Minggu, 12 November 2006

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).

Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Attauhidiyyah Giren

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Attauhidiyyah Giren

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sunnah, Cerita, Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 20 Juli 2006

LPBHNU: BNN Perlu Tes Urine Staf Presiden

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pemberian keringanan hukum atau grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada mafia narkoba bernama Meirika Franola alias Ola adalah kecerobohan yang tak bisa ditolerir.

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Andi Najmi, menganjurkan supaya tidak berdebat apakah grasi kepada Ola bisa anulir atau tidak. Sebaiknya segera diambil tindakan tegas, kemudian diberi hukum seberat-beratnya.  

LPBHNU: BNN Perlu Tes Urine Staf Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU: BNN Perlu Tes Urine Staf Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU: BNN Perlu Tes Urine Staf Presiden

“Grasi ini kan grasi kecolongan. Orang kelakuannya begitu kok dikasih grasi. Kenapa bisa terjadi? Ini kan pasti ada ‘ceritanya’,” katanya kepada Attauhidiyyah Giren, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, (8/11).

Attauhidiyyah Giren

Secara konstitusi, grasi meminta pertimbangan Mahkamah Agung, tapi di luar itu, presiden punya perangkat hukum. Mereka juga memberikan pertimbangan-pertimbangan khusus kepada presiden.   

Attauhidiyyah Giren

“Pertanyaannya, kenapa grasi ini sampai lolos? Ini kan ketidakcermatan staf-staf khusus presiden.”

Dengan demikian, Andi menganjurkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai lembaga yang diberi kewenangan melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba melakukan tes urine di lingkaran istana. 

“Karena grasi ini dari sana (istana, red),” ungkapnya.

Dari tes urine BNN itu kita bisa mengetahui pihak istana yang terindikasi baik pengguna ataupun pelindung mafia narkoba.  

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, IMNU Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 24 Juni 2006

PC IPNU-IPPNU Demak Jalin Komunikasi Lintas Generasi

Demak, Attauhidiyyah Giren. PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak melakukan silaturrahim ke Hj Asiyah Chadziq Taslim selaku Ketua PC Muslimat NU Demak, Rabu (18/3) malam. Mereka berkunjung guna memperkenalkan kepengurusan dan menjalin komunikasi lintas generasi sesama organisasi dibawah naungan NU.

PC IPNU-IPPNU Demak Jalin Komunikasi Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Jalin Komunikasi Lintas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Jalin Komunikasi Lintas Generasi

Dalam pertemuan tersebut PC IPNU-IPPNU Demak diwakili Abdul Halim Ketua PC IPNU, Istiqomah Ketua PC IPPNU, Muadhom Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU, Rifki Jamil Wakil Bendahara PC IPNU, Miftakhurrohman, Koordinator Kaderisasi PC IPNU, Sutresno Wakil Koordinator DKC CBP PC IPNU, dan Afiyatul Baroroh, Sekretaris PC IPPNU.

“Saya sangat bangga dapat bertemu dengan generasi muda calon penerus kami kelak,” kata Nyai Asiyah sembari mempersilahkan pengurus PC IPNU-IPPNU Demak masuk dan duduk serta menikmati wedang ronde.?

Attauhidiyyah Giren

Dalam kesempatan tersebut Ketua PC IPPNU Demak Istiqomah mengungkapkan kedatangan PC IPNU-IPPNU Demak bermaksud menjalin silaturahmi dan untuk meminta nasihat serta petuah Hj Ny Asiyah Chadziq Taslim. “Sehingga spirit berdedikasi kepada NU utamanya di oragnisasi pelajar NU semakin kuat,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Nyai Asiyah menjawab, jaga keikhlasan dan istiqomah dalam berjuang tegakkan aswaja NU di Demak. “Terlebih sebagai Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Demak, adik-adik harus memegang K3 (Kesabaran, Ketegaran, Ketekunan),” tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Abdul Halim Ketua PC IPNU Demak menegaskan pihaknya akan jaga keikhlasan, ke istiqomahan untuk berjuang lestarikan aswaja NU. “Mudah-mudahan kita dapat melestarikan dan senantiasa meletakkan landasan perjuangan dalam konsep iman dan laksanakan petuah K3 dalam menjalin komunikasi ke semua level kepengurusan,” ucapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 22 Januari 2006

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi

Kudus, Attauhidiyyah Giren. Pernah suatu ketika Sayidina Utsman bin Affan merasa malu kepada Nabi Muhammad. Perasaan malu itu justru membuat Sayyidina Utsman memborong seluruh barang dagangan yang dilelang pedagang dari Syam. Kisah ini disampaikan oleh KH Sya’roni Achmadi pada Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsho Menara, Kudus, Kamis (15/6).

“Ceritanya, dulu ketika waktu sholat Jumat dimulai rombongan pedagang dari Syam datang. Itu menyebabkan mayoritas umat Islam lari dan memilih ikut lelang dagangan daripada khutbah Nabi Muhammad SAW,” tutur Kiai Sya’roni mengawali cerita.

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Keprihatinan Sayidina Utsman saat Umat Tinggalkan Khutbah Nabi

Akibatnya, jamaah atau sahabat yang ikut khotbah dan sholat jumat tinggal 12 orang. Seketika itu Sayyidina Utsman merasa malu karena umat lebih memilih dagangan daripada khutbah Nabi.

“Dalam kondisi seperti itu, Sayyidina Utsman langsung ikut lelang dan menawar dengan harga tertinggi,” lanjut Kiai Sya’roni.

KH Sya’roni menjelaskan setiap harga yang ditawarkan pedagang dan disetujui sahabat lain ditawar lebih oleh Sayyidina Utsman. Misalkan harga kain 10 juta Sayyidina Utsman berani membeli 11 juta.

Attauhidiyyah Giren

“Kemudian sampai pada harga tertinggi akhirnya Sayyidina Utsman menang lelang. Seluruh barang dagangan terbeli oleh Sayyidina Utsman,” katanya.

Selanjutnya, semua sahabat yang kalah lelang itu meminta agar Sayyidina Utsman mau menjual beberapa kepada para sahabat yang tidak mendapat barang dagangan. Permintaan itu dituruti dengan syarat mau membeli sepuluh kali lipat dari harga belinya.

Attauhidiyyah Giren

Sahabat-sahabat yang meminta itu semua tidak berani membelinya. Lalu Sayyidina Utsman bilang jika mau dijual sendiri. Namun, yang terjadi Sayyidina Utsman justru memanggil para fakir miskin dan membagikan barang yang dibeli itu kepada mereka.

“Kok malah ngundang fakir miskin? Oo, dijual kepada Gusti Allah,” ujar Mbah Sya’roni seolah-olah menirukan kata sahabat.

Setelah membagikan itu Sayyidina Utsman berkata kepada sahabat yang tadi ikut lelang. “Memalukan, hanya karena barang dagangan kalian sampai tega meninggalkan khotbah Nabi Muhammad,” kata Mbah Sya’roni menirukan dalam bahasa Jawa.

Pasca kejadian itu setiap waktu sholat jumat tiba para sahabat tidak ada yang berani meninggalkan Khotbah Nabi Muhammad lagi. Kisah ini disampaikan sebagai penjelasan hadits Ana khodimul khaya’ wa Utsman babuha. Artinya Saya (Nabi Muhammad) adalah gudangnya perasaan malu dan Utsman adalah pintunya.

Kisah ini sekaligus menjadi dasar ijtihad madzhab Imam Syafi’i dalam qoul qodim bahwa batas minimal jumlah jamaah sholat jumat adalah 12 orang. Begitu juga menurut madzhab Malikiyah. Namun hukum itu oleh Imam Syafi’I dalam qoul jadid berubah menjadi 40 orang minimal.

“Keterangan Qoul Qodim maksudnya adalah ucapan Imam Syafi’i sebelum memasuki daerah Mesir. Sedangkan Qoul Jadid adalah setelah Imam Syafi’I masuk daerah Mesir. Masing-masing beda hukumnya,” terang Mbah Sya’roni. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah Attauhidiyyah Giren

Senin, 16 Januari 2006

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional

Pekalongan, Attauhidiyyah Giren. Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pertemuan ulama sufi se dunia (Multaqo sufi al-alami) yang direncanakan akan berlangsung 15 - 20 Desember mendatang.

Acara pertemuan ulama thoriqoh akan diikuti oleh delegasi 70 negara di Jakarta dan Kota Pekalongan. Berbagai hal yang dibahas termasuk pembentukan organisasi ulama tingkat dunia dan persoalan lain yang krusial termasuk pergolakan negara negara Islam yang terjadi di Timur Tengah.

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional

Sebelum acara ini digelar, telah diadakan pra multaqo sufi sebanyak dua kali yakni bulan Juli 2011 di Jakarta bersamaan dengan Peringatan Harlah NU dan Januari 2012 di Malang Jawa Timur bersamaan dengan Muktamar Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman).

Attauhidiyyah Giren

"Pertemuan ulama sufi tingkat dunia merupakan rekomendasi dari pra multaqo sufi di Malang awal 2012 kemarin," ujar Rais Am Idaroh Aliyah Jatman Habib Luthfi bin Yahya usai rapat pleno persiapan panitia di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Kamis (15/11).

Dikatakan, kegiatan multaqo sufi al-alam akan digelar di dua tempat, yakni untuk pembukaan dan sidang sidang organisasi akan berlangsung di Hotel Borobudur tanggal 15 - 18 Desember 2012, sedangkan penyampaian hasil hasil musyawarah akan dilaksanakan di Kota Pekalongan bersamaan dengan pertemuan para pegurus thoriqoh dan para mursyid yang diikuti tidak kurang dari 2500 undangan.

Attauhidiyyah Giren

Untuk merealisasikan gagasan pembentukan rabithah para sufi, pada acara pra multaqo yang berlangsung di Malang Jawa Timur awal Januari 2012 kemarin telah sepakat membentuk Majelis at-Tasis li-Rijali Tasawwuf dil-alam yaitu tim yang akan merumuskan pembentukan organisasi persatuan sufi se dunia. 

Menurut Habib Luthfy yang ditunjuk sebagai Ketua Umum Majelis at-Tasis bertugas untuk menyatukan ummat Islam khususnya para ahlit thariqah dan menjadi jembatan antara ulamadan umara dalam menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis.

Dalam arahannya dihadapan ratusan panitia, Habib Luthfy berpesan agar panitia bersungguh sungguh dan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan para ulama sufi yang akan dihadiri delegasi 70 negara dengan peserta tidak kurang dari 500 orang. Sedangkan acara di Pekalongan dihadiri sekitar 2.500 undangan yang nantinya di samping para tamu akan diinapkan di Hotel juga rumah rumah penduduk telah disiapkan untuk penginapan para ulama.

Ketua Panitia Lokal KH Mirza Hasbullah mengatakan, Kota Pekalongan menyatakan telah siap menyambut kedatangan ribuan tamu tamu Habib Luthfy sebagaimana yang pernah dilakukan pada Muktamar Thariqah tahun 2005 dimana seluruh peserta diinapkan di rumah rumah penduduk selama acara berlangsung. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Nahdlatul Ulama, Ulama, Santri Attauhidiyyah Giren