| IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online) |
IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar
Awalnya, IPPNU memang organisasi pelajar yang masuk ke sekolah, madrasah dan pesantren, tetapi kebijakan Orde Baru yang hanya mengizinkan OSIS di sekolah-sekolah telah menyebabkan IPPNU merubah dirinya menjadi organisasi pemuda.Perubahan juga meluaskan lingkup cakupan garapan sampai pada tingkat mahasiswi, bahkan segmen pelajar tidak tersentuh. Segmen pemuda menjadikan usia juga meluas menjadi 12-30 tahun. Struktur baru yang diakibatkan oleh kebijakan Orde Baru ini tidak bisa dengan gampang dirubah, diantarnya usia para pengurus yang umumnya bukan lagi para pelajar, banyak diantaranya yang sudah bergelar S2.
Attauhidiyyah Giren
Ketua IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah menuturkan, sejumlah upaya dilakukan sebagai tahapan untuk menjadi organisasi pelajar yang sebenarnya.Attauhidiyyah Giren
“Kita tak kepingin terbelenggu seperti dalam pola lama terus. Setiap kegiatan sekarang segementasi kita ya pelajar. Ngadain kemah ya dengan pelajar, sahur on the road juga pelajar. Pra rapimnas sekarang, kita ngadain debat berbahasa Inggris untuk pelajar, lomba karya tulis ilmiah dan penulisan novel untuk pelajar dan santri,” terangnya.Upaya lain adalah penurunan usia para pengurus yang terus dilakukan secara bertahap. Jika pada periode lalu, usia maksimal dibatasi 30 tahun, maka pada Rakernas IPPNU beberapa waktu lalu, disepakati usia maksimal 27 tahun. Ia menjelaskan, PBNU sendiri bahkan telah mendesak usia diturunkan menjadi 25 tahun, tetapi untuk itu dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan para kadernya.
“Menyiapkan orang tak semudah yang dibayangkan, yang jelas kita sudah sepakat usia maksimal 27 tahun,” jelasnya.
Beberapa kegiatan yang mengambil segmen pelajar yang sedang digarap diantaranya Lembaga Korps Kepanduan Putri, Pecinta Alam, Palang Merah Ramaja, pendirian lembaga konseling bagi remaja putri dan lainnya.
Ia mengakui, ada diantara segmen-segmen lembaga untuk menangani para pelajar yang dibentuk tersebut yang belum berjalan maksimal karena minimnya sumberdaya, tetapi ia yakin, ini merupakan sebuah proses transformasi yang harus dijalani.
Dalam Rapimnas yang akan digelar Desember mendatang, ia juga akan menggandeng Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah untuk bersinergi dengan IPPNU dalam membentuk pelajar yang memiliki akidah ahlusunnah wal jamaah ala NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id
Attauhidiyyah Giren Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Attauhidiyyah Giren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar