Selasa, 10 Desember 2013

PMII Jombang Bagi-bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/7), menebar berkah Ramadhan dengan membagi-bagikan takjil untuk pengguna jalan. Pembagian menu buka puasa ini dimulai pukul 17.00 sore menjelang berbuka puasa.

Sekitar 25 kader PMII menyebar disudut perempatan Jalan Wahid Hasyim depan Masjid Ar-Raudloh Jombang. Hanya berselang 20 menit 500 bungkus kurma dan 500 gelas minuman ludes.

PMII Jombang Bagi-bagi Takjil untuk Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Bagi-bagi Takjil untuk Pengguna Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Bagi-bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

“Alhamdulillah, kami hari ini bisa membagi-bagikan rezeki kepada sesama yang ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Bahkan, beberapa jamaah masjid ada yang tidak kebagian karena memang masih sebatas itu kemampuan kami,” terang Mahmudi, Ketua PC PMII Jombang.

Attauhidiyyah Giren

Aksi bagi-bagi takjil mereka mendapat apresiasi dari masyarakat dan para pengguna jalan setempat. Mereka bersyukur kader mahasiswa Islam Nahdhlatul Ulama tersebut masih peduli sosial meski di tengah keterbatasan yang PMII Jombang miliki.

Attauhidiyyah Giren

“Mahasiswa seperti mereka sangat baik sudah mempunyai rasa saling mengasihi. Saya dan jamaah yang lain senang kalau tiap hari ada yang mau seperti mereka. Kan yang tidak dapat hari ini, bisa dapat besok,” kata salah satu penerima takjil, Urifah, sembari tersenyum. (Romza M Gawat/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 08 November 2013

Mengusap Wajah Setelah Doa Qunut

Doa qunut adalah doa yang dilakukan pada saat berdiri tegak dari ruku’, hukum doa qunut sendiri adalah sunnah karena bukan termasuk salah satu syarat maupun rukun shalat. Doa qunut dilakukan pada saat shalat subuh, shalat witir di bulan Ramadlan pertengahan akhir, pada saat ada bencana atau yang dikenal dengan istilah qunut nazilah.Tidak ada doa khusus untuk doa qunut, hanya saja doa yang sering kita dengar adalah doa yang berbunyi ? ?..... walaupun sebagian ulama’ memperbolehkan doa qunut dengan doa selain tersebut di atas.

Lalu terkadang kita temui sebagian orang yang mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut, entah pada saat shalat berjama’ah ataupun shalat munfarid (sendiri), sebenarnya tidak ada larangan mengusap wajah tersebut, akan tetapi lebih baik tidak mengusap kewajah karena sunnahnya adalah tidak mengusapkan tangan kewajah setelah selesai membaca doa qunut. Imam Abu Bakar Al-Husaini Asy-Syafi’I dalam kitabnya Kifayatul Akhyar menyinggung masalah tersebut diatas,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Mengusap Wajah Setelah Doa Qunut (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengusap Wajah Setelah Doa Qunut (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengusap Wajah Setelah Doa Qunut

Doa qunut yang disunnahkan adalah dengan mengangkat kedua tangan dan tidak mengusapkan kedua tangan kewajah setelah selesai berdoa.

Bahkan ada sebagian ulama’ yang menganggap makruh hukumnya mengusapkan kedua tangan setelah selesai berdoa, karena tidak ada ketentuan dari sunnah. Sebagaimana kelanjutan dari kitab diatas,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Attauhidiyyah Giren

Dan ulama’ sepakat tidak disunnahlan mengusapkan tangan ke dada, bahkan dari sebagian golongan ada yang menghukumi makruh.

Maka untuk mendapatkan kesunahan qunut adalah mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati oleh para ulama’ fiqih, dan memilih doa yang mudah dilafalkan dan dihafal. (Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Kyai, Berita, Kajian Attauhidiyyah Giren

Minggu, 03 November 2013

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Korban gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun di Provinsi Aceh makin terus bertambah berdasarkan data statistik. Jumlah korban yang masih berbeda-beda yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga membuat LPBINU terus melakukan langkah taktis penanganan korban.

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Lakukan Langkah Taktis Tangani Korban Gempa Aceh

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) M. Ali Yusuf, validasi data korban terdampak berperan penting agar distribusi bantuan tepat sasaran.

“Hingga sekarang Tim LPBINU yang telah turun ke lapangan terus melakukan assessment langsung terhadap jumlah korban karena hal ini penting untuk segera melakukan tindakan bantuan secara cepat dan tepat,” ujar Ali Yusuf, Jumat (9/12) di Jakarta.

Dia juga menerangkan bahwa timnya sudah berkoordinasi dengan para pengurus NU di Aceh, baik PWNU maupun PCNU di tiga kabupaten. Pos kemanusiaan NU juga telah didirikan di beberapa titik untuk memudahkan proses evakuasi korban dan distribusi bantuan.

“Informasi sementara yang kami dapatkan, saat ini para korban sangat membutuhkan makanan instan cepat saji yang tidak memerlukan proses lama. Selain itu, kebutuhan obat-obatan dan logistik yang diperuntukan bagi perempuan dan anak-anak juga krusial,” jelasnya.

Attauhidiyyah Giren

Rilis terkini data korban

LPBINU juga ikut merilis data yang telah dikelaurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh selain data dari Dinas Sosial yang kecenderungannya berbeda-beda.?

Data dari 3 kabupaten yaitu Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun menurut BPBD Aceh hingga 9 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Korban meninggal: 103 orang

Attauhidiyyah Giren

Korban luka: 589 orang

Mengungsi: 10.301 orang

Rumah rusak: 11.378

Masjid rusak: 58

Mushollah rusak: 88

Ruko rusak: 109

Dayah/Pesantren rusak: 3

“Selain itu, Kampus Al-Aziziyah dan sebuah sekolah juga hancur serta berbagai fasilitas umum, kantor, dan infrastruktur juga rusak,” tandas Ali Yusuf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Daerah, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 30 Oktober 2013

Habib Syech: Mari Saling "Bongkar" Kebaikan!

Karanganyar, Attauhidiyyah Giren. Habib Syech bin Abdul Qodir as-Segaf berpesan, agar umat Islam senantiasa menularkan kebaikan kepada sesama. Sebab inti dalam hidup ini tidak lain hanyalah untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan. Kita hidup untuk saling berbuat kebaikan.

Habib Syech: Mari Saling Bongkar Kebaikan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mari Saling Bongkar Kebaikan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mari Saling "Bongkar" Kebaikan!

Habib asal Solo Jawa Tengah tersebut menambahkan, tidak ada gunanya mengisi hidup ini hanya dengan membongkar keburukan satu sama lain, ‘Yang perlu dilakukan adalah saling membongkar kebaikan agar terus menular kepada yang lain,” tegasnya kepada ribuan masyarakat yang hadir rumah dinas Wakil Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa malam (14/5) lalu.

Dalam kegiatan yang bertajuk Karanganyar Berzikir tersebut, ribuan umat Islam larut dalam dzikir dan shalawat yang dipimpin Habib Syech.

Attauhidiyyah Giren

Kegiatan pengajian tersebut juga dihadiri Bupati Karanganyar Rina Iriani SR dan Wakil Bupati Paryono.

Paryono mengatakan, melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk bersama-sama menenteramkan hati dan pikiran, “Karena itulah, malam ini kami mengajak masyarakat berkumpul bersama dengan para alim ulama dan pejabat,” tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Hadir pada kesempatan itu ulama dan pengasuh pondok pesantren, seperti KH Abdul Karim Ahmad Al Hafidz (Solo) dan Syekh Yaqub dari Malaysia.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Pertandingan, Kyai Attauhidiyyah Giren

Kamis, 24 Oktober 2013

Kisah Tragis Haji Non-Kuota, Bayar Mahal Fasilitas Minim

Makkah, Attauhidiyyah Giren. Tim Media Center Haji (MCH) bersama petugas Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Sabtu dinihari waktu setempat, menemukan sepasang suami istri yang diperkirakan merupakan jamaah haji non kuota dengan kondisi memelas padahal mereka membayar mahal.

Kisah Tragis Haji Non-Kuota, Bayar Mahal Fasilitas Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Tragis Haji Non-Kuota, Bayar Mahal Fasilitas Minim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Tragis Haji Non-Kuota, Bayar Mahal Fasilitas Minim

Sebelumya sepasang suami isteri itu terlihat kebingungan di luar areal Masjidil Haram karena tidak tahu arah pulang. Mereka hanya menggunakan identitas yang dikalungkan dengan bertuliskan sebuah biro perjalanan.

Selain itu mereka tidak menggunakn atribut yang biasanya digunakan oleh haji resmi atau biasa disebut haji reguler atau haji kuota, seperti gelang identitas. Mereka tidak mengetahui secara pasti tempat tinggalnya hanya mengatakan kondisinya seperti penampungan.

Attauhidiyyah Giren

Saat itu jamaah asal Jawa Timur itu masih diduga sebagai haji kuota atau bahkan haji khusus yang tidak membawa identitas resmi sehingga dibawa ke kantor Daker Makkah. 

Attauhidiyyah Giren

Namun setelah berbincang, diperkirakan mereka bukan merupakan haji yang melalui jalur resmi. Hal ini diketahui melalui cara membayar biaya haji yang tidak sesuai jalur yang selama ini berlaku dan mereka mengaku tidak diberikan identitas seperti yang dimiliki jamaah haji resmi.

Namun mereka mengaku tidak tahu jika masuk jamaah haji yang tidak terdaftar resmi.

Mereka mengaku ditawari seseorang untuk berangkat haji dengan biaya Rp80 juta per orang, sehingga berdua menjadi Rp160 juta. Mereka dibiayai anaknya. Padahal biaya resmi haji reguler hanya sekitar Rp38 juta. Biaya mereka hampir mendekati biaya haji khusus (ONH Plus).

Namun memang jika melalui jalur haji resmi, calon jamaah harus menunggu lama, termasuk haji khusus. Sementara mereka mengaku prosesnya hanya enam bulan.

Ternyata bukan mereka saja yang berangkat, namun ada 18 orang dari Bandara Juanda Surabaya. Rombongan tidak langsung menuju Arab Saudi tapi harus beberapa kali ganti pesawat yakni di Singapura dan kemudian di Abu Dhabi, untuk selanjutnya ke Jeddah. Rombongan tanpa ada pembimbing sama sekali, padahal jika haji resmi maka di pesawat antara lain ada petugas pembimbing haji dan tenaga kesehatan.

Setelah dijemput bus kecil mereka dibawa ke tempat penginapan. Yang mengenaskan, tempat penginapan tersebut tidak layak, apalagi jika dibandingan dengan penginapan jamaah haji resmi, bahkan jamaah haji reguler sekalipun. "Seperti penampungan," kata mereka lalu mengatakan lebih bagus rumah mereka di tanah air.

Selain itu penginapan berada di lingkungan dan bangunan kumuh dengan ventilasi tidak bagus sehingga tercium bau kurang sedap. Untuk menuju ruangan harus melewati lorong kecil. Ada dua kamar yang terlihat yang diisi dengan tempat tidur dengan kasur tipis. Di salah satu kamar diisi oleh delapan orang, tanpa pendingin ruangan dan hanya kipas angin. Kamar hanya dibatasi kain. Kamar mandi pun terlihat kurang sehat.

Tim dari Seksi Perlindungan Daker Makkah dan beberapa wartawan MCH akhirnya ikut mengantarkan kedua pasangan suami isteri ini untuk mencari tempat penginapan mereka mulai Jumat (19/9) sekitar pukul 23.00 dan akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 01.30.

Pemerintah memang meminta masyarakat untuk berangkat haji melalui jalur resmi. Tidak diketahui dari mana mereka memperoleh visa. Namun yang pasti nama mereka tidak tercatat dalam Sistem Komputersisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Kerugian menjadi jemaah haji non kloter, antara lain, tidak ada yang menjamin dalam hal akomodasi. Kerugian lain, tidak ada yang melindungi karena tidak punya petugas atau pembimbing yang mendampingi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Jadwal Kajian Attauhidiyyah Giren

Senin, 30 September 2013

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Sepanjang hayat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanyalah menjadi pelayan masyarakat 24 jam setiap harinya. Ia menampung semua permasalahan agama, sosial, dan budaya yang dihadapi masyarakat.

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pelayan Umat 24 jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pelayan Umat 24 jam

“Sejak bangun tidur, Gus dur sudah dihadapkan masalah mulai pengaduan ibu-ibu yang tidak kuat bayar SPP sampai para koruptor yang banyak uang. Ibaratnya,  Gus Dur ini adalah rak besar yang menampung segala permasalahan,” kata pengasuh pesantren API Magelang KH Yusuf Chudhori dalam peringatan haul ke-4 Gus Dur dan menyambut 40 hari Nelson Mandela di rumah makan Bambu Wulung, Selasa (31/12) malam.

Gus Yusuf, sapaan akrab KH Yusuf Chudhori ini mengatakan, Gus Dur adalah pemimpin yang lebih mementingkan hasil daripada prosesnya. Meskipun langkahnya terkadang zig-zag, membikin gaduh, dan membingungkan orang tetapi ia mengarahkan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat.

Attauhidiyyah Giren

Berbeda dengan Gus Dur, sekarang banyak pemimpin yang mementingkan proses tetapi hasil ujungnya tidak jelas. Politik bagi Gus Dur adalah seni menyejahterakan masyarakat dengan cara yang benar, kata Gus Yusuf di hadapan sedikinya 100 hadirin.

Kendati sering dihujat, Gus Dur selalu bilang “Yang penting orang lain senang”. Bila ada persoalan karena orang tidak paham, Gus Dur minta menunggu sampai orang itu paham, terang Gus Yusuf.

Attauhidiyyah Giren

Perjuangan dan tugas Gus Dur dalam membela HAM maupun menjaga kearifan lokal telah diteruskan para pecinta dan pengagumnya. Sekarang ini, lanjut Gus Yusuf, para kiai kampung menggelorakan Islam yang arif dalam  menjaga harmonisasi dengan kebudayaan.

Selain Gus Yusuf, Agus Maftuh dan pengasuh pesantren Soko Guru KH Nuril Arifin juga menyampaikan ceramah. Haul yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kudus diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang  Ki Heri dan Ki Agus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren

Rabu, 18 September 2013

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU

Jombang, Attauhidiyyah Giren - Sejumlah masyarakat Muslim tengah bersiap mengikuti aksi super damai yang akan berlangsung di Monumen Nasional atau Monas Jakarta, Jumat (2/12) mendatang. Namun, Muslimat NU Jombang tunduk terhadap instruksi yang dikeluarkan induknya, NU.

"Tidak ada pengerahan massa, Muslimat NU Jombang secara otomatis solid akan tetap ikut instruksi NU," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab, Selasa (29/11).

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Aksi Super Damai, Muslimat Ikut Instruksi NU

Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut menegaskan bahwa warganya tidak akan terpengaruh untuk terlibat dalam rencana aksi super damai tersebut. Apalagi PCNU setempat telah mendapat surat dari PWNU Jawa Timur yang menginstruksikan kepada seluruh warga NU, termasuk Banom atau badan otonom seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU, dan lainnya tidak diperkenankan ikut aksi damai 212 di Jakarta.

Attauhidiyyah Giren

Dalam pandangan Wakil Bupati Jombang tersebut, hendaknya warga lebih memilih beraktifitas seperti biasanya. Dan untuk turut memperbaiki keadaan, hal yang tidak kalah penting adalah dengan memohonkan doa.? Termasuk berdoa bersama demi kebaikan bangsa dan negara. "Kita akan tetap istigatsah, doa bersama supaya negara tetap aman, damai, dan sejahtera. Itu lebih baik bagi kami," tandasnya.

Attauhidiyyah Giren

Menurut putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut, penanganan kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama telah ditangani aparat penegak hukum. Oleh karena itu, masyarakat harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan kejaksaan.

Sedangkan tugas utama masyarakat adalah bekerja. "Lebih baik bekerja dan beraktivitas seperti biasa agar negara aman dan warga tetap sejahtera," pesannya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax, Nahdlatul, Khutbah Attauhidiyyah Giren

Jumat, 19 Juli 2013

Pascasarjana NU UGM : Maksimalkan Dana Desa untuk Pembangunan Nasional

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren 

Forum Silahturahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama Universitas Gajah Mada (Forsil UGM) kembali menggelar diskusi bulanan kelima pada Kamis, (2/11). Diskusi rutin ini mengangkat tema “Pembangunan Infrastruktur dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) melalui Dana Desa”. 

Pascasarjana NU UGM : Maksimalkan Dana Desa untuk Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana NU UGM : Maksimalkan Dana Desa untuk Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana NU UGM : Maksimalkan Dana Desa untuk Pembangunan Nasional

Diskusi yang berlangsung di Pusat Studi Kawasan dan Pengembangan Desa UGM ini disambut sangat baik Guru Besar Fakultas FISIPOL sekaligus Direktur Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, Sesetiawan. 

Ia menyampaikan pentingnya menjadi manusia yang berpikir secara integratif dalam ilmu pengetahuan, temasuk bagaimana persoalan pembangunan desa bisa dikaji dalam perspektif lintas disiplin. Persoalan desa adalah persoalan yang kompleks jadi tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu bidang ilmu. 

Selain itu ia melanjutkan dengan adanya Undang-Undang Desa No. 60 tahun 2014, desa tidak lagi menjadi objek dari kebijakan pusat, namun desa adalah subjek yang memiliki wewenang untuk mengelola sumber daya dan potensi desa masing-masing melalui dana desa. 

Pemateri pada diskusi kali ini adalah salah satu staf Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,  Opik Mahendra. Pria asal Banyumas Jawa Tengah ini merupakan lulusan 2017 pada program studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan di Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada. 

Attauhidiyyah Giren

Menurut Opik, desa merupakan bagian terpenting dalam miniatur pembangunan Nasional. Terdapat 74.954 desa di Indonesia. Jumlah ini tidaklah sedikit untuk menunjang pembangunan nasional. 

Attauhidiyyah Giren

Adanya dana desa ini tentu bisa memberikan dampak positif agar desa fokus tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Masyarakat harus terlibat aktif dalam proses pembangunan desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan pendidikan.

Lebih lanjut, terbitnya Undang-Undang Desa No. 60 tahun 2014 menandai era baru pembangunan desa sebagai subjek pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan desa masih bergantung pada kebijakan pusat, maka sejak 3-4 tahun terakhir ini desa telah memiliki kewenangan untuk mengelola sendiri dana desa atau otonomi desa. 

Dana desa ini bersumber dari aloksi Anggaran Pembelanjaan dan Belanja Nasional (APBN) dan alokasi Anggaran Pembiayaan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Dana tersebut ditransfer langsung ke desa-desa dan dikelola secara mandiri untuk pembangunan dan pengembangan desa.

Opik mengatakan, angka 4 tahun belum signifikan untuk menguji efektivitas penyerapan dana desa. Hal ini bisa dilihat bahwa pembangunan fisik masih mendominasi serapan anggaran tersebut. 

Walaupun demikian, dengan adanya wewenang desa dan suntikan langsung dana yang cukup besar ke tiap desa, pembangunan mulai bervariasi merambah ke wilayah ekonomi dan pendidikan.

Materi diskusi yang disampaikan Opik merupakan hasil dari riset tesis. Riset ini dilakukan di 8 desa dan di 8 kabupaten di Jawa Tengah. Temuannya adalah terdapat satu desa yaitu Desa Ponggok, Kabupaten Klaten yang setelah mendapat dana desa menjadi desa dengan jumlah Badan Usaha Milik Desa terbanyak di tingkat nasional. 

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini sangat terbantu oleh dana desa. Selain itu, ia menambahkan faktor kepemimpinan desa yang dalam hal ini kepala desa dangat berperan penting dalam pembangunan desa. 

Diskusi ini berlangsung interaktif karena peserta diskusi selain sebagai mahasiswa pascasarjana, juga berasal dari satu frekuensi yang sama sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Untuk ini warga NU memiliki tantangan dan peluang berada dalam pusaran pembangunan desa. 

Kholiq selaku moderator pada diskusi kali ini mengatakan bahwa sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa NU itu desa dan desa itu NU. Ini artinya bahwa warga NU memiliki andil besar dalam proses pembangunan desa yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan program-program dari desa.  

Pemateri mengemukakan terdapat tantangan dan peluang Nahdliyin di desa yaitu perspektif politik (terlibat dan bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan), perspektif informasi (hak memperoleh dan mengakses informasi anggaran dan pembangunan desa), dan perspektif alokatif (alokasi anggaran dan layanan desa secara adil, bagaimana kontrol sosial masyarakat desa). 

"Yang menjadi PR adalah terkait leadership di desa, kepala desa sekadar hanya simbol dan hanya beberapa yang memiliki inovasi. Tantangan terletak pada bagaimana menghidupi dan inovasi, dalam upaya pemanfaatan dana desa. Untuk mendorong inovasi ini kepala desa dapat melaksanakan study banding dengan optimal dan pendamping desa yang profesional," terang Edo, salah satu peserta diskusi.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40 mahasiswa dari berbagai program studi ini ditutup dengan merefleksi kembali pernyataan Bung Hatta bahwa Indonesia tidak akan bercahaya karna obor di Jakarta. Tapi Indonesia bercahaya dengan lilin-lilin di desa. (Alanuari/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib Attauhidiyyah Giren

Senin, 15 Juli 2013

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Tidak ada orang baik tanpa masa lalu dan tidak ada orang jahat tanpa masa depan. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki dirinya. Oleh karena itu, belajarlah untuk selalu berpikir positif dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri ketika memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Pemkab Probolinggo antara Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di auditorium Kantor Bupati Probolinggo, Senin (3/7) siang.

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Penting Berpikir Positif dan Berprasangka Baik kepada Allah

“Usahakan bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan. Sikap mental dan kepribadian seseorang dipengaruhi kuat oleh pergaulan. Jangan percaya ada orang sukses tanpa dukungan sahabat-sahabatnya. Link network orang-orang terbaik dan pilihan,” katanya.

Menurut Gus Ali, kisah orang-orang sukses pasti ada wanita hebat dibaliknya (siapa ibu yang melahirkan dan siapa istri yang mendampinginya). “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik peristiwa pasti ada hikmah. Orang yang tidak mampu berpikir positif pasti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ali mengajak ribuan ASN untuk membaca Surat Luqman yang artinya dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong. Sesungguhnya Allah tidak senang orang yang sombong.

Attauhidiyyah Giren

“Ada juga tafsir Ibnu Katsir yang berbunyi, jangan palingkan wajahmu. Hargai lawan bicaramu. Ciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan. Jangan percaya orang sukses jadi pemimpin kalau komunikasinya jelek,” terangnya.

Attauhidiyyah Giren

Gus Ali menerangkan bahwa prinsip dakwah adalah merangkul bukan memukul, mengobati bukan menyakiti dan mencari kawan bukan mencari lawan. Untuk berpikir positif maka kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

“Mari berfikir positif, aku bisa, aku bahagia, aku sukses, aku cerdas dan aku kaya. Insya Allah menjadi kenyataan, modalnya berpikir positif dan berbaik sangka kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses dengan segala kelebihan masing-masing, melengkapi bukan menjatuhkan,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menerangkan bahwa selama 10 hari lamanya para ASN menikmati libur cuti lebaran dan disibukkan dengan silaturahim dengan keluarga. Oleh karena itu, hendaknya disempatkan minimal setahun sekali untuk bersilaturahim.

“Bekerja dan berkoordinasi dengan teman kerja satu kantor, lintas kantor dan lintas instansi tentunya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan dan kekurangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahim dengan semua yang mendukung dan mensupport sehingga menjadi karyawan dan karyawati serta pelayaan rakyat yang lebih baik,” terangnya.

Tantri mengharapkan agar momentum ini menjadi cambukan semangat untuk menjadi yang jauh lebih baik dan amanah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Terlebih selama selama bulan suci Ramadhan kita ditempa akhlak sehingga menjadi pelayan rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal ini dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo H Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa, RMI NU Attauhidiyyah Giren

Minggu, 30 Juni 2013

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

KH. Mohammad Cholil Bisri (akrab dipanggil Mbah Cholil) lahir tanggal 12 Agustus 1942 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1263 H di Rembang. Mbah Cholil adalah putra pertama dari pasangan KH. Bisri Mustofa bin H. Zaenal Mustofa dan Nyai Hj. Marufah binti KH. Cholil Harun Kasingan Rembang.

Pesantren Kasingan Rembang pernah mengalami masa keemasan (sekitar 1935) dengan jumlah santri mencapai 3 ribuan. Sentuhan Mbah Cholil Harun melalui pendidikan pesantren melahirkan alumni yg mumpuni di bidangnya. antara lain: KH. Bisri Mustofa, KH. Machrus Ali Lirboyo, KH. Misbah Mustofa Tuban dll.

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Rajab, Mengenang Wafatnya Kiai Cholil Bisri

Mbah Cholil lahir dalam suasana sulit. Saat itu terjadi pergolakan politik nasional akibat terjadi peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Mbah Cholil beserta keluarganya harus mengungsi dari daerah ke daerah lainnya, bahkan sampai ke Pare Kediri.

Attauhidiyyah Giren

Mbah Cholil menikah dengan Nyai Hj. Muhsinah binti KH. Soimuri Solo dan dikaruniai 8 putra-putri. berturut-turut putra putri beliau adalah: Yahya Cholil Staquf, Ummi Kalsum Cholil Dzalij, Zaenab Cholil Qotsumah,? Yaqut Cholil Qoumas, Faizah Cholil Tsuqoibak, Bisri Cholil Laquf, Mohammad Hanies Cholil Barro dan Mohammad Zaim Cholil Mumtaz.

Pendidikan Mbah Cholil di SR, kemudian mengaji dari pesantren ke pesantren. Setelah mengaji dengan abahnya di Rembang, Mbah Cholil bersama adiknya (KH. A. Mustofa Bisri) nyantri di pesantren Lirboyo Kediri. Selain ngaji kitab, dua santri muda ini dikenal suka dengal ilmu kedigdayan juga. Sepak bola adalah olah raga favorit sejak remaja.

Attauhidiyyah Giren

Setelah dari Lirboyo, Mbah Cholil pindah nyantri di pesantren Krapyak asuhan Mbah KH. Ali Maksum, sambil kuliah setahun di UIN Yogya. Kuliah di Yogya hanya dilakoni setahun, setelah itu diutus abahnya berangkat ke Makkah untuk mengaji dengan Syekh Alwi Al-Maliki.

Mbah Cholil dikenal sebagai kiai yang politisi. Kiprah politiknya dimulai dengan bergabung dengan Partai NU, PPP, dan PKB. Mbah Cholil adalah penggagas, pendiri dan deklalator PKB. Pernah menjadi anggota dewan DPRD Rembang dan DPR Pusat dari PPP.

Setelah reformasi, Mbah Cholil bergabung dengan PKB. Pernah wakil ketua MPR RI dari Fraksi PKB 2002-2004 dan wakil ketua Dewan Syuro DPP PKB 2002-2005. Mbah Cholil mewarisi abahnya sebagai orator ulung dan politisi.

Aktivitas di Jakarta yang padat tidak pernah melupakan santrinya di Rembang. Perjalanan Rembang Jakarta atau sebaliknya dilakoni setiap minggu, bahkan seminggu dua kali pulang-pergi. Hari selasa adalah hari keramat Mbah Cholil. Bagaimanapun sibuknya, Mbah Cholil pasti untuk mengaji bersama santri-santri sepuh.

Selain aktivitas politik, kegiatan sosial keagamaan lain, seperti melayani pengajian di dalam dan luar kota. Mbah Cholil hampir tdk pernah menginap di luar rumah meski sedang mengisi pengajian di luar kota. Sebisa mungkin pulang ke rumah, sehingga jadwal ngaji tafsir jalalain bakda subuh tetap bisa berjalan bersama santri di pondok.

Mbah Cholil adalah seorang kolumnis di koran. Gagasannya tentang sosial dan politik bisa dibaca melalui tulisan opini di koran. Koran Suara Merdeka, Jawa Pos dan Kompas sering memuat tulisan Mbah Cholil.

Yang luar biasa dan tidak kalah menariknya ulasannya tentang sepak bola. komentar dan prediksinya membuat kagum pembaca. setiap event besar sepak bola, seperti piala dunia atau piala eropa, koran-koran besar selalu memperebutkan ulasannya karena kecemerlangan dalam analisis dan prediksinya.

Hari ini tepat haul beliau, yang wafat 7 Rajab atau 24 Agustus 2004, Mbah Cholil dipanggil kembali oleh Allah SWT. Allahummagfir lahu warhamhu wa afihi wafu? anhu.

Abu Rokhmad, Wakil Dekan FISIP UIN Walisongo & Menantu KH Cholil Bisri



(Baca juga: Mengenal Almarhum KH Cholil Bisri)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Doa Attauhidiyyah Giren

Minggu, 23 Juni 2013

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Makassar, Attauhidiyyah Giren - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Berita duka datang dari Makassar. Sesepuh NU Sulawesi Selatan Prof Dr H Abd Rahman Idrus telah berpulang ke rahmatullah, Selasa (31/5). Salah seorang tim perumus Deklarasi Munarjati PMII 1972 ini wafat di Rumah Sakit Wahidin Makassar tepat pukul 12.00 Wita.

Abdur Rahman Idrus saat ini diamanahi sebagai Wakil Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kajian Islam Aswaja An-Nahdliyah Universitas Islam Makassar (UIM), dan Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Abd Rahman Idrus, Tim Perumus Deklarasi Murnajati Telah Tiada

Almarhum merupakan salah satu Pendiri UIM yang berembrio dari Sekolah Tinggi Islam Al-Gazali Ujung Pandang, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al-Gazali Ujung Pandang, Universitas Nahdlatul Ulama Makassar yang didirikan pada 6 Juni 1962 dan saat ini menyongsong Milad Ke-50.

Attauhidiyyah Giren

Almarhum termasuk salah satu anggota tim perumus Deklarasi Murnajati pada Musyawarah Besar PMII II di Murnajati Malang Jawa Timur Tanggal 14 Juli 1972, dimana saat itu PMII mendeklarasikan sebagai organisasi independen.

Saat ini jenazahnya telah berada di rumah duka Jalan Sunu 138 Makassar. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Batu Lappa Desa Panaikang, Kecamatan Minasa Tene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Rabu (1/6).

Prof Abd Rahman Idrus wafat pada usia kurang lebih 71 tahun. Sampai akhir hayatnya, almarhum senantiasa memikirkan NU dan UIM. Bahkan ia adalah satu sesepuh NU yang sampai akhir hayatnya masih menjadi tempat anak-anak muda NU mencurahkan kegelisahan mereka. Semoga Allah menerima amal baiknya dan mengampuni segala kekurangannya. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah Attauhidiyyah Giren

Senin, 17 Juni 2013

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari

Jakarta, Attauhidiyyah Giren?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu menolak dengan tegas pemberlakuan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Sekolah Lima Hari.?

“Kita menolak keras kebijakan Sekolah 5 Hari. Pendidikan yang sudah ada kan sudah baik. Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki,” katanya pada saat konferensi pers menolak kebijakan Sekolah Lima Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari

Menurtu Kiai Said, kebijakan Mendikbud sangat merugikan banyak pihak, terutama pengelola madrasah di desa-desa. ? Daripada melakukan hal semacam itu, menurut Kiai Said, sebaiknya meningkatkan kualitas sistem yang ada. “Yang sudah ada, ayolah ditingkatkan. Pagi sekolah di SD. Sore sekolah di madrasah agama. Di desa-desa semua begitu. Malamnya mengaji Al-Qur’an,” ungkapnya. ?

Ketika ditanya Kemendikbud dan Kemeneag akan mengadakan koordinasi untuk menjalankan kebijakan tersebut, menurut Kiai Said, NU akan tetap menolaknya. “NU tidak ada urusannya dengan itu. Jika keduanya menjalankan keputusan itu, NU akan memboikotnya,” tegasnya. ?

Upaya-upaya menolak kebijakan tersebut, lanjutnya akan terus dilakukan NU sampai maksimal tidak diberlakukan. “Terus akan kita desak Presiden. Sampai saat ini komunikasi sudah dilakukan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Aswaja Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Minggu, 16 Juni 2013

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI

Kebumen, Attauhidiyyah Giren. Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, Jawa Tengah, mengadakan "Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis KBK dan KKNI"? di Ruang Pascasarjana, kampus setempat, Sabtu (1/11).

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI (Sumber Gambar : Nu Online)
IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI (Sumber Gambar : Nu Online)

IAINU Kebumen Gelar Lokakarya Kurikulum KKNI

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang telah menerbitkan Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan dalam penyusunan pencapaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional.

Rektor IAINU Kebumen Imam Satibi menyampaikan, lokakarya tersebut merupakan peningkatan wawasan peserta soal penyusunan kurikulum dalam upaya turut mengembangkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Pihaknya akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan perumusan di setiap prodi. Ia yakin lulusan kampus IAINU mempunyai keahlian yang jelas.

Attauhidiyyah Giren

Lokakarya yang diikuti para dekan, para ketua jurusan, para sekertaris jurusan,? kaprodi, dan penjamin mutu tersebut menghadirkan pembicara utama Arif Junaidi dari Kopertais wilayah X didampingi Wakil Rektor IAINU Slamet Mujiono.

Attauhidiyyah Giren

Slamet menjelaskan, KKNI dilaksanakan melalui 8 tahapan, yaitu menetapkan profil kelulusan, merumuskan hasil pembelajaran (learning outcomes/LO), merumuskan kompetensi bahan kajian, pemetaan LO Bahan Kajian, pengemasan mata kuliah, penyusunan kerangka kurikulum, penyusuan rencana perkuliahan.

Setelah penyampaian bahan lokakarya oleh Slamet Mujiono, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok penyusunan kurikulum berbasis KBK dan KKNI per jurusan? dan per kelompok program studi. (Bahrun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Doa, Cerita Attauhidiyyah Giren

Rabu, 29 Mei 2013

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren. Pesantren kilat (sanlat) dan bimbingan belajar pascaujian nasional (BPUN) Mata Air regional Yogyakarta menggelar halal bihalal dan pertemuan alumni di di Ruang Abdullah Sigit, FIP Universitas Negeri Yogyakarta, Ahad (08/09).

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Pertemuan diawali dengan pembacaan puisi dan penampilan Alumni Sanlat yang berprestasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan motivasi bagi para alumni sanlat yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pertemuan dihadiri sedikitnya seratus alumni Sanlat BPUN. Mereka terdiri dari pelbagai kampus yang ada di Yogyakarta. Sementara sesi motivasi dalam acara itu diisi Ketua Umum PP GP Ansor yang juga salah seorang pendiri Sanlat BPUN Mata Air Nusron Wahid.

Attauhidiyyah Giren

"Yayasan Mata Air dalam bentuk format Sanlat dan BPUN dimaksudkan untuk mengatasi kemiskinan. Sedangkan kemiskinan tidak bisa diatasi sekadar pendekatan legal akses. Akses yang paling utama adalah tanah dan yang kedua adalah pendidikan," kata Nusron Wahid.

Attauhidiyyah Giren

Kepada hadirin, Nusron mengingatkan tujuan pendidikan, pengabdian di tengah masyarakat. Para alumni ke depan harus kembali dan berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing di tengah masyarakat.

Kuliah merupakan bekal pendidikan untuk terjun di tengah masyarakat, tegas Nusron.

Penguatan rohani, lanjut Nusron, tidak boleh diabaikan dengan cara menghidupkan tradisi barzanjian dan tahlilan baik semasa di kampus atau setelah kembali kelak di tengah masyarakat.

(Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Aswaja Attauhidiyyah Giren

Kamis, 23 Mei 2013

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat

Pringsewu, Attauhidiyyah Giren. Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan pentingnya menata niat dalam melakukan setiap amal ibadah. Ia menyampaikan hal itu di depan jamaah Ngaji Ahad Pagi yang rutin dilaksanakan setiap Ahad di Aula Kantor NU Pringsewu, Ahad (26/2).

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingatlah, Sepertiga Amal Ibadah Kita adalah Niat

Kiai yang akrab disapa Gus Nawir itu, mengingatkan pula pentingnya niat bisa menentukan baik buruknya dan sah tidaknya sebuah amal ibadah.

"Sepertiga amal ibadah kita adalah niat. Oleh karenanya, baik buruk, sah tidaknya amal ibadah kita bisa ditentukan oleh niat kita," katanya saat menjelaskan tentang niat pada kajian fiqh dalam kegiatan tersebut.

Attauhidiyyah Giren

Terkait melafalkan niat, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini menyampaikan, dapat membantu hati dalam menegaskan apa yang akan dilakukan.

Attauhidiyyah Giren

"Melafalkan niat merupakan muqodimah niat. Hal ini ditujukan untuk lebih memantapkan hati. Karena niat memang ada didalam hati," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hati manusia memiliki kecenderungan berubah-ubah dan lebih sulit diajak untuk hal-hal yang berhubungan dengan ibadah.

"Harus kita akui bahwa hati memang susah untuk hal yang berkaitan dengan ibadah. Padahal untuk hal lain hati kita bisa khusuk. Inilah manfaat melafalkan niat sebagai bentuk latihan memantapkan hati dalam beribadah," terangnya.

Niat, lanjutnya, merupakan pembeda antara sebuah ibadah dengan kebiasaan. Juga yang membedakan ibadah satu dengan ibadah lainnya.

"Siapa yang tahu apa yang dikerjakan seseorang saat duduk di dalam masjid. Jika ia niat istirahat, maka sisi fisiklah yang akan didapatkannya. Namun, jika diniati dengan itikaf, maka baik fisik maupun nonfisik akan didapatkannya sekaligus," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai, Kajian Islam, Olahraga Attauhidiyyah Giren

Minggu, 05 Mei 2013

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan

Pariaman, Attauhidiyyah Giren. Warga Pariaman melantunkan zikir bersama dalam mengawali tahun baru Hijriyah. H Darmis Darwis memimpin zikir warga Pariaman di Pantai Gandoriah, Sabtu (25/10). Sebelum berzikir, sebelumnya warga menggelar pawai yang bertolak di Balaikota Pariaman dan berakhir di Pantai Gandoriah.

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Zikir dan Festival Qasidah di Kota Pariaman dan Lampung Selatan

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutan mengajak warga Pariaman untuk mengintrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Dengan tahun baru Hijriyah ini semoga umat Islam tetap kuat membentengi diri dari pengaruh buruk suatu lingkungan.”

Sementara di Lampung Selatan, peringatan 1 Muharram dimeriahkan dengan sholawatan bersama, pawai, dan lomba qasidah Muslimat dan Fayatat NU sekabupaten Lampung Selatan.

Attauhidiyyah Giren

Pawai Muharram mengambil rute dari Lapangan Raden Intan dan berakhir di Kantor PCNU Lampung Selatan. Sedikitnya 1000 orang yang berasal dari kalangan santri, pelajar, pengurus MWCNU, dan warga mengikuti arak-arakan pawai yang mengelilingi kota Kalianda.

Attauhidiyyah Giren

Sementara festival qasidah yang diikuti puluhan grup dari pengurus Fatayat dan Muslimat NU berlangsung di halaman Gedung PCNU Lampung Selatan. Terdengar sorak sorai penonton saat grup peserta lomba keliru di atas panggung atau mempunyai penampilan unik. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Nasional Attauhidiyyah Giren

Jumat, 19 April 2013

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Banyumas, Attauhidiyyah Giren - Musik calung biasanya ditabuh untuk mengiringi aksi penari kuda lumping atau ronggeng. Berpadu dengan kendang, bonang, kenong, dan gong, musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu ini semakin menambah daya tarik pertunjukan.

Pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah, musik calung menjadi sajian istimewa karena menyertai arak-arakan takbir keliling yang digagas oleh Karang Taruna Kadus 4 Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Takbir keliling berlangsung sekitar dua jam, dimulai setelah pelaksanaan shalat isya, Selasa (5/7).

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Takbir keliling ini memasuki dan mengambil rute jalan desa di wilayah Kadus 4 Desa Samudra yang meliputi RW 06, RW 07, dan RW 08. Tak kurang dari enam ratus orang warga terlibat dalam kegiatan yang menempuh jarak sepuluh kilometer pulang pergi.

Selain menghadirkan musik calung, takbir keliling juga menggunakan obor dengan bahan bakar minyak tanah, sebagai penerang. Jadilah malam lebaran ini, rombongan takbir keliling mengulari desa, membelah kegelapan, dan menggemakan takbir bercampur suara calung.

Attauhidiyyah Giren

Kepala RW 07 Desa Samudra, Yuswo Hadi Yuwono mengatakan takbir keliling dengan pawai obor dan musik calung bertujuan menunjukkan syiar Islam di wilayahnya. Musik calung, tambah pria satu anak ini, digunakan untuk mengakrabkan kembali tradisi yang ada di Desa Samudra. Sekadar catatan, di Kadus 4 saja terdapat beberapa komunitas penggiat musik calung, baik yang digerakkan oleh para orang tua usia 50-an, maupun yang diaktifkan para remaja dan kaum muda.

Adapun obor digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa pada masa-masa dahulu sebelum masyarat mengenal alat penerangan modern, mereka sangat dekat dengan obor saat bepergian pada malam hari. Obor juga menyimpan filosofi, bahwa kehadiran dan ajaran agama Islam adalah penerang dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Attauhidiyyah Giren

Wilayah Desa Samudra secara umum berada dalam tradisi ke-Islaman yang menjunjung ajaran ahlussunah wal jamaah. Kegiatan ke-NU-an yang cukup menonjol di desa ini adalah GP Ansor dan Muslimat NU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Sholawat Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 06 April 2013

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Demak, Attauhidiyyah Giren. Rumah Sakit Islam NU Demak yang menjadi kebanggaan warga NU Demak dalam meningkatkan khidmahnya pada umat di kabupaten Demak membuat terobosan baru dengan membikin program kartu sehat.

Harlah  ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Peluncuran kartu sehat berlangsung hari ini Sabtu 26/1 di halaman RS tersebut dalam acara maulidurrasul, istighotsah dan pengajian dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke 22 dengan penyerahan secara simbolis kartu sehat kepada musytasar NU KH Zainal Arifin Maksum, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, Tanfidziyah KH Muhlas yang diserahkan langsung oleh Ketua Tanfidziyah KH Musadad Syarif yang didampingi oleh direktur Dr.H Abdul Aziz dan beberapa pengurus yayasan Hasyim As’ari.

Dalam sambutannya ketua NU Demak KH Musadad Syarif mengatakan sebagai organisasi yang berkhidmat pada umat melalui RSI NU akan selalu mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan serta mengembangkan RS sesuai kebutuhan masyarakat khususnya warga Demak.

Attauhidiyyah Giren

“Peningkatan pelayanan terhadap pasien mutlak dibutuhkan dan ditingkatkan secara profesional, karena yang masuk ke rumah sakit ini warganya sendiri,” kata Musadad.

Sedangkan direktur RS Dr HAbdul Azis mengatakan pengembangan RS dan peningkatan kualitas baik peralatan medis dan tenaga medis harus singkron sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dia yang juga selaku direktur baru melihat kebutuhan umat langsung tanggap dengan membuat kartu sehat yang sementara diperuntukkan pengurus dari Cabang, MWC hingga Ranting sebagai uji coba awal yang tentunya setelah koordinasi dengan pengurus cabang NU,

Attauhidiyyah Giren

“Ini sebagai khidmah kami pada warga NU di kabupaten Demak, karena ini merupakan satu satunya Rumah Sakit kebanggaan warga NU Demak,” kata Dr Aziz.

Selain program kartu sehat Dr Aziz menambahkan ada program capaian di tahun 2013 untuk membangun dengan menambah ruang HND (High Nursing Dependency) dan ICU (intensive care Unit) disamping itu juga akan menambah dokter specialis tetap dua orang diantaranya specialist bedah tulang (orthopedy)

“Kami mohon do’a restu karena tahun 2013 ini kami merencanakan dua ruang dan peralatan medis yaitu HND (High Nursing Dependency) dan ICU (Intensive Care Unit) serta dua dokter spesialis termasuk bedah tulang,” tambah Dr Aziz.

Acara tersebut selain dihadiri oleh direksi RS juga dihadiri oleh Bupati Demak H Dachirin Sa’id, Ketua Jatman Jateng KH Zaini Mawardi, ketua MUI KH Moh Asyiq serta  pengutus NU dari pengurus Cabang dan banomnya, MWC dan Pengurus Ranting  se Kabupaten Demak.



Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: A Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Warta, Pahlawan Attauhidiyyah Giren

Jumat, 29 Maret 2013

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jakarta, Attauhidiyyah Giren
Pemerintah diminta melakukan pemboikotan produk-produk Shell dan turunannya, karena perusahaan minyak milik Inggris dan Belanda ini di duga sebagai "biang kerok" terjadinya krisis antara Indonesia dengan Malaysia, melalui konsesi eksploitasi minyak di kawasan blok Ambalat oleh Petronas kepada Shell.

"Mereka jelas jelas hendak mengganggu kedaulatan negara kita dan berusaha mengadu domba kita dengan negara tetangga," ungkap anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), Idham Chalid yang dihubungi Attauhidiyyah Giren melalui telpon selularnya, Senin (21/3).

Hal ini tentunya, kata Idham sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia, karena selain penetapan batas perairan Malaysia itu diklaim secara sepihak, juga yang diberi konsesi untuk mengeksploitasi minyak di Ambalat oleh Indonesia pada awal sebenarnya adalah Shell, tetapi ketika tahap eksplorasi mereka gagal dan tidak mendapatkan apa-apa, sehingga kemudian mereka mengalihkan hak-hanya pada ENI Italy dimana mereka kemudian beruntung karena menemukan cadangan minyak sebesar 1 Miliar barel dan cadangan gas sebsar 40 Trilyun kubik kaki. Karena alasan itulah Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia.

Menurut mantan ketua DPRD Wonosobo ini, Penemuan ini membuat Shell ingin masuk kembali tapi terbentur akibat Indonesia memberikan blok lainnya di East Ambalat  pada Unocal. Sehingga akhirnya Shell pun memamfaatkan Malaysia yang kebetulan sedang merasa percaya diri baik dalam hal ekonomi , politik maupun militer.Selain itu juga mereka memerlukan sumber energy baru untuk negaranya mengingat terbatasnya sumber minyak dan gas di Malaysia dan ini juga yang mendasari Malaysia ikut mengklaim  kepulauan spartly dan paracel termasuk sebagian Natuna yang dimiliki Indonesia.

Karena itu, lanjut Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta kepada pemerintah supaya tegas dengan secepatnya melayangkan teguran kepada perwakilan Shell di Indonesia, dan jika tidak digubris juga, mari kita boikot produk Shell bersama-sama. "Ini untuk menjaga kedaulatan dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia dan dalam posisi ini kita harus tegas," katanya bersemangat.

Sekadar di ketahui Petronas memberikan konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 di Laut Sulawesi kepada PT Shell, 16 Februari 2005. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau, Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Makam, Kajian Sunnah Attauhidiyyah Giren

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jumat, 15 Maret 2013

Makan Silakan, Merusak Jangan!

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Makan Silakan, Merusak Jangan!

“Makan dan minumlah rezeki dari Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (Al-Baqarah [2]: 60)

Attauhidiyyah Giren

Al-Qur’an mempersilakan manusia untuk menikmati karunia Allah. Namun, hal itu mesti dilakukan dalam batas kewajaran. Memanfaatkan kekayaan alam, misalnya, diperbolehkan sepanjang tindakan tersebut tak menimbulkan mudarat, baik bagi orang lain maupun alam itu sendiri. Manusia adalah makhluk, dan alam pun makhluk dari rabbul ‘alamin (Dzat Pemilik Seluruh Ciptaan). Yang satu tidak diciptakan untuk menumpas yang lainnya, melainkan berhubungan saling menunjang dalam keseimbangan. Wallahu a‘lam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Lomba, Olahraga, Doa Attauhidiyyah Giren

Selasa, 05 Maret 2013

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia

Sidoarjo, Attauhidiyyah Giren - Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengatakan, berdirinnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak bisa lepas dari perjuangan para kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama. Dasar negara yang dipakai oleh pemerintah saat itu sudah dinyatakan final dengan membuat rancangan Undang-Undang 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Dari tiga dasar negara Indonesia itu, para kiai NU serta pemerintah sah untuk menjaga keutuhan NKRI dari radikalisme yang ingin merusak keutuhan Indonesia. GP Ansor sebagai garis terdepan siap melindungi para kiai NU dan pemerintah siap melawan berdirinya khilafah yang ingin merusak keutuhan NKRI," tegas Gus Tutut pada acara apel kebangsaan di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jumat (3/1).

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yaqut: GP Ansor Tolak Kampanye Khilafah di Indonesia

Seiring maraknya aksi yang ingin menggulingkan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui sejumlah demonstrasi mengatasnamakan khilafah, GP Ansor siap melawan paham radikal dan melawan berdirinya khilafah. Pasalnya, isu-isu yang berkembang saat ini pemerintah dituding sebagai pemerintah kafir, padahal berdirinya pemerintah juga dilegitimasi oleh para kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Attauhidiyyah Giren

"Tidak ada pilihan lain bagi kita untuk melawan berdirinya khilafah. Mereka para pengusung ide-ide khilafah mengatakan, Indonesia ini adalah pemerintah thaghut dan pemerintahan kafir dan tidak sesuai syariat. Itu adalah omongan orang-orang tidak mengerti. Di awal sudah saya katakan, yang mendirikan Indonesia ini adalah kiai-kiai kita. Tidak mungkin KH Hasyim Asyari mendirikan negara ini tidak sesuai syariat. Ketika KH Hasyim Asyari dan kia-kiai pendahulu kita mendirikan negara ini sudah dipastikan bahwa Indonesia sudah sesuai dengan syariat. Karena itu, kita wajib menaati konstitusi negara ini. Karena negara ini sudah sesuai syariat, maka konstitusi negara ini sudah sesuai dengan syariat, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika itu semua sudah sesuai dengan syariat," katanya.

Lebih lanjut Gus Tutut menegaskan, hari ini masih ada pihak yang coba-coba melawan dan menggantikan Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Mereka akan berhadapan dengan Ansor.

Attauhidiyyah Giren

"Jika masih ada yang coba-coba menggantikan apa yang sudah? kita yakini, apa yang akan kita lakukan?” pungkas Gus Tutut. (Moh Kholidun/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 02 Maret 2013

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Bandung, Attauhidiyyah Giren. Bertempat di Komplek PWNU Jawa Barat, Lazisnu Jawa Barat membagikan 2000 kantung daging kurban ke warga NU Kota Bandung (24/09/2015). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PWNU, Sekretaris Pergunu Jabar H. Saepuloh, M.Pd, Wakil Ketua IPNU Jawa Barat Iman Iyanfauni, Sekretaris ? Lesbumi Jabar Muhamad Sulaeman, dan Sekretaris Lapeksdam Jabar H. Dasuki.

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Lazisnu Jawa Barat Bagikan 2000 Kantung Daging Kurban

Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib, hewan kurban yang terkumpul sebantak 4 ekor sapi dan 8 ekor domba.

"Pada kesempatan ini, 1 ekor titipan dari Extrajoss, 1 ekor dari Pemprov Jabar, sisanya dari jamaah NU Jawa Barat," tutur Ganjar.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, Menurut Sekretaris Lazisnu Jawa Barat Ganjar Abdul Mujib kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Attauhidiyyah Giren

Turut memeriahkan dalam kegiatan tersebut, sebelum prosesi penyembelihan Sekretaris PW Lesbumi Jawa Barat Muhammad Sulaeman membacakan puisi tentang kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Menurut Sekretaris Lesbumi Jawa Barat Muhamad Sulaeman, kegiatan kurban tahun ini sangat mengesankan dan ini harus terus dijaga dan dilestarikan

"Kegiatan kurban tahun ini sungguh luar biasa, dan tahun depan lebih khidmat dan meriah," tutur Kang Sule. (Awis SaepulohMukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai Attauhidiyyah Giren

Senin, 11 Februari 2013

Kuliah Umum Santri Progresif Awali Aktivitas Mahad Aly Attarmasi

Pacitan, Attauhidiyyah Giren. "Membumikan Nilai Kesantrian dalam Rangka Mewujudkan Mahasantri yang Progresif dan Bernalar Kritis" menjadi tema pada muhadloroh ammah (stadium general) dalam rangka pembukaan perkuliahan Mahad Aly Attarmasi tahun akademik 1436-1437 H/2015-2016 M di aula pondok Tremas, Pacitan, Jumat (9/10) malam. Stadium general ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Haiah Tanfidziah li Jamiyyah Attholabah (Badan Eksekutif Mahasantri).

Tampak hadir di antara civitas akademika Mudir Mahad Aly KH Luqman Harits, Naib Mudir bidang Akademik KH Abdillah Nawawi, Ketua STAI NU Pacitan KH Imam Faqih, Akademisi STAI Al-Fattah Hamka Hakim, dan Akademisi STKIP Pacitan Mukodi serta para dosen Mahad Aly.

Kuliah Umum Santri Progresif Awali Aktivitas Mahad Aly Attarmasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Santri Progresif Awali Aktivitas Mahad Aly Attarmasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Santri Progresif Awali Aktivitas Mahad Aly Attarmasi

KH Luqman dalam sambutanya di hadapan seratusan mahasantri Program Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqh menyampaikan soal perkembangan ilmu fiqih kekinian. Menurutnya, fiqih yang dipakai oleh para santri di dunia pesantren saat ini perlu direkonstruksi ulang.

Attauhidiyyah Giren

"Sebab melihat fenomena zaman yang begitu kompleks ini memerlukan terobosan dan pemahaman tentang fiqih dan ushul fiqh yang komprehenshif sehingga persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dicari solusinya dengan tepat," ujar Koordinator Gerakan Nasional Ayo Mondok itu.

Menurutnya, memang tidak semua fiqih perlu direkontruksi. Ia mencontohkan tinjauan fiqih tentang bab amah atau perbudakan. Bagaimana fiqih meninjau persoalan budak di Indonesia” Bagaimana fiqih meninjau tentang kegunaan air bekas wudhu atau air kencing yang dengan teknologi mutakhir dapat diubah menjadi air yang bersih untuk thaharah?

Attauhidiyyah Giren

"Merekontruksi fiqih dilakukan sesuai kebutuhan dengan tanda kutip hanya beberapa persoalan atau beberapa bab saja. Merekontruksi ulang fiqih bukan berarti liberal," tegas Katib Syuriyah PBNU itu.

Ia berharap seluruh mahasantri untuk bergiat dalam belajar dan semangat dalam menggali literatur klasik. Mempelajari fiqih tidak hanya sebatas kitab Fathul Qarib, namun masih ada Fathul Mu’in, Fathul Wahab dan kitab-kitab lainya. "Selalu berwawasan dan berpikiran maju dalam menggali khazanah keislaman," harapnya.

Stadium general diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Akademisi STKIP Pacitan. Dr. Mukodi. Acara ini rutin digelar setahun sekali oleh civitas Mahad Aly Attarmasi sebagai tanda dimulainya aktivitas perkuliahan. Selain diikuti oleh seluruh mahasantri lama, acara juga diikuti oleh mahasantri baru yang berjumlah 35 orang.

Mahad Aly Attarmasi pondok Tremas merupakan lembaga pendidikan pasca-Madrasah Aliyah yang berkonsentrasi pada bidang Fiqh dan Ushul Fiqih. Perkuliahan dilakukan selama empat tahun dengan memadukan sistem salafiyah dan perguruan tinggi. Lulusan Mahad Aly Attarmasi bergelar S1 Syahadah Alimiyah atau SA. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Doa Attauhidiyyah Giren

Selasa, 05 Februari 2013

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Lampung Tengah, Attauhidiyyah Giren. Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Bandar Surabaya, Kebupaten Lampung Tengah, Lampung, memiliki gedung baru sebagai kantor dan sarana penunjang operasional kerja organisasi.

Gedung yang terletak di Desa Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, ini telah diresmikan dengan disaksikan kurang lebih 600-an warga NU se-Kecamatan Bandar Surabaya, pada akhir pekan lalu.

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bandar Surabaya Lampung Tengah Miliki Gedung Baru

Ketua PCNU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS menyambut gembira adanya gedung baru MWCNU Bandar Surabaya. Menurutnya, ini memberi tanda bahwa panji-panji NU dan ruh NU hidup di seluruh pelosok-pelosok desa se-Lampung Tengah, mengingat kabupaten ini adalah yang paling luas di Provinsi Lampung, yaitu sebanyak 28 kecamatan dan Bandar Surabaya adalah kecamatan paling ujung timur Lampung Tengah.

Attauhidiyyah Giren

“Harapan saya gedung kebanggaan warga nahdlyyin di kecamatan Bandar Surabaya ini adalah sebagai ruh dan gedung ini dapat dimaksimalkan sebaik-baiknya dan sebanyak mungkin oleh keluarga besar NU, baik Muslimat, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU dan lain-lain,” ujarnya saat peresmian, Ahad (11/10).

Attauhidiyyah Giren

Di sela-sela peresmian gedung MWCNU Bandar Surabaya juga dilaksanakan pelantikan jajaran pengurus PAC GP Ansor Bandar Surabaya masa khidmat 2015-2018 yang diketuai sahabat Nur Kholis dengan sekretaris, Apriadi.

Joko Utomo, selaku aktivis muda NU Lampung Tengah yang juga mantan Sekretaris PC IPNU Lampung Tengah mengaku bangga sekaligus berharap gedung MWC NU ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif untuk mensyiarkan dakwah NU, sekaligus sebagai pusat penyebaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin bagi lingkungan masyarakat se kecamatan Bandar Surabaya khususnya dan kabupaten Lampung Tengah pada umumnya.

Hadir dalam peresmian gedung MWC NU Bandar Surabaya antara lain; KH. Daroini Ali, S.H.I (Pengasuh Pesantren Sabilun Najah Seputih Raman), jajaran pengurus PCNU Lampung Tengah, jajaran pengurus MWCNU Bandar Surabaya, kiai-kiai pengasuh pesantren, kiai-kiai langgar/musholla, perangkat kecamatan, Polsek, perangkat kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Banser, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pesantren, Nahdlatul Ulama, RMI NU Attauhidiyyah Giren

Senin, 04 Februari 2013

Cermin Spiritualitas Gus Dur

Oleh Fuad Al-Athor?

Sekira pertengahan tahun 1999 ketika hendak berangkat ke Jawa untuk kembali bergelut dengan kewajiban menimba ilmu pengetahuan, penulis melintasi kerumunan massa di samping sebuah pasar kecamatan. Ternyata sedang berlangsung perhelatan kampanye terbuka dan kebetulan dilaksanakan oleh? Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).?

Dalam salah satu orasi politiknya, seorang juru kampanye yang penulis pikir adalah seorang kiai menyampaikan agitasinya. Bapak-ibu sekalian, ikutlah Gus Dur. Sebab beliau ini orang alim, kealimannya terbukti bahwa beliau pernah mulang (ngajar) kitab Al-Hikam (kitab yang berisi tentang ilmu-ilmu hikmah ketasawwufan). Ketahuilah bahwa tidak sembarang orang mampu mengajarkan kitab tersebut. Hanya orang yang keilmuannya sudah tingkat tinggi yang berani mengajarkan isi kitab tersebut!?

Cermin Spiritualitas Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cermin Spiritualitas Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cermin Spiritualitas Gus Dur

Kira-kira demikianlah, argumentasi yang sampai sekarang masih bersarang di ingatan kami yang menjadi semacam rambu-rambu penunjuk arah ketika mencoba membincang sisi spiritual tokoh satu ini, Gus Dur. Rambu berikutnya adalah quote paling misterius dari beliau sendiri yang berbunyi, Guru spiritualitas saya adalah realitas dan Guru realitas saya adalah spiritualitas.?

Dua dilalah ini saja sudah cukup kemudian untuk, pada ratusan lembar-lembar kisah, dijadikan bingkai atas banyak hal dan peristiwa yang dianggap sebagai penanda spiritualitas beliau. Mulai dari keajaibannya dalam praktek, sadar dalam tidur, berkomunikasi dengan para arwah, memiliki prediksi-prediksi yang akhirnya kejadian dan banyak lagi lainnya. Ujungnya, beliau diyakini sebagai seorang waliyullah, seorang kekasih-Nya.?

Attauhidiyyah Giren

Kembali ke petikan Guru spiritualitas saya adalah realitas dan guru realitas saya adalah spiritualitas, yang minim penjelasan sehingga memosisikannya sebagai teks yang terbuka terhadap tafsir. Inilah sedikit coret-coretan penulis dalam mencoba memberi catatan kaki pada teks tersebut. Tentu saja, upaya ini dimaksudkan untuk bercermin pada orang-orang Alim yang dalam bahasa santrinya adalah tabarrukan.?

Pendekatan yang paling memungkinkan untuk mengungkap makna dari quote tersebut adalah pendekatan maqomat/state atau kondisi spiritual yang beliau sendiri alami. Yang dalam hal ini menjelaskan, pertama; bahwa spiritualitas atau perjalanan keintiman rohani beliau pada keilahian seiring dan semakin dikuatkan dengan internalisasi tajalli beliau terhadap keesaan Tuhannya melalui realitas-realitas harian. Apakah ini mungkin? Sangat mungkin, sebab dalam dunia spiritual islam/mistik islam seseorang dimungkinkan untuk mengalami penyingkapan rohani dan mengalami musyahadah/penyaksian.?

Attauhidiyyah Giren

Jika demikian, maka beliau dipastikan telah memetik mutiara dari lelaku mistik topo ngrame atau berada dalam kondisi asketis meskipun dalam kondisi bersosialisasi,solitude in the crowd di mana dalam keberlangsungan aktivitas jasadiyahnya berlangsung pula aktivitas rohaniyah secara simultan. Sehingga dalam aktivisme juga ada spiritualisme dan sebaliknya. Dari sini pula kita bisa melihat keholistikan (islam yang kaffah) praktek keagamaan Gus Dur. Tidak ada dualisme dalam melihat Realitas, ia spiritual juga real (sekuler) pada saat yang bersamaan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran: Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingati Allah. (24:37). Rasulullah SAW, mengisyaratkan dalam Haditsnya tentang hal ini: Padaku terdapat dua sisi. Satu sisiku menghadap ke arah Pencipta ku dan satu sisi lagi menghadap ke arah makhluk ciptaan.?

Keadaan ini yang menyebabkan seseorang tidak bisa lagi menghindar dari melihat Tuhannya dalam detik demi detik kehidupannya. Sehingga di hatinya kesadaran tauhid-nya mencapai kulminasi yang memungkinkan ia untuk menerima pelajaran-Nya dari makhluk apapun yang dilihatnya. Namun, keadaan ini tidak kemudian menjatuhkan seseorang pada posisi phanteistik. Orang sekaliber beliau mesti telah melewati perdebatan dalam dunia sufi tentang pandangan wahdatul wujud dan wahdatus syuhud. Hal ini dijelaskan oleh hal kedua, yang dapat diungkap dari frase kedua dari quote beliau tersebut ; bahwa dalam melampaui perdebatan teologis tentang posisi pengungkapan tajalliyat tersebut diekspresikan secara unik (dan sesuai jamannya) dengan spiritualitas yang bertindak. Inilah yang, hemat penulis, lebih mendekati dalam pemaknaan dari Guru realitas ku adalah spiritual.

Di sinilah letak krusialitas, -kegentingan, dari spiritualitas beliau yang tidak saja membawa kita pada kekayaan khazanah keilmuan mistik dalam tradisi islam akan tetapi juga dalam hal memajukan amaliah-amaliahnya nun jauh melampaui kungkungan simbol-simbol keagamaan, masuk pada dimensi-dimensi yang tampaknya sekuler dan hanya produk pemikiran manusia. Spiritualitas yang bergerak, yang jika meminjam istilah Immanuel kant, merupakan categorical imperative (suatu kewajiban umum yang universal) yang bersumber dari samudra kesadaran spiritual beliau, langsung dihadap-hadapkan dengan kenyataan kondisi umat islam dalam posisi struktural dan kulturalnya.?

Tugas pengabdian (ubudiyah) kemudian mendapatkan ruang praktik di mana pun, sebab Tuhan hadir pada setiap momen dan tempat yang tak terhingga. Tidak terbatas pada teks, institusi dan ritual keagamaan saja. Bagi mereka yang telah mencapai maqom kedekatan, Tuhan dapat ditemui di mana saja, bahkan, jika meminjam istilahnya Bung Karno, Tuhan bersemayam di gubuk-gubuk orang-orang lemah. Inilah universalitasnya. Sehingga, dengan kesadaran keabdiannya pula yang merasa rendah di sisi-Nya menggerakkannya untuk melakukan pembelaan sebagai kewajiban yang bersandar pada Adab-adab yang contohkan dalam Sunnah Nabi SAW. Jadi bukan dengan acting sebagai wakil-Nya melakukan pembelaan atas Tuhan seraya menyembunyikan rasa superior egonya dan menunjukkan ketidak-tahuannya posisi keabdiannya terhadap Allah SWT. Kemudian melabrak realitas apapun yang menurutnya keburukan tanpa mampu melihat kehadiran Tuhan di? dalamnya yang juga menuntut penyikapan yang berdasar pada Adab-adab Rasulillah SAW.

Itulah mengapa gagasan dan perjuangan beliau selalu mengedepankan universalitas ketimbang partikularitas. Keadaan/maqom rohaninya yang mengizinkannya melihat universalitas kebenaran, pada gilirannya akan menyediakan konsep-konsep yang kuat sekaligus ketepatan meletakkannya dalam kekhususan ruang dan waktu dengan dukungan pemahaman yang jernih terhadap struktur dan situasi sosial yang ada.

Konsekuensi dari kematangan rohaniah di atas menjembatani dua entitas yang spiritual dan yang sekuler, bahkan bisa dikatakan menyatukannya dalam apa yang dikenal dalam khazanah sufisme sebagai dawamul ubudiyah kelanggengan pengabdian. Di sini ada keterhubungan, keterikatan secara rohaniah terhadap ke-Ilahian yang bermanifestasi dalam: kekuatannya mengartikulasi nilai-nilai dasar agama dan kelenturan atau pembaharuan-pembaharuan penerapan fiqh. Dengan kata lain, kesadaran ini merangkum dari yang non-historis dan yang historis sekaligus. Sehingga bukan suatu yang aneh jika ada kaidah fiqhyah yang berbunyi ? ? ? ? ? ? ? yang mengandung semangat untuk melanggengkan sesuatu yang memang bersifat tetap dan tidak boleh berubah dan di sisi lain mengharuskan pada kesiapan-kesiapan upaya pembaharuan pada tataran yang selalu berubah atau historis.

Sebagaimana yang digariskan dalam tuntunan ulama-ulama salafus salihin mengenai manusia unggulan yang harus memiliki tiga keutamaan; 1). Kedekatan pada Hadirat Ilahi Subhanahu wa Taala dan di samping itu, 2). Berpegang teguh pada Aqidah yang sahih menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah dan, 3). Melazimkan diri beramal menuruti Sunnah Nabawiyah Sallallahu alaihi wa sallam. Tiga nilai inilah yang selalu menopang segenap sikap, perkataan, gerak dan aktivitas dari seorang yang digembleng dalam metode mistik Sunny yang melahirkan karakter kebijaksanaan, keluwesan dan moderatisme dari sosok seperti Gus Dur.

Dalam konteks yang lebih luas, melihat sosok Gus Dur tak ubahnya melihat sebutir mutiara berkilauan yang membawa penulis pada pertanyaan-pertanyaan bagaimana teknik pemotongan dan pemolesannya. Sebab yang kita saksikan adalah mutiara yang sudah jadi. Rasa penasaran ini tentu harus dikembalikan pada seperangkat metode pendidikan spiritual yang tersedia dalam islam khususnya dalam lingkungan islam tradisionalis, Nahdlatul Ulama.

Keberadaan dimensi sufistik dalam islam tradisional memberikan suatu prosedur standar dalam pembentukan pemikiran dan sikap yang memengaruhi secara dominan dalam tokoh-tokohnya. Inilah yang tidak tersedia dalam golongan yang sejak semula menolak sisi pendidikan mistik islam dan hanya bergantung pada teks ayat-ayat suci semata. Pada golongan ini, miskin akan metode tashfiyatul qolbi (pemurnian hati) yang memungkinkan terciptanya keterhubungan, kedekatan, keintiman dan gnostik, juga kurang akan praktek-praktek tazkiyatun nafsi (penyucian jiwa) yang akan menghantar pada peringai-peringai mulia; bijaksana, moderat, universalis dan berguna.



Dapat kita lihat perbedaan nyata antara keduanya jika kita melihat bagaimana kehidupan keberagamaan belakangan ini. Terbukti keluwesan, kebijaksanaan dan kebergunaan dari agama dari mereka yang sepaham dengan Gus Dur (berpaham aswaja) dibanding dengan trend-trend pemahaman keagamaan baru yang cenderung anti sosial. Bagi mereka yang setidaknya mengerti kedudukan nafs (ego) dari proses tazkiyatun nafsi tentu memiliki kesadaran bahwa meneriakkan takbir bukanlah untuk memperlihatkan kotornya nafs yang penuh dengan amarah, tapi untuk meninggikan nama-Nya dengan menaburkan kebajikan-kebajikan.

Akhirnya, demi mengingat ujaran sang juru kampanye di atas, marilah kita mengikuti, ittiba pada beliau sebagai washilah kita untuk berusaha menjadi lebih baik, lebih bisa berkontribusi bagi kemaslahatan bersama dengan meneruskan tarekat perjuangannya menciptakan kebaikan di bumi Nusantara ini.

?

Santri Pondok Pesantren Kasepuhan Qoshrul Arifin Atas Angin, Darmacaang, Cikoneng, Ciamis/Katib JATMAN DKI Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya Attauhidiyyah Giren