Rabu, 18 Oktober 2017

Pendiri PMII Setuju Organisasi Mahasiswa Islam Ini Kembali ke NU

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Pada tahun 1972, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memutuskan independen dari NU karena kondisi politik saat itu mengharuskan demikian. Di era Orde Baru, jika tidak memisahkan diri dari NU, PMII terancam dibubarkan oleh pemerintah saat itu.

“Sekarang, kondisi perpolitikan yang sudah normal. PMII harus kembali pada NU,” kata KH AN. Nuril Huda (76 tahun), salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kepada Attauhidiyyah Giren usai menjadi Khotib shalat Jum’at di Masjid An-Nahdlah PBNU, Jakarta, Jum’at (7/11).

Pendiri PMII Setuju Organisasi Mahasiswa Islam Ini Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendiri PMII Setuju Organisasi Mahasiswa Islam Ini Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendiri PMII Setuju Organisasi Mahasiswa Islam Ini Kembali ke NU

Kiai Nuril menerangkan, penyelamatan dan penegakkan ideologi NU di dalam tubuh PMII menjadi sangat penting, sementara secara organisatoris NU tidak bisa mengontrol pergerakan kadernya yang tergabung dalam PMII.

Attauhidiyyah Giren

“Untuk itu, sudah menjadi kewajiban PBNU untuk merangkul dan menjadi keharusan PMII untuk kembali. Itu kewajiban kita bersama berdasarkan Khittah 1926,” tegas mantan Ketua PP LDNU ini.

Attauhidiyyah Giren

Kiai Nuril yang juga mantan anggota DPR RI ini juga menjamin, para kader PMII tidak akan terbatasi geraknya jika kembali ke NU.

“Bagi saya sebagai salah satu pendiri, ideologi Aswaja PMII adalah keyakinan agama. Persoalan indepedensi sudah selesai, bergeraklah sebebas mungkin, tapi tetap harus balik ke rumah,” pungkasnya dengan tegas. (Fathoni/Anam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Sholawat, Kyai Attauhidiyyah Giren

Tidak ada komentar:

Posting Komentar