| Ki Jaka, Sumber Air Yang Disyukuri Setiap Muharram (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ki Jaka, Sumber Air Yang Disyukuri Setiap Muharram
Saefur, salah satu tokoh pemuda setempat mengisahkan, sumber air yang berbentuk pancuran itu telah ada semenjak puluhan tahun yang lalu. Konon, nama Ki Jaka diambil dari seorang wali yang datang pertama kali untuk membabat desa yang sebelumnya berupa hutan dan melengkapinya dengan sebuah sumber air.“Orang tua dulu bilang, bahwa Ki Jaka itu sezaman dengan Mbah Muqayyim, pendiri Buntet Pesantren, Cirebon,” kata Saefur.
Attauhidiyyah Giren
Masyarakat setempat mengakui, sumber air itu tidak pernah mengalami kekeringan, meskipun sedang dilanda musim kemarau yang berkepanjangan. Hal inilah yang mendasari masyarakat setempat untuk tetap melestarikan tradisi Bebarik yang dilaksanakan setiap sore Jum’at pertama di bulan Muharram.Keberadaan sumber air ini menjadi tumpuan hidup masyarakat di sini, terutama saat musim kekeringan, tandas Saefur.
Attauhidiyyah Giren
Sumber air Ki Jaka bukanlah satu-satunya situs yang menjadi kebanggaan warga setempat. Sekitar dua kilometer sebelah selatan pancuran air Ki Jaka terdapat makam dua orang wali yakni Mbah Muqayyim dan Mbah Ardi Sela yang kerap diziarahi santri dan kiai pesantren-pesantren di Cirebon. (Sobih Adnan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Attauhidiyyah Giren Kiai Attauhidiyyah Giren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar