Senin, 15 Februari 2016

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Surakarta, Attauhidiyyah Giren - Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar kegiatan bertajuk “Siberkreasi Goes to Pesantren”, Kamis (23/11). Kegiatan yang dihelat di kompleks pondok tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Panitia acara Ferry Indar Ardiansyah menerangkan ada tiga agenda besar pada kegiatan Siberkreasi ini. “Pertama, diskusi kiat syiar online via blog dan media sosial kerjasama antara Al-Muayyad dengan AIS, yang berisikan strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial untuk syiar Islam,” terang Ferry.

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Agenda kedua adalah workshop UMKM goes online untuk pengembangan UMKM baik masyarakat maupun alumni pondok Al-Muayyad. “Terakhir ada dialog Netizen Asik dengan menghadirkan Menkominfo Rudiantara,” imbuhnya.

Attauhidiyyah Giren

Ditambahkan Ferry kegiatan ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan komunitas, khususnya dalam menggunakan internet dan media sosial.

Attauhidiyyah Giren

Dalam acara dialog dengan santri Menkominfo Rudiantara mengajak santri untuk menggunakan internet dengan positif, dan juga harus berkreasi yang baik.

"Soal pemakaian gawai di pesantren diperbolehkan tentu mengikuti aturan disiplin ketika di dalam pondok," kata Rudiantara.

Kegiatan Siberkreasi dimulai sejak pagi, dan berakhir hingga sore. Acara ini diikuti santri Al-Muayyad dan para pemilik UMKM. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pertandingan Attauhidiyyah Giren

Jumat, 12 Februari 2016

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir

Pringsewu-Lampung, Attauhidiyyah Giren. Ribuan jamaah larut dalam kekhusuan dzikir yang digelar di halaman Masjid Ad Dakwah Bandung Baru (12/5). Acara yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) NU di Kabupaten Pringsewu ini mengambil judul “Pringsewu Berdzikir”.

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir

Menurut Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu KH Mahfudz Ali, kegiatan bekerjasama dengan Alumni Pondok Pesantren Al Falah Kediri yang menghadirkan Gus Tsabut Panoto Projo yang merupakan putra dari Pendiri jamiyyah dzikrul ghofilin Alm. KH Hamim Jazuli yang akrab dipanggil Gus Mik.

"Dengan berdzikir bersama kita harapkan Pringsewu akan benar benar menjadi Kabupaten yang Baldatun Thayyibatun warabbun ghofur," tambahnya.

Attauhidiyyah Giren

Dalam sambutannya ia juga menginformasikan kepada warga NU tentang beberapa program PCNU Pringsewu yang sedang berjalan seperti perkembangan Majalah Aswaja LTN NU Pringsewu, pendirian Perpustakaan Aswaja, Perkembangan Apotek NU dan berdirinya beberapa sekolah baru LP Maarif di Kecamatan di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu KH Sujadi Saddad, Bupati Pringsewu sekaligus Mustasyar NU PCNU Pringsewu, mengharapkan kepada segenap warga masyarakat Kabupaten Pringsewu untuk meningkatkan kebersamaan dalam masyarakat dalam rangka mewujudkan 9 Moto Kabupaten Pringsewu yaitu Bersenyum Manis (Bersih, Sehat, Ekonomis, Nyaman, Unggul, Maju, Mandiri, Aman, dan Agamis). 

Attauhidiyyah Giren

Ia juga mengharapkan kepada segenap warga untuk tetap saling berkomunikasi secara inten untuk mencegah terorisme menyebar di Pringsewu. Hal ini merupakan bentuk antisipasi dikarenakan beberapa hari lalu Densus 88 Anti Teror telah menangkap salah satu warga Pringsewu yang terlibat dalam jaringan terorisme. 

"Kegiatan yasinan, tahlilan, kenduri bisa menjadi sarana yang efektif untuk menangkal terorisme karena disamping beribadah kita juga bisa saling berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan tetangga tetangga kita," tambahnya.

Pada kesempatan ini Gus Tsabut menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya berdzikir. Dzikir dapat menjadi sarana untuk melepaskan berbagai permasalahan dunia dengan tiga syarat. Pertama merasa senang, kedua madep mantep, dan yang ketiga yakin kalau doa kita di ijabah oleh Allah SWT.

Tampak Hadir pada kegiatan ini Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, Anggota DPRD , segenap jajaran Muspida Kabupaten Pringsewu dan seluruh Pengurus MWC dan Ranting NU se Kabupaten Pringsewu.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Olahraga, Hadits Attauhidiyyah Giren

Kamis, 04 Februari 2016

Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga

Yogyakarta, Attauhidiyyah Giren. Dalam jejak dakwahnya, KH MA Sahal Mahfudh telah mengikuti jejak dakwah Sunan Kalijaga yang menggunakan pendekatan 3M, yakni Momong, Momol, dan Momot. Momong artinya mengasuh, sedangkan momol bisa bergaul dengan semua level manusia. Adapun momot yaitu menampung aspirasi dari berbagai kelompok.

Demikian disampaikan oleh Dr H Wayono Abdul Ghafur dalam Diskusi dan Bedah Buku “Belajar dari Kiai Sahal” yang berlangsung di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (19/5).

Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga

Menurutnya, dakwah yang dilakukan oleh Kiai Sahal merupakan dakwah dalam pengembangan masyarakat, yakni dengan membuat pelayanan sosial untuk kehidupan bermartabat. Hal ini tentu berbeda dengan dakwah yang dilakukan kiai pada umumnya, yakni ceramah. “Mbah Sahal itu kalau diundang ceramah nggak mau,” tegas Waryono.

Attauhidiyyah Giren

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menambahkan, bahwa apa yang diperjuangkan Kiai Sahal adalah tumbuhnya kemandirian umat demi kehidupan yang ideal, sehingga bisa bekerjasama dengan siapapun. “Beliau itu pemikir yang baik. Beliau juga kiai yang penggerak dan mampu membumikan fiqih dalam konteks sosial,” tandasnya.

Attauhidiyyah Giren

Dari sisi politik, Moch Nur Ichwan yang merupakan salah satu penulis dalam buku “Belajar dari Kiai Sahal” mengatakan bahwa Kiai Sahal merupakan sosok yang a-politis namun memiliki ketegasan sikap di dalam berpolitik itu sendiri. ?

Menurutnya, jika politik dalam tingkat rendah adalah bertujuan mendapatkan kekuasaan, maka Kiai Sahal telah mempraktekkan politik dalam tingkat tinggi, yakni politik yang bertujuan mewujudkan keadilan dan kemaslahatan umat.

Diskusi dan Bedah Buku ini juga menghadirkan Ulil Abshar Abdalla menjadi pembicara. Selain itu, H Abdul Ghaffar Rozin yang merupakan putra Kiai Sahal didaulat menjadi keynote speaker. Ketua PBNU M Imam Aziz juga turut hadir dalam acara ini. (Dwi Khoirotun Nisa’/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Makam, IMNU Attauhidiyyah Giren