Sabtu, 17 Juli 2010

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal

Lombok, Attauhidiyyah Giren - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pelaku usaha pertambangan memberdayakan masyarakat lokal sebagi pekerja. Langkah ini? diharapkan bisa mengurangi resiko munculnya sengketa antara masyarakat dan pengusaha yang sering terjadi.

Ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj saat melakukan kunjungan ke lokasi tambang biji besi miliki PT. Padak Mas Mentari Mineral di Desa/Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/1). Ikut dalam kunjungan jajaran pengurus lainnya, di antaranya Ketua PBNU Ir. Iqbal Sullam, Imam Azis, serta Sekretaris Jendral H. Marsudi Syuhud dan Bendahara Umum H. Bina Suendra.? ? ?

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pengusaha Pertambangan Rekrut Pekerja Lokal

"Yang banyak terjadi di sekitar lokasi tambang masyarakatnya justru hidup miskin, jangan, itu jangan sampai terjadi disini. Apalagi ini tambangnya orang NU, tambang milik Nahdliyin," kata Kiai Said.

Attauhidiyyah Giren

Permintaan itu juga disampaikan Kiai Said agar masyarakat di sekitar lokasi pertambangan ikut merasa memiliki, sehingga dengan senang hati akan ikut bersama-sama menjaganya. "Yang paling penting kita harus bersama-sama ikut menjaga pertambangan ini. Jangan sampai kejaidan seperti di Bima terulang di Lombok dan tempat lainnya," tegasnya.

Attauhidiyyah Giren

PT. Padak Mas Mentari Mineral menyambut baik saran yang disampaikan Kiai Said. Diakui jika 90 persen pekerja berasal dari masyarakat lokal di sekitar pertambangan.

"Hanya sepuluh persen dari total pekerja yang orang luar Lombok. Itu pada posisi staf ahli yang ikut mengajari masyarakat lokal bagaimana menjalankan pekerjaan pertambangan. Itupun nantinya akan terus kami regenerasi agar masyarakat lokal bisa lebih diberdayakan,"? jelas salah seorang staf perusahaan.

Sementara Arif Budiman, pemilik PT. Padak Mas Mentari Mineral juga mengungkapkan kesediaannya mempekerjakan masyarakat lokal, dan hal tersebut sudah dijalankan. Arif juga mengaku telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membengun Lombok Barat.

"Termasuk ke NU akan kami berikan sebagian keuntungan kami secara berkala. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai Nahdliyin ikut membesarkan NU," ujar Arif.

PT. Padak Mas Mentari Mineral mulai melakukan penambangan biji besi di Lombok Barat sekitar tujuh bulan yang lalu, dengan hasil tambang dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya China. Dengan luas lahan pertambangan mencapai 5000 Ha, dalam setiap bulan ditargetkan bisa dihasilkan 20 ribu ton biji besi.

Kehadiran jajaran pengurus PBNU ke Lombok adalah untuk memenuhi undangan PWNU Nusa Tenggara Barat, tepatnya untuk mengikuti istighotsah dan tabligh akbar, Kamis (19/1) besok. Kiai Said diagendakan menjadi penceramah utama dalam kegiatan tersebut.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Internasional Attauhidiyyah Giren

Senin, 12 Juli 2010

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Jombang, Attauhidiyyah Giren. Santri Pondok Pesantren Al-Ahsan Bareng menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di tengah sungai Karangan, Dusun Karangan Krajan, Desa Karangan, Bareng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/10) pagi.

Sungai Karang dipilih karena kondisinya cukup memprihatinkan. Selain maraknya penambangan batu di bantaran sungai. Keadaan sungai di perparah dengan masih banyaknya warga daerah aliran sungai yang membuang sampah sembarangan.

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

"Melalui upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pelajar Pondok Al-ahsan Karangan ingin mengajak dan menyadarkan para pelajar dan pemuda tentang menjaga lingkungan alam, terutama sungai sebagai sumber air," jelas Pengurus Yayasan Al-Ahsan, Khoirum Muslimin.

Menurutnya, upacara di Sungai memang terdengar tidak biasa dan jauh dari kebiasaan yang selama ini. Namun, ia berpendapat kegiatan itu tentu akan memberi pengalaman tak terlupakan bagi anak didiknya.

Attauhidiyyah Giren

Ia berharap upacara di tengah sungai akan lebih memiliki makna mendalam serta dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pelajar. Selain itu juga mengajarkan peserta didik pentingnya menjaga kelestarian alam.

Meski harus bersusah payah untuk menuju sungai Karangan, namun semua itu tak mengurangi antusias para pelajar untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda," tambahnya

Selanjutnya, ia menyebutkan tema besar yang mereka usung pada sumpah pemuda kali ini yaitu "melalui sumpah pemuda kita cintai lingkungan alam". Tema ini diambi sebagai upaya mengkampanyekan sekaligus menggerakkan para pelajar untuk lebih mencintai dan peduli terhadap alam dan sungai.

"Kedispilinan dan kesadaran untuk tidak membuang sampah di sekitar Sungai dimulai dari usia produktif seperti ini. Kita jelaskan juga dampak perbuatan mereka membuang sampah di sungai bisa mencemari sungai serta dapat merugikan warga lainnya," bebernya.

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Sungai Karangan berlangsung khidmat. Semua perangkat upacara berasal dari santri semua. Mulai dari pemimpin upacara, penyampaian pesan moral, pembawa bendera dan kelengkapan upacara lainnya.

Attauhidiyyah Giren

"Dewan guru dan pengurus yayasan hanya mengarahkan dan mengawasi kegiatan ini. Karena ini temanya sumpah pemuda maka semua petugas upacara ya diambil dari santri sendiri," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren News, Ulama, Daerah Attauhidiyyah Giren