Jumat, 16 Juni 2017

Mahasantri STKQ Dilatih Keaswajaan

Jakarta, Attauhidiyyah Giren. Bermitra dengan puslitbang Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam menggelar pelatihan keaswajaan bagi kalangan mahasantri di Auditorium STKQ Al-Hikam lantai tiga, Depok, Jumat (15/3).

Demikian dikatakan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Attauhidiyyah Giren, Kamis (21/3) sore.

Mahasantri STKQ Dilatih Keaswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasantri STKQ Dilatih Keaswajaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasantri STKQ Dilatih Keaswajaan

“Para pemateri keaswajaan antara lain Pengurus LBM NU KH Kholil Nafis, KH Djohan Abdi Kurnia, pakar tasawuf KH Hilmi Ash-Shiddiqi Al-Aroqi, dan Rektor STKQ Al-Hikam KH Arif Zamhari,” kata Zaki Muttaqin.

Sementara peserta pelatihan terdiri dari para mahasantri STKQ Al-Hikam. Pelatihan dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut.

Menurut Zaki Muttaqin, Rektor STKQ Al-Hikam dari pelatihan keaswajaan mengharapkan mahasantri STKQ ke depannya menjadi muslim yang rahmatan lil ‘alamin. Mahasantri nantinya mengambil sikap moderat dan tidak menghadapi suatu konflik dengan kekerasan.

Attauhidiyyah Giren

Rumusan pelatihan keaswajaan diformat agar mahasantri sanggup mencari solusi damai atas pelbagai persoalan. Materi pelatihan keaswajaan diambil dari konsep-konsep NU seperti mabadi khoiro ummah dan fikroh nahdliyah lainnya, tambah Zaki.

Pelatihan keaswajaan disudahi dengan penganugerahan doorprize bagi pemenang games dan perangkum materi terbaik.

Attauhidiyyah Giren

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Attauhidiyyah Giren Bahtsul Masail, Pendidikan Attauhidiyyah Giren

Tidak ada komentar:

Posting Komentar