Minggu, 29 Oktober 2017

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan supaya harta kekayaan jangan berputar hanya diantara segelintir orang kaya saja, tapi harus merata kepada seluruh penduduk. Percuma menggemborkan pertumbuhan ekonomi tanpa ada pemerataan.

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Percuma Pertumbuhan Kalau Tak Ada Pemerataan

“Jangan dikangkangi oleh kapitalis-kapitalis saja. Percuma perkembangan, pertumbuhan ekonomi sekian? persen, 5 persen, 6 persen, 6, 5 persen kalau masih meninggalkan 10 persen atau 13 persen orang miskin,” tegasnya pada peluncuran Induk Koperasi NU Nusa Makmur Syariah Microfinance di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu sore (12/7).

Menurut Kiai Said, perputaran harta hanya diantara orang kaya tidak sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran. “Oleh karena itu mari kita bangun ekonomi ini agar pertumbuhan dibarengi pemerataan. Percuma pertumbuhan, kalau tidak dibarengi pemerataan,” tambahnya lagi.

Attauhidiyyah Giren

Menurut Kiai Said, Syekh Nawawi Al-Bantani pernah mengatakan, izzud dunya? bil mal wa izzul akhirah bis shalihil amal. “Kalau kita ingin mulia di dunia ya harus kaya, harus menguasai? harta. Kalau tidak, kita jadi penonton terus.”

Sementara, lanjut dia, kalau kita ingin mendapat kemuliaan di akhirat, harus perbanyak? amal saleh. “Nah, dua-duanya kita gabungkan, kita satukan antara izzud dunya dan izzul akhirah, perilaku kita soleh, akhlak kita mulia.“

Attauhidiyyah Giren

Empat syarat

Lebih lanjut Kiai Said mengatakan, ada empat syarat dalam mengelola keuangan yaitu profesional dan proporsional atau al-kafaah wa taakhul. “Walaupun anak kiai besar, kalau tidak profesional, bukan ahlinya, jangan diajak. Kalau kamu tak mengerti jangan ikut campur, diam! Kalau ada program dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, pasti gagal!” tegasnya.

Kedua, lanjut dia, terbuka dan? transparan. Oleh karena itu program ini harus diaudit independen, yang netral, jernih, bersih, jujur. Syarat ketiga, ta’awun maal akhar, membuka jaringan dengan siapa saja, baik dengan luar negeri, non-muslim tanpa membatasi diri. “Kalau kita berpikiran sempit akan kehilangan banyak momentum,” katanya.

Syarat keempat, bertanggung jawab. Menurut dia, pekerjaan yang dijalankan seseorang pada apa pun posisinya bernilai mulia, baik posisi direktur, bawahan, karyawan, asal dijalankan dengan rasa tanggung jawab. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Syariah Attauhidiyyah Giren

Tidak ada komentar:

Posting Komentar