Jumat, 07 Desember 2012

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat

Kendal, Attauhidiyyah Giren. Hanya ukhuwah Islamiyah saja tak akan cukup untuk mempersatukan umat Islam, tetapi harus dilengkapi pula dengan wawasan kebangsaan.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj saat memberikan  tausiyah pada acara peringatan ke-92 harlah NU di GOR Bahurekso Sakti Kendal, Ahad (10/5).

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Saja Tak Cukup Satukan Umat

Dicontohkan oleh Kiai Said, negara seperti Afganistan, Somalia, dan negara-negara Timur Tengah lainnya mereka adalah negara dengan penduduk Muslim. Mazhabnya juga sama-sama sunni tetapi yang terjadi mereka justru bertikai terus tidak pernah ada kedamaian diantara umat Islam di sana.

Attauhidiyyah Giren

Kondisi ini menurut Kiai Said sangat berbeda dengan di Indonesia. Indonesia dengan berbagai macam agama dan bermacam mazhab dalam Islam semuanya bisa hidup rukun dan berdampingan serta tidak ada pertumpahan darah antar pemeluk agama apalagi sesama umat Islam.

Attauhidiyyah Giren

Hal ini terjadi karena KH Hasyim Asyari dan ulama Nusantara lainnya tidak hanya berpegang pada ukhuwah islamiyah tetapi juga berpedoman kepada ukhuwah wathoniyah sehingga umat Islam memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Oleh karenanya tidak heran jika Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

"Sekarang sudah saatnya Islam di Indonesia menjadi kiblat Islam di dunia bukan Irak atau Suriah," tegas Kiai Said. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, Ahlussunnah Attauhidiyyah Giren

Rabu, 05 Desember 2012

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, Attauhidiyyah Giren. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

Attauhidiyyah Giren

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

Attauhidiyyah Giren

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Meme Islam Attauhidiyyah Giren