Kamis, 19 Mei 2016

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Presiden Joko Widodo telah melantik Dewan Pengarah dan Eksekutif Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pelantikan ini, berlangsung di Istana Negara, Rabu (7/6).?

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Lantik UKP-PIP, Ini Harapan NU

UKP-PIP diharapkan dapat mendorong pembelajaran yang segar dan kongkret atas nilai-nilai Pancasila. Di tengah benturan ideologi di Indonesia, UKP-PIP memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan Pancasila dalam perspektif kekinian.?

Dewan Pengarah UKP-PIP, yakni: Megawati Soekarno Putri, Try Sutrisno, Prof Dr (HC) KH Maruf Amin, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Prof Dr Syafii Maarif, ? Prof Dr Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. Adapun Kepala UKP-PIP, Yudi Latif.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang menjadi Dewan Pengarah UKP-PIP, mengungkapkan harapannya atas kinerja Unit Kerja Kepresidenan ini.?

"Selama ini, bangsa Indonesia telah mendapat tantangan yang demikian besar, khususnya dalam prinsip dan ideologi berbangsa. Warga negeri ini, harus memahami kembali Pancasila dalam perspektif yang segar, kontekstual. NU sejak awal, konsisten merawat dan menjaga Pancasila," ungkap Kiai Said.?

Attauhidiyyah Giren

Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen, menyatakan harapan besarnya atas UKP-PIP. "NU telah membuktikan, dalam segenap narasi sejarahnya, betapa warga Nahdliyyin konsisten menjaga Pancasila, sebagai ideologi negara dan prinsip kebangsaan. Bahkan, NU jelas membangun jembatan antara niali-nilai Islam dan Pancasila, yang harmonis dan kontekstual," jelas Nabil.?

"Kita dapat membaca rangkaian yang jelas, sejak 1945, 1965, hingga 1984, hingga era Reformasi, NU memaknai momentum besar kebangsaan dengan rujukan Pancasila dan nilai-nilai Islam. Untuk sekarang ini, Pancasila harus menjadi prinsip kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasional," terang Nabil.?

Nabil menambahkan, untuk sekarang, UKP-PIP dapat mengembangkan program internalisasi Pancasila yang lebih kontekstual. "UKP-PIP harus didorong menjadi unit kerja yang memiliki peran signifikan menguatkan, mengkampanyekan Pancasila agar lebih segar. Seraya, menyiapkan strategi membendung ideologi transnasional yang mengancam negeri ini. Tapi, jangan sampai Pancasila hanya sebagai stempel, harus ada pemaknaan dan program relevan yang terstruktur dan terkoneksi dengan ormas-ormas di negeri ini," harapnya.?

Nahdlatul Ulama, selama ini menjadi organisasi kemasyarakatan yang paling konsisten merawat Pancasila, ketika ideologi negara ini mengalami ancaman sepanjang sejarah bangsa. (Red: Fathoni)

Attauhidiyyah Giren

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional, Budaya Attauhidiyyah Giren

Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal

Bogor, Attauhidiyyah Giren. Puluhan warga Kota Bogor, menggelar peringatan 40 hari wafatnya Rais Am PBNU KH Sahal Mahfudh Jum’at malam (7/3). Tahlilan dipusatkan di kediaman Direktur Recognition and Mentoring Program Institut Pertanian Bogor (RAMP IPB), Dr Ir Aji Hermawan MM, Jalan Bambu Apus, Taman Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat.

Hj. Teti Hartati, MSi selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, acara tersebut digelar sebagai bentuk doa bagi KH Sahal Mahfudh, yang selama hidupnya dikenal sebagai ulama ahli fiqh yang sangat hati-hati, sederhana, zuhud, dan produktif dalam menelurkan karya ilmiah.

Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Bogor Peringati 40 Hari Wafat Kiai Sahal

“Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan hidup KH Sahal Mahfudh. Beliau panutan umat Islam Indonesia. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi bangsa ini,” ujar Teti yang juga aktivis Fatayat NU Kota Bogor.

Attauhidiyyah Giren

Kegiatan tahlil 40 hari wafatnya KH Sahal Mahfudz diikuti sekitar 50 orang, yang berasal dari sekitar Komplek Taman Yasmin. Hadir pula para aktivis dan tokoh NU Kota Bogor.

Attauhidiyyah Giren

KH Sahal Mahfudh meninggal dunia pada Jumat dini hari, (24/1). Jenazah almarhum dikebumikan di tempat kelahiran di Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pemimpin tertinggi di organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia ini wafat di usia 76 tahun, setelah sebelumnya berjuang dari kondisi jantung yang kurang baik.

Selain menjabat Rais Am PBNU, Mbah Sahal, panggilan akrabnya, juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tiga periode terakhir. Ia memimpin sejak tahun 1989 hingga wafatnya. Dia mengemban amanah sebagai rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah.

Kiai Sahal sebagai ulama NU dengan kecintaan luar biasa terhadap buku, koleksi Kiai Sahal mencapai 2.000 buku. Ia juga dikenal sebagai ulama ahli ushul fiqh terkemuka Indonesia.

Beberapa diantara karyanya yang menjadi rujukan santri, yakni Intifakh al-Wadjin, Faidh al-Haja ala Nail al-Raja Mandhumah Safinat al-Naja, Thariqat al-Hushul ala Ghayat al-Wushul dan a-Bayan al-Mulamma an Alfadh al-Luma (al-Syairazi).

Berpusat dari pesantren, Kiai Sahal mendorong kehidupan masyarakat di Desa Kajen melalui pengembangan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Meski hanya sebuah desa di Pati, Jawa Tengah, Kajen memiliki tak kurang dari 40 pesantren, termasuk Mathaliul Falah.

Gelar doktor honoris causa disematkan kepada Kiai Sahal pada 18 Juni 2003 untuk pengembangan ilmu fikih sosialnya. Doktor kehormatan itu datang dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ahmad Fahir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah Attauhidiyyah Giren

Kamis, 12 Mei 2016

ISNU Dorong Pemerintah Perkuat Posisi Geopolitik

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak diantara benua Asia dan Australia serta di antara samudra Pasifik dan samudra Hindia, menempatkan Indonesia sebagai kawasan. Selain wilayah daratan yang mengandung kekayaan alam yang melimpah di sektor pertanian, perkebunan dan pertambangan, wilayah perairan Indonesia juga sangat strategis karena posisinya sebagai lalu lintas perdagangan dunia. 

ISNU Dorong Pemerintah Perkuat Posisi Geopolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Dorong Pemerintah Perkuat Posisi Geopolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Dorong Pemerintah Perkuat Posisi Geopolitik

Laut Indonesia bukan hanya menyimpang potensi ekonomis yang luar biasa, tetapi juga penyangga ekologi, militer dan pertahanan, serta transportasi dan perdagangan internasional. Karena itu, pemerintah Indonesia harus mampu membaca potensi dan daya tawar Indonesia serta memperkuat posisinya dalam percaturan geopolitik dunia yang berubah. 

Hal ini disampaikan Ali Masykur Musa, ketua umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dalam diskusi panel ahli ISNU putaran keempat bidang geopolitik dan diplomasi luar negeri di gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta (5/11). Hadir beberapa narasumber, antara lain Eddy Prasetyono (UI), Mayjend Abdul Chasib (Lemhanas), dan Majend Agus Suryabakti (BNPT).

Attauhidiyyah Giren

Menurut Ali, sekurang-kurangnya ada dua faktor yang mengharuskan Indonesia menata ulang posisinya agar lebih kuat dan mantap di panggung dunia. Pertama, geopolitik dunia tengah berubah, yang ditandai oleh pergeseran pusat kekuatan ekonomi dan pertahanan dunia dari Atlantik ke Pasifik. Setelah Amerika dihantam krisis –yang hingga kini belum sepenuhnya pulih- kemudian disusul dengan gelombang panjang resesi di Eropa, Asia tampil sebagai kekuatan ekonomi yang menjanjikan. Negara-negara besar seperti Amerika kini memberi perhatian lebih kepada perkembangan di Asia Pasifik. Dalam kunjungan Presiden Obama ke Australia terkait penempatan marinir di Darwin, ia menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah AS adalah Asia Pasifik. 

Attauhidiyyah Giren

Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS adalah Asia Pasifik. Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS, Leon Panette, yang menegaskan bahwa AS akan menempatkan 60% armada militer di Asia Pasifik dan secara bertahap akan menggeser fokus penempatan kekuatan militer dari Atlantik ke Paisfik. 

Dalam konstelasi dunia yang berubah ini, negara-negara di Asia Pasifik seperti China, Jepang, India dan Indonesia memiliki posisi sangat strategis. Indonesia sendiri kini tangah mendapat sorotan dunia karena ekonominya terus bertumbuh di atas 6 persen setiap tahun dan diperkirakan akan menjadi The Next Economic Superpowers pada 2030 bersama China, India, dan Korea Selatan.

Kedua, Indonesia mempunyai potensi kelautan yang luar biasa yang penting secara geopolitik dan ekonomi. Secara geopolitik, Indonesia mempunyai alur laut kepulauan Indonsia (ALKI) yang sangat strategis karena sekitar 40% perdagangan dunia melalui selat dan perairan Nusantara. Selat Malaka yang menghubungkan pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia, misalnya meupakan jalur perairan tersibuk di dunia setelah selat Hormuz di teluk Persia. 

Banyak negara yang menggantungkan APBN dan ekspor impornya dari perairan Indonesia seperti Australia, Singapura, Jepang dan China. Sekitar 80-85% APBN Australia dan Singapura bergantung pada lalu lintas transportasi di perairan Indonesia. Jepang dan China menggantungkan 80 persen pasokan energinya dari Timur Tengah melalui Selat Malaka. 

Secara ekonomi, Indonesia mempunyai potensi kekuatan yang sangat besar yang belum dikembangkan secara optimal. Baru sekitar 23.42 persen dari potensi kekayaan laut yang dimanfaatkan. Pada tahun 2011, sektor kelautan dan perikanan hanya menyumbang Rp146.63 miliar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB), padahal potensi ekonominya mencapai 171 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.624 per tahun dan bisa dignjot hingga Rp3.000 triliun per tahun dengan teknologi yang canggih. Karena itu, menurut Ali Masykur, Indonesia harus memanfaatkan potensi kelautannya baik secara geopolitik, ekonomi dan pertahanan untuk meningkatkan pengaruh dan daya tawar Indonesia di mata dunia. 

Dalam menyongsong kebangkitan Indonesia sebagai salah satu kandidat kekuatan ekonomi dunia dalam dekade ke depan, menurut Ali, pemerintah harus merombak paradigma pembangunan yang mengarusutamakan ekonomi dan pertahanan maritim sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut Ali Masykur juga menyatakan orientasi politik luar negeri Indonesia harus berorientasi ekonomi. Diplomat RI yang seharusnya menjadi show of window, bertindak pasif dalam soal ekonomi karena paradigmanya hanya ekonomi. 

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat16 besar ekonomi dan diperkirakan tahun 2030 bisa menduduki peringkat 5 besar dengan syarat, salah satunya keofensifan politik luar negeri. 

“Indonesia bisa besar kebijakan politiknya kalau didukung diplomat yang paham geoekonomi,” paparnya. 

Sementara itu Edy Prasentyono dari UI menyatakan Indonesia anomali dalam kekuatan militer. Biasanya negara yang besar secara ekonomi dan geografi, umumnya secara militer juga kuat, kecuali posisi Indonesia di Asia Tenggara. Pengalokasian anggaran belanja negara untuk kepentingan militer dalam batas yang proporsional antara 2-5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tidak menganggu secara ekonomi, bahkan bisa timbul sinergi karena kemampuan mengamankan aset negara dari pencurian asing. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Daerah, Pertandingan, IMNU Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 07 Mei 2016

Shalawat Badar Disenangi Muslim Malaysia

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Muslim Malaysia menyenangi shalawat Badar yang disenandungkan dalam acara silaturahim Lembaga Zakat Selangor-Lembaga Amil Zakat dan Shadaqoh Nahdlatul Ualama (Lazisnu) di gedung PBNU, Jakarta (26/11).

Dalam acara tersebut, shalawat Badar disenandungkan setelah pembacaan ayat Al-Quran. Sewaktu shalawat bergema, semua tamu undangan berdiri dan ikut bersendung, tak terkecuali tamu dari Malaysia.

Shalawat Badar Disenangi Muslim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Badar Disenangi Muslim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Badar Disenangi Muslim Malaysia

"Saya senang, alhamdulillah, dapat mendengar shalat badriyah yang disenandungkan ustadz tadi. Suaranya merdu. Ini pertama kali saya mendengar shalwat di dalam upacara organisasi," komentar Abdul Halim Din (36), Ketua Unit Dakwah Strategik Lembaga Zakat Selangor (LZS).

Attauhidiyyah Giren

Dia mengatakan, di Malaysia shalawat Badar disenandungkan di upacara-upacara pernikahan, khitanan, cukur jambul (mencukur rambut bayi, red.), ceramah keagamaan dan sebagainya.

"Waktu remaja saya hafal sholawatan. Tapi sekarang tidak lagi, karena tidak diamalkan. Mendengar di acara tadi, saya hendak melanghafal lagi," ungkapnya.

Attauhidiyyah Giren

Ketika ditanya asal usul shalawat badar, Abdul Halim mengaku tidak tahu menahu. "Saya juga heran, tidak mengerti tapi saya menggemarinya," katanya.

Senada dengan Abdul Halim, Mohd Shukri (33) yang mengikuti rombongan LZS juga menyatakan kesukaanya pada shalawat Badar. "Saya hafal sampai sekarang. Dulu menghafal ketika belajar di sekolah menengan agama," ungkap Shukri, sarjana di bidang Syariah. Di Lembaga Zakat Selangor, Majlis Agama Islam Selangor, Mohd Shukri menjabat sebagai Penolong Ketua Daerah Petaling (setingkat kabupaten).

Kecuali para santri yang sadar dengan sejarah, di Indonesia juga banyak yang tidak mengetahui sejara shalawat Badar. Rangkaian shalawat berisi tawasul dengan nama Allah, dengan Nabi Muhammad, serta para sahabat yang berhihad di peperangan Badar.

Shalawat Badar diciptakan untuk menandingi lagu genjer-genjer yang sering disuarakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Adalah Kiai Ali Manshur yang menciptakan shalawat ini, sekitar tahuna 1960. Ia adalah cucu dari KH Muhammad Shiddiq, Jember. Kiai Ali juga merupakan keponakan dari KH Ahmad Qusyairi, ulama yang menulis kitab Tanwirul Hija. Kitab inilah yang telah disyarahkan oleh Habib ‘Alawi bin ‘Abbas bin ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani, dengan judul Inaratud Duja. (hh)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah Attauhidiyyah Giren