Kamis, 08 Januari 2015

Mendesak Mendagri Tegaskan Bantuan APBD untuk Madrasah

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang digelar di Jakarta, 21-23 Januari 2013, mendesak pemerintah melakukan tindakan afirmatif untuk mengalokasikan dana anggaran pendidikan daerah untuk madrasah.

“Oleh sebab itu, LP Ma’arif NU mendorong kepada Kementerian Dalam Negeri RI untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menyatakan dengan tegas bahwa madrasah bisa mendapatkan bantuan dari APBD, sebagaimana anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah daerah untuk sekolah,” kata Ketua Komisi Rekomendasi H Abdul Ghofarrozin saat membacakan butir rekomendasi.

Mendesak Mendagri Tegaskan Bantuan APBD untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendesak Mendagri Tegaskan Bantuan APBD untuk Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendesak Mendagri Tegaskan Bantuan APBD untuk Madrasah

Dengan demikian, kata Ghofarrozin, maka masalah kesenjangan mutu, ketidakadilan, dan diskriminasi pendidikan yang selama ini terjadi segera teratasi. Tindakan afirmatif (affimative action) pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah harus melibatkan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat.

Attauhidiyyah Giren

“Terutama dalam konteks madrasah, 90% satuan pendidikan adalah berbasis masyarakat, sedangkan hanya 10% yang statusnya negeri,” imbuhnya.

Forum Rakernas ini juga mendesak Kementerian Agama RI untuk membentuk Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan PPPTK untuk madrasah, serta mengingatkan pemerintah melalui Kemendikbud RI agar tidak membedakan antara sekolah dengan madrasah dalam hal dana alokasi khusus (DAK).

Attauhidiyyah Giren

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   :Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Khutbah, AlaSantri Attauhidiyyah Giren

Senin, 05 Januari 2015

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Wonosobo, Attauhidiyyah Giren

Belasan orang-orang tua bakda Isya berkumpul di serambi Masjid Darussalam Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah. Sekitar tujuh orang dari mereka tampak antusias menabuh terbang genjring. Sebagian lainnya kompak melantunkan syiir puji-pujian berbahasa Jawa. Rupanya malam itu mereka sedang latihan, mempersiapkan diri karena pada esok harinya, Ahad (13/3), akan tampil di panggung mengisi acara pembuka dalam suatu pengajian rutin yang dihelat selapan sekali.

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Seni terbang genjring yang sudah puluhan tahun berjalan di Kecamatan Wonoboyo ini mempunyai karakteristik tersendiri dibanding seni rebana lainnya, seperti marawis atau hadrah. Instrumen musik yang dipakai sangat sederhana, hanya beberapa terbang yang pada tepinya terdapat piringan kecil logam, sehingga menghasilkan suara gemrincing. Tidak ada pelengkap atau peranti musik lainnya semisal bas, kecapi, apalagi orgen sebagaimana yang ada dalam seni rebana modern.

Awalnya grup-grup seni terbang genjring ini acap tampil pada berbagai momentum pengajian atau didakan secara bergiliran di rumah anggota jamaah yang biasanya dirangkai dengan kegitana tahlilan atau mujahadahan. Lalu kerap memeriahkan acara-acara hajatan warga. Tetapi seiring mulai bermunculannya seni islami yang baru seperti hadrah dan rebana modern sejak tahun 2000-an, warga lebih memilih mengundang model seni rebana atau hadrah tersebut tiap kali mengadakan acara hajatan.

Attauhidiyyah Giren

Demikian juga kekhasan lain dijumpai dalam bacaan yang dilantunkan ketika mengiringi irama terbang. Selain bacaan berupa puji-pujian untuk Allah dan Nabi Muhammad, juga bacaan materi fiqih yang sudah disusun menjadi syair. Syair fiqih tersebut merupakan gubahan leluhur kiai desa setempat tempo dulu dan masih dibaca sampai sekarang.

Attauhidiyyah Giren

Saat dikonfirmasi Attauhidiyyah Giren, Sabtu (12/3), salah satu tokoh dan sesepuh Desa Wonoboyo, Suyono yang berusia sekitar 85 tahun menyatakan bahwa dulu saat dia masih muda, penggemar atau yang aktif dalam kegitan seni terbangan ini tidak hanya orang-orang tua saja sebagaimana sekarang, melainkan? segenap remaja dan pemuda juga ikut.

Menurutnya, tradisi seni tradisional terbang genjring ini sudah lama berjalan di Desa Wonoboyo, bahkan seingatnya saat dia masih kecil sekitar tahun 1940-an seni terbang genjring tersebut sudah ada.

Ketua grup terbang genjring Darussalam, Sabar, menyatakan dirinya pesimis akan masa depan atau adanya generasi penerus yang masih menjaga dan mempertahankan tradisi daerah berupa seni terbang genjring itu. Apalagi grup tersebut semua anggotanya tidak ada dari kalangan pemuda, hampir semu sudah di atas kepala lima. "Mari para pemuda ikut latihan di grup ini agar tradisi seni terbang lokal ini nanti ada penerusnya", ajaknya. (M. Haromain/Mahbib)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Jadwal Kajian, Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah

Bondowoso, Attauhidiyyah Giren



Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bondowoso mengadakan doa bersama atau istighotsah untuk menyambut Ujian Nasional (UN) 2016 yang bakal berlangsung April mendatang.

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan hari lahir ke-62 IPNU dan hari lahir ke-61 IPPNU tersebut diikuti sekitar 250 siswa SMA/MA/SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Bondowoso. Istighotsah diselenggarakan di Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso, Jalan Letnan Sutarman,  (sebelah barat alun-alun Raden Bagus Asra Kironggo) Kecamatan Kota Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Sabtu (26/3) pagi.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi mengatakan, "Alhamdulillah, kami setiap tahun sudah menyelenggaran istighotsah bersama untuk Sukses Ujian Nasional (UN).” Juhadi berharap pelajar NU menjalani UN tahun ini dengan mudah dan lancar.

Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Asyari Fasya dalam taushiyahnya bersyukur pimpinan IPNU dan IPPNU memberi motivasi serta doa kepada anak didik yang akan melaksanakan ujian nasional ini.

"Ini salah satu di antaranya amal bakti yang terbaik rekan IPNU-IPPNU, karena bagaimanapun kita tidak diam begitu saja sehubungan dengan kepentingan-kepentingan saudara-saudara kita," katanya. Sebab, ibuhnya, Rasulullah pernah mengatakan barangsiapa yang tidak ikut memperhatikan kepentingan saudara-saudaranya tidak di anggap sebagai umatnya.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu ia juga mengingatkan, selain untuk mendapat selembar ijazah, para pelajar juga mesti mencari kemanfaatan dan keberkahan dari proses belajarnya, dan karena itulah doa kepada Allah dibutuhkan. (Ade Nurwahyudi).

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Sejarah Attauhidiyyah Giren