Selasa, 26 Juli 2016

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata

Jember, Attauhidiyyah Giren. NU beserta lembaga dan badan otonomnya diharapkan untuk berdakwah tidak hanya melulu melalui pendekatan lisan (mauidzah hasanah), tapi juga menggunakan pendekatan sosial. Direktur Aswaja Center PCNU Jember Ustadz Abdul Haris mengatakan, pendekatan kerja nyata saat ini harus lebih dikedepankan, misalnya peduli kepada warga yang kurang beruntung, membantu anak yatim, advokasi terhadap warga yang bermasalah dan lain sebagainya.?

Sebab, kata dia pada saat menjadi pemateri pada pertemuan Forum Komunikasi Pengurus Muslimat NU di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Mayang, Jember, Jumat (12/5), pendekatan sosial cukup mujarab untuk menyampaikan pesan dakwah.?

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata

Menurutnya, pendekatan sosial menjadi penting mengingat kebutuhan masyarakat cenderung mengarah pada "kerja nyata" tersebut. "Mauidzah hasanah juga penting, tapi kerja nyata untuk umat, sungguh sangat diharapkan," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat masih pragmatis dalam menyikapi sesuatu. Sehingga siapa pun yang memberi manfaat paling besar, terutama dari sisi materi, itulah yang diikuti.?

Buktinya, tidak jarang anggota masyarakat yang asalnya berafiliasi dengan NU, tapi akhirnya pindah haluan. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka tergiur oleh kerja nyata tersebut.?

Attauhidiyyah Giren

"Ini harus jadi perhatian kita semua. Sudah banyak warga kita ikut kelompok lain karena sering diberi sembako, pengobatan gratis dan sebagainya," lanjut Ustad Abdul Haris.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga ? tingkat ranting.?

Masing-masing ketua ranting, katanya, minimal bisa mendampingi 5 majelis taklim, agar kegiatan-kegiatannya tetap sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) ala NU.?

Attauhidiyyah Giren

"Kami juga berpesan agar pengurus Muslimat NU di semua tingkatan bisa mengumpulkan zakat untuk dibagikan kepada mereka yang berhak," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kajian, Tegal Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 23 Juli 2016

Doa Seribu Yatim Untuk Indonesia dan Palestina

Surabaya, Attauhidiyyah Giren. Sebanyak seribu anak yatim dan kalangan dhu’afa melantunkan doa bersama untuk perdamaian dan keselamatan anak-anak Palestina di hotel Novotel, Surabaya, Selasa (15/7). Penerima santunan yang difasilitasi Badan Amil Zakat Nasional itu menerbangkan ratusan balon sebagai tanda kebebasan dan perdamaian.

Bersama Wagub Jatim H Saifullah Yusuf, mereka dengan kompak menyerukan, “Save Palestine Children!”. Selain berbuka puasa, penerima santunan membawa pulang alat sekolah berupa tas, kelengkapan alat tulis-menulis, dan uang saku.

Doa Seribu Yatim Untuk Indonesia dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Seribu Yatim Untuk Indonesia dan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Seribu Yatim Untuk Indonesia dan Palestina

Semua bantuan bersumber dari para donatur Baznas Jatim. Dana yang terkumpul di Baznas Jatim ini selanjutnya didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima dengan mekanisme survei dan seleksi sesuai syariat.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pengumpulan Sekretariat Baznas Jatim Abdul Kholik, santunan ini merupakan kali ketiga Baznas Jatim mengadakan kegiatan buka puasa bersama. Dua tahun lalu, kerja sama di bidang sosial ini sudah terlaksana dengan lancar.

Attauhidiyyah Giren

Selain di Hotel Novotel, imbuh Kholik, tahun ini ada dua hotel lain dan satu rumah sakit bersedia menjadi tuan rumah untuk kegiatan serupa, tepatnya di Hotel Ibis, Hotel Mercure Grand Mirama, dan RSU Haji Surabaya.

“Buka puasa di Hotel Ibis pada 10 Juli lalu. Sedangkan di RSU Haji Surabaya rencananya santunan dilaksanakan pada 19 Juli dan di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya pada 22 Juli 2014 nanti,” ujar Kholik. (Abdul Hamid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pondok Pesantren, Budaya Attauhidiyyah Giren