Kamis, 30 April 2015

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Pasuruan, Attauhidiyyah Giren

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan memebentuk Densus Antinarkoba seiring dengan peringatan hari lahir ke-93 NU. Unit ini dibentuk atas dasar keprihatinan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Densus Antinarkoba yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin dideklarasikan PCNU Kota Pasuruan, akhir pekan kemarin (24/4), bersama mitra strategisnya yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman tentang komitmen pemberantasan narkoba di Kota Pasuruan, yakni Polresta Pasuruan dan Forum Komunikasi Biker Pasuruan (FKBP).

Waladi mengatakan bahwa Densus Antinarkoba adalah lembaga taktis NU yang di dalamnya terdiri dari aktivis NU, elemen organisasi anak muda, pemerintah, dan kepolisian untuk bersama-sama melakukan perang melawan narkoba.

Attauhidiyyah Giren

"Kita membaca grafik peningkatan pengguna narkoba yang tiap tahunnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan dengan korbannya adalah anak muda. Ini harus dilakukan gerakan bersama untuk perang melawan narkoba dan mewujudkan zero narkoba di Kota Pasuruan. Untuk itu NU perlu merangkul komunitas anak muda sebagai mitra strategis," ucap Waladi.

Attauhidiyyah Giren

Bahrul Ulum, sekretaris daerah Kota Pasuruan, atas nama Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerakan PCNU Kota Pasuruan yang mampu merangkul anak muda untuk bersama-sama memerangi narkoba.

"NU adalah organisasi pertama di Kota Pasuruan yang secara resmi mendeklarasikan perang melawan narkoba dan Pemerintah Kota Pasuruan siap bekerja sama," ujarnya di sela acara deklarasi yang digelar di Aula Lantai II Gedung PCNU Kota Pasuruan.

Acara tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada komunitas anak muda. Beberapa narasumber yang hadir Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Marlon Logo Tadu dan anggota komisi D DPRD Propinsi Jatim H. Muzammil Syafii. Forum disesaki ratusan pelajar, mahasiswa, dan anggota Forum Komunikasi Bikers Pasuruan (FKBP), organisasi komunitas anak muda pecinta motor di Pasuruan.

KH Muhammad Nailur Rohman atas nama Pengurus Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua Panitia Harlah Ke-93 NU mendorong agar NU menjadi motor pemberantasan narkoba dan bergerak merangkul komunitas anak muda.

"Harlah NU tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus dilakukan dalam bentuk gerakan untuk kemaslahatan umat. Dan Harlah NU ke-93 ini kita jadikan mementum untuk melakukan gerakan perang melawan narkoba," kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini. (Hanan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren IMNU, Sholawat, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Kamis, 23 April 2015

PBNU Dukung Pemerintah Revisi UU Terorisme

Jakarta, Attauhidiyyah Giren - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang kelonggaran UU Terorisme memicu salah satunya lemahnya upaya pencegahan tindakan teror yang dilakukan aparat keamanan. Menurutnya, beberapa bagian undang-undang terorisme diperbaiki untuk memperkuat upaya pencegahan aksi teror.

Bersama rombongan PBNU lainnya, Kang Said menyampaikan dukungan terhadap pemerintah dalam merevisi UU Terorisme di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Kantor Kemenkumham Jalan Medan Merdeka Barat, Nomor 15, Jakarta Pusat, Jumat (14/10) pagi.

PBNU Dukung Pemerintah Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Pemerintah Revisi UU Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Pemerintah Revisi UU Terorisme

“Kita mendukung sepenuhnya revisi UU Terorisme. Kalau benih-benih radikalisme ini dibiarkan, maka dapat muncul dalam bentuk terorisme. Ini berbahaya,” kata Kang Said.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengajak semua elemen bangsa untuk terlibat aktif dalam mencegah aksi teror. Menurutnya, terorisme itu bukan lagi mengancam keamanan negara, tetapi mengancam negara itu sendiri.

Attauhidiyyah Giren

“Kalau sudah mengancam negara, artinya teroris bukan hanya musuh polisi dan tentara, tetapi kita semua,” kata Kang Said.

Dalam kesempatan kunjungan ini rombongan PBNU menyampaikan agenda terdekat NU berkaitan dengan peringatan Hari Santri 2016. Pihak PBNU juga mendiskusikan sejumlah hal yang berkaitan dengan hukum dan keamanan.

Attauhidiyyah Giren

“Pada dasarnya kita mendukung kebijakan pemerintah terutama terkait revisi UU Terorisme, UU Kekerasan Seksual, dan UU Kebiri,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 16 April 2015

Konsep Beladiri Pesantren Miftahul Ulum Demak

Demak, Attauhidiyyah Giren

Tim Ekpedisi Islam Nusantara selama di Kota Demak, Jawa Tengah, sempat mengunjung beberapa pesantren, di antaranya Miftahul Ulum. Tim ekspedisi ketika sampai di pesantren itu, langsung disambut sekelompok santri putri berpakaian hitam-hitam mulai kerudung baju panjang dan celana panjangnya.

Konsep Beladiri Pesantren Miftahul Ulum Demak (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Beladiri Pesantren Miftahul Ulum Demak (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Beladiri Pesantren Miftahul Ulum Demak

Sementara santri putra yang berpakaian putih-putih dari atas sampai bawah serentak menabuh rebana seraya melantunkan shalawat. Sementara santri-santri lain mengintip dari jendela dan melihat dari kejauhan. ?

Kemudian tim ekpedisi diterima langsung pengasuh pesantren, KH Humaedi Tamyiz. Selama setengah jam, kedua belah piha berdialog di sebuah ruangan. Ia mengaku bangga karena pondok pesantrennya dikunjungi Tim Ekspedisi Islam Nusantara.

Attauhidiyyah Giren

“Kedatangan Tim Ekspedisi Islam Nusantara ini merepotkan yang menyenangkan dan menyejukkan, seperti anak yang baru mendapatkan jodoh. Ini adalah kebanggaan tersendiri,” katanya. ?

Attauhidiyyah Giren

Ia kemudian memperkenalkan bahwa pesantrennya telah membentuk Markas Besar Brigade Santri Bela Negara yang memiliki pasukan terlatih. Hal itu dilakukan karena pesantren tersebut memiliki sejarah perlawanan kepada tentara Sekutu sekitar tahun 1947.

Waktu itu, pesantren dan kolong musholanya adalah tempat persembunyian tentara Hizbullah. “Santri bela negara menyambung dari sejarah tersebut,” ungkapnya.

Kemudian, Tim Ekpedisi Islam Nusantara menyaksikan atraksi beladiri dari putra dan putri pesantren tersebut. Mereka menampilkan jurus-jurus pencak silat Pagar Nusa NU.

Menurut Kiai Hummaedi Tamyiz, beladiri tersebut mulai diaktifkan ketika ketika musim penculikan kiai, yang disebutnya musim ninja, pada tahun 1997-1999.

Sampai kini, beladiri itu tetap dilanjutkan. “Dibutuhkan atau tidak, santri-santri akan belajar ilmu beladiri,” tegasnya.

Menurut putra pendiri pesantren tersebut, beladiri tidak hanya untuk menjaga sekujur badan, tapi jauh lebih luas, yaitu menjaga dan mempertahankan wilayah. Bagi para santri, jaga diri sudah otomatis menjaga negaranya dari gangguan dalam dan luar. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren