Selasa, 31 Januari 2017

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

Kudus,Attauhidiyyah Giren

Dalam rangka uri-uri (menjaga) seni tradisi, Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kecamatan Gebog Kudus mengadakan festival di Masjid At-Taqwa Desa Gondosari Sabtu (4/4) malam. Kegiatan bertema “Menebar shalawat, menuai syafaat itu”, diikuti 22 kelompok terbang papat dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)
Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

Masing-masing kelompok yang terdiri dari lima orang ini membawakan sebuah lagu shalawat dari syair kitab Albarzanji dengan iringan tetabuhan empat terbang dan satu jidur selama 10 menit. Bahkan para penabuh yang sebagian besar berusia tua, masih semangat menabuh terbang secara rancak dan kompak.

 

Ketua FKTP Kecamatan Gebog Ulil Abror menjelaskan festival ini merupakan salah satu bentuk menjaga seni terbang papat supaya tetap eksis dan syiar di tengah-tengah masyarakat. "FKTP mendorong seni terbang papat ini bangkit dan berkembang dengan melahirkan generasi baru,"katanya.

 

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, hampir setiap desa banyak yang memiliki jam’iyah (kelompok) terbang papat, namun kurang terkoordinasikan sehingga belakangan keberadaannya hampir punah.

Attauhidiyyah Giren

"Karenanya, kita agendakan rutin kegiatan semacam ini di tingkat kecamatan yang waktunya insidental atau setiap tahun sekali untuk nguri-nguri seni ini," katanya.

 

Ketua FKTP Kudus Cholid Seif saat membuka acara mengatakan terbang papat ini menjadi seni tradisi khas seni Islami Kudus. Bahkan disamping tercatat dalam rekor MURI pada tahun 2012 lalu, seni ini ternyata termasuk maha karya tingkat internasional.

 

"Makanya festival ini telah dikembangkan menjadi program FKTP seluruh kecamatan di Kudus sebagai ikhtiar untuk melestarikan terbang papat yang semakin langka ini," tandasnya singkat. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Pemurnian Aqidah, AlaSantri Attauhidiyyah Giren

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Peringatan setahun hari wafatnya (haul) yang pertama mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden Ri ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan digelar pada Kamis malam, 30 Desember 2010 di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dalam haul ini kata putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), di Kalibata, Jakarta, Ahad (28/11), selain akan dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan para kiai NU yang lain, juga ada tokoh-tokoh nasional yang mendukung perjuangan Gus Dur selama ini.

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Selain khataman Al-Quran, istighotsah, tahlilan pada haul tersebut juga akan ada sambutan dari kiai-kiai NU dan tokoh nasional yang hadir tersebut. Gus Dur wafat pada hari Rabu (30/12) pukul 18.45 Wib di RSCM Jakarta. Setelah disemayamkan di Ciganjur, deklarator dan pendiri PKB itu dimakamkan secara militer di Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim.

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu menurut adik kandung Gus Dur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), keluarga Tebuireng akan menggelar haul pada 18 Desember.  Dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional akan hadir. Seperti Ketua MK M. Mahfud MD dll juga akan menggelar Festival Barongsai di pesantren.

Namun demikian kata Gus Sholah yang juga mantan Ketua PBNU ini, acara haul Gus Dur ini akan digelar secara sederhana. Terlebih, acara itu juga terbuka bagi seluruh masyarakat. "Seluruh rakyat bisa datang dalam haul itu,"tutur Gus Sholah lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama Attauhidiyyah Giren

Senin, 30 Januari 2017

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir

Sukoharjo, Attauhidiyyah Giren - Banjir yang terjadi di Ploso Kabupaten Pacitan baru saja surut. Namun, banjir tetap menyisakan genangan air dan lumpur. Tak sedikit pula rumah yang rusak akibat air bah yang menggenangi pemukiman warga.

Melihat kondisi yang demikian, puluhan anggota Ansor dan Banser Sukoharjo ikut turun bersama anggota Ansor, Banser dan seluruh elemen masyarakat setempat, membersihkan sisa-sisa lumpur yang tersisa.

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir

Ketua GP Ansor Sukoharjo Syahid Mubarok yang juga ikut terjun dalam gerakan pembersihan dari sisa kotoran banjir menuturkan pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa pakaian dan lain-lain.

“Antara lain yang kita salurkan ada pakaian, sayur, bahan makanan, perlengkapan mandi dan perlengkapan bayi,” terang Syahid saat dihubungi Attauhidiyyah Giren, Kamis (7/12).

Attauhidiyyah Giren

Sementara itu GP Ansor Boyolali juga ikut memberikan bantuan kepada para korban longsor dan banjir di daerah Wonogiri.

“Kemarin alhamdulillah sudah kita salurkan bantuan dari Boyolali, berupa beras 2 ton supermi 150 dus, minyak goreng 15 dus, sayuran dan pakaian serta buku tulis,” kata Ketua GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad.

Attauhidiyyah Giren

Bantuan tersebut, lanjut Khoirudin, diharapkan dapat bermanfaat dan meringankan beban kepada para korban. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Makam, Ubudiyah Attauhidiyyah Giren

Minggu, 29 Januari 2017

Kopri PB PMII Juarai Lomba OKP Berprestasi 2017

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Korps PMII Putri (Kopri) PB PMII menjadi juara OKP Berprestasi Kemenpora 2017, Rabu (18/10/2017).  Dalam agenda tersebut KOPRI PB PMII bersaing dengan tujuh OKP lainnya yang mengikuti agenda tersebut. Di antaranya, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, (GEMMA) Gerakan Mahasiswa Kosgoro, Pemuda Al–Washiliyah, PP IPNU, PW IPNU DKI Jakarta, PC IPPNU Bayumas, dan CIMSA. Sebelumnya, pada fase wawancara Kopri PB PMII mendapatkan nilai paling tinggi yaitu 85 point.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kemenpora Khususnya Panitia Penyelenggaran kegiatan yang telah memberikan ruang kepada kami untuk mengapresiasikan diri," kata Ketua PB Kopri Septi Rahmwati sesuai acara di hotel Golden Beautique Angkasa, Jakarta.

Kopri PB PMII Juarai Lomba OKP Berprestasi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PB PMII Juarai Lomba OKP Berprestasi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PB PMII Juarai Lomba OKP Berprestasi 2017

Diakui olehnya, hal ini bukan hanya ajang untuk berkompetisi tetapi juga sebagai ruang untuk menyatukan gagasan dari semua  program masing–masing OKP untuk dapat bersama–sama mewujudkan apa yang dicita–citakan oleh bangsa Indonesia.  

"Harapannya kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun berikutnya sebagai salah satu kegiatan ajang penyemangat sahabat–sahabat OKP lainnya untuk terus berkarya," ucapnya.

Mengusung tema Pemuda Indonesia Berani Berprestasi Kopri PB PMII mengambil judul Perempuan Membangun Ekonomi Memimpin Negeri. Hal tersebut menjawab tantangan jaman. Bangsa Indonesia merupakan bangsa memiliki jumlah pemuda yang banyak yang mencapai lebih 4 % dari jumlah pemuda dunia.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, pada tahun 2020 Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana terdapat peningkatan jumlah pemuda di Indonesia yang mencapai lebih 5-6  persen jumlah pemuda dunia.  Jumlah tersebut hampir rata–rata di dalamnya adalah perempuan. Untuk itu, Kopri PB PMII menjawab tantangan adanya jumlah peningkatan SDM dan potensi yang bisa dibangun untuk menjawab perekonomian perempuan di beberapa tahun ke depan.

Attauhidiyyah Giren

Septi juga menekankan perlunya mengembangkan intelektual muda, membangun konsep ekonomi kreatif dan mencetak pemimpin yang memiliki kekuatan ekonomi. Adanya tiga konsep yang Kopri tawarkan yang saat ini telah diimplementasikan dengan adanya rencana pembangunan kawasan industri dan sekarang telah mencapai 10 Lokasi.

"Pertama kelompok binaan KOPRI salah satunya pembuatan tas unik yang dibuat oleh kelompok binaan Kopri Mandar, Sulawesi," ucapnya.

Pada sesi tersebut hadir juga anggota DPR RI Komisi X Esti Wijayanti, Pemuda Perwakilan UKP Betawi Rahmad HS, Internal Askep UKP Jaswadi, Akademi Slamet Riyanto dan Zainul Munasihin sebagai staf khusus ketua bidang kepemudaan Kemenpora. (Nita Nurdiani Putri/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kiai Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 21 Januari 2017

LP Maarif NU Tegal Kirim 136 Atlet ke Ajang Porsema Jateng

Tegal, Attauhidiyyah Giren - Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Tegal mengirimkan 136 atlet yang akan unjuk gigi dalam Pekan Olah Raga dan Seni Maarif (Porsema) X tingkat Jawa Tengah di Kabupaten Jepara. Kegiatan kompetisi antarsiswa Maarif NU tingkat MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK ini akan berlangsung tiga hari mulai 21-23 Mei 2017.

Ketua LP Maarif NU Kabupaten Tegal H Al-Fatah mengatakan, 136 atlet dari sekolah Maarif NU di Kabupaten Tegal akan mengikuti 22 jenis cabang olahraga yang berbeda-beda yaitu tenis meja, bulu tangkis, catur dan berbagai cabang olah raga lainnya. Sementara cabang seni meliputi membaca puisi, seni membaca Al-Quran, dan lainnya.

LP Maarif NU Tegal Kirim 136 Atlet ke Ajang Porsema Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif NU Tegal Kirim 136 Atlet ke Ajang Porsema Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif NU Tegal Kirim 136 Atlet ke Ajang Porsema Jateng

"Kontingen Maarif NU Tegal terdiri dari 136 atlet dan 51 offisial," ujarnya di sela pelepasan kontingen, Jumat (20/5).

Attauhidiyyah Giren

Menurutnya, Porsema menjadi ajang silaturahmi siswa satuan pendidikan Maarif NU se-Jawa Tengah. "Ajang ini juga untuk menunjukkan eksistensi LP Maarif Kabupaten Tegal dalam menyalurkan potensi siswa Maarif di dunia olahraga maupun seni," kata Fatah.

Attauhidiyyah Giren

Kegiatan tersebut juga dimaksudkan agar memantapkan semangat persatuan dan kesatuan nasional. Juga diharapkan dapat memupuk loyalitas jamiyah NU. "Dalam Porsema tahun ini, kami dari LP Maarif NU Tegal menargetkan bisa meraih juara di semua cabang," tambahnya.

Fatah mengatakan, kontingen Tegal dapat bertanding semaksimal mungkin sehingga mampu meraih prestasi di semua cabang. "Dengan usaha maksimal, para atlet Tegal diharapkan bisa membawa tropi sebanyak-banyaknya," pungkasnya.

Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Ketua LP Maarif NU Tegal H Al-Fatah kepada Ketua Kontingen Tegal Hambali. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Hikmah, Jadwal Kajian, Makam Attauhidiyyah Giren

Senin, 16 Januari 2017

Bacaan-bacaan yang Wajib Ada dalam Shalat

Rukun-rukun shalat yang beragam bisa kita kategorikan menjadi dua jenis, yakni rukun fi’li (perbuatan) dan rukun qauli (ucapan). Dalam pemaparan kali ini akan dijelaskan tentang rukun shalat yang berupa bacaan (qauli).

Sebagaimana telah kita pahami bersama, bahwa rukun yang berupa ucapan dalam shalat berjumlah lima, yakni membaca takbiratul ihram, membaca surat al-Fatihah, membaca tahiyyat akhir, membaca shalawat saat tahiyyat akhir, dan salam pertama.

Bacaan-bacaan yang Wajib Ada dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bacaan-bacaan yang Wajib Ada dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bacaan-bacaan yang Wajib Ada dalam Shalat

Berikut ini akan kami paparkan kepada para pembaca yang budiman rukun-rukun tersebut sebagaimana kami sarikan dari karya Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani, Nihâyah al-Zain  (Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 2002), hal. 55-63:

1. Bacaan Takbiratul Ihram

Attauhidiyyah Giren

? ?

Attauhidiyyah Giren

Allâhu Akbar

“Allah Maha Besar”

Saat takbiratul ihram ini, tangan diangkat keatas, mulut mengucapkan “Allahu Akbar”, dan hati membisikkan niat. Ketiga hal tersebut dilakukan secara bersamaan.

2. Bacaan Surat al-Fatihah

? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ?. ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhirrahmânirrahîm (1) Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn (2) Ar-Rahmânir Rahîm (3) Mâliki yaumiddîn (4) Iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în (5) Ihdinash shirâthal mustaqîm (6) Shirâthal ladzîna an’amta ‘alaihim ghoiril maghdzûbi ‘alaihim waladldlâllîn (7)

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 

3. Bacaan tahiyyat akhir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attahiyyâtul mubârakâtush shalawâtut thoyyibâtu liLlâh, assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatuLlâhi wabarakâtuh, assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shâlihîn, asyhadu al-lâ ilâha illa-Llah, wa asyhadu anna muhammadar rasûlullah

“Segala penghormatan yang penuh berkah, segenap salawat yang penuh kesucian, (semuanya) adalah milik Allah. Salam padamu wahai para Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam bagi kami, dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

4. Bacaan shalawat Nabi sesudah tasyahhud akhir

? ? ? ? ?

Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad

“Semoga Allah memberikan shalawat bagi junjungan kami, Nabi Muhammad”.

5. Salam pertama

? ? ? ?

Assalâmu ‘alaikum warohmatullâh

“Salam dan rahmat Allah (semoga tercurahkan) bagi kalian semua”

Demikian penjelasan tentang bacaan wajib dalam shalat, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Budaya, Quote, Halaqoh Attauhidiyyah Giren

Minggu, 15 Januari 2017

Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas

Jakarta, Attauhidiyyah Giren

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengajak Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk membangun sinergitas bersama. Langkah ini dinilai penting penting bagi dua badan otonom NU ini sebagai organisasi yang memiliki segmentasi garapan sama.

Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas

"Ya, tentunya ruh perjuangan IPNU-IPPNU sama. Suatu organisasi yang bergerak basis pelajar. Tidak hanya pada IPNU saja, melainkan sinergis dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan)," kata Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid kepada Attauhidiyyah Giren di sela acara tasyakuran hari lahir ke-61 IPPNU, Rabu (2/3), di Gedung PBNU Lantai 6, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa IPNU-IPPNU perlu bersama membangun negeri dalam berbagai sektor secara kelembagaan untuk menunjukkan eksistensi IPNU-IPPNU yang tanggap dan responsif.

Attauhidiyyah Giren

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Barat ini menyatakan, berkaitan dengan tema "Pelajar Putri Bersinergi Membangun Negeri" IPNU-IPPNU sepatutnya tidak melupakan agenda internal organisasi dalam menjaga regenerasi. Perlu adanya perhatian khusus terhadap agenda kaderisasi ke depan.

Attauhidiyyah Giren

"Tugas kita adalah bersama membangun kembali mindset atau cara pikir bersama. Hal yang menjadi catatan adalah cara pandang yang dimiliki lintas generasi tidaklah sama. Oleh karena itu untuk menerapkan sistem kaderisasi yang relevan kita harus ajak semua lini untuk bersinergi merumuskannya," paparnya.

Ia menegaskan hal utama yang harus diperhatikan adalah membangun kesepahaman dengan semua lini untuk merumuskan cara pikir bersama. Impelemetasinya adalah melihat konsistensi terhadap sistem yang telah dibuat bersama.

"Ya, pada intinya sinergis itu penting agar apa yang kita lakukan menjadi kepentingan bersama. Sekali lagi saya ucapkan selamat harlah ke-61 IPPNU dan saya atas nama IPNU mengapresiasi peran dan kiprah IPPNU selama ini. Harapan ke depan IPPNU mampu mencetak srikandi-srikandi pejuang Islam Nusantara yang bukan hanya sebagai penyeimbang, melainkan pendobrak," pungkasnya. (Afifah Marwa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren IMNU, Pertandingan, Kiai Attauhidiyyah Giren

Jumat, 06 Januari 2017

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Attauhidiyyah Giren ?

Para redaktur Attauhidiyyah Giren melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Attauhidiyyah Giren lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Menurut salah seorang redaktur Attauhidiyyah Giren Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

Attauhidiyyah Giren

“Teman-teman di sini (redaktur Attauhidiyyah Giren) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Attauhidiyyah Giren

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Attauhidiyyah Giren. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Olahraga Attauhidiyyah Giren

Minggu, 01 Januari 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, Attauhidiyyah Giren



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Attauhidiyyah Giren

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





Attauhidiyyah Giren

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Santri, Doa Attauhidiyyah Giren