Rabu, 15 Juli 2015

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Komunitas Omah Aksoro bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Pijar” Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar malam apresiasi seni di Taman Amir Hamzah (depan kampus STAINU Jakarta), Jakarta Pusat, Rabu (23/12) mendatang. Kegiatan ini mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’. Acara akan menampilkan berbagai penampilan kreasi seni.

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Penanggung jawab kegiatan, Bayu Radik mengatakan, bentuk-bentuk penampilan yang akan dipentaskan diantaranya musikalisasi puisi, pembacaan cerita pendek, dan akustik, baik karya sendiri maupun karya orang lain.

“Tidak ketinggalan juga, dibuka penampilan stand up comedy,” tuturnya.

Attauhidiyyah Giren

Bayu menambahkan, dalam kegiatan yang terbuka untuk umum ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga Omah Aksoro maupun mahasiswa STAINU Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, tetapi juga para mahasiswa dari berbagai kampus.

“Bahkan sampai ini sudah ada yang mendaftar dari kampus lain untuk pentas panggung,” tambah mahasiswa semester 7 STAINU Jakarta ini.

Attauhidiyyah Giren

Bagi yang ingin meramaikan, imbuhnya, baik sekadar mengikuti kegiatan ataupun menampilkan bakatnya, dipersilakan datang ke lokasi. “Acara ini gratis untuk siapapun,” pungkasnya.

Omah Aksoro adalah wadah pegiat diskusi yang dibentuk lingkaran anak muda STAINU Jakarta baik mahasiswa, alumni dan civitas akademik. Setiap Kamis, ba’da maghrib, Omah Aksoro rutin melaksanakan kegiatan yang diberi nama Tadarus Buku. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Internasional Attauhidiyyah Giren

Sabtu, 11 Juli 2015

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Jumat dianggap hari paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at. Kemulian hari Jum’at ini dibuktikan dengan banyaknya ragam ibadah sunah yang dikerjakan khusus pada hari itu.

Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Nabi SAW melakukan aktivitas tertentu di hari Jum’at. Aktifitas tersebut tidak melulu bersifat ritual, semisal ? wiridan, do’a, sholat, dan sejenisnya.. Akan tetapi, beliau juga suka mengerjakan ibadah yang bersifat sosial.

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari Jum’at

Al-Suyuthi dalam kitabnya, ‘Amal Yaum wa Lailah, mengatakan:

? ? ? ? ? ?: ? ? (? ?). ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Attauhidiyyah Giren

“Nabi SAW membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas usai sholat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak sholawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah sholat Jum’at di rumahnya, tidak di masjid. Setalah itu apa yang dilakukan Nabi SAW? Beliau mengunjungi saudaranya, menjenguk orang sakit, menghadiri penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.”

Nabi SAW mengajarkan kepada umatnya agar membiasakan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tujuh kali setelah sholat jum’at, serta memperbanyak sholawat. Usai membaca kalimat suci tersebut dan melantunkan do’a, biasanya beliau melakukan sholat sunah di rumahnya.

Attauhidiyyah Giren

Hari Jum’at juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai momentum untuk silaturahmi kepada sanak-famili. Semisal, mengunjungi orang-orang yang sedang sakit ataupun ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Internasional Attauhidiyyah Giren