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Maidah [5]: 55)

Hal ini menandakan bahwa shalat sebagai ibadah spesial seorang hamba dengan Allah tapi bisa terlepas dari keharusan untuk peduli pada kondisi masyarakat di sekitarnya. Dengan bahasa lain, umat Islam yang baik adalah mereka yang senantiasa memposisikan secara beriringan antara ibadah individual dan ibadah sosial.

Sayangnya, rata-rata tingkat kesadaran untuk berzakat seringkali lebih rendah daripada kesadaran untuk menunaikan shalat. Barangkali karena ada anggapan “hasil kerja sendiri” dari harta kita yang membuat zakat terasa berat. Belum lagi ditambah keinginan untuk menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Tertanam sebuah pikiran bahwa jika harta semakin banyak, maka semakin mudah dan enaklah kita menjalani hidup ini. Pandangan inilah? yang kerap melengahkan banyak orang bahwa sebenarnya di dalam kelebihan harta kita ada hak orang lain yang sedang membutuhkan.

Jika demikian, orang-orang yang seharusnya berzakat namun tak menunaikan kewajibannya sama halnya memakan hak orang lain. Dalam konteks ini, lantas apa bedanya mereka dengan koruptor atau pencuri? Zakat secara bahasa bermakna suci. Harta yang dizakati sesungguhnya dalam rangka proses penyucian atau pembersihan. Tak mengeluarkan sebagian harta yang menjadi hak orang lain ibarat tak membuang kotoran dalam perut bagi orang yang sudah saatnya buang air besar. Sebagian kecil harta tersebut selayak kotoran yang bisa jadi menodai keberkahan seluruh harta benda, menjalarkan penyakit tamak, atau menimbulkan keresahan dirinya sendiri dan orang lain.

Jamaah shalat Jum’at as’adakumullah,

Zakat, juga infak, sedekah, dan sejenisnya merupakan ibadah yang utama dalam Islam, terlebih dilaksanakan pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Di samping pahala yang berlipat, zakat menjadi sarana penguat usaha hamba mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan mempererat tali solidaritas terhadap sesama. Banyak orang yang menjadikan bulan ini sebagai? bulan zakat dan sedekah, kendati pun tak semestinya zakat dan sedekah selalu dikaitkan dengan Ramadhan. Zakat adalah kewajiban yang bisa dilakukan pada bulan apa saja ketika harta sudah memenuhi nisab atau jumlah wajib zakat.

Profesor KH Quraish Shihab berpendapat, ada fakta sangat menarik mempelajari ketelitian redaksi Al-Quran, menyangkut kewajiban berzakat. Kewajiban tersebut selalu digambarkan dengan kata atu – suatu kata yang dari akarnya dapat dibentuk berbagai ragam kata dan mengandung berbagai makna. Makna-maknanya antara lain istiqamah (bersikap jujur dan konsekuen), cepat, pelaksanaan secara amat sempurna, memudahkan jalan, mengantar kepada, seorang agung lagi bijaksana, dan lain-lain.

Jika makna-makna yang dikandung oleh kata tersebut dihayati, maka kita akan memperoleh gambaran yang sangat jelas dan indah tentang cara menunaikan kewajiban tersebut. Bahasa Al-Quran di atas, menurut beliau, menuntut agar:

Pertama, zakat dikeluarkan dengan sikap istiqamah sehingga tidak terjadi kecurangan - baik dalam perhitungan, pemilihan dan pembagiannya. Kedua, bergegas dan bercepat-cepat dalam pengeluarannya, dalam arti tidak menunda-nunda hingga waktunya berlalu.

Ketiga, mempermudah jalan penerimaannya, bahkan kalau dapat mengantarkannya kepada yang berhak sehingga tidak terjadi semacam pameran kemiskinan dan tidak pula menghilangkan air muka. Keempat, mereka yang melakukan petunjuk-petunjuk ini adalah seorang yang agung lagi bijaksana.

Kalau makna-makna di atas diperhatikan dan dihayati dalam melaksanakan kewajiban ini, maka dapat diyakini bahwa harta benda yang dikeluarkan benar-benar menjadi zakat dalam arti "menyucikan" dan "mengembangkan" jiwa dan harta benda pelaku kewajiban ini.

Kesucian jiwa melahirkan ketenangan batin, bukan hanya bagi penerima zakat tetapi juga bagi pemberinya. Karena kedengkian dan iri hati dapat tumbuh pada saat seorang tak berpunya melihat seseorang yang berkecukupan namun enggan mengulurkan bantuan. Kedengkian ini melahirkan keresahan bagi kedua belah pihak.

Pengembangan harta akibat zakat, bukan hanya ditinjau dari aspek spiritual keagamaan berdasarkan ayat Allah memusnahkan riba dan mengembangkan sedekah/zakat (QS 2: 276). Zakat juga harus ditinjau secara ekonomis-psikologis, yakni dengan adanya ketenangan batin dari pemberi zakat, ia akan dapat lebih mengkonsentrasikan usaha dan pemikirannya guna pengembangan hartanya. Di samping itu, pemberian zakat mendorong terciptanya daya beli baru dan, terutama, daya produksi dari para penerima tersebut.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Cerita Attauhidiyyah Giren

Selasa, 19 September 2017

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Balikpapan, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan penolakannya terhadap keberadaan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) atau Negara Islam Irak dan Syam di daerah tersebut.

"NU Balikpapan tolak ISIS. Kita tolak keberadaannya dan penyebarannya di Kota Balikpapan. PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga telah menegaskan penolakannya terhadap ISIS," kata Sekretaris PCNU Kota Balikpapan Drs. Imam Warosy (26/8).

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Menurutnya, ISIS merupakan organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), bahkan bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Attauhidiyyah Giren

Ia mengimbau agar umat Islam, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan agar tidak perngaruh oleh ISIS dan paham radikal lainnya. "Kita menghimbau agar umat Islam tidak terpengaruh ISIS, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS dan paham-paham radikal lainnya", imbaunya.

Attauhidiyyah Giren

Ustadz Warosy, panggilan akrabnya, mengatakan keberadaan ISIS menimbulkan keresahan dan bisa memperkeruh hubungan antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan kondusivitas Kota Balikpapan yang sudah terkenal sebagai kota yang aman, tentram dan nyaman.  

"Kita pertahankan kondusifitas kota Balikpapan. Jangan biarkan ISIS dan paham radikal lainnya menganggu keamanan dan ketenteraman Kota Balikpapan," pungkasnya. (Abdurrahman/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya Attauhidiyyah Giren

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol

Surabaya, Attauhidiyyah Giren - Aksi damai yang dilakukan oleh PCNU Surabaya beberapa pecan lalu berbuntut dialog Pemuda Bicara Tentang Mihol dan Pelecehan Seksual Untuk Surabaya Lebih Baik di gedung Stadion Gelora 10 November Surabaya, Ahad (29/5). GP Ansor Surabaya bersama Karang Taruna Kota Surabaya menggelar dialog tentang larangan mihol dan pelecehan seksual.

Mereka memandang kondisi saat ini sangat memprihatinkan bahkan sangat bahaya bisa merusak generasi pemuda. Karenanya generasi pemuda lintas organisasi ini mendukung Raperda Larangan Mihol yang sudah disahkan oleh DPRD dan Walikota Surabaya.

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol

"Perda larangan mihol ini adalah bagian dari suara atau aspirasi warga masyarakat dan pemuda pemudi di kota surabaya," kata Ketua GP Ansor Surabaya M Asrori Muslich.

Attauhidiyyah Giren

Saat ini pelaku tindak kejahatan yang ada di Kota Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan. Kuncinya berada pada mihol itu sendiri.

"Untuk itu, kami sebagai pemuda berharap kepada Mendagri dan Gubenur Jatim bisa memahami dan mengerti dampak buruk akibat dari minuman beralkohol ini," kata Ketua Karang Taruna Surabaya Arief.

Attauhidiyyah Giren

Ia menilai sudah saatnya Surabaya mencanangkan darurat sekali tentang hal ini. Ia mengajak genarasi muda bersama-sama ikut mendukung Raperda Larangan Mihol.

Mereka yang tergabung dalam gerakan pemuda Surabaya ini mengeluarkan pernyataan sikap dan petisi bersama mendukung Raperda Larangan Mihol. Mereka terdiri atas GP Ansor Kota Surabaya, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Pemuda Muhamadiyah, IPM, KNPI, Pemuda Pusura, BEM Unair, dan juga pengurus Karang Taruna Kota Surabaya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

KH Abdurahman Navis Urai Niat Baik, Biaya, dan Tantangan Aswaja

Surabaya,Attauhidiyyah Giren. Bagi KH Abdurrahman Navis, tantangan dakwah di era kekinian semakin kompleks. Karenanya, semua niat baik dan ide kreatif harus segera dilaksanakan. Sepanjang ada kemauan dan ikhtiar, banyak jalan yang akan diraih.

KH Abdurahman Navis Urai Niat Baik, Biaya, dan Tantangan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abdurahman Navis Urai Niat Baik, Biaya, dan Tantangan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abdurahman Navis Urai Niat Baik, Biaya, dan Tantangan Aswaja

"Kerjakan dan laksanakan saja semua keinginan baik kalian. Soal biaya, Allah Maha Kaya," katanya saat dikonfirmasi media ini, Senin (27/4). Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini mengatakan hal tersebut terkait banyaknya tantangan yang dihadapi dalam membentengi agama. Baik tantangan yang datangnya dari internal umat Islam maupun kalangan lain.

Di internal umat Islam sendiri sekarang masih banyak ditemukan kalangan yang cenderung mengatakan bahwa kelompok atau golongannya sendiri yang paling benar. "Bahkan  tidak jarang kalangan ini mengkafirkan kalangan umat Islam sendiri lantaran berbeda dalam amaliyah ibadah," katanya.

Attauhidiyyah Giren

Yang justru sangat meresahkan adalah sejumlah laporan yang menyatakan bahwa dalam keluarga ternyata juga terjadi pertentangan antara orang tua dengan anak, hanya gara-gara persoalan tahlilan dan sejenisnya. "Sudah banyak laporan masuk yang menceritakan bahwa orang tua tidak lagi harmonis dengan anaknya gara-gara masaklah khilafiyah seperti itu," ungkapnya.

Belum lagi tantangan yang dihadapi kelompok Islam beraliran kiri yang cenderung mempermudah dalam hal ibadah dan pandangan keagamaan yang lain. "Ini adalah tantangan yang sangat berat bagi Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini.

Attauhidiyyah Giren

Oleh karena itu, segala niat baik berupa upaya membentengi diri, keluarga dan lingkungan dari berbagai macam aliran yang tidak sejalan dengan Aswaja ini, haruslah terus dilakukan. "Pengajian, diskusi, pendalaman, daurah, hingga dakwah di media harus terus diintensifkan," kata dosen di UIN Sunan Ampel ini.

Memang semua kegiatan pendalaman Aswaja tersebut membutuhkan biaya. "Tapi Allah Maha Kaya," kata Kiai Navis mengingatkan. Asalkan para pegiat dakwah, khususnya Islam Aswaja bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kegiatan, maka akan banyak yang akan membantu.

Ia menceritakan banyak kegiatan di tingkat PW Aswaja NU Center Jatim yang awalnya hanya bermodalkan semangat. "Uang atau dana untuk kegiatan, sangat terbatas," kenangnya. Dari mulai kegiatan olimpiade Aswaja tingkat Jawa Timur, demikian juga daurah nasional hingga seminar internasional yang beberapa waktu lalu sukses diselenggarakan, semua dengan pendanaan yang sangat minim.

"Namun dengan upaya sungguh-sungguh, akhirnya semua jalan bisa terbuka dan acara berlangsung sukses," terang Wakil Ketua PWNU Jatim ini,  Karenanya, Kiai Navis terus mendorong munculnya ide kreatif dalam menjaga aqidah Islam lewat ikhtiar yang dilakukan anak muda. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pertandingan, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 17 September 2017

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H, Lembaga Amil zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul? Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan kegiatan qurban dan donor darah. Kegiatan bersama ini rencananya akan dilaksanakan pada hari tasyriq, 7 Oktober mendatang, di halaman Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus, Jawa Tengah.

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah

Direktur LAZISNU Kudus Edi Wicaksana mengatakan kegiatan qurban? dan donor darah ini bertujuan untuk mengetuk hati masyarakat agar memiliki kepedulian dalam berbagi dan empati antarsesama. LAZISNU dan LKKNU Kudus mengajak masyarakat melaksanakan qurban dan membagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

"Bagi dermawan atau pengusaha yang ingin berqurban, bisa disalurkan melalui kepanitiaan PCNU Kudus. Kami siap menerima hewan qurban dan menyalurkan dagingnya kepada masyarakat di pelosok desa di Kudus," ujarnya kepada Attauhidiyyah Giren.

Attauhidiyyah Giren

Selain Qurban, jelasnya, momentum hari raya qurban ini juga disemarakkan dengan kegiatan sosial donor darah yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kudus. Hal ini sebagai upaya membangun kemitraan LAZISNU, PMI, masyarakat guna membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah.

?

"Bagaimanapun setetes darah kita itu sangat berarti bagi kepada orang yang membutuhkan. Kami ajak warga NU dan masyarakat umum untuk berpartisipasi mendonorkan darah dalam acara ini,"tandas Edi.

?

Attauhidiyyah Giren

Menurut Edi, program sosial ini erupakan salah satu bentuk metode program sosial NU di tengah-tengah umat. Termasuk juga mengenalkan keberadaan LAZSINU Kudus sebagai lembaga yang siap menyalurkan zakat, infak dan sedekah dengan berbagai bentuk program kepedulian. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 16 September 2017

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

Demak, Attauhidiyyah Giren - Dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak menggelar tablig akbar dengan tema” RSI NU Demak Bertadarus “di masjid Islamic Center Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Sabtu (14/5). Pada pengajian akbar ini RSI NU Demak mengahdirkan hafiz cilik Muhammad Abdul Rasyid asal Pekan Baru Riau.

Di tengah acara Direktur RSI NU dr H Abdul Azis mengatakan, kegiatan tadarus bersama anak anak dimaksudkan untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat dan keluarganya dalam kecintaannnya pada Al-Qur’an sejak dini. Menurutnya untuk memotivasi anak-anak RSI NU sengaja mengundang sebagai hafidz Indonesia 2014 RCTI, aksi junior 2015 Indosiar dan memiliki 18 irama imam besar dunia.

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Cinta Al-Qur’an pada Anak, RSINU Tadarus Bersama Hafiz Cilik Nasional

“Kami? sengaja mengundang Abdul Rasyid yang biasa dipanggil Syekh Rasyid untuk menginspirasi anak-anak sampai orang tua agar cinta Al-Qur’an, gemar bertadarus dan menghafal Al-Qur’an,” tutur dr Azis.

Attauhidiyyah Giren

Di saat yang sama Ketua panitia pelaksana Muslih mengatakan, panitia sementara melibatkan 40 lembaga pendidikan yang berada di sekitar rumah sakit karena keterbatasan waktu dan sebagai uji kesuksesan pelaksanaan kegiatan, kehadiran mereka rata-rata didampingi guru pengampunya dari sekolah masing-masing.

“Sementara kami baru melibatkan sedikit sekolahan karena faktor waktu dan teknis, karena ini baru pertama kali,” kata Muslih.

Attauhidiyyah Giren

Selama memimpin tadarus Rasyid sengaja melemparkan pertanyaan dengan cara melanjutkan ayat Al-Qur’an yang dibacanya untuk disempurnakan oleh penjawab mulai dari surat-surat pendek sampai ayat pada surat yang panjang. Usai acara Muhammad Rasyid yang didampingi direksi dan karyawan rumah sakit melanjutkan sembahyang jamaah bersama di Masjid Agung Demak. Usai berjamaah mereka berziarah ke makam Sunan Kali Jaga dan diakhiri kunjungan ke bangsal dengan mendoakan pasien.

Acara yang diikuti seribu lima ratus siswa dan jamaah umum ini dihadiri pula pengurus Yayasan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari H Sa’dullah, Direktur dr H Abdul Azis, dan jajaran Direksi RSI NU Demak serta pengurus NU Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Kajian, Santri Attauhidiyyah Giren

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hizbiyah Rokhim meminta agar kader-kader Muslimat NU terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas.

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas

“Yang sudah memiliki majelis taklim, tingkatkan majelis taklimnya. Yang sudah punya TK, tingkatkan kualitas TK-nya,” katanya ketika memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-67 Muslimat NU DKI Jakarta, di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Ahad.

Peringatan harlah kali ini dimeriahkan dengan lomba kreasi lukis bagi anak-anak dan lomba jalan sehat dengan start dari gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta pusat.

Attauhidiyyah Giren

Ribuan peserta dari lima cabang Muslimat NU se-DKI Jakarta mengikuti jalan sehat ini. Tak ketinggalan, sejumlah bapak-bapak dan kader Ansor turut memeriahkan jalan sehat dengan doorprize sepeda motor, perangkat elektronik, perangkat rumah tangga dan lainnya.

Sementara, sebagian orang tua yang memiliki balita asyik menunggui putra-putrinya yang ikut lomba mewarnai di sebuah tenda yang didirikan di halaman TIM.

Attauhidiyyah Giren

Sebelumnya, dalam rangkaian harlah tersebut, telah dilakukan pengobatan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Kalau kader Muslimatnya sehat-sehat, Bapaknya sehat-sehat, IPNU-IPPNU-nya tentu NU-nya juga sehat,” paparnya.

Ia sepakat dengan peryataan Hizbiyah bahwa kualitas kader Muslimat NU harus ditingkatkan.

“Jangan takut dengan organisasi-organisasi baru karena kita sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Kita adalah pendiri republik ini,” katanya.

Dengan metode dakwah yang ramah seperti yang dilakukan oleh para Walisongo dan dilanjutkan oleh para ulama NU, Islam bisa menjadi mayoritas di Indonesia. Islam di Indonesia tidak dikembangkan dengan cara-cara kekerasan, tetapi dengan penuh kedamaian.

Kepada para kader Muslimat, Marsudi juga mengingatkan, untuk menjaga ajaran aswaja, jika mendidik anak-anaknya, agar selalu di lembaga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai aswaja, sejak dari TK sampai ke perguruan tinggi.

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Syariah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 15 September 2017

Gus Dur: Apa Artinya Tobat Kalau Tak Berubah

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Mantan Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, bagi pemerintah solusi masalah bencana seharusnya bukan mengajak masyarakat berzikir. Menurutnya, yang terpenting bagi pemerintah adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menegakkan hukum yang berlaku.

“Taubat kan di hati. Apa artinya bertobat kalau kelakuan tidak berubah,” kata Gus Dur di Jakarta, Ahad (11/3), mengkritik acara zikir nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah di Masjid Istiqlal Jumat, (9/3) lalu.

Gus Dur: Apa Artinya Tobat Kalau Tak Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Apa Artinya Tobat Kalau Tak Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Apa Artinya Tobat Kalau Tak Berubah

Attauhidiyyah Giren

Gus Dur yang juga Ketua Dewan Syuro PKB mengatakan, saat ini yang harus diutamakan adalah menumbuhkan moralitas bangsa. Menurutnya, musibah yang bertubi-tubi terjadi karena pemerintah sudah tidak bermoral. “Yang bermoral dong, jangan bohong,” tuturnya.

“Saat ini bangsa kita sedang kehilangan moralitas, banyak pejabat kita yang bohong akibatnya rakyat sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah,” tambah Gus Dur.

Attauhidiyyah Giren

Ia menjelaskan, solusi masalah bencana bukan hanya dengan zikir nasional. ‘’Pasalnya saat ini sebagian besar rakyat Indonesia menganggap ada hubungan antara bencana dengan situasi politik,’ tuturnya.

Pemerintah hendaknya mengembalikan kepercayaan rakyat. Meskipun ini tidak benar, menurut pengasus Pesantren Ciganjur itu, ada kesan masyarakat dengan pemerintah menjadi saling berhadapan. Hal inilah yang menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren PonPes Attauhidiyyah Giren

Rabu, 13 September 2017

Cerdaslah dalam Bermedia untuk Sikapi Berita Hoax

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Perkembangan teknologi dan media digital yang masif harus dibarengi dengan kecerdasan bermedia. Dunia pendidikan harus merespon perkembangan ini, agar tidak tertinggal dari dinamika zaman.?

Cerdaslah dalam Bermedia untuk Sikapi Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdaslah dalam Bermedia untuk Sikapi Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdaslah dalam Bermedia untuk Sikapi Berita Hoax

Selain itu, kecerdasan bermedia perlu menjadi kesadaran lintas kelompok untuk memahami arus informasi yang terjadi. Untuk apa? Agar tidak ada hoax dan berita palsu yang menjadi sumber fitnah.?

Inilah yang menjadi isu diskusi, dalam workshop "Literasi Digital untuk Dunia Pendidikan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Jombang, Ahad (18/12). Workshop ini, dihadiri narasumber Munawir Aziz (LTN PBNU, pegiat literasi digital), Gus Athoillah Ayik (Ketua ISNU Jombang) dan Sekjen PP ISNU, M. Khalid Syaerozi.?

Dalam agenda ini, Munawir Aziz menegaskan pentingnya literasi digital untuk pendidikan. "Saat ini, perkembangan pengguna internet di Indonesia luar biasa. Catatan riset berada pada posisi 4, dalam rangking pengguna internet di Asia. Namun, sebagian besar netizen di negeri ini, masih sebagai konsumen, bukan kreator," terang Munawir.?

Dalam isu yang lebih besar, Munawir melihat ada upaya adu domba, fitnah dan persebaran konten-konten hoax yang diproduksi masif. "Hoax menjadi tantangan bagi kita. Karena, virus share berita hoax tidak mengenal pendidikan. Belum pasti yang terdidik, bisa menganalisa mana konten yang terverifikasi benar, mana yang bohong," ungkapnya. Untuk itu, literasi digital menjadi sangat penting.?

Attauhidiyyah Giren

Ketua ISNU Jombang, Gus Athoillah Ayik mengingatkan pentingnya media bagi aktifis pesantren dan lintas generasi Nahdliyin. "Kita harus cerdas bermedia. Teman-teman harus bergerak untuk mengaktifasi jaringan pesantren agar memahami mekanisme media sosial. Jangan hanya jadi konsumen, haruslah jadi penggerak yang aktif," jelasnya.?

Agenda ini, dihadiri para kader Nahdliyin, pengasuh pesantren, dan para guru yang selama ini bergerak di bidang pendidikan. Dengan literasi digital, diharapkan dapat menginspirasi dunia pendidikan. (Ainurrofiqin/Fathoni)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Olahraga, Nasional, Tegal Attauhidiyyah Giren

Selasa, 12 September 2017

Hukum Menjual Daging Qurban

Dua pekan sebelum hari raya Idul Adha, pasar hewan dadakan bermunculan di tepi jalan raya. Sepekan menjelang hari H, pasar hewan itu makin ramai baik oleh pembeli maupun anak-anak yang terkagum girang melihat kambing, sapi, atau kerbau berkumpul. Ini yang disebut “Dijual Hewan Qurban”. Lalu bagaimana dengan menjual daging qurban?

Mereka yang menjual daging qurban memang sulit ditemukan di tepi jalan seperti penjual hewan qurban. Mereka juga biasanya jadi penjual dadakan paket daging qurban yang mereka terima dari panitia masjid atau tetangganya yang menyembelih hewan qurban.

Hukum Menjual Daging Qurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menjual Daging Qurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menjual Daging Qurban

Menjual hewan qurban jelas mubah. Lalu bagaimana dengan menjual daging qurban? Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam karyanya Busyrol Karim Bisyarhi Masa’ilit Ta‘lim mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attauhidiyyah Giren

Al-Bulqini sangsi perihal lemak hewan qurban. Berdasar pada qiyas, tidak cukup membagikan paket qurban berupa lemak seperti keterangan di kitab Tuhfah. Sementara orang dengan kategori faqir boleh mendayagunakan daging qurban seperti menjualnya atau transaksi selain jual-beli kepada orang muslim. Berbeda dengan orang kaya yang menerima daging qurban. Ia boleh mendayagunakan daging itu hanya untuk dikonsumsi, disedekahkan kembali, atau menjamu tamunya. Karena kedudukan tertinggi dari orang kaya sejajar dengan orang yang berqurban.

Attauhidiyyah Giren

Kategori kaya kasarannya ialah mereka yang memunyai kelebihan rezeki untuk menyembelih hewan qurban saat hari raya Id. Ketentuan ini merupakan anjuran bagi orang kaya untuk berqurban selagi tidak ada halangan. Sementara si faqir tidak perlu bimbang untuk menjual daging yang sudah menjadi haknya kepada orang lain bila kondisi menuntut. Dijual mentah boleh, dijual matang tidak masalah. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, Berita Attauhidiyyah Giren

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Kedatangan rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad di Kudus Senin (19/10) malam bukan hanya sekedar ziarah ke makam KHR Asnawi di Komplek Makam Menara Kudus. Di depan makam pendiri NU itu, mereka juga mengucapkan lima poin ikrar santri sebagai wujud meneguhkan komitmen menjaga dan mempertahankan ideologi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman memimpin pengucapan Ikrar Santri Indonesia yang diikuti semua rombongan dan warga NU Kudus. Diawali pembacaan dua syahadat, mereka menyatakan siap ? berpegang teguh pada aqidah ajaran, nilai dan tradisi Islam Aswaja.

"Sebagai santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, bertanah air satu, tanah air Indonesia, berideologi Pancasila, berkonstitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tuggal Ika," ucapnya diikuti semua anggota rombongan.

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar Santri Perteguh Komitmen Jaga Ideologi Bangsa dan NKRI

Berikut secara keseluruhan teks Ikrar Santri Indonesia yang dibacakan oleh Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman:

Ikrar Santri Indonesia

Attauhidiyyah Giren

Bismillahirrahmanirrahim,? Asyhadu allaa Ilaaha Illallah, Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah

Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar :

1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah ajaran ? nilai dan tradisi islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Attauhidiyyah Giren

2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu, ? tanah air Indonesia, berideologi negara satu, ? ideologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan ? raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.

4. Sebagai santri NKRI, berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Idonesia yang berkeadilan

5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan ? Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya ? yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama. (Qomarul Adib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara Attauhidiyyah Giren

15 Tahun Vakum, Pelajar NU Turen Langsung Eksis Berbagi Takjil di Jalanan

Malang, Attauhidiyyah Giren - Suasana di Kecamatan Turen Kabupaten Malang sedikit berbeda pada Ramadhan tahun ini. Bulan penuh berkah ini benar-benar dimanfaatkan oleh pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) setempat turun ke jalan membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Polsek Turen, Kamis (23/6) sore.

Kegiatan ini dilakukan untul mencari berkah bulan Ramadhan sekaligus menunjukkan bahwa IPNU dan IPPNU Turen kembali hadir untuk masyarakat.

15 Tahun Vakum, Pelajar NU Turen Langsung Eksis Berbagi Takjil di Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tahun Vakum, Pelajar NU Turen Langsung Eksis Berbagi Takjil di Jalanan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tahun Vakum, Pelajar NU Turen Langsung Eksis Berbagi Takjil di Jalanan

"Kami dari IPNU dan IPPNU Turen membagikan takjil gratis untuk warga Turen sebagai usaha kami guna mendapat berkah di bulan suci ini, sekaligus sebagai ucapan salam kami kepada warga Turen bahwa kami ada untuk masyarakat,” ujar Ketua IPNU Turen Hamid.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, kegiatan ini didukung Kapolsek setempat. Selain itu, Pelajar NU Turen juga mengagendakan bakti sosial dan kegiatan-kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan di hari-hari selanjutnya.

"Semoga ini menjadi awal bangkitnya IPNU dan IPPNU di Turen. Selanjutnya akan terus menebar kemanfaatan kepada warga, Negara, dan umat," imbuh kader IPPNU Turen Durul. (AAF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat

Bondowoso, Attauhidiyyah Giren

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat menggelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Mukhtar, Jalan Raya Situbondo Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (8/6).

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat

Safari Ramadhan yang dimulai pada pukul empat sore ini dikemas dengan acara Khatmil Quran, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, lalu sembahyang tarawih berjamaah dan shalawat.

Ketua Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi mengatakan, Safari Ramadhan bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara pihaknya dan para pemuda sekitar. Rijalul Ansor Bondowoso, katanya, berusaha memeriahkan bulan suci kali ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

Attauhidiyyah Giren

Pria yang akrab disapa Gus Jun itu mengatakan, Rijalul Ansor berharap kepada para pemuda untuk mempertahankan dan mengintensifkan kegiatan dzkir dan shalawat yang ada di tengah-tengah masyarakat, terutama di masjid-masjid.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, sekarang banyak masyarakat, terutama pemudanya, yang tidak gemar lagi bershalawat. Rijalul Ansor, imbuhnya, memiliki tanggung jawab untuk mensyiarkan amalan-amalan yang telah dipraktikkan para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Sementara Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, kegiatan Safari Ramadhan adalah implementasi dari hasil Rapat Kerja II GP Ansor Bondowoso. Safari Ramadhan dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman tentang hikmah bulan puasa. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Kajian Attauhidiyyah Giren

Senin, 11 September 2017

Doa Memakai Pakaian

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma innî as’aluka min khairhi wa khaira mâ huwa lahu, wa a‘ûdzubika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu

Doa Memakai Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Memakai Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Memakai Pakaian

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya.” (Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Minggu, 10 September 2017

Gus Dur Ditanya Presiden Korsel, Kenapa Mau Membela Minoritas?

Jakarta, Attauhidiyyah Giren - Jaringan Gusdurian Indonesia menyelenggarakan diskusi tentang Hak Asasi Manusia dan Kekerasan  wilayah ASEAN di Griya Gus Dur, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).

Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid dalam pengantarnya menjelaskan alasannya mengangkat isu yang dijadikan untuk bahan diskusi tersebut.

Gus Dur Ditanya Presiden Korsel, Kenapa Mau Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ditanya Presiden Korsel, Kenapa Mau Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ditanya Presiden Korsel, Kenapa Mau Membela Minoritas?

Menurutnya, isu yang diambil pada diskusi kali ini sudah menjadi perhatiannya karena Jaringan Gusdurian memahami bahwa sumber inspirasinya adalah teladan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Attauhidiyyah Giren

Salah satu teladan perjuangan Gus Dur, katanya, nilai keadilan, kemanusiaan, dan pembebasan dari segala bentuk penindasan.

Attauhidiyyah Giren

"Termasuk di antaranya adalah penindasan terhadap kelompok-kelompok minoritas tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain," katanya.

Ia mengatakan, Gus Dur merupakan sosok yang sangat aktif terlibat dalam pembelaan pada minoritas di banyak negara. Alissa pun mencontohkan saat Gus Dur ditanya presiden Korea Selatan tentang pembelaannya terhadap kelompok minoritas.

"Anda kan ulama ya, dari agama mayoritas di Indonesia, kenapa sih kok sibuk mengurusi kelompok minoritas," kata Alissa menirukan presiden Korea Selatan waktu itu.

Dilempar pertanyaan seperti itu, Gus Dur, menurut Alissa, menjawab dengan sederhana, yakni karena kemanusiaan. "Saya mengingat bahwa di tempat-tempat lain, kaum Muslim itu minoritas dan mereka juga akan dilemahkan sama seperti kaum minoritas di Indonesia," kata Alissa menirukan jawaban Gus Dur.

Hal tersebut, menurutnya, semangat yang terus diemban jaringan Gusdurian dan kami terus bekerja untuk merawat perjuangan atau warisan Gus Dur.

"Nah, salah satunya adalah apa yang terjadi di Rohingya," katanya.

Pada acara tersebut hadir sebagai pembicara Ketua Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar Marzuki Darusman, Direktur Amnesty International-Indonesia Usman Hamid Usman Hamid, dosen Universitas Atmajaya Dina Wisnu, dan Direktur Burma Human Right Network Kyaw Win. (Husni Sahal/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren Attauhidiyyah Giren

Kamis, 07 September 2017

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren!

Subang, Attauhidiyyah Giren - Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang terbukti mampu mempertahankan karakter bangsa dari rongrongan budaya negatif yang muncul dari arus globalisasi. Di pesantren para santri dididik untuk mengendalikan diri dari segala bentuk norma-norma yang bertentangan kesusilaan.

Demikian disampaikan oleh KH Musa Muttaqien saat memberikan sambutan peringatan Isra dan Miraj sekaligus Harlah Ke-26 Yayasan Pesantren Tuhfatul Athfal (Yafata), Desa Marengmang, Kalijati, Subang, Sabtu (30/4).

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Anak Saleh? Masukkan Ke Pesantren!

"Sudah terbukti sampai saat ini pesantren mampu menjaga generasi bangsa dari budaya negatif yang dihasilkan dari globalisasi, semakin hari semakin luar biasa," kata Mustasyar NU Subang itu di hadapan ribuan hadirin.

Atas dasar itu, tambahnya, kegiatan yang digelar di halaman Pesantren ini mengambil tema Pesantren Sebagai Penyeimbang Era Globalisasi Dalam Mewujudkan Generasi Yang Berilmu dan Berakhlaqul Karimah.

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Ia melanjutkan, perkembangan teknologi informasi turut memberikan kontribusi dalam mempengaruhi perilaku remaja, apabila tidak diiringi dengan dasar agama yang kuat dikhawatirkan akan melunturkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam diri anak.

Senada dengan Kiai Musa, Ustadz Guntur Bumi saat memberikan taushiyahnya menyatakan bahwa pesantren sudah terbukti mampu membekali anak-anak dengan fondasi agama yang bisa menjaga mereka dengan ilmu dan juga akhlak.

"Kalau anak-anak bapak-ibu ingin jadi anak yang saleh dan salehah, ingin menjadikan anak yang berguna, masukkan mereka ke pesantren," tegasnya.

Ia menegaskan, apabila anak dimasukan ke pesantren, orang tua akan tenang dalam bekerja dan tidak akan khawatir anaknya akan terbawa pergaulan di luar sekolah dan luar rumah karena anaknya tersebut pasti sedang mengaji di pesantren.

Selain itu, ketika nanti anak-anak ditakdirkan hijrah atau merantau ke daerah lain karena pekerjaan misalnya, para orang tua pun tidak perlu mengkhawatirkan mereka karena sudah memiliki fondasi yang kuat sehingga tidak akan tergoda oleh budaya-budaya negatif. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri Attauhidiyyah Giren

Aturan dan Cara Niat Melakukan Shalat

Di dalam ajaran agama Islam niat menempati posisi penting dalam melakukan berbagai ibadah. Di samping sebagai salah satu rukun yang menentukan keabsahan suatu ibadah niat juga menjadi penentu apakah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukallaf dianggap sebagai ibadah atau tidak. Niat pula yang menentukan kualitas ibadah seseorang.

Di dalam shalat ada tata cara tertentu yang mesti dilakukan dalam berniat. Dalam madzhab Syafi’i, satu hal yang paling mendasar yang mesti diperhatikan adalah bahwa niat shalat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan pengucapan takbiratul ihram. Mengucapkan niat shalat dengan mulut sebelum takbratul ihram adalah bukan kewajiban namun suatu kesunnahan untuk dapat membantu hati mengucapkannya pada saat mulut mengucapkan takbiratul ihram (lihat Muhammad Nawawi Al-Jawi, Kâsyifatus Sajâ [Jakarta: Darul Kutub Islamiyah, 2008], hal. 90).

Aturan dan Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aturan dan Cara Niat Melakukan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aturan dan Cara Niat Melakukan Shalat

Sebagai gambaran bisa dicontohkan, bila seorang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, namun saat takbiratul ihram hatinya tidak mengucapkan niat tersebut maka tidak sah niatnya dan karenanya tidak sah pula shalatya.

Berikutnya, orang yang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia diam saja, tidak mengucapkan niat dengan mulutnya, namun pada saat mengucapkan takbiratul ihram dibarengi hatinya mengucapkan niat maka sah niatnya.

Yang sunnah adalah bila seorang hendak melakukan shalat sebelum mengucapkan takbiratul ihram ia mengucapkan niat dengan mulutnya, lalu ketika mengucapkan takbiratul ihram hatinya membarengi dengan mengucapkan niat.

Dari gambaran-gambaran tersebut maka seandainya terjadi kesalahan pengucapan niat di mulut namun benar pengucapannya di dalam hati maka niat tersebut dianggap sah karena yang dipakai adalah niat yang ada di dalam hati. Sebagai contoh, orang yang hendak melakukan shalat maghrib sebelum takbiratul ihram mulutnya mengucapkan niat dengan menyebut shalat isya, sementara ketika takbiratul ihram hatinya berniat dengan menyebutkan shalat maghrib maka sah niat dan shalatnya. Namun bila yang terjadi sebaliknya maka tidak sah niat dan shalatnya.

Attauhidiyyah Giren

Selanjutnya para ulama mengatur tata cara berniat shalat dengan melihat status hukum shalatnya. Sebagaimana yang dituturkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safinatun Najâ:

Attauhidiyyah Giren

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Niat shalat itu ada 3 (tiga) tingkatan; bila shalatnya fardlu maka wajib memuat tiga unsur menyengaja melakukan pekerjaan (qashdul fi’li), menentukan shalatnya (ta’yin), dan menyebutkan kefardluan (fardliyah). Bila shalatnya sunah yang tertentu waktunya seperti shalat rawatib atau shalat yang memiliki sebab maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan dan menentukan shalatnya. Dan bila shalatnya sunah mutlak maka niatnya wajib memenuhi unsur menyengaja melakukan pekerjaan saja” (lihat Salim bin Sumair Al-Hadlrami [Jedah: Darul Minhaj, 2009], Hal. 33).

(Baca juga: Melafalkan Niat dalam Shalat)

Lebih lanjut apa yang disampaikan Syekh Salim di atas dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Kâsyifatus Sajâ dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Niat shalat fardlu harus mencakup tiga unsur yakni qashdul fi’li, ta’yin dan fardliyah.

Yang dimaksud dengan qashdul fi’li adalah berniat melakukan shalat dimana dalam kalimat niat berupa kata “usholli” yang berarti saya berniat shalat. Adapun yang dimaksud ta’yin adalah menentukan nama shalatnya seperti maghrib, isya atau lainnya. Sedangkan yang dimaksud fardliyah adalah menyebutkan kata fardla pada saat berniat.

Dengan demikian maka kalimat niat untuk shalat fardlu—semisal shalat madhrib—adalah:

? ? ?

Ushallî fardlal maghribi

“Saya berniat shalat fardlu maghrib”

2. Niat shalat sunah yang telah ditentukan waktunya atau shalat sunah yang memiliki sebab dalam niatnya wajib memuat dua unsur yakni qashdul fi’li dan ta’yin.

Shalat yang telah ditentukan waktunya seperti shalat dluha, shalat tahajud, shalat tarawih dan lainnya. Sedangkan shalat yang memiliki sebab seperti shalat istisqa, shalat hajat, shalat gerhana dan lainnya.

Kalimat niat untuk shalat ini—semisal untuk shalat tahajud—adalah:

? ?

Ushallît tahajjuda

“Saya berniat shalat tahajud”

3. Niat shalat sunah mutlak cukup hanya dengan memenuhi unsur qashdul fi’li saja.

Yang disebut shalat sunah mutlak adalah shalat sunah yang tidak terikat oleh waktu dan sebab tertentu. Sebagai gambaran, bila sewaktu-waktu tanpa sebab tertentuseseorang ingin melakukan shalat sunah maka shalat yang dilakukannya itu adalah shalat sunah mutlak.

Kalimat niat untuk shalat ini cukup dengan kata:

?

Ushalî

“Saya berniat shalat”

Kalimat-kalimat niat tersebut di atas sudah mencukupi tanpa harus ada tambahan kata mustaqbilal qiblati, adâ’an, lillâhi ta’âlâ atau penyebutan jumlah bilangan rakaat seperti rak’ataini, arba’a raka’âtin atau tsalâtsa raka’âtin. Karena kata-kata tambahan tersebut berstatus hukum sunah. Bila yang bersangkutan menyebutkan bilangan rakaat namun salah tidak sesuai dengan bilangan yang semestinya maka menjadikan shalatnya tidak sah. Seperti mau melakukan shalat dhuhur tapi dalam niatnya menyebutkan tiga rakaat.

Hanya saja bila orang yang mau melakukan shalat secara berjamaah dan ia sebagai makmum maka pada niatnya harus ditambahi kata ma’mûman. Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nasional, Kyai, Quote Attauhidiyyah Giren

Rabu, 06 September 2017

Merah Putih dan Panji NU Berkibar di Lapangan Merdeka Pangandaran

Pangandaran, Attauhidiyyah Giren - Hingga Jumat (14/4) bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama (NU) masih berdiri kokoh berkibar di Lapangan Merdeka Kabupaten Pangandaran. Setelah sebelumnya Kamis (13/4), ribuan peserta Kirab Harlah NU ke-94 berkeliling Pangandaran sambil menyanyikan lagu Yalal Wathon.

Merah Putih paling tinggi, diapit dua bendera NU dan tidak akan diturunkan sampai awal Mei 2017. Hal itu untuk menunjukkan pada warga kabupaten terbungsu di Jawa Barat itu bahwa NU siap menjadi penyejuk di tengah panasnya alam pesisir laut Pangandaran.

Merah Putih dan Panji NU Berkibar di Lapangan Merdeka Pangandaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Merah Putih dan Panji NU Berkibar di Lapangan Merdeka Pangandaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Merah Putih dan Panji NU Berkibar di Lapangan Merdeka Pangandaran

Demikian dijelaskan Panitia Kirab dan Upacara Harlah NU Imam Ibnu Hajar kepada Attauhidiyyah Giren, kemarin siang.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Imam, rangkaian Harlah NU diperingati dengan berbagai kegiatan. Untuk MWCNU Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran dilakukan apel kebangsaan dan kirab merah putih.

Kapolsek, Koramil, camat dan perwakilan banom NU turut hadir sebagai dukungan bahwa Pangandaran dan kebangsaan tak terpisahkan.

Attauhidiyyah Giren

Untuk petugas pengibar bendera pun, panitia melibatkan siswa SMP Plus Maarif NU Pangandaran dengan Pembina Apel Kebangsaan, Ketua MWCNU Ahmad Ramdani.

Ahmad Ramdani menegaskan, apel kebangsaan dan kirab ini sebagai penggugah semangat bahwa NU dan NKRI senantiasa berdampingan, saling merawat dan menguatkan. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Fragmen, Olahraga, Lomba Attauhidiyyah Giren

Selasa, 05 September 2017

Kasatkorcab Sukabumi Harapkan Banser Militan, Siaga 24 Jam

Sukabumi, Attauhidiyyah Giren



Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sukabumi menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang kedua di Pondok Pesantren Global Insan Mandiri (GIM) Al-Amin Kp. Karangsirna RT 01/01 Desa Nanggerang Kecamatan Cicurug.

Kegiatan bertema Membentuk Militansi Banser demi Kejayaan Islam Ahlusunnah wal-Jama’ah dan NKRI tersebut berlangnsung dari Jumat sampai Ahad (10-12/3) diikuti 105 orang dari berbagai Pimpinan Anak Cabang di Kabupaten Sukabumi.?

Kasatkorcab Sukabumi Harapkan Banser Militan, Siaga 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkorcab Sukabumi Harapkan Banser Militan, Siaga 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkorcab Sukabumi Harapkan Banser Militan, Siaga 24 Jam

Kepala Satuan Koordinator Cabang Abdul Latif kaderisasi adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan agar terjadinya regenerasi yang masif. Oleh karena itu, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi mengadakan Diklatsar Banser.?

Dari Diklatsar tersebut, kata dia, peserta diharapkan menjadi kader militan sebagaimana tercantum di dalam PRT Pasal 18, yaitu menjadi kader penggerak, pengemban, pengaman program-program GP Ansor.?

Attauhidiyyah Giren

“Dan siap menjadi benteng terdepan menjaga dan melestarikan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jama’ah dan siap siaga 24 jam, bahkan lebih untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Ia menambahkan, Diklatsar Banser kedua diikuti peserta dari 17 PAC yaitu PAC Cicurug, PAC Cidahu, PAC Cisaat, PAC Bojonggenteng, PAC Cibadak, PAC Cireunghas, PAC Bantargadung, PAC Warungkiara, PAC Palabuanratu.

Selain itu, ikut serta juga perwakilan dari PAC Simpenan, PAC Cidolog, PAC Nagrak, PAC Waluran, PAC Nyalindung, PAC Gunungguruh, PAC Cikakak, dan PAC Cisolok. Juga ditambah peserta dari kabupaten tetangga yaitu kabupaten Bogor dan Cianjur .

Selama 3 hari peserta diberikan materi-materi seperti Ahlusunnah wal-Jamaah, ke-NU-an, keansoran, kebanser an, dan wawasan kebangsaan. Sementara materi lapangan adalah baris berbaris, tata cara upacara Banser, latihan berganda, setelling/pendadakan, kebatinan, mujadalah dan istigosah dan caraka malam.

“Mudah-mudahan dengan pendoktrinan dan latihan fisik dan mental ini, nantinya akan terbentuknya kader GP Ansor yang militan dan terkomando,” katanya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara Attauhidiyyah Giren