Karena kebingungan para putra Kiai Arwani sowan kepada Maulana Habib Lutfi di Pekalongan. Kepada beliau mereka menyampaikan permasalahannya dan memohon petunjuk. “Ini bagaimana, Habib?” Keluh mereka.
| Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketika Istri Kiai Arwani Kudus Cemburu
Mendengar penuturan keluarga Kiai Arwani ini Habib Lutfi tak segera berbicara. Sejenak beliau terdiam lalu tersenyum.“Nggak apa-apa,” kata beliau kemudian. “Ibu kalian itu uring-uringan itu wajar. Dia lagi cemburu.”
Attauhidiyyah Giren
“Cemburu bagaimana, Habib?” mereka tak memahami.Attauhidiyyah Giren
“Allah memberi kasyaf kepada ibu kalian sehingga dapat melihat suaminya, bapak kalian, sedang menjadi rebutan para bidadari,” jelas Habib Lutfi.Ketika para putra Kiai Arwani sampai kembali di rumah mereka menyakan kepada ibunya perihal sering uring-uringannya itu. Sang ibu dengan tegas menjawab, “bagaimana tidak marah, lah wong setiap hari aku melihat bapakmu dipeluk perempuan cantik-cantik!”
Bila baru sakit saja sudah menjadi rebutan bidadari, bagaimana nanti setelah meninggal? (Yazid Muttaqin)
Cerita ini dikisahkan KH Subhan Makmun, Rais Syuriyah PBNU, dalam kajian kitab Tafsir al-Munir di Islamic Center Brebes, Ahad 7 Februari 2016)
Dari Nu Online: nu.or.id
Attauhidiyyah Giren Pendidikan, Makam, Internasional Attauhidiyyah Giren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar