Minggu, 31 Januari 2016

Jelang Lomba Rebana, Fatayat NU Ambarawa Barat Intensifkan Latihan

Semarang, Attauhidiyyah Giren - Pimpinan Ranting Fatayat NU Ambarawa Barat, Ambarawa, Semarang menambah intensitas latihan menjelang lomba menyanyikan Mars Fatayat dan rebana yang akan diselenggarakan pada Ahad (7/2). Mereka memanfaatkan Balai Pekon Ambarawa Barat sebagai tempat mereka mengasah kemampuan, Kamis (4/2) siang.

Ketua Fatayat NU Ambarawa Barat Siti Fadilah menyampaikan, bahwa latihan itu sudah dari jauh-jauh hari dilakukan dengan lokasi di kediaman salah satu pengurus. Pada hari ini pihaknya sengaja berlatih di Balai Pekon ini supaya tim kami dapat menguasai panggung yang akan digunakan pada lomba besok.

Jelang Lomba Rebana, Fatayat NU Ambarawa Barat Intensifkan Latihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lomba Rebana, Fatayat NU Ambarawa Barat Intensifkan Latihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lomba Rebana, Fatayat NU Ambarawa Barat Intensifkan Latihan

Perlombaan Mars Fatayat dan rebana diselenggarakan oleh Fatayat NU Ambarawa. Lomba ini rencananya akan diikuti oleh seluruh ranting Fatayat NU yang berjumlah 8 tim, ditambah tim rebana yang juga berjumlah 8 tim. Semua peserta berjumlah 16 tim dengan dua jenis perlombaan.

"Kami sudah lama latihan baik tim rebana maupun tim Mars Fatayat. Harapannya adalah agar kami bisa tampil maksimal pada saat lomba dilaksanakan," ujar Sekretaris Fatayat Ambarawa Barat Sugiarti.

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Ambarawa Barat, kata Sugiarti, selain harus tampil maksimal juga harus menang sebab lokasi lomba berada di sini. Selain latihan suara, seragam dan segala macam aksesoris pendukungnya pun sudah kami persiapkan agar tampilan secara fisik dan suara bisa serasi dan bagus.

Lomba ini pertama kalinya digelar. Di samping sebagai pemicu semangat para anggotanya, lomba ini diharapkan dapat memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Fatayat NU Ambarawa yang baru dibentuk dan dilantik beberapa bulan yang lalu tampil eksis dan langsung bekerja.

Sayangnya saat dikonfirmasi mengenai hadiah, belum ada kabar pasti baik dari pihak anak cabang maupun ranting. “Mereka hanya memberikan informasi bahwa apapun hadiahnya, itu bukan tujuan utama kami. Tetapi bagaimana caranya agar Fatayat di desa kami bisa menjadi yang terbaik di antara desa-desa yang lain.” (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Nasional, Habib Attauhidiyyah Giren

Selasa, 19 Januari 2016

Empat Bulan Dilantik, Pagar Nusa Magelang Terima Seribu Anggota

Magelang, Attauhidiyyah Giren?



Sejak resmi dilantik Februari 2017 lalu, Pengurus Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Magelang terus menunjukkan eksistensinya. Hingga saat ini, tercatat lebih dari seribu orang anggota yang telah bergabung di sejumlah perguruan di bawah PSNU.

Empat Bulan Dilantik, Pagar Nusa Magelang Terima Seribu Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Bulan Dilantik, Pagar Nusa Magelang Terima Seribu Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Bulan Dilantik, Pagar Nusa Magelang Terima Seribu Anggota

Ketua PSNU Pagar Nusa Kabupaten Magelang, Kiai Khamid Zen biasa disapa Gus Zen mengatakan, meski menjadi salah satu badan otonom NU, namun PSNU Pagar Nusa juga merupakan cabang olahraga dibawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

"Jadi selain mengikuti lomba-lomba dibawah KONI, atlet PSNU Pagar Nusa juga ikut dalam kejuaraan antarperguruan serta kejuaraan lainnya di bawah yayasan Maarif," jelasnya di sela baksos bagi takjil kepada pengguna jalan, di depan Masjid Agung Kauman Kota Magelang, Senin (19/6) sore.

PSNU Pagar Nusa, kata dia, tidak hanya bergerak dan menarik anggota dari jalur nonformal (umum) saja, namun juga dari jalur formal. Yakni melalui sekolah-sekolah, terutama sekolah di bawah yayasan Maarif.

"Ada sebanyak 17 titik atau sekolah yang sudah ada perguruan PSNU Pagar Nusa. Kita membuka pendaftaran untuk umum, bagi yang berminat bisa langsung ke perguruan atau padepokan terdekat, di tiap kecamatan ada koordinator," ujarnya.

Attauhidiyyah Giren

Meski baru terbentuk pertama kali ini di Kabupaten Magelang, namun sambutan masyarakat terhadap PSNU Pagar Nusa sangat bagus. Hal itu dibuktikan dengan jumlah anggota yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

"Hal ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras semua pihak. Termasuk para perintis awal, seperti Gus Azis dari Grabag, Gus Jazim Salaman, H Toyib Bandongan, serta saya sendiri," imbuh Gus Zen.

Attauhidiyyah Giren

Dengan keberadaan PSNU Pagar Nusa, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi cabang olahraga beladiri yang siap mencetak atlit berakhlakul karimah.

Kepala Divisi Media dan Informasi PSNU Pagar Nusa, Nur Rohim menambahkan, baksos bagi takjil kemarin merupakan salah satu program yang baru pertama kali dilaksanakan.

"Untuk kali ini memang sengaja kita fokuskan di depan Masjid Agung Kauman Kota Magelang karena menjadi akses masyarakat dari berbagai penjuru. Semoga bisa kembali dilaksanakan tahun depan dan menjadi kegiatan rutin," katanya.

Usai melaksanakan baksos bagi takjil, puluhan anggota PSNU Pagar Nusa kemudian melakukan sholat Maghrib berjamaah. Dilanjutkan dengan bersilaturrahmi ke imam Masjid Agung Kauman, KH Miftahussurur. (Amb/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Khutbah, Fragmen Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 16 Januari 2016

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

Waykanan,Attauhidiyyah Giren? . Sejumlah kalangan berkompeten di bidang pendidikan hingga keagamaan di Kabupaten Waykanan Lampung menyatakan siap turun tangan menjadi tutor Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN).? Di antara mereka adalah Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Gino Vanollie.

"Meski tidak penuh, mantan Sekretaris Forum Martabat Guru Independen Lampung yang juga guru bidang studi biologi tersebut siap berpartisipasi aktif dalam BPUN," ujar Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (18/3).

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kalangan Siap Jadi Tutor BPUN Waykanan

BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air yang bekerja sama dengan GP Ansor. Program tersebut, ujar Gatot, memiliki tujuan yaitu mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di PTN dengan program studi beragam, seperti Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain.

Attauhidiyyah Giren

Di Waykanan yang dicanangkan sebagai "Bumi Petani" oleh Bupati Bustami Zainudin, BPUN akan digelar di Pondok Pesantren Assidiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan mulai Mei hingga 7 Juni 2015.

Attauhidiyyah Giren

"Kami mengundang seluruh pelajar di Waykanan yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri atau PTN untuk mengikuti BPUN. Kami akan menyeleksi 60 pelajar, terdiri dari 30 putra dan 30 putri yang terbaik di Waykanan untuk ikut BPUN," ujar yang juga Koordinator Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau masyarakat jurnalis lingkungan hidup di Lampung itu menambahkan.

Dukungan untuk penyelenggaraan BPUN di Waykanan juga diberikan Dr Farida Aryani, akademisi dari Universita Negeri Lampung (Unila) yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Waykanan.

"Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Waykanan Sugiharto Pandu juga menyatakan siap menurunkan guru-guru tergabung dalam organisasi tersebut untuk menjadi tutor. Sekretaris Dewan Pembina GP Ansor Supri Iswan juga siap turun tangan. Adapun Pengasuh Pondok Pesantren Assidiqiyah 11 KH Syarfudin juga menyatakan siap menangani langsung perihal kerohanian peserta BPUN," kata Gatot pula.

Penggiat ALiansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu menambahkan, secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

Model pembelajaran BPUN terdiri dari, mengkombinasikan model belajar tutorial, belajar mandiri, diskusi kelompok, belajar in class dan Outdoor, memadukan dengan Leadership Training, memberikan materi lain nonmata pelajaran seperti leadership, enterpreneurship, life skill, keberagamaan yang toleran dan moderat, dan adanya asrama (camp) bagi peserta BPUN selama pelaksanaan program.

"BPUN sudah berlangsung sejak 2007 dan menghasilkan individu-individu berkompeten. Syukur Alhamdulillah program tersebut bisa masuk ke Waykanan, karenanya sangat sayang jika diabaikan oleh generasi muda calon pemimpin bangsa menginta BPUN memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi ke PTN," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

Program BPUN yang memberikan pendampingan dibidang akademik, penguatan soft skill dan beasiswa studi di PTN di tahun 2015 digelar di 40 kabupaten/kota dari 420 kabupaten dan 94 kota yang ada di Indonesia.

Di Lampung sendiri, BPUN digelar di Waykanan, daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi SUmatera Selatan. Pendaftaran online bisa dilakukan melalui http://mataair.or.id/pendaftaran-bpun-2015/. (Dian Firasta/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nasional, Cerita Attauhidiyyah Giren

Selasa, 12 Januari 2016

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan PP Lakpesdam NU, Sabtu (10/10) di kantor Lakpesdam, Jl Haji Ramli, Tebet, Jaksel, H Yahya Ma’shum yang menjabat ketua pada periode lalu mendorong Lakpesdam NU agar terus memberdayakan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) warga NU mulai dari bawah.

Yahya menerangkan, program Peduli yang dilaksanakan Lakpesdam NU cukup berhasil dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan warga NU di daerah-daerah terpinggirkan. 

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Didorong Terus Berdayakan Nahdliyyin dari Bawah

Selain itu, katanya, Program Pengembangan Wawasan Keulamaan serta program kader penggerak NU juga mampu mewujudkan semangat dan motivasi bagi Nahdliyin di daerah-daerah untuk menciptakan pemberdayaan dan pengembangan di tengah masyarakat.

Attauhidiyyah Giren

“Selain teguh menjaga Khittah NU 1926 yang menjadi cita-cita para pendiri Lakpesdam, saya juga berharap kepada pengurus baru agar melanjutkan program-program yang mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan warga NU di pelosok daerah. Mereka menunggu kita,” tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

Yahya, juga mendorong Lakpesdam untuk membentuk Asosiasi Peneliti sebagai sumber daya untuk menguatkan kelembagaan melalui kajian-kajian strategis terkait NU dan bangsa. Program ini bisa menjadi Resource Mobilitation sebagai modal penguatan gerakan pengembangan SDM NU. 

Sementara itu, Ketua baru PP Lakpesdam, Dr H Rumadi berharap, bisa melanjutkan program-program Lakpesdam dengan baik. Hal ini, kata Rumadi, sesuai dengan program pengembangan SDM NU sebagaimana tercantum di dalam hasil keputusan Muktamar Ke-33 NU.

“Saya bersyukur mewarisi lembaga yang sudah tertata dengan baik secara keorganisasian dari berbagai aspek sehingga sehingga saya dan para pengurus baru tinggal menajamkan program-program yang ada,” ujarnya.

Rumadi memandang, bahwa Lakpesdam mempunyai tanggung jawab dalam penyebaran dan pengembangan Aswaja NU, meningkatkan kualitas SDM di NU, meningkatkan rasa keadilan dan kesejahteraan, serta penguatan kelembagaan.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU, Drs KH Slamet Effendy Yusuf, Wakil Sekjen PBNU, H Imam Pituduh, Dr H Marzuki Wahid, Dr Ahmad Suaedy, Ala’i Nadjib, MA, Dr Khamami Zada, Dr Dadi Darmadi, dan jajaran pengurus PP Lakpesdam lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pahlawan, Quote, Budaya Attauhidiyyah Giren