Selasa, 20 Oktober 2015

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Malang, Attauhidiyyah Giren

Masjid merupakan sebuah tempat strategis yang tak hanya berfungsi untuk menjalankan ibadah. Terdapat peran-peran strategis yang berlangsung dalam sejarah peradaban Islam yang melibatkan masjid.

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Penting Memakmurkan Masjid

Penting bagi warga NU untuk terus mengembangkan masjid sebagai sumber pengembangan Islam, berikut alasan-alasannya.

Pertama, sebelum dibangun pesantren, pasti dibangun masjidnya dahulu dan setiap desa hampir bisa dipastikan ada masjidnya, tetapi belum tentu ada pesantrennya.

Attauhidiyyah Giren

Kedua, masjid letaknya teratur, tidak menumpuk di satu tempat sehingga sarana ibadah terdistribusi dengan baik.

Attauhidiyyah Giren

Ketiga, Masjid merupakan potret paling otentik kondisi, shoheh tentang kondisi, sikap dan kualias umatnya. 

“Kalau masjidnya kotor tempat wudhunya, ya umatnya kurang lebih ya masih begitu. Kalau bersih, umatnya lebih berbudaya.”

Demikian juga kalau masjidnya bagus, ekonomi umat pendukungnya juga bagus. Kalau masjidnya reot, juga begitu.

Lalu kalau jamaahnya banyak, berarti semangat ibadah yang tinggal di kanan kirinya juga begitu. Kalau masjidnya kosong, berarti semangat ibadah umatnya pun begitu. 

“Kalau shofnya lurus, umatnya juga disiplin. Kalau jamaahnya sedikit, mencari-mencar, shofnya ngak lurus, ya masih morat-marit.”

Kalau takmirnya suka mengundar khotib yang galak, berarti umatnya juga begitu. Khotibnya adem ayem, kesadaran hidupnya juga begitu. 

“Potret warga NU seperti apa, bisa di lihat di masjid-masjidnya,” tandasnya.Ia menegaskan, masjid harus menjadi kaki NU ke depan. Pesantren sebagai sumber ilmu dan hikmahnya, masjid sebagai pusat pengamalan dan pembinaannya.

Sementara itu, Ketua LTMNU KH Abdul Manan al Ghani menegaskan lembaga yang dipimpinnya ini berusaha untuk menggerakkan struktur di lingkungan NU agar mampu memberdayakan masjid.

Ia merasa prihatin dengan sejumlah situasi seperti maraknya permintaan sumbangan pembangunan masjid di jalan-jalan atau pengelola masjid yang kurang memiliki kreatifitas dalam mengembangkan masjidnya.

“Tidak usah menunggu program dari PBNU. Saya senang, jika masjid atau LTMNU di daerah mampu membikin program sendiri.”

LTMNU memiliki sejumlah program usaha seperti Kelompok Usaha Jamaah Masjid, tower BTS berbasis menara masjid atau sejumlah bisnis lain yang halal dan dapat menunjang kegiatan kemasjidan.

Penulis:: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Kyai, Santri, Bahtsul Masail Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 17 Oktober 2015

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Prof Dr M Maksum Mahfoedz resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Kamis (9/7) di lantai 5 Gedung PBNU.

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Kegiatan pelantikan ini dibarengi dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) yang dihadiri oleh ratusan Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.

Ketua BPPTNU, Dr KH Mujib Qulyubi menuturkan, pelantikan ini merupakan langkah awal diantara langkah-langkah besar yang telah dilakukan oleh tim pendiri UNU Indoensia menuju proses pengembangan.

Attauhidiyyah Giren

“Apalagi dalam pelantikan ini dihadiri 2 kementerian sekaligus, yaitu Menristek Dikti, Prof M Nasir dan pihak Kemenag yang menjadi pertanda bagus dalam pengembangan UNU Indonesia ke depan,” ujar Kiai Mujib.

Mantan Ketua STAINU Jakarta ini menambahkan, bahwa proses bertumbuh UNU Indonesia telah dilakukan oleh tim pendiri dan pengelola sehingga universitas NU di Jakarta ini akhirnya terwujud dengan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Attauhidiyyah Giren

Rektor terpilih, Prof Maksum Mahfoedz menerangkan, bahwa dirinya akan mewujudkan UNU Indonesia menjadi universitas unggul dimana menjadi tempat berbaurnya dunia akademik, keislaman, kebangsaan, dan kejuangan.

“Kalau NU yang membutuhkan dan mengamanahkan, sikap saya sami’na wa atho’na. Saya dan teman-teman akan menahkodai UNU Indonesia berdasarkan prinsip kolektivitas atau kebersamaan dengan tidak menonjolkan ego jabatan,” ujar Guru Besar UGM Yogyakarta ini.

Sementara itu, Menristek Dikti dalam sambutannya usai meneken MoU dari berbagai perguruan tinggi NU yang hadir menuturkan, bahwa kualitas perguruan tinggi salah satunya ditentukan oleh produktivitas ilmiah dari segenap civitas akademiknya. “Jadi karya tulis dan penelitian harus terus-menerus dilakukan kemudian dipublikasikan melalui jurnal atau media lain yang mendukung,” terang mantan Rektor Undip Semarang ini.

Kegiatan pelantikan juga disaksikan oleh Ketua LPTNU, Dr H Noor Achmad, segenap jajaran pengurus UNU Indonesia, pimpinan Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta, serta para pengelola Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.?

UNU Indonesia juga menyediakan beberapa program beasiswa, diantaranya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan beasiswa afirmasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta beasiswa dari berbagai lembaga pemerintah yang telah menjalin kerja sama dengan UNU Indonesia.

Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, pendaftaran gelombang pertama diselenggarakan tanggal 8 Juli-19 Agustus 2015. Sedangkan gelombang kedua dilakukan tanggal 24 Agustus-30 September 2015. Adapun awal perkuliahaan digelar 7 Oktober 2015. Formulir pendaftaran bisa diakses secara online di www.unuindonesia.ac.id maupun datang langsung ke kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Habib, Berita, Doa Attauhidiyyah Giren

Senin, 12 Oktober 2015

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf

Makassar, Attauhidiyyah Giren. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan kembali menyelenggarakan Lailatul Ijtima atau pertemuan rutin malam yang membahas berbagai persoalan. Lailatul Ijtima’ yang memasuki kali keenam ini mengusung tema "Tasawwuf sebagai Pegangan Umat Islam".

Pertemuan yang digelar di kediaman Bendahara PW Lembaga Perekonomian NU (LPNU) H Bahar Ngitung di Jalan Alauddin Makassar, Sulsel, Kamis (3/4), tersebut menghadirkan Katib Syuriyah PWNU Sulsel Dr KH Ruslan sebagai pemberi taushiyah seputar tasawuf.

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima’ NU Sulsel Angkat Tema Tasawuf

Menurutnya, akhir-akhir ini banyak muncul gerakan-gerakan sempalan yang gemar membidahkan tasawuf, bahkan menganggapnya sebagai jalan setan. Terkadang, gerakan itu mengatasnamakan ulama-ulama salaf untuk mengharamkan tasawuf.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Kiai Ruslan, kesalahpahaman itu disebabkan lantaran perbedaan “standar” kebaikan antara penekun jalan tasawuf dan masyarakat secara umum. Kebrukan menurut pandangan kaum sufi kadang sudah mendapat penilaian baik oleh orang awam. Hal ini disebabkan, pandangan kaum sufi begitu mendalam ketika melihat sebuah permasalahan.

Ia mengatakan, di sinilah peran Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan memegang peranan penting untuk menjaga dirinya dari gerakan-gerakan sempalan yang ingin menghabisi amalan-amalan tasawuf akhir-akhir ini.

Attauhidiyyah Giren

Hadir dalam kesempatan ini para sesepuh dan pengurus NU Sulsel, mulai dari jajaran mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, lembaga/lajnah, dan badan otonom. Tuan rumah yang juga Bendahara PW LPNU Sulsel berterima kasih atas kehadiran para sesepuh NU yang menyempatkan membaca surah yasin dan lain-lain dalam Lailatul Ijtima’ kali ini. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Halaqoh, Nahdlatul Attauhidiyyah Giren

Minggu, 11 Oktober 2015

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

Lampung Tengah, Attauhidiyyah Giren. Untuk kali kedua keluarga besar Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah akan mengadakan Pormanu (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama) se-Kabupaten Lampung Tengah.?

H. Muhyidin Thohir selaku panitia pelaksana mengatakan, Pormanu 2017 yang kedua ini akan diikuti sekitar seribu lebih siswa-siswi Ma’arif NU dari 28 kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah yang meliputi semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, MTs hingga MA/SMK/SMA.

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

“Pelaksanaan lomba akan di laksanakan di kompleks gedung LP Ma’arif NU Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah dan beberapa pesantren, pada Senin, tanggal 20 November 2017 atau bertepatan 1 Rabiul Awal 1439,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah ini di sela-sela persiapan dengan seluruh jajaran panitia Pormanu II 2017 di kediaman Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Lampung Tengah, H. Syarif Kusen, Selasa (14/11).

Cabang-cabang perlombaan Pormanu II 2017 antara lain hadrah, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja/LCT Aswaja, marching band, adzan, bola voli, pidato, mewarnai, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat Pagar Nusa, dan Syarhil Quran.?

Seluruh sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif NU Lampung Tengah dapat mendaftarkan diri di sekretariat Pormanu II yakni LP Ma’arif NU Bangunrejo atau menghubungi panitia di nomor telepon 085840290366 (Rahmat Edi Santoso) dan 085768768821 (Afrianto).

Attauhidiyyah Giren

Pormanu II 2017 Lampung Tengah direncanakan akan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah H. Mustafa, PW LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, jajaran PCNU Lampung Tengah, kiai-kiai pesantren, serta utusan sejumlah badan otonom dan lembaga NU.?

Saat ini sekolah/madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma’arif NU Lampung Tengah tersebar di 28 kecamatan terdiri dari TK Ma’arif sebanyak 31, RA Ma’arif sebanyak 29, MTs Ma’arif sebanyak 27, SMP Ma’arif sebanyak 11. SMA Ma’arif sebanyak 5, MA Ma’arif sebanyak 17, dan SMK Ma’arif? sebanyak 5. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren

Attauhidiyyah Giren Pahlawan, Santri Attauhidiyyah Giren