"Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena mengajarkan bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, hingga nilai dan norma sosial," ujar Ayu Sri Ningsih, pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, di Waykanan, Senin (1/6).
| Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online) |
"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja
Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), penyeruan kata "Pancasila" akan disambut dengan kata "Jaya". Karena itu, demikian sejumlah peserta BPUN Waykanan 2015, Pancasila Jaya hendaknya bukan hanya di mulut semata, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.Attauhidiyyah Giren
"Pancasila ialah dasar negara kita. Dalam Pancasila, sudah jelas kita diwajibkan untuk saling berlaku adil, harus saling bersatu tanpa harus membeda-bedakan. Kita adalah Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni BPUN Waykanan 2015.Attauhidiyyah Giren
Pancasila, demikian Nindya Fela Roza, peserta BPUN lainnya, sangat perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kemanusiaan yang adil dan beradab , jelas mengajarkan kita untuk mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama, tidak mengenal kelas atas dan kelas bawah," ujar dia menambahkan.BPUN merupakan progam tahunan Yayasan Mata Air sejak 2007, organisasi non profit ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan profesional seperti Al Habib Luthf bin Yahya, Dr KH Asad Said Ali, KH Masdar F Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH Masykur Maskub. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.
"Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto mengajarkan keberagaman kepada kami dengan mempersilakan seorang guru non muslim untuk menjadi tutor bidang studi ekonomi," ujar Eis Novia, peserta BPUN dari SMAN1 Blambangan Umpu.
Menurut Eis pula, sila Persatuan Indonesia ialah penerjemahan dari keberagaman suku, agama, budaya warga Indonesia untuk tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila mengajarkan masyarakat bangsa Indonesia untuk menghormati tanpa pandang bulu. "Di ? Taman Sari, Jakarta Barat, gedung Gereja Kristus Yesus bersebelahan dengan Masjid Awwabin. Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto, yang tak lelah mengajarkan kami mengenai NU mengajarkan banyak hal tentang keberagaman terhadap kami, ia pemeluk Islam yang nasionalis," ujar Suryaningsih, pelajar SMAN1 Blambangan Umpu lainnya. (Red: Fathoni)? ? ?
Keterangan Foto: Jamasan Pancasila, sebuah kegiatan yang? digagas Gatot Arifianto saat bergiat di Komunitas Kampung Lebah 2012.
Dari Nu Online: nu.or.id
Attauhidiyyah Giren Daerah, Fragmen Attauhidiyyah Giren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar