Senin, 22 Desember 2014

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (13/8) siang, kembali menggelar diskusi tentang amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dengan menghadirkan beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen dan para pakar hukum tata negara. Diskusi ketiga kali ini diadakan di ruang rapat lantai 5 Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, dengan fokus ”Mempertaruhkan Eksistensi Kedaulatan Bangsa.”

Diskusi menghadirkan pengacara kawakan yang juga aktif dalam memelopori amandemen UUD 1954 Adnan Buyung Nasution, tokoh militer Agus Wijojo, pakar hukum tata negara Mahfudz MD dan Setya Arinanto, peneliti senior Daniel Dhakidae, Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon, anggota DPD Laode Ida, dan pakar hukum UGM yang juga ketua PBNU Fajrul Falakh. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nj mewakili tim pelaksana Lakpesdam NU dan Lajnah Talif wan Nasyr (LTN).

Ketua Umum PBNU KH Muzadi saat memberikan pengantar diskusi mengatakan, Nahdlatul Ulama ingin mendapatkan masukan-masukan yang lengkap dari para ”aktor” amandemen dan para pakar hukum tata negara untuk kemudian mengajukan sikap atau semacam rekomendasi penting bagi proses penyempurnaan konstitusi Indonesia.

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

”Kita memang harus jelas betul secara komprehensif dan hati-hati karena amandemen ini pasti sangat mempengaruhi perjalanan bangsa. Bukan berarti PBNU mengambil alih peran partai politik, tapi sebagai warga negara kita tidak bisa lepas dari perubahan itu. PBNU ingin terlibat aktif dalam proses perubahan itu,” katanya.

Pada diskusi pertama, PBNU mengundang beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen UUD 1945 antara lain Ryaas Rasyid, Ali Masykur Moesa dan Lukman Hakim Syaifuddin. Diskusi kedua menghadirkan beberapa tokoh yang agak keberatan dengan amandemen antara lain Tri Sutrisno, Tyasno Sudarto, Kwik Kian Gie dan Mudji Sutrisno.

Attauhidiyyah Giren

”Semua sudah terekam dengan baik dari para tokoh yang menurut kami kompeten pada bidangnya. Semoga kita bisa mendapatkan kesimpulan yang baik, agar kita bisa memunculkan alternatif-alternatif pemikiran. PBNU tidak dalam kapasitas berbicara tapi mendengarkan,” kata Kiai Hasyim.

Hasil dari tiga kali diskusi itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu, akan dilanjutkan dengan kunjungan PBNU ke beberapa negara yang pernah mengalami eforia reformasi seperti Uni Soviet dan Cina. Beberapa narasumber pada diskusi itu bahkan menawarkan beberapa alternatif negara lain yang perlu juga diamati karena sistem demokrasinya hampir mirip Indonesia.(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren

Jumat, 05 Desember 2014

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Trenggalek, Attauhidiyyah Giren. Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Trenggalek, Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule menetapkan duet kepemimpinan KH Mashum sebagai Rais Syuriah dan KH Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfifziyah masa khidmah periode 2016-2021.

Rais Syuriyah terpilih yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule terpilih menjadi Rais Syuriah melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Adapun tim AHWA terdiri dari KH Syafii sebagai Ketua, KH Sahar Banuri, KH Mashum, KH Nur Khotib, dan KH Masruri.

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Pada sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dihadiri 173 peserta dari tingkat MWC dan Ranting, mengerucut 2 kandidat terkuat yakni KH Fatchulloh Sholeh dan H. Mahsun Ismail. Setelah dilakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis, KH Fatchulloh Sholeh memperoleh suara terbanyak dengan mengumpulkan 114 suara. Sementara 56 untuk H. Mahsun Ismail. Adapun 1 suara dinyatakan rusak dan 2 abstain.

Attauhidiyyah Giren

Ditemui setelah acara, Gus Loh, sapaan akrab KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan program-program prioritasnya untuk 1 peridoe ke depan. "Amanah ini berat, karena akan dimintai pertanggungjawaban tak hanya secara organisasi tapi juga di akhirat, semoga saya bisa menjalankan ini dengan baik," ungkapnya selepas Konfeercab (27/3).

Bagi dia, amanah itu adalah meneruskan dhawuh para ulama dengan? orientasi ke depan tentunya memperkuat pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran dan aqidah Aswaja Annahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI.

Attauhidiyyah Giren

Karena, kata dia, kita paham bersama bahwa pesantrenlah yang menjadi basis kekuatan NU dan NKRI-Nusantara.

"Sedangkan secara organisatoris, program-program yang saya prioritaskan dalam periode saya (2016-2021, red) adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, dan kaderisasi" tutup Gus Loh. (Abid/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Kajian Attauhidiyyah Giren

Rabu, 03 Desember 2014

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo

Oleh : Fahmi Achmad



Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo bulan ini merayakan dies natalis ke-3. Perayaannya dimulai pada 4 Juli 2017 lalu, karena di tanggal itu Izin Operasinal kampus ditandatangani. Namun, suasana dies natalis berasa selama satu bulan penuh, yakni sampai akhir bulan Juli 2017.

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ketiga Pendidikan Tinggi NU Sidoarjo

Ada perbedaan perayaan dies natalis tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini moment itu disemarakkan dengan berlangsungnya proses visitasi akreditasi program studi. Terhitung ada lima program studi yang menerima visit dari Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.?

? ?

Seperti halnya Rumah Sakit Islam NU Siti Hajar yang sudah membuktikan diri menjadi wujud peradaban NU Sidoarjo di bidang kesehatan. Tiga tahun ini UNU Sidoarjo mencoba mengikuti jejaknya untuk menjadi wujud peradaban Pendidikan Tinggi NU di Sidoarjo.

Attauhidiyyah Giren

Karena Perguruan Tinggi NU merupakan tujuan melanjutkan pendidikan tinggi bagi anak-anak yang bersekolah di Maarif dan pondok-pondok pesantren, serta bagi mereka yang fanatic dengan NU. Dengan harapan, mereka (anak-anak NU) dapat bersaing di berbagai bidang dengan berbekal idiologi Islam ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

Para penggagas UNU Sidoarjo menaruh harapan besar, karena keberadaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sudah lebih dulu berdiri dan berkembang pesat saat ini. UNU Sidoarjo mulai mengejar ketertinggalan itu. Meski kampus tersebut jelas-jelas milik NU yang punya massa terbesar di Sidoarjo, bukan berarti diam diri atas keunggulan itu.



Attauhidiyyah Giren



Berharap pada Akreditasi dan Prestasi ?

Dalam proses persiapan akreditasi, UNU Sidoarjo mendapat kesempatan langka. Karena mendapat bimbingan intensif dari Prof. Mujahidin, salah satu asesor BAN PT yang sekaligus Ketua Desk Akreditasi Pengurus Besar Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PB.LPTNU).?

Selain mendapat support dari PB.LPTNU, UNU Sidoarjo memiliki tolok ukur prestasi yang sudah diraih kampus dalam tiga tahun terakhir.

Prestasi itu di antaranya: predikat Kampus Madya oleh Kopertis VII, penghargaan sebagai PTS berprestasi di 4 bidang: Tata Kelola Kelembagaan dan Kerjasama; ? Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta prestasi yang diraih beberapa mahasiswa di beberapa kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

Bersamaan dengan berlangsungnya proses akreditasi, kabar gembira datang dari Proposal Hibah Bina Desa (PHBD) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Sidoarjo yang berhasil lolos sampai tahap akhir seleksi. Perguruan Tinggi di Sidoarjo hanya UNU Sidoarjo yang berhasil menerima bantuan dari Kemristekdikti itu.

Setelah melewati seleksi tahap awal dari 2891 proposal dari perguruan tinggi se-Indonesia yang masuk, kemudian disaring menjadi 492, dan diambil 192 proposal untuk dipilih 75 proposal terbaik untuk mendapatkan hibah. Sebelumnya, lomba menulis esai Bahasa Inggris tingkat mahasiswa di UNIPA Surabaya juga berhasil meraih juara II, selain itu, kejuaraan Pencak Silat dan MTQ tingkat Jawa Timur masing-masing mendapatkan juara II.

Selain mahasiswa, para dosennya pun tidak mau kalah dalam berkompetisi memajukan kampus. Tercatat ada 16 dosen telah menerima Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tahun 2017 dari Kemristekdikti.

Di antara Optimis dan Pesimis ?

Sama seperti saat awal pendirian universitas, banyak yang tidak mempercayai Sidoarjo bakal memiliki kampus NU baru dengan 10 program studi. Tolok ukurnya sekolah tinggi ilmu kesehatan yang pernah didirikan NU Sidoarjo, yang membutuhkan tidak sedikit sumber daya manusia berkompetensi khusus dan sumber pendanaan yang memadai.

Meski akhirnya para perintis merasakan betapa tidak mudahnya mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Selain tuntutan dan aturan yang ketat, mereka harus mampu menciptakan pembeda di antara Perguruan Tinggi yang sudah ada di Sidoarjo.

Mereka sadar bahwa pendidikan tinggi tak hanya menciptakan para perkerja yang handal, tetapi juga menciptakan penguasa dan pengusaha masa depan yang unggul.

Dari situlah Perguruan Tinggi NU harus sanggup menciptakan sesuatu yang out of the box (tidak biasa), bukan berarti menghilangkan atau merubah tradisi, melainkan menciptakan kemasan baru dari berbagai hal lama yang melekat pada NU. Selain itu, harus dapat mengilmiahkan banyak hal yang selama ini tidak rasional di beberapa amaliyah NU.

Berkaca dari hal itu pula UNU Sidoarjo memberanikan diri menawarkan program studi umum tanpa program studi ilmu agama yang sebenarnya menjadi basic dan penguat NU selama ini. Intinya, bagaimana caranya kampus NU bisa menghasilkan generasi muda NU yang multi disiplin ilmu.

Usia yang ke-3 tahun ini menjadi penentu sebuah proses dan progress yang dijalani sejak tiga tahun lalu. Di tahun ini pula kualitas lulusan pertama nanti ditentukan, yakni dengan re-akreditasi seluruh program studi yang ada.

Selamat atas Dies Natalis ke-3 Universitas NU Sidoarjo.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Amalan, Cerita Attauhidiyyah Giren

Senin, 01 Desember 2014

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT

Kupang, NUO

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dijadwalkan melantik Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) masa khidmah 2016-2021 pada Selasa, 8 November 2016 di Swissbelin Kupang.

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Dijadwalkan Lantik PWNU NTT

Demikian disampaikan Sekertaris PWNU NTT Abdullah P. Ulumando pada jumpa pers di Sekretariat PWNU NTT Ahad (6/11) di W. C. H Oematan di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“Pengukuhan Struktur pengurus Baru PWNU NTT berdasarkan hasil Konferensi Wilayah Nadhlatul Ulama NTT Ke-VIII pada 15 April 2015 lalu dan sudah di-SK-kan oleh PBNU,” kata Abdullah.

Attauhidiyyah Giren

Sementara Ketua Panitia Boli Tonda Baso mengatakan pengukuhan pengurus oleh ketua PBNU dan dihadiri Korwil NTT H. Saleh Bajuri.

Dikatakan Boli Ketua PBNU untuk kedua kalinnya melantik langsung PWNU NTT. Sebelumnya ia telah melantik pada periode lalu.

Attauhidiyyah Giren

Ia menambahkan, sebelum agenda pelantikan Ketum PBNU akan hadir dalam dialog kebangsaan yang berlangsung pada selasa.

“Dalam kunjungan ke NTT, Pak Kiai akan dialog kebangsaan, bertatap muka dengan FKUB, Pelantikan Pengurus NU dan agenda khusus penguatan keuamatan kepada seluruh jajaran Banom NU dan seluruh Nahdliyin yang ada di Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara Pengurus PWNU NTT Jalaludin Bethan mengatakan, Dialog kebangsaan ini untuk mengenang Hari Pahlawan 10 November dengan tema, Memantapkan Komitmen Kebangsaan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemuda masing-masing OKP di Kota Kupang. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Berita Attauhidiyyah Giren