Rabu, 25 April 2012

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Sumedang, Attauhidiyyah Giren?

Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin (Yapisma) pada Rabu (16/11) menyelenggarakan pelatihan motivasi tenaga pengajar di Aula MTs Plus Al-Hikam. Kegiatan yang bertema "Nyalakan api motivasi dalam diri, gurunya hebat muridnya dahsyat" ini dihadiri seratus peserta. Mereka merupakan tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di Yapisma.

Ketua Yapisma H Sadulloh menyampaikan bahwa saat ini Yapisma sudah mempunyai empat belas lembaga pendidikan. Setiap tahunnya tenaga pendidik yang berada di lembaga pendidikan tersebut selalu diberikan pelatihan untuk menambah wawasan keilmuannya.?

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yapisma Gelar Pelatihan untuk Guru Hebat

Untuk tahun ini, kata Ketua PCNU Kabupaten Sumedang ini, sengaja mengambil tema tentang motivasi dengan tujuan supaya semangat guru-guru dalam mengajar dan mendidik siswanya lebih tinggi lagi.

Meluruskan dan memompa motivasi guru dalam mengajar dan mendidik sangatlah perlu. Contoh saja, jangan sampai ada tenaga pendidik di Yapisma mempunyai motivasi asal orang tua siswa senang dengan cara memberikan nilai di raport dengan nilai tinggi, sementara kualitas siswanya sangat rendah.?

Attauhidiyyah Giren

“Yapisma menginginkan lulusan yang sekolah di Yapisma mempunyai kualitas yang bagus. Makanya tema kegiatan training motivasi hari ini yaitu gurunya hebat muridnya dahsyat,” tutur H Sadulloh.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yapisma KH Muhammad Aliyuddin memberikan arahan kepada semua peserta training motivasi bahwa syarat mencari ilmu ada lima, yaitu harus diam ketika duduk di majelis ilmu, mendengarkan, menyimak, mengamalkan, dan menyebarkan. Jangan sampai ilmu yang didapat hari ini hanya di dengarkan saja, tapi harus ada aplikasinya dalam kehidupan kedepannya.

Attauhidiyyah Giren

Kiai Aliyuddin juga memberikan nasihat kepada semua guru, bahwa paling besar dosa seorang guru yaitu ketika guru tersebut tidak mampu menyelesaikan materinya sesuai batasan materi. Artinya kalau dalam satu semester ada empat bab materi, maka keempat bab tersebut harus betul-betul tersampaikan pada semester tersebut, supaya terhindar dari dosa guru. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren, Kiai Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 April 2012

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan konsep charter school? atau sekolah swasta yang didanai pemerintah dapat menjadi solusi pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah yang luas.

"Dengan konsep ini, pemerintah mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya," ujar Indra di Jakarta, Senin (19/9).

Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Dia menjelaskan pemerintah mendanai sekolah-sekolah swasta yang kekurangan dana dalam pengoperasiannya. Selama ini, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup karena kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas yang lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.

"Sekolah dengan konsep seperti itu dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar," kata Direktur Utama PT Eduspec Indonesia itu.

Attauhidiyyah Giren

Selama ini, sekolah negeri juga belum mampu menampung keberadaan jumlah murid. Dibandingkan harus membuat sekolah baru, lanjut dia, lebih baik mengembangkan konsep seperti itu.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan swasta sudah ada sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Namun kini terjadi kesenjangan antara sekolah swasta yang selama ini memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi sekolah swasta akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

Attauhidiyyah Giren

Meskipun permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik.

"Pendidikan memegang bidang strategis dalam membangun dan mencerdaskan suatu bangsa, maka dari itu kelalaian dalam mengembangkan dan membangun suatu pendididkan yang berkualitas akan berakibat fatal dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang diharapkan bagi kemajuan bangsa" kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Suparwanto. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren AlaSantri, Humor Islam Attauhidiyyah Giren

Jumat, 13 April 2012

Takbir Keliling Pengungsi di Seminari

Sleman, Attauhidiyyah Giren

Posko Merapi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) bagian pendampingan anak mengadakan takbir keliling. Takbir Keliling yang digelar pada malam Idul Adha (16/11) diadakan di dua tempat, posko Seminari Kentungan, jalan Kaliurang kilometer 7,3 dan di posko di Desa Tlogogdadi, Turi, Sleman.



Takbir Keliling Pengungsi di Seminari (Sumber Gambar : Nu Online)
Takbir Keliling Pengungsi di Seminari (Sumber Gambar : Nu Online)

Takbir Keliling Pengungsi di Seminari

Koordinator devisi pendampingan anak Posko PWNU, Ghozi Nurul Islam, mengatakan anak-anak yang turut serta mengikuti takbir keliling dari posko Seminari berjumlah 75, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sedangkan yang di Tlogodadi tidak kurang dari 90 anak.

“Takbir keliling ini salah satu bentuk aktivitas untuk mengurangi kejenuhan anak-anak. Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan tradisi takbir keliling. Ini tradisi bagus. Ya, olah raga juga. Mengenal lingkungan tempat tinggal semenentara. Pokoknya ini banyak manfaatnya, meskipun tanggal yang tertera di spanduk salah, mestinya 10 Dzulhijjah, tapi ditulis 9,” ujar Ghozi sambin tersenyum.

Attauhidiyyah Giren

“Anak-anak tampak senang diajak jalan-jalan, putar-putar kampung, bawa obor, menabung alat musik seadanya, sambil bertakbir,” tambanya. 

Attauhidiyyah Giren

Dalam kesempatan itu, Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Yogyakarta, Mohammad Zaimul Umam, menyatakan acara takbir keliling di Seminari Kentungan ini membuktikan bahwa pengungsi muslim yang ditampung di Seminari yang Katolik tidak ada masalah.

“Kami yang muslim dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan leluasa. Dan mereka yang Katolik, yang jadi tuan rumah, juga merasa nyaman, tidak ada yang merasa terganggu. Takbir keliling ini kreasi kita semua. Kami punya ide, mereka mendukung,” kelas Zaimul Umam yang turut takbir keliling di Seminari. (mz/hh)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Kiai, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Kamis, 12 April 2012

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Laksamana Cheng Ho, tokoh legendaris dari bangsa Tionghoa turut menyebarkan Islam melalui ekspedisi maritimnya. Di Nusantara, Cheng Ho bahkan hingga 7 kali melakukan pelayaran selain ke penjuru dunia lainnya, mulai dari Laut China Selatan, Samudera Hindia, Teluk Persia, hingga Afrika.

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan Mengapa Cheng Ho Melakukan Ekspedisi Maritim

“Bahkan Cheng Ho dan pasukannya menurut penelitian, Gavin Menzies tahun 2012 lebih dulu menemukan Benua Amerika dibanding Christoper Columbus,” ungkap Guru Besar Universitas Nanking, Tiongkok, Profesor Chi Min Tan dalam Seminar Ekspedisi Cheng Ho dan Islam Nusantara, Selasa, (28/7) di Gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta.

Dalam acara yang dirangkai dengan Halalbihalal PBNU ini, Profesor Tan memberi penekanan pada persoalan, mengapa Cheng Ho melakukan ekspedisi maritim, selain analisis penting lainnya tentang sosok Cheng Ho.

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa Cheng Ho melakukan ekspedisi maritim hingga ke penjuru dunia terutama ke Nusantara.

Attauhidiyyah Giren

“Cheng Ho hidup pada zaman Dinasti Ming, saat itu kekaisaran sedang mencari salah satu pejabat bernama Ching Wen. Bisa saja Cheng Ho ditugaskan oleh negara untuk mencarinya,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, kekaisaran berusaha memamerkan kekuatan militer laut Dinasti Ming melalui pelayaran maritim Cheng Ho. Kemudian, imbuhnya, ekspedisinya juga bisa saja karena alasan perdagangan, membangun persekutuan Islam, untuk menghadapi negeri-negeri lain, memabasmi perompak di lautan, memperkuat hubungan persaudaraan antar-bangsa, alasan ekonomi perdagangan, serta penguatan militer di laut.?

“Namun argumentasi tersebut bisa dikritisi. Misal, pencarian pejabat Ching Wen yang tidak mungkin dilakukan berkali-kali dengan mengelilingi laut hingga ke penjuru dunia,” ucapnya.

Begitupun alasan kemiliteran, karena Cheng Ho melakukan ekspedisi tidak untuk berperang dan menjajah negara lain sebab kapalnya tidak banyak. Selain itu, kekaisaran juga bertanya-tanya, mengapa banga lain tidak masuk ke Tiongkok. Kekaisaran menduga karena banyak perompak yang bertebaran di laut. Oleh karena itu, Cheng Ho ditugaskan oleh negara untuk membasmi perompak-perompak tersebut.

Kemudian persoalan, apakah Cheng Ho berlabuh ke Amerika, Profesor Tan menerangkan, bahwa jika dalam ekspedisinya yang ke-6 pada tahun 1421 M Cheng Ho berlayar ke Benua Amerika menurut penelitian Gavin Menzies, berarti Cheng Ho 10 tahun lebih awal dari Christhoper Columbus.

“Namun, selama ini belum ada catatan yang menerangkan hal itu sehingga tidak ada dasar dan pemikiran seperti itu. Lepas daripada itu, Cheng Ho mempunyai posisi yang sangat penting di dunia maritim Tiongkok,” ujarnya menandaskan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, Cerita, Kajian Islam Attauhidiyyah Giren