Rabu, 19 Februari 2014

LPNU Siap Gelar Kongres Garam

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Untuk memperjuangkan nasib para petani garam dan mendorong swasembada garam, PBNU melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) siap menggelar Kongres Garam Nasional.

LPNU Siap Gelar Kongres Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Siap Gelar Kongres Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Siap Gelar Kongres Garam

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Pra Kongres Garam Nasional dengan tema Menuju Swasembada Garam dan Kesejahteraan Petani Garam Indonesia, Jumat (27/4), di Hotel Sofyan, Jl. Cut Meutia No. 9 Jakarta Pusat.

Menurut Sekretaris LPNU Mustholihin Majid, hasil FGD akan dibawa ke kongres tersebut, “Akan berlangsung pada bulan Mei, atau bulan Juli. Pokonya sebelum puasa,” ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

Mustholihn menambahkan, setidaknya ada empat hal yang akan dibawa ke kongres yaitu persoalan harga garam, tataniaga, infrastruktur dan kebijakan pemerintah. 

Pihak-pihak yang akan jadi peserta kongres adalah para petani garam, PBNU Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, PT Garam Indonesia dan BUMN.

Attauhidiyyah Giren

Seperti diketahui, menurut data yang dirilis Sekretariat Kabinet Republik Indonesia tanggal 20 April 2012, setidaknya terdapat 6 bahan pokok nasional yang mengalami defisit dan karenanya harus ditutupi dengan Impor. Salah satunya adalah garam.



Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Tokoh, Habib Attauhidiyyah Giren

Kamis, 06 Februari 2014

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Kementerian Agama (Kemenag) melalui lembaga pusat penelitian dan pengembangan yang dimiliki perlu lebih serius memperhatikan karya tulis ulama pesantren. Selain menerbitkannya, juga menelusuri keaslian tulisan itu.

Rekomendasi ini dimunculkan Rais Syuriyah PBNU yang juga imam besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Ali Musthofa Yaqub dalam acara halaqah ulama yang digelar Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/12) kemarin.

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Diminta Telusuri Keaslian Kitab Mbah Hasyim

Dia menceritakan betapa seorang ulama klasik, Imam Suyuthi, yang memiliki 647 kitab, tak ada seperempat dari keseluruhan karyanya itu yang dicetak. Hal ini dikarenakan karyanya yang tersebar di masyarakat banyak yang terbukti dibajak oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Attauhidiyyah Giren

“Makanya, saya meragukan kumpulan kitab karya Mbah Hasyim (Irsyadus Sari karya KH Hasyim Asy’ari, red) yang dikumpulkan oleh Gus Ishom (KH Muhammad Ishomuddin Hadziq) itu. Apa betul itu semua karya beliau? Karena bahasa Arabnya rendah,” ujar Kiai Ali Musthofa.

Kitab Irsyadus Sari yang juga berjudul “Kumpulan Kitab Karya Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asyari” memuat 15 judul kitab dalam terbitan tahun 2013 oleh Pustaka Tebuireng Jombang. Menurut Kiai Ali Musthofa, penelitian terhadap karya Hadratus Syaikh patut dilakukan secara mendalam.

Attauhidiyyah Giren

“Kalau perlu cari murid-murid Mbah Hasyim. Wawancarai mereka. Lalu lakukan uji perbandingan dengan kitab lainnya yang membahas tentang hal itu,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 02 Februari 2014

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram, amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya. Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan. Pada bulan inilah Nabi Muhammad saw. memutuskan berpindah dari Makkah menuju Madinah demi kesuksesan dakwah Islam. Bulan ini merupakan waktu yang berharga yang di dalamnya Rasulullah saw menemukan kunci keberhasilan dakwah Islam yaitu hijrah. Hijrah yang berarti pindah tidak semata-mata mencari ruang yang sesuai untuk berdakwah, ruang yang lebih minim bahaya, ruang yang lebih kondusif. Tidak. Karena Rasulullah saw sendiri tidak pernah takut dengan berbagai ancaman kafir Makkah. Namun hijrah memiliki makna lain yaitu berpindah, merubah dan me-upgrade- semangat pada tataran yang lebih tinggi. Secara psikologis, suasana yang baru, kawan baru, tantangan baru akan menjadikan semangat diri dan jiwa seseorang lebih dinamis. Mengenai semangat hijrah ini Rasulullah saw sendiri dalam sebuah haditsnya pernah bersabda.



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .



Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Asyuro: Membaca Kembali Sejarah Islam

Artinya: Dari Amirul Muminin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ? bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) tergantun niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

Dalam asbabul wurud diceritakan ada seorang sahabat yang melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan niatan mengawini seorang perempuan bernama Ummu Qais. Karena niatnya itulah maka ia tidak mendapatkan keutamaan hijrah. Bahkan proses hijrah sahabat tersebut dijuluki dengan Hijratu Ummu Qais. Ini menunjukkan bahwa niat seseorang sangatlah penting. Niat bukanlah sekedar motifasi belaka, karena di dalam niat itu Allah titipkan sebuah pahala yang secara otomatis akan me-cover segala yang kita lakukan dalam sisi-Nya. Inilah yang membedakan bulan Muharram dengan lainnya. Muharram menjadi berbeda karena di dalamnya ada kejadian yang sangat berharga bagi Agama Islam yaitu Hijrah Rasulullah saw.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu Muharram menjadi berbeda karena hari ke-sepuluh dalam bulan ini dipadati dengan nilai yang sarat dengan sejarah, yang lebih dikenal dengan hari asyura atau hari kesepuluh pada bulan Muharram. Karena pada hari asyura itulah (seperti yang termaktub dalam Ianatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari asyura pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari asyura itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari asyura itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya "masihkah ada bekal pelayaran yang tersisa untuk dimakan?" kemudian mereka menjawab "masih ya Nabi" Kemudian Nabi Nuh memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro. Yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari asyuro yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.

Bubur suro merupakan pengejawentahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang Selma ini diberikan oleh Allah swt. Namun dibalik itu bubur suro (jawa) selain simbol dari keselamatan juga pengabadian atas kemenangan Nabi Musa as, dan hancurnya bala Firaun yang terjadi pada hari asyuro juga. Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari asyura seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari asyura seperti puasanya para Nabi. Intinya hari syura adalah hari istimewa. Banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini diantaranya adalah pelipat gandaan pahala bagi yang melaksanakan ibadah pada hari itu. Hari ini adalah hari kasih sayang, dianjurkan oleh semua muslim untuk melaksanakan kebaikan, menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu.

Attauhidiyyah Giren

Bagi kelompok syiah hari kesepuluh bulan Muharram sangatlah penting. Karena pada hari inilah tepatnya tahun 61 H Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib sang Cucu Rasulullah saw terbunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Pembunuhan ini lebih tepat bila disebut dengan pembantaian karena tidak seimbangnya dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan. Pembantaian ini terjadi di padang Karbala ketika dalam perjalanan menuju Irak.

Tentunya berbagai kejadian sejarah tersebut mulai dari sejarah transcendental yang berhubungan langsung proses penciptaan hujan oleh Allah swt hingga hijrah Rasulullah saw dan terbunuhnya Husain cucu Rasulullah saw. tidak boleh terhapus dari memori kolektif maupun individu generasi Muslim. Kejadian-kejadian dalam sejarah ini harus selalu dipupuk dengan subur sebagai salah satu media pendidikan kepahlawanan dalam Islam.

Berbagai metode peawatan sejarah ini terejawantahkan dalam berbagai tradisi kolaitas. Di Jawa misalnya kita mengenal bubur abang dan bubur putih yang dibagikan dan disajikan pada hari asyura tidak lain untuk merawat ingatan sejarah tersebut secara perlambang. Bubur putih bermakna rasa syukur akan panjngnya umur hingga mendapatkan tahun baru kembali, semoga kehidupan tambah makmur. Seperti rasa syukunya Nabi Nuh setelah berlayar dari banjir bandang, seperti syukurnya Nabi Musa setelah mengalahkan Firaun. Disamping itu Bubur Putih merupakan lambing kebenaran dan kesucian hati yang selalu menang dalam catatan sejarah yang panjang. Meskipun kemenangan itu tidak selamanya identik dengan kekuasaan, seperti Sayyidina Husain sebagai kelompok putihan yang ditumpas oleh Yazid bin Muaswiyyah sang penguasa laknat.

Sedangkan Bubur Abang (bubur merah) adalah pembanding yang selalu hadir dalam kehidupan di dunia berpasang-pasangan. Ada indah ada buruk, ada kebaikan ada kejahatan. Semoga semua hal-hal buruk itu senantiasa dijauhkan oleh Allah dari kita amien. Jadi bubur suro ini yang berwarna merah dan putih merupakan representasi dari rasa syukur yang mendalam. Atas segala karunia Allah swt. Dan yang lebih penting dari itu semua, Bubur Suro merupakan wahana untuk merawat ingatan akan adanya sejarah besar dalam Islam.

(Pen./Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Humor Islam, Amalan Attauhidiyyah Giren