Sabtu, 16 Januari 2010

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS

Tasikmalaya, Attauhidiyyah Giren. Kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) Kemendikbud mendapatkan berbagai penolakan di berbagai daerah, salah satunya dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya bersama sekitar 15.000 santri yang menyampaikan lima tuntutan di depan Kantor Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/8).

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tuntutan 15.000 Santri Tasikmalaya Terkait Kebijakan FDS

Dibawah tugu lam alif dan disaksikan langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam menyampaikan, dengan tetap diberlakukannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, PCNU Tasikmalaya menyatakan:

1. Menolak memberlakukan lima hari sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena tidak sesuai dengan keragaman dan kondisi geografis dan sosiologis masyarakat Indonesia.

2. Meminta Pemerintah Pusat untuk nencabut Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 yang mendasari kebijakan lima hari sekolah.

3. Meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk membatalkan rencana tambahan jam pelajaran di tingkat sekolah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Attauhidiyyah Giren

4. Meminta komponen bangsa khususnya pemegang kuasa publik untuk senantiasa menjaga stabilitas bangsa dengan menjauhkan diri dari kontroversi yang tidak semestinya.

5. Mendorong seluruh masyarakat khususnya warga Nahdliyin untuk tetap menjaga ketenangan dan ketentraman di tengah kontroversi besar yang ditimbulkan oleh kebijakan Kemendikbud dengan tetap berkarya dan berkinerja baik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Attauhidiyyah Giren

KH Atam Rustam yang juga cucu Pahlawan Nasional KH Zainal Musthafa itu melanjutkan, dengan lima tuntutan tersebut, maka santri dan warga NU Tasikmalaya meminta Bupati Tasikmalaya untuk segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Anti Hoax Attauhidiyyah Giren

Selasa, 12 Januari 2010

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Pamekasan, Attauhidiyyah Giren



Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Pamekasan menggelar Studium General Jurusan Tarbiyah di auditorium kampus tersebut, Selasa (14/2). Acara tersebut mendatangkan dosen Universiti Utara Malaysia (UUM) Abdul Hamid Busthami Nur.

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Malaysia Isi Stadium General di STAIN Pamekasan

Kepala Jurusan Tarbiyah Edy Susanto menegaskan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal sinergisitas UUM dengan STAIN Pamekasan. Ini sebagai upaya menuju peralihan status STAIN menuju IAIN.

"Kita bisa mengetahui dunia luar lewat media informasi yang mudah diakses lewat internet. Mahasiswa harus lebih progresif dalam menyelami pendidikan," tegas Edi.

Proses pembelajaran pada dunia yang serba informatif ini, tambahnya, mesti dimanfaatkan oleh mahasiswa. Melalui acara studium general, nanti diharapkan bisa terwujud kesepahaman bagaimana belajar yang baik di era yang serba canggih ini.

Attauhidiyyah Giren

"Acara ini juga sebagai ikhtiar meningkatkan mutu pengelolaan, akademik, maupun hal-hal lainnya di kampus tercinta ini," tukas Edi.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Muhammad Kosim menegaskan, acara ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat jalinan silaturrahim dengan dosen luar negeri.

"Suatu ketika ada Dosen STAIN datang ke UUM menjadi narasumber, begitu sebaliknya. Harapannya ke depan, juga ada mahasiswa kita ke Malaysia menjadi narasumber," terang Kosim.

Attauhidiyyah Giren

Karena itu, Kosim mengimbau kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar terpilih sebagai narasumber di Malaysia. Ini berkaitan dengan rencana pertukaran mahasiswa yang dicanangkan STAIN Pamekasan.

"Semoga pertemuan ini bisa memberikan dampak positif bagi kita semua," lanjutnya.

Studium general kali ini mengangkat tema pendidikan di abad ke-21. Tepatnya, berkenaan dengan strategi belajar dan mengajar di abad modern. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren RMI NU, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren