Jumat, 19 April 2013

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Banyumas, Attauhidiyyah Giren - Musik calung biasanya ditabuh untuk mengiringi aksi penari kuda lumping atau ronggeng. Berpadu dengan kendang, bonang, kenong, dan gong, musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu ini semakin menambah daya tarik pertunjukan.

Pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah, musik calung menjadi sajian istimewa karena menyertai arak-arakan takbir keliling yang digagas oleh Karang Taruna Kadus 4 Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Takbir keliling berlangsung sekitar dua jam, dimulai setelah pelaksanaan shalat isya, Selasa (5/7).

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Takbir keliling ini memasuki dan mengambil rute jalan desa di wilayah Kadus 4 Desa Samudra yang meliputi RW 06, RW 07, dan RW 08. Tak kurang dari enam ratus orang warga terlibat dalam kegiatan yang menempuh jarak sepuluh kilometer pulang pergi.

Selain menghadirkan musik calung, takbir keliling juga menggunakan obor dengan bahan bakar minyak tanah, sebagai penerang. Jadilah malam lebaran ini, rombongan takbir keliling mengulari desa, membelah kegelapan, dan menggemakan takbir bercampur suara calung.

Attauhidiyyah Giren

Kepala RW 07 Desa Samudra, Yuswo Hadi Yuwono mengatakan takbir keliling dengan pawai obor dan musik calung bertujuan menunjukkan syiar Islam di wilayahnya. Musik calung, tambah pria satu anak ini, digunakan untuk mengakrabkan kembali tradisi yang ada di Desa Samudra. Sekadar catatan, di Kadus 4 saja terdapat beberapa komunitas penggiat musik calung, baik yang digerakkan oleh para orang tua usia 50-an, maupun yang diaktifkan para remaja dan kaum muda.

Adapun obor digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa pada masa-masa dahulu sebelum masyarat mengenal alat penerangan modern, mereka sangat dekat dengan obor saat bepergian pada malam hari. Obor juga menyimpan filosofi, bahwa kehadiran dan ajaran agama Islam adalah penerang dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Attauhidiyyah Giren

Wilayah Desa Samudra secara umum berada dalam tradisi ke-Islaman yang menjunjung ajaran ahlussunah wal jamaah. Kegiatan ke-NU-an yang cukup menonjol di desa ini adalah GP Ansor dan Muslimat NU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nusantara, Sholawat Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 06 April 2013

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Demak, Attauhidiyyah Giren. Rumah Sakit Islam NU Demak yang menjadi kebanggaan warga NU Demak dalam meningkatkan khidmahnya pada umat di kabupaten Demak membuat terobosan baru dengan membikin program kartu sehat.

Harlah  ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Peluncuran kartu sehat berlangsung hari ini Sabtu 26/1 di halaman RS tersebut dalam acara maulidurrasul, istighotsah dan pengajian dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke 22 dengan penyerahan secara simbolis kartu sehat kepada musytasar NU KH Zainal Arifin Maksum, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, Tanfidziyah KH Muhlas yang diserahkan langsung oleh Ketua Tanfidziyah KH Musadad Syarif yang didampingi oleh direktur Dr.H Abdul Aziz dan beberapa pengurus yayasan Hasyim As’ari.

Dalam sambutannya ketua NU Demak KH Musadad Syarif mengatakan sebagai organisasi yang berkhidmat pada umat melalui RSI NU akan selalu mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan serta mengembangkan RS sesuai kebutuhan masyarakat khususnya warga Demak.

Attauhidiyyah Giren

“Peningkatan pelayanan terhadap pasien mutlak dibutuhkan dan ditingkatkan secara profesional, karena yang masuk ke rumah sakit ini warganya sendiri,” kata Musadad.

Sedangkan direktur RS Dr HAbdul Azis mengatakan pengembangan RS dan peningkatan kualitas baik peralatan medis dan tenaga medis harus singkron sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dia yang juga selaku direktur baru melihat kebutuhan umat langsung tanggap dengan membuat kartu sehat yang sementara diperuntukkan pengurus dari Cabang, MWC hingga Ranting sebagai uji coba awal yang tentunya setelah koordinasi dengan pengurus cabang NU,

Attauhidiyyah Giren

“Ini sebagai khidmah kami pada warga NU di kabupaten Demak, karena ini merupakan satu satunya Rumah Sakit kebanggaan warga NU Demak,” kata Dr Aziz.

Selain program kartu sehat Dr Aziz menambahkan ada program capaian di tahun 2013 untuk membangun dengan menambah ruang HND (High Nursing Dependency) dan ICU (intensive care Unit) disamping itu juga akan menambah dokter specialis tetap dua orang diantaranya specialist bedah tulang (orthopedy)

“Kami mohon do’a restu karena tahun 2013 ini kami merencanakan dua ruang dan peralatan medis yaitu HND (High Nursing Dependency) dan ICU (Intensive Care Unit) serta dua dokter spesialis termasuk bedah tulang,” tambah Dr Aziz.

Acara tersebut selain dihadiri oleh direksi RS juga dihadiri oleh Bupati Demak H Dachirin Sa’id, Ketua Jatman Jateng KH Zaini Mawardi, ketua MUI KH Moh Asyiq serta  pengutus NU dari pengurus Cabang dan banomnya, MWC dan Pengurus Ranting  se Kabupaten Demak.



Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: A Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Warta, Pahlawan Attauhidiyyah Giren